Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN

ETIK UMB

Menyongsong Perubahan

06
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh
Fakultas EKBIS Akuntansi 90004 Hani Yuniani, M.Ikom

Abstract Kompetensi
Dalam modul ini akan dibahas tentang Setelah mengikuti perkuliahan ini
pengertian perubahan, pengertian mahasiswa diharapkan mampu
adaptasi, bagaimana menyongsong menjelaskan arti perubahan dan sikap
perubahan dan Berpikir Kreatif dalam menghadapi perubahan dalam
kehidupan. Selain itu uga mahasiswa
dapat menelaskan dan memahami
bagaimaa berpikir kreatif.
Pembahasan

Dalam hidup akan selalu muncul masalah-masalah baru yang tidak bisa dipecahkan
dengan pola pikir dan cara-cara yang lama. Indonesia menyimpan berbagai macam
permasalahan dan perubahan merupakan sebuah tuntutan yang seharusnya bisa dijalankan
oleh setiap orang. Mewujudkan perubahan melalui perkataan mungkin sebuah hal yang bisa
dilakukan, tetapi ketika perubahan tersebut dihadapkan pada kehidupan kita, hampir semua
akan mengalami apa yang namanya resistensi.

Masalah-masalah itu, menurut Rhenald, harus dipecahkan dengan mengubah pola


pikir kita menjadi pola pikir yang strategis sekaligus praktis. Perubahan dimulai dari diri,
organisasi, dan masyarakat sekitar, meski dalam setiap perubahan tidak jarang ditemukan
juga berbagai konflik. Akan tetapi, terlibat dalam konflik atau menciptakan konflik bukanlah
tujuan dari setiap perubahan yang menghendaki kemajuan. Manusia bisa berputar-putar
pada objek yang berubah atau keluar dari pusaran dengan solusi membawa alternatif
(Kasali : 27).

Bangsa memerlukan sosok, bukan sekadar manajer yang bekerja dengan sistem dan
memelihara keseimbangan, tapi orang yang berani membongkar belenggu dan
menanamkan nilai-nilai baru. Michael Angelo menyatakan, “Every act of creation must be
started by the act of destruction”

Permasalahan di Indonesia juga disebabkan oleh inefisiensi birokrasi. Dalam salah satu
artikelnya, Rhenald Kasali menulis tentang inefisiensi birokrasi yang diberi judul Birokrasi
Tanpa “Breaktrhough” (Kasali:207-210). Tulisan tersebut telah diterbitkan harian Kompas
pada tanggal 24 Juli 2007. Jika diperhitungkan sampai hari ini, inefisiensi birokrasi
tampaknya masih tampak terlihat pada birokrasi kita. Yang menjadi pertanyaan, apa yang
harus dituntaskan disini? Birokrasi mungkin terlihat gamang untuk bisa menemukan kunci
keberhasilan, tetapi usaha yang keras bukan suatu hal yang tidak mungkin tidak bisa
dijalankan. Perlu suatu “breakthrough” yang menonjol, baik dari peran, sistem, maupun
gagasan, sehingga tujuan yang sudah direncanakan dapat terukur jelas dari hasil dan
prosesnya. Kita hanya berharap mesin birokrasi yang bekerja saat ini dapat bekerja secara
profesional, terlebih sejak reformasi birokrasi yang telah digulirkan beberapa tahun yang
lalu.
1.1. Memoles Pendidikan

Selain birokrasi, pendidikan juga tidak luput dari perhatian Rhenald. Siapa yang tidak
pernah mengenyam pendidikan?. Hampir semua masyarakat Indonesia pernah merasakan
dengan apa yang namanya pendidikan, walaupun dengan level yang berbeda – beda.
Pendidikan merupakan unsur yang terpenting dalam hidup seseorang, sebab pendidikan
mengajarkan manusia untuk dapat mandiri dan mengisi kehidupan ini dengan penuh makna.
Namun demikian, pendidikan juga masih mengalami berbagai macam hambatan.
Perubahan merupakan kata kunci sukses untuk melihat kualitas pendidikan yang
sebenarnya. Perubahan pada bidang ini harus meliputi perbaikan pada kualitas penyediaan
fasilitas, tenaga pengajar, bahan ajar, maupun proses pendidikan itu sendiri. Tanpa tenaga
pendidik, pendidikan tidak akan jalan. Demikian pula, tanpa proses yang tepat, pendidikan
akan berjalan tanpa arah yang jelas. Oleh karenanya, gerakan perubahan yang harus
dilakukan pada dunia pendidikan adalah menekankan kepada perubahan kurikulum,
perubahan sikap orang tua dan tenaga pendidik, transformasi proses belajar, dan
perubahan cara berpikir.

Dengan pendidikan, harapan yang dituju adalah mendapatkan generasi yang disiplin
dalam mematuhi aturan dan rambu – rambu yang telah ditetapkan. Pendidikan akan
mengajarkan kita untuk lebih memahami hidup dengan menjunjung tinggi sifat kejujuran dan
menjaga kehormatan. Kejujuran tersebut tentu akan ditandai dengan menghasilkan karya
akademik tanpa berkuat kecurangan. Kepandaian yang diperoleh dalam pendidikan menjadi
batu yang telah terasah, sehingga tindakan plagiat terhadap karya cipta (128―131) dapat
dihindari. Semua orang tua pasti berharap anaknya dapat meneruskan pendidikan dan
mendapatkan pekerjaan yang layak. Semua itu belumlah cukup. Kita mengingkan tenaga
pendidik yang yang berkualitas sekaligus inspiratif (137―141) dan bukan guru yang tidak
berimprovisasi. Tanpa improvisasi, pendidik hanya berperan sebagai seorang pemburu
(133). Pendidik yang lebih mementingkan insting buruannnya tidak tepat dikatakan sebagai
seorang pendidik. Apabila ini terus dibiarkan, banyak generasi anak didik kita yang akan
menjadi generasi yang tidak open minded. 142―146). Oleh karena itu, tuntutan pendidikan
yang berkualitas harus sering digaungkan, sebab masih banyaknya program pendidikan
yang tidak mengajarkan kepada hal – hal yang bersifat kreatif. Guru atau pun dosen yang
masih bersifat statis terhadap kurikulum tidak akan dapat bersaing dengan tenaga pendidik
yang kreatif. Dengan hadirnya tenaga pendidik yang kreatif bukan tidak mungkin inovasi
akan muncul dari sini.
Sebelum lebih jauh kita membahas perubahan, mari kita lihat dulu apa pengertian
perubahan. Jeff Davinson (2003) menyatakan, perubahan adalah terjadinya sesuatu
yang berbeda dengan sebelumnya.

Selanjutnya, Kasali memberikan lima hal yang harus dilakukan agar terjadi
perubahan. Perubahan menuntut adanya lima hal sekaligus, yaitu:

1. Visi tentang arah masa depan (vision)


2. Keterampilan (skills) untuk mampu melakukan tuntutan-tuntutan baru. Keterampilan
ini harus terus dipelihara, ditumbuhkan dan dikembangkan
3. Insentif yang memadai, baik langsung maupuntidak langsung, cash maupun non-
cash, individual (berdasarkan kinerja perorangan) maupun kelompok, (berdasarkan
kinerja kelompok/unit kerja).
4. Sumberdaya (resources) yang memudahkan ruang gerak dan pertumbuhan
5. Rencana tindak [action plan). Rencana tindak adalah bukan sekadar rencana,
melainkan sebuah rangkaian tindakan yang diintegrasikan dalam langkah-langkah
yang spesifik dan terencana, tertulis dan dimengerti oleh semua pelaku yang terlibat.

1.2. Beberapa contoh perubahan yang terjadi Berkat kontribusi para inventor.

A. Nadiem Makarim: Peduli Ojek, Tercetus Bikin Aplikasi Go-Jek


Rekam jejak pria muda yang satu ini khususnya di bidang social
entrepreneurship tak perlu diragukan lagi. Nadiem Makarim pernah bekerja menjadi
Co-founder dan Managing Editor Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer
Kartuku, sebelum akhirnya menginisiasi lahirnya Go-Jek di tahun 2011 yang sejak
tahun lalu bertransformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis mobile. Dan tentu,
pria yang menamatkan gelar MBA (Master of Business Administration) dari Harvard
Business School tersebut menjadi kunci pertumbuhan layanan antar-jemput
konsumen/barang Go-Jek di Jabodetabek.

Misi Nadiem bisa dibilang mulia. Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini mengemban
hasrat untuk meningkatkan pendapatan para tukang ojek di Jakarta dengan
membuat mereka lebih aktif di jalan, bukan lagi hanya menunggu panggilan
penumpang. “Saya pernah mewawancarai beberapa tukang ojek secara random,
kebanyakan mengeluh susah cari pelanggan,” kata Nadiem Makarim yang kini
menjabat sebagai Chief Executive Ojek.
Berbekal tekad dan pengetahuan teknologi di bidang sebelumnya, Nadiem
pun melahirkan Go-Jek di tahun 2011. Saat itu, Go-Jek melayani telepon pesanan
ojek melalui call center, yang kemudian operator akan mencari driver yang terdekat.
Call center bakal memastikan kedatangan driver dengan sistem navigasi dan
koordinasi pelanggan.
Dalam mengemban misi sosial ini, Nadiem tak mau setengah-setengah.
Selain menyediakan sarana teknologi, Go-Jek Indonesia juga memberikan
smartphone sebagai kelengkapan utama menerima panggilan dari customer. Di
samping perangkat, Nadiem juga menggagas kebutuhan branding Go-Jek melalui
pakaian khusus bercorak warna hijau dan helm berlisensi SNI.
Setelah merebaknya tren penggunaan smartphone, Nadiem segera
memberikan sentuhan digital pada proyek-nya tersebut. Alhasil, memasuki usia
keempat tahun, Go-Jek telah meluncurkan aplikasi mobile yang makin
mempermudah pelanggan untuk memesan ojek. Pertumbuhan mobile app
membawa banyak perubahan positif. Dari semula memegang 200 mitra ojek, kini
Go-Jek Indonesia sudah merekrut hingga ribuan armada ojek, yang tersebar di
Jabodetabek. Selain itu, Go-Jek telah bekerjasama dengan hampir 100 perusahaan
yang menjadi pelanggan korporat. Dengan sayap bisnis perusahaan yang terus
bertumbuh, Nadiem sudah membawahi sekitar 70 karyawan Go-Jek.
Melalui Go-Jek, Nadiem telah membuka lahan pekerjaan bagi ratusan orang
di sektor informal. Usai mengikuti program ini, para pengemudi ojek menjadi 50-100
persen lebih produktif sehingga memperoleh pendapatan yang jauh lebih baik dan
pekerjaan mereka lebih diapresiasi.

B. Air Asia Sebagai Pelopor penerbangan murah di dunia.


AirAsia mempertahankan predikat sebagai maskapai penerbangan
berbiaya hemat terbaik dunia (World’s Best Low Cost Airline) dan maskapai
penerbangan berbiaya hemat terbaik di Asia (Asia’s Best Low Cost Airline)
selama 6 tahun berturut-turut.
AirAsia kembali menerima dua penghargaan tersebut dalam acara
penganugerahan World Airline Awards 2014 yang berlangsung di Farnborough Air
Show, London, Inggris, Jumat (15/7/2014). Pertama kalinya AirAsia menerima
penghargaan World’s Best Low Cost Airline dan Asia’s Best Low Cost Airline
adalah pada 2009. Sejak itu, hingga kini tidak ada maskapai lain yang bisa
mengalahkan AirAsia.
SkyTrax World Airline Awards adalah penghargaan yang menjadi tolok ukur
terhadap kualitas layanan maskapai di seluruh dunia. Penghargaan ini juga
merupakan salah satu yang paling bergengsi di industri penerbangan dunia.

Survei tahunan SkyTrax World Airline Awards melibatkan 18,9 juta


responden, dilakukan secara global, dan diadakan selama 10 bulan untuk mengukur
kualitas layanan sebanyak 245 maskapai mulai dari maskapai berskala lokal hingga
dunia. Adapun dalam survei tersebut, responden melakukan penilaian terhadap 41
indikator kualitas produk dan layanan dari suatu maskapai.

“Semua ini berawal dari sebuah mimpi besar 12 tahun yang lalu. Dari hanya
beroperasi dengan 2 pesawat untuk melayani 6 rute penerbangan pada 2002,
AirAsia telah berkembang hingga kini mengoperasikan 160 pesawat,
melayani 95 destinasi, dengan jumlah pelanggan lebih dari 250 juta
pelanggan," ungkap CEO Grup AirAsia Tony Fernandes.

Pihaknya merasa bangga untuk kembali menerima penghargaan World’s


Best Low Cost Airline dan Asia’s Best Low Cost Airlines untuk ke-6 kalinya. Selain
itu, ia menuturkan kembalinya AirAsia ke pasar maskapai penerbangan berbiaya
hemat di Jepang, bekerja sama dengan mitra bisnis dan investor baru.

"Kami telah kembali dengan strategi dan rencana bisnis yang lebih baik
sejalan dengan ambisi kami dalam merevolusi bisnis low-cost carrier di
Jepang. Kami juga bangga atas diluncurkannya afiliasi terbaru Grup AirAsia
yaitu AirAsia India yang berkomitmen untuk melayani pasar penerbangan di
India melalui penawaran harga hemat, dan produk layanan terbaik,” ungkap
Tony.

Sebagai pelopor industri maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia,


AirAsia telah menciptakan sebuah tren baru perjalanan di kawasan Asia. Selain
Malaysia, Grup AirAsia juga memiliki maskapai afiliasi di Indonesia, Thailand,
Filipina, India, dan baru saja kembali meluncurkan afiliasinya di Jepang.
Seluruh maskapai afiliasi yang tergabung dalam Grup AirAsia saat ini
mengoperasikan salah satu armada Airbus A320 termuda di dunia dengan umur
rata-rata 3 tahun, dan memiliki jumlah pesanan armada mencapai 475 pesawat
untuk pengiriman hingga 2026.

C. Rizki-Rahmadianti (pengusaha baju On-line)


Rizki Rahmadianti adalah seorang ibu rumah tangga di Surabaya. Yang
membedakannya dari ibu rumah tangga pada umumnya adalah di tengah
kesibukannya, Rizki mampu menjalankan bisnisnya selama lebih dari 5 tahun,
membuat beberapa bisnis baru, dan tetap menjalankannya dengan konsisten.
Bahkan, ketika Anda cari namanya di Google, anda akan dengan mudah
menemukan banyak pemberitaan positif yang membahas tentang keberhasilan Rizki.
Apa rahasianya? Pada bulan Mei 2014 lalu, Rizki membagikan sejumlah tips yang
membuatnya mampu mempertahankan bisnisnya di kerasnya persaingan dunia
online sambil tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga.
Seperti apa?
Tips #1: Jangan menyerah.
Sebelum go online, Rizki masih berjualan secara door to door, dan seringkali sukses
mendapat penolakan.
“Pedih memang,” katanya. “Namun hal inilah yang membuat saya sadar
bahwa lebih gampang untuk jualan di Internet.”

Maka pada tahun 2007, Rizki membuat website untuk produknya yang diberi
nama Rumah Jilbab Ananda. Bisnis ini kemudian mengantarkannya mendapat
beasiswa pelatihan di Belanda.

Tips #2: Perhatikan masalah HAKI.


Tahun 2009, muncul kebutuhan untuk mendaftarkan HAKI (Hak Atas Kekayaan
Intelektual). Akan tetapi, upayanya terganjal karena nama “Rumah Jilbab Ananda”
telah dipatenkan orang lain. Rizki berpikir bahwa tidak ada gunanya melanjutkan
untuk mengembangkan nama brand yang suatu saat justru memunculkan konflik.
Maka, “Rumah Jilbab Ananda” ditutup dan Rizki membuka nama baru, “Rizhani”.
“Kita start fresh. Dari nol lagi,” katanya.

Memang, membuat nama baru berarti Anda mulai dari nol lagi. Segala upaya
marketing yang Anda lakukan untuk membesarkan nama brand lama Anda menjadi
sia-sia. “Kalau tahu begini, dari awal saya sudah start dengan nama yang benar-
benar unik dan tidak beresiko menimbulkan dispute,” katanya.

Tips #3: Besar tidak berarti lebih baik.


Pada tahun 2009, penjahit di Rhizani adalah ibu-ibu di sekitar rumahnya. Mereka
menggarap jahitan jilbab di rumahnya masing-masing / take home. Jumlah pekerja
Rhizani kemudian mencapai 100 orang.

“Lebih besar bukan berarti lebih baik,” kata Rizki. “Karena tidak semua ibu-ibu ini giat
bekerja, maka seringkali order dari customer tidak dikerjakan tepat waktu. Kita
dikejar-kejar customer dan seringkali terjadi sengketa antara tim produksi dan
marketing kita.”

Puncaknya, Rizki mengakuisisi sebuah unit produksi jahit, dan hanya


mempekerjakan orang yang benar-benar memiliki kemampuan menjahit. “Semua
penjahit kami bekerja dengan cepat. 15 orang bisa mengerjakan 5x lebih cepat
daripada 100 orang.”

Tips #4: Meluaskan bisnis dengan memperhatikan kekuatan Anda.


“Saya merasa ada yang dapat dimaksimalkan dari sini,” kata Rizki menunjuk
soal kecepatan tangan penjahitnya. “Mereka mampu menjahit kain sifon
tanpa kesulitan.”

Maka, setelah mengakuisisi sebuah unit produksi jahit, Rizki membuat unit
bisnis baru yang diberinya nama Rira Clothing. Rira Clothing adalah sebuah
konveksi fashion yang menerima pemesanan jahit dari brand milik orang lain.
Dengan demikian, Rizki tetap mampu memproduksi busana muslim untuk “Rizhani”
sekaligus menerima permintaan jahitan dari brand milik orang lain.

Tips #5: Belajar dari pengalaman.


Belajar dari pengalaman, dan melihat sumber daya yang dimilikinya, maka Rizki
membuka satu bisnis lagi, yaitu Little Bee Fashion yang bergerak di jualan baju untuk
anak usia 1-2 tahun.

“Apa yang membuatnya berbeda?” kata Rizki. “Kali ini, saya sudah lebih siap
dengan model bisnis yang tepat mengenai bagaimana mengelola sebuah
brand. Strategi marketing saya lebih pelit. Semua iklan harus diperhitungkan
dengan baik, bukan sembarang iklan.”

“Dan di Little Bee nanti, seiring dengan pertumbuhan usia customer saya nanti,
bukan berarti saya akan terus menjual baju untuk anak 1-2 tahun. Mungkin nanti
saya juga akan menjual baju untuk anak usia 3-5 tahun, dst dengan brand yang
berbeda.”
`Tips #6:

Persaingan di dunia online itu keras, maka Anda harus kuat mental lebih dulu.
“Pernah di Tokobagus saya temukan sebuah toko yang menggunakan foto milik Little
Bee,” kata Rizki mengenang. “Luar biasanya, dengan foto yang sama, bahkan
watermark-nya masih menempel, dia berani menetapkan harga Rp 30.000,00. 5 kali
lebih murah dari Little Bee. Bukan itu saja. Si pemilik kemudian datang ke Fanspage
Facebook kami dan menulis bahwa jualannya lebih murah, jadi mending beli dari
tokonya saja.”

“Apa yang saya lakukan?” kata Rizki. “Tidak ada. Saya hanya mendoakan agar
desain kami memberikan manfaat baginya,” pungkas Rizki. “Saya percaya bahwa
bisnis yang diawali dengan baik, hasilnya akan baik. Begitu pula berlaku sebaliknya.”

Dari paparan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa, setiap perubahan menuntut adanya
komitmen, tanggung jawab dan mental pantang menyerah. Perubahan memang tak selalu
menjanjikan keindahan, tetapi jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka perubahan
yang tadinya hanya bermanfaat untuk diri sendiri, dapat meluas kemanfaatannya bagi orang
banyak.

Salam Perubahan!
Daftar Pustaka
Kasali, Rhenald, Lets Change, 2014, Jakarta, PT. Kompas Gramedia
Kompas.com/Air-Asia-Peraih-Penghargaan-Maskapai-Penerbangan-Murah/ diunduh 25
Maret 2015.
Pratiwi, Primi,dkk, Etika dan sikap profesionalisme Sarana, Penerbit Graha Ilmu, Jakarta.