Anda di halaman 1dari 2

CERITA IM0[iiiiiiiAJINASI

“PERI ROSELSA”
Pagi ini hujan deras sekali, untung saja aku sedang liburan seminggu. Aku nyaman sekali
tinggal di rumah ini, aku sedih ketika dengar kabar dari ibu “Bel, ayo bantu ibu untuk mengemas
barang barang.” perintah ibu “Baik bu, kita kemas barang untuk apa? Barang siapa saja?” tanya
aku. “barang kita semua bel, termasuk kamu. Kan, kita mau pindah rumah.. Surprise buat
kamu!” jelas ibu “Apa? Aku tidak mau pergi dari sini ibu, aku tidak ingin tinggal di sana.” aku
terkejut “Ayah.. Kita batalkan saja perpindahan ini..” kata aku sembari merengek kepada ayah.
“tidak bisa dong, tidak bisa diganggu gugat belinda sayang..” jelas ayah. Tentu saja aku tidak
mau pindah, kalau tempat yang aku tinggali di sana adalah tempat yang tidak menyenangkan
bagaimana? Hhmmmzz.
Setelah berberes-beres, aku tidak lekas tidur. Melainkan aku menatap jendela kamarku
sambil berkata “Selamat tinggal kota penuh kenangan.. Selamat tinggal kawan kawan..” lalu ibu
datang ke kamarku dan ia berkata “Belinda, kenapa kamu belum tidur? Ini sudah larut malam
nak..” “Tidak. Aku belum mengantuk.” singkatku “Hmm.. Ibu tau nak, kamu pasti belum bisa
menerima kenyataan ini bukan? Kamu akan berpisah dengan kawan kawanmu dan pergi dari
rumah ini. Bersabarlah, nak.” kata ibu “Tapi bu, di kota itu kan belum tentu mempunyai
pemandangan seindah ini.” jelasku. “Iya, tetapi, pemandangan di sana lebih indah dari
pemandangan di sini sayang. Di sini hanya bisa lihat lampu lampu saja.. Kalau di sana kita bisa
melihat sejuknya pengunungan dan air terjun, di sana juga banyak kebun teh dan perkebunan
lainnya. Pasti seru!” kata ibu menjelaskan. “Hmm.. Benarkah?” kataku ragu. “tentu..” lalu aku
membayangkan jika di sana aku bisa bermain dibalik semak semak dan bermain air sepuasnya di
air terjun.. Hmm!! Menyenangkan!
Keesokan harinya….
Pukul 5.30 tadi aku sudah berangkat, sekarang aku sudah sampai di lokasi rumahku yang
baru. Benar! Kota itu sangat sejuk dan asri. “Ayah, ibu. Aku ingin bermain dulu ya..” izinku
“ok! Ingat, jangan jauh jauh ya nak.” jawab ibu dan ayah.
Aku pun berjalan jalan santai dan aku melihat halaman belakang yang begitu luas dan
lapang. “Hei! Itu luas sekali, tapi, sayang sekali jika sunyi. Seperti.. Terlihat halaman yang
botak! Haha..” lalu aku mengampiri ayah. “Ayah, di belakang ada halaman yang bisa kita isi
dengan beberapa pohon atau tanaman! Bagaimana jika kita menanami bunga bunga cantik di
sana! Agar mewarnai lapangan yang sunyi itu..” usulku. “baiklah, kebetulan, kemarin ayah
dikasih banyak beragam bibit bunga yang masih utuh.” sambung ayah.
Lalu aku dan ayah sedikit bercocok tanam di halaman. Beberapa hari kemudian bunga
itu tumbuh sangat indah.. Aku sedang bermain di antara bunga bunga bermekaran itu. Dan tiba
tiba seperti ada yang bergerak di balik bunga mawar.. Dan aku kejutkan dengan kata “hei..!!”
lalu sesuatu yang kecil itu jatuh dan pingsan karena terkejut. Dia bukan manusia atau serangga,
sepertinya dia adalah.. Hmm.. Peri..?! Setelah dia tersadar dan berkata “Huaa!! Jangan sakiti
aku! Menjauhlah!! Tooloong!” katanya. Sepertinya dia ketakutan. “hallo, tenanglah.. Aku tidak
akan menyakitimu. Kamu siapa?” singkatku tenang “benarkah? Aku.. Aku.. Peri roselsa!” “Peri?
Roselsa? Tunggu, aku ingin memberitahukan ke orangtuaku.” kata aku terkejut. Aku pikir, dia
manusia yang dikutuk. Hehe.. “Jangan!! Tidaakk..! Jangan beritahu ke siapa siapa..! Ini adalah
rahasia!” katanya. “Ooo.. Baiklah.. Peri rosel. Kau tinggal saja di sini, bersamaku, agar aku tidak
sendirian. Oo iya, aku belinda.” jelasku. “Iya bel. Maaf, tapi panggil saja aku peri elsa. Sampai
jumpa, aku harus pergi. Aku masih banyak tugas! Maaf aku tidak bisa bersamamu.” kata peri
elsa “Peri, aku ingin bersamamu, jika tidak, izinkan aku untuk ikut bersamamu.” “Hmzz.. Baik.
Ayo ikut.”
Setelah sampai di sebuah tempat yang terpencil. Aku kagum, karena banyak sekali peri
peri lainnya.. Wow..! “Perhatian semua, aku membawa seorang teman. Namanya bel..” kata peri
elsa memperkenalkan. “hallo..” kata aku sedikit malu.. “heii, perkenalkan, aku kelliy, di
sebelahku, elaine, yang tinggi rose, nah.. Yang ini.. Yang tentunya tampan.. Peri nio..” “Haaii!!
Senang bertemu denganmu. Bel” kata mereka semua serentak. Wow! Asyiknya.. Begini saja
terus menerus..
Hingga sekarang.. Sudah beberapa hari kita bermain bersama. “Peri elsa, kamu mau ke
mana?” kata aku.. Lalu elsa menarik aku dan masuk ke rumah elsa. “elsa, ada apa? Seperti
rahasia saja..” ” benar..Ini rahasia bel..” katanya sambil menahan nahan napas, lalu dia
berbaring. “kamu, kamu kenapa elsa? Ada apa ini? Aku cari teman teman dahulu ya, sebentar..”
“Jjj.. Jangan bel..!” katanya menghentikan langkahku. “tapi, jawab.. Kamu kenapa bel? Jangan
bercanda bel..” kataku cemas. “Aku serius, aku tidak perlu obat atau apapun.. Sudah lama aku
sakit.. Obat apapun tidak akan membuat aku sembuh.. Teman temanku juga tidak ada yang tau
selain kamu bel..” katanya sambil diberat beratkan. “apa? Tapi.. Tapi kamu? Bagaimana bisa
elsa.. Aku harus apa? Apa yang aku lakukan..” kata aku kelabakan dan cemas sekali. “Cukup
sudah bel, cukup lakukan untuk mengiklaskan aku untuk pergi selama lamanya.” “Elsaa..!! Apa
yang kamu bicarakan itu tidak benar! Aku tidak akan mengiklaskanmu!” Kata aku sedih dan
sedikit marah. Aku pikir dia berbohong atau semacamnya. “apapun yang aku katakan.. Aku tak
berbohong.. Cc.. Cukup.. Ikklashkan aku, maafkan aku jika aku belum menjadi yang terbaik.
Untukmu, dan terimakasih sudah menjadi sahabatku untuk di detik-detik terakhir hidupku..”
katanya sambil terdesak-desak.. Seperti sesak napas. “Elsaaa!! Peri roselsa!!” aku menangis.
Dan.. Aku mengiklaskanmu peri roselsa.. Dia sudah menutup. Mata.
Dan semua teman temannya datang.. Sembari menagis “Peri roselsaaa…!! Huhuhu..
Mengapa kau pergi begitu cepaaat?! Peri roselsaaaaa…!!” kata aku sembari menangis habis
habisan.. Selamat tinggal peri roselsa.