Anda di halaman 1dari 18

Sistem Gerak pada Manusia

A. Tulang/rangka
Tulang memiliki fungsi utama
sebagai alat gerak pasif. artinya tulang
hanya bisa bekerja/bergerak apabila ada
bantuan dari otot.

Tulang atau rangka pada manusia


tergolong ke dalam alat gerak pasif
dikarenakan tulang hanya akan bisa
bergerak apabila ada aktifitas yang
terjadi pada otot. tulang sendiri
terbentuk oleh kandungan kalsium yang
berbentuk garam yang merekat erat
dengan bantuan kalogen. di dalam masa
perkembangannya, bentuk tulang dapat
berubah atau mengalami kelainan
apabila ada gangguan yang dibawa sejak
lahir seperti adanya infeksi penyakit,
faktor nutrisi dan gizi, ataupun posisi
tubuh yang salah. tulang yang satu
dengan yang lain biasanya terhubung
oleh sendi-sendi. Materi mengenai
persendian akan kita bahas setelah
pembahasan mengenai tulang berikut ini:

Fungsi Rangka pada Manusia

1) Kerangka pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:

2) Penegak tubuh

3) Pembentuk tubuh

4) Tempat Melekatnya otot

5) Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah

6) Alat gerak pasif

Kerangka pada manusia dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu: Bagian


tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.
1. Bagian Tengkorak

Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas tulang-tulang pipih
yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel darah merah dan putih.
Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari:

Masing-masing tulang tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang


tengkorak, dan tulang dahi (1 buah)

2. Bagian Badan

Bagian rangka badan pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok yaitu Ruas-
ruas tulang belakang, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang bahu, dan Gelang panggul
seperti dapat dilihat di dalam gambar berikut ini:

3. Bagian Anggota Gerak


Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 bagian yaitu anggota gerak atas dan bawah:

a) Anggota Gerak Atas

Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri, terdiri dari:

b) Anggota Gerak Bawah

Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan rangka penyusun kaki


kanan dan kiri yang terdiri dari:
Jenis-Jenis Tulang

Berdasarkan kepada jenisnya, tulang yang terdapat di dalam tubuh manusia


dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a) Tulang Rawan

Tulang rawan merupakan tulang yang disusun oleh sel-sel tulang rawan. Tulang
ini bersifat lentur karena terdapat ruang pada aantar sel tulang rawan. Tulang ini
mengandung zat kapur dan zat perekat. Diantara contoh tulang rawan adalah ujung
tulang rusuk, hidung, telinga, trakea, laring, bronkus, dan di antara ruas-ruas tulang
belakang.

b) Tulang Keras

Seperti namanya, tulang keras memiliki tekstur yang lebih padat dan bersifat
keras daripada tulang rawan. Jenis tulang ini disusun oleh osteoblas (sel pembentuk
tulang). Terdapat banyak zat kapur diantara sel tulang keras dengan sedikit zat
perekat. itulah yang membuat jenis tulang ini menjadi keras. Di dalam tulang keras
kita dapat menjumpai saluran havers. di dalam saluran havers ini terdapat pembuluh-
pembuluh darah. Diantara contoh tulang keras adalah: tulang kering, tulang lengan,
dan tulang selangka.

Bentuk Tulang
Tulang dibedakan menjadi 3 macam jika didasarkan kepada bentuknya, yaitu:

a) Tulang Pipa

Bentuk tulang ini panjang dan bulat dengan rongga di tengahnya seperti pipa.
contoh tulang pipa adalah tulang jari tangan, tulang paha, dan tulang lengan atas.
b) Tulang Pipih

Bentuk tulang ini gepeng atau


pipih. contohnya adalah tulang dada,
tulang belikat,dan tulang rusuk.

c) Tulang Pendek

Tulang yang berbentuk bulat dan


pendek. contohnya adalah: ruas-ruas
tulang belakang, tulang pergelangan
kaki, dan tulang pergelangan tangan.
Tulang pipih memiliki fungsi sebagai
tempat terjadinya proses pembentukan
sel darah merah dan putih.

Macam-macam Penyakit Tulang


1. Osteoporosis

Penyakit tulang rapuh yang disebabkan kekuatan tulang menurun sehingga rapuh
dan mudah patah. Osteoporosis disebabkan oleh kurangnya kalsium pada tulang.

2. Osteomalacia

Tulang menjadi lunglai, penyakit tulang yang satu ini disebabkan oleh
kekurangan vitamin D atau bisa disebabkan oleh metabolisme pada tubuh. Penyakit
tulang osteomalacia sama seperti osteoporosis tulang akan mudah kropos dan patah.

3. Rickets

Penyakit rickets sering terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan kalsium di tulang atau akibat
radiasi matahari.

4. Ankilosis

Gangguan pada persendian, sehingga sendi tidak bisa digerakkan dan dimana
ujung-ujung antara tulang terasa bersatu.

5. Kiposis

Gangguan pada tulang belakang, sehingga tulang belakang penderita melengkung


ke depan dan muncul badan menjadi bongkok
B. Otot
Otot merupakan jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya
adalah sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar bisa bergerak. Tanpa adanya
otot, tubuh manusia tidak akan bisa bergerak karena ototlah yang bisa membuat tulang
bergerak.

Fungsi otot :
a) Menjalankan dan melaksanakan kerja contohnya berjalan, mengangkat, dan
memegang.

b) Menggerakkan jantung.

c) Mengalirkan darah yang terdiri atas zat-zat yaitu nutrisi, oksigen, dan lain-lain.

Jenis-jenis Otot

berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yaitu:

a) Otot Polos

merupakan jaringan yang terbentuk oleh sel-sel otot yang bentuknya seperti
gelondong dimana dibagian ujungnya cenderung meruncing.

Ciri-ciri Otot Polos

 Waktu kontraksi antara 3 sampai 180 detik.

 Bentuk dari otot polos adalah gelendong.

 Terletak pada organ dalam.


 Memiliki satu inti sel yang berada di tengah.

 Pergerakannya dari otot polos lambat dan mudah lelah.

 Dipengaruhi oleh saraf otonom.

 Otot polos biasanya berada pada bagian usus, saluran peredaran darah, dan otot di
saluran kemih.

 Tidak diperintah oleh otak atau tidak dipengaruhi oleh otak.

b) Otot Jantung

Otot jantung adalah otot yang bekerja secara terus-menerus tanpa istirahat atau
berhenti. Otot jantung merupakan perpaduan antara otot lurik dan otot polos karena
adanya persamaan yang ada pada otot jantung misalnya, memiliki sisi gelap terang
dan inti sel yang berada di tengah. Otot jantung berfungsi dalam memompa darah ke
seluruh tubuh. Otot Jantung bekerja di bawah kesadaran manusia. Saraf yang
memengaruhi otot jantung adalah saraf simpatik dan parasimpatik. Jaringan otot
jantung adalah jaringan otot bersifat involunter yang hanya dapat ditemukan di
jantung.

Ciri-ciri Otot Jantung:

 Otot jantung berbentuk silindris.

 Memiliki percabangan.

 Otot jantung terletak pada jantung.

 Memiliki satu inti sel yang berada di tengah.

 Bekerja tanpa kesadaran manusia.

 Bekerja terus menerus dan tidak membutuhkan istirahat.

c) Otot Lurik

biasa disebut juga sebagai otot rangka karena otot ini biasanya melekat pada
rangka. disebut lurikkarena bila dilihat dengan menggunakan mikroskop akan tampak
terlihat garis gelap terang pada serabut otot ini.

Ciri-ciri Otot Lurik

 Bentuk silindris dengan garis gelap terang.

 Melekat pada rangka.

 Bekerja secara sadar dengan perintah otak.


 Cepat dan mudah lelah.

 Bentuk yang panjang dan memiliki banyak inti sel (multisel).

 Mempunyai pigmen mioglobin.

 Inti sel yang berada di tepi.

Gerak dan Kerja Otot


Otot bergerak secara kontraksi dan relaksasi. Ketika otot berkontraksi maka
ukurannya akan memendek menjadi keras dan akan membentuk gelembung pada bagian
tengah. dengan adanya kontraksi pada otot maka tulang akan tertarik. untuk
mengembalikan tulang tersebut pada posisi awal maka dibutuhkan relaksasi. artinya
harus ada otot lain yang berkontraksi agar bisa menarik tulang itu kembali ke posisi
awal. jadi untuk bisa menggerakan tulang setidaknya dibutuhkan kerjasama dari dua
macam otot dengan cara kerja yang berbeda.

Dengan berdasarkan kepada cara kerjanya, maka otot dapat dibedakan menjadi dua
jenis yaitu otot sinergis dan otot antagonis.

1. Gerak Sinergis

Merupakan gerak selaras dari dua otot atau lebih. Pada gerak sinergis, otot-otot
tersebut akan berkontraksi dan berelaksasi secara bersamaan. contohnya adalah
gerakan pada otot punggung dan leher.

2. Gerak Antagonis

Gerak berlawanan antara dua atau lebih otot untuk menggerakan pada suatu bagian
tubuh. contohnya adalah ketika lengan bawah terangkat maka otot bisep akan
berelaksasi sementara otot trisep melakukan relaksasi.

Macam-Macam Penyakit System Otot


1. Distrofi otot

Ini adalah penyakit genetik merupakan kelompok penyakit otot bawaan yang
menyebabkan kerusakan serat-serat otot. Gejala-gejala penyakit distrofi otot termasuk
kelemahan, kehilangan mobilitas dan kurangnya koordinasi. Penyakit yang paling
umum diklasifikasikan sebagai distrofi otot Duchenne adalah, Becker, tungkai korset,
kongenital, facioscapulohumeral, miotonik, Oculopharyngeal, distal, dan Emery-
Dreifuss. Fakta dasar tentang distrofi otot adalah bahwa tidak ada obat khusus untuk
distrofi otot.

2. Serebral palsi
Palsi serebral adalah salah satu penyakit yang mempengaruhi sistem otot, di mana
sikap orang, keseimbangan dan motorik fungsinya yang terpengaruh. Kerusakan otak
selama atau sebelum melahirkan menyebabkan hilangnya kebugaran otot,
menyebabkan masalah melaksanakan tugas-tugas fisik pada anak-anak. Ini adalah
salah satu kelainan bawaan yang paling umum.

3. Fibrodysplasia ossificans progressiva

Ini adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang menyebabkan jaringan lunak
menjadi keras seperti tulang secara permanen. Hal ini menyebabkan otot-otot, tendon,
ligamen serta jaringan ikat lainnya untuk tumbuh tulang antara sendi. Dengan
demikian, menyebabkan pembatasan permanen gerakan. Tidak ada Fibrodysplasia
ossificans progressiva (FOP) pengobatan yang efektif dan nyeri dikontrol dengan
menggunakan obat-obatan.

4. Dermatomiositis

Inflamasi miopati yang mengarah ke otot kronis dan peradangan kulit disebut
dermatomiositis. Ini adalah penyakit autoimun yang progresif dari jaringan ikat yang
menyebabkan kelemahan otot. Gejala dermatomiositis termasuk nyeri otot, endapan
kalsium mengeras di bawah kulit, radang saluran pencernaan, perforasi usus, masalah
paru-paru, demam, kelelahan dan penurunan berat badan. Ini menyebabkan berwarna
ruam merah atau ungu kulit pada wajah, tangan, lutut, dada dan punggung. Tidak ada
obat untuk kelemahan otot yang progresif ini tetapi dapat dikontrol dengan
menggunakan kortikosteroid dan obat imunosupresif.

5. Sindrom kompartemen

Sindrom kompartemen kronis yang disebabkan oleh kompresi dari pembuluh


darah, saraf dan otot dalam area tertutup tubuh. Hal ini menyebabkan kematian
jaringan akibat kekurangan oksigen. Gejala-gejala sindrom kompartemen termasuk
sakit parah otot, rasa sesak di otot, paresthesia, kelumpuhan, dll Pengobatan
melibatkan perawatan bedah segera, disebut fasicotomy. Hal ini membantu dalam
mengurangi tekanan pada otot dan membantu mereka menjadi normal kembali.

6. miastenia Gravis

Miastenia gravis merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan


kelemahan otot dan kelelahan. Ada kerusakan pada sambungan neuromuskuler dan
dengan demikian, otak kehilangan kontrol atas otot-otot ini. Ini myasthenia gravis
mengalami tanda dan gejala termasuk kelopak mata terkulai, kesulitan menelan,
kelelahan otot, kesulitan bernapas, ketidakmampuan untuk mengontrol ekspresi
wajah, dll Pengobatan dan intervensi bedah adalah bagian dari pengobatan myasthenia
gravis.

7. Amyotrophic Lateral Sclerosis


Amyotrophic lateral sclerosis adalah penyakit neurodegeneratif yang serius.
Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig. Pada penyakit ini, motor
neuron menghancurkan menyebabkan hilangnya kontrol atas gerakan otot sadar.
Gejala awal ALS termasuk kesulitan menelan, napas dan berbicara. Kelumpuhan
adalah gejala penyakit lanjutan Lou Gehrig.

8. Myopathies mitokondria

Miopati mitokondria adalah suatu kondisi dimana mitokondria, pembangkit


tenaga listrik sel, rusak. Gejala-gejala penyakit ini neuromuskuler termasuk
kelemahan otot, kelainan irama jantung, ketulian, kebutaan dan gagal jantung. Dalam
beberapa kasus, itu mengarah padakejang, demensia, kelopak mata terkulai dan
muntah. Gejala lain termasuk kesulitan bernapas, mual dan sakit kepala.

9. rhabdomyolysis

Rhabdomyolysis adalah suatu kondisi di mana ada kerusakan otot rangka yang
cepat. Hal ini menyebabkan serat otot mengakibatkan perpecahan dalam mioglobin
yang dilepaskan ke dalam urin. Hal ini menyebabkan gagal ginjal karena mioglobin
adalah berbahaya untuk ginjal. Gejala rhabdomyolysis termasuk kelemahan otot,
kekakuan, dan nyeri. Jika terdeteksi dini, ada kemungkinan pengobatan
rhabdomyolysis. Pengobatan termasuk penggunaan cairan intravena, dialisis serta
hemofiltration pada kasus yang berat.

10. Polymyositis

Polymyositis adalah penyakit sistem otot inflamasi dan degeneratif. Ini adalah
penyakit jaringan ikat sistemik yang menyebabkan kelemahan simetris dan atrofi otot
sampai batas tertentu.

11. Fibromyalgia

Ini melemahkan, kelainan otot kronis disebut fibromyalgia. Hal ini ditandai
dengan nyeri, kelelahan dan banyak gejala lain seperti nyeri dan kekakuan otot. Hal
ini terlihat mempengaruhi lebih banyak perempuan daripada laki-laki dan dianggap
sebagai kondisi genetik.

12. Myotonia

Myotonia adalah suatu kondisi di mana otot-otot rileks perlahan-lahan setelah


kontraksi dan stimulasi. Gejala myotonia termasuk kesulitan saat melepaskan
pegangan, berjalan dan kesulitan dalam bangun setelah duduk atau tidur. Obat-obatan,
antikonvulsan dan terapi fisik yang terlibat dalam pengobatan myotonia.
C. Sendi
Seperti kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada tubuh
manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling berhubungan. setidaknya ada 200
tulang yang posisinya saling berhubungan di dalam tubuh manusia. Hubungan yang
terdapat diantara 2 tulang itulah yang disebut sebagai sendi ataupun artikulasi. Di dalam
sistem gerak pada manusia, persendian memiliki fungsi serta peranan yang amat penting
di dalam proses terjadinya aktivitas ataupun gerakan.

Macam-macam Sendi:
Berdasarkan kepada sifat pergerakannya, sendi dibedakan kedalam 3 macam, yaitu:

1. Sendi Mati (Sinartrosis)

Sendi yang tidak mempunyai celah sendi sehingga tidak mungkin terjadi
pergerakan pada sendi tersebut. Contoh dari sendi mati adalah sendi-sendi yang
menghubungkan antar tulang pada bagian tengkorak.

Pada sinartrosis sendiri dapat dikategorikan menjadi tiga jenis yakni sebagai berikut :

a) Sinfibrosis

Merupakan bagian tulang yang akan dipersatukan oleh bagian dari jaringan
ikat. Contohnya seperti hubungan yang terjadi antara bagian tulang-tulang
tengkorak, jaringan semacam itu yang akan mempersatukan bagian tulang-tulang
kepala.

b) Sinkondrosis

Merupakan bagian tulang yang dihubungkan oleh bagian dari jaringan tulang
rawan hialin. Contohnya seperti hubungan yang terjadi antara bagian ruas tulang
belakang, bagian tulang rusuk, dan juga bagian tulang dada.

c) Sindesmosis
Merupakan bagian tulang yang memungkinkan terjadinya suatu proses
gerakan dalam batas tertentu. Bagian tulang-tulang ini akan dihubungkan oleh
bagian dari jaringan penyambung. Contohnya seperti tibiafi-bularis inferior.

2. Sendi Kaku (Amfiartrosis)

Sendi yang dapat digerakkan namun terbatas. contohnya adlah sendi pada ruas
tulang belakang, sendi pada pergelangan tangan, serta sendi pada tulang dada.

Pada amfiartrosis ada beberapa tipe dan kategori pada gerak otot karena peranan
dari otot, rangka dan juga persendian yang saling berhubungan antara satu dengan
yang lainnya yakni sebagai berikut :

a. Gerak inverse dan gerak eversi

Gerak inverse ialah gerak membuka telapak kaki ke arah dalam tubuh,
sedangkan gerak eversi merupakan gerak kaki membuka ke arah luar, atau gerak
memiringkan kaki.

b. Gerak pronasi dan gerak supinasi

Gerak pronasi ialah gerak menelungkupkan tangan. sedangkan


gerakSupinasi ialah gerak an menegadahkan tangan .

c. Gerak elevasi dan gerak depresi

Gerak elevasi ialah gerak menengadahkan kepala, sedangkan gerak depresi


ialah gerakan menurunkan atau menundukkan kepala.

d. Gerak aduksi dan gerak abduksi

Gerak adduksi ialah gerak mendekati tubuh, sedangkan gerak abduksi ialah
gerak menjauhi tubuh. Contoh gerak adduksi dan gerak abduksi ialah : gerakan
membuka tungkai kaki, gerak merenggangkan tangan dan gerak mengacungkan
tangan.

e. Gerak fleksi dan gerak ekstensi


Gerak fleksi ialah gerakan membengkokkan atau menekuk, sedangkan
gerak ekstensi ialah gerak meluruskan. Contoh gerak fleksi dan gerak ekstensi
ialah : gerak pada siku, gerak pada lutut, gerak pada ruas-ruas jari dan gerak
pada bahu.

3. Sendi Gerak (Diartrosis)

Sendi yang dapat digerakkan secara bebas.

Diartrosis mempunyai struktur yang terdiri dari bagian :

 bonggol sendi

 bagian tulang rawan sendi

 bagian mangkok sendi

Sendi gerak dibedakan menjadi:

a) Sendi engsel

Sendi engsel dapat didefinisikan sebagai bentuk dari hubungan yang


terjadi antara dua bagian tulang yang hanya memungkinkan suatu proses
terjadinya gerakan-gerakan ke satu arah saja. Bagian tulang yang mempunyai
sendi engsel hanya bisa digerakkan ke satu arah. Sendi engsel bisa dikatakan
menyerupai pintu yang bisa kita buka ke satu arah saja.

contoh sendi engsel adalah hubungan yang terjadi antartulang pada


bagian siku, bagian ruas antarjari, dan juga bagian lutut (bagian tulang paha,
bagian sendi engsel, bagian tulang betis, bagian tulang kering).
b) Sendi Pelana

Sendi pelana dapat didefinisikan sebagai bentuk dari hubungan yang


terjadi antara dua bagian tulang, dan juga kedua bagian ujung tulang yang
mempunyai bentuk seperti pelana kuda. Bagian tulang yang mempunyai sendi
pelana akan bisa digerakkan ke dua arah,yakni seperti halnya gerakan ke depan
dan ke belakang, gerakan ke kiri dan ke kanan.

Contoh dari sendi pelana yakni hubungan yang terjadi antara bagian
tulang-tulang telapak tangan dengan bagian ruas tulang jari tangan. Kemudian
pada bagian pangkal ibu jari tangan dan juga pada bagian tulang pertama
pergelangan tangan.
c) Sendi Geser

Sendi geser dapat didefinisikan sebagai bentuk dari hubungan yang


terjadi antara dua bagian tulang yang memungkinkan proses terjadinya sedikit
gerakan saja. Pada bagian tulang yang mempunyai sendi geser sudah
dipastikan hanya bisa melakukan sedikit gerakan

contohnya adalah sendi-sendi pada ruas tulang belakang, hubungan


yang terjadi antara bagian tulang-tulang pergelangan tangan dan juga bagian
tulang-tulang pergelangan kaki serta pada bagian tulang selangka

d) Sendi Putar

Sendi putar dapat didefinisikan sebagai bentuk dari hubungan yang


terjadi antara dua bagian tulang yang memungkinkan proses terjadinya pada
bagian tulang yang satu, kemudian akan bergerak mengelilingi bagian ujung
tulang yang lainnya sehingga akan mengakibatkan gerakan rotasi (gerakan
memutar). Pada bagian tulang yang mempunyai sendi putar pasti bisa
melakukan pergerakan memutar yang akan mengelilingi bagian tulang lainnya,
dan kemudian dijadikan sebagai porosnya.

contohnya adalah hubungan yang terjadi antartulang pada bagian atlas


dengan bagian tulang tengkorak, sendi yang menghubungkan tulang hasta dan
tulang pengumpil.
e) Sendi Peluru

Sendi peluru adalah suatu bentuk keterkaitan yang terjadi antara dua
buah tulang yang memungkinkan proses terjadinya suatu gerakan-gerakan ke
segala arah dengan bebas (bisa disebut dengan gerak bebas). Salah satu bagian
ujung tulang memiliki bentuk seperti bola dan bagian tulang yang lainnya
memiliki bentuk seperti mangkuk.

Pada sendi peluru sendiri akan menghubungkan bagian pangkal tulang


lengan atas (yang bagian ujungnya memiliki bentuk seperti bola)

contohnya adalah sendi yang menghubungkan tulang lengan dengan tulang


gelang bahu serta tulang paha dan tulang gelang panggul.

macam macam penyakit sendi


1. Artritis Gout (Rematik)

Gout atau rematik adalah suatu bentuk artritis (peradangan sendi yang biasanya
menyerang jari jari kaki,terutama ibu jari kaki ).Bisa juga menyerang lutut,tumit
,pergelangan kaki,pergelangan tangan,jari jari tangan dan siku.Gout biasanya
diturunkan dalam keluarga.

Hanya saja pada pria sering timbul tanpa gejala awal sekitar umur 45 tahun.Bila
dicetuskan oleh cedera ringan seperti memakai sepatu yang tidak sesuai
ukurannya,terlalu banyak makan makanan yang mengandung asam urat (seperti
jeroan),alkohol,stress,infeksi dan obat obatan tertentu.

Gejalanya :
 Nyeri Sendi secara mendadak,biasanya di waktu malam hari. Nyeri
berdenyut atau sangat sakit dan bertambah nyeri bila bergerak sedikit saja.

 Kemerahan dan bengkak pada sendi yang terkena

 Demam ,kedinginan dan lemah mungkin menyertai serangan.

Penyebab :

 Kadar Asam Urat dalam darah yang meningkat menyebabkan penumpukan


kristal asam urat di dalam sendi.

 Asam urat adalah sampah metabolisme zat purin,suatu senyawa kimia


dalam makanan tertentu.

2. Artritis Reumatoid

Artritis reumatoid merupakan radang yang umumnya menyerang pada sendi


sendi tangan dan kaki,yang semakin lama semakin bertambah berat sakitnya.

Gejalanya :

Kedua tangan terasa kaku pada pagi hari lebih dari setengah jam.

Tidak enak badan ,kaku dan nyeri pada sendi,bengkak semu merqh dan terasa hangat.

Penyebabnya :

Daapat berasal dari faktor genetik atau faktor resiko lingkungan tertentu yang dapat
menybabkan kekacauan daya tahan tubuh atau gangguan autoimun.

Gangguan autoimun dapat menyebabkan gangguan artritis reumatoid.

Pencegahannya :

Istirahat yang cukup,pakailah kaos kaki atau sarung tangan sewaktu tidur malam hari
dan kurangi aktivitas yang berat secara perlahan lahan.

3. Osteoartritis (Keropos Sendi)

Yaitu peradangan pada sendi yang disebabkan rapuhnya kapsul sendi,sehingga


merusak lapisan tulang rawan yang menutup permukaan ujung ujung tulang.

Umumnya menyerang sendi sendi penopang tubuh seperti lutut pinggul,tulang


belakang.Osteoartritis umumnya menyerang usia lanjut.Pada sebagian penderita tidak
sampai parah.

Gejalanya :

Nyeri dan kaku pada sendi,terutama pada waktu akan berdiri dan berjalan setelah
lama duduk,apabila lutut dan pinggul yag terserang.
Penyebabnya :

Degenerasi atau ausnya kartilago ( jaringan elastis) yang seharusnya melingkari ujung
ujung tulang tulang pada persendian