Anda di halaman 1dari 12

Analisis Output Produksi Berdasarkan Perhitungan

OEE pada proses Injection


Di PT. Wah Hong Indonesia
Asep Kurniawan /Supervisor Produksi PT Wah Hong Indonesia

ABSTRAK

Salah satu produk PT. Wah Hong Indonesia Indonesia yang terus mengalami peningkatan
permintaan adalah Jasa Injection Headlamp dari material BMC. Berdasarkan hasil output
produksi Agustus tahun 2018 perhitungan OEE sebesar 70.2%. ini menandakan nilai yang
diharapkan nilai OEE masih kurang. Sedangkan kapasitas produksi yang tersedia memungkinkan
untuk memenuhi permintaan konsumen. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan dengan cara
menganalisis penyebab terjadinya masalah. salah satunya cara perhitungan OEE,

Cara Menghitung OEE (Overall Equipment Effectiveness) TPM – Overall Equipment


Effectiveness atau disingkat dengan OEE adalah suatu cara untuk mengukur kinerja mesin
produksi dalam penerapan program TPM (Total Productive Maintenance). Pengukuran Kinerja
dengan OEE (Overall Equipment Effectiveness) terdiri dari 3 komponen utama pada mesin
produksi yaitu Availability (Waktu Kesediaan Mesin), Performance (Jumlah unit yang
diproduksi) dan Quality (Mutu yang dihasilkan). Hasil perhitungan OEE adalah dalam bentuk
Persentase (%). Dalam Bahasa Indonesia, Overall Equipment Effectiveness ini disebut dengan
Efektivitas Peralatan Keseluruhan.

Pengukuran OEE (Overall Equipment Effectiveness) sangat penting untuk mengukur


keberhasilan dari program TPM (Total Productive Maintenance) yang diterapkan dalam suatu
perusahaan. Dengan kata lain, hasil OEE merupakan KPI (Key Performance Index) Utama dari
hasil penerapan TPM

Cara Menghitung OEE


(Overall Equipment Effectiveness)

Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) menggunakan data dari “Enam Kerugian
Besar (The Six Big Losses)”, yaitu :

1. Availability, yang terdiri dari Breakdowns dan Setup/Adjustments


2. Performance, yang terdiri dari Small Stops dan Slow Running
3. Quality, yang terdiri dari Startup Defects dan Production Defect

PT Wah Hong Indonesia Page 1


Asep Kurniawan
Availability

Kita selalu mengharapkan Mesin Produksi kita tersedia saat kita memerlukannya. Tetapi kadang-
kadang Mesin tersebut tidak dapat beroperasi sesuai dengan harapan kita dalam memenuhi
kebutuhan yang diinginkan pelanggan. Terdapat dua kemungkinan terjadinya ketidak sediaan
Mesin Produksi, diantaranya adalah :

1. Breakdown
Yang dimaksud dengan Breakdown adalah kerusakan mesin yang biasanya lebih dari 10
menit. Waktu Breakdown (rusak) akan dicatat dalam bentuk “Menit” sampai pada Mesin
Produksi tersebut dapat beroperasi kembali dalam memproduksi unit Produk yang baik.
2. Setup / Adjustments
Yang dimaksud dengan Setup atau Adjustment ini adalah ketidak sediaan Mesin Produksi
yang dikarenakan pertukaran model atau produk. Waktu yang dihitung adalah waktu unit
terakhir pada model sebelumnya hingga unit pertama pada model selanjutnya.

Contoh Availability (Kesediaan) Jam kerja produksi adalah 8 Jam maka waktu kerja
dalam menit adalah 8×60 = 480 menit. Jika Mesin terjadi kerusakan / menunggung heater
1 jam (breakdown) hingga 60 menit untuk setting dan waktu Setup Model baru adalah 20
menit maka Availability adalah :

Total Waktu yang tersedia – (Waktu Breakdown + Waktu Setup) x 100


Total Waktu yang tersedia

480 – (60+20) x 100 = 83.33%


480

Performance

Performance dalam perhitungan OEE adalah jumlah unit produk yang dihasilkan dalam waktu
yang tersedia. Jumlah unit ini dapat berupa unit produk yang baik maupun yang cacat. Yang
dikategorikan sebagai Performance yang akan diukur diantaranya adalah :

1. Small Stop
Yang dimaksud dengan Small Stop adalah berhentinya mesin dalam waktu yang singkat
(pada umumnya dibawah 10 menit) tetapi Frekuensi terjadinya tinggi (sering terjadi).
Sering terjadinya pemberhentian singkat ini menyebabkan Output yang dihasilkan
menjadi berkurang. Contoh terjadinya berhenti dalam waktu singkat seperti terjadinya
macet ataupun error pada mesin produksi atau harus setting parameter. Small Stop ini
perlu dicatat pada data Sheet sehingga diketahui seberapa sering terjadinya Small Stop
serta akumulasi waktunya.
2. Slow Running
Slow Running adalah berkurang kecepatan dalam memproduksi, hal ini sering terjadi
ketika operator pembersihkan mold / mengisi BMC .
Contoh Performance Jam kerja produksi adalah 8 Jam maka waktu kerja dalam menit
adalah 8×60 = 480 menit. Jika Cycle Time dalam memproduksi 1 set ( Kiri dan kanan )

PT Wah Hong Indonesia Page 2


Asep Kurniawan
produk pada proses tertentu adalah 1.5 menit (90 detik), Tetapi Output yang berhasil di
produksi oleh mesin adalah 100 set (200 Pcs) Maka :

Jumlah Unit yang diproduksi x 100


Waktu yang tersedia x Cycle Time

200 x 100 = 62.49%


480 x 1.5

Quality

Yang dimaksud Quality dalam OEE ini adalah Jumlah unit Produk baik yang berhasil diproduksi
dibanding dengan Total jumlah unit produk (baik berupa unit OK ataupun unit Cacat) yang
dihasilkan. Ada juga menyebut Quality sebagai Yield Rate dalam rumus OEE. Yang
diperhitungkan dalam Quality diantaranya adalah :

1. Startup Defect
Yang dimaksud dengan Startup Defect disini adalah cacat yang ditimbulkan oleh Mesin
saat pertama kali memulai produksi. Defect atau cacat biasanya akan terjadi saat Mesin
beroperasi kembali setelah terjadinya perbaikan mesin maupun adanya pergantian
molding / Setting atau material baru yang akan diproduksi.
2. Production Defect
Production Defect adalah Cacat yang terjadi saat produksi sedang berlangsung. Defect
atau Cacat tersebut harus dicatat supaya dapat dilakukan tindakan pencegahan.
Contoh Perhitungan Quality Jika Mesin memproduksi 250 set (500 pcs) produk, tetapi
diantaranya terdapat 10 pcs yang cacat (NG Pinhold) saat memulai produksi (Startup
Defect) dan 20 unit cacat saat produksi normal. Maka :

Unit yang OK x 100


Total unit yang diproduksi

500 – (10 + 20) x 100 = 94 %


500

PT Wah Hong Indonesia Page 3


Asep Kurniawan
Perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness)
Berdasarkan contoh Availability, Performance dan Yield diatas maka kita dapat menghitung
OEE sebagai berikut :

Rumus OEE :
OEE = Availability x Performance x Quality
OEE = 83.3% x 62.4% x 94%
OEE = 0.833 x 0.624 x 0.940
OEE = 0.4886 atau 48.86 %
Dari perhitungan OEE diatas didapat bahwa hasil OEE adalah 48.86 %, hasil tersebut sangatlah
rendah karena pada umumnya hasil OEE yang berstandar dunia (World Class) adalah diatas 85%.
Berikut ini adalah Pedoman hasil OEE yang berstandar dunia (World Class) pada umumnya :
Availability : diatas 90%
Performance : diatas 95%
Quality : diatas 99.9%
OEE : diatas 85%

PT Wah Hong Indonesia Page 4


Asep Kurniawan
PT Wah Hong Indonesia
Data Overall Equipment Effectiveness (OEE) PRODUCTION
Bulan : Agustus 2018
90.0% 95.0% 99.9% 85.4%
Kode Mold Tanggal Produksi
Availability Performance Quality Overall OEE
DRL 2 Agustus 2018 97.9% 77.4% 99.0% 75%
DRL 3 Agustus 2018 100% 100.6% 99.4% 100%
DRL 6 Agustus 2018 97.9% 77.1% 99.6% 75%
DRL 7 Agustus 2018 97.9% 87.6% 99.8% 75%
DRL 8 Agustus 2018 62.5% 83.3% 96.1% 50.0%
DRL 9 Agustus 2018 50.0% 100.3% 99.7% 50%
DRL 10 Agustus 2018 93.8% 107.0% 99.7% 100%
DRL 15 Agustus 2018 91.7% 82.7% 99.0% 75%
DRL 16 Agustus 2018 100.0% 87.5% 100.0% 87.5%
DRL 20 Agustus 2018 97.7% 91.3% 97.9% 87.5%
DRL 21 Agustus 2018 100.0% 87.8% 99.6% 87.5%
DRL 23 Agustus 2018 97.9% 38.6% 99.2% 37.5%
90.0% 95.0% 99.9% 85.4%
Kode Mold Tanggal Produksi
Availability Performance Quality Overall OEE
FE 71 13 Agustus 2018 58.3% 46.1% 97.7% 26.3%
FE 71 14 Agustus 2018 37.0% 93.8% 99.6% 35.0%
FE 71 15 Agustus 2018 87.5% 86.6% 99% 75.0%
FE 71 16 Agustus 2018 97.9% 72.0% 99.3% 70.0%
90.0% 95.0% 99.9% 85.4%
Kode Mold Tanggal Produksi
Availability Performance Quality Overall OEE
FR PT BS 1 Agustus 2018 93.8% 84.2% 99.0% 78.0%
FR PT BS 2 Agustus 2018 100.0% 78.4% 99.0% 78.1%
FR PT BS 3 Agustus 2018 100.0% 94.1% 99.7% 93.8%
FR PT BS 24 Agustus 2018 37.0% 42.0% 98.0% 15.6%
FR PT BS 29 Agustus 2018 37.50% 83.3% 95.5% 29.8%
90.0% 95.0% 99.9% 85.4%
Kode Mold Tanggal Produksi
Availability Performance Quality Overall OEE
MND 29 Agustus 2018 87.5% 35.7% 95.5% 29.8%
MND 31 Agustus 2018 75.0% 25.0% 90.8% 17.0%

31 Agustus 2018
Production
Asep Kurniawan
PT Wah Hong Indonesia Page 5
Asep Kurniawan
Data no 1 Perhitungan OEE Harian Agustus 2018

PT. WAH HONG INDONESIA


Indentifikasi NG Agustus 2018
Mold : PT BS

No Moulding

Bubble / Blister

Contamination

Other/ foreign
Surface/Kasar
Production

Short Mould

Crack Line

Sink Mark

Scratches
Pin Hole
No Lot

Warping
Part NG

Broken

Rough

matter
Date

Total
Blur
No

L 2 2
1 180802056A BSPH14-DRL 2 Agustus 2018
R 2 1 3
L 1 1
2 180803056A BSPH14-DRL 3 Agustus 2018
R 1 2 3
L 1 1
3 180806056A BSPH14-DRL 6 Agustus 2018
R 1 1 2
L 1 1
4 180807056A BSPH14-DRL 7 Agustus 2018
R
L 2 2 1 5
5 180808056A BSPH14-DRL 8 Agustus 2018
R 6 1 1 8
L 1 1
6 180809056A BSPH14-DRL 9 Agustus 2018
R 0 0
L 1 1
7 180810056A BSPH14-DRL 10 Agustus 2018
R 1 1
L 1 1
8 180815007A BSPH14-DRL 15 Agustus 2018
R 3 1 4
L 0 0
9 180816007A BSPH14-DRL 16 Agustus 2018
R 0 0
L 5 1 6
10 180816007A BSPH14-DRL 20 Agustus 2018
R 5 1 6
L 0
11 180816007A BSPH14-DRL 21 Agustus 2018
R 2 2
L 1 1
12 180816007A BSPH14-DRL 23 Agustus 2018
R 1 1

Note : Total 2 2 0 0 0 24 5 0 0 0 10 7 50
Bubble / Blister

Surface/Kasar

Contamination
Short Mould

Crack Line

Sink Mark

Scratches
Pin Hole

Warping
Broken

Rough

Other
Blur

4.0% 4.0% 0.0% 0.0% 0.0% 48.0% 10.0% 0.0% 0.0% 0.0% 20.0% 14.0%

Indentifikasi NG Indentifikasi NG DRL


Series1
0.0%
4.0% 4.0% 0.0% 60.0%
Short Mould
0.0% 48.0%
Pin Hole 50.0%
14.0%
Crack Line 40.0%
Broken
30.0%
Bubble / Blister 20.0%
20.0% Sink Mark 20.0% 14.0%
10.0%
Rough Surface/Kasar
10.0% 4.0% 4.0%
48.0% Blur 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%
Warping 0.0%
0.0% 10.0%
0.0% Scratches
Contamination
0.0%
Other

Data no 2 Contoh Data cara Indentifikasi NG Agustus 2018

PT Wah Hong Indonesia Page 6


Asep Kurniawan
PT. WAH HONG INDONESIA
Dailly Report Production Injection August 2018 CRITERIA NG
Rough Other
Accept Total Part Short Pin Crack Bubble Sink Scratche Contami
No Customer Code Mold Machine Date Production NG
Production
Total NG % Ussed (BMC/Kg)
NG M ould Hole Line
Broken
/ Blister M ark
Surface/ Blur Warping
s nation blot
flakes foreign Total NG Remark
Quantity Kasar of rust matter
L 250 2 505 L 1 1 2
1 PT BS BSPH14 FR KM 1 August 2018 1% 117,160
R 250 3 R 2 1 3

L 250 1 502 L 1 1
2 PT BS BSPH14 FR KM 2 August 2018 0% 116,464
R 250 1 R 1 1

L 240 2 485 L 2 2
3 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 2 August 2018 1% 97,000
R 240 3 R 2 1 3

L 300 1 602 L 1 1
4 PT BS BSPH14 FR KM 3 August 2018 0% 139,664
R 300 1 R 1 1

L 320 1 644 L 1 1
5 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 3 August 2018 1% 128,800
R 320 3 R 1 2 3

L 240 1 483 L 1 1
6 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 6 August 2018 1% 96,600
R 240 2 R 1 1 2

L 240 0 481 L 0
7 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 7 August 2018 0% 96,200
R 240 1 R 1 1

L 160 5 333 L 2 2 1 5
8 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 8 August 2018 4% 66,600
R 160 8 R 6 1 1 8

L 160 1 321 L 1 1
9 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 9 August 2018 0% 64,200
R 160 0 R 0

L 320 1 642 L 1 1
10 PT BS BSPH14 DRL Nanrong 10 August 2018 0% 128,400
R 320 1 R 1 1

L 84 3 172 L 2 1 3
11 PT CPU FE-71 Nanrong 13 August 2018 2% 68,800
R 84 1 R 1 1

L 112 1 225 L 1 1
12 PT CPU FE-71 Nanrong 14 August 2018 0% 90,000
R 112 0 R 0

L 224 5 453 L 5 5
13 PT CPU FE-71 Nanrong 15 August 2018 1% 181,200
R 224 0 R 0

L 240 1 485 L 1 1
14 PT BS BSPH14 DRL KM 15 August 2018 1% 97,000
R 240 4 R 3 1 4

L 320 0 560 L 0
15 PT BS BSPH14 DRL KM 16 August 2018 0% 112,000
R 240 0 R 0
L 224 3 451 L 1 1 1 3
16 PT CPU FE-71 Nanrong 16 August 2018 1% 180,400
R 224 0 R 0

L 320 6 572 L 5 1 6
17 PT BS BSPH14 DRL KM 20 August 2018 2% 114,400
R 240 6 R 5 1 6

L 320 0 562 L 0
18 PT BS BSPH14 DRL KM 21 August 2018 0% 112,400
R 240 2 R 2 2

L 80 1 242 L 1 1
19 PT BS BSPH14 DRL KM 23 August 2018 1% 48,400
R 160 1 R 1 1

L 50 1 102 L 1 1
20 PT BS BSPH14 FR KM 24 August 2018 2% 23,460
R 50 1 R 1 1

Mold PT L 83 2 174 L 1 1 2 Trial M aterial


21 BSPH14 DRL Trial RD 9 August 2018 1% 34,800 India
BS R 89 0 R 0

L 100 7 209 L 5 2 7
22 PT BS BSPH14 FR KM 29 August 2018 4% 41,800
R 100 2 R 2 2

PLMND 5217
23 PT MND
501
Nanrong 29 August 2018 200 9 209 4% 45,353 3 2 4 9
Headlamp for
M otocycle New
Production
From PT M ND
PLMND 5217
24 PT MND
501
Nanrong 30 August 2018 120 11 131 8% 28,427 10 1 11

Production NG Rate

Total = 9440 105 9545 1% 2,229,528 2 9 2 14 4 29 8 0 0 0 29 0 0 8 105

PT. WAH HONG INDONESIA


August 2018

Production

Data no 3 Contoh Cara mengindentifikasi NG Agustus 2018

PT Wah Hong Indonesia Page 7


Asep Kurniawan
PT WAH HONG INDONESIA
CALCULATING OEE WORKSHEET
Overall Equipment Effectiveness
Line / Ce ll : Inje ction
Proce s s : Inje ction 1 Month OEE
Machine : Inje ction
Date : 31 Agus tus 2018
70.2%
OEE DATA
Shift Length (Minutes) : 10080
Number of Shift(s) : 1
Short Breaks per Shift (Minutes) : Each (Minutes) : 0 Nb : 2 Total : 0
Meal Break per Shift (Minutes) : Each (Minutes) : 0 Nb : 1 Total : 0
Down Time (Minutes) : 1910
Ideal Rate : (Kg/Hour) : 80 (Pieces/Minute) : 1.3
Total Pieces Produced per Shift : 9545 Note :
Rejected Pieces per Shift : 105

OEE VARIABLES CALCULATION


Planned Production Time (Minutes) : 10080
Operating Time (Minutes) : 8170
Good Pieces per Shift : 9440

OEE FACTORS CALCULATION


Availability 81.1% 90.0%
Performance 87.6% 95.0%
Quality 98.9% 99.9%
Ove rall OEE 70.2% 85.4%

120%

Calcula ted Factor World Cla ss


100%

80%

60%

40%

20%

0%
Availability Performance Quality Overall OEE
Rate

Data no 4 Calculating OEE 1 Month 20

PT Wah Hong Indonesia Page 8


Asep Kurniawan
Kesimpulan

Dari hasil perhitungan nilai OEE tiap harinya, didapatkan beberapa nilai yang memiliki
pencapaian nilai OEE dibawah rata-rata. Komposisi ketiga rasio utama OEE tersebut didapat
pada Data 1. Dari Data 1 tersebut dapat dilihat bahwa rendahnya nilai OEE yang utama disebab-
kan rendahnya pencapaian nilai availability ratio kemudian performance efficiency. Dengan
demikian dapat disimpulkan permasalahan utama yang me-nyebabkan rendahnya pencapaian
nilai OEE adalah karena rendahnya nilai availability ratio dan nilai performance efficiency.

Hasil perhitungan pada data 1 didapat-kan nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness) dengan
nilai tertinggi yaitu pada tanggal 3 Agustus dan 10 Agustus sebesar 100%, nilai terendah pada
tanggal 24 Agustus 2018 sebesar 15.6% dan tanggal 30 Agustus 2018. dengan rata-rata nilai
persentase sebesar 60%. Maka dengan nilai tertinggi OEE sebesar 98% dapat diterima sebagai
nilai efektif suatu mesin itu baik oleh be-berapa literature dan efektif nilai suatu mesin untuk
ukuran standar JIPM (Japan Institude of Plant Maintenance) harus melebihi nilai sebesar 85%.
Sehingga dapat dikatakan pada nilai OEE sebesar 70.2% ini masih belum efektif. Oleh karena itu
diperlukan analisis lebih lanjut untuk menge-tahui apa saja penyebab rendahnya nilai OEE
dengan perhitungan Six Big Losses dan alternatif solusi yang dapat dilakukan dengan metode
dia-gram pareto serta diagram fishbone.

PT Wah Hong Indonesia Page 9


Asep Kurniawan
Lampiran 1

Diagram Fishbone

Metode Raw Material

SOP Pergantian Mold dan


pengunaan Raw Material
Kwalitas Bahan
Settingan Parameter pada
Baku/ mengeras
setiap perubahan Molding BMC Perlu waktu 1 hari
Sebelum digunakan
Isi Raw Material
Operator belum mengetahui cara
menanggulangi masalah OEE
dibawah
Rata-Rata
Keahlian operator berbeda Ada kerusakan di Mesin

Settingan Berubah
Respon operator lama dalam Sering patah Pin Ejector
menagangi masalah
Perlu ± 1 jam
memanaskan Molding
Bermasalah di
Suhu panas dan berdebu
Molding
Adakan pelatihan

Lingkungan Manusia Mesin

PT Wah Hong Indonesia Page 10


Asep Kurniawan
Perhitungan Produksi Jasa Injection PT Wah Hong Indonesia.

Total Produksi 1 Jam = Jam Kerja 1 Jam : Rata-rata Waktu Proses


3600 detik : 90 detik
40 set / Jam = 1 set = 2 pcs (40 X2= 80) bila molding 1 set =2 pcs

Total Produksi 1 Shift = Total Produksi 1 Jam x Jam Kerja 1 Shift


40 pcs x 8 jam
320 set / hari (320 X 2 pcs = 640 pcs)

Total Produksi 1 Hari (LE 85%) = Total Produksi 1 Jam x Jam Kerja 1 Hari x Line Efficiency
40 set x 8 jam x 85%
272 set = 544 pcs 1 Machine

Seandainya 3 Shift maka


40 pcs x 8 jam X 3
320 set / hari X 3 shift
960 set / hari 3 shift ( 960X 2 pcs = 1920 pcs)
960 X 85% = 816 set ( 816 x 2 pcs = 1632 pcs)

PT Wah Hong Indonesia Page 11


Asep Kurniawan
PT Wah Hong Indonesia Page 12
Asep Kurniawan