Anda di halaman 1dari 16

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Utang


IASB sebagai bagian kerangka konseptual mendefinisikan kewajiban/utang sebagai
hutang sekarang perusahaan yang timbul dari kejadian masa lalu, dengan persetujuan dimana
hasilnya akan berguna bagi perusahaan, dan dapat menjadi sumber daya perusahaan. Dengan
kata lain, kewajiban/utang mempunyai 3 karakterisitik yang esensial:
1. Hutang sekarang/saat ini
2. Timbul karena kejadian masa lalu
3. Berupa hasil ( kas, barang, dan jasa)

2.2 Karakteristik Utang


Utang mempunyai tiga karakteristik utama yaitu :
a. Pengorbanan manfaat ekonomi masa mendatang.
Untuk dapat disebut disebut sebagai kewajiban, suatu objek harus memuat suatu tugas atau
tanggung jawab kepada pihak lain yang mengharuskan kesatuan usaha untuk melunasi,
menunaikan, atau melaksanakannya dengan cara mengorbankan manfaat ekonomik yang cukup
pasti di masa datang.

b. Menjadi keharusan sekarang untuk mentransfer asset.


Selanjutnya untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu pengorbanan ekonomik masa datang
harus timbul akibat keharusan sekarang.
Pengertian ”sekarang” dalam hal ini mengacu pada dua hal : waktu dan adanya. Waktu yang
dimaksud adalah tanggal pelaporan (neraca).

c. Timbul akibat transaksi masa lalu


Transaksi masa lalu yang dimaksud di sini adalah transaksi yang benar benar terjadi dan bukan
transaksi fiktif yang menimbulkan keharusan sekarang.
2.3 Jenis Jenis Utang
Secara umum utang dapat dibagi menjadi 2 yaitu ;
a. Utang Jangka Pendek/ Utang lancar
b. Utang Jangka Panjang

A. Utang Jangka Pendek.


Menurut PSAK 1 Suatu utang diklasifikasikan sebagai utang jangka pendek jika:
(a) entitas mengharapkan akan menyelesaikan utang tersebut dalam siklus operasi normalnya;
(b) entitas memiliki utang tersebut untuk tujuan diperdagangkan;
(c) utang tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode
pelaporan; atau
(d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian utang selama
sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasi laibilitas yang
tidak termasuk kategori tersebut sebagai laibilitas jangka panjang.
Beberapa utang jangka pendek, seperti utang dagang, beberapa akrual untuk biaya
karyawan dan biaya operasi lainnya, merupakan bagian modal kerja yang digunakan dalam
siklus operasi normal. Entitas mengklasifikasikan utangutang tersebut sebagai utang jangka
pendek meskipun utang-utang tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan lebih dari 12 bulan setelah
periode pelaporan. Siklus operasi normal yang sama diterapkan pada aset dan laibilitas entitas.
Jika tidak dapat diidentifikasi secara jelas, maka siklus operasi normal entitas diasumsikan 12
bulan.
Menurut IFRS Kewajiban lancar dilaporkan jika satu dari dua kondisi ini terjadi:
1. Kewajiban yang diharapkan dengan perjanjian dalam siklus operasi ( tahun berjalan).
2. Kewajiban yang diharapkan dengan perjanjian dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Jenis-Jenis Utang Jangka Pendek/ Utang Lancar


a. Utang Usaha
Utang usaha atau utang dagang merupakan saldo yang terutang kepada pihak lain atas
barang, perlengkapan, atau jasa yang dibeli dengan akun terbuka. Utang usaha timbul karena
jangka waktu diantara penerimaan jasa atau akuisisi hak aset dan pembayaran atasnya. Jangka
waktu penjualan ( contoh, 2/10, n/30, atai 1/10, E.O.M) biasanya adalah 30 hingga 60 hari.
b. Utang Wesel
Kewajiban yang didukung dengan bukti tertulis secara formal, dalam bentuk wesel atau
prumes, disebut utang wesel/wesel bayar. Utang wesel biasanya mengharuskan pihak yang
berutang untuk membayar bunga, dan utang semacam ini biasanya di ambil untuk memenuhi
kebutuhan dana jangka pendek. Wesel bisa di buat dengan jangka waktu yang berbeda-beda.
Apabila jangka waktu wesel kurang dari 1 tahun, maka wesel tersebut di golongkan kewajiban
lancar/kewajiban jangka pendek. Maka wesel tersebut digolongkan sebagai kewajiban lancar
atau kewajiban jangka pendek. Wesel bisa berbunga atau tidak berbunga.
c. Utang Pajak
Sebagai konsumen kita sering dikenai pajak atau barang atau jasa yang kita beli. Seperti
kalau kita makan dirumah makan, menginap dihotel, atau kita membeli barang-barang tertentu,
missal mobil. Pajak ini disebut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau pajak penjualan. Tarif pajak
di tetapkan atas dasar persentase tertentu dari harga jual. Pihak penjual (pabrikan) memungut
pajak tersebut dari pembeli pada saat penjualan terjadi, dan secara priodik (biasanya secara
bulanan) disetorkan ke kas Negara di tinjau dari pihak penjual merupakan hutang kepada Negara
yang disebut utang pajak PPN.
Utang (aset) pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah
yang diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan, yang dihitung
menggunakan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif
berlaku pada periode pelaporan.
Utang pajak tangguhan harus diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku
pada saat aset dipulihkan atau utang diselesaikan, yaitu dengan tarif pajak (dan peraturan pajak)
yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode pelaporan.
Utang pajak, baik yang bersifat kini maupun tangguhan, diukur dengan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku. Namun, apabila tarif pajak (dan peraturan pajak) baru telah
diumumkan oleh pemerintah, maka dapat dianggap bahwa tarif (dan peraturan) tersebut telah
secara substantif berlaku [walaupun berlakunya tarif (dan peraturan) tersebut secara efektif
mungkin saja masih beberapa bulan sesudah pengumumannya]. Dalam hal tersebut aset dan
kewajiban pajak harus dihitung dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) baru yang telah
diumumkan berlaku.
Apabila tarif pajak yang berlaku berbeda untuk tingkat laba kena pajak yang berbeda,
maka aset dan utang pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak rata-rata yang diharapkan
terhadap laba kena pajak (rugi pajak) pada periode dimana perbedaan temporer diharapkan
terpulihkan.
Pengukuran aset dan utang pajak tangguhan harus mencerminkan konsekuensi pajak yang
sesuai dengan cara yang diharapkan entitas, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan
atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan utang.
Cara entitas dalam memulihkan (menyelesaikan) jumlah tercatat aset atau utang dapat
mempengaruhi satu atau kedua hal berikut:
a. tarif pajak yang dapat diterapkan ketika entitas memulihkan (menyelesaikan) jumlah tercatat
aset (utang); dan
b. dasar pengenaan pajak aset (utang).
Dalam hal tersebut, entitas mengukur aset dan utang pajak tangguhan dengan tarif pajak dan
dasar pengenaan pajak secara konsisten dengan ekspektasi entitas dalam memulihkan atau
menyelesaikan aset (utang).
Setiap pajak penghasilan memiliki proporsi yang beragam terhadap jumlah laba tahunan.
Dengan menggunakan informasi dan nasehat yang tersedia dan terbaik, perusahaan harus
mempersiapkan SPT pajak penghasilan dan menghitung hutang pajak pengahsilan yang
dihasilkan dari operasi periode berjalan.
Kewajiban yang Berhubungan dengan Pegawai
Perusahaan juga melaporkan sebagai kewajiban lancar atas jumlah yang terutang kepada
pegawai untuk gaji atau upah pada akhir peridoe penghitungan. Selain itu, mereka juga
melaporkan sebagai kewajiban lancar pada item – item yang berhubungan dengan kompensasi
pegawai:
1. Pemotongan gaji
2. Absensi yang dikompensasi
3. Bonus
d. Utang Deviden
Hutang deviden adalah deviden yang dapat dibayar sebagaimana
diumumkan oleh dewan komisaris perusahaan tapi pada akhir periode belum
dibayar dan dicatat sebagai hutang deviden. Perseroan Terbatas yang sudah
mengumumkan adanya pembagian deviden kepada para pemegang saham
sudah harus mengakui adanya hutang pada saat pengumuman.
B. Utang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam
jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per
31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset
tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah
dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang
jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian
untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka
pendek
Timbulnya Hutang Jangka Panjang. Saat skala operasional perusahaan berkembang atau
dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan
untuk Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang
sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini
perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau
menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding
menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
 Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak
mempengaruhi manajemen.

 Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada
pemegang saham.

 Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban
pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.

Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain :


1. Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau
mengalami kerugian

2.Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap
mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak
mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut
bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.

Jenis – Jenis Liabillitas Jangka Panjang :


a. Utang Obligasi
Obligasi adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan yang merupakan
suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk
membayar kembali pokok utang beserta kupon bungannya kelak pada saat tanggal jatuh tempo
pembayaran.

b. Wesel Bayar Jangka Panjang


Wesel bayar jangka panjang memiliki substansi yang sama seperti obligasi di mana
keduanya mempunyai tanggal jatuh tempo yang tetap dan suku bunga yang ditetapkan atau
implisit. Akan tetapi, wesel tidak dapat langsung dijual seperti obligasi obligasi di pasar sekuritas
publik yang terorganisasi.
Akuntasnsi untuk wesel dan obligasi sangat mirip. Seperti obligasi, wesel juga dinilai pada
nilai sekarang dari arus kas bunga dan pokok di masa depan, di mana setiap premi dan diskonto
diamortisasi dengan cara yang sama selama umur wesel tersebut.

c. Wesel Bayar Hipotik


Bentuk paling umum dari wesel bayar jangka panjang adalah wesel bayar hipotik. Wesel
bayar hipotik adalah wesel promes yang dijamin dengan suatu dokumen yang disebut hipotik
yang menggadaikan hak atas properti sebagai jaminan pinjaman. Wesel bayar hipotik lebih
sering digunakan oleh perusahaan perorangan dan persekutuan dari pada korporasi.
Peminjam biasanya menerima kas dalam jumlah nominal wesel hipotik, di mana jumlah
nominal wesel itu merupakan kewajiban yang sebenarnya dan tidak ada diskonto atau premi
yang terlibat.

2.4 Pengertian Anggaran Utang


Dimaksudkan dengan anggaran utang (payable anggaran) ialah Anggaran yang
merencanakan secara sistematis dan lebih terperinci tentang jumlah utang beserta perubahannya
dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama periode tertentu yang akan datang. Dari pengertian
tersebut dapatlah diketahui bahwa anggaran utang selain menunjukan jumlah utang perusahaan
pada suatu saat tertentu, juga menunjukan perubahanya (mutasinya), baik berupa tambahan utang
baru, maupun pengurangan utang sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan (sebagai
pihak debitur). (Munandar 1985)
Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang. Utang
kebalikan dari piutang. Utang adalah kewajiban debitor (peminjam) untuk melaksanakan sesuatu
kepada kreditor (pemberi pinjaman) selama jangka waktu tertentu. ( M.Nafarin, 2007 )
Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi pembelian bahan
mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses produksi. Pembelian–
pembelian secara kredit ini dilakukan karena dapat mengurangi kebutuhan modal kerja
perusahaan. Biasanya pembelian kredit semacam ini dilakukan dengan para pedagang pemasok
(suplier) yang memang sudah menjadi langganan tempat membeli.

2.5 Kegunaan Anggaran Utang


Menurut Munandar, kegunaan pokok anggaran utang secara umum adalah sebagai berikut:
a. Sebagai pedoman kerja
Anggaran utang memberikan arah dalam menentukan berapa jumlah utang dan
perubahannya (mutasinya), baik berupa tambahan utang baru, maupun pengurangan utang
sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.

b. Sebagai alat manajemen untuk koordinasi kerja


Anggaran berfungsi sebagai alat manajemen untuk mengkoordinasikan kerja seluruh bagian
dalam perusahaan berkaitan dengan perencanaan jumlah utang sehingga dapat mengurangi
kebutuhan modal kerja perusahaan demi kelancaran jalannya perusahaan menjadi lebih terjamin.
c. Sebagai alat menajemen untuk melakukan evaluasi atau pengawasan kerja.
Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi)
realisasi jumlah utang perusahaan nanti. Dengan demikian perusahaan dapat membandingkan
antara apa yang tertuang dalam anggaran, dengan apa yang telah dicapai sehingga dapatlah
dinilai. Dari analisis perbandingan tersebut akan dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan
antara anggaran dengan realisasinya.
Seringkali kegunaan umum semacam ini disebut sebagai kegunaan manjerial, karena
berkaitan erat dengan fungsi manajemen, terutama di bidang perencanaan (planning),
pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasan (controlling). Sedangkan secara khusus,
anggaran utang berguna sebagai dasar untuk menyusun Anggaran Kas, karena pelunasan utang
tersebut akan merupakan pembayaran atau pengeluaran yang mengurangi kas.

2.6 Manfaat anggaran utang


Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila utang tersebut dikelola
dengan baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain dengan cara membuat anggaran utang.
Dengan anggaran utang dapat diketahui saat utang tersebut diterima dan saat utang dibayar.
Menambah utang jangka pendek maupun jangka panjang dimaksudkan untuk ekspansi,
yaitu memperluas kegiatan perusahaan, memperluas kegiatan produksi, memperluas kegiatan
pemasaran dengan tujuan memperoleh laba yang sebesar-besarnya.
Utang jangka pendek digunakan sebagai modal kerja, yaitu untuk membiayai kegiatan
rutin sehari-hari seperti membeli bahan baku serta membayar gaji dan upah. Dengan
bertambahnya utang jangka pendek berarti bertambah pula bahan baku yang dibeli atau barang
dagangan yang dibeli.
Utang jangka panjang digunakan untuk membiayai asset tidak lancar seperti memperoleh
bangunan, mesin dan peralatan lainnya. Utang jangka panjang diperlukan sebagai akibat
bertambahnya kebutuhan utang jangka pendek untuk modal kerja. Bahan baku bertambah berarti
kegiatan produksi meningkat dan harus diimbangi dengan menambah bangunan dan peralatan
yang diperlukan dalam proses produksi dimana ekspansi ini pembiayaannya bersumber dari
utang jangka panjang. Bila keperluan investasi seperti menambah bangunan adan alat produksi
dibelanjai dari utang jangka pendek, hal ini dapat mengganggu likuiditas dan mengganggu
kelancaran membayar kewajiban yang segera harus dibayar.
Dengan peningkatan kegiatan produksi dan pemasaran sebagai akibat peningkatan
pembelanjaan dengan utang dapat memperbesar laba. Dari segi pemasaran hal ini dapat merebut
peluang pasar, sedangkan dari segi produksi dapat menurunkan harga pokok produk sehingga
harga jual menjadi lebihrendah. Semakin tinggi tingkat produksi maka semakin rendah biaya
tetap per unit. Artinya semakin tinggi tingkat produksi maka semakin banyak bahan baku yang
dibeli dan semakin banyak bahan baku yang dibeli maka semakin banyak kesmpatan untuk
mendapatkan harga bahan baku per unit yang lebih murah. Oleh karena itu, dapat menurunkan
biaya variable per unit, karena bahan baku sadalah salah satu unsure biaya variable yang pokok.
Hal tersebut akan memperbesar volume barang yang dijual dan dapat memperbesar laba, yang
pada akhirnya dapat meningkatkan rentabilitas ekonomis.

2.7 Faktor yang mempengaruhi anggaran utang


Factor yang mempengaruhi anggaran utang adalah :
a. Ekspansi
b. Struktur Modal

A.Ekspansi
Setiap perusahaan yang ingin menerapkan going concern atau tetap berjalan dan sukses
maka haruslah berusaha untuk dapat selalu berkembang. Berkembangnya suatu perusahaan
selalu menyangkut masalah pembelanjaan. Perusahaan yang mengadakan ekspansi selalu
membutuhkan tambahan modal. Kebutuhan modal untuk keperluan ekspansi semakin lama
semakin besar karena sifat ekspansi perusahaan yang dilakukan scara berangsur-angsur.
Pada umumnya ekspansi hanya membutuhkan tambahan modal kerja karena perusahaan
bekerja pada kapasitas produksi yang sudah ada. Namun apabila kemudian perusahaan harus
menambah alat produksi atau membangun pabrik baru maka kebutuhan modalnya akan
bertambah. Pada ekspansi ini selain dibutuhkan tambahan modal kerja juga dibutuhkan tambahan
modal tetap. Dengan demikin pengertian ekspansi itu dimaksudkan sebagai perluasan modal,
baik perluasan modal kerja saja maupun modal kerja dan modal tetap, yang digunakan secara
tetap dan terus menerus di dalam perusahaan. Perluasan modal ini dapat memperbesar utang.
Apabila ekspansi perusahaan berdasarkan atas pertimbangan untuk memperbesar atau
menstabilisasi laba yang diperoleh, maka ekspansi tersebut Karena motif ekonomi. Hal ini terjadi
misalnya karena semakin besarnya permintaan terhadap barang atau jasa yang dibuat oleh suatu
perusahaan. Makin luas pasar bagi produknya mendorong perusahaan tersebut untuk
memperbanyak produksinya guna mengimbangi tambahan permintaan atau tambahan luas pasar.
Makin besar jumlah produk yang dijual berarti makin besar kemungkinan perusahaan untuk
mendaat laba, sehingga setiap pemimpin perusahaan mempunyai harapan untuk dapat selalu
mengembangkan dan memperluas perusahaannya.
Disamping motif ekonomi atau motif rasional yang diuraikan diatas, terdapat motif lainnya
yaitu motif fsikologis. Motif psikologis adalah motif yang berdasarkan atas ambisi personal dari
pemilik atau pemimpin perusahaan untuk memperoleh prestise dan kekuasaan yang lebih besar.
Masalah yang penting dalam ekspansi ialah masalah penentuanbesarnya optimal
perusahaan. Besarnya optimal perusahaan berbeda disetiap perusahaan bahkan dalam satu
perusahaanpun efisien maksimal dari tenaga kerja, modal dan manajemen dapat berubah pada
tingkat pertumbuhan yang berbeda. Besarnya optimal perusahaan mungkin tercapai sebelum
tercapainya efisiensi maksimal dari tenaga kerja, tetapi sesudah tenaga kerja itu mencapai
imbangan yang optimal dengan modal. Imbangan yang paling baik antara pekerja ahli dengan
pekerja kasar mungkin terdapat pada luas produksi yang berbeda – beda. Besarnya optimal
perusahaan selalu berubah dan hal ini dipengaruhi oleh banyak factor, misalnya besarya dari
watak persaingan, berubahnya selera konsumen, serta kemajuan teknologi atau konjungtur.

B. Struktur Modal
Dalam hubungan dengan struktur keuangan dan struktur kekayaan, dikenal dengan adanya
pedoman atau aturan struktur keuangan yang konservatif, baik vertical maupun
horizontal. Aturan struktur financial (struktur keuangan ) konservatif yang vertical member
batas imbangan yang harus dipertahankan oleh suatu perusahan mengenai besarnya modal asing
(utang) dengan modal sendiri. Berdasarkan anggapan bahwa pembelajaan yang sehat itu pertama
– tama itu harus dibangun atas dasar atas dasar modal sendiri, modal yang tahan resiko, maka
aturan financial tersebut menetapkan bahwa besarnya modal asing (utang) dalam keadaan
bagaimanpun juga tidak melebihi besarnya modal sendiri. Koefisien utang, yaitu angka
perbandingan antara jumlah modal dengan modal sendiri tidak melebihi 1:1. Setiap perluasan
basis modal akan memperbesar kemampuan perusahaan dalam menanggung risiko yang akan
dibelanjainya. Pandangan ini terutama didasarkan pada “prinsip keamanan”, hal ini akan
memberikan pengaruh yang baik terhadap kreditor maupun terhadap perusahaan sendiri.
Aturan struktur financial konservatif yang horizontal memberikan batas imbangan antara
besarnya modal sendiri di satu pihak dengan besarnya aset tetapplus sediaan dilain pihak.aturan
tersebut menyatakan bahwa secara keseluruhan “aset tetap”dan “sediaan” harus sepenuhnya
ditutup atau dibelanjai dengan modal sendiri, yaitu modal yang tetap tertanam di dalam
prusahaan. Dengan kata lain, besarnya modal sendiri tidak boleh kurang atau lebih kecil dari
jumlah aset tetap plus sediaan. Dengan demikian, keadaan yang dianggap normal oleh aturan
tersebut ialah keadaan besarnya modal sendiri sama besarnya dengan jumlah aset tetap plus
sediaan.
Apabila jumlah modal sendiri lebih kecil atau kurang dari besarnya aset tetap plus sediaan,
berarti aset tetap tersebut “kurang tertutup” oleh modal sendiri, sehingga besarnya modal sendiri
tidak cukup untuk menjamin atau menutup aset tetap tersebut. Aset tetap dan sediaan merupakan
aset yang akan tetap terikat dalam perusahaan untuk jangka waktu yang lama sehingga untuk
mempelajari aset tersebut juga diperlukan modal yang akan tetap tertanam dalam perusahaan,
yaitu dalam bentuk modal sendiri. Apabila besarnya modal sendiri lebih kecil dari aset tetap plus
sediaan, berarti bahwa sebagian dari aset tersebut dibelanjai dengan modal asing. Apabila jangka
waktu modal asing tersebut lebih pendek dari jangka waktu terikatnya dana dalam aset tersebut,
hal ini akan menganggu likuiditas perusahaan yang bersangkutan. Sebaliknya, apabila jumlah
modal sendiri lebih besar dari jumlah aset tetap tersebut, sehingga kelebihannya itu dapat
digunakan untuk menutup sebgian aset lancar.
Jadi, modal sendiri kecil maka besarnya utang (modal asing) juga kecil,sebaliknya bila
modal sendiri besar maka utang (modal asing) juga dapat besar, tetapi tidak melebihi besarnya
modal sendiri.
Sebagai contoh, perusahaan X mempunyai modal sendiri Rp. 100.000, aset lancar Rp.
20.000 dan aset tak lancar Rp.80.000; sementara perusahaan Y mempunyai modal sendiri
Rp.60.000, aset lancar Rp. 10.000, aset tak lancar Rp. 50.000. Perusahaan X dapat menambah
utang maksimal Rp. 100.000, sedangkan perusahaan Y dapat menambah utang maksimal Rp.
60.000
Selain itu ada factor lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan tergantung
pada :
a. Anggaran Pembelian Material
Semakin besar kebutuhan material pada satu periode berarti memerlukan pembelian
material yang semakin besar sehingga kemungkinan untuk tidak membayar dengan tunai akan
semakin besar, karena kondisi keuangan yang terbatas.

b. Syarat Pembayaran
Syarat pembayaran yang semakin lunak biasanya akan menjadikan nilai utangyang akan
diambil semakin besar. Syarat pembayaran akan meliputi tingkat bunga, jangka waktu dan denda
serta jatuh tempo pembayaran pada setiap bulan.

c. Tersedianya modal kerja dan kebijakan perusahaan dalam pembayaran utang


Bila modal kerja yang tersedia relatif besar maka sebagian besar pembelianmaterial dan
keperluan yang lain dilakukan secara tunai, sehingga akan meminimkanutang yang akan diambil.

d. Kepercayaan Suplier dan Bank


Bila perusahaan cukup mendapatkan kepercayaan dari para suplier dan pihak pemberi
kredit karena selama ini reputasinya cukup baik, maka akan lebih mudahuntuk mendapatkan
fasilitas kredit baik dari para suplier dan pihak bank untuk masa-masa yang akan datang

2.8 Data Dan Informasi Untuk Menyusun Anggaran Utang


Adapun Data Dan Informasi yang diperlukan untuk menyusun budget utang antara lain:
1. Rencana pembelian bahan mentah atau bahan pembantu yang tertuang dalam budget pembelian
bahan mentah.
2. Keadaan persaingan para pemasok bahan di pasar.
3. Posisi perusahaan terhadap pihak pemasok bahan.
4. Syarat pembayaran yang ditawarkan oleh pihak penjual.
5. Tersedianya modal kerja perusahaan.

2.9 Ilustrasi Penyusunan Anggaran Utang


Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan. Langkah
pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian rutin untuk
mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung anggaran utang usaha
pada periode tertentu. Langkah ketiga, menyusun anggaran utang usaha.
Untuk menyusun anggaran utang jangka panjang untuk keperluan investasi, departemen
keuangan bekerja dengan departemen produksi untuk mengumulkan data alat produksi yang
dibeli sebagai langkah pertama. Langkh kedua mengumpulkan data jangka waktu kredit dan
bunga serta pembayarannya, langkah ketiga, menghitung dan menentukan besarnya anggaran
utang.
Dalam hal penyusunan anggaran utang dibuat ilustrasi penyusunan anggaran utang
jangka pendek dan utang jangka panjang untuk kredit investasi.
A. Bentuk Anggran Utang
Sebagaimana halnya dengan anggaran-anggaran yang lain untuk anggaran utang juga
tidak mempunyai suatu bentuk standar yang harus dipergunakan ini berarti masing-masing
perusahaan mempunyai kebebasan untuk menentukan bentuk serta formatnya sesuai dengan
keadaan perusahaan masing-masing.
Berdasarkan syarat pembayaran yang ditawarkan oleh supplier bahan mentar untuk tahun
2003, yaitu : 5/10. n/30, PT Mayura menetapkan kebijaksanaan pembelian bahan mentah
sebagai berikut :
1. Sebesar 40% dari transaksi pembelian dilakukan secara tunai sehingga menerima potongan
pembelian
2. Sebesar 20% dari transaksi pembelian, dilakukan secara kredit dengan pelunasan yang dilakukan
pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi pembelian tersebut, dan sebelum batas
waktu 10 hari, sehingga akan menerima potongan pembelian
3. Sebesar 30% dari transaksi pembelian, dilakukan secara krodit dengan pelunasan yang dilakukan
pada bulan yang sama dengan bulan terjadinya transaksi pembelian tersebut, tetapi sudah batas
waktu 10 hari, sehingga tidak akan menerima potongan pembelian.
Dengan demikian, misalnya anggaran pembelian bahan mentah tahun 2003 sebagai berikut :
PT Mayura
Anggaran Pembelian Bahan Mentah
Tahun 2003

Jenis Bahan Mentah


Bulan Jumlah
A B C
Januari 7800000 9120000 2250000 19170000
Februari 8600000 10500000 2550000 21650000
Maret 9400000 11400000 2850000 23650000
April 10200000 12330000 2775000 25305000
Mei 12625000 14525000 3800000 30950000
Juni 12375000 13825000 3900000 30100000
Juli 12750000 14175000 4000000 30925000
Agustus 12750000 14350000 4200000 31300000
September 15450000 16800000 5125000 37375000
Oktober 15360000 16600000 4500000 36460000
Nopember 15660000 15680000 4375000 35715000
Desember 15120000 16640000 5200000 36960000

Skedul Pembayaran utang


Bulan Pembayaran Utang
Utang Netto
transaksi Januari Februari Maret April
Desember 1800000 1800000
Januari 9393300 1917000 11310300
Februari 10608500 2165000 12773500
Maret 11588500 2365000 13953500
April 12399450 14929950
Jumlah 11193300 12525500 13753500 14764450

Bulan Pembayaran Utang


Utang Netto
transaksi Mei Juni Juli Agustus
April 2530500 14929950
Mei 15165500 3095000 18260500
Juni 14749000 3010000 17759000
Juli 15153250 3092500 18245750
Agustus 15337000 18467000
Jumlah 17696000 17844000 18163250 18429500

Bulan Pembayaran Utang


Utang Netto
transaksi September Oktober Nopember Desember
Agustus 3130000 18467000
September 18313750 3737500 22051250
Oktober 17865400 3646000 21511400
Nopember 17500350 3571500 21071850
Desember 18110400 21806400
Jumlah 21443750 21602900 21146350 21681900

PT Mayura
Anggaran Utang
Tahun 2013
(Rupiah)

Utang Jumlah Utang


Bulan Awal Tambahan Utang Utang Pembayaran Utang akhir
Januari 1800000 11310300 13110300 11193300 1917000
Februari 1917000 12773500 14690500 12525500 2165000
Maret 2165000 13953500 16113500 13753500 2360000
April 2365000 14929950 17294950 14764450 2530500
Mei 2530500 18260500 20791000 17696000 3095000
Juni 3095000 17759000 20854000 17844000 3010000
Juli 3010000 18245750 21255750 18163250 3092500
Agustus 3092500 18467000 21559500 18429500 3130000
September 3130000 22051250 25181250 21443750 3737500
Oktober 3737500 21511400 25248900 21602900 3646000
Nopember 3646000 21071850 24717850 21146350 3571500
Desember 3571500 21806400 25377900 21681900 3696000

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Utang merupakan kewajiban/utang sebagai hutang sekarang perusahaan yang timbul dari
kejadian masa lalu, dengan persetujuan dimana hasilnya akan berguna bagi perusahaan, dan
dapat menjadi sumber daya perusahaan. Karakteristik dari hutang meliputi; pengorbanan manfaat
ekonomi masa mendatang,menjadi keharusan sekarang untuk mentransfer asset,timbul akibat
transaksi masa lalu.
Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang. Utang
kebalikan dari piutang. Pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi
pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses produksi.
Anggaran utang sangat berguna untuk kemajuan perusahaan bila utang tersebut dikelola dengan
baik. Cara mengelola utang yang baik antara lain dengan cara membuat anggaran utang.
Faktor yang mempengaruhi anggaran utang yaitu ekspansi dan struktur modal. Selain itu
ada factor lain yang mempengaruhin besar kecilnya anggaran utang akan tergantung pada : Anggaran
Pembelian Material, Syarat Pembayaran, Tersedianya modal kerja dan kebijakan perusahaan
dalam pembayaran utang, Kepercayaan Suplier dan Bank. Informasi yang diperlukan untuk
menyusun budget utang antara lain: Rencana pembelian bahan mentah atau bahan pembantu
yang tertuang dalam budget pembelian bahan mentah, Keadaan persaingan para pemasok bahan
di pasar, Posisi perusahaan terhadap pihak pemasok bahan, Syarat pembayaran yang ditawarkan
oleh pihak penjual, Tersedianya modal kerja perusahaan.
Penyusunan anggaran utang merupakan tanggung jawab departemen keuangan. Langkah
pertama, departemen keuangan bekerja sama dengan departemen pembelian rutin untuk
mengumpulkan data belian dan syaratnya. Langkah kedua, menghitung anggaran utang usaha
pada periode tertentu. Langkah ketiga, menyusun anggaran utang usaha.

DAFTAR PUSTAKA

Nafarin. M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi ke-3. Banjarmasin: Salemba Empat.


Arsawa, Marsa dan Nyoman Sutama. 2013. Anggaran Perusahaan. Bali: Politeknik Negeri Bali

Anda mungkin juga menyukai