Anda di halaman 1dari 9

PENGERTIAN MUHAMMAD

NABI ialah kata lain dari GURU, atau pengajar, atau yang mengajarkan.
Artinya...
Anda pasti pernah punya
GURU dan Anda pernah juga jadi murid untuk BELAJAR.
----------------------------------------------------
Setiap MANUSIA adalah GURU sekaligus MURID, atau dengan kata lain manusia adalah
GURU yg sampai kapanpun selalu akan BELAJAR, sampai AJAL menjemputnya nanti.
----------------------------------------------------
Lalu SAW itu apa ?
SAW artinya Shalawat dan salam, adalah simbol seruan, ajakan dan kesadaran pribadi untuk
saling mendo'a kan, saling hormat menghormati, saling menghargai, saling memuliakan, dan
saling berdamai. . . .
----------------------------------------------------
Berdamai dg seluruh umat manusia tanpa membedakan golongan, ras, ideologi, suku, dan
keyakinan manapun. Termasuk juga di dalamnya berdamai dg DIRI sendiri.
----------------------------------------------------
ROSUL = utusan..
Nabi + SAW = gelar untuk MUHAMMAD bin ABDULLAH,
ABDULLAH = hamba Allah,
MUHAMMAD bin ABDULLAH, adalah saya, anda dan kita.
----------------------------------------------------
Artinya MUHAMMAD itu hanyalah kata lain atau sebutan untuk makhluk yg bernama
MANUSIA.
----------------------------------------------------
Anda adalah umat MUHAMMAD.
Artinya ....
anda adalah Umat MANUSIA seutuhnya, yg punya KEKURANGAN dan KELEBIHAN
sebagaimana juga yg lain, seperti manusia pd umumnya..
Gak lebih...!!
----------------------------------------------------
Yang bernama ABDULLAH itu adalah Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu sendiri.
----------------------------------------------------
ABDULLAH = MUHAMMAD = Penghulu sekalian Alam
--
MUHAMMAD = Nama ke-Esa-an yang menghimpun nama Adam + nama Allah
--
ADAM = Nama Syariat = Nama Hakekat = Nama kebesaran bagi kesempurnaan Tajjali NUR
MUHAMMAD
--
Bahwa :
(ADAM daminnya ‘Hu’) = (MUHAMMAD daminnya ‘Hu’) = (ALLAH daminnya ‘Hu’)
----------------------------------------------------
Sedangkan,
‘HU’ makna Syariat = Dia seorang laki-laki
--
‘HU’ makna Hakekat = Esa = Tiada terbilang- bilang
----------------------------------------------------
Isyarat ‘HU’ dalam Al-Quran :
“Huwal hayyun qayyum” = yang hayyun awal, dan tidak ada permulaannya.
----------------------------------------------------
“Huwal adzim” = yang bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan lagi maha besar.
----------------------------------------------------
“Huwal rahmanur rahim” = yang bersifat rahman dan rahim.
----------------------------------------------------
“Huwal rabbul arsyil karim” = yang memiliki Arasy yang maha mulia
----------------------------------------------------
(ARASY = Nama kemuliaan diri Nabi kita yang sebenar benarnya = Nama majazi bagi sesuatu
tempat = Suatu alam gaib yang dimuliakan)
----------------------------------------------------
Bahwa :
Yang bernama ABDULLAH itu adalah Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu sendiri.

ABDULLAH = MUHAMMAD = Penghulu sekalian Alam


----------------------------------------------------
Semuanya nama-nama yang mulia, dilangit dan dibumi itu adalah nama-nama kemuliaan dan
kesempurnaan dari tajalli NUR MUHAMMAD itu sendiri, dan menjadi nama majazi pada tiap
tiap wujud yang dimuliakan pada alam ini.
----------------------------------------------------
IsyaratNya dalam Al Qur’an :
--
“Wahuallazi lahu fiisamaawati wafil ardhi illahu”
“Dan Dialah yang sebenar benarnya memiliki sifat sifat Ketuhanan yakni sifat kesempurnaan
yang ada dilangit dan sifat kesempurnaan yang ada di bumi”
----------------------------------------------------
Bahwa :
“Hakekat kebesaran NUR MUHAMMAD itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :
--
1.Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.
--
(Maksudnya : HASUT pada diri kita ~> Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak, Sumsum, Urat,
Tulang)
----------------------------------------------------
2.Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat
--
(Maksudnya : MALAKUT pada diri kita ~> Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran,
Penciuman, Perasa dsb)
----------------------------------------------------
3.Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka
--
(Maksudnya : JABARUT pada diri kita = Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat
yang mulia dan terpuji)
----------------------------------------------------
4.Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran NUR MUHAMMAD
--
(Maksudnya :LAHUT pada diri kita = Batin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)
--
(Maksudnya 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan Tajalli NUR MUHAMMAD = terhimpun
kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama INSANUL KAMIL)
----------------------------------------------------
Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap-tiap mukmin yang ahli
tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin Nabi-
Nabi dan Rasul, dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah.
----------------------------------------------------
Namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya.
----------------------------------------------------
bahwa :
MUHAMMAD itu ada 2 rupa atau 2 makna :
--
1. MUHAMMAD yang bermakna Qadim Azali = DIRI MUHAMMAD yang pertama, yang
tidak kenal mati selama lamanya.
----------------------------------------------------
(Maksudnya : MUHAMMAD diri yang pertama = yang awal Nafas + yang akhir Salbiah + yang
dzahir Ma’ani + yang batin Ma’nawiyah)
----------------------------------------------------
2. MUHAMMAD yang bermakna MUHAMMAD Bin ABDULLAH = Insanul Kamil yang
mengenal mati.
----------------------------------------------------
(Maksudnya : MUHAMMAD diri yang kedua = yang bersifat manusia biasa, yang berlaku
padanya “Sunnatu Insaniah” yaitu “Kullu nafsin zaikatul maut” namun jasad Nabi kita adalah
Qadim Idhofi = tidak rusak, selama-lamanya di kandung bumi)
----------------------------------------------------
“Innallaha azza wajalla harrama alal ardhi aiya kulla azsadal ambiya”
“Bahwasanya Allah Ta’ala yang maha tinggi telah mengharamkan bumi menghancurkan jasad
para nabi nabi”
----------------------------------------------------
Ingat hal dibawah ini baik-baik :
Agar pemahaman ini tidak sama seperti pemahaman yang ada pada paham-paham yang lain
diluar ini, maka perlu kita tetapkan dahulu paham kita sebagai berikut :
--
1.Bahwa Nabi kita MUHAMMAD, yang MUHAMMAD itu adalah manusia biasa seperti kita,
hanyalah dilebihkan Ia dengan derajat ke-Rasul-an.
----------------------------------------------------
2. Bahwa tiap-tiap manusia itu sendiri, baik pada hukum aqli maupun hukum naqli, mempunyai
2 macam DIRI yakni :
--
Diri pertama = Diri Hakiki = Rohani,
Diri kedua = Diri Majazi = Jasmani,
--
Dan diri yang kedua atau diri Jasmani itulah kemuliaan bagi Rasulullah maka dinamakan Insanul
Kamil.
----------------------------------------------------
3.Bahwa diri Hakiki yang bermakna ROHANI itulah yang bernama MUHAMMAD . Dialah
yang Qadim Azali, Qadim Izzati, Qadim Hakiki, itulah makna yang dirahasiakan yang menjadi
ke-Esa-an segala sifat kesempurnaan yang 99.
----------------------------------------------------
Jalannya kebesaran wujud ROH Nabi kita itulah yang diisyaratkan oleh kalimah “HUALLAH”
--
Jadi makna MUHAMMAD itu Tahkiknya adalah “AINUL HAYYAT ” yakni wujud sifat yang
hidup dan yang menghidupkan.
----------------------------------------------------
Maka dari itu juga yang diisyaratkan dengan kalimah “LAA ILLAHA ILLALLAH” dan yang
dibesarkan dengan kalimah “ALLAHU AKBAR” dan yang dipuji dengan kalimah
“SUBBHANALLAH WALHAMDULILLAH” dsb lagi.
----------------------------------------------------
Itu juga yang dipuji dengan “ALHAQ QULHAQ” oleh seluruh malaikat-malaikat Mukarrabin.
----------------------------------------------------
4. Bahwa diri Majazi yang bermakna JASMANI itulah yang bernama INSANUL KAMIL.
----------------------------------------------------
MUHAMMAD majazi = MUHAMMAD yang kedua yang menempuh Al-Maut namun JASAD
Nabi itu adalah QADIM IDHOFI.
----------------------------------------------------
JASAD Nabi kita itulah diisyaratkan oleh ayat Al-Quran “Barakallahu fii wujudil karim” =
“Maha sempurnalah sifat Allah pada kedzahiran wujud yang sebaik baik rupa kejadian itu”.
----------------------------------------------------
Hadist Qudsi :
“ Dzahiru Rabbi wal batinu abdi” = Kedzahiran sifat kesempurnaan Allah itu adalah maujud
pada hakekat kesempurnaan seorang hamba yang bernama MUHAMMAD Rasulullah itu. =
maujud dengan rupa INSANUL KAMIL.
----------------------------------------------------
Maka rupa wujud INSANUL KAMIL itulah yang diisyaratkan oleh Al-Quran dengan
“Amfusakum” = “Wujud Diri Kamu Sendiri”.
----------------------------------------------------
“Wafi amfusakum afalaa tubsirun” = “Dan yang diri kami berupa wujud insan itu apakah tidak
kamu pikirkan” = yang menjadi diri hakiki atau diri pertama pada insan itu.
----------------------------------------------------
Pada hakekatnya “diri kedua” adalah kebenaran dan kesempurnaan Roh Nabi kita yang bernama
MUHAMMAD itu semata mata,
--
(Maksudnya : Diri kedua = Insan yang kedua = Rupa MUHAMMAD yang nyata = yang Nasut =
Kebenaran Roh Nabi kita yang bernama MUHAMMAD yang diisyaratkan oleh Al-Quran)
----------------------------------------------------
“ALLAHU NURUSSMA WATIWAL ARDHI” = Kebenaran Nur Allah itu ialah Maujud di
langit dan dibumi.
----------------------------------------------------
“NURUN ‘ALA NURIN” = Nur yang hidup dan yang menghidupkan atas tiap tiap wujud yang
hidup pada alam ini,
…. Itulah isyarat-isyarat ayat Al Qur’an ….
----------------------------------------------------
“WAKULLI HAMDULILLAH SAYURIKUM AAYAATIHI FAAKHIRU NAHA”
--
“Dan ucapkanlah puji bagi Allah karena sangat nampak bagi kamu pada wujud diri kamu itu
sendiri, akan tanda tanda kebesaran Allah Ta’ala, supaya kamu dapat mengenalnya”.
----------------------------------------------------
Sabda Nabi MUHAMMAD saw :
--
“MAMTALABAL MAULA BIKHAIRI NAFSIHI FAKADDALLA DALALAM BAIDA”
--
”Barang siapa mengenal Allah Ta’ala diluar dari pada mengenal hakikat dirinya sendiri, maka
sesungguhnya adalah ia sesat yang sangat sesat.
----------------------------------------------------
Karena hakekat DIRI yang sebenarnya, baik Rohani maupun Jasmani tidak lain adalah wujud
kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD itu semata-mata.
----------------------------------------------------
Maka apa-apa nama segala yang maujud pada alam ini, baik pada alam yang nyata dan alam
yang gaib adalah semuanya nama majazi bagi kesempurnaan Tajalli NUR MUHAMMAD.
KEADAAN SAAT TERTIDUR
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Ketika sedang TIDUR,
manusia bergerak dan tidak merasakan sesuatu karena JIWAnya keluar dari JASADnya...
Namun ia tetap dikatakan HIDUP karena ROHnya masih berada dalam JASAD.
__
Ketika BANGUN,
JIWA kembali menyatu dalam BADAN/JASAD sehingga hidupnya di dunia menjadi sempurna.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Doa yang biasa di ucapkan ketika bangun tidur :

‫ور‬
ُ ‫ش‬ُ ُّ‫ا َ ْل َح ْمد ُ ِهللِ الَّذِى أَحْ يَانَا بَ ْعدَ َما أَ َماتَنَا َو ِإلَ ْي ِه الن‬

Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur

Artinya :
Segala puji bagi ALLAH yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada
ALLAH akan bangkit

“Segala puji bagi ALLAH yang telah mengembalikan Rohku kepadaku, dan yang telah memberi
kesehatan pada tubuhku”

Doa ini mengisyaratkan bahwa ROHANI (RUHUL YAQAZAH) itu boleh/bisa “keluar” dan
"masuk" kedalam JASAD manusia atas izin ALLAH swt.
----------------------------------------------------------------------------------------------

MATI itu sebenarnya hanyalah perpindahan dari alam dunia ke alam kubur, sebagaimana
LAHIR adalah perpindahan dari alam rahim ke alam dunia.

Alam kubur/ alam barzakh adalah sekian banyak alam yang harus dilalui manusia.
__
SURGA dan NERAKA atau dapat diganti dengan sebutan: SENANG dan SUSAH, SEHAT dan
SAKIT adalah satu RASA yang dirasakan oleh HATI.
__
Sesungguhnya amalan Makrifat dan Zikir yang dibaiah itu adalah untuk membersihkan HATI
agar dapat seperti hati anak-anak yang suci-bersih..!

HATI ini seperti satu wadah menyimpan gula yang tertutup rapat dan dijaga dengan baik !
sekiranya tutup itu tidak terjaga dengan baik atau tutupnya sudah rusak, maka masuklah semut
hitam.. yang memang gula itu makanannya..!
----------------------------------------------------------------------------------------------

PEPERANGAN yang lebih besar dari perang UHUD, KHANDAK dll adalah : "Peperangan
dalam DIRI SENDIRI (HATI)"
Disetiap saat denyut jantung ku ini, aku akan terus berperang.... Sesungguhnya iblis itu menanti
saat yg tepat dan waktu untuk merusakkan anak ADAM !

Sekiranya aku tidak ada bersenjata (ZIKIR), niscaya aku pasti merugi !

Keluar masuk nafas anak ADAM adalah ZIKIR..!

6,666 sehari dlm semalam, nafas keluar dan masuk, sekiranya anak ADAM tidak bersenjata,
pasti ia merugi..!
----------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam dalil QUR’AN diterangkan bahwa azab NERAKA berpangkal dari 3 pintu, tetapi pintu-
pintu yang sebenarnya berjumlah 7..!

Inilah hakekatnya dari ROH, HATI, SURGA dan NERAKA :

1. HATI FU’AD : ialah JANTUNG

Pintunya di PUSAR,

Rohnya disebut ROHULLAH;

Surganya dinamakan Jannatul NA’IEM, maksudnya… lebih nikmat,


buktinya adalah tidur pulas.

Nerakanya dinamakan JAHANAM, artinya lebih panas,


buktinya adalah lapar dan sakit perut !
----------------------------------------------------------------------------------------------

2. HATI MUZARAT : yaitu SULBI

Pintunya di ZAKAR,

Rohnya Roh QUDUS,

Surganya dinamakan Jannatul ADNIN,


maksudnya lebih elok,
buktinya adalah keluar mani,

Nerakanya dinamakan ZAKINN,


artinya lebih dingin,
buktinya adalah waktu mandi zinabat, atau kencing !
----------------------------------------------------------------------------------------------

3. HATI TAWAJUH : yaitu PERUT

Pintunya di ANUS (Dubur),


Rohnya Roh SYIRIKUL’ALAM,

Surganya dinamakan Jannatul THAWWAB,


maksudnya puas,
buktinya adalah kentut dan berak,

Nerakanya dinamakan WAILUN,


maksudnya lebih sakit,
buktinya adalah waktu sakit berak dan berak darah !
----------------------------------------------------------------------------------------------

4. HATI SALIM : yaitu GINJAL

Pintunya di HIDUNG,

Nafsunya MUTMAINAH; warnanya putih, kerjanya mencium, membau,

Rohnya Roh RUKHANI;

Surganya dinamakan Jannatul FIRDAUS,


artinya lebih lama,
buktinya adalah keluar masuknya nafas;

Nerakanya dinamakan ASFALA’SAFILIEN, maksudnya sesak nafas, tandanya sakit mengi


(sesak nafas)
----------------------------------------------------------------------------------------------

5. HATI SANUBARI : yaitu LIMPA

Pintunya di MATA,

Nafsunya SUPIYAH, warnanya kuning, pekerjaanya melihat,

Rohnya Roh RABANI;

Surganya dinamakan Jannatul SYAMSI,


artinya lebih terang,
buktinya adalah mengetahui segala yang ada;

Nerakanya dinamakan SYAHHIR,


artinya gelap…,
nyatanya adalah sakit lamur atau buta !
----------------------------------------------------------------------------------------------

6. HATI MAKNAWI : yaitu EMPEDU


Pintunya di TELINGA,

Nafsunya Amarah, warnanya merah, rohnya Roh …. (?);

Surganya dinamakan Jannatul MA’UTI,


artinya lebih elok,
buktinya adanya perpaduannya suara;

Nerakanya dinamakan LALIEM,


maksudnya pepet,
nyatanya sakit telinga atau tuli !
----------------------------------------------------------------------------------------------

7. HATI SAWADI: yaitu USUS

Pintunya MULUT,

Nafsunya ALUAMAH, rupanya hitam, pekertinya bicara,

Rohnya Roh ILAFI,

Surganya dinamakan Jannatul SYUKHRI,


artinya lebih suka,
nyatanya tertawa

Nerakanya dinamakan SUKHRA,


maksudnya risi,
nyatanya waktu menangis..