Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BAHASA INDONESIA

CERPEN

0LEH
ANISA FEBIOLA
IX 3

SMP N 1 TANJUNG RAYA


2018/2019
MY LITTLE FRIEND

Sahabat adalah orang yang mungkin nggak selalu bisa


bareng kita ada di dekatnya. Tapi jarak dan waktu juga bukan
alasan kita untuk ninggalin sahabat kita.
Pertama-tama aku bakal ceritain tentang kisah di masa SD ku,
kalian juga pasti pernah kan punya pengalaman bahkan banyak
hal atau kejadian yang kalian selalu ingat? Hayoo kejadian apa
yang kalian rasain waktu dulu Zamannya SD (sekolah dasar).
Banyak yang bilang pengalaman atau hal yang pernah kita lalui
semasa zaman SD menyenangkan banget apalagi buat teman-
teman semuanya. Sama halnya kaya aku, dulu aku punya sahabat
baik. Dari masa SD itu aku jadi tahu banget makna sahabat
terbaik.
Sahabat SD ku namanya Putri Mayla. Dia cantik, kulit sawo
matang, dan ceria. Dan satu hal yang bikin dia jadi sahabat
terbaik, yaitu kebaikan hatinya. Itulah point yang mungkin tidak
akan aku lupakan sampai sekarang.
Dulu, waktu SD atau sekolah dasar aku adalah siswa sederhana
yang berpenampilan keren. ketika SD dulu aku berteman dengan
orang-orang yang standar sama seperti aku, apalagi di kelasku
dulu masih zamannya geng atau grup kalau dijabarin ada grup
pinter aku di dikelas sudah merasa ini kelas apa perang dunia.
Karena, setiap di kelas dan di luar kelas itu sudah tidak asing
sama yang namanya blok-blokan. Mungkin kalian akan mikir
kalau pelajaran IPS atau sejarah tentang perang Blok Timur dan
Blok Barat. Tapi, ini bukan perang. Ini asli, suka sedih tidak ?
Kita pengennya berteman sama siapa saja, tapi ada kaya rasa
minder buat dekat-dekat sama mereka. Apalagi grup yang
populer, sudah pintar, cantik-cantik pula. Dulu, di sebuah geng
ada ketua, kalau dibilang yang paling galak dan ngerasa paling
kuat di grupnya namanya Dini.
Di dalam grup itu terdiri dari dari 8 orang. Mungkin sih beberapa
orang yang emang baik dan respect sama orang-orang kalangan
biasa, cuma ketuanya itu dulu aku ngerasa dijajah banget dari
mulai ada PR, nggak tahu kenapa nurut saja disuruh Dini buat
ngerjain PR dia. Nurutin apa kata dia.
Sampai waktu ada tugas, kita disuruh ngerjain tugas bareng,
kebetulan ngerjai di rumah salah satu orang di grupnya dini. kita
ngerjain tugas di rumahnya Imel. Dari mulai itu, aku merasa
mengenal Imel dengan dekat. Dulu sih sempat ada prasangka
buruk sama Imel. Dikira aku, dia orang yang sombong dan lain-
lain. Tapi nggak ada yang benar semua di pikiran aku. Semenjak
ngerjain tugas di rumahnya Imel.
Karena apa? Kalau ada yang aku nggak ngerti, dia pasti jawab.
Nggak egois dan agak angkuh dari yang lain. Dia sederhana,
orangnya supel, jago ngitung, sama humor. Makin ke sini, kalau
ada tugas, apa-apa jadi ngerjain bareng, apa-apa bareng bahkan
sampai main ke rumahnya Imel. Kebetulan juga rumahnya dekat
sama rumah nenekku.
Semenjak itu, aku respect banget sama dia, sudah jarang lagi aku
disuruh-suruh ngerjain PR sama Dini, ketuanya dari grup itu.
Sampai suatu waktu, aku bisa dekat sama grup mereka yang
awalnya aku agak anti, minder, dan sedikit kesal juga. Tapi itu
berubah ternyata nggak selamanya apa yang kita pikirin itu bener
semua adakalanya kita tau dan mengenal orang secara dekat.
Dari saat itu aku selalu main dan belajar bareng sama Imel
sahabatku. Nggak tahu kenapa kita sampai pernah belajar bareng,
makan bareng, ketawa bareng. Hal yang paling aku ingat dari dia
itu cara humoris, dia nyanyi: ''Mangga harumaniss... manisnya
kue broniss''. Dengan sedikit nada bass yang bikin aku ketawa dan
agak bingung kenapa nyanyinya gitu, apa hubungannya. Cuma
lewat saja kebingungan aku sama cara dia nyanyi.
Itu sangat mengesankan buat aku secara pribadi. Sampai seiring
berjalnnya waktu, tibalah perpisahan SD. Dari situ kita sibuk
dengan aktivitas masing-masing. Aku sampai sempat ngelupain
Imel.S
Selang 3 tahun berlalu, aku menginjak zamannya smp.
Waktu sendiri aku ke warnet buat nyari info imel sahabatku. Dari
mulai buka-buka Friendster, media sosial pertama aku yang
dibuatin Imel. Sekarang FS-nya sudah nggak bisa aku buka
karena lupa password.
Beralih aku bikin akun Facebook. Dari situ aku nyari-nyari nama
Imel dan alhamdulillah ketemu nama akun FB-nya setelah aku
searching. Tanpa banyak mikir aku add dia. Aku kirim pesan ke
dia dengan tanya kabar dia dan sekeluarga.
Aku nunggu balasan dari dia selama 2 jam, ternyata belum
dibaca. Aku lanjut tutup akun FB aku. Sampai besok hari aku
datang ke warnet, buat mastiin sudah dikonfirmasi sama imel, pas
aku buka masih menunggu. Sedih nggak sih kalau kalian sudah
lama nggak ketemu sahabat paling baik sampai lost contact?
Sekalinya dapat kita masih perlu nunggu kabarnya. Itu yang aku
rasain.
Selang beberapa hari aku sengaja nggak ke warnet, karena
pikir aku mungkin imel sibuk banyak tugas atau yang lainnya.
Jadi belum sempat buka akun FB-nya. Hari selanjutnya aku nggak
nyerah buat datang ke warnet dan buka akun FB aku lagi.
Ternyata apa yang aku buka? Alhamdulillah dia sudah konfirmasi
pertemanan dan membalas pesanku.
Rasanya sedih campur haru saja, sudah bisa kembali kontak sama
dia. Aku buka pesan dan kita saling ngirim pesan dinding dan
komentar. Sampai akhirnya aku tukar nomor HP dan pin BB.
Semenjak itu aku nggak ke warnet lagi karena sudah dapat
kontaknya Imel. Sampe kita kita SMS dan tegur sapa lewat
handphone.
Di handphone, kita saling sapa-menyapa kabar karena lama
nggak ketemu sama tegur sapa. Disitu Imel bilang dia nyari-nyari
kontak aku. Di situ aku ngerasa bersalah. Maaf Mel baru ngabarin
kamu dan mulai cari kontak kamu.
Imel pun ngasih kabar duka, innalillahi ayah Imel meninggal
dunia dua taun silam karena penyakit paru-paru. Betapa makin
bersalahnya aku karena baru ngontak dia. Nggak datang ke
pemakaman almarhum ayahnya. Ingat sama kebaikannya sudah
kaya ke anak sendiri. Keluarganya Imel emanng keluarga yang
paling aku hormatin karena keluarganya baik-baik.
Dari situ aku nangis sambil dalam hati ngedoain buat
ayahnya Imel. Dan minta maaf ke Imel karena aku nggak datang
ke pemakaman almarhum ayahnya Imel. Semakin berlalu kita
terjalin komunikasi baik sampai sekarang sampai SMP, SMA, dan
sekarang.
Mungkin itu cerita kisah hidup aku tentang bagaimana sampai
aku bisa mempertahankan hubungan baik dengan dia. Maaf jika
ceritanya kurang bagus tapi semoga menjadi pelajaran juga buat
kalian. Untuk sahabatku Imel terimakasih sudah menjadi teman
terbaik dan kenangan baik. Itulah sahabat terbaik sesungguhnya
menurut aku pribadi. Bagaimana dengan kalian? Smile emoticon.
''Sahabat adalah orang yang mungkin nggak selalu bisa
bareng kita ada di dekatnya. Tapi jarak dan waktu juga bukan
alasan kita untuk ninggalin sahabat kita. Selalu jalin komunikasi
baik dengan sahabatmu karena arti sahabat itu luas, bukan sekadar
kamu dan teman, tapi bisa jadi keluargamu dan lingkunganmu
menjadi sahabat terbaik bagi kamu. Belajarlah dari
pengalamanmu, karna guru hidupmu berawal dari pengalaman."