Anda di halaman 1dari 9

PRODUKSI ENZIM SELULOSA EKSTRAT KASAR OLEH BAKTERI

Bacillus megaterium MENGGUNAKAN MEDIA JERAMI PADI (Oryza


sativa L.)

PROPOSAL MINIRISET

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bioproses

Dosen pengampu :

Dr. Hj. Peristiwati, M.Kes.

Dr. Kusnadi, M.Si.

oleh :

Kelompok 5

Biologi C 2015

Putri Allinya 1500118

Putri Muna Kaniasari 1500649

Tomie Permana 1503842

PROGRAM STUDI BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
A. JUDUL
Produksi Enzim Selulosa Ekstrat Kasar Oleh Bakteri Bacillus megaterium
Menggunakan Media Jerami Padi (Oryza sativa L.)
B. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Pertanyaan Penelitian
4. Batasan Masalah
5. Tujuan Penelitian
6. Manfaat Penelitian
C. TINJAUAN PUSTAKA
D. METODOLOGI PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Hal ini karena mendeskripsikan atau
menggambarkan objek penelitian sebagaimana mestinya.
Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang dilakukan
dengan cara pencatatan dan penganalisaan data secara statistik
(Margareta, 2013).
2. Desain Penelitian
3. Populasi dan Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri
Bacillus megaterium yang diperoleh dari koleksi biakan Puslit
Bioteknologi LIPI dan jerami padi (Oryza sativa) yang diperoleh
dari Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung
Barat.
4. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2018
sampai dengan Juli 2019, bertempat di Laboratorium Riset Biologi
Universitas Pendidikan Indonesia, di jalan Dr. Setiabudi No. 229
Bandung.
5. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
Tabel 1. Rincian alat yang digunakan
No. Nama Alat Spesifikasi Jumlah
1. Blender Oxone 1 unit
2. Oven - 1 unit
3. Pisau - 1 unit
4. Saringan Ukuran 100 1 unit
mesh
5. pH universal - 1 set
6. Tabung Erlemenyer 10ml, 250ml, 12 unit
1000ml
7. Gelas ukur Pyrex 3 unit
8. Jarum inokulasi - 1 unit
9. Inkubator TZN4S 1 unit
Autonics
10. Autoclave Allamerican 1 unit
model no.
75X
11. Termometer - 1 unit
12. Spektrofotometer Genesys 10 1 unit
uv
13. Kain Muslin - Secukupnya
14. Laminar Air Flow Microflow 1 unit
15. Timbangan - 1 unit
16. Magnetic Stirrer With Yellow line 1 unit
Hot Plate MAG HS7
Tabel 2. Rincian bahan yang digunakan
No. Nama Bahan Kegunaan Jumlah
1. Oryza sativa Substrat
2. 0,5 M KOH Delignifikasi
3. 0,1 N H2SO4 Delignifikasi
4. Bacillus megaterium Mikroorganisme
5. Nutrient Broth (NB) Medium kultur 3L
6. Medium Fermentasi Medium kultur
7. 1% CMC Substrat Uji aktivitas
enzim
8. Dinitro Salicylate Acid Uji aktivitas
(DNS) enzim

6. Prosedur Penelitian
a. Pre-treatment Jerami Padi dan Delignifikasi
Jerami padi (Oryza sativa) yang diperoleh dilakukan
tahap pencucian, dipotong dan dikeringkan menggunakan
oven selama 3 jam dengan suhu 70oC. Jerami yang sudah
kering kemudian diblender dan disaring dengan ukuran 100
mesh. Kemudian dilakukan tahap delignifikasi dengan
mengacu kepada Goyal et.al.,(2014). Proses delignifikasi
jerami padi dilakukan melalui dua tahap, pertama pencucian
dengan 0,5 M KOH pada suhu ruang selama 4 jam kemudian
dicuci dengan 0,1 N H2SO4 pada suhu ruang selama 1 jam,
rasio pencucian 1:10 (jerami:pencucian). Setelah kedua
tahap pencucian tersebut selesai, dilakukan mencucian
menggunakan air hingga pH netral (Anggarwal et.al., 2017).
b. Produksi Enzim Secara SmF
Dalam memproduksi enzim, proses fermentasi dapat
dilakukan dengan dua proses yaitu Solid State Fermentation
(SSF) dan Submerged Fermentation (SmF). Pada penelitian
ini digunakan proses metode Smf karena sangat cocok untuk
mikroorganisme bakteria yang memerlukan tingkat
kelembaban yang tinggi. (Sadhu dan Maiti, 2013).
Sebelum melalui tahap produksi, hasil isolasi biakan
murni Bacillus megaterium akan dibiakkan pada 250 ml
tabung erlemenyer berisi Nutrient Broth (NB) yang telah
disterilisasi dan didinginkan pada suhu ruang. Biakan murni
Bacillus megaterium yang diperoleh diinokulasikan
sebanyak 1 ose dan diinkubasi pada suhu 35oC dengan
kecepatan 120 rpm selama 24 jam (Shahid et.al., 2016).
Langkah produksi enzim secara SmF diperlukan 25
ml medium fermentasi (yeast extract 1 gr, sukrosa 2 gr,
K2HPO4 1 gr dan FeSO4 0,01 gr/l) mengandung 0,5 ml basal
salt solution (NaNO3 10 gr, KCl 2,5 gr, MgSO4 2,5 gr dan
air distilasi 50 ml) dengan pH medium 5. Ditambahkan 1 gr
jerami padi, keseluruhannya dimasukkan kedalam 250 ml
tabung erlemenyer dan disterilkan menggunakan autoclave
121oC selama 15 menit dengan tekanan 15 psi. Setelah
disterilisasi, tabung erlemenyer didinginkan pada suhu ruang
dan sebanyak 1 ml dari kultur murni Bacillus megaterium
diinokulasikan secara aseptic pada tabung erlemenyer.
Setelah proses inokulasi, tabung erlemenyer diinkubasi
shaker selama 37oC dengan kecepatan 120 rpm selama 48
jam. Setelah proses terminasi pada periode fermentasi,
media fermentasi disaring dengan kain muslin kemudian
dilakukan sentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan
10.000 rpm dan suhu 4oC. Setelah proses sentrifugasi
didapatkan partikel bening, dan itu adalah enzim ekstrak
kasar yang didapatkan (Shahid et.al., 2016).
Untuk melakukan optimasi produksi enzim, langkah
yang telah dipaparkan diatas ukuran inokulasi dan
konsentrasi substrat jerami untuk mengetahui ukuran
optimal enzim yang dapat dihasilkan oleh Bacillus
megaterium.
c. Uji Aktivitas Enzim Selulase
Enzim ekstrak kasar yang diperoleh dilakukan
pengukuran aktivitas enzim berdasarkan metode Miller
(1959) dengan menambahkan 1 ml enzim ekstrak kasar pada
1% CMC substrat pada buffer fosfat dengan pH 7 selama 15
menit. Reaksi tersebut dihentikan dengan penambahan 2 ml
Dinitro Salicylate Acid (DNS) dan didihkan selama 15
menit, kemudian sampel didinginkan pada suhu temperature
dan di ukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang
gelombang 600 nm. Jumlah gula yang dihasilkan ditentukan
dengan standar glukosa. Satu unit aktivitas selulosa
didefinisikan sebagai jumlah enzim yang diproduksi 1 µmol
glukosa per menit.
d. Pengukuran Parameter
1) Ukuran inokulasi optimal
Pengukuran parameter inokulasi dilakukan
selama proses SmF tersebut berlangsung, dilakukan
pemberian inokulasi bakteri selama proses SmF
sebanyak (0,5%-1,5%) dari volume medium (v/v)
dan diuji aktivitas enzimnya (Shahid et.al., 2016).
Ukuran Inokulasi Aktivitas Enzim
(%) (IU/ml)
0,5
0,7
0,9
1,1
1,3
1,5
2) Konsentrasi Jerami Optimal
Pengukuran parameter substrat dilakukan
selama proses SmF tersebut berlangsung, dimana
dilakukan penambahan jumlah konsentrasi substrat
jerami sebanyak (1%-3%) dan diuji aktivitas
enzimnya (Shahid et.al., 2016).
Konsentrasi Jerami Aktivitas Enzim
(%) (IU/ml)
1
1,2
1,4
1,6
1,8
2
2,2
2,4
2,6
2,8
3
7. Analisis Data
Literatur penunjang dalam studi kepustakaan digunakan
sebagai analisis data yang diperoleh dan disajikan dalam bentuk
tabulasi, grafik dan gambar. Sedangkan pada bagian pengkuran
ukuran inokulasi dan konsentrasi jerami digunakan analisis statistic
yaitu Uji Anova satu arah untuk menguji perbedaan diantara dua
atau lebih kelompok, dimana hanya terdapat satu faktor yang
dipertimbangkan.
8. Alur Penelitian JERAMI PADI
 Pengeringan di oven T=70oC, t=3 jam
Bacillus megaterium  Diblender
 Penyaringan 100 mesh
SERBUK JERAMI PADI
 Ditambahkan 0,5M KOH, T=25oC, t=4 jam
(rasio 1:10)
 Ditambahkan 0,1 H2SO4 T=25oC, t=1 jam
(rasio 1:10)
 Dicuci hingga pH netral
SERBUK JERAMI PADI HIDROLISIS

PRODUKSI ENZIM SECARA SMF

 Tabung erlemenyer 250 ml diisi dengan


25 ml medium fermentasi
 Ditambahkan 1 gr serbuk jerami
 Sterilisasi T=121oC, t=15 menit, 15 psi
 Diinokulasikan bakteri secara aseptic
 Diinkubasi T=60oC, 120 rpm, t=48 jam
 Ekstrak enzim menggunakan filter kain
muslin
 Sentrifugasi 10.000 rpm, T=4oC

OPTIMASI PRODUKSI ENZIM

 Konsentrasi Jerami Optimal


 Ukuran inokulasi Optimal

ENZIM EKSTRAK KASAR


DAFTAR PUSTAKA

Anggarwal, Neeraj Kumar., Varsha Goyal., Anita Saini., Anita Yadav., Ranjan
Gupta. (2017). Enzymatic Saccharification of Preteated Rice Straw by
Cellulases from Aspergillus niger BK01. J.Biotech Springer. 7(158): 1-10
Margareta, Shinta. (2013). Hubungan Pelaksanaan Sistem Kearsipan Dengan
Efektivitas Pengambilan Keputusan Pimpinan. UPI.: Bandung
Miller, G.L. (1959). Use of Dinitrosalicylic Acid Reagent for Determination of
Reducing Sugar. Anal Chem. 31(3): 426-428
Sadhu, Sangrila dan Tushar Kanti Maiti. (2013). Cellulase Production by Bacteria:
A Review. J. British Microbiology Research. 3(3): 253-258
Shahid, Zeeshan Hussain., Muhammad Irfan., Muhammad Nadeem., Quratulain
Syed., dan Javed Iqbal Qazi. (2016). Production, Purification and
Characterization of Carboxymethyl Cellulase from Novel Strain Bacillus
megaterium. J. Environmental Progress and Sustainable Energy. 1-9