Anda di halaman 1dari 4

Nama : Beta Herilla Sekti

NPM : 260120150503
Magister Farmasi Klinik Universitas Padjajaran

TOKSIKOLOGI KLINIK MORFIN

INTOKSIKASI MORFIN :

KONTAMINASI :

IV, Inhalasi

Site of Action :
ABSORPSI DISTRIBUSI.
𝜇 +++, kappa +, delta+
SSP
pKa : 8,21(250C)
F : 30% (oral)
100 % (iv) Prot plasma : 20 - 36%
Vol distribusi :1- 6 L/Kg
ELIMINASI
Mekanisme kerja :
Clearance : Renal Berikatan dengan reseptor
2L/jam/kg 𝜇, kappa, delta
T1/2 : 2-4 Jam (pendek)

EFEK TOKSIK

Reseptor µ2 : Miosis
Reseptor µ3 : Hipotensi
Kappa : Depresi Pernafasan
Delta : Kejang
TOKSIKOLOGI KLINIK HEROIN

INTOKSIKASI HEROIN:

KONTAMINASI :

IV, inhalasI

DISTRIBUSI. Site of Action :


ABSORPSI
SSP
𝜇 +++, kappa +, delta+
pKa : 7,95 (250C)
F : 35% (oral)
100 % (iv) Prot plasma : 40%
Vol distribusi : 25 L/Kg

ELIMINASI
Mekanisme kerja
:Berikatan dengan
Clearance : 90% renal
reseptor 𝜇, kappa,
sebagai glucoronides
delta
T1/2 : 1-2 jam (pendek)
EFEK TOKSIK

Reseptor µ2 : Miosis
Reseptor µ3 : Hipotensi
Kappa : Depresi Pernafasan
Delta : Kejang
PENANGANAN INTOKSIKASI MORFIN DAN HEROIN

Penjelasan antidotum:

Naloxone : Dosis awal injeksi 0,4 – 2,0


mg IV (anak-anak 0,01 mg/kgBB.

KONTAMINASI Nalmefene : 2000 nanogram/kg/menit

DEKONTAMINASI :
Dilution : - Naloxone,
Emesis : - Nalmefene
BILAS LAMBUNG : -
KARBON AKTIV : -

ABSORPSI DISTRIBUSI-
SOA : Antagonis 𝜇 kappa , delta
ELIMINASI

1. Hemodialisa karena ikatan protein A: Posisi terlentang, Angkat dagu dan


sangat kecil sehingga eliminasi dapat gerakan rahang arah mendorong
dilakukan dengan hemodialisa untuk membantu karena susah
2. Pemberian diuretik untuk bernafas
mempercepat eliminasi
B: Diberikan ventilation dengan
menggunakan sebuah bag-valve mask
Untuk pasien yang memiliki
EFEK TOKSIK
respitatory rates (RR) 12x/menit atau
Reseptor µ2 : Miosis kurang.

Reseptor µ3 : Hipotensi C: Terjadi hipotensi diberikan


Adrenalin (efineprin) atau nor
Reseptor Kappa : Depresi adrenalin (nor efineprin) memiliki
Pernafasan efek yang sangat cepat dan sangat
tepat untuk menangani syok sehingga
Reseptor Delta : Kejang dapat menaikkan TD dengan cepatD :

MONITORING : D: Jika terjadi koma penangannya


supportif dan pemberian antidotum.
 Vital sign : Tekanan darah, RR, Jika terjadi kejang, diberikan
 Physical Examination: pupil mata antikonvulsan (Diazepam secara IV)
DAFTAR PUSTAKA

Leinkin,J.B. and Palocek,F,P. 2008. Poisoning & Toxicology Handbook 4 th edition. Informa Healthcare :
New York London.

Olson, K. 2007. Lange Poisoning and Drug Overdose 4 th ed. USA: McGraw-Hill Inc.