Anda di halaman 1dari 2

Akuntansi Biaya

Departemen akuntansi biaya bertanggungjawab untuk mengelola file pencatatan biaya


barang dalam proses. Catatan baru ditambahkan pada file ini ketika menerima pesanan
produksi yang baru, yang dimulai oleh pengendalian produksi. Akuntansi biaya memulai jurnal
voucher yang menunjukkan batch setiap job time ticket yang telah diposting, sisi debt berisi
barang dalam proses, dan sisi kredit berisi overhead penggajian atau pemanufakturan. Ayat
jurnal ini dilanjutkan dan di posting ke buku besar.
Efisiensi pengendalian produksi memerlukan perbandingan antara produksi
sesungguhnya dengan penjadwalan produksi dan analisis perbedaan (varian). Pengendalian
produksi juga membutuhkan pembandingan dan analisis dari faktor-faktor yang lain, termasuk
biaya yang dianggarkan dengan biaya sesungguhnya untuk pesanan produksi individual dan
atau departemen dan fasilitas yang digunakan dibandingkan dengan ketersediaan fasilitas oleh
departemen.

PENGENDALIAN PERSEDIAAN
Pengendalian persediaan diwujudkan melalui beberapa pencatatan persediaan dan
laporan yang berisi informasi seperti penggunaan persediaan, saldo persediaan, dan level
maksimum dan minimum dari persediaan. Titik pemesanan ulang (reorder point) dan prosedur-
prosedur dibuat. Titik pemesanan ulang merupakan level persediaan yang digunakan sebagai
pertimbangan untuk memesan atau memproduksi item tambahan untuk menghindari kondisi
tidak memiliki persediaan. Karena tujuan pengendalian persediaan adalah meminimumkan
biaya persediaan total, keputusan penting yang dibuat adalah ukuran jumlah dari setiap pesanan
pembelian yang disebut economic reorder quantity (EOQ). Rumus untuk menghitung EOQ
adalah:

√2𝑅𝑆
EOQ =
𝑃𝐼
Dimana:
EOQ = economic order quantity
R = kebutuhan untuk item pada suatu periode (unit)
S = biaya pembelian per pesanan
P = unit biaya
I = biaya penanganan persediaan per periode, dinyatakan dalam persentase nilai periode
persediaan
Jika EOQ telah dihitung, waktu pemesanan harus diputuskan, artinya reorder point
harus ditentukan. Reorder point menunjukkan level persediaan yang mencapai jumlah unit
yang akan dikonsumsi selama waktu tunggu. Dalam rumus dinyatakan:
Reorder point = lead time x rata-rata inventory usage rate
Pencatatan persediaan perpetual merupakan sumber yang terbaik dari informasi persediaan
yang diperlukan untuk menghitung EOQ. Pengendalian yang tepat terhadap persediaan
memerlukan verifikasi item secara periodic. Bagian penting dari pengendalian persediaan
adalah evaluasi perputaran persediaan untuk menentukan umur, kondisi dan status persediaan.
Pengendalian persediaan meliputi metode untuk penanganan dan penyimpanan. Penanganan
dan penyimpanan item harus memberkan keamanan terhadap penggelapan, perlindungan
terhadap kerusakan, terhindar dari kadaluwarsa, dan keyakinan adanya pengendalian yang
tepat.
Sistem pengendalian persediaan menyediakan laporan status pada setiap produk yang
aktif sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan. Sistem pengendalian
persediaan yang terkomputerisasi dapat menyebabkan berkurangnya investasi persediaan:
penghematan ini mencakup pengurangan persediaan tanpa mengurangi layanan, penentuan
EOQ dan titik pesanan, membangun tingkat persediaan yang aman, dan prediksi permintaan
dimasa depan berdasarkan informasi sekarang dan masa lalu.

PRODUKSI JUST-IN-TIME (JIT)


Produksi just-in-time (JIT) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan
sistem produksi yang komponen diproduksi hanya ketika diperlukan dalam suatu proses
operasi. Sistem JIT berbeda dengan sistem produksi konvensional dimana barang dalam
proses, bahan baku, dan barang jadi diminimumkan atau secara total dikurangi. Produksi JIT
menekankan pada pengendalian kualitas. Karena persediaan diminimumkan, produksi yang
rusak akan dibetulkan dengan segera jika arus konstan produksi berlangsung terus menerus.
Keuntungan finansial dari produksi JIT berasal dari berkurangnya level persediaan dan juga
keuntungan lain termasuk biaya tenaga kerja operasi yang turun yang dirancang ulang untuk
arus produksi yang konstan, diskon kuantitas dari pemasok yang akan menerima kontrak
jangka panjang, dan meningkatnya penekanan pada kualitas produksi dan pengurangan pada
biaya sisa bahan.