Anda di halaman 1dari 9

Anggaran Piutang

Definisi Anggaran Piutang

Anggaran Piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang sejumlah piutang
perusahaan beserta perubahan-perubahanya dari waktu ke waktu selama periode yang akan
datang.Anggaran piutang menunjukan besarnya piutang dari transaksi-transaksi penjualan secara
kredit yang dilakukan perusahaan. Anggaran tersebut menerangkan mengenai jumlah piutang yang
tertagih dari waktu ke waktu, serta menunjukan pula sisa piutang yang belum tertagih dari waktu ke
waktu selama periode yang akan datang.

Sebagai dasar penyusunan anggaran kas karena penerimaan piutang merupakan salah satu sumber
penerimaan kas.

Manfaat dan Resiko Penjualan Kredit

● Piutang muncul karena adanya penjualan secara kredit.

● Pemberian piutang dapat memperluas pelanggan

● Memberikan kredit memiliki risiko :

1. Risiko tertanamnya harta dalam piutang dan

2. Risiko tidak tertagihnya sebagian atau seluruh piutang.

● Perlu adanya penyisihan piutang tidak tertagih

Penjualan secara kredit ini dilakukan perusahaan dalam rangka meningkatkan jumlah penjualan hasil
produksinya dipasar,mengingat keadaan persaingan yang semakin besar. Piutang dagang memiliki
berbagai jenis beban dan biaya yang timbul akibat menjual produk secara kredit,diantaranya yaitu :

1. Biaya modal

2. Biaya administrasi piutang, seperti biaya penagihan piutang dan biaya organisasi perunit kerja
yang deserahi tugas mengelola piutang.

3. Piutang mungkin tidak seluruhnya dapat ditagih karena adanya resiko debitor tidak bertanggung
jawab (melarikan diri) atau bangkrut.

Faktor Penting dalam Penyusunan Anggaran Piutang

1. Anggaran penjualan

Makin besar jumlah penjualan kredit maka makin besar pula jumlah piutang.
2. Persaingan

Mempertahankan tingkat penjualan dengan penjualan kredit untuk menarik konsume. Semakin
tinggi persaingan semakin tinggi pula penjualan kredit.

3. Syarat penjualan/Pembayaran

Misalnya 2/10 n/30, yaitu apabila semakin besar diskon yang diberikan, akan semakin kecil jumlah
piutang.

4. Kebijakan penagihan piutang

Intensitas Aktivitas penagihan mempengaruhi jumlah & kecepatan pengumpulan piutang, sehingga
biaya pengumpulan piutang semakin besar, dan sebaliknya

Penilaian Konsumen (5 C)

1. Character : tabiat, kejujuran, niat baik calon konsumen (debitor)

2. Capacity : kemampuan membayar calon debitor

3. Capital : posisi keuangan calon debitor

4. Condition : keadaan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan nasional

5. Collateral : jaminan kredit

Penyelidikan pemberian Kredit dengan 3S

1. Solidaritas Komersial : mengenal kepercayaan debitor atas kejujuran untuk melunasi

secara tepat waktu

1. Solidaritas Finansial : kepercayaan kepada calon debitor tentang kondisi keuangan

untuk melunasi tepat waktu

1. Solidaritas Moral : mengenai kepercayaan kepada calon debitor atas moral yang

baik.

Terjadinya Piutang

1. T erdapat dua Pihak (calon debitur dan kreditur)

2. Ada kesediaan debitor membayar (surat pernyatan hitam di atas putih)

3. Ada tempo pembayaran piutang (jatuh tempo yang telah di jelaskan dalam kontrak utang,
apakah tiap tanggal satu awal bulan atau sesuai kesepakatan)
4. Adanya hak menagih dari kreditor (surat pernyataan)

Manfaat Anggaran Piutang

Adapun manfaat yang diperoleh perusahaan dengan menyusun anggaran piutang, antara lain :

1. Dapat diperkirakannya posisi piutang pada berbagai waktu.

2. Dapat diketahuinya jumlah piutang yang sudah waktunya untuk ditagih.

3. Dapat diperkirakan arus kas yang berasal dari penjualan kredit.

Faktor yang memperngaruhi Anggaran Piutang

1. Besar Volume Barang dagangan

2. Standar Kredit

3. Jangka Waktu Kredit

4. Pemberian Potongan

5. Pembatasan kredit

6. Kebijakan penagihan piutang

Pengaruh Kredit Terhadap Kas

Penjualan tunai berakibat arus kas masuk terjadi bersamaan dengan terjadinya transaksi penjualan, tidak
demikian dengan penjualan secara kredit. Pengaruh penjualan kredit terhadap kas adalah sebagai
berikut :

1. Jangka waktu kredit yang diberikan.

Semakin panjang jangka waktu kredit, maka semakin panjang jarak antara terjadinya transaksi
penjualan dan penerimaan uang kas dari penjualan itu.

1. Tingkat perputaran penagihan piutang.

Semakin aktif petugas menagih piutang, maka semakin cepat arus kas masuk ke dalam kas perusahaan.

1. Bonofiditas dari para debitur yang dipercaya membeli barang secara kredit.

2. Situasi usaha pada umumnya.

Pada kondisi usaha yang normal, likuiditas perusahaan pada umumnya baik, maka kemungkinan
penundaan pembayaran adalah kecil. Sebaliknya bila pasaran lesu, sulit memperoleh uang tunai,
kemungkinan terjadinya penundaan menjadi semakin besar.
Langkah – langkah menyusun anggaran piutang

Beberapa langkah-langkah didalam menyusun anggaran piutang, antara lain :

1. Menentukan besarnya jumlah penjualan tunai dan jumlah penjualan kredit yang dihasilkan oleh
suatu perusahaan dalam jangka waktu satu bulan atau triwulan.

2. Menentukan besarnya Bed debts atau besarnya piutang tak tertagih yang harus dicadangkan.

3. Mengetahui atau mengidentifikasi besarnaya term of credit.

4. Perhatikan kemungkinan adanya bunga untuk penjualan kredit.

5. Menyusus de dalam bentuk tabel-tabel yang sistematis.

Format Anggaran Piutang

Rencana Penjualan Perusahaan Kecap Asli tahun 2018 adalah :

Data lain yang tersedia adalah sebagai berikut:

1. 20% dari penjualan dilakukan secara tunai dan sisanya merupakan penjualan kredit dengan
syarat penjualan 2/10/n/30

2. Pola pengumpulan piutang adalah :

a. 50% dari piutang diterima pd triwulan penjualan yang memanfaatkan periode diskon

b. 30% dari piutang diterima pada triwulan penjualan yang tidak memanfaatkan periode
diskon

c. 20% dari piutang diterima pada triwulan berikutnya setelah penjualan.

TW I 24.400

TW II 25.500
TW III 26.750

TW IV 26.750
103.400
a.
TW I

Penjualan 24.400

Penjualan Tunai (20% x 24.400) 4.880


Penjualan Kredit (80% x 24.400) 19.520

Penerimaan Piutang

Pada TW I (<10)=50% X 19.520 9.760


Diskon 2% x 9.760 195

9.565

Pada TW I (>10)=30% X 19.520 5.856


15.421

Pada TW II (20% X 19.520) 3.904

TW II

Penjualan 25.500

Penjualan Tunai (20% x 25.500) 5.100


Penjualan Kredit (80% x 25.500) 20.400

Penerimaan Piutang

Pada TW I (<10)=50% X 20.400 10.200


Diskon 2% x 10.200 204

9.996
Pada TW I (>10)=30% X 20.400 6.120

16.116

Pada TW III (20% X 20.400) 4.080

TW III

Penjualan 26.750
Penjualan Tunai (20% x 26.750) 5.350

Penjualan Kredit (80% x 26.750) 21.400

Penerimaan Piutang

Pada TW I (<10)=50% X 21.400 10.700

Diskon 2% x 10.700 214


10.486

Pada TW I (>10)=30% X 21.400 6.420

16.906

Pada TW IV (20% X 21.400) 4.280

TW IV

Penjualan 26.750

Penjualan Tunai (20% x 26.750) 5.350


Penjualan Kredit (80% x 26.750) 21.400
Penerimaan Piutang

Pada TW I (<10)=50% X 21.400 10.700

Diskon 2% x 10.700 214


10.486

Pada TW I (>10)=30% X 21.400 6.420

16.906

Pada TW I (20% X 21.400) 4.280

1. Skedul Penerimaan Piutang

Perusahaan Kecap Asli

Skedul Penerimaan Piutang

Tahun 2018

TW Penjualan Diskon Piutang Penerimaan Piutang Tahun 2018


Kredit Bersih
TW I TW II TW III TW IV TW I
I 19.520 195 19.325 15.421 3.904 0 0 0

II 20.400 204 20.196 0 16.116 4.080 0 0


III 21.400 214 21.186 0 0 16.906 4.280 0

IV 21.400 214 21.186 0 0 0 16.906 4.280


Total 82.720 827 81.893 15.421 20.020 20.986 21.186 4.280

2. Anggaran Piutang

Perusahaan Kecap Asli

Skedul Penerimaan Piutang

Tahun 2018
TW Piutang Awal Tambahan Piutang Jumlah Piutang Penerimaan Piutang Piutang Akhir

I 0 19.325 19.325 15.421 3.904


II 3.904 20.196 24.100 20.020 4.080

III 4.080 21.186 25.266 20.986 4.280


IV 4.280 21.186 25.466 21.186 4.280

3. Skedul Penerimaan Kas

Perusahaan Kecap Asli

Skedul Penerimaan Piutang

Tahun 2018

Keterangan Tahun 2018 Tahun TOTAL


2018
TW I TW II TW III TW IV TW I

Penjualan 4.880 5.100 5.300 5.350 20.680

Penerimaan Piutang 15.421 20.020 20.986 21.186 4.280 81.893

Jumlah Penerimaan Kas 20.301 25.120 26.536 26.536 4.280 102.573