Anda di halaman 1dari 16

IDENTIFKASI KELENJAR ENDOKRIN PADA IKAN, KADAL,

MERPATI, DAN MENCIT

Oleh :
Nama : Ayunda Praagustiana
NIM : B1A015072
Kelompok :3
Rombongan : II

LAPORAN PRAKTIKUM ENDOKRINOLOGI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

1.1 Tujuan

Tujuan praktikum identifikasi kelenjar endokrin pada ikan, kadal, merpati,


dan mencit adalahuntuk mengetahui letak dan mengidentifikasi kelenjar endokrin
pada ikan Nilem (Osteochilus vittatus), mencit (Mus musculus), kadal (Eutropis
multifasciata), dan merpati (Columba domestica).

1.2 Manfaat

Manfaat praktikum identifikasi kelenjar endokrin pada ikan, kadal, merpati,


dan mencit adalah mengetahui topografi kelenjar endokrin pada ikan Nilem
(Osteochilus vittatus), mencit (Mus musculus), kadal (Eutropis multifasciata), dan
merpati (Columba domestica).
II. MATERI DAN PROSEDUR KERJA

2.1 Materi

Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah ikan Nilem
(Osteochilus vittatus), mencit (Mus musculus), kadal (Eutropis multifasciata), dan
merpati (Columba domestica), kloroform, tissue, dan alkohol.
Alat yang digunakan adalah alat bedah, akuarium, baki preparat, jarum
pentul, stereofoam, cutter, kaca pembesar dan kamera.
2.2 Prosedur kerja

Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah:


1. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada mencit
a. Mencit dimatikan dengan cara servical dislocation atau dibius dengan
kloroform.
b. Mencit diletakkan di sterofoam kemudian di bedah.
c. Letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi.
2. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada kadal
a. Kadal dimatikan dengan cara dibius menggunakan kloroform.
b. Dinding abdomen kadal dipotong mulai dari anterior ventral hingga batas
daerah kaki depan.
c. Letak kelenjar thyroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi.
d. Letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi, kemudian
kelenjar tersebut diisolasi.
3. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada
merpati
a. Merpati dibius menggunakan kloroform.
b. Merpati kemudian di bedah.
c. Letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi, kemudian
kelenjar tersebut diisolasi.
4. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada ikan
a. Ikan dimatikan dengan cara memotong kepala ikan dibelakang operkulum.
b. kepala ikan diletakan diatas talenan dengan mulut menghadap keatas.
c. Bagian dorsal kepala sedikit diatas tulang dahi dipotong dengan arah anterior-
posterior.
d. ulang kepala yang telah dipotong diangkat, bersihkan otak dengan tissue
hingga terlihat kelenjar hipofisisnya.
e. Diamati letak kelenjar hipofisis dan diidentifikasi.
f. Badan ikan dibedah.
g. Letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi, kemudian
kelenjar tersebut diisolasi.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Gambar 3.1.1 Kelenjar Gambar 3.1.2 Kelenjar Thyroid Merpati


Pankreas Merpati

Gambar 3.1.3 Gonad Gambar 3.1.4 Gonad Merpati Jantan


Merpati Betina
Gambar 3.1.5 Kelenjar Adrenal Gambar 3.1.6 Kelenjar Thyroid Mencit
Merpati

Gambar 3.1.7 Kelenjar Adrenal Gambar 3.1.8 Kelenjar Pankreas Mencit


Mencit
Gambar 3.1.9 Gonad Jantan Mencit Gambar 3.1.10 Gonad Mencit Betina

Gambar 3.1.11 Kelenjar Hipofisis Gambar 3.1.12 Kelenjar


Ikan Nilem Hepatopankreas Ikan
Gambar 3.1.13 Gonad Ikan Jantan Gambar 3.1.14 Gonad Ikan Betina

Gambar 3.1.15 Kelenjar Pankreas Gambar 3.1.16 Gonad Kadal


Kadal Betina
Gambar 3.1.17 Gonad Kadal Jantan
Gambar 3.1.18 Kelenjar Thyroid
Kadal

Gambar 3.1.19 Kelenjar Adrenal Kadal


Tabel 3.1.1 Persamaan dan Perbedaan Pankreas Ikan, Merpati, Mencit, dan
Kadal

Pankreas Ikan Merpati Mencit Kadal

Persamaan Pankreas ayam dan mencit terletak di lekukan duodenum

Perbedaan Berupa
Pankreas Pankreas Pankreas
hepatopankreas

Tabel 3.1.2 Persamaan dan Perbedaan Testis Ikan, Merpati, Mencit, dan Kadal

Testis Ikan Merpati Mencit Kadal

Persamaan Berjumlah sepasang

Bentuk Bentuknya
Bentuknya bulat Bentuknya bulat
lonjong dan bulat seperti
seperti peluru bergerombol
Perbedaan terletak di peluru dan
dan terletak di dan terletak
dalam terletak di luar
dalam tubuh didalam tubuh
tubuh tubuh

Tabel 3.1.3 Persamaan dan Perbedaan Ovarium Ikan, Merpati, dan Mencit

Testis Ikan Merpati Mencit

Persamaan Terletak di dalam tubuh

Perbedaan Berjumlah sepasang Jumlahnya tunggal Berjumlah sepasang,


3.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum diketahui bahwa kelenjar endokrin yang diamati


pada mencit (Mus musculus), kadal (Eutropis multifasciata), dan merpati (Columba
domestica) terdiri dari kelenjar pankreas, kelenjar thyroid, kelenjar adranal, dan
kelenjar gonad. Kelenjar pankreas pada mencit dan merpati terletak melintang
diantara intestin, tepatnya diantara duodenum. Fungsi endokrin dari kelenjar
pankreas terletak pada pulau-pulau Langerhans yang tersebar di seluruh organ.
Kelenjar pakreas pada ikan menyatu dengan hepar sehingga disebut hepatopankreas.
Menurut Andreyani et al. (2010), pankreas merupakan organ tubuh yang berfungsi
ganda sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin pankreas
membantu dan berperan penting dalam sistem pencernaan dengan mensekresikan
enzim-enzim pankreas seperti amilase, lipase dan tripsin. Sebagai kelenjar endokrin,
pankreas dikenal dengan produksi hormon-hormon insulin dan glukagon yang
berperan dalam metabolisme glukosa. Fungsi endokrin pankreas dilakukan oleh
pulau-pulau Langerhans yang tersebar di antara bagian eksokrin pankreas Hasil
penelitian Andreyane et al. (2001), menyatakan bahwa pulau Langerhans berisi
kurang lebih lima jenis sel endokrin dan empat dari lima tipe tersebut adalah sel-sel
β, α, sel-sel somatostatin dan PP, yang dapat diketahui melalui respondari hormon
yang dikandungnya. Tipe sel kelima, disebut sel delta belum dapat diidentifikasi.
Menurut Hernayati (2008), sel alfa pada pankreas berfungsi untuk menghasilkan
glukagon yang berperan untuk mengubah glikogen dalam hati menjadi glukosa
darah. Sel beta pada pankreas berfungsi untuk menghasilkan insulin yang berperan
untuk mengubah glukosa darah menjadi glikogen dalam hati. Sel delta akan
menghasilkan hormon somatotropin dan Growth Hormone Releasing Inhibiting
Factor (GnRIF) yang berperan dalam menghambat produksi hormon insulin atau
glukagon.
Kelenjar adrenal pada ikan berada di antara renalnya atau biasa disebut
interrenalis. Kelenjar adrenal pada ayam terletak di rongga abdomen ayam. Kelenjar
adrenal merpati berjumlah sepasang dan terletak di anterior ginjal. Kelenjar adrenal
pada mencit terletak di anterior ginjal. Ginjal mencit adalah sepasang organ saluran
kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai
kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Ginjal mencit bertekstur
lembut, berwarna coklat kemerahan, berada di dorsal dinding tubuh, dikelilingi
jaringan lemak dan termasuk unilobular dengan papilla tunggal. Ginjal kanan
normalnya berada lebih anterior daripada ginjal kiri dan pada jantan lebih berat
dibanding betina (Seely, 1999). Menurut Austin dan Short (1990), ginjal pada mencit
dapat dibedakan menjadi korteks, medula, dan seludang. Korteks adrenal terdiri dari
tiga bagian yaitu zona glomerulosa, zona fasikulata, dan zona retikulata. Menurut
Hernayati (2008), sel-sel penyusun medula berkelompok atau membentuk pita. Sel-sl
tersebut terwarna oleh pewarna garam-garam krom yang menimbulkan warna coklat.
Produk dari medula adrenal yaitu katekolamin yang terdiri dari andrenalin (epinefrin)
dan nonadrenalin (nonepinefrin).
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berwarna merah kecoklatan dan sangat
vascular. Kelenjar tiroid pada mencit dan merpati terletak di sebelah lateral dari
trakhea pada leher, sedangkan kelenjar tiroid pada ikan tidak teramati. Kelenjar tiroid
mengelilingi trakea di sebelah ventral dari larink. Kelenjar tiroid berasal dari
evaginasi midventral endoderma pada lantai rongga mulut embrional. Terdiri atas
dua lobula yang dihubungkan oleh isthmus, terletak lateral terhadap trachea. Setiap
lobus dari kelenjar tiroid dipisahkan oleh sekat-sekat menjadi lobuli tiroid yang
terdiri dari badan-badan bulat yang disebut folikel tiroid. Fungsi kelenjar tiroid yaitu
menghasilkan hormon tiroksin (T4) dan triiodotiroksin (T3) (Maty, 1985).
Ikan, mencit, dan merpati memiliki kelenjar gonad berpasangan. Ikan betina
memiliki sepasang ovarium dengan saluran telur (oviduk). Telur keluar melalui
lubang urogenital. Kantung telurnya berwarna kekuningan. Kelenjar gonad pada
individu betina disebut ovarium. Ovarium pada merpati hanya bagian kiri yang
berkembang dan berbentuk panjang bergulung. Ovarium pada mencit terletak di
bagian dorsal rongga abdomen (Hartanti dan Nurjanah, 2013). Menurut Frandson
(1986), ovarium merupakan sepasang kelenjar yang terdiri atas ovarium kanan yang
letaknya di belakang ginjal kanan dan ovarium kiri yang letaknya di belakang ginjal
kiri. Pada kebanyakan spesies hewan, ovariumnya mempunyai bentuk menyerupai
biji almond. Ukuran normal ovarium sangat bervariasi antar spesies. Menurut
Nalbandov (1990), ovarium memproduksi hormon steroid yang memungkinkan
berkembangnya ciri-ciri seksual betina sekunder dan mendukung kebuntingan. Pada
umumnya, ovarium terdapat dua buah, yaitu di bagian kanan dan kiri yang terletak
dalam rongga pelvis dan menggantung pada mesovarium. Siklus dalam ovarium akan
menghasilkan folikel matang sebagai hasil kerja sama antara hormon-hormon
ovarium dan gonadotropin. Fungsi ovarium sebagai organ eksokrin yang
menghasilkan sel telur (ovum) dan organ endokrin yang mensekresikan hormon-
hormon kelamin betina (estrogen dan progesteron).
Testis merupakan sepasang organ memanjang yang terletak pada dinding
dorsal (Hidayat, 2008). Pada ikan nilem, testis berbentuk lonjong dan berwarna putih
susu. Testis ikan nilem terdiri dua lobi yaitu lobi kanan dan lobi kiri. Testis merpati
merupakan sepasang organ yang berbentuk bulat yang terletak di dinding dorsal dan
berdekatan dengan ginjal. Testis mencit berjumlah sepasang. Testis mencit berbentuk
seperti telur atau peluru. Testis terdapat dalam skrotum, yaitu suatu kantung yang
terdiri dari kulit dan tunika dartos yang membungkus testis dan sebagian funiculus
spermaticus. Dengan adanya skrotum menyebabkan suhu testis berada lebih rendah
dari suhu badan. Testis terletak di daerah prepubis dan digantung oleh funiculus
spermatikus yang mengandung unsur-unsur yang terbawa oleh testis dalam
pemindahannya dari cavum abdominalis melalui canalis inguinis ke dalam skrotum.
Testis terbungkus oleh tunica vaginalis propria yang akan membungkus ductus
epidydimis dan ductus deferens (Toelihere, 1985).
Hipofisa atau kelenjar pituitari adalah suatu kelenjar endokrin penting pada
semua hewan vertebrata. Letak hipofisis berada pada cekungan sela tursika di tulang
sphenoid. Beberapa juga menyebutkan hipofisa terletak di sebelah belakang chiasma
nervi optici, yakni persilangan nervus opticus yang menuju ke mata. Bentuknya
membulat sampai agak lonjong tergantung dari jenis ikannya, ukurannya relatif
sangat kecil lebih kurang sebesar butiran beras. Kelenjar hipofisa kaya akan
vaskularisasi pembuluh darah sehingga dalam keadaan segar tampak berwarna putih
kemerahan. Kelnjar hipofisis terdiri dari dua bagian yaitu adenohipofisis dan
neurohipofisis. Adenohipofisis menyekresikan hormon prolactin, ACTH, TSH, dan
gonadotropin. Neurohipofisis menyekresikan hormon oxytocin dan ADH. Pars
intermedia menyekresikan hormon MSH, yang pelepasan hormonnya diatur oleh
faktor-faktor yang berasal dari hipotalamus (Sutomo, 1988).
Hipofisis merupakan kelenjar yang mensekresikan Luteinizing Hormone (LH)
dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) (Sutomo, 1988). Pada ikan jantan, LH
memberikan rangsangan untuk perkembangan sel Leydig yang akan memproduksi
hormon testosteron, sedangkan FSH berpengaruh langsung terhadap perkembangan
sel Sertoli dalam tubulus seminiferus dan meningkatkan sintesis protein pengikat
hormon androgen atau Androgen Binding Protein (ABP). ABP merupakan
glikoprotein yang mengikat testosteron. Pada ikan betina, FSH menstimulasi sel
theka untuk mensintesis testosteron (Lucey, 2009). Testosteron di aromatase menjadi
estradiol -17β. Testosteron diduga berperan sebagai substrat untuk biosintesis
estradiol -17β, terbukti dari studi in vitro yang dilakukan Kagawa (1982),
menyatakan bahwa permukaan granulosa ikan amago salmon bekerja sama dengan
permukaan sel theka dalam mensintesis estradiol-np, di bawah pengaruh
gonadotropin. Sel-sel theka menghasilkan androgen (testosteron dan
androstenedione) yang selanjutnya diubah menjadi estradiol-l7β dengan bantuan
enzim aromatase.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa


kelenjar pankreas ikan Nilem (Osteochilus vittatus) berupa hepatopankreas yang
terletak di rongga abdomen, sedangkan pankreas merpati, mencit, dan kadal terletak
di lekukan duodenum. Kelenjar adrenal merpati, mencit, dan kadal terletak di
anterior ginjal dan berjumlah sepasang, sedangkan pada ikan tidak teridentifikasi
karena tersebar di dalam ginjal (interrenalis). Testis ikan, merpati dan mencit
berjumlah sepasang. Secara morfologi testis ikan lonjong dan memanjang, sedangkan
testis merpati dan mencit berbentuk bulat. Testis mencit terletak di luar tubuh
sedangkan testis merpati dan ikan terletak di dalam tubuh. Testis mengahasilkan
hormon testosteron di sel leydig dan hormon androgen. Ovarium ikan dan mencit
berjumlah sepasang, seangkan ovarium merpati berjumlah satu. Ovarium
mengasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kelenjar hipofisis ikan terletak pada
sela tursika pada tulang sphenoid dan mensekresi hormon gonadotropin, FSH, dan
LH.
4.2 Saran

Saran untuk praktikum ini adalah sebaiknya setiap kelompok mendapatkan 1


orang asisten agar praaktikan lebih mudah melakukan kegiatan praktikum tanpa
harus menunggu asisten datang.
DAFTAR REFEREENSI

Andriyane, I. K. M., Macdonald, A. A. A., Winarto, A., & Agungpriyono, S., 2010.
Studi Mikroanatomi Pancreas Babirusa (Babyrousa babyrussa) Menggunakan
Metode Pewarnaan Baku dan Imunohistokimia. Jurnal Kedokteran Hewan,
4(2), pp. 49-52.
Andriyane, I. K. M., Novelina, S. K. K. S., Wreasdiyati, T., & Agungpriyono, S.,
2001. Perbandingan antara Mikroanatomi Bagian Endokrin Pankreas pada
Kambing dan Domba Lokal dengan Tinjauan Khusus Distribusi dan Frekuensi
Sel-sel Glukagon pada Pankreas. Media Veteriner. 8(1), pp. 5-10.
Austin, C. R., & Short, R. V., 1990. Reproduction in Mammal: Hormonal Control of
Reproduction. California: Academic Press.
Frandson, R. D. 1986. Anatomy and Physiology of Farm Animals. Philadelphia: Lea
and Febiger.
Hartanti, N. U., & Nurjanah, N., 2013. Pemacu Pematangan Gonad Induk Ikan
Nilem dengan Teknik Induksi Hormon. Jurnal Oseatek, 34(2), pp. 67-72.
Hernayati, H., 2008., Bahan Kuliah Sistem Endokrinologi Hewan. Jakarta: Jurusan
Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Pendidikan Indonesia.
Hidayat, R., 2008. Gambaran Histologis Testis Muda Dan Dewasa . Skripsi. Institut
Pertanian Bogor, Bogor.
Kagawa, H., Young, G., Adachi, S., & Nagahama, Y.,. 1982. Estradiol 17 a
Production in Amago Salmon (Oncorhynchus rhodurus) Ovarian Follicle :
Role of the Thecal and Granulose Cells. General and Comparative
Endocrinology, 47, pp. 440 - 448.
Lucey, S. M., 2009. Characteristics of Fish Yolk Proteins and a Method for Inducing
Vitellogenin. USA: University of Massachusetts Amherst.
Maty, A. J., 1985. Fish Endocrinology. London: Croom Helm.
Nalbandov, A. V., 1990. Fisiologi Reproduksi pada Mamalia Dan Unggas. Jakarta:
UI Press.
Seely, J. C., 1999. Pathology of The Mouse. USA: Cache River Press.
Sutomo, S., 1988. Peranan Hipofisa dalam Produksi Benih Ikan. Oseana, 13(3), pp.
109 – 123.
Toelihere, M. R., 1985. Ilmu Kebidanan pada Ternak Sapi dan Kerbau. Bandung:
Angkasa.