Anda di halaman 1dari 327

M

EDAd
I an
T
ER
ORI
SM
E
D
rI
nd
i
wan
se
to
wah
yu
wi
bo
wo

U
MNP
RE
SS
Universi
tasMul t
imediaNus
antaraUMN
Jal
an BoulevardGadingSer
pong
Tangerang Banten
Telp02154220808Fax02154220800
dan
Analisis Wacana Terorisme Indonesia

Penulis:
Dr Indiwan seto wahyu wibowo
Dosen Ilmu Komunikasi UMN
Gading Serpong Tangerang
e-mail: indiwanx@gmail.com
HP 082112297660

Editor :
Dr Yoyoh Hereyah M.Si

Desain Cover dan Tata Letak :


Indiwan seto wahyu wibowo

Cetakan pertama, Januari 2015

Penerbit:
UMN PRESS
Universitas Multimedia Nusantara
Jalan Boulevard Gading Serpong
Tangerang Banten
Telp 021 54220808
www.umn.ac.id

ISBN : 978-602-95532-9-1
“kupersembahkan karya sederhana ini, untuk ayahku Almarhum
F.Toepan, dan untuk wanita-wanita hebat dalam hidupku,
My Mom Sri Soebekti, My wife Dr Yoyoh Hereyah, dan tiga
bidadari cantikku Cyntia Ayu Hera Pratami, Claudia Shinta
Okta Wibowo dan Cheryl Kanza Athalia Wibowo,”

Rumah Pintar Komunikasi 12 Januari 2015


KATA PENGANTAR
Setelah tidak ada lagi peristiwa besar yang terkait
dengan peledakan bom dan aksi terorisme, media massa
termasuk di dalamnya Koran Tempo menyadari bahwa isu
seputar terorisme merupakan isu dengan nilai berita yang tinggi
dan itulah sebabnya dalam pemberitaan soal penangkapan
Ba’asyir pada minggu pertama Agustus 2010, Koran Tempo
membingkainya dengan berbagai berita terkait yang
kebanyakan merupakan berita pengembangan.
Buku sederhana ini memang sebagian besar isinya
diambil dari hasil penelitian disertasi penulis yang dipertahankan
di depan Dewan Penguji disertasi Universitas Indonesia pada 12
Agustus 2014. Persoalan yang diangkat dalam buku ini soal
representasi pemberitaan terorisme pada Koran Tempo sebuah
analisis wacana. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada
istri saya tercinta, Dr. Yoyoh Hereyah dan ketiga buah hati
saya yang terus menyemangati hingga terbitnya buku ini.
Begitu juga ucapan terima kasih saya haturkan kepada
senior yang rela menjadi promotor dan kopromotor disertasi
saya, Prof Dr Harsono Suwardi MA, dan Dr Ade Armando.
Tanpa bimbingan beliau berdua tidak mungkin saya bisa
menyelesaikan disertasi yang menjadi cikal bakal buku saya ini.
Begitu juga pihak Rektorat Universitas Multimedia
Nusantara yang bersedia menerbitkan buku ini hingga akhrnya
bisa sampai ke tangan pembaca. Khususnya Pak Rektor UMN Dr
Ninok Leksono, PR I ibu Hira Meidia, PR II bapak Andrey
Andoko, dan Direktur LPPM Umn, Dr Winarno
Isi buku ini memang terkait dengan aspek pemberitaan
terorisme. Keinginan penulis menerbitkan buku ini sedikit banyak
terpengaruh saat melihat adanya pelanggaran prinsip dasar
jurnalistik yakni keberimbangan berita. Khususnya soal
bagaimana terorisme Indonesia direpresentasikan dalam
pemberitaan Koran Tempo.
Dari temuan penulis, Koran Tempo melakukan
representasi tentang aktivitas sekelompok orang Indonesia yang
berideologi di luar Pancasila, yang diberi cap sebagai teroris dan
terkait dengan sosok seorang ‘amir’ atau pemimpin yang
bernama Abu Bakar Ba’asyir. Peranan Ba’asyir dalam sejumlah
teks yang dianalisis sangat penting, karena dipandang sebagai
orang yang paling bertanggungjawab atau paling tidak
mendukung sejumlah aksi terorisme di tanah air.
Koran Tempo dalam teks yang dianalisis
merepresentasikan, Ba’asyir ditangkap karena diduga terlihat
sejumlah aksi terorisme di beberapa daerah termasuk di Aceh.
Koran Tempo juga merepresentasikan adanya ideologi Ba’asyir
yang jelas-jelas menentang demokrasi yang disebutnya sebagai
‘kurang ajar’. Dia juga digambarkan, menyebut pemerintah
Indonesia sebagai pemerintah yang kafir dan tidak sesuai
dengan ajaran Islam karena melakukan pembiaran terhadap
aktivitas Jaringan Islam Liberal dan kelompok Ahmadiyah. Dari
berita yang ditulis Koran Tempo setelah penangkapam Ba’asyir
pada 9 Agustus 2010, media ini seakan memiliki banyak amunisi
untuk menempatkan Abu Bakar Ba’asyir sebagai orang yang
layak ditangkap dan diduga kuat terkait dengan jaringan
terorisme internasional Al-Qaidah. Koran Tempo mengemas
pemberitaan yang menonjolkan ketidaksukaan Ba’asyir dengan
ideologi Pancasila khususnya demokrasi. Hal ini jelas sekali
ditunjukkan lewat berita berjudul : Ceramah Ba’asyir
Sebelum Ditangkap :” Demokrasi itu kurang ajar” Edisi
Selasa, 10 Agustus 2010, sehari setelah Ba’asyir ditangkap polisi.
Pemberitaan gencar soal isu dibalik penangkapan Ba’asyir
di Koran Tempo ini, sebenarnya sebagai tanggapan atas
peristiwa Ba’asyir ditangkap. Jelas sekali berbeda dengan
pemberitaan Koran Republika di hari yang sama yang hanya
memberitakan berita kecil soal tertangkapnya Ba’asyir oleh
kepolisian dengan dugaan terlibat kasus terorisme.
Koran Tempo lewat pemberitaannya hendak menegaskan
bahwa ada keterkaitan antara peranan Ba’asyir sebagai
perencana, Ba’asyir tidak hanya terlibat di Terorisme Aceh, tetapi
di sejumlah gerakan terorisme lainnya di tanah air. Representasi
ini untuk memberikan alasan pembenaran mengapa akhirnya
Ba’asyir ditangkap, karena dia diduga terkait mendanai dan
mengetahui rencana pelatihan militer di Aceh, meskipun polisi
belum memiliki bukti yang kuat mengenai kebenaran dugaan
keterlibatan Ba’asyir dalam kasus-kasus tersebut.
Ada kejanggalan bila dilihat dari sudut jurnalisme,
meskipun Koran Tempo mengangkat persoalan Ba’asyir dan
keterlibatannya dalam kasus-kasus terorisme tetapi koran ini tak
secara serius menggarap keseimbangan berita. Katakanlah,
dalam berita tersebut ada kaitan erat antara teorisme Aceh
dengan Ba’asyir, seharusnya koran Tempo mengimbangi
pemberitaan dengan mewawancarai Ba’aasyir atau pihak-pihak
yang pro Ba’asyir.
Sebenarnya agak aneh kalau media massa sebesar Koran
Tempo dengan jaringan wartawannya dan relasi hubungannnya
dengan berbagai narasumber tidak bisa mengkonfirmasi situasi
ini.
Representasi yang dilakukan Koran Tempo adalah
representasi yang menyodorkan pemberitaan hasil konstruksi
media tentang aksi terorisme. Konstruksi atas realitas peristiwa
terorisme ini dipengaruhi ideologi media Koran Tempo yang
memang membela mereka yang terzalimi dan tertindas oleh aksi
terorisme atau paling tidak yang menjadi korban aksi terorisme.
Ada upaya Koran Tempo melakukan eksklusi dan inklusi
dalam pemberitaan soal terorisme di Indonesia. Pihak yang
digambarkan dan menjadi pokok pembicaraan justru tidak diberi
tempat yang layak, atau bahkan ‘dihilangkan’ dalam wacana.
Bisa disimpulkan Koran Tempo melakukan eksklusi.
Eksklusi terjadi apabila ada aktor (seseorang/kelompok) yang
coba dihilangkan atau disembunyikan dalam pemberitaan.
Proses eksklusi ini menggunakan strategi dengan
membungkusnya dalam pernyataan pihak-pihak berwenang dan
memiliki kekuasaan untuk mendominasi pembicaraan /wacana
yakni pihak kepolisian dan Densus 88.
Inklusi dalam pemberitaan soal terorisme muncul juga
dalam proses pemilihan narasumber dan fakta-fakta yang
disodorkan media ini kepada masyarakat seputar penangkapan
terorisme dan secara khusus pemberitaan soal penangkapan
terhadap Ba’asyir. Koran Tempo tidak secara jelas
menggambarkan apa alasan dan sebab-sebab di balik
penangkapan Ba’asyir. Sehingga Koran Tempo dianggap kurang
memenuhi unsur keadilan dalam pemberitaan dengan melakukan
pencarian fakta di lapangan, atau paling tidak tidak ditemukan
upaya mewawancarai narasumber dari pihak minoritas yakni
mereka-mereka yang dituduh atau sebagai tersangka terorisme.
Akhir kata, penulis berharap buku sederhana ini bisa
menjadi acuan dan sarana merenung tentang bagaimana
seharusnya jurnalis bersikap saat berhadapan dengan aksi
terorisme. Dan terlepas dari berbagai kekurangan yang ada,
penulis berharap buku ini bisa menambah referensi tentang
bagaimana posisi dan peranan media dalam menguak aksi
terorisme. Kritik serta saran sangat penulis harapkan demi
sempurnanya buku ini.

Tangerang, 12 Januari 2015

Dr Indiwan Seto Wahyu Wibowo


Email: indiwan@umn.ac.id
indiwanx@gmaill.com
Hp : 082112297660
DAFTAR ISI
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I
AKSI TERORISME DI MATA MEDIA
Aksi Terorisme di mata media.…………………..............................1
Aksi Terorisme di Indonesia 1962-2012..................................13

BAB II
TERORISME DALAM KAJIAN TEORI KOMUNIKASI

Studi dan Riset Awal mengenai isu terorisme..........................29


Penelitian Ekonomi Politik Terorisme.................................... .34
Penelitian terorisme di Indonesia...........................................36
Media dan terorisme.............................................................48
Representasi………………………................................................51
Ideologi dan nilai-nilai berita................................ ……….........57
Sembilan elemen jurnalisme……..………...................................66
Konstruksi Realitas dalam media massa................ .................70
Jurnalisme advokasi..............................................................71
Kerangka Kerja Teori………………………………………………………..73

BAB III
ANALISIS WACANA DAN TERORISME
Tiga pendekatan melihat wacana terorisme............................74
Analisis Wacana Theo Van Leeuwen…………………………………….75
Pendekatan Kualitatif melihat terorisme................................ 79
Paradigma Penelitian.............................................................82
Pemilihan Media .......... ……………………………………………………..85
Teknik Pengumpulan Data ............... ....................................86
Unit Analisis dan Narasumber................................................87
BAB IV
MENGAPA KORAN TEMPO

Mengapa Koran Tempo ?.....................................................90


Isu Terorisme Bernafaskan Islam Garis Keras.........................99

BAB V
ANALISIS BERITA TERORISME DI KORAN TEMPO

Berita seputar terorisme……………........................................ 101


Hasil analisis teks ..…………………..........................................102
Analisis dan Pembahasan Teks Berita..................................140

BAB VI
KEBIJAKAN KORAN TEMPO TERKAIT TERORISME
Kebijakan Koran Tempo terkait pemberitaan Terorisme......166
Intertekstualitas…………………………………………………………..…..181

BAB VII
KORAN TEMPO BERAT SEBELAH
Susahkah Mencari narasumber…………..................................215
Kejanggalan Itu ada………….................................................220

DAFTAR PUSTAKA ........................................................224


LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 Berita-berita yang dianalisis……………………….….233
LAMPIRAN 2 Analisis Mikro Relasi……………………………….…….239
LAMPIRAN 3 Analisis Mikro Representasi……………………..…….247
LAMPIRAN 4 Analisis Unsur Identitas…………………………..…….260
LAMPIRAN 5 Transkrip Wawancara Narasumber…………..…… 264
LAMPIRAN 6 Berita seputar Terorisme di Koran Tempo………286
Tentang Penulis……………………………………………………………….308
HALAMAN NARSIS……………………………………………………………310
BAB I BAB I

AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO

Aksi terorisme di mata


Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme

Aksi terorisme merupakan Aksi bahan


terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

1 | M E D I A D A N T E1R| OM
R EI SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 1M E D I A D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis keras dan gerakan
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
Oktober 2005)

Demikian beragamnya headline berita-berita terkait


ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun
domestik yang tengah berwisata di Bali.

Fig.1.1 Pelaku Bom Bali

Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan


peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

2 2| MEDIA DAN TERORISME


Bali itu sebagai headline pemberitaan mereka dan pada edisi
saat itu, disampaikan pada publik sejumlah kemajuan
penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Dalam
pemberitaan itu disampaikan bahwa teror itu hasil bom bunuh
diri yang dilakukan tiga orang BAB I
tersangka BAB Islam
dari kelompok I
garis keras.(Kompas, edisi 8 Oktober 2005). Dan untuk
AKSI TERORISME
melengkapi AKSI
hasil penyelidikanDIpolisi
TERORISME
MATA MEDIA
tersebut, DI MATA
AKSI MED
media-media TERO
massa menayangkan tiga potongan kepala tersangka pelaku
bom bunuh diri, yakni pelaku peledakan di dua titik ledakan di
Jimbaran dan satu titik di Kuta. .(Kompas, edisi 8 Oktober 2005).
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
Sejak awal terjadinya peledakan bom Bali hingga hari-
Aksi terorisme
hari berikutnya, merupakan
masyarakat Aksi
terus bahan
terorisme yangmerupakan
disuguhkan menarik untuk
informasi-bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh
informasi terkini tentang peristiwa bom. Dari pemberitaan media
media massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri
tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tengah dan terus maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi
dirongrong olehterorisme
gerakanperistiwa
dalam
teroris.pemberitaan
aksi terorisme
Meski mereka.
begitu, dalam pemberitaan
terkait dengan peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
penggunaan media oleh pelaku teror, ada perbedaan dan sepak
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar
pemanfaatan media oleh pelaku teror di Indonesia dan di luar seperti
maupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, Bila
negeri. danterorisme
belakangandi qaeda
dilakukan
luar , dan amat
negeri oleh
belakangan
kelompok
memanfaatkandilakukan
kecil media qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatianBandung
dan selalu menampilkan diri serta identitas mereka secara jelas media menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak persoalan
lewat media, terorisme di Indonesia tidak banyak memanfaatkan menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia
media. direpresentasikan
kalaupun Indonesia
ada pemberitaan di Koran direpresentasikan
soalTempo.
terorisme, sumber di Koran Indonesia
yangTempo. direpr
dicari dan ditampilkan hanya satu sisi yaitu pihak berwenang untuk
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isuuntuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah Mengapadian
satunya karena kondisi pers
satunya Indonesia
seperti polisi atau Densus 88 Anti Teror. karena di
kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam Bukuera kebebasan,
ini mengusung dalam
media
soalera tidakkebebasan,
representasilagi dibebani media dengan
terorisme tidak
dalamlagieradibeb
dalam keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan
dan
pemberitaan media massa. Sebelum jauh menelaah hal itu perlu pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana
dipahami apa eramaknasebelumnya.
sebagaimana
terorisme Ada kecenderungan,
era sebelumnya.
itu terlebih dahulu. pers Adatidak
Terdapat sebagaimana
kecenderungan er
senada saat
berbagai menyiarkan
interpretasi senada
tentang dan pengertian
memberitakan
saat menyiarkan trend
teror, dan memberitakan
kekerasan
teroris senada saat
dan trend
m
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan khususnya sentimen
terorisme. Menurut Golose (2010:1-2) kata teror sendiri berasal soal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
persbahasa
dari memberitakan aksi pers
latin terrorem terorisme
memberitakan
yang tidak semudah
memiliki aksirasa
arti terorisme
memberitakan
takut yangtidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang dan
luar biasa.Sedangkan terorisme berasal dari kata kerja terrere terjadi
kegiatan
sehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah
yang masyarakat.
berarti membuat takut tengah
ataumasyarakat.
menakut-nakuti. tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi
Jadi bisa disimpulkan bahwa terorisme adalah sistem pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu
massa di sejak
mana-manajaman
kepercayaan berdasarkan politik, sosial, atau ekonomi dilakukan dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu
sewenang-wenang isu
Indonesia.
(kejam, yang diangkat
bengis, Salah
danoleh
satu media
isu yang
sebagainya di tanah
diangkat
sebagaiIndonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

31|| MMEEDDI IAA DDAANN TTEE1RR|OORM MMIEAE D A N T E R O R I S M E1 | 3M E D I A D


RI EISSD
keterkaitannya
usaha untuk menciptakan
dengan gerakanketakutan,
Islamkengerian,
garis keras dandan kekejaman
gerakan
fundamentalis
oleh seseorangIslam
atau yang
golongan.
terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa
Menurut Webster‘s
adalah saat Newterjadi
Worldledakan
Collegebom Dictionary
di Bali. (dalam
Golose Media
2010: 2),menggambarkan
istilah terorismekasus berasalitu dari
amat
bahasa
variatif
Perancis
dan
terrorisme dansebagai
menyebutnya istilah kasus Bom ini
terorisme Bali mulai
I dan digunakan
Bali II. ―Bali
usai
kembali diguncang
terjadinya Reign ofbeberapa
Terror Perancis
ledakan antara
bom, Sabtu
tahun (1/10/2005)
1793 -1794
malam. Hingga pukul
saat pemerintah yang01.00 Wita.
berkuasa Dilaporkan
saat saat itu sedikitnya
itu mempraktikan cara-cara
23 korban
teror dalamtewas dan 99 kebijakan-kebijakan
menerapkan orang lainnya luka-luka‖.(
mereka. Kompas, 8
Oktober 2005)
Sementara itu menurut B.J Habibie (2012) mantan
PresidenDemikian
Indonesia, terorisme headline
beragamnya berita-berita
adalah tindakan terorterkait
atau
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
tindakan kekerasan yang dilaksanakan secara sistematik massa cetakdan
di
Ibukota pada
tidak dapat tanggal
diprediksi yang2 dilakukan
Oktober terhadap
2005. Berita tersebut
negara,terhadap
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
penyelenggara pemerintahan-baik eksekutif maupun legislatif. yang kembali
melanda pulau Dewata setelah pada tahun
Bahkan dilakukan terhadap warga elite sosial politik 2002 aksi serupa
dan
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara
terhadap perseorangan dalam negara untuk memperjuangkan maupun
domestik yang tengah
sasaran politik teroris. berwisata di Bali.
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
Sedangkan Laqueur (1999) setelah mengkaji lebih dari
seratus definisi Terorisme, menyimpulkan adanya unsur yang
paling menonjol dari definisi-definisi tersebut yaitu bahwa ciri
utama dari Terorisme adalah dipergunakannya kekerasan atau
ancaman kekerasan. Sementara motivasi politis dalam Terorisme
sangat bervariasi, karena selain bermotif politis, Terorisme
seringkali dilakukan karena adanya dorongan fanatisme agama.

Ada juga versi resmi terorisme yang dikeluarkan oleh


pemerintah Republik Indonesia. Menurut Undang-Undang No. 15
Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,
dijelaskan pada Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 Ayat 1: Tindak
Pidana Terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi
unsur-unsur
Begitu tindak pidana sesuaitelevisi
juga stasiun-stasiun dengan ketentuan
gencar dalam
menayangkan
undang-undang ini (Golose, 2010: 6-8). Perbuatan apa
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada saja yang
dikategorikan
keesokan ke dalam
harinya, Tindak
3 Oktober Pidana
2005, Terorisme,massa
media-media diaturcetak,
oleh
ketentuan
baik pada
nasional Bab IIIlokal,
maupun (Tindak Pidana
masih Terorisme),
menempatkan pasal 6bom
peristiwa dan

4 24 || M
M EE D
D II AA D
D AA N
N TT EE RR O
O RR II SS M
M EE
7; bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana
Terorisme, jika: (1) Dengan sengaja menggunakan kekerasan
atau ancaman menimbulkan teror atau rasa takut terhadap
orang secara meluas atau menimbulkan korban bersifat massal,
dengan cara merampas kemerdekaan BAB I BAB I
atau menghilangkan
nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan
AKSI TERORISME
kerusakan atau kehancuran AKSI DITERORISME
terhadapMATA MEDIA
objek-objek DI MATA
vital AKSI MED
yang TERO
strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas
internasional. (2) Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau
ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau
menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
menghancurkan objek-objek vital yang strategis atau lingkungan
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh mediamediamassa.massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7).
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupun tak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
Mulyana
Aksi danWsepak Kusumah
terjang dalam
Aksi bukunya
terorisme,
dan baikTerorisme
sepak terjang dalam baik
yang dilakukan
terorisme, Aksi dan
yan
Perspektif Politik dan
oleh kelompok Hukum
besar oleh (2002),
seperti Jamaah
kelompok menjelaskan
Islamiyah
besar terorisme
sepertimaupun kian
Jamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
jelas
qaedamenjadi momok bagi
, dan belakangan qaeda peradaban
dilakukan
, dan oleh modern.
belakangan
kelompok Sifat tindakan,
dilakukan
kecil qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
pelaku,
kelompok tujuan
CiBirustrategis,
Bandung motivasi,
kelompok
menarikCiBiruhasil yang
perhatianBandung diharapkan
media massa.serta
menarik perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
dicapai,
buku ini target-target serta
hendak menguak buku metode
bagaimana terorisme
ini hendak kini semakin
persoalan
menguak terorisme
bagaimanaluas
buku
di persoalan
ini henda
dan bervariasi.
Indonesia Dengan Indonesia
direpresentasikan demikian,
di Koran semakin
Tempo. jelas bahwa
direpresentasikan di Koranteror
Indonesia
Tempo. direpr
bukan merupakan
Mengapa isu bentuk kejahatan
terorisme ini
Mengapa kekerasan
menarik isuuntuk destruktif
terorisme
dianalisis? biasa,
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
melainkan sudahkondisi
satunya karena merupakan
pers
satunya kejahatan
Indonesia
karena di terhadap
kondisi persperdamaian
era reformasi Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
dan
dalamkeamanan umat manusia
era kebebasan, dalam
mediaera (crimes
tidak against
kebebasan,
lagi .peacedengan
dibebani
media and
tidak
dalamlagieradibeb
keb
security
ketakutanof mankind).
akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya. sebagaimana Ada kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Dalam buku
senada saat menyiarkan ini, fokus
senada persoalan
dan memberitakan
saat menyiarkan adalah trend representasi
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
terorisme
bernafaskan di Indonesia yang
sentimen agama diduga
bernafaskan khususnya dilakukan
sentimen oleh
soal agama kelompok
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
Islam garis keras, terkait
pers memberitakan dengan
aksi pers
terorisme sejumlah
memberitakan
tidak semudahaksi
aksi terorisme
terorisme yang
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
diduga melibatkan peranan
persoalan politik dan kegiatan Abu
persoalan Bakar
sosial Ba‘asyir.
politik
yang dan terjadi
kegiatansehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Isu yang sengaja
Sebenarnya diambil
aksi terorisme dalam pemberitaan
Sebenarnya
menjadi buku ini diadalah
aksi terorisme menjadi
media pemberita
Sebenarn
pemberitaan
massa sejak jaman aksi terorisme
dahulu
massadisejak di erajaman
mana-mana 2010-an dahulu ketika
termasuk di juga aksi
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
terorisme di Indonesia
Indonesia. Salah satu isu diwarnai
Indonesia. sejumlah
yang diangkatSalah oleh aksi
satu mediaterorisme
isu yang yang
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
tidak
saat besar dan memiliki
reformasi saatefek
adalah luar biasa.yang
reformasi
terorisme Setelah
adalah sejumlah
diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

51|| MMEEDDI IAA DDAANN TTEE1RR|OORM MMI EAE D A N T E R O R I S M E1 | 5M E D I A D


RI EISSD
keterkaitannya
gembong terorisme denganditangkap
gerakanpascaIslam2008-2010
garis keras dandan
tewas
gerakan
atau
fundamentalis
dijatuhii hukumanIslam mati,
yang terkait
serta dieksekusi
dengan jaringan
di Nusakambangan
global. Contoh
yang
peristiwa
paling
terorisme
terasa adalah
yang terjadi
saat terjadi
di tanah
ledakan
air tidak
bom diterlalu
Bali. besar.
Media satu
Inilah salah menggambarkan
alasan mengapa kasuspeneliti
itu amat variatif soal
mengangkat dan
menyebutnya
pemberitaan KoransebagaiTempokasusperiode
Bom Bali I dan
2010, Bali II.
setelah ―Bali
sejumlah
kembali
gembongdiguncang
terorisme beberapa
di Indonesialedakan bom, Sabtu
tertangkap, (1/10/2005)
terbunuh atau
malam.
dieksekusi/hukum
Hingga pukul mati.01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
Oktober 2005) Tabel 1.1
Gembong Terorisme di Indonesia
Demikian beragamnya headline berita-berita terkait
ledakan
Nama bom yang disiarkan Peran dan nyaris seluruhKeterangan
media massa cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
aktivitas
menggambarkan
Dr Azhari secara
Azharidramatis
dianggapperistiwa teror yang
Gembong teroris kembali
melanda pulau Dewata setelah
sebagai pada tahun
ahli perakit 2002 aksi serupa
berkewarganegaraan
juga menewaskan puluhan bom seranganwisatawan, mancanegara maupun
Malaysia ini digrebek
domestik yang tengah berwisata di Bali. Densus 88 di kawasan
teroris di Indonesia.
Batu, Malang, Jawa
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali Timur pada Rabu 9
November 2005. Dalam
aksi penggrebekan Dr
Azhari terdengar bunyi
rentetan tembakan dan
ledakan bom
Dulmatin Dulmatin diyakini Dulmatin ditembak
membantu para otak dalam penggerebekan di
pelaku Bom Bali Warnet Multiplus di Ruko
2002. Pamulang, Tangerang,
Selasa 9 Maret 2010.
Dulmatin terpaksa
ditembak karena
melawan dengan senjata
revolver
NoordinBegitu juga stasiun-stasiun
Noordin dianggaptelevisiNoordin
gencarmeninggal
menayangkan
Mohammad Top bertanggung jawab dalam penyergapan
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada di di
atas serentetan Kampung Kepuhsari,
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
serangan teror di Kelurahan Mojosongo,
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
Indonesia. Jebres, Surakarta, Jawa

6 26 | M E D I A D A N T E R O R I S M E
Tengah, pada 17
September 2009. Dia
tewas bersama tiga
rekannya termasuk
Bagus Budi Pranoto
BAB I BAB I
(perakit bom peledakan
Kedubes Australia di
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO Jakarta, 2004) dan Ario
Sudarso.
Imam Samudera Imam Samudera Abdul Aziz alias Imam
diyakini sebagai Samudra ditangkap Tim
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
orang yang Penyidik Bom Bali di
bertanggung jawab Pelabuhan Merak,
Aksi terorismeatas
merupakan Aksi bom
peledakan bahan
terorisme yangmerupakan
Tangerang, menarik
Banten, untuk
bahan
pada yang
Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
di Legian, Kuta, Bali oleh media
media massa.
massa,
Kamis 21 November Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupunpada di
luar Indonesia
negeri
2002. Dia juga maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan
2002 Imam Samudera luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorisme peristiwa
dalam
diyakini pemberitaan
orang aksi
yangterorisme mereka.
dieksekusidalammatipemberitaan
di peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepakberperan
terjangdalam
Aksi
terorisme,
dan sepak Nusakambangan
baik terjang pada 9 baik
yang dilakukan
terorisme, Aksi dan
yan
oleh kelompok besarsejumlah
seperti peledakan
Jamaah besar
oleh kelompok November
Islamiyah seperti2008Jamaah
maupun Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakangan di Tanah
qaeda Air
dilakukan
, danantara
oleh
belakangan
kelompok dilakukan
kecil sepertiqaedakelompok
oleh , dan bel
lain
kelompok CiBiru Bandung di Pekanbaru,
kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Riau, dan bom
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
malam Natal 2000.
Indonesia
Umar Patek
direpresentasikan
Indonesia
Umar Patek
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Umar Patek ditangkap di
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
dianggap salah satumenarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
Kota Abbottabad, ini menarik
Salah untuk
Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunya Indonesia
gembong teroris karena di
kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
Pakistan pada 25 Januari satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan, dalam
seranganmedia eratidak
Bom Balikebebasan,
lagi
2011.dibebani
media dengan
Beberapa tidak
dalamlagieradibeb
bulan keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan
2002. Umar Patekakan dan setelah
pencabutan
pembreidelan
ditangkapSIUPPdiketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya.
jugasebagaimana
dianggap Ada kecenderungan,
era sebelumnya.
Pakistan, lalupers Adatidak
Umar sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkansebagai
senada aktor
dan memberitakan
saat menyiarkanPatek dipulangkan
trenddankekerasan ke
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimenpeledakan
agama
bernafaskanenam
khususnya
sentimenIndonesia
soal agama untuk
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksigereja
pers pada
terorisme 24tidak semudah
memberitakan menjalani persidangan.
aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
Desember 2000 Jaksa di Pengadilan
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang dan terjadi
kegiatansehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
yaitu Gereja Katedral Negeri Jakarta Barat
tengah masyarakat. Jakarta,
tengah masyarakat.menuntut Umar Patek
Gereja
tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
Kanisius, Gereja menjadi pemberitaan
aksi terorisme
dijatuhkan hukuman di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman Oikumene,
dahulu
massadisejak mana-mana
Gereja jaman dahulu
termasuk di
seumur hidup. Namun juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satuSanto
isu
Indonesia.
yang
Yosep, diangkat
Salah oleh
Gereja satu media
isu hakim
majelis yang
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat dan
Koinonia, reformasi
terorisme yang
adalah diduga
Gereja menjatuhkan terorisme
hukuman saat
ada reformasi
yang d

17|| MMEEDDI IAA DDAANN TTE1ER|ROO


MRREI ISDSMIMAEE D A N T E R O R I S M E1 | 7M E D I A D
keterkaitannya denganAnglikan.
gerakan Islam garis20keras tahundanpenjara kepada
gerakan
Umar Patek
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
Ali Ghufron
yang Dia saat
paling terasa adalah diyakini sebagai
terjadi Ali bom
ledakan Gufron
di alias
Bali.Mukhlas
orang yang berperan ditangkap
Media menggambarkan kasus itu amat variatif di Dukuhdan
besar dalam kasus Mlandangan, Desa
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
Bom Bali 2002. Ali Sudimoro, Kecamatan
kembali diguncang beberapa ledakan bom,Tulung,
Ghufron diduga SabtuKlaten,
(1/10/2005)
pada
malam. Hingga pukul 01.00
terlibatWita. Dilaporkan
sejumlah saat3 itu
Selasa sedikitnya
Desember 2002.
23 korban tewas dan 99 orang bom
peledakan lainnya
di luka-luka‖.(
Ali Ghufron Kompas,
dieksekusi8
Oktober 2005) Malaysia, Singapura mati di Nusakambangan
dan Indonesia. pada 9 November 2008
Demikian
Amrozi Dia diyakini headline
beragamnya terlibat berita-berita
Amrozi ditangkapterkait
di
ledakan bom yang disiarkan nyaris
sejumlah seluruh media massa cetak
rumahnya di Lamongan, di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober
pengeboman di 2005.
JawaBerita tersebut
Timur, pada 9
menggambarkan secara Indonesia
dramatis peristiwaNovember
teror yang 2002. Amrozi
kembali
melanda pulau Dewata setelah pada tahun dieksekusi
2002 aksimati serupa
di
Nusakambangan
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun pada 9
domestik yang tengah berwisata di Bali. November 2008
Ali Imron Ali Imron diduga Ali Imron ditangkap di
Fig.1.1 Pelaku meracik
Bom Balibom serta tempat
mengantarkan bom persembunyiannya di
ke Jalan Legian, 12 Pulau Tanjung Brukang,
Oktober 2002 di lepas pantai
dengan mobil L-300 Samarinda, Kalimantan
Timur, pada 1 Januari
2003.. Ali Imron
dijatuhkan hukuman
selama seumur hidup
Saefudin Zuhri Anggota Detasemen
Khusus (Densus) 88
menangkap Saefudin
Zuhri di Desa Danasri
Lor, Kecamatan
Nusawungu, Cilacap,
Jawa Tengah,
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar pada
menayangkan
Minggu 21 Juni 2009.
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
Rois dan Sogir Mereka adalah Rois dan Sogir ditangkap
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
tersangka kasus Detasemen Khusus 88 di
baik nasional maupun peledakan
lokal, masih
bommenempatkan
di peristiwa
Bogor, Jawa bom
Barat..

8 2 |8 |M M
E DE IDAI AD A
DNA NT ET RE O
ROR IRSI M
SME E
depan Kedubes Penyergapan Rois dan
Australia, Kuningan, Sogir berhasil di peroleh
Jakarta pada 9 berkat di tangkapanya
September 2004 Yasin, Buchari, dan
Fatahullah oleh tim
BAB I BAB I
Densus 88 Polda Metro
Jaya di Pekalongan,
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO Jawa Tengah pada 17
November 2005
Sumber : http://www.lazuardibirru.org/berita/infografis/para-
gembong-teroris-di-indonesia,
Aksi terorisme di mata Aksi
media(21 oktoberdi2012)
terorisme mata media Aksi terorisme

Setelah penangkapan
Aksi terorisme merupakan ataubahan
Aksi terbunuhnya
terorisme
yangmerupakansejumlah
menarik untuk
bahan yang
Aksi tero
me
gembong teoris di tanah air,
diberitakan oleh media diberitakanrelative
massa. Sejumlah peristiwa
oleh media aksi
mediamassa. terorisme
massa,Sejumlah
baik
diberitakan
di mediaolehma
yang
luar besar
negerijauh amat berkurang.
maupun di
luarIndonesia
negeriSejak erapernah
maupun
tak reformasi, memang
di Indonesia
melewatkan
luar
tak negeri
pernahma
aksi terorisme
peristiwa aksimeningkat tajam pemberitaan
terorismeperistiwa
dalam khususnya dimereka.
era dalam
aksi terorisme 2003-an tetapi
pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
memasuki tahun 2010, secara kualitas
Aksi dan sepak terjang Aksi menurun
terorisme,
dan sepak meskipun
baik terjang secara
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
kuantitas meningkat.
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti Jamaah
maupun Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
Di CiBiru
kelompok Indonesia,
Bandungkata Deputi
kelompok
menarik Bidang
CiBiru
perhatian
Bandung Penindakan
media menarik dan
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Pembinaan
buku ini hendakKemampuan bukuBadan
menguak bagaimana Nasional
ini hendak Penanggulangan
persoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Terorisme (BNPT) Brigjen
Indonesia direpresentasikan Pol
Indonesia Titodirepresentasikan
di Koran Karnavian
Tempo. dari di 689 pelaku
Koran Indonesia
Tempo. direpr
teroris Mengapa
yang tertangkap dan
isu terorisme ini diajukan
Mengapa
menarikisu ke
untukpengadilan,
terorisme
dianalisis? tidak
ini menarik
Salah untuk Mengapa
dian
satupun
satunya yang
karena dilepaskan karena
kondisi pers
satunya adanya
Indonesia
karena dibukti.
kondisi Namun,
era reformasi kata
pers Indonesia dia,
berada
satunya
di erakarena
reform
terjadinya
dalam era penurunan
kebebasan,dalamkualitas aksi
mediaeratidak terorisme,
kebebasan,
lagi dibebani sementara
media dengan
tidak
dalamlagieradibebkeb
kuantitasnya meningkat.
ketakutan akan pembreidelan (http://www.antarajatim.com,
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan 03 SIUPP
Agst
ketakutan
dan pencabu aka
2011 12:35:10).era sebelumnya.
sebagaimana sebagaimana Ada kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
Hal ini sentimen
bernafaskan dilihat dariagama
jumlahkhususnya
bernafaskan tersangka
sentimen pelaku
soal agama teroris
terorisme. yang
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal terosen
tertangkap, yakni pada
pers memberitakan tahun
aksi pers
terorisme 2003
memberitakansebanyak
tidak semudah 93 orang tidak
aksi terorisme
memberitakan dan
perssemudah
memberitak m
bertambah menjadi
persoalan politik dan103 tersangka
kegiatan
persoalan sosialpada
politik
yang tahun
danterjadi 2010.
kegiatan Menurut
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadi politik
s
Tito, polisi dan
tengah masyarakat.pengamat awalnya mengira
tengah masyarakat. persoalan terorisme
tengah masyara
di Indonesia telah selesai
Sebenarnya pascapenangkapan
aksi terorisme Sebenarnya ratusan
menjadi pemberitaan
aksi tersangka
terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
teroris
massa pada
sejaktahun
jaman 2005, namun
dahulu
massa kenyataannya
disejak
mana-mana
jaman dahulupada tahun
termasuk di juga2009
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
membuat penegak hukum
Indonesia. Salah satu isu dan warga
Indonesia.
yang diangkat Indonesia
Salah oleh terkaget
satu media
isu yang dengan
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
ledakan bom di Hoteladalah
saat reformasi Ritz
saatCharlton . kata Tito
reformasi
terorisme yang
adalahdalam
didugaseminar
terorisme
saat
ada reformasi
yang d

91|| M
MEEDDI IAA DDAANN TTEE1RR|OOM
RRI EISSDM
MI EAE D A N T E R O R I S M E1 | 9M E D I A D
keterkaitannya
Penanggulangandengan Terorisme
gerakan Guna
IslamPersatuan
garis kerasdandanKesatuan
gerakan
fundamentalis
Bangsa dalam IslamRangka yang
Ketahanan
terkait dengan
Nasionaljaringan
di gedung
global.
Lembaga
Contoh
yang
Ketahanan
palingNasional
terasa adalah
(Lemhannas)
saat terjadi
Jakarta.
ledakan bom di Bali.
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
menyebutnya sebagai aksi
"Permasalahan kasus Bom
teror di Bali I dan belum
Indonesia Bali II.selesai.
―Bali
kembali
Bahkan, diguncang beberapa
terungkap pada 2010ledakan bom, Sabtu
ada pelatihan di Aceh(1/10/2005)
dan 2011
malam. Hingga bom
ada serangan pukulbunuh
01.00 diri.
Wita.Secara
Dilaporkan saat menurun
kualitas itu sedikitnya
tapi
23 korbanmeningkat,"
kuantitas tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
paparnya.
Oktober 2005)
Dari pihak yang berwenang yakni kepolisian meyakini
bahwa Demikian beragamnya
kelompok-kelompok headline
terorisme berita-berita
itu tetap ada di tanahterkait
air
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
dan sejumlah penangkapan dilakukan bukan karena rekayasa. massa cetak di
Ibukota
Wakapolri,pada
Komjen tanggal 2 Oktober
Pol Nanan 2005. Beritabahwa
Sukarna menegaskan, tersebut
aksi
menggambarkan
kelompok terorisme yang selama ini diungkap Densus 88kembali
secara dramatis peristiwa teror yang bukan
melanda
merupakan pulau Dewata
sebuah setelah pada
rekayasa. Nanantahun 2002 aksi serupa
mengingatkan bahwa
juga menewaskan
kegiatan puluhan masih
terorisme tersebut wisatawan, mancanegara
ada. (Rakyat Merdeka,maupun
Senin,
domestik
13/5/2013) yang tengah berwisata di Bali.

Fig.1.1 Pelaku Bom Bali


Ditegaskannya, ‖Kita ingin menyampaikan ke media dan
masyarakat bahwa teroris ini bukan rekayasa kepolisian. Kita
ingin semua alert bahwa teroris masih dan ada‖ katanya di
Graha CIMB Niaga, Jl Jenderal Sudirman, Rabu (15/5/2013).
Dalam pertemuan antara kepolisian dan pimpinan media
tersebut, Wakapolri berharap ada sinergitas pemberitaan terkait
penanggulangan masalah terorisme di Indonesia, tidak justru
membantu teroris untuk meneror.

Di lain kesempatan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat


Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan dalam
sebuah penjelasannya di media, bahwa ―Terorisme berada dalam
simpul besar.‖ Diingatkannya bahwa agar jangan bicara
pemberantasan teroris
Begitu juga yang dilakukan
stasiun-stasiun televisiDensus
gencar 88 dan BNPT
menayangkan
tidak efektif.
peristiwa Karena
demi pemberantasan
peristiwa terorisme
seputar aksi tidak semudah
teror tersebut. Pada
seperti membalik
keesokan harinya,telapak tangan.
3 Oktober Inimedia-media
2005, soal pemahamanmassaideologi
cetak,
yang nasional
baik salah tentang
maupunjihad.
lokal, masih menempatkan peristiwa bom

2 | | MME EDDI IAA DDAANN T TE ERROORRI IS SMME E


1010
Menurut dia, Jaringan terorisme Indonesia masih saling
berkaitan. Mereka ada dalam simpul besar, dan masih aktif.
Awalnya berkembang ketika NII non teritorial menjelma dalam
berbagai bentuk. Salah satunya, Jamaah Islamiyah (JI), dimana
jaringan JI terungkap tahun BAB BABBali-1.
2002I usai peledakan bom I
Setelah JI membubarkan diri, anggota-anggotanya membentuk
AKSI TERORISME
kelompok-kelompok AKSI
baru. AdaDI TERORISME
MATA
yang MEDIA
berkaitan DI MATA
langsung, AKSI MED
ada TERO
yang tidak yang disebut sel.

Menurut Boy,
Aksi terorisme di mataJaringan-jaringan
Aksi terorisme teroris
media di matainimedia
kebanyakanAksi terorisme
merupakan alumni dari pelatihan-pelatihan militer di
Afghanistan
Aksi dan Filipinamerupakan
terorisme SelatanAksi
pimpinan
bahan Abu
terorisme Sayyaf.
yangmerupakan
menarik Teroris-
untuk
bahan yangAksi tero
me
teroris pun bermunculan,
diberitakan dari Dr.
oleh media diberitakan
massa. Azahari
Sejumlah
oleh sampai
media
media massa.Noordin
massa, Mdi mediaoleh
Sejumlah
baik
diberitakan ma
Top. Setelah maupun
luar negeri kematiandi keduanya,
luarIndonesia kekuatan
negeri maupun
tak pernahdi teroris
Indonesiarelatif
melewatkanluartak negeri
pernahma
melemah.
peristiwa Tetapi aksi-aksiperistiwa
aksi terorisme terus pemberitaan
dalam berlangsung. Teroris
aksi terorisme
mereka.
dalam kinipemberitaan
meniru
peristiwamereka.
aksi te
apa yang mereka
Aksi dapat terjang
dan sepak di Filipina
Aksi Selatan.
terorisme,
dan sepak Mereka
baik yangmelakukan
terjang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
pelatihan-pelatihan
oleh kelompok besar militer di daerah
seperti
oleh Jamaah
kelompokkonflik,
besarmisalnya
Islamiyah
seperti Aceh
maupun dan
JamaahAl- Islamiyah
oleh kelompok
Poso
qaedaSulawesi Selatan. qaeda
, dan belakangan dilakukan
, dan oleh
belakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku Dari sisa-sisamenguak
ini hendak jaringan teror
buku bagaimana yang persoalan
ini hendak ada, namaterorisme
menguak Abu Omar
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
yang palingdirepresentasikan
Indonesia tersohor. Selain berperan
Indonesia
di Koran sebagai pemasok
direpresentasikan
Tempo. senjata,
di Koran Indonesia
Tempo. direpr
Omar beberapa
Mengapa kali mengirimini
isu terorisme anak-anak
Mengapa
menarikisu muda
untuk ke Mindanau
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
untuk latihan
satunya perang.
karena kondisiSalah
pers satunya
satunyaIndonesia anakdi
karena tirinya,
kondisi Farhan,
era reformasi
pers teroris
Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
Solo
dalamyangera ditembak
kebebasan, mati
dalam Densus
media 88
eratidak Agustus
kebebasan,
lagi dibebani2012. dengan
media Bagi
tidak
dalamlagieradibeb
keb
kelompok
ketakutan teroris,
akan anak muda adalahakan
pembreidelan
ketakutan dansasaran yang potensial,
pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
karena merekaera
sebagaimana paling mudah
sebelumnya. dipengaruhi
sebagaimana dan dicuci pers
Ada kecenderungan,
era sebelumnya. otaknya.
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Masih mencari-cari
senada saat menyiarkanjati diri.
senadaKetika diiming-imingi
dan memberitakan
saat menyiarkan janji,
trend mereka
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
terjebak dalamsentimen
bernafaskan kelompokagamaradikalkhususnya
bernafaskan itu. Kepolisian
sentimen sudah
soal agama berupaya
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
melakukan pencegahan
pers memberitakan aksi pers pencegahan
terorisme
memberitakan dengan
tidak semudah pendidikan
aksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
deradikalisasi bagi anak-anak
persoalan politik dan kegiatan muda
persoalan dan
sosial teroris.
politik
yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Jaringan
Sebenarnyayangaksidigerebek
terorisme dimenjadi
Bandung
Sebenarnya aksipada
pemberitaan 2010
terorisme lalu pemberita
di menjadi
media Sebenarn
diduga jaringan Abu
massa sejak jaman dahulu Omar/Umar.
massadisejak Senjata
mana-mana yang
jaman dahulu disita
termasuk adalah
di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
jenis Kruger dan pistol
Indonesia. Salah satu isu FN kaliber
Indonesia. 30.
yang diangkat Meskipun
Salah oleh sudah
satu media
isu yang tertangkap
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
tahun
saat 2010, tapi lapisan
reformasi adalah di bawah
saat Abu Omar
reformasi
terorisme yangmasih
adalah berjalan.
diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

11
1 || M
M EE DD II AA DD AA NN TT EE1RR
| OOM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 11
RR EII SSDM
M MEDIA D
keterkaitannya
Masih terlibat dengan gerakan
kelompokIslam ini dalam
garis keras
memasokdan gerakan
senjata.
fundamentalis
Sementara Abu Islam
Roban
yangyang
terkait
ditembak
dengan mati jaringan
di Kendal
global. Contoh
Jateng,
yang
terkait
paling
dengan
terasa
Santoso.
adalah Santoso
saat terjadi
aliasledakan
Abu Umarbom di adalah
Bali. tokoh
sentral Media
teroris menggambarkan
Poso. Santoso ini kasus itu amatdanvariatif
giat merekrut dan
ahli dalam
menyebutnya
membentuk mental sebagaiserta
kasus
jiwaBom Bali Dia
teroris. I danjugaBalilihai
II. dalam
―Bali
kembali diguncangpraktik
mengembangkan beberapa ledakan
pelatihan bom,sejumlah
dalam Sabtu (1/10/2005)
aksi teror,
malam.
termasuk Hingga
dalampukul
aksi penembakan
01.00 Wita. Dilaporkan
tiga anggota saatpolisi
itu sedikitnya
di BCA di
Palu,
23 25 Mei
korban 2011.
tewas Dia99pemimpin
dan 20 orang
orang lainnya terduga teroris
luka-luka‖.( Kompas, yang8
Oktober
ditangkap di sejumlah tempat dan pimpinan halaqoh Cileduk.
2005)

Demikian
Abu Roban beragamnya headline
sebelumnya terlibat berita-berita
dalam perampokan terkait
toko
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
emas di Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, beberapa massa cetak di
Ibukota
waktu yang pada tanggal
lalu dan 2 Oktober
perampokan di Bank2005. Berita
DKI. Hasil tersebut
perampokan
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
itu untuk mendanai aksi terorisme atau fa‘i. Abu Roban yang kembali
juga
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002
terkait kelompok Abu Omar. Saat ini mereka belum merancang aksi serupa
juga menewaskan
aksi teror puluhan iniwisatawan,
besar. Kelompok tersebar dimancanegara
berbagai daerah maupun
, dari
domestik yang tengah berwisata di Bali.
Jawa, NTB sampai Poso. Tetapi ada juga jaringan-jaringan baru
yang sama sekali tidak terkait dengan kelompok lama.
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
Kelompok Pepi Fernando misalnya, yang bersama 16 anggotanya
merancang bom buku dan dikirimkan ke sejumlah tokoh pada
2011. Kepolisian tengah mencari kelompok-kelompok semacam
ini. Ini merupakan kendala tersendiri karena kelompok seperti
ini sulit cukup sulit dideteksi.(Rakyat Merdeka, Senin,
13/5/2013).

Banyak juga pengamat yang mengaitkan aksi terorisme


yang terjadi di Indonesia dengan aksi terorisme global yang
dilakukan oleh kelompok teroris Al-qaeda. Menurut Muhammad
Guntur Romli ( Kompas, 26 juli 2005), pasca tragedi 11
September 2001 di New York, Amerika Serikat, aksi teror
meledak dimana-mana. Bukan Cuma di Bali, bom meledak
nyaris bersamaan
Begitu juga distasiun-stasiun
Cablanca Madrid, Riyadh
televisi Arabmenayangkan
gencar Saudi dan 7
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. lokasi
juli 2005 di London. Titik serangnya pun nyaris sama, Pada
umum,transportasi
keesokan harinya, 3dan wisata.2005, media-media massa cetak,
Oktober
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

12212| | MME ED DI AI A D DA ANN T TE ER ROOR RI SI SMME E


Sebenarnya, aksi teror yang dilakukan oleh terorisme di
Indonesia sudah terjadi sejak lama, paling tidak dimulai pada era
1962an ketika terjadi aksi percobaan pembunuhan terhadap
Presiden Ir Soekarno di Cikini. Untuk lebih lengkap bisa dilihat
dalam tabel di bawah ini.BAB I
Kebanyakan BAB I di
aksi terorisme
Indonesia tidak diikuti klaim atau pengakuan dari para pelaku
AKSI TERORISME
aksi. AKSI DITERORISME
MATA MEDIA DI MATAAKSI MED
TERO
Tabel 1.2
Aksi terorismeAksi terorisme
di mataAksi
media di Indonesia
terorisme di mata media Aksi terorisme
(1962-2012)
Aksi terorisme merupakan
Aksi bahan
terorisme
yangmerupakan
menarik untuk
bahan yang
Aksi tero
me
Tanggal Aksi terorisme Pelaku terorisme dan
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
kejadian korban
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
1962 ledakan bom terjadi di kompleks Pelakunya adalah
peristiwa aksi terorisme
Perguruan peristiwa
dalam
Cikini dalam pemberitaan
aksi terorisme
upaya mereka.
Tasrif,dalam
Saadun pemberitaan
danperistiwamereka.
aksi te
Aksi pembunuhan
dan sepak terjang Aksi
terorisme,
presiden pertamadan sepak
baik terjang
yang
Yusuf Ismail. dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok
RI, Ir Soekarno, pada 1962. Islamiyah
besar seperti
maupunJamaah
Ketiganya perantauan Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan
dari Bima, kecil qaedakelompok
Nusaseperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
Tenggara massa.
yang perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak buku bagaimana dituding tergabung
ini hendakpersoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan Indonesia
di Koran Tempo.dalam gerakan
direpresentasikan DI/TII.
di Koran Indonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu (Majalah
untuk
terorisme Tempo
dianalisis? Thn
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
II/10/1999)
satunya karena kondisi pers satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
11 Novem Aksi di Masjid Nurul Iman, Timzar tidak pernah
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebanimedia dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
ber 1976 Padang. Pelakunya adalah ditemukan sampai
ketakutan TimzarZubil,
akan pembreidelan
ketakutan akan
dan
tokoh yang disebut sekarang.pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabuaka
sebagaimanapemerintah
era sebelumnya.
sebagaimana
sebagai Ada kecenderungan,
Komando era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saatJihad.
menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan�sentimen agama bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers
20 memberitakan
maret Sekelompokaksipemuda
pers
terorisme
memberitakan
tidak semudah
melakukan aksiada
Tak terorisme
memberitakan
korban jiwatidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik
1978 dan di
peledakan kegiatan
persoalan
beberapa sosial
politik
tempat yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
di Jakarta
tengah masyarakat. dengan bom molotov,
tengah masyarakat. tengah masyara
dan membakar
Sebenarnya mobil Sebenarnya
aksi terorisme presiden
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejaktaksi untukdahulu
jaman mengganggu
massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
jalannya Sidang Umum MPR.�
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
14 April Ledakan bom di Masjid Istiqlal, Tak ada korban jiwa
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
1978 Jakarta. Sampai sekarang,

13
1 || M
M EE DD II AA DD AA NN TT EE1RR
| OOM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 13
RR EII SSDM
M MEDIA D
keterkaitannyaledakan
denganbom denganIslam
gerakan bahan garis keras dan gerakan
peledak TNT itu tetap
fundamentalis Islam yang terkait denganjadi jaringan global. Contoh
misterius.
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
28 Maret
Media Garuda Indonesia diserang
menggambarkan kasus oleh Tiga pelaku
itu amat variatifmengaku
dan
1981 teroris. Dalam perjalanan sebagai angota
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
menuju Medan setelah transit di Komando Jihad . Aksi
kembali diguncang beberapa
Palembang ledakan bom, Sabtu
dari penerbangan (1/10/2005)
ini mengakibatkan 1
malam. HinggaJakarta,
pukul pesawat
01.00 Wita. Dilaporkan
ini dibajak saat itu
oleh orang krusedikitnya
pesawat
23 korban tewas dan bersenjata
5 orang 99 orangyang lainnya luka-luka‖.(
tewas, 1 Kompas,
orang 8
Oktober 2005) mengaku sebagai angota penumpang tewas,
Komando Jihad. 3 Teroris dan 3 orang teroris
Demikian beragamnya
tersebut headline berita-berita
mengaku sebagai tewas terkait
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh
bagian dari penumpang pesawat media massa cetak di
Ibukota padaGarudatanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
Indonesia
4 Oktober
menggambarkan Terjadi serangkaian
secara dramatis ledakan Polisi yang
peristiwa teror menangkap
kembali
1984
melanda pulaubom, yaitu disetelah
Dewata BCA, Jalan
pada tahun pelakunya
2002 aksiyaitu
serupa
Pecenongan, Jakarta Barat. Muhammad
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun Jayadi,
domestik yangLima orang
tengah ditangkap
berwisata didan
Bali. anggotaGerakan
dipenjara. Yaitu Muhammad Pemuda Ka'bah (anak
Fig.1.1 Jayadi,
PelakuChairul Yunus, Tasrif
Bom Bali organisasi Partai
Tuasikal, Hasnul Arifin, dan Edi
Persatuan
Ramli. Rentetan dari kasus Pembangunan)
peledakan beberapa kantor BCA lantaran protes
ini menyeret nama tokoh Petisi terhadap peristiwa
50 seperti HM Sanusi, AM Tanjungpriok 1983.
Fatwa, dan HR Dharsono ke Jayadi anggota
penjara. Gerakan Pemuda
Ka'bah kemudian
dijatuhi hukuman
penjara 15 tahun
setelah mengaku
menjadi pelaku
peledakan.
21 Januari aksi terorisme dengan motif Candi borobudur
1985 Begitu ―jihad‖ kembali terjadi. Kali ini rusakmenayangkan
juga stasiun-stasiun televisi gencar
menimpa salah satu tempat Pelakunya adalah
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keajaiban dunia yang ada di seorang mubalig,
keesokan harinya, 3 Oktober
Yogyakarta, Candi 2005, media-media
Borobudur Huseinmassa cetak,
Ali Alhabsy
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa
yang juga bom

142 |14 M
| EMDEI DA I A
D ADNA N
T ETREORROI RS M
I S EM E
dilatarbelakangi motif
protes terhadap
Peristiwa Tanjungpriok
1983. Husein
menolak tuduhan atas
BAB I BAB I
keterlibatannya dalam
peledakan Borobudur
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO dan menuding
Mohammad Jawad,
yang tidak tertangkap,
sebagai dalangnya
Aksi terorisme di mata Aksi
media terorisme di mata media Aksi terorisme
16 Maret Terjadi ledakan bom yang Tersangka pelaku
1985 dipasang di bus Pemudi Abdulkadir Alhasby,
Aksi terorisme
Ekspress di merupakan
Banyuwangi, Aksi bahan
terorisme
Jawa yang merupakan
anggotamenarik
majelisuntukbahan yang
taklim. Aksi tero
me
diberitakan oleh
Timur.media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
media massa.
massa, Sejumlah
Kasus ini dikaitkan baik diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupun tak pernah di Indonesia
melewatkan
dengan peledakan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.
Candi dalam pemberitaan
Borobudur peristiwamereka.
aksi te
15 aprilAksi dan
AMIN sepak terjang Aksi
atau Angkatan terorisme,
dan sepak
Mujahidin baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
1999 kelompok
oleh Islam Nusantara
besar oleh pimpinan
seperti Jamaah
kelompok Edy besar
Islamiyah sepertimaupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
19 april
qaeda Ranto menjadi
, dan belakangan qaedatersangka
dilakukan
, dan olehpelaku
belakangan
kelompok dilakukan
kecil seperti qaedakelompok
oleh , dan bel
1999 peledakan
kelompok CiBiru Bandung bom di
kelompok Plaza
menarikCiBiru Hayam
perhatian
Bandungmediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Wuruk pada 15 April 1999.
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorismebagaimana buku
di persoalan
ini henda
Kelompok ini juga dituduh yang
Indonesia direpresentasikan Indonesia
di Koran
meledakkan Masjid Istiqlal 19
direpresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme
April 1999. ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untuk
Mengapa
dian
satunya
1 Agustuskarena kondisi pers
satunya Indonesia
karena
Bom meledak dari sebuah mobil di
kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
2 orang tewas dan 21 satunya
di era karena
reform
dalam
2000 era kebebasan,
yang diparkirdalam
dimedia
depan era tidak
rumah kebebasan,
lagi orang
dibebani
media
lainnyadengan
tidak
luka-dalamlagieradibeb
keb
ketakutan akan Duta Besarpembreidelan
ketakutan
Fillipina, Menteng,akan
dan pencabutan
pembreidelan
luka, termasuk SIUPP ketakutan
Dutadan pencabu aka
sebagaimana Jakarta
era sebelumnya.
sebagaimana
Pusat Ada kecenderungan,
era sebelumnya.
Besar Filipinapers
Ada tidak
sebagaimana
kecenderungan
Leonides er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan T trend
Caday. dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskan khususnyasentimen Tidak
soal ada klaim
agama
terorisme. dari
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudah pelaku
aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
27 Agustus Granat meledak
persoalan politik dan kegiatan di
persoalan kompleks
sosial
politik
yang dan Tak
terjadi ada
kegiatan korban
sosialjiwa
sehari-hari persoalan
yang
di terjadipolitik
s
2000 Kedutaan Besar Malaysia di Tidak ada klaim dari
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Kuningan, Jakarta. pelaku
Sebenarnya
13/9 2000
aksi terorisme
Ledakan mengguncang lantai
Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di
10 orang tewas, 90
menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak parkir
jaman dahulu
massa di sejak
P2 Gedung Bursa Efek mana-mana
jaman dahulu
termasuk di
orang lainnya luka-juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu
Jakarta. Indonesia.
yang diangkat Salah olehsatuluka.
media
isu 104
yangdimobil
tanah
diangkatIndonesia.
air oleh media
rusak Salah
saat reformasi adalah
saat reformasiterorisme yang adalah diduga terorisme
berat, 57 rusak ringan saat
ada reformasi
yang d

115
| |MM
EDED
I AI AD D
AAN NT ET1RE| O
RMO
R EIRSD
IM
SI M
AE ED A N T E R O R I S M E1 | 15
MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis kerasPelakudan
utama Tenfgku
gerakan
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh di
Ismuhadi ditangkap
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan sebuah
bom di bengkel
Bali. di
bilangan Jagakarsa,
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
Jakarta Selatan. Saat
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
itu Tengku Ismuhadi
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
ditangkap bersama 27
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan tersangka
saat itu sedikitnya
lainnya
2324korban tewas dan 99 ledakan
Serangkaian orang lainnya
bom padaluka-luka‖.(
merenggutKompas, 8
nyawa 16
Oktober 2005) malam Natal di beberapa kota
Desember jiwa dan melukai 96
2000 di Indonesia, lainnya serta
Demikian beragamnya headline berita-berita mengakibatkanterkait
37
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa
mobil rusak cetak di
Ibukota
22 Juli padaTerjadi
tanggal 2 bom
ledakan Oktober
di gereja2005. 5 orang
Beritatewas
tersebut
2001
menggambarkan Anna dan HKBP
secara di Kawasan
dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda pulauKalimalang, Jakarta Timur,
Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
23 Bom meledak di kawasan
juga menewaskan puluhan wisatawan, Plazamancanegara
6 orang cedera
maupun
september Atrium, Senen, Jakarta.
domestik yang tengah berwisata di Bali. 6 orang
2001 cedera
12 oktober
Fig.1.1 Ledakan
Pelaku bom di restoran KFC
Bom Bali Tak ada korban jiwa
2001 Makassar mengakibatkan kaca,
langit-langit, dan neon sign KFC
pecah. Tidak ada korban jiwa.
Sebuah bom lainnya yang
dipasang di kantor MLC Life
cabang Makassar tidak meledak.
6 Bom rakitan meledak di halaman Tak ada korban jiwa,
November Australian International School tak ada klaim pelaku
2001 (AIS), Pejaten, Jakarta
januari Granat manggis meledak di Satu orang tewas dan
2002 depan rumah makan ayam seorang lainnya luka-
Bulungan, Jakarta.. luka
Di Palu, Sulawesi Tengah,
terjadi empat ledakan bom di
Begitu berbagai gereja. Tidak ada
juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
korban jiwa.
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
12 oktober Tiga ledakan mengguncang 202 korban yang
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
2002 Bali.Saat bersamaan, di Manado mayoritas warga

162 |16 M
| EMDEI DA I A
D ADNA N
T ETREORROI RS M
I S EM E
Sulut bom rakitan juga meledak negara Australia
di kantor Konjen Filipina, tidak tewas dan 300 orang
ada korban jiwa. lainnya luka-luka

5/12 2002 Bom rakitan yang dibungkus 3 orang tewas dan 11


BAB I BAB I
wadah pelat baja meledak di luka-luka.
restoran McDonald's Makassar.
AKSI TERORISME
3 Februari AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
Bom rakitan meledak di lobi Tidak ada korban jiwa.
2003 Wisma Bhayangkari, Mabes Polri
Jakarta.
27 April
Aksi terorismeBomdimeledak
mata dii area
Aksi
media publik didi mata
terorisme 2 orang luka berat
media dan terorisme
Aksi
2003 terminal 2F, bandar udara 8 lainnya luka sedang
internasional Soekarno-Hatta, dan ringan.
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme
yangmerupakan
menarik untuk
bahan yang
Aksi tero
me
Cengkareng, Jakarta
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri
5 Agustus
maupun di
luar
Bom menghancurkan
Indonesia
negeri maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan
Sebanyak 11 orang
luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa
2003 aksisebagian
terorisme peristiwa
dalam
Hotel pemberitaan
aksi diterorisme
JW Marriott mereka.dalam pemberitaan
meninggal, dan 152 peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak
Jakarta. terjang Aksi
terorisme,
dan sepak
baik terjang
yang
orang lainnya dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyahseperti
maupunJamaah
mengalami luka-luka. Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda , dan belakangan
10 Januari Bom meledak qaeda
dilakukan
, dan oleh
di Palopo belakangan
kelompok
Empat dilakukan
kecil tewas
orang qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
kelompok
2004 CiBiru Bandung
Sulawesi. kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku
1 april ini hendak menguak
Tim penyelidikbukudaribagaimana
ini hendak
Polda Metropersoalan
menguakterorismebagaimana buku
di persoalan
ini henda
2004
Indonesia Jaya menemukan
direpresentasikan di8 Koran
Indonesia bomdirepresentasikan
kapsul
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
dari rumah tersangka
Mengapa isu terorisme ini bom
Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
satunya karena Cimanggis,
kondisi Syarif
pers
satunyaHidayat,
Indonesia
karenadi dikondisi
era reformasi
pers Indonesia berada
satunya
di erakarena
reform
Cimanggis, Depok,
dalam era kebebasan, dalam
media Jawa Barat.
eratidak
kebebasan,
lagi dibebanimedia dengantidak
dalamlagieradibeb
keb
Ke-8 bom kapsul itu merupakan
ketakutan akan pembreidelan ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
hasil pelatihan perakitan bom
sebagaimana yang era dilakukan
sebelumnya.
sebagaimana Ada kecenderungan,
oleh kelompok era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat Oman menyiarkan
Rahmansenada
dan
cs. memberitakan
saat menyiarkan trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan
9 sentimen agama
bernafaskankhususnya
Ledakan bom terjadi di depan sentimen soal agama
terorisme.khususnya
5 orang tewas dan Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan
september Kedutaan aksi pers
terorisme
Besar memberitakan
Australiatidak
di semudahaksi terorisme
ratusan memberitakan
lainnya tidak
perssemudah
luka- memberitak m
persoalan
2004 politik dan
Jakarta kegiatan
persoalan sosial
politik
yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosial
luka. Ledakan juga persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. mengakibatkan tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme
kerusakan di menjadi
media pemberita
beberapa Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak jaman gedung
mana-mana dahulu
termasuk didi
sekitarnya
juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh seperti
satu media
isu yangMenara
di tanah Plaza
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang 89, Menara
adalah didugaGrasia,
terorisme
saat
ada reformasi
yang d

117
| |MM
EDED
I AI AD D
AAN NT ET1RE| O
RMO
R EIRSD
IM
SI M
AE ED A N T E R O R I S M E1 | 17
MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis keras dan Gedung BNI
dan gerakan
21 Maret Dua Bom meledak di Ambon
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
2005paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
yang
28 meiMedia Bom meledak di Tentena
menggambarkan 22 orang
kasus itu amat tewas dan
variatif
2005
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
8 juni 2005 Bom meledak di halaman rumah Tak ada korban jiwa
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
Ahli Dewan Pemutus Kebijakan
malam. HinggaMajelis
pukulMujahidin
01.00 Wita. Dilaporkan
Indonesia Abu saat itu sedikitnya
23 korban tewasJibril alias M Iqbal di Pamulangluka-luka‖.( Kompas, 8
dan 99 orang lainnya
Oktober 2005) Barat..

Demikian
1 oktober kembali meledakheadline
Bom beragamnya di Bali. berita-berita terkait
Sekurang-kurangnya
ledakan
2005 bom yang disiarkan nyaris seluruh
yang terjadi di RAJA's Bar dan media massa cetak
22 orang tewas dan di
Ibukota padaRestaurant,
tanggal Kuta
2 Square,
Oktoberdaerah2005. 102Berita
lainnyatersebut
luka-luka
menggambarkan secara
Pantai dramatis
Kuta dan peristiwa
di Nyoman Café teror
akibatyang kembali
ledakan
melanda pulauJimbaran.
Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun
31
domestik yangBom meledak
tengah di sebuah
berwisata pasar
di Bali. yang menewaskan 8
Desember di Palu, Sulawesi Tengah . orang dan melukai
2005 Fig.1.1 Pelaku Bom Bali sedikitnya 45 orang
17 Juli ledakan dahsyat terjadi di Hotel Peristiwa tersebut
2009 JW Marriott dan Ritz Carlton menewaskan 9 orang
Jakarta. Ledakan terjadi hampir korban dan melukai
bersamaan, sekitar pukul 07.50 lebih dari 50 orang
WIB lainnya, baik warga
Indonesia maupun
warga asing. Selain
dua bom rakitan
berdaya ledak rendah
yang meledak
tersebut, sebuah bom
serupa yang tidak
meledak ditemukan di
kamar 1808 Hotel JW
Marriott
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar yang
menayangkan
ditempati
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. sejakPada
dua
hari sebelumnya oleh
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
tamu hotel yang
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
diduga sebagai pelaku

182 |18 M
| EMDEI DA I A
D ADNA N
T ETREORROI RS M
I S EM E
pengeboman,
Dari peristiwa itu
diketahui, ternyata
bahan bakunya bukan
hanya dari sisa bom
BAB I BAB I
tahun 2000, melainkan
juga datang dari luar
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO negeri (Filipina
Selatan) yang masuk
Indonesia secara
ilegal. Menurut
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media
Kabareskrim Komjen
Aksi terorisme
Erwin Mappaseng,
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyang merupakan
menarik
informasi untuk
bahan yang
itu diperoleh Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh mediamedia
darimassa.
massa,Sejumlah
pemeriksaan baik
diberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan
terhadap Amran bin luartak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.
Masyurdalamaliaspemberitaan
Andiperistiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepak Syahputra,
baik terjang salah
yang dilakukan satu baik
terorisme, Aksi danyan
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok tersangka
Islamiyah seperti bom
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan Marriott
kelompok yang seperti
dilakukan
kecil qaedakelompok
oleh , dan bel
ditangkap di Solo pada
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandungmediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Kamis 26 Februari
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguak
2004.
terorisme
bagaimana bukudi persoalan
ini henda
Indonesia
18 direpresentasikan
PerampokanIndonesia
bank diCIMB
Koran
direpresentasikan
Tempo. Ridwan alias
niaga di Koran Indonesia
Ismail Tempo. direpr
AGUSTUS Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
yang ditangkap ini menarik
Salah untuk
Mengapadian
satunya
2010 karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
era reformasi
pers
Densus 88 di Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi Kabupaten
dibebani
media dengan
Siak,tidak
dalamlagieradibeb
Riau, keb
ketakutan akan pembreidelanketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan
Kamis (22/8/2013), SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya.sebagaimana Ada kecenderungan,adalah otak
era sebelumnya. aksi
pers
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan perampokan
trend di
dankekerasanBank
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskankhususnya
sentimen CIMB
soal Niaga khususnya
agama
terorisme. Medan,Bagi
bernafaskan
soal terosen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudah Sumatera
aksi terorismeUtara,tidak
memberitakan pada
perssemudah
memberitak m
18 Agustus 2010.
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang danterjadi
kegiatansehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadi politik
s
15 April Ledakan bom bunuh diri Pelaku bom bunuh diri
tengah
2011
masyarakat. tengah masyarakat. tewas, 25 luka- tengah masyara
di Masjid Mapolresta Cirebon
Sebenarnya aksi terorisme
saat Shalat Jumat Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi
lukaterorisme
Ahmad di menjadi
media pemberita
Yosefa Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman Hayat dahulu
termasuk di juga
mana-mana
adalah orang massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah olehsatuyang
media
isu mengantarkan
yang
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah
pelaku bom diduga terorisme
bunuh saat
ada
diri reformasi
yang d

119
| |MM
EDED
I AI AD D
AAN NT ET1RE| O
RMO
R EIRSD
IM
SI M
AE ED A N T E R O R I S M E1 | 19
MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis kerasCirebon yaitu
dan M.Syarif
gerakan
, ke Mesjid Adz
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh Zikro
di
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
lingkungan Mapolresta
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
Cirebon. Setelah
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
peristiwa bom bunuh
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
diri Cirebon tersebut,
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan Ahmad
saat itumasuk
sedikitnya
dalam
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
Daftar Pencarian
Oktober 2005) Orang (DPO) Polri
22 April Penemuan bom dan Berhasil digagalkan
2011 Demikian beragamnya
pengungkapan headline
rencana bom berita-berita
Polisi menangkapterkait
Pepi
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa
yang menargetkan Gereja Christ Fernando , dia cetak di
Ibukota padaCathedral
tanggalSerpong,
2 Oktober
Tangerang2005. akhirnya
Berita divonis
tersebut
di
menggambarkan Selatan, Banten
secara dan diletakkan
dramatis Pengadilan
peristiwa teror yang Negeri
kembali
melanda pulaudi Dewata
jalur pipa setelah
gas, namun
pada tahun Jakarta
berhasil Barat,serupa
2002 aksi Senin
digagalkan pihak Kepolisian RI
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun(5/3/2011). Majelis
Hakim menjatuhkan
domestik yang tengah berwisata di Bali.
vonis 18 tahun penjara
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali kepada Pepi Fernando
karena terbukti tindak
pidana
terorisme.(Antarafoto)
25 Ledakan bom bunuh diri di GBIS Peristiwa ini
September Kepunton, Solo, Jawa mengakibatkan 28
2011 Tengah usai kebaktian dan orang terluka dan
jemaat keluar dari gereja. seorang tewas yang
diidentifikasi sebagai
pelaku bom bunuh diri.
Pelaku pemboman
tersebut diidentifikasi
sebagai Ahmad Yosefa
Hayat alias Ahmad Abu
Daud
19 Agustus
Begitu Granat meledak di Pospam
juga stasiun-stasiun Tak ada
televisi gencar korban jiwa
menayangkan
2012 Gladak, Solo, Jawa Tengah. diduga dilakukan oleh
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
Ledakan ini mengakibatkan Firman
keesokan harinya, 3 Oktober
kerusakan kursi di 2005,
Pospammedia-media
Firmanmassa cetak,
ditangkap di
baik nasional maupun
Gladak. lokal, masih menempatkan peristiwa bom
Jalan Raya Kalimulya,

202 |20 M
| EMDEI DA I A
D ADNA N
T ETREORROI RS M
I S EM E
Perumahan Anyelir 2
Blok F2, Depok

Sumber-sumber :
http://www.tempo.co.id/hg/timeline/2004/04/17/tml,20040417-
BAB I BAB I
01,id.html
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
Dari berbagai aksi terorisme, polisi menyimpulkan adanya
keterlibatan kelompok Islam garis keras bermain di sana.
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
Dugaan keterlibatan Jemaah Islamiyah (JI) dalam sejumlah aksi
terorisme di Indonesia terbukti, paling tidak secara hukum
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
dengan keluarnya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 21
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
April 2008, atas Zarkasih, Amir (pemimpin) JI. Putusan itu bukan
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
hanya menyatakan bahwa Zarkasih melakukan tindak pidana
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
terorisme, dengan hukuman 15 tahun penjara, melainkan juga
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
menetapkan JI sebagai korporasi pelaku teror dan karenanya
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
terlarang. Putusan itu telah berkekuatan hukum tetap karena
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
terdakwa menerima (Gatra, 28 Agustus 2008).
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Bisa dikatakan, di tengah suasana aksi terorisme
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
sesungguhnya media berada di tengah realitas sosial yang sarat
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
dengan kepentingan, konflik, dan fakta yang kompleks dan
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
beragam. Realitas adalah hasil dari ciptaan manusia kreatif
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sekelilingnya.
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
Dunia sosial itu dimaksud sebagaimana yang disebut oleh
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
George Simmel, bahwa realitas dunia sosial itu berdiri sendiri di
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
luar individu, yang menurut kesannya bahwa realitas itu ―ada‖
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
dalam diri sendiri dan hukum yang menguasainya. (Bungin,
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
2008:12).
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
Realitas atau kenyataan sosial (social reality) adalah
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
realitas sosial suatu masyarakat yang sedang melaksanakan
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
berbagai penyesuaian modernitas.Dalam penyiapan materi
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
konstruksi, media massa kadang memposisikan diri pada tiga hal
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
antara lain, keberpihakan media massa kepada kapitalisme.
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
Media massa digunakan oleh kekuatan-kekuatan kapital untuk

21
1 | M E D I A D A N T E1R| OM
R EI SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 21
MEDIA D
keterkaitannya
menjadikan media dengan massa
gerakan Islam
sebagaigarismesin
keras danuang gerakan
dan
fundamentalis
pelipatgandaanIslam modalyanglewat
terkait penyajian-penyajian
dengan jaringan global. beritanya.
Contoh
yang
Posisipaling
keduaterasa
adalah
adalahadanya
saat terjadi
keberpihakan
ledakan bomsemu di Bali.kepada
Media Media
masyarakat. menggambarkan
massa seolahkasus itu pada
berpihak amat rakyat
variatifdalam
dan
menyebutnya
bentuk simpati, sebagai
empatikasus dan Bom Bali I dan
berbagai Bali II. kepada
partisipasi ―Bali
kembali
masyarakat,diguncang
tapi beberapa ledakan bom,
ujung-ujungnya ―menjualSabtu berita‖
(1/10/2005)dan
malam.
menaikkan Hingga
ratingpukul
untuk 01.00
kepentingan
Wita. Dilaporkan
kapitalis saat
atau itu
pihak
sedikitnya
pemilik
modal.
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
OktoberKeberpihakan
2005) kepada kepentingan umum adalah posisi
media yang terakhir . Bentuk keberpihakan ini merupakan arti
Demikian
sesungguhnya beragamnya
yaitu headline
visi setiap media berita-berita
massa, terkait
meski akhir-akhir
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
ini visi tersebut tidak pernah menunjukkan jati dirinya, namun massa cetak di
Ibukota pada tentang
slogan-slogan tanggal visi 2 Oktober
ini tetap2005. Berita (Bungin,
terdengar. tersebut
menggambarkan
2008:196-197) secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
Aksi terorisme
juga menewaskan ini menjadi
puluhan salah satu
wisatawan, menu penting
mancanegara maupundari
media massa
domestik dan dijadikan
yang tengah berwisata headline
di Bali. pemberitaan mereka.
Persoalannya adalah bagaimana media menggambarkan hal
tersebut?Fig.1.1
ApakahPelakupara
Bom wartawan
Bali menyampaikan beritanya
secara objektif? Atau di lain pihak apakah teroris sungguh
memanfaatkan media untuk menyampaikan ‗pesannya‘? Hal ini
menjadi menarik karena ada perbedaan gaya komunikasi yang
dilakukan oleh teroris di Indonesia dan teroris di luar Indonesia.
Persoalannya adalah bagaimana realitas itu dikonstruksikan oleh
media massa.
Terkait dengan praktik konstruksi realitas, berita
dipandang bukanlah sesuatu yang netral dan menjadi ruang
publik dari berbagai pandangan yang berseberangan dalam
masyarakat. Sebaliknya media adalah ruang di mana kelompok
dominan menyebarkan pengaruhnya dengan meminggirkan
kelompok lain yang tidak dominan berita adalah suatu konstruksi
realitas.
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
peristiwaBerita
demiatauperistiwa
tulisanseputar aksi teror konstruksi
dalam pandangan tersebut. sosial
Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media
bukan merupakan fakta yang riil. Berita termasuk berita seputar massa cetak,
baik nasional
aksi Islam maupun
garis lokal,
keras dan masih
aksi menempatkan
terorisme peristiwa
adalah produk bom
interaksi

2 | | MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI IS SMMEE


2222
wartawan dengan fakta. Realitas sosial tidak begitu saja menjadi
berita tetapi melalui proses. Di antaranya proses internalisasi di
kalangan internal dan proses menggambarkan aksi terorisme
yang ia amati, dalam hal ini saat melihat fakta langsung diserap
dalam kesadarannya. Kemudian BAB I proses selanjutnya BABadalah
I
proses eksternalisasi.Dalam proses ini wartawan menceburkan
AKSI
diri dalamTERORISME AKSI
memaknai realitas. DI TERORISME
MATA
Wartawan saatMEDIA
membuatDI berita
MATA
AKSI MED TERO
soal terorisme kemudian memaknainya sebagai sebuah berita.
Hasil dari berita adalah produk dari proses interaksi dan
dialektika ini. Paling tidak dalam konsep Berger (1996:33-50)
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
konstruksi realitas terbentuk bukan hanya dari bagaimana cara
wartawan memandang realitas tapi bagaimana juga kehidupan
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
politik tempat media itu berada. Sistem politik yang diterapkan
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
sebuah negara ikut menentukan mekanisme kerja media massa
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
negara itu mempengaruhi cara media massa tersebut
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaanperistiwamereka.
aksi te
mengkonstruksi realitas.
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
Terkait soal itu, Ibnu Hamad (2008:10) mengatakan
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyahseperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
bahwa karena sifat dan faktanya tugas redaksional media massa
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan
kecil sepertiqaedakelompok
oleh , dan bel
adalah menceritakan peristiwa-peristiwa, maka tidak berlebihan
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
bahwa seluruh isi media adalah realitas yang telah
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
dikonstruksikan. Wajar saja kemudian pembangunan konstruksi
Indonesia direpresentasikanIndonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
realitas pada masing-masing media berbeda, walaupun realitas
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
faktanya sama. Bagaimana cara mengonstruksikan realitas fakta
satunya karena kondisi perssatunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesiaberada
satunya
di erakarena
reform
ini tergantung pada kebijakan redaksional yang dilandasi pada
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengantidak
dalamlagieradibeb
keb
politik media itu.
ketakutan akan pembreidelanketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
Di kesempatan
sebagaimana lain,
era sebelumnya. dalam
sebagaimanaAda sebuah artikel yangpers
kecenderungan,
era sebelumnya. bertajuk
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Media,
senada saatTerorisme,
menyiarkan dan dan Islam
senada memberitakan
saat menyiarkan trend
Dr. Tjipta dankekerasan
memberitakan
Lesmana senada saat trend
m
mengatakan
bernafaskan bahwa media
sentimen mempunyai
agama
bernafaskan
khususnya kepentingan
sentimensoal agama bisnis,
terorisme. yaitu
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
bagaimana
pers memberitakan
mendapataksikeuntungan
pers
terorisme
memberitakan
tidak
darisemudah
berita
aksi terorisme
yang
memberitakan
dilansir.
tidak
perssemudah
memberitak m
Bagaimana
persoalan politik
caranyadanmenyiasati
kegiatan
persoalan sosial
agar
politik
kepentingan
yangdanterjadi
kegiatan
bisnis
sehari-hari
sosial
media
persoalan
yang
di terjadipolitik
s
tercapai,
tengah masyarakat.
tapi tidak melupakan
tengah masyarakat.
tanggung jawab media untuk tengah masyara
memberikan
Sebenarnya
informasi
aksi terorisme
yangSebenarnya
menjadi
sebenar-benarnya
pemberitaan
aksi terorisme dikepada
menjadi
media pemberita
Sebenarn
masyarakat
massa sejaksertajamanmembuat
massadimasyarakat
dahulu sejak jamandihantui
mana-mana dahulu
termasuk ketakutan
di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
ketika
Indonesia.
memberitakan
Salah satuaksi-aksi
isu
Indonesia.
yangterorisme?
diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

23
1 || M
MEEDDIIAA DDAANN TT EE1R|ROOM
RREIISD
SMI AEE D A N T E R O R I S M E1 | 23
M MEDIA D
―Para reporter
keterkaitannya dengandapat diberdayakan
gerakan Islam garis olehkeras
aparat
dankeamanan
gerakan
untuk menanggulangi masalah terorisme. Ketika
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh seorang
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali. jangan
reporter mengetahui ada orang yang mencurigakan,
langsungmenggambarkan
Media diekspos, tapi dilaporkan
kasus kepada
itu amataparatvariatif
kemananan.
dan
Ini adalah salah satu contoh tanggung jawab sosial pers.
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
Memang sekarang ada kecenderungan media ingin cepat-cepat
kembalimemberitakannya
diguncang beberapa dan ledakan bom, Sabtu
menjadikannya head (1/10/2005)
line untuk
malam. meningkatkan
Hingga pukuljumlah01.00 oplah
Wita. mereka.
Dilaporkan saat itu orang
Akibatnya, sedikitnya
yang
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.(
dicurigai tahu bahwa keberadaannya sudah ―diendus‖ oleh Kompas, 8
Oktobermasyarakat.
2005) Orang tersebut tentulah akan kabur dan aparat
keamanan tidak bisa menangkapnya. Jadi kepentingan bisnis
Demikian beragamnya
hendaklah berada headline
satu tingkat di bawahberita-berita
kepentingan terkait
dan
ledakankeamanan
bom yang nasional.‖
disiarkan nyaris seluruh media massa
(Lesmana dalam wawancara RRI cetak di
Ibukota(24/8/2005)
pada tanggal
. 2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melandaMenurut
pulau Dewata setelah pada
Tjipta Lesmana, media tahun 2002hati-hati
dituntut aksi serupa
dan
juga
tidak menewaskan
sembarangan puluhan
ketikawisatawan,
menyiarkan mancanegara
sebuah maupunberita.
domestik
―Mengekspos yang secara
tengah berwisata di Bali.aksi-aksi terorisme tidak
besar-besaran
bagus, karena secara tidak langsung media mengiklankan para
teroris. Fig.1.1
Dalam halPelaku
ini Bom
pers, Bali
menurut Lesmana, mutlak menjalin
kerja sama dengan aparat keamanan atau kebalikannya, aparat
keamanan harus merangkul media untuk bekerja sama dalam
menanggulangi terorisme. Dalam ilmu komunikasi, terutama
komunikasi propaganda dan perang urat saraf, diajarkan bahwa
pers bisa menjadi teman yang sangat penting dalam hal ini. Pers
mempunyai banyak reporter yang bisa dikatakan tersebar di
seluruh daerah. Reporter ini secara tidak langsung memainkan
peran intelijen.‖ (Lesmana, wawancara RRI (24/8/2005).

Lalu apa ada kaitan antara media dan terorisme?


Kelompok terorisme internasional, sebagaimana dikatakan
Walter Enders dari University of Alabama dan Tod Sanddler
dari University of Southern California dalam buku The Political
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
Economy of Terrorism (2006:36-37) memanfaatkan media
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
dengan segala teknologinya. Dia mengatakan:
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

24224| | MME EDDI A


I A DDAANN T TE ERROORRI SI SMME E
―Periods of globalization have been associated with increased
international terrorism. The first wave of globalization in the
1880s and beyond coincided with the emergence of the
anarchists, who emigrated from Russia to Europe and then to
North America . The anarchists assassinated political leaders,
BAB I BAB I
planted bombs, and engaged in sabotage in order to foment
revolution. Their terrorist acts coincided with advances in
AKSI TERORISME
global communicationsAKSI DIexample,
(for TERORISME
MATA the MEDIA
telegraphDI and MATA
AKSI MED
daily TERO
newspapers) and transportation (for example, faster and larger
ocean liners). The second wave of globalization in the latter
third of the twentieth century also coincided with an era of
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
increased terrorism.( "Periode globalisasi telah dikaitkan
dengan peningkatan terorisme internasional. Gelombang
Aksi terorisme
pertama merupakan
globalisasi padaAksi bahan
terorisme
tahun yangmerupakan
1880 menarik
dan untuk
bahan yang
seterusnya Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
media massa.
massa,
bertepatan dengan munculnya anarkis, yang beremigrasi dari Sejumlah
baik
diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri maupun
tak pernah
Rusia ke Eropa dan Amerika Utara. Anarkis membunuh di Indonesia
melewatkanluar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorisme
pemimpin politik, peristiwa
dalam pemberitaan
‗penanaman‘ aksi bom
terorisme
mereka.
dan dalam
terlibatpemberitaan
peristiwamereka.
dalam aksi te
sabotase
Aksi danuntuk
sepakmenggerakkan
terjang Aksi revolusi.
terorisme,
dan sepakAksi terorisme
baik terjang mereka
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
bertepatan besar
oleh kelompok denganseperti
kemajuan
oleh dalam besar
Jamaah
kelompok komunikasi
Islamiyah internasional
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda,(misalnya, koran, qaeda
dan belakangan telegraf)
, dan dan
dilakukan oleh transportasi
belakangan
kelompok (misalnya,
dilakukan
kecil qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
munculnya kapal
kelompok CiBiru Bandung laut lebih
kelompok cepat
menarikCiBiru dan lebih
perhatian
Bandungbesar). Gelombang
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
kedua globalisasi dalam ketiga terakhir abad kedua puluh juga
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimanabuku
di persoalan
ini henda
bertepatan dengan era meningkatnya aksi terorisme. "
Indonesia direpresentasikan
(Enders,2006:36) Indonesia
di Koran
direpresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunya
Indonesia
karena di
kondisi
era
Dia mengatakan, dengan adanya inovasi di berbagai reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan,
bidang termasuk dalam
media
juga teknologi eratidak
kebebasan,
komunikasi lagi
dandibebanimedia
inovasi dengan
tidak
dibidangdalamlagieradibeb
keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan
dan pencabutan
pembreidelan
transportasi seperti satelit komunikasi, internet, ‗high speed ‗ SIUPP
ketakutan
dan pencabuaka
sebagaimana
periklanan dalam erabiro
sebelumnya.
sebagaimana
perjalanan Ada
udarakecenderungan,
era sebelumnya.
diasosiasikan pers
Adatidak
dengan sebagaimana
kecenderungan
era er
senada
baru. saat menyiarkan
Selama dua dekade, senada
dan memberitakan
saat secara
internet menyiarkan trend
intensifdan memberitakan
kekerasan
digunakan senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnya
sentimen soal
oleh teroris untuk menyebarkan propaganda ( Enders, 2006:36) agama
terorisme.
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudah aksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan
Walter mengatakan: kegiatan
persoalansosial
politik
yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah―Over
masyarakat. tengah masyarakat.
the last two decades, the internet has been increasingly tengah masyara
Sebenarnya aksi terorismeSebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme
used by terrorists to disseminate propaganda, spread terror di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa (for
sejak jaman dahulu
massa di sejak
mana-mana
jaman dahulu
termasuk
example, the beheading of Nicholas Berg was posted on di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu
the internet on isu
12Indonesia.
yang 2004),
May diangkat
Salah oleh
satu media
coordinate isuactivities,
yang
di tanah
diangkat
Indonesia.
make air oleh media
Salah
saat demands,
reformasi and sendadalahwarnings,‖
saat "Selama dua
reformasi
terorisme yang
adalahdekade
didugaterakhir,
terorisme
saat
ada reformasi
yang d

25
1 || M N TT EE1RR| O
M EE DD II AA DD AA N OM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 25
RR EII SSDM
M MEDIA D
Internet dengan
keterkaitannya telah semakin digunakan
gerakan Islam garis oleh
keras teroris untuk
dan gerakan
menyebarkan propaganda, teror (misalnya, pemenggalan
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
Nicholas
yang paling Berg
terasa dipublikasikan
adalah di internet
saat terjadi ledakanpada
bomtanggal
di Bali. 12 Mei
Media menggambarkan kasus itu amat dan
2004), koordinasi kegiatan, pembuatan tuntutan mengirim
variatif dan
peringatan, " (2006:36).
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
Teroris juga memanfaatkan internet untuk meretas
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
informasi intelijen- sebagai contoh sebuah computer milik Al-
Oktober 2005)
Qaida ditemukan di sebuah gua di Afghanistan berisi hasil
download data dari US
laporan beragamnya
Demikian Generalberita-berita
headline Accounting terkait
Office
mengenai
ledakan kelemahan
bom infrastruktur
yang disiarkan di Amerika.
nyaris seluruh mediaMenurut Walter,
massa cetak di
antara kelompok teroris dan media menunjukkan
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut suatu
hubungan yang simbiotik.
menggambarkan Untuk menciptakan
secara dramatis satu yang
peristiwa teror atmosfer dari
kembali
ketakutan,pulau
melanda teroris-teroris memerlukan
Dewata setelah pada media
tahun untuk menyampai
2002 aksi serupa
seruan dan tuntutan mereka agar pesan
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun tersebut bisa
menjangkau hampir setiap sudut
domestik yang tengah berwisata di Bali. dunia dengan segera. Sebagai
contoh aksi teroris di Olimpiade Munich pada 5 September 1972
Fig.1.1
dan aksi Pelaku Bom
perusakan Bali pusat Perdagangan dunia pada
simbol
9/11 merupakan sarana penting untuk menyampaikan tuntutan
yang memancar di seluruh dunia.

Teroris-teroris memanfaatkan semua wujud dari media


untuk mendapatkan dukungan anggota baru dan simpatisan
secara lebih luas. Tetapi situasinya amat berbeda dengan di
Indonesia. Nyaris tak pernah muncul tuntutan secara resmi dari
para pelaku teror lewat media, seolah para pelaku teror tidak
menginginkan aksinya disebarluaskan oleh media.

Lalu bagaimana di Indonesia? Apakah kondisi ini sama


dengan di luar negeri? Itulah yang menjadi alasan utama
penelitian ini yang mencoba mengaitkan antara media dengan
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok Islam garis
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keras.Pemanfaatan media untuk kepentingan propaganda dan
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
penyampaian pesan oleh pelaku aksi teror biasanya terjadi di
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
sejumlah belahan dunia. Tetapi, kondisi ini berbeda dengan di

26| | MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI IS SMMEE


262
Indonesia. Nyaris media memiliki garis yang tegas berada di luar
wilayah konflik antara pelaku teroris dan pemerintah dalam hal
ini pihak kepolisian dan Densus 88. Sejumlah media di
Indonesia mengalami kebingungan saat merangkai dan
melakukan framing pemberitaan BAB I
seputar BAB
aksi terorisme. I sisi
Dari
akademis, disinilah pentingnya penelitian ini , bisa diduga media
AKSIakan
massa TERORISME
mengalami AKSI DITERORISME
MATA
pertarungan di ruangMEDIA DI MATA
redaksi AKSI MED
saat TERO
mengkonstruksi dan merepresentasikan realitas terorisme
apalagi bila dikaitkan ideologi yang dimiliki oleh media dan
pengaruh faktor-faktor lainnya.
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
Lalu
Aksi Bagaimana media massa,
terorisme merupakan khususnya
Aksi bahan
terorisme Koran Tempo
yangmerupakan
menarik untuk
bahan yang
Aksi tero
me
memberitakan
diberitakan olehisumedia
Islamdiberitakan
garis keras
massa. Sejumlahdanmedia
oleh aksi terorisme
media massa. yang
massa,Sejumlah
baik
diberitakan
di mediaolehma
berlandaskan
luar negeri sentimen
maupun agama
di khususnya
luarIndonesia
negeri takgerakan
maupun di terorisme?
pernah Indonesia
melewatkan
luar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.
dalam pemberitaan peristiwamereka.
aksi te
Bagaimana
Aksi dan sepakprosesterjang Aksi media
terorisme,
dan sepak dapatterjang
baik yangdigunakan
dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
merepresentasikan
oleh kelompok besar siapaseperti
saja kelompok
oleh yang
Jamaahterlibat, ideologi
Islamiyah
besar seperti apa yang
Jamaah
maupun Al- Islamiyah
oleh kelompok
muncul
qaeda, dalam pengemasan
dan belakangan berita
qaeda
dilakukan
, danseputar
oleh teorisme?
belakangan
kelompok Bagaimana
dilakukan
kecil qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
representasi,
kelompok CiBirumisBandung
representasi
kelompok
menarik dalam
CiBiru teks
perhatian
Bandung pemberitaan
media menarik soal
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
terorisme
buku inidihendak
media Koran
menguakTempo.
buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorismebagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Bagaimana
Mengapa isu praktik media
terorisme ini Koran isu
Mengapa
menarik Tempo
untuk dalam
terorisme ini proses
dianalisis? menarik
Salah untuk Mengapa
dian
pemberitaan
satunya karenaterorisme
kondisi yang
pers
satunya bernafaskan
Indonesia
karena di ideologi
kondisi
era persIslam
reformasi garis
Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
keras.
dalam Dierasisikebebasan,
yang lain dalambagaimana
media eratidak media
kebebasan, Koran
lagi dibebani media Tempo
dengan
tidak
dalamlagieradibebkeb
menggunakan sembilan
ketakutan akan pembreidelan elemen dasar
ketakutan akan jurnalisme
dan pencabutan dan
pembreidelan advocacy
SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
Journalism
sebagaimanauntukeramerepresentasikan
sebelumnya.
sebagaimana Ada aksi
eraterorisme
kecenderungan,
sebelumnya. di Indonesia.
pers
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Bagaimana konteks
senada saat menyiarkansosial politik
senada dibalik
dan memberitakanpemberitaan
saat menyiarkan trend terorisme
dankekerasan di
memberitakan
senada saat trend
m
Indonesia?
bernafaskanKhususnya
sentimendi agama
Koran Tempo
bernafaskan edisi tahun
khususnya
sentimen 2010? khususnya
soal agama
terorisme. Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudah aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
Bukupolitik
persoalan ini danberasal dari sosial
kegiatan
persoalan disertasi
politik
yang danyang
terjadi menggunakan
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadi politik
s
metode analisis
tengah masyarakat.wacana yang menyoroti
tengah masyarakat. soal bagaimana media
tengah masyara
merepresentasikan
Sebenarnyaideologi media
aksi terorisme di balik pemberitaan
Sebenarnya
menjadi aksiterorisme
aksi terorisme dan
di menjadi
media pemberita
Sebenarn
fenomena
massa sejakIslam garis dahulu
jaman keras
massa didisejak
media.
mana-manaPenelitian
jaman dahulu ini di
termasuk bertujuan
juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
juga untuk mengkaji
Indonesia. Salah satu isu bagaimana
Indonesia. media
yang diangkat massa
Salah oleh mengusung
satu media
isu yang di tanah aksi
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
terorisme yang berlandaskan
saat reformasi adalah sentimen agama
saat reformasi
terorisme yang khususnya
adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

27
1 || M
M EE D
D II AA D N TT EE1RR| O
D AA N OM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 27
RR EII SSDM
M MEDIA D
gerakan
keterkaitannya terorisme
dengan gerakan
di tanah
Islam airgaris dalam
keras danperspektif
gerakan
konstruktivisme.Studi
fundamentalis Islam yang ini akan
terkait
mengkaji
denganpraktik
jaringan sosial
global.
khususnya
Contoh
representasi
yang paling terasa
peristiwa
adalahyang
saatdiyakini
terjadi oleh
ledakan awakbom media
di Bali.sebagai
Media menggambarkan
suatu kebenaran. Di sisi yang lain kasus
prosesitu ekonomi
amat variatif
sosial dan
menyebutnya
politik sebagai
pemberitaan kasus menjadi
terorisme Bom Bali halI yang
dan penting
Bali II. dalam
―Bali
kembali
studi ini. diguncang beberapa ledakan bom,
Proses pengemasan,pemolesan dan Sabtu (1/10/2005)
penafsiran kembali
atas
malam. realitas
Hinggayang
pukuldisesuaikan
01.00 Wita.dengan
Dilaporkan kebijakan
saat ituredaksional
sedikitnya
menjadi
23 korban haltewas
signifikan
dan dalam
99 orangpenelitian
lainnyaini.luka-luka‖.( Kompas, 8
Oktober 2005)
Penelitian ini merupakan peneltian yang menggunakan
analisis Demikian yang melihatheadline
wacana beragamnya bagaimana isu terorisme
berita-berita terkait
direpresentasikan
ledakan bom yang lewat perspektif
disiarkan konstruktivisme
nyaris seluruh media massa . Penelitian
cetak di
ini diharapkan
Ibukota pada bisatanggalmenjelaskan
2 Oktober soal 2005.isi media massa
Berita yang
tersebut
merupakan
menggambarkan hasil secara
pertarungan wacana
dramatis dari teror
peristiwa wartawan/redaktur
yang kembali
dengan
melandapihak pulaulain yang ada
Dewata di media
setelah padaseperti
tahunpara 2002pemimpin dan
aksi serupa
pemilik media serta puluhan
juga menewaskan ekstra media yang terkait
wisatawan, langsung maupun
mancanegara dengan
pemberitaan
domestik yang soal terorisme
tengah di media-media
berwisata di Bali. yang diteliti.

Secara teoritisBom
Fig.1.1 Pelaku dan
Baliakademis, penelitian ini akan
menyumbang pemahaman dan penjelasan baru seputar
representasi pemberitaan aksi terorisme oleh para pelaku
jurnalisme dan bagaimana penggambaran ketimpangan
informasi terkait dengan keterbatasan akses wartawan terhadap
kelompok-kelompok teroris.

Dikarenakan isu yang diangkat soal terorisme dan


gerakan Islam garis keras merupakan isu yang sangat sensitif
maka ada kesulitan saat mencari data pendukung dari sisi
pelaku terorisme dan kelompok Islam garis keras.

Penelitian ini adalah penelitian teks media sehingga lebih


melihat pemberitaan yang muncul dalam teks sehingga tidak
memerlukan
Begitu wawancara dengan televisi
juga stasiun-stasiun para pelaku teror, tetapi
gencar menayangkan
wawancara kepada Direktur Utama Tempo Group. Redaktur
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada dan
wartawan Koran Tempo dan editor dan wartawan
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak, lain di
Indonesia.
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

2 | | MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI IS SMMEE


2828
BAB II

BAB I TEORI KOMUNIKASI


TERORISME DALAM KAJIAN BAB I

AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
Studi dan Riset Awal Mengenai Isu terorisme

Sebelum menjelaskan konsep atau teori dan kerangka


Aksi terorisme
berpikir di mata
dalam penelitian Aksi
media
ini,terorisme di matadahulu
perlu diuraikan media secara Aksi terorisme
komprehensif mengenai riset atau studi-studi terdahulu
mengenai Aksiisuterorisme
terorisme merupakan Aksi bahan
dan pemanfaatan terorisme yangmerupakan
media menarik untuk
oleh kegiatan bahan yang Aksi tero
me
diberitakan
terorisme. oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
media massa.
massa, Sejumlah
baik diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupun tak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorisme
Menurut Andrewperistiwa
dalam
Silke pemberitaan
aksi terorisme
dalam bukunyamereka.dalam
yang pemberitaanperistiwamereka.
berjudul aksi te
Research Aksion danTerrorism
sepak terjang Aksi
(2004)terorisme,
dan sepak
kebanyakanbaik terjang
yang
studi dilakukan
terorisme,
tentang baik Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok
terorisme dimulai dengan diskusi tentang Islamiyah
besar seperti Jamaah
maupun
apa itu definisi Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, danAtau,
terorisme. belakangan
tepatnyaqaeda
dilakukan
, dan oleh
buku-buku belakangan
kelompok
tersebut dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
membicarakan oleh , dan bel
kelompok
betapa sulitCiBiru Bandung
menyepakati kelompok
menarikyang
definisi CiBiru
perhatianBandung
sama media menarik
mengenai massa. apa perhatian
kelompok
Dan
itu media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak
terorisme (Silke, 2004:2). Masalah utamanya sebenarnya persoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan
sederhana yaitu ternyata Indonesia
di Koran
tidak direpresentasikan
adaTempo.
definisi yangdidisepakati
KoranIndonesia
Tempo. direpr
bersamaMengapa
mengenai isu terorisme
terorisme ini Mengapa
menarik
meski isu
untuk
banyak terorisme
dianalisis?
usulanini konsep
menarik
Salah untuk Mengapa
dian
satunya karena
diajukan untuk kondisi pers
satunya
membedakan Indonesia
karena
istilah di kondisi
inieradengan
reformasi
pers Indonesiaberada
kejahatansatunya
di erakarena
reform
dalam Schmid
lainnya. era kebebasan, dalam
dan Jongman media eratidak
( dalam kebebasan,
lagi2004:3)
Silke, dibebani
media dengan
tidak
setidaknyadalamlagieradibebkeb
ketakutan ada
menyebut akan109 pembreidelan
ketakutan
definisi berbedaakan dan
dalampencabutan
pembreidelan
catatan mereka SIUPP
ketakutan
dan
di pencabuaka
sebagaimana1980-an,
pertengahan era sebelumnya.
sebagaimana
mengenai Ada kecenderungan,
istilaheraterorisme
sebelumnya. danpers Adatidak
sebagaimana
kegiatankecenderungan er
senada
apa yang saat
ada dimenyiarkan
baliknya.senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskan khususnya
sentimen soal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal terosen
Sementara James
pers memberitakan Poland
aksi pers
terorisme mengamati
memberitakan
tidak semudah bahwa
aksi perdebatan
terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
tentang
persoalandefinisi
politik terorisme
dan kegiatan yangsosial
persoalan bisa
politikditerima
yang danterjadi di sehari-hari
kegiatan mana-mana
sosialpersoalan
yang
di terjadi politik
s
adalah "masalah
tengah masyarakat. yang paling membingungkan‖
tengah masyarakat. dalam studi
tengah masyara
terorisme. Begitu juga
Sebenarnya aksiargumen
terorisme Shafritz,
menjadi Gibbons
Sebenarnya pemberitaan dan di
aksi terorisme Scott di pemberita
menjadi
media Sebenarn
awal
massa1990-an
sejak (jaman
dalam Silke,
dahulu
massa2004:4)
disejak yang
mana-mana
jaman menyimpulkan
dahulu
termasuk bahwa
di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
tidak mungkin menyepakati
Indonesia. Salah satu isu satu
Indonesia.
yang diangkat definisi
Salah oleh yang
satu media bisa
isu yang diterima
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
secara luas mengenaiadalah
saat reformasi apa
saat yang dimaksud yang
reformasi
terorisme dengandiduga
adalah terorisme.
terorisme
saat
ada reformasi
yang d

1 || M
29 M EE DD II AA DD AA NN TT EE1R|R OOM
RREII SD
SMI AEE D A N T E R O R I S M E1 | 29
M MEDIA D
Sebagian
keterkaitannya
besardengan
penelitigerakan
senior Islamdan garis
komentator
keras dan tampaknya
gerakan
sepakat
fundamentalis
denganIslam
penilaian
yang Shafritz.
terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
Ditegaskan dalam bukukasus
Media menggambarkan tersebut, di negara-negara
itu amat variatif dan
Barat ada persepsi umum dan diterima
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali banyak orang
II. untuk
―Bali
menyebut jenis kegiatan yang dianggap sebagai
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005) terorisme dan
jenis
malam.kelompok
Hingga pukulmacam01.00apa yang digambarkan
Wita. Dilaporkan sebagai
saat itu sedikitnya
organisasi teroris. Sering kali, seperti juga pornografi,
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, bahwa 8
meskipun mungkin
Oktober 2005) tidak mudah mendefinisikan terorisme kita
akan tahu manakala kita melihatnya. Untuk beberapa peneliti ,
pembahasan dan perdebatan
Demikian beragamnyahebat headline
mengenai definisi terorisme
berita-berita terkait
sangat
ledakanmelelahkan, bahkan menghabiskan
bom yang disiarkan nyaris seluruh energi
media mereka selama
massa cetak di
bertahun-tahun.
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melandaLelah
pulauakibat
Dewataperdebatan panastahun
setelah pada dan hanya
2002 aksi sia-sia
serupadi
tahun 1970-an dan 1980-an, para peneliti melihat
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun perlunya ada
sebuah
domestik definisi
yang tengahdan berwisata
mempertimbangkan
di Bali. faedahnya saat
menerapkan definisi itu pada penelitian-penelitian soal
terorisme. Menurut
Fig.1.1 Pelaku Silke,
Bom Baliadanya definisi yang disepakati
mengenai terorisme memungkinkan penelitian untuk
mengembangkan berbagai metode, pendekatan, benchmark dan
mata pelajaran yang sesuai untuk studi soal terorisme (Silke,
2004:11).

Tanpa definisi, fokus dari bidang ini, maka maknanya


akan sulit dicerna dan terfragmentasi. Artinya sulit membedakan
apakah benar sesuatu kegiatan, peristiwa dan aktor sungguh
terkait terorisme. Kebingungan di kalangan peneliti, ini juga
mencerminkan beragamnya respon internasional pada terorisme.
Dengan perbedaan interpretasi baik yang kuat maupun biasa
saja, sejumlah pemerintah menanggapi terorisme dalam
berbagai cara dan kadang-kadang terstruktur begitu rupa.
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
peristiwa demi contoh,
Sebagai peristiwasejak tahun
seputar aksi1997
terorDepartemen Luar
tersebut. Pada
Negeri Amerika Serikat menyebutkan sejumlah nama
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak, organisasi
asing di luar maupun
baik nasional Amerikalokal,
sebagai
masihorganisasi teroris.peristiwa
menempatkan Dampaknya
bom
sangat serius, sekali sebuah kelompok dicap sebagai organisasi

2 | | MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI IS SMMEE


3030
teroris maka adalah ilegal bagi orang-orang atau lembaga yang
ada di bawah yurisdiksi AS menyediakan dana atau dukungan
lainnya kepada organisasi tersebut, karena bisa saja tindakan itu
dianggap sebagai upaya mendukung organisasi teroris. Britania
Raya (Inggris) telah mengikutiBAB I
pendekatan BAB I
ini dan meluncurkan
sendiri daftar organisasi teroris terlarang di tahun 2001. Namun,
AKSI ada
meskipun TERORISME
kesamaan AKSI
dalamDI TERORISME
cara MATA MEDIA
kedua Negara DIASMATA
yakni AKSI MED
dan TERO
Inggris saat mendefinisikan terorisme dan siapa saja yang
mereka anggap sebagai organisasi teroris, daftar yang dihasilkan
mereka sangat berbeda. Bahkan, kebanyakan organisasi ‗teroris‘
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
yang dilarang oleh AS justru tidak dilarang oleh Inggris.
Aksi begitu
Meski terorisme merupakan
tetap saja adaAksi konsensus.
bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk
Setidaknya bahan yang
ada Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh
tiga belas organisasi yang muncul di kedua daftar, termasuk media
media massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri
kelompok-kelompok seperti al-Qa'eda, Hamas, Abu Nidal maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan luartak negeri
pernah ma
peristiwa aksi, terorisme
Organization Partai peristiwa
dalam
Pekerja pemberitaan
aksi terorisme
Kurdi mereka.dalam Basque
(PKK), pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
Fatherland dan kelompok Liberty (ETA) dan Hizballah. dan sepak
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok
Namun, daftar Amerika Serikat menyebut 15 organisasi yang Islamiyah
besar seperti
maupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaedamuncul
tidak , dan belakangan
dalam daftar qaeda
dilakukan
, dan oleh
Inggris. belakangan
(Silke, kelompok
2004:5).dilakukan
kecil qaedakelompok
seperti
Beberapa oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatian
negara (misalnya, Malaysia) pada awalnya mencoba untuk Bandungmedia menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak
mendefinisikan terorisme untuk memasukkan semua serangan persoalan
menguak terorisme
bagaimana bukudi persoalan
ini henda
Indonesia
yang direpresentasikan
ditujukan terhadap Indonesia
wargadi Koran direpresentasikan
sipil -Tempo.
termasuk serangan di Koran Indonesia
olehTempo. direpr
pembom bunuh diri Palestina. Pendekatan seperti ini akhirnya untuk
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah Mengapadian
satunya karena kondisi pers
satunya Indonesia
karena
diperdebatkan ketika menyangkut masalah perjuangan sejumlahdi
kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era
kelompok untukkebebasan,
lepas dalam media
dari eratidak
kekejaman kebebasan,
lagi
asing. dibebani
media dengan
Pendapat tidak
dalam
itu lagieradibeb keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan
sangat bermasalah pada konferensi di Amerika Utara ataudan pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana Eropa
negara-negara era sebelumnya.
sebagaimana
Barat. Ada kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama
Lalu bagaimana bernafaskan
bentukkhususnya
risetsentimen soal agama
penelitian terorisme.
di khususnya
Bagi
bernafaskan
bidang soal terosen
pers memberitakan
terorisme? Sejumlahaksi pers
terorisme
riset memberitakan
dan tidak semudah
penelitian aksi terorisme
memberitakan
dilakukan tidak
perssemudah
untuk memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
mengupas tuntas persoalan terorisme dari berbagai aspek.yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Sebenarnya
―...A aksi literature
large research terorisme Sebenarnya
menjadi
has built uppemberitaan
aksi terorisme
on terrorism di menjadi
media
over the pemberita
Sebenarn
massapast three
sejak decades.
jaman Despite
dahulu
massa its
disejak quantity,
mana-manajamanseveral
dahulu reviews
termasuk have
di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
found that
Indonesia. Salah satu isuthe quality of
Indonesia. this
yang diangkat literature
Salah oleh is
satu media generally
isu yang di tanah very
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat poor.The
reformasireviewadalah described
saat reformasi in this chapter
terorisme adalahexplores
yang diduga and
terorisme
saat
ada reformasi
yang d
assesses the impact 9/11 has had on research on terrorism.

311 | M E D I A D A N T E1R| OM
R IESDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 31
MEDIA D
This current
keterkaitannya surveygerakan
dengan follows inIslam
the footsteps of a review
garis keras carried
dan gerakan
out by this author prior to 9/11.That previous review
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh examined
the published
yang paling output saat
terasa adalah of the primary
terjadi journals
ledakan in the
bom area for the
di Bali.
years 1990–1999... ( literatur hasil
Media menggambarkan kasus itu amat variatif riset tentang terorisme
dan
amat banyak selama lebih dari tiga dekade, meski disayangkan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
dari sisi kualitas literatur-literatur itu sangat lemah)
kembali(Silke,2004:
diguncang122) beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
23 korban tewas dan 99data
Sumber-sumber orang lainnya seputar
penelitian luka-luka‖.( Kompas,
terorisme juga8
Oktober 2005)
beragam mulai dari buku-buku, interview dan layanan informasi
dari pemerintah
Demikian terkait dengan headline
beragamnya aksi terorisme. Namun,terkait
berita-berita dari
hasilnya terbukti bahwa hampir sebagai besar
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa cetak di peneliti
memanfaatkan
Ibukota pada data-data
tanggal dari (Scholarly
buku teks2005.
2 Oktober Beritabooks) dan
tersebut
artikel dan sayangnya
menggambarkan secarahanya sedikit
dramatis yang benar-benar
peristiwa teror yangterjun ke
kembali
lapangan mewawancari para teroris (24 %).
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
Dari sejumlah
juga menewaskan riset yang
puluhan telah dilakukan,
wisatawan, ada kesulitan
mancanegara maupun
dari studi
domestik yangdi tengah
area berwisata
yang memiliki
di Bali. kekurangan data dan
pengalaman. Survey di masa-masa lalu menunjukkan bahwa
ternyataFig.1.1
pengalaman researcher sangat sedikit di bidang
para Bali
Pelaku Bom
yang mereka teliti yaitu soal terorisme. Bahkan, dari hasil
temuan kebanyakan apa-apa yang ditulis mengenai terorisme
justru ditulis oleh orang-orang yang tidak pernah bertemu
dengan seorang teroris dan ditulis oleh orang-orang yang
memang tidak menghabiskan waktunya untuk bergelut dengan
persoalan terkait dengan konflik-konflik seputar dunia terorisme.

....‖Terrorism research is very top-heavy with desk accounts of


the phenomenon, where second-hand conclusions are reached
based on media reports, magazine articles and other published
accounts. Even then, the authors are often unfamiliar with the
existing literature and lack the experience needed to tell the
good studies apart from the bad.‖...(Riset terorisme biasanya
hanya menyangkut hal-hal yang ada di permukaan, dimana
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
kesimpulan dari tangan kedua berasal dari laporan-laporan
peristiwa demi peristiwa
media,artikel majalah seputar aksi teror tersebut.
dan penerbitan-penerbitan Pada
lain. Bahkan
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa
seringkali para pengarang tersebut tidak mengerti atau cetak,
baik nasional maupun
mengetahui lokal, masihyang
literatur-literatur menempatkan peristiwa bom
sudah ada sebelumnya dan

32| | MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI IS SMMEE


322
kurang pengalaman yang sebenarnya diperlukan untuk sebuah
penelitian yang baik terpisah dari penelitian yang buruk...)

Dari pengamatan Andrew Silke (2004:62) dari sejumlah


metode riset mengenai terorisme, BAB I paling tidak padaBABtahun I
1995-1999 lebih banyak menggunakan studi atau analisis
dokumen yakni sebesar 62 %, disusul dengan studi analisis
AKSI TERORISME AKSI DITERORISME
MATA MEDIA
dokumen yang ditambah dengan wawancara sebesar 11 %, dan
DI MATA AKSI MED TERO
1 % menggunakan ‗unstructured non systematic interviews, 7 %
meneliti database soal terorisme, dan masing-masing 3 %
Aksi terorisme
menggunakan metodedi mata Aksi
mediaterorisme diangket
survey/penyebaran mata media
dan sumber Aksi terorisme
lain.
Aksi terorisme
...‖There are a numbermerupakan ofAksi bahan
terorisme
advantages yang
to merupakan
menarik data
secondary untuk
bahan yang Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
media
analysis and it is worth outlining these briefly. The first and massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar foremost
negeri maupun di
luar Indonesia
negeri maupun
tak pernahdi
benefit is that the method involves considerably less Indonesia
melewatkan luartak negeri
pernah ma
peristiwa
effortaksi
and terorisme
expense toperistiwa
dalam
obtain pemberitaan
aksi
than terorisme
if the mereka.
dalam
researcher setspemberitaan
out peristiwa
to mereka.
aksi te
collect
Aksi primary
dan sepak data. terjang
As a result,
Aksi it dan
is often
terorisme, usedterjang
sepak
baik for
yangresearch on
dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh topics for which
kelompok besarit is seperti
particularly
oleh difficultbesar
Jamaah
kelompok to gather
Islamiyah raw
seperti data.
maupunJamaah ItsAl- Islamiyah
oleh kelompok
qaedapopularity among researchers
, dan belakangan qaeda , danofoleh
dilakukan terrorism
belakangan
kelompok is dilakukan
therefore not
kecil sepertiqaedakelompok
oleh , dan bel
completely surprising.
kelompok CiBiru Bandung Such
kelompok research
menarikCiBiruperhatian is
Bandung also useful
mediamenarik in
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
establishing the wider context in which a phenomenon is
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan menguakterorisme
bagaimana bukudi persoalan
ini henda
occurring and in illustrating the potential complexity of the
Indonesia
variousdirepresentasikan
factors which Indonesia
di may
Korandirepresentasikan
Tempo.
be involved. There di Koranare Indonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
disadvantages, however. As an illustration of some of these, let dianalisis?
ini menarik
Salah untuk
Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunya Indonesia
karena di
kondisi
era
us consider the case of information gathered through media reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalamsources
era (an
kebebasan,
especiallydalammediaera
common tidak
sourcekebebasan,
inlagi dibebani
terrorism media dengan
tidak
research)...‖ dalamlagieradibebkeb
ketakutan akan pembreidelan
(silke, 2004:62) ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya. sebagaimana Ada kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Menurut Andrew
senada saat menyiarkan meski
senada di satu
dan memberitakan
saat menyiarkansisi adatrend
keuntungan
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
hanya mengandalkan
bernafaskan sentimen data-data
agama
bernafaskansekunder
khususnya saat
sentimen soalmelakukan
agama
terorisme. riset
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
sekunder, dan tidak aksi
pers memberitakan dapatpers melakukan
terorisme tidakpencarian
memberitakan semudah data primer
aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
secara langsung
persoalan politik lewat interview
dan kegiatan
persoalan sosialmendalam
politik
yang dan baiksehari-hari
terjadi
kegiatan dari
sosialsisi
persoalan
yang
di terjadipolitik
s
kemudahan dan kecilnya biaya
tengah masyarakat. tengah yang dikeluarkan , tetapi hasilnya
masyarakat. tengah masyara
akan berbeda bila melakukan
Sebenarnya aksi terorismepenelitian
Sebenarnya
menjadi langsung pada tangan
pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
pertama.
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-manajaman dahulu termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat Salah olehsatu media
isu yang di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

331|| MMEEDDI IAA DDAANN TTEE1RR|OORM


RI EISSDMMI EAE D A N T E R O R I S M E1 | 33
MEDIA D
Penelitian Ekonomi
keterkaitannya denganPolitik Terorisme
gerakan Islam garis keras dan gerakan
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
Media menggambarkan
Persoalan ekonomi politikkasus juga itu amat bahan
menjadi variatif yang
dan
menyebutnya
menarik untuk sebagai kasus Bom
sebuah penelitian Bali I dan dilakukan
sebagaimana Bali II. oleh
―Bali
kembali Enders
Walter diguncangdanbeberapa ledakan (2006)
Todd Sandler bom, Sabtu
meski(1/10/2005)
ini bisa
malam. Hinggasebagai
dikatagorikan pukul 01.00 Wita. ekonomi
perspektif Dilaporkan saat itu
politik yangsedikitnya
liberal.
23 korban
Sejak 1983tewas dan 99 Sandler
Professor orang lainnya
menelitiluka-luka‖.(
persoalan Kompas,
terorisme,8
Oktober 2005)
kemudian pada tahun 2003 dia bersama-sama dengan Walter
Ender melakukan penelitian untuk National Academy of
Sciences‘Demikian beragamnya
Estes Award untuk risetheadline
perilaku berita-berita
yang relevan terkait
untuk
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh
menghindari perang nuklir. Hasil risetnya kemudian media massadijadikan
cetak di
Ibukota
buku padajudul
dengan tanggal
“The 2Political
OktoberEconomy2005. Berita tersebut
of Terrorism”
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
yang diterbitkan oleh Cambridge University Press , New yang kembali
York
melanda pulau
pada tahun 2006, Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan
Persoalan ekonomi wisatawan,
politik mancanegara
yang diangkat maupun
oleh Walter dan
domestik yang tengah berwisata di Bali.
Todd Sander dianalisis menggunakan penelitian kuantitatif dari
perspektif ekonomi dan analisis politik yang melihat bagaimana
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
aksi terorisme domestik dan transnasional memberi kerugian
ekonomi yang luar biasa besar bagi sejumlah negara. Penelitian
ini dilakukan lewat survey yang mengkombinasikan metodologi
ekonomi dengan metode penelitian politik.

Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan


peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


3434
Tabel. 2.1
The Political Economy of Terrorism

Judul T Topik Metodologi Ringkasan


Penelitian BAB I Penelitian
BAB I
The Political Investigatif Kombinasi -Akibat aksi
Economy of terorisme dari metode terorisme
AKSI TERORISME
Terrorism
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
domestik DI MATA
AKSI MED
dan TERO
ekonomi transnasional
Oleh transnasional dengan khususnya
Dimana ada analisis politik kerugian
Walter
Aksi terorismeperbedaan
di mata Aksi
media
terorisme
dan realitasdi mata media
diperkirakan Aksi terorisme
Enders kebijakan saat ( perspektif $907 juta pada
and mengatasi ekonomi
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyang24 April 1993untuk
merupakan
menarik bahan yangAksi tero
me
Todd terorisme politik liberal) saat
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
Sandler domestik dan pengeboman
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
the Robert terorisme menara
peristiwa aksi terorisme peristiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.dalam di pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
R. and transnasional NatWest
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik London;
terjang
yang dilakukan
- terorisme, baik
Aksi dan
yan
Katheryn A.
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyahseperti
kerugianmaupun Jamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
Dockson
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan
sekitar kecil
$725sepertiqaedakelompok
oleh , dan bel
(2006)
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
media
jutamenarik
massa.
pada 26perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan February
menguak 1993 buku
terorisme
bagaimana di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikanIndonesia
di Koran Tempo. ketikadi KoranIndonesia
direpresentasikan Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk pengeboman
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
satunya karena kondisi perssatunyaIndonesia
karena di kondisi World
pers Trade
era reformasi Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
Center
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebanimedia dengan tidak
dalamlagieradibeb
keb
Kemudian
ketakutan akan pembreidelanketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan
kerugian
SIUPP
ketakutan
dan pencabuaka
sebagaimana era sebelumnya.sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.
sekitar pers Adatidak
$671 sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
milliondanpada memberitakan
10senada saat
kekerasan trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskan
khususnyasentimensoalApril
agama
terorisme.
1992khususnya
saatBagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudahaksipengeboman
terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
terjadisehari-hari
di sosial
distrikpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. keuangan di tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya aksiLondon
menjadi pemberitaan terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana -Kerugian
jaman dahulu
termasuk di $398
juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
juta pada 24
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yang di tanah
diangkatIndonesia.
air oleh media
Salah
July 2001 saat
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga
aksi bom di terorisme
saat
ada reformasi
yang d

1 |35 M
| EMDEI DA I AD ADNA NT E1TR|EORM
ROEI RSDIMISAEM DE A N T E R O R I S M E1 | 35
MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis kerasColumbodan gerakan
International
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan Airport
bom di di Sri
Bali.
Lanka; dan
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
kerugian
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
sekitar $259
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
juta pada 9
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan February
saat itu sedikitnya
1996
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.(
saat Kompas, 8
Oktober 2005) pengeboman
yang dilakukan
Demikian beragamnya headline berita-berita
kelompok IRAterkait
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa
South Key cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita di
Docklands tersebut
London
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda pulau Dewata setelah pada tahun -secara umumserupa
2002 aksi
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara bom
Serangan maupun
9/11
domestik yang tengah berwisata di Bali.
menimbulkan
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali kerugian
secara ekonomi
dan properti
sebesar $80
billion, dimana
$40 billion di
antaranya di
asuransikan

Penelitian soal terorisme di Indonesia

Di Indonesia, penelitian dan disertasi mengenai


representasi terorisme dalam pemberitaan media masih jarang,
dan bisa dikatakan sangat minim. Meski begitu ada juga
sejumlahBegitu juga yang
disertasi stasiun-stasiun
mengangkat televisi gencar menayangkan
soal terorisme tetapi dilihat
peristiwa demi peristiwa seputar aksi
dari berbagai sudut pandang dan bidang kajian. teror tersebut. Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa
Di bidang Komunikasi terkait dengan topik terorisme, cetak,
baik
ada nasional maupun lokal,
hasil penelitian tesis masih
yang menempatkan
perlu disimak.peristiwa
Topik bom
yang

36236
| |MME ED DI AI AD DA AN NT TE ER RO OR RI SI M
S ME E
diangkat adalah Pemaknaan Khalayak Muslim dari enam
organisasi Islam terhadap Berita Terorisme . Analisis
resepsi Berita Prosesi Pemakaman Amrozi Cs tahun 2008
dan Berita Pengepungan rumah Teroris di Temanggung
tahun 2009 di TVOne oleh BABLaode
I BAB
Aulia Rahman I
Hakim.
Rahman melakukan studi ini di tahun 2010, melihat bagaimana
AKSI TERORISME
pemaknaan khalayak AKSI terhadapDITERORISME
MATA
pemberitaan MEDIA mediaDI MATA AKSI MED
soal TERO
terorisme. Kesimpulannya, pemberitaan aksi terorisme mendapat
perhatian khusus bagi khalayak luas di lokasi manapun yang
terkena serangan teroris. Peneliti menggunakan studi resepsi
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
khalayak untuk menganalisis pemaknaan khalayak muslim
terhadap tiga berita terorisme di TvOne. Pemaknaan yang
Aksi terorisme merupakan Aksi bahanterorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yang
Aksi tero
me
terjadi, pemberitaan terorisme di media di satu sisi dapat
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa. massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
mengurangi dampak terorisme, sedangkan di sisi lain justru bisa
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupun tak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
membantu misi terorisme untuk menebarkan rasa takut.
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.dalam pemberitaan peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepak baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
Di
oleh kelompok bidang Filsafat
besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Hendropriyono
Islamiyah
besar sepertimaupunberhasil
Jamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
mempertahankan
qaeda, dan belakangandisertasinya
qaeda yang
, danberjudul
dilakukan oleh
belakangan'Terorisme
kelompok kecildalam
dilakukan qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
Filsafat
kelompok Analitika;
CiBiru Bandung Relevansinya
kelompok
menarikCiBiru dengan
perhatianBandung Ketahanan
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Nasional'
buku ini dihendak
Sekolah Pascasarjana
menguak
buku bagaimana UGM. Hendro
ini hendak persoalan
menguak lebih berfokus
terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
tentang
Indonesiaterorisme yang dikaji
direpresentasikan dari
Indonesia
di Koranfilsafat analitika bahasa,
direpresentasikan
Tempo. di Koranyakni
Indonesia
Tempo. direpr
bahasa Mengapa
terorisme memiliki ini
isu terorisme kemiripan
Mengapa
menarikisu keluarga
untuk
terorisme ini(family
dianalisis? menarik
Salah untukMengapa
dian
ressemblance)
satunya karena , sebagai analogi
kondisi pers
satunya di dalam
Indonesia
karena di erasatu
kondisi bentuk
reformasi
pers Indonesia tata
berada
satunya
di erakarena
reform
permainan
dalam erabahasa yang dalam
kebebasan, sama.
mediaeraBahasa
tidak yang
lagi digunakan
kebebasan, dibebani dalam
media dengantidak
dalamlagieradibeb
keb
terorisme
ketakutanternyata
akan terbelah atas duaakan
pembreidelan
ketakutan tata permainan
dan pencabutan
pembreidelan bahasa,
SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
yaitu mengancam
sebagaimana dan sebagaimana
era sebelumnya.berdoa Ada yang eradipergunakan
kecenderungan,
sebelumnya.pers dengan
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
sekaligus.
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskankhususnya sentimensoal agama
terorisme. khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
Menurut Hendro,
pers memberitakan tata
aksi pers permainan
terorisme
memberitakan bahasa
tidak semudah yang
aksi terorisme terbelah
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
dalam terorisme menunjukkan
persoalan politik dan kegiatanpersoalan bahwa
sosial
politik
yang teroris
danterjadi
kegiatan mempunyai
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
kepribadian yang
tengah masyarakat. terbelah (split
tengah masyarakat. personality) . Para pelakutengah masyara
terorismeSebenarnya
juga mengalami
aksi terorisme kegalatan
Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksikategori,
terorisme di yakni
menjadi
media pemberita
Sebenarn
ketidakmampuan
massa sejak jaman untuk membedakan
dahulu
massa disejak
mana-mana pengetahuan
jaman dahulu
termasuk sehingga
di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
mengakibatkan subjek
Indonesia. Salah satu isu dan objek
Indonesia. terorisme
yang diangkat Salah oleh menjadi
satu media tak
isu yang terbatas.
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
Aktif
saat atau pasifnya kegiatan
reformasi saat terorisme
adalah reformasi
terorisme yang yangtimbul tenggelam,
adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
tergantung kepada kondusif atau tidaknya lingkungan

371 | M E D I A D A N T E1R| OM
R IESDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 37
MEDIA D
masyarakat
keterkaitannya yang
dengan
menjadi
gerakan
habitat
Islam hidupnya.
garis kerasHendro
dan gerakanjuga
menyebut
fundamentalis fundamentalis
Islam yang terkait
ataudengan
aliranjaringan 'wahabisme
keras global. Contoh'
yang paling terasa
merupakan adalahyang
lingkungan saat terjadi
paling ledakan
kondusifbom di Bali.
bagi terorisme.
Media menggambarkan
Aliran tersebut kasus itu
sudah mulai menginfiltrasi amat pikiran
sebagian variatif umat
dan
menyebutnya
Islam Indonesia. (Republika,
sebagai 26 Juli
kasus Bom2009)Bali I dan Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
malam.Selain
Hingga pukul 01.00
Hendro, Wita. Dilaporkan
ada disertasi lain terkait saat itu sedikitnya
dengan terorisme
23 korban
tetapi tewas dengan
dikaitkan dan 99 bidang
orang lainnya
hukum.luka-luka‖.( Kompas,itu8
Judul disertasi
“Perkembangan
Oktober 2005) Konstelasi Politik Internasional dan
Implikasinya terhadap Politik Hukum Nasional Indonesia
dalam Demikian beragamnya
Pemberantasan headline oleh
Terorisme” berita-berita
Mardenis terkait
yang
ledakan bom yang
dipertahankan disiarkan
di depan nyaris
sidang seluruh media
Universitas massa cetak
Padjajajaran di
22 Juni
Ibukota pada
2009. tanggal
Terbitnya UU 2NomorOktober 15 2005.
Tahun Berita
2003 tersebut
tentang
menggambarkan secara dramatis peristiwa
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme cenderung teror yang kembali
sangat
melanda pulau
diskriminatif dan Dewata setelah
tendensius padaumat
terhadap tahun 2002(Unpad.ac.id,
Islam. aksi serupa
juga menewaskan
22/06). Tidak heran puluhan wisatawan,
bila muncul mancanegara
kesan bahwa maupun
perkembangan
domestik yang tengah berwisata di Bali.
konstelasi politik internasional, terutama serangan atas sejumlah
gedung di Amerika Serikat pada 9 September 2001, berimplikasi
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
signifikan terhadap politik hukum nasional Indonesia dalam
pemberantasan terrorism. Implikasi dari peristiwa 9/11 tersebut
AS memandang kabur terhadap terorisme itu sendiri. ―Seakan-
akan, terorisme diidentikkan dengan dunia Islam. Padahal hal
tersebut tidaklah benar,‖ sanggahnya.

Dari perspektif yang kurang jernih tersebut, langsung


maupun tidak langsung berdampak buruk pada citra Islam di
mata dunia. Selain itu, hal tersebut juga langsung maupun tidak,
mempengaruhi konstelasi politik hukum di Indonesia. Ia
menambahkan, pengaruh tersebut tidaklah berlebihan, karena
AS dipandang sebagai Negara adi kuasa.

Persoalan
Begitu jugaterorisme di Indonesia
stasiun-stasiun televisi bisa dikaji
gencar dari sudut
menayangkan
atau
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Jozua
perspektif berbeda-beda. Hal ini tampak saat Benny Pada
Mamoto
keesokanmengupas
harinya, 3soal terorisme
Oktober 2005,dari kajian Ilmu
media-media Kepolisian.
massa cetak,
Disertasi yangmaupun
baik nasional dipertahankannya
lokal, masihberjudul „"Penanganan
menempatkan peristiwaPolri
bom

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


3838
Terhadap Organ Teror Dalam Al- Jamaah Al-Islamiyah".
Inti dari disertasi ini adalah Penanganan kasus-kasus teror di
Indonesia selama ini dilaksanakan dengan menggunakan
pendekatan hukum. Sebaliknya, anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah
yang terlibat tindak pidanaBAB I
terorisme mendasari BAB I
tindakannya
dengan keyakinan agama. "Kelompok tersebut juga
AKSI TERORISME
mempersepsikan AKSI
tindakannya DI TERORISME
MATA
sebagai sebuah MEDIA DI MATA
perjuangan AKSI
suci MED
TERO
dan bukan tindakan kriminal atau terorisme. Bahkan tindakan
keras aparat keamanan, sanksi hukum yang berat sampai risiko
kematian tidak menyurutkan niat para teroris. Dia
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
mengungkapkan, tindakan keras aparat dan sanksi hukuman
yang berat justru dapat dipersepsikan sebagai tindakan represif
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk bahan yang Aksi tero
me
pemerintah, sehingga hal itu dapat dijadikan alasan pembenar
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh mediamediamassa.massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
untuk melakukan pembalasan yang pada gilirannya akan
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupun tak pernah di Indonesia
melewatkan luartak negeri
pernahma
menimbulkan lingkaran terorisme. Untuk mengurangi
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.dalam pemberitaanperistiwamereka.
aksi te
berkembangnya lingkaran terorisme, Satgas Bom Polri
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepak baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
menggunakan pendekatan yang bersifat khusus, yaitu
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
pendekatan budaya. Karena ternyata motivasi tindakan para
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan oleh belakangan
kelompok dilakukan
kecil sepertiqaedakelompok
oleh , dan bel
pelaku banyak berlatar belakang budaya, dalam hal ini keyakinan
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiruperhatian
Bandung mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
keagamaan.
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorismebagaimana bukudi persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan Indonesia
di Koran direpresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Kemampuan
Mengapa pengendalian
isu terorisme ini
Mengapa budaya
menarik isu
untuk Satgas
terorisme Bom
dianalisis? Polri, untuk
ini menarik
Salah Mengapa
dian
yang sudah
satunya karenadapat
kondisi dipastikan
pers
satunya menimbulkan
Indonesia
karena di
kondisi resistensi
era reformasi
pers sangat
Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
tinggi. era
dalam Resistensi akan dalam
kebebasan, semakin
mediaera tinggi
tidak apabila
kebebasan, pihak
lagi dibebani media yang kuat,lagieradibeb
dengan
tidak
dalam keb
dalam hal akan
ketakutan ini Satgas Bom Polri, akan
pembreidelan
ketakutan memaksakan
dan pencabutan kehendaknya
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
dengan
sebagaimana menggunakan
era sebelumnya.
sebagaimana berbagai
Ada kecenderungan, cara
era sebelumnya. kekerasan.
persAdatidak
sebagaimana
kecenderungan er
(http://www.pps.ui.ac.id/new,
senada saat menyiarkan senada Sabtu,
dan memberitakan 23 Agustus
saat menyiarkan 2008)
trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskan khususnya
sentimen soal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
Lain halnya aksi
pers memberitakan dengan
pers Mirra
terorisme Noor
tidak Milla,
memberitakan semudah persoalan
aksi terorisme terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
dipandang dari sudut
persoalan politik dan kegiatan psikologi
persoalan sosial dengan
politik
yang dan terjadijudul
kegiatan disertasi
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
“Dinamika Psikologis
tengah masyarakat. Perilaku
tengah masyarakat.Terorisme: Identitas dan
tengah masyara
Pengambilan
SebenarnyaKeputusan
aksi terorismeJihad di Luar
Sebenarnya
menjadi aksiWilayah
pemberitaan
terorisme diKonflik
menjadi
media pemberita
Sebenarn
pada Terpidana
massa sejak jamanKasus dahulu Bom
massa Bali jaman
disejak di Indonesia”
mana-mana dahulu
termasuk di. Disertasi
juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
yang dipertahankan
Indonesia. Salah satu isu di UGM tahun
Indonesia.
yang diangkat 2009
Salah olehini mengungkap
satu media
isu yang di tanah bahwa
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
aksi-aksi
saat bom bunuh
reformasi diri menyadarkan
adalah
saat terorisme kita,
reformasi yang
adalahnegeri
diduga ini saat
telah
terorisme
ada reformasi
yang d
menjadi ladang subur bagi kelompok radikal untuk menerapkan

139
| |MM
E DE D
I AI AD D
ANA NT ET1RE| O
RMR EIRSDI M
O AE ED A N T E R O R I S M E1 | 39
SI M MEDIA D
keterkaitannya
strategi terorisme.
denganTerorisme
gerakan yang
Islammengatasnamakan
garis keras dan gerakanagama
fundamentalis
tertentu, paraIslam pelakunya
yang terkait
bukanlah
denganindividu-individu
jaringan global. Contoh
dengan
yang
predisposisi
paling terasa
psikologis
adalah
tertentu
saat terjadi
yang menjadikan
ledakan bommereka
di Bali.sebagai
Media
teroris,‖ menggambarkan
Menurutnya kasus itu jihad
keputusan melakukan amatdi variatif dan
luar wilayah
menyebutnya sebagai
konflik oleh pelaku kasusdi Bom
terorisme Bali mengandung
Indonesia I dan Bali II.sejumlah
―Bali
kembali
bias yang diguncang
lebih beberapa
bersifat ledakan bom, Sabtu
motivasional daripada (1/10/2005)
rasional.
malam.
KeyakinanHingga
kuat pukul
menyebabkan
01.00 Wita.
mereka
Dilaporkan
memilikisaat
kepercayaan
itu sedikitnya
diri
berlebih
23 korbandalam
tewaspengambilan
dan 99 orang keputusan.
lainnya Identitas pelaku
luka-luka‖.( teror di
Kompas, 8
Oktober
Indonesia,2005)jelasnya, melebur dalam identitas kelompok
berdasarkan kelompok keagamaan. Demikian juga dengan
Demikian
identitas suku dan beragamnya
kebangsaan. headline
Penguatanberita-berita
identitas terkait
terjadi
ledakan
ketika muncul persepsi adanya ancaman yang massa
bom yang disiarkan nyaris seluruh media ditujukancetak di
pada
Ibukota
kelompokpada tanggal
mereka. 2 Oktober
Penganiayaan, 2005. dan
pelecehan Berita tersebut
penyerangan
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
terhadap umat Islam di berbagai penjuru dunia menyebabkan yang kembali
melanda pulau Dewata setelah
ancaman tersebut terasa nyata. pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun
domestik‖Pembenaran
yang tengah berwisata di Bali. Al-Quran juga semakin
dari ayat-ayat
menguatkan keyakinan mereka. Kristalisasi keyakinan yang
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
terbentuk membimbing mereka pada penguatan identitas muslim
kaffah dengan jalan perjuangan atau jihad. Gugur sebagai
syuhada adalah manifestasi dari kesejahteraan subjektif dari
hidup mulia dalam naungan Islam,‖ katanya. (Suara Merdeka,
(29/5/2008).
Untuk lebih lengkap, mengenai sejumlah penelitian dan
riset soal terorisme dengan berbagai bidang kajian , baik dalam
bentuk skripsi, tesis atau disertasi bisa dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2
Penelitian Terorisme di Indonesia

Judul
Tahun Begitu jugaskripsi/ Tesis/
stasiun-stasiun Kesimpulan/temuan
televisi gencar menayangkan
Disertasi/penelitian
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
2005
keesokan Penyebaran
harinya, sel-sel 2005,Penelitian
3 Oktober ini berusaha
media-media massa cetak,
aktif Terorisme menguraikan apa yang menjadi
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
internasional di penyebab atau

40240
| |MME D
E DI AI AD DA AN NT ET R
E RO O
R RI SI M
S ME E
Indonesia pasca faktor-faktor apa yang
Bom Bali 2002 menjadikan sel-sel aktif
Oleh Vidia Adisti terorisme internasional dapat
Fisip UI tumbuh dan berkembang di
Indonesia. Aksi-aksi teror kian
BAB I hari kian marak, dan BAB I
dilakukan
dengan motif yang berbeda-
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO beda pula.
Berdasarkan perbedaan motif
itulah dapat dikelahui hal-hal
apa yang menyebabkan
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media
pertumbuhan dan
Aksi terorisme
perkembangan sel-sel terorisme:
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
diterorisme yangmerupakan
Indonesia menarikdengan
dikaitkan untuk
bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh
metode media
media massa.
massa,Sejumlah
perekrutan baikdiberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri serta maupun
taksasaran
pernahdiperekrutan
Indonesia
melewatkan luar
yang tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme
berpotensi. mereka.dalam
Yang pemberitaan
dimaksud peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi dengan
terorisme,
dan sepak sel-sel
baik terorisme
terjang
yang disini
dilakukan
terorisme, baik
Aksi danyan
oleh kelompok besar seperti Jamaah
oleh kelompok adalah para seperti
Islamiyah
besar Jamaah
maupun Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan pendukung
, dan oleh belakangan
kelompokaksidilakukan
teror,
kecilSel-selqaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
terorisme lebih dilihat sebagai
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
pribadi perorangan bukan
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendak persoalan
menguak
sebagai kelompok
terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo.
aksi teror, walaupun di Koran Indonesia
Tempo. direpr
kelak akan
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
mengacu pada terbentuknya ini menarik
Salah untuk
Mengapadian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
era reformasi
pers
kelompok dalam melakukan Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
aksinya lagi dibebani
dikatakan media dengantidak
dalamlagieradibebkeb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan aktif, akan
dan karena
pencabutan
pembreidelan
layaknya selSIUPP ketakutan
dan pencabu
dalam aka
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimana Ada tubuh,
era sel-sel
kecenderungan, terorisme
sebelumnya. pers tersebut
Ada tidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada juga
dan memberitakan mempunyai
saat menyiarkan trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agamabernafaskan kemampuan
khususnyasentimen soal berkembang
agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal terosen
dengan cepat dalam
pers memberitakan aksi persterorisme
memberitakan
tidak semudah aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
menyebarkan ideologi kekerasan
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politikyang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
dalam mencapai tujuannya
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah masyarakat.
„"Penanganan tengah
Polri masyarakat. tengah masyara
2008 Penanganan kasus-kasus teror
Sebenarnya aksi
Terhadap Organterorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme
di Indonesia selama ini di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu
massa
Teror Dalam Al- di sejak
mana-mana
jaman dahulu
termasuk
dilaksanakan dengan di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah
Jamaahsatu
Al-isu
Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
menggunakan isu pendekatan
yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
Islamiyah"
saat reformasi oleh
adalah
saat reformasi
terorisme yang
adalah diduga
hukum. Sebaliknya, terorisme
anggota saat
ada
Al- reformasi
yang d

141
| |M M
E DE IDAI AD A
DNA NT ET1RE| O
RMO EIRSDI M
R SI A
M
E ED A N T E R O R I S M E1 | 41
MEDIA D
Benny
keterkaitannya Jozua
dengan Mamoto
gerakan IslamJamaah
garis Al-Islamiyah
keras dan yanggerakan
mengupas soal terlibat tindak
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. pidana terorisme
Contoh
terorisme
yang paling terasa darisaat
adalah kajian
terjadimendasari
ledakan bom tindakannya
di Bali. dengan
MediaIlmu Kepolisian.
menggambarkan keyakinan agama. "Kelompok
kasus itu amat variatif dan
tersebut juga mempersepsikan
menyebutnya sebagai kasus Bom tindakannyaBali I dan sebagai
Bali II. ―Bali
sebuah
kembali diguncang beberapa ledakanperjuangan
bom, Sabtu (1/10/2005)
suci dan bukan
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat ituatau
tindakan kriminal sedikitnya
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.(
terorisme. Bahkan Kompas,
tindakan 8
Oktober 2005) keras aparat keamanan, sanksi
hukum yang berat sampai risiko
Demikian beragamnya headline kematianberita-berita terkait
tidak menyurutkan
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
niat para massa
teroris. Dia cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktobermengungkapkan,
2005. Beritatindakan
tersebut
keras
aparat dan sanksi hukuman
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda pulau Dewata setelah pada yang berat2002
tahun justru aksi
dapatserupa
dipersepsikan sebagai
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun tindakan
represif pemerintah, sehingga
domestik yang tengah berwisata di Bali.
hal itu dapat dijadikan alasan
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali pembenar untuk melakukan
pembalasan yang pada
gilirannya akan menimbulkan
lingkaran terorisme.
2009 'Terorisme dalam tata permainan bahasa yang
Filsafat Analitika; terbelah dalam terorisme
Relevansinya dengan menunjukkan bahwa teroris
Ketahanan Nasional' mempunyai kepribadian yang
oleh Hendropriyono terbelah (split personality). Para
( disertasi di UGM) pelaku terorisme juga
mengalami kegalatan kategori,
yakni ketidakmampuan untuk
membedakan pengetahuan
sehingga mengakibatkan subjek
dan objek terorisme menjadi tak
terbatas
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
2009 Dinamika Psikologis keputusan melakukan jihad di
peristiwa demi peristiwa
Perilaku seputar aksi
Terorisme: teror tersebut. Pada
luar wilayah konflik oleh pelaku
keesokan harinya, 3 Oktober
Identitas dan 2005, media-media massa cetak,
terorisme di Indonesia
baik nasionalPengambilan
maupun lokal, masih menempatkan peristiwa
mengandung sejumlah bias bom

422 |42M
| EMD EI A
D ID
A ADNA TN E TR EORROI SR M
I SEM E
Keputusan Jihad di yang lebih bersifat motivasional
Luar Wilayah Konflik daripada rasional. Keyakinan
pada Terpidana kuat menyebabkan mereka
Kasus Bom Bali di memiliki kepercayaan diri
Indonesia berlebih dalam pengambilan
(disertasi bidang BAB I keputusan. IdentitasBAB I
pelaku
psikologi UGM oleh teror di Indonesia, jelasnya,
AKSI TERORISME
Mirra Noor AKSI
Milla DITERORISME
MATA MEDIA
melebur dalam DI MATA
identitas AKSI MED
TERO
kelompok berdasarkan
kelompok keagamaan. Demikian
juga dengan identitas suku dan
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media
kebangsaan. Penguatan
Aksi terorisme
identitas terjadi ketika muncul
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme
persepsi yang merupakan
adanya menarik
ancamanuntuk bahan
yang yang
Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
ditujukan media
pada massa.
massa,
kelompok Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri mereka.
maupun
tak pernah di Indonesia
Penganiayaan, melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme
pelecehan mereka.
dandalam pemberitaan
penyerangan peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi terhadap
terorisme,
dan sepak umat
baik Islam dilakukan
terjang
yang di berbagai baik
terorisme, Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti Jamaah
oleh kelompok penjuru
besarduniaseperti
Islamiyah menyebabkan
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan ancaman
, dan olehbelakangan tersebut
kelompok terasaseperti
dilakukan
kecil nyata
qaedakelompok
oleh , dan bel
2009 Perkembangan
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru Terbitnya
perhatian
Bandung UU Nomor
mediamenarik 15 Tahun
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Konstelasi Politik 2003 tentang Pemberantasan
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorismebagaimana buku
di persoalan
ini henda
Internasional dan Tindak Pidana Terorisme
Indonesia direpresentasikan
ImplikasinyaIndonesiadi Korandirepresentasikan
Tempo. sangat di
cenderung KoranIndonesia
diskriminatifTempo. direpr
Mengapa isu terorisme
terhadap Politik ini
Mengapa
menarik
dan tendensius terhadap umat untuk
isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah Mengapa
dian
satunya karena kondisi
Hukum Nasional pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
era reformasi
pers Indonesia
Islam. Tidak heran bila muncul berada
satunya
di era karena
reform
dalam era Indonesia
kebebasan, dalam
dalam mediaeratidak kebebasan,
kesan lagi
bahwadibebanimedia dengan
perkembangan tidak
dalamlagieradibeb
keb
ketakutan Pemberantasan
akan pembreidelan
ketakutan konstelasi
akan
dan pencabutan
pembreidelan SIUPP
politik internasional, ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana Terorisme” oleh
era sebelumnya.
sebagaimana Ada terutama serangan atas
kecenderungan,
era sebelumnya. persAdatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Mardenis
senada saat menyiarkan senada sejumlah
dan memberitakan
saat menyiarkan gedung
trend di Amerika
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskanProgram
sentimen Studi
agamaIlmukhususnya
bernafaskan Serikat
sentimenpada 9terorisme.
September
soal agama 2001,
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
Hukum Program
pers memberitakan aksi pers
terorisme berimplikasi
memberitakan
tidak aksisignifikan
semudah terorisme terhadap
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
Pascasarjana politik hukum nasional Indonesia
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
Universitas dalam pemberantasan
tengah masyarakat.
Padjadjarantengah
(UNPAD) masyarakat.
terorisme. Implikasi dari tengah masyara
Sebenarnya aksi
Bandung (2009) terorisme Sebenarnya
menjadi
peristiwa pemberitaan
aksi
9/11terorisme
tersebutdiAS menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk
memandang kabur terhadap di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu itu
terorisme media
isusendiri.
yangdi tanah
diangkat
― Indonesia.
air oleh media
Salah
saat
2010 reformasi
Pemaknaan adalah
saat
Khalayak reformasi
terorisme
Pemberitaan yang
adalah
aksi diduga terorisme
terorisme saat
ada reformasi
yang d

143
| |M M
E DE IDAI AD A
DNA NT ET1RE| O
RMO EIRSDI M
R SI A
M
E ED A N T E R O R I S M E1 | 43
MEDIA D
Muslim
keterkaitannya darigerakan
dengan enam Islam mendapat
garis keras perhatian
dan khusus
gerakanbagi
organisasi Islam khalayak luas di lokasi
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh manapun
terhadap
yang paling terasa Berita
adalah saat terjadiyang
ledakanterkena
bomserangan
di Bali. teroris.
Terorisme. Analisis Peneliti menggunakan studi
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
resepsi Berita Prosesi resepsi khalayak untuk
menyebutnyaPemakaman
sebagai kasusAmroziBom menganalisis
Bali I dan pemaknaan
Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa
Cs tahun 2008 dan ledakan khalayak muslim (1/10/2005)
bom, Sabtu terhadap tiga
malam. Hingga pukul
Berita 01.00 Wita. Dilaporkan
Pengepungan saat itu
berita terorisme sedikitnya
di TV One.
23 korban tewas
rumah dan 99 orang
Teroris di lainnya luka-luka‖.(
Pemaknaan Kompas, 8
yang terjadi,
Oktober 2005)Temanggung tahun pemberitaan terorisme di media
2009 di Tvone di satu sisi dapat mengurangi
Demikian
Tesis S2 Komunikasiheadline
beragamnya dampakberita-berita terkait di
terorisme, sedangkan
ledakan bomOleh
yangLaode
disiarkan nyaris seluruh
Aulia sisi lainmedia
justru massa cetak di
bisa membantu
Ibukota pada Rahman Hakim
tanggal 2 Oktobermisi2005.terorisme Berita
untuk tersebut
menebarkan
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang rasa takut
kembali
2011 pulau
melanda Jama‟ah Anshorut
Dewata setelah padaJama‘ah
tahunAnshorut
2002 aksi Tauhid dapat
serupa
Tauhid Sebagai dikatakan
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun sebagai organisasi
Organisasi Hub hub terorisme berlatar belakang
domestik yang tengah berwisata di Bali.
Terorisme Berlatar keagamaan adalah
Belakang Keagamaan
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali menghubungkan / menyatukan
di Indonesia beberapa kelompok/organisasi
Tesis Bidang Kajian dalam satu jaringan;
Ketahanan Nasional sebagai repeater, untuk
UI memperkuat jangkauan antar
oleh Rakhmat kelompok/organisasi; fleksibel
Damdami mendukung beberapa kelompok
/organisasi yang berbeda tetapi
masih dalam domain / tujuan
yang sama; mengisolasi
kesalahan yang dilakukan oleh
anggota kelompok/organisasi;
memberikan manajemen
informasi yang terpusat.
2011 Potensi Ideologisasi Jihad fie sabilillah untuk
Jihad yang mengarah menegakkan amar makruf nahi
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
pada aksi terorisme munkar, sendiri bukanlah
peristiwa demi
oleh peristiwa
kelompok-seputar aksi teror tersebut. Pada
monopoli kelompok
keesokan harinya, 3 Oktober
kelompok Islam 2005, media-media
teroris saja. Sejakmassa cetak,
era reformasi,
baik nasionalradikal
maupun lokal, masih
di Indonesia menempatkan peristiwa
beberapa kelompok menyatakanbom

442 |44M
| EMD EI A
D ID
A ADNA TN E TR EORROI SR M
I SEM E
Tesis Bidang menolak azas
Sosiologi oleh Rocky tunggal tersebut sebagai
Sistarwanto landasan perjuangannya, telah
memunculkan berbagai
kelompok Islam dengan
BAB I mengusung landasan BAB I
perjuangan jihad fie sabilillah
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO tersebut. Tidak hanya
bermunculan kelompok baru,
beberapa kelompok Islam yang
dulu ―tertidur‖ karena
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media
penerapan asas tunggal ini
Aksi terorisme
seolah terbangun kembali dan
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme
menemukan yangmerupakan
menarik yang
lingkungan untuk
bahan yang
Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlaholeh
sempurnamedia
media massa.
untukmassa, Sejumlah
kehidupanbaik
diberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri kelompoknya.
maupun
tak pernah di Indonesia
melewatkanluar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme
Namun mereka.
dalam
demikian tidakpemberitaan
peristiwamereka.
semua aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi kelompok
terorisme,
dan sepak gerakan
baik yangIslam
terjang dengan baik
dilakukan
terorisme, Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh kelompok serta besar
Jamaah merta seperti
Islamiyah Jamaah
maupun Al- Islamiyah
oleh kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan muncul
, dan oleh menjadidilakukan
belakangan
kelompok kelompok- qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
kelompok teroris.
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandungmediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Strategi far enemy Al Meneliti seberapa efektif
2012 ini hendak
buku menguak
buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimanabuku
di persoalan
ini henda
Qaeda dan jaringan strategi far enemy yang
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
melawan Amerika di Korandirepresentasikan
Tempo. oleh Al Qaida
dilakukan di Koran
danIndonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme
Serikat, NATO dan ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
jaringan melawan Amerika ini menarik
Salah untuk
Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
era reformasi
pers
Sekutu dalam perang Serikat, Nato dan sekutu dalam Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era asimetrik
kebebasan,
di dalam
mediaeratidak kebebasan,
perang lagi dibebani
asimetrikmedia dengan
tidak
dalamlagieradibeb
di Afganistan keb
ketakutan Afghanistan dan Irak, dan
akan pembreidelan
ketakutan akan
danIrak.pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana2001-2011 oleh
era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Tagor Siagian
senada saat menyiarkan Tesis
senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskanKajian Terorisme
sentimen agama
bernafaskan
khususnya
sentimen
soal agama
terorisme.
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
dalam Keamanan
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudah
aksi terorisme
memberitakan
tidak
perssemudah
memberitak m
Internasional,
persoalan politik dan kegiatan
persoalansosial
politik
yang
danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
Program Pasca
tengah masyarakat.
Sarjana Fisiptengah
UI masyarakat. tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa
2013 sejak jaman dahulu
massa di sejak
mana-mana
jaman dahulu
termasuk
Pencitraan Abu Bakar Harian Republika sebagai di juga
mana-mana
massa
di sejak
termaja
Indonesia. Salah satu
Ba‟asyir di isu
Indonesia.
yang diangkat
Harian Salah
mediaoleh
satu
yangmedia
isu yang
di tanah
bernafaskandiangkat
Indonesia.
air oleh media
Islam Salah
saat reformasi
Republikaadalahsaat reformasi
( Studi terorisme
mempunyaiyang
adalah diduga
cara pandangterorisme
saat
ada reformasi
yang d

145
| |M M
E DE IDAI AD A
DNA NT ET1RE| O
RMO EIRSDI M
R SI A
M
E ED A N T E R O R I S M E1 | 45
MEDIA D
Analisis
keterkaitannya Framing
dengan tersendiri
gerakan Islam garisdalam
keras dan gerakan
Pencitraan Abu Bakar
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringankasus
memberitakan tersebut
global. Contoh
Ba‟asyir Terkait
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.Abu
juga mencitrakan sosok
Keterlibatannya Bakar Ba‘asyir.
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
dengan Kegiatan Dalam pemberitaan Abu Bakar
menyebutnya sebagai
Terorisme pada kasus Bom Bali
Ba‘asyir
I dan Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa
Pemberitaan Harian ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
terkait keterlibatannya dengan
malam. Hingga pukulPeriode
Republika 01.00 Wita. Dilaporkan saat Republika
jaringan teroris, itu sedikitnya
23 korban Agustus
tewas dan201099 –orang
Juni lainnya luka-luka‖.(
menggunakan frame Kompas, 8
Oktober 2005)
2011) oleh anti-barat serta memahami
Luriltasari, Ahta penangkapan dan pengadilan
Demikian
Prayindaberagamnya
S1 thesis, headline berita-berita terkait
terhadap Ba‘asyir
ledakan bom yang
UAJY . disiarkan nyaris merupakan
seluruh mediacara massa
untuk cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita
mendeskriditkan Islam. tersebut
Peristiwa tersebut
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang merupakan
kembali
melanda pulau Dewata setelah pada rekayasa
tahunpolisi dan kejaksaan
2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan, yang didomplengi
mancanegara oleh Amerika.
maupun
Sementara itu
domestik yang tengah berwisata di Bali.
sosok Abu Bakar Ba‘asyir
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali dicitrakan sebagai seorang
ulama lanjut usia yang
menjadi korban atas permainan
politik asing yang
mengatasnamakan
pemberantasan terorisme
global

Persoalan terorisme dan media massa, merupakan hal


yang masih langka diteliti dalam sebuah disertasi di Indonesia
apalagi dikaitkan dengan representasi. Ini yang
membedakan buku ini dengan sejumlah penelitian sebelumnya,
baik di bidang metodologi,paradigma dan teori-teori yang
digunakan.
Begitu juga
Dalam bukustasiun-stasiun televisi
ini, persoalan gencar menayangkan
terorisme di Indonesia
peristiwalewat
ditinjau demianalisis
peristiwa
wacanaseputar
yang aksi
melihatteror
tekstersebut. Pada
berita sebagai
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa
alat media massa untuk merepresentasikan sikap, kebijakan dan cetak,
baik nasional
ideologi maupun
mereka, lokal,
lewat masihanalisis
model menempatkan
wacana peristiwa
Theo bom
Van

4646
2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE
Leeuwen. Model analisis wacana ini untuk mendeteksi dan
meneliti bagaimana suatu keompok atau seseorang
dimarjinalkan posisinya dalam suatu wacana.

BAB I ― The representation


Dalam karyanya yang berjudul BAB I
of social actors‖ dalam Carmen RosaCaldas-Coulthard dan
AKSI
Malcom, TERORISME
Text AKSI
and Practice: DITERORISME
MATA
Readings MEDIA
in critical DI MATA
AKSI MED
discourse TERO
Analysis (1996:32-69) Theo melihat bagaimana suatu kelompok
dominan lebih memegang kendali dalam menafsirkan suatu
peristiwa dan pemaknaannya,
Aksi terorisme di mata
Aksi sementara
terorisme kelompok
media lain yangAksi terorisme
di mata media
posisinya rendah cenderung untuk terus menerus sebagai objek
pemaknaan, danterorisme
Aksi digambarkan secara
Aksiburuk.
merupakan bahan
terorisme
yangmerupakan
menarik untuk
bahan yang
Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh mediamediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
luar Analisis Van Leeuwen
negeri maupun di secaramaupun
luarIndonesia
negeri umum
tak pernah menampilkan
di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
bagaimana
peristiwa pihak-pihak
aksi terorismedan dalamaktor
peristiwa aksi(bisa
pemberitaan seseorang
terorisme
mereka. atauperistiwamereka.
dalam pemberitaan aksi te
kelompok) Aksi ditampilkan dalam
dan sepak terjang Aksipemberitaan.
terorisme,
dan sepak Ada dua
baik terjang pusat
yang dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
perhatian yaitu: (1)besar
oleh kelompok Prosesolehpengeluaran
seperti Jamaah besar
kelompok exclusion)
(Islamiyah .maupun
seperti Apakah
Jamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
dalam
qaedasuatu
, dan teks berita qaeda
belakangan ada , kelompok
dilakukandan oleh atau aktor
belakangan
kelompok kecilyang
dilakukan qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
dikeluarkan
kelompokdalamCiBiru pemberitaan,
Bandung kelompok dan CiBiru
menarik strategi
perhatian wacana
Bandung apa
mediamenarik
massa. yangperhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
dipakai
bukuuntuk itu. Proses
ini hendak pengeluaran
menguak
buku bagaimana ini secara
ini hendak tidak terorisme
persoalan
menguak langsung
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
bisaIndonesia
mengubah pemahaman
direpresentasikan khalayak
Indonesia
di Koran akan suatu di
direpresentasikan
Tempo. isuKoran
danIndonesia
Tempo. direpr
melitimasi Mengapa
posisi pemahaman
isu terorisme tertentu.
ini
Mengapa
menarik(2)isuProses
untuk
terorismepemasukan
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
(inclusion
satunya Inclusion
). karena kondisi berhubungan
pers
satunya karena dengan
Indonesia di
kondisi pertanyaan
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
bagaimana
dalam era masing-masing pihak
kebebasan,dalam media atau kelompok
eratidak lagi itu
kebebasan, ditampilkan
dibebani
media dengantidak
dalamlagieradibeb
keb
dalam pemberitaan.
ketakutan akan Proses inclusion akan
pembreidelan
ketakutan ini juga
dan menggunakan
pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
strategi wacana dengan
sebagaimana memakai
era sebelumnya.
sebagaimanakata, kalimat,
Ada kecenderungan, informasi
era sebelumnya. atau
pers
Ada tidak
sebagaimana
kecenderungan er
susunan bentuk kalimat
senada saat menyiarkan tertentu,
senada cara
dan memberitakan bercerita
saat menyiarkan trend tertentu,
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
masing-masing
bernafaskan kelompok
sentimendirepresentasikan
agama
bernafaskankhususnya dalam
sentimen soalteks.
agama
terorisme. khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudah aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
Yang politik
persoalan menjadi objek
dan kegiatan
persoalanpenelitian
sosial
politik
yang adalah
danterjadi
kegiatan sejumlah
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
pemberitaan seputar
tengah masyarakat. terorisme sejak Agustus
tengah masyarakat. 2010 di Harian tengah masyara
Koran Tempo yang diawali
Sebenarnya dengan
aksi terorisme ditangkapnya
Sebenarnya
menjadi pemberitaanAbu Bakar
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
Ba‘asyir.
massaKoransejakTempo
jamanedisi 10 Agustus
dahulu
massa disejak 2010
jamanmengangkat
mana-mana dahulu
termasuk di topic
juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
seputar penangkapan Amir
Indonesia. Salah satu isu Jamaah
Indonesia. Anshorut
yang diangkat
Salah oleh Tauhid
satu media (JAT)
isu yang di tanahAbu
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
Bakar
saatBa‘asyir
reformasidengan adalahsaat “Ceramah
judul terorismeBa‟asyir
reformasi adalahSebelum
yang diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

47 |1 |M M
E DE IDAI AD A
DNA NT ET RE1O
R| R
OMIRSEI M EI AE D A N T E R O R I S M E1 | 47
SDM MEDIA D
Ditangkap : “Demokrasi
keterkaitannya dengan gerakan Itu Islam
Kurang Ajar”.
garis kerasKoran
dan gerakan
Tempo
fundamentalis
juga menulis Islam
ceritayang terkaitAbu
Ustadz dengan yangglobal.“Diburu
jaringan
Bakar Contoh
Sepanjang Waktu
yang paling terasa adalah saat
‖ cerita terjadi perjalanan
tentang ledakan bom di Bali.
lelaki kelahiran
Jombang Media menggambarkan
17 Agustus 1938 yangkasus itu amat
diburu variatifKoran
sejak 1983. dan
menyebutnya
Tempo sebagaiberita
juga memuat kasus
lain Bom Baliyang
di edisi I dansamaBali: “Ba‟asyir
II. ―Bali
Dituding Terlibat Terorisme
kembali diguncang di Aceh”
beberapa ledakan bom,(di Sabtu
halaman (1/10/2005)
A2) yang
malam.mencoba
isinya Hingga pukul 01.00 Wita.
mengkaitkan antaraDilaporkan
Ba‘asyir saat itu sedikitnya
dengan Abdullah
23 korban
Sunata. tewas
Dan dan berita
dalam 99 orang
yanglainnya luka-luka‖.(
sama mencoba Kompas, 8
mengkaitkan
Oktober dengan
Ba‘asyir 2005) Sunata –pemimpin gerakan pelatihan teroris di
Aceh Besar-. Berita lain di edisi itu juga mengangkat berita
berjudulDemikian
“Ba‟Asyirberagamnya
Diincar Sejakheadline berita-berita terkait
Di Bulukumba” ,serta
sejumlah berita terkait dengan aksi Ba‘asyir yang massa
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media didugacetak di
terkait
Ibukota
aksi pada tanggal
terorisme 2 Oktober
di Indonesia. Analisis2005.wacanaBerita
ini tersebut
hendak
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
menelaah bagaimana representasi terorisme yang dilakukan yang kembali
melanda pulau
kelompok Dewata
Islam Garis setelah
Keras pada
di Koran tahundi 2002
Tempo tahun aksi
2010serupa
.
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara
Mengapa memilih Koran Tempo sebagai media yang maupun
domestik yang
dijadikan tengah
objek berwisata dan
penelitian di Bali.bukan media lainnya?
Pertimbangan utama dari pilihan ini mengingat Koran Tempo
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
adalah bagian dari group Tempo Media yang selalu menegaskan
posisi diri mereka sebagai penegak jurnalisme profesional, yang
menjunjung tinggi etika jurnalistik, menjaga keseimbangan
narasumber dan berupaya menjunjung cover both sides dalam
pemberitaannya, tetapi dalam pemberitaan aksi terorisme
pertimbangan itu tidak dilakukan. Pertimbangan yang lain, Koran
Tempo adalah bagian dari Tempo Group media yang sudah
berpengalaman di bidang jurnalistik, namun dari berbagai kritik
yang ada, Tempo –begitu juga Koran Tempo-, sering dianggap
sebagai media yang sinis dan apriori terhadap Islam dan aksi
kelompok Islam garis keras dalam kaitan dengan aksi terorisme
di Indonesia.

MediaBegitu
Dan Terorisme
juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
Ada anggapan
peristiwa demi peristiwabahwa media
seputar aksi massa dan terorisme
teror tersebut. Pada
memiliki kepentingan yang sama. Menurut Behm
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa ( dalam
cetak,
Prajarto, 2004:38)
baik nasional maupunpada
lokal, tingkat ini, teroris menyusun
masih menempatkan dan
peristiwa bom
memanfaatkan strategi media mereka dan di pihak lain, media

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


4848
menempatkan kepentingannya pada aktivitas kelompok teroris.
Dalam relasi yang sedemikian itu, terorisme tidak boleh
dipandang hanya sekedar sebagai bentuk kekerasan belaka,
namun terorisme adalah wujud dari kombinasi antara
propaganda dan kekerasan. Behm BAB melihat
I bahwa pada BABsatuI sisi,
nilai manfaat media massa dalam melakukan peliputan diakui
AKSI
dan TERORISME
diterima. PeliputanAKSI DITERORISME
media MATA
terhadap MEDIA akibat DI MATA
kekerasan AKSI MED TERO
terorisme, sebagai contoh, dipandang mampu memicu
ketidaksukaan publik terhadap kelompok teroris. Selain itu,
terbuka pula peluang bagi pemerintah dan media massa untuk
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
bekerjasama menyusun strategi memerangi terorisme (Behm
dalam Prajarto, 2004:38).
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
media
Sebagai contoh, Prajarto (2004:38) mengungkapkan ada massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri maupun
tak
sejumlah reaksi berbeda terhadap aksi peliputan terorisme. pernahdi Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa
Reaksi aksi terorisme
terhadap peristiwa
peliputandalammediapemberitaan
aksi
untukterorisme
mereka.
aktivasi dalam pemberitaan
terorisme peristiwa
9 mereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan sepak
baik
september di Amerika Serikat, bom Bali, bom bunuh diri Intifada, terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar
kekerasan di Chechnya, dan beberapa peledakan bom lainnya di sepertimaupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan
Indonesia pada dasarnyaqaeda
belakangan dilakukan
, dan oleh
melengkapi belakangan
kelompok
kontroversi dilakukan
kecil seperti
tentang qaedakelompok
oleh
siapa , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatian
Bandungmedia
atau pihak mana yang lebih layak disebut sebagai teroris. Klaim menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak
dari sekutu Amerika Serikat cenderung menyebut terorisme persoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan
dilakukan oleh pihak-pihak Indonesia
diyang
Koran
direpresentasikan
Tempo.
mengganggu di KoranIndonesia
kepentingan Tempo. direpr
Amerika Serikat. Di sisi lain kelompok yang dituduh melakukan untuk
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunya Indonesia
karena di
kondisi
pembelaan diri dan balik menuduh Amerika Serikat beserta era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan,
sekutunyalah yang lebihdalam mediaera
banyak tidakkebebasan,
menjalankan lagi dibebani
―aksi media dengan
tidak
terorisme‖. dalamlagieradibebkeb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan
dan
Dan kontroversi terhadap peliputan media soal terorisme pun pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabuaka
sebagaimana
salah satunya era sebelumnya.
berakar sebagaimana
dari Ada kecenderungan,
pertanyaan eratentang
sebelumnya.media pers
Ada tidak
sebagaimana
massakecenderungan er
senada bagian
sebagai saat menyiarkan
atau malah senada
dan memberitakan
salah saat kelompok
satu menyiarkan trend
itu. dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama bernafaskan khususnya
sentimen soal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal terosen
pers memberitakan
Senada dengan aksiBehm,
pers
terorisme
memberitakan
tidak semudah
sebenarnya aksidua
ada terorisme
memberitakan
kutub debat tidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
tentang peliputan media soal terorisme sebagaimana yang danterjadi
kegiatansehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah masyarakat.
disampaikan tengahdan
oleh Norris,Kern masyarakat.
Just ( dalam Prajarto, 2004: tengah masyara
Sebenarnya
39). Mereka melihat aksi
bahwaterorisme Sebenarnya
pertama, menjadi
mediapemberitaan
aksi
massa terorisme
berada di menjadi
media
satu pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu
massa di sejak
mana-mana
jaman
posisi dengan kelompok teroris dan peliputan media justru dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia.
memicu Salah satu
munculnya isu
Indonesia.
aksi-kasi yang diangkat
kekerasanSalah oleh
satulain,
yang media
isu atau
yangdi bisa
tanah
diangkatIndonesia.
air oleh media
juga Salah
saat kedua,
yang reformasi
media massaadalah
saatberadareformasi
terorisme
di sampingyang adalah diduga
pemerintah terorisme
saat
dalamada reformasi
yang d

49
1 || M
M EE DD II AA DD AA NN TT EE1RR
| OOM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 49
RR EII SSDM
M MEDIA D
keterkaitannya
upaya memerangi dengan
terorisme.
gerakanNorris
Islamdkkgaris
melakukan
keras dan kajian
gerakan
lebih
fundamentalis
dalam dengan Islammelakukan analisisdengan
yang terkait framingjaringan global. Contoh
yang melihat pilihan
yang paling terasa
topik,sumber adalah
berita, saat terjadi
bahasa ledakan bom
dan gambar yangdi ditampilkan
Bali.
media. Media menggambarkan
Kesimpulan kasus itu
mereka mengantar padaamat
tiga variatif
hal pokok,dan
menyebutnya
pertama framesebagai kasus
berita lebih Bommenyangkut
banyak Bali I dan soalBali keamanan
II. ―Bali
kembali
nasional,diguncang
bahaya dalambeberapa ledakan
negeri dan bom, Sabtuluar,
ancaman (1/10/2005)
persepsi
malam. ‗world pukul
tentang Hingga terrorism‘
01.00 Wita.
yangDilaporkan
berlebihan saatdan
itu sedikitnya
kekuatan
23 korban tewas
pengaruhnya dan 99
terhadap orang
opini lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
publik.
Oktober 2005)
Lantas bagaimana peran media? Media massa karena
Demikian
fungsi atau memang beragamnya headline pada
bidang aktivitasnya, gilirannya terkait
berita-berita tampil
dan turut
ledakan bomberperan. Artinya,
yang disiarkan aktivitas
nyaris seluruh terorisme
media massa bisa
cetaklebih
di
dikenal,dipahami
Ibukota dan disikapi
pada tanggal karena 2005.
2 Oktober sebaran Berita
liputantersebut
media.
Dengan kata lain,secara
menggambarkan kecepatan,percepatan
dramatis peristiwa dan teror
cakupanyangluas tebar
kembali
informasi pulau
melanda tentang terorisme
Dewata setelahbergantung
pada tahun pada
2002kerja
aksi institusi
serupa
media.menewaskan
juga Pada tingkat yangwisatawan,
puluhan sama, masyarakat
mancanegaramengitkuti
maupun
perkembangan
domestik peristiwa
yang tengah terorisme
berwisata bergantung pada media juga,
di Bali.
sehingga media massa menciptakan dua ketergantungan :
Fig.1.1
publisitas Pelaku dan
bagi teroris Bompeliputan
Bali untuk masyarakat (Prajarto,
2004:47).

Bila aktivitas terorisme dipandang sebagai konflik yang


terjadi antara kelompok teroris dan pihak yang ditarget, maka
posisi media berita dalam konflik itu bisa digambarkan seperti
berikut ini. Secara umum, media berita idealnya hanya bertindak
sebagai ‗story teller‘ (pencerita) dengan menjawab formula 5 W
+H ( mencari Who (siapa), What ( apa ), Where (dimana),When
(kapan),Why ( kenapa) dan How (mengapa); menggunakan
pertimbangan piramida terbalik,nilai berita dan lead yang
memenuhi standar profesional jurnalistik (Prajarto,1993:10). Dari
konsep peran media menurut Prajarto ini, setidaknya kehadiran
media massa dalam liputan terorisme tetap dipandang sebagai
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
pihak ketiga.
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keesokanTapiharinya, 3 Oktober
itu peran 2005,dalam
yang ideal, media-media
praktiknyamassa
mediacetak,
bisa
baik nasional maupun
saja melakukan lokal, Saat
pemihakan. masihterjadi
menempatkan peristiwa
konflik antara bom
kelompok

2 | | MME EDDI A
5050 I A DDAANN T TE ERROORRI SI SMME E
teroris dan sasaran yang ditarget, persoalan muncul ketika
media massa mengambil peran memihak salah satu pihak.
Dengan keberpihakan tertentu, sebagaimana diungkap Behm
(1991) dalam karyanya ‗Terrorism: Violence Againts the public
and the Media: The Australian BAB
Approach.
I Political Communication
BAB I
and Persuasion media massa cukup layak menuai hujatan.
AKSI
Tetapi TERORISME
sepanjang pekerjaAKSI DItidak
media TERORISME
MATA
mampu MEDIA DIprinsip
menjaga MATA
AKSI MEDTERO
kejujuran,verifikasi dan independensi serta tidak sekedar
menjaga netralitas (Kovach dan Rosentiel, (2001:121-123) maka
sifat partisan media sulit untuk dibantah dan di sisi lain layanan
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
media untuk kepentingan publik semakin jauh dari kenyataan.
Aksi terorisme merupakan
Representasi Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
Penelitian ini juga membahas konsep representasi dalammedia massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun diluar Indonesia
negeri
kaitannya dengan ideologi dan kebijakan media dalam maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksiterorisme.
pemberitaan terorismeperistiwa
dalam
Stuartpemberitaan
aksi
Hall terorisme mereka.
menyebut dalam pemberitaan
representasi peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
sebagai gambaran sesuatu yang akurat atau realita yangdan sepak
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar
terdistorsi. Representasi tidak hanya berarti ―to present‖, ―to seperti Jamaah
maupun Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan
image‖, ―to depictqaeda
atau belakangan . dilakukan
, dan oleh
Menurut belakangan
dia, kelompok dilakukan
―representasi‖ kecil adalahqaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatian
sebuah cara dimana kita memaknai apa yang diberikan pada Bandungmedia menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak
benda yang digambarkan. menguak buku bagaimana
ini hendak persoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia
Stuartdirepresentasikan
Hall, dalam Indonesia
di Koran
bukunya direpresentasikan
Tempo.
‗Representation di: Koran Indonesia
CulturalTempo. direpr
Representations and Signifying Practices (1997:28)‘ menegaskan untuk
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah Mengapadian
satunya karena
bahwa representasi kondisi pers
satunya
adalah Indonesia
karena di
kondisi
era reformasi
pers
sebuah proses produksi dan Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan,
pertukaran makna antara manusia dalam
media era tidakkebebasan,
ataulagiantar dibebani
media dengan
budaya tidak
dalamlagieradibeb
yang keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan
menggunakan gambar, simbol dan bahasa. akan
dan pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya.
―Representation issebagaimana Ada kecenderungan,
the production era sebelumnya.
of meaningpers Adatidak
throughsebagaimana
kecenderungan er
senada ,saat
language (Hall,menyiarkan
1997:28), senada
dan memberitakan
artinya saat menyiarkan
produksi makna trenddankekerasan
justru memberitakan
senada saat
melalui trend
m
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan khususnya
bahasa. Bahasa adalah media yang paling sering digunakansentimen soal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan
dalam produksi danaksi pers
terorisme
pertukaran memberitakan
tidak semudah
makna aksi terorisme
melalui memberitakan
pengalaman- tidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan
pengalaman yang ada dalam masyarakat. sosial
politik
yang danterjadi
kegiatansehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengahStuart
masyarakat. tengah masyarakat.
Hall menggambarkan bahwa bahasa melukiskan tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi
relasi encoding dan decoding melalui metafora produksi dan pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu
massa di sejak
mana-mana
konsumsi. Proses produksi meliputi proses gagasan, makna,jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia.
ideologi danSalah
kode satu isu
social, Indonesia.
yangpengetahuan,
ilmu diangkat
Salah olehsatuketrampilan
media
isu yang di tanah
diangkat
Indonesia.
teknis,air oleh media
Salah
saat reformasi adalahsaat reformasi
terorisme
ideology professional, pengetahuan institusional, defenisi dan yang
adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

51
1 || M
M EE D
D II AA D N TT EE1RR| O
D AA N OM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 51
RR EII SSDM
M MEDIA D
berbagai
keterkaitannya
asumsidengan
lainnya gerakan
seperti moral,
Islam kultural,
garis kerasekonomis,
dan gerakan
politis
dan
fundamentalis
spiritual. Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling
Menurut
terasa Stuart
adalahHall,
saatada
terjadi
tiga ledakan
pendekatanbom di representasi,
Bali.
(Hall, Media menggambarkan
1997:24-26) pertama kasus itu amat
pendekatan variatif yang
reflektif, dan
menyebutnya bahwa
menyebutkan sebagaimakna kasus Bom Bali
diproduksi olehI manusia
dan Balimelalui
II. ―Bali
ide,
kembaliobjek
media diguncang beberapa ledakan bom,di Sabtu
dan pengalaman-pengalaman dalam (1/10/2005)
masyarakat
secara
malam. nyata.
HinggaKedua,
pukul 01.00
pendekatan
Wita. Dilaporkan
Intensional, saat
bahwa
itu sedikitnya
penutur
bahasa
23 korbanbaiktewas
lisan dan
maupun tulisanlainnya
99 orang yang memberikan
luka-luka‖.(makna
Kompas, unik8
pada
Oktobersetiap
2005) hasil karyanya. Bahasa adalah media yang
digunakan oleh penutur dalam mengkomunikasikan makna
Demikian
dalam setiap beragamnya
hal-hal yang berlaku headline
khusus berita-berita
yang disebutterkait
unik.
Sedangkan ketiga, Pendekatan Konstruksionis, massa
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media yang cetak
melihatdi
Ibukotapembicara
bahwa pada tanggal 2 Oktober
dan penulis, memilih dan2005. Berita tersebut
menetapkan makna
menggambarkan secara dramatis peristiwa
dalam pesan atau karya (benda-benda) yang dibuatnya. teror yang kembali
Tetapi,
melandadunia
bukan pulaumaterial
Dewata (benda-benda)
setelah pada tahun hasil 2002
karyaaksiseniserupa
dan
juga menewaskan
sebagainya puluhan wisatawan,
yang meninggalkan makna tetapi mancanegara
manusialah maupun
yang
domestik yang
meletakkan tengah berwisata di Bali.
makna.
Sementara itu dalam buku ―Critical and Cultural Theory‖
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
(2004 :83) karya Dani Cavallaro, disebutkan bahwa asal kata
‗representasi‘ itu sendiri mendua. Bahasa latin repraesentatio-
dimana kata representasi diturunkan,terkait dengan praesens
berasal dari kata praeesse yang berarti ‗mendahului‘. Kata kerja
ini memiliki pengertian ganda yaitu secara spasial dan secara
hierarkhis.Kata tersebut dapat merujuk pada orang atau objek
yang ‗mendahului‘ atau di muka seseorang atau sesuatu yang
lain dalam ruang. Atau bisa berarti merujuk pada orang atau
objek yang menjadi superior atas seseorang atau sesuatu yang
lain dalam sebuah kekuasaan.
Dalam bidang retorika, menurut Dani Cavallaro (2004:
83) representasi mengacu pada kemampuan untuk
membangkitkan sebuah impresi yang kuat terhadap kehadiran
melalui Begitu
kata-kata
jugadan ‗figure of speech‘
stasiun-stasiun televisi. Sebagaimana Roman
gencar menayangkan
Quintilian (dalam Cavallaro, 2004:83) katakan,
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada ‗representasi‘
menunjukkan
keesokan harinya, kepandaian
3 Oktober memilih
2005, dan menentukan
media-media massabahkan
cetak,
membuat
baik nasionalbenda-benda
maupun lokal, yangmasih
bersifat cemerlang dan
menempatkan menyolok
peristiwa bom
sehingga merangsang imajinasi audiens. Menurut Dani,

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


5252
kemampuan individual kita dan sekeliling kita berpengaruh pada
apa dan bagaimana kita memahami dan pada bagaimana kita
merepresentasikan apa yang kita alami terhadap pikiran kita dan
mungkin terhadap orang lain. Mengapa ini penting? Ini karena
kemampuan kita dan lingkungan BAB I kita memahamiBAB I
sesuatu
bergantung pada variasi-variasi yang terkait seperti cahaya,
AKSI
cuaca, mood TERORISME AKSI
dan kecenderungan. DITERORISME
MATA
Maka dariMEDIA DI tidak
itu adalah MATA
AKSI MED TERO
masuk akal menganggap bahwa kita dapat merepresentasikan
dunia secara objektif.
Objektivitas adalah sebuah mitos yang dirancang untuk
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
membuat kita percaya bahwa ada suatu cara yang tepat dalam
melihat dan merepresentasikan realitas—dan karenanya bisa
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
meminggirkan segala yang berbeda, yang lain dan yang jadi
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
alternatif.
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
Sejak awal, tepatnya pada 1953, M.H Abrams ( dalam
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
Cavallaro, 2004:71) menyimpulkan perkembangan sikap dunia
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
barat terhadap representasi dengan menggunakan metafor
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
cermin dan lampu. Cermin meliputi gagasan bahwa pikiran bisa
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
merefleksikan dunia luar, sedangkan ‗lampu‘ mencakup ide
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
bahwa pikiran memancarkan cahayanya sendiri pada objek yang
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
dilihatnya.
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Menurut Abrams, model cermin pernah berjaya hingga
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
abad ke-18, sedangkan model ‗lampu‘ mulai meraih momentum
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
dengan datangnya romantisme. Lebih jauh lagi Cavallaro
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
menegaskan bahwa citra pikiran yang semula dianggap sebagai
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
alat yang bersifat pasif dan reproduktif itu lama-lama secara
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
gradual digeser oleh anggapan bahwa citra pikiran sebagai
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
kekuatan kreatif dan aktif. Saat ini, kata, kalimat,pemikiran dan
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
gambaran adalah segenap representasi yang mengesankan
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakan
tidak
perssemudah
memberitak m
sebuah hubungan antara dua hal. Tapi adanya hubungan
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tersebut tidak secara otomatis memerlukan adanya sesuatu hal
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
yang direpresentasikan.
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
Menurut Dani Cavallaro, dunia tidak dapat
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
direpresentasikan secara akurat dan objektif karena alasan
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
bahwa dunia bukan sesuatu yang apa adanya melainkan efek
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
dari bagaimana ia dipahami dari berbagai sudut pandang.

53
1 | M E D I A D A N T E1R| OM
R EI SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 53
MEDIA D
keterkaitannya
Bahkan, sesuatudengan
yang seringkali
gerakan dianggap
Islam garis ‗nyata‘
kerastidaklah
dan gerakan
benar-
fundamentalis
benar nyata dan Islamtidak
yangdapat
terkait
diraih.
denganKitajaringan
hanya global.
mengalaminya
Contoh
yang
melalui
paling
perantaraan
terasa adalahteks,saat
citra
terjadi
danledakan
cerita.bomKetiganya
di Bali. tidak
pernah Media menggambarkan
mencerminkan kasusjelas
realitas secara itu dan
amatnetralvariatif dan
melainkan
menyebutnya sebagai dengan
merepresentasikannya kasus sungguh-sungguh
Bom Bali I dan Bali sesuaiII. dengan
―Bali
kembali
kode-kode diguncang beberapa ledakanmasyarakat
dan konvensi-konvensi bom, Sabtutertentu.
(1/10/2005)Dan
malam.
kerapkaliHingga
kita terpaksa
pukul 01.00menggunakan
Wita. Dilaporkan
dengan saat
setengah
itu sedikitnya
sadar
atau
23 bahkan
korban tidakdan
tewas sadar. Artinya,
99 orang kita kadang
lainnya mengambil
luka-luka‖.( Kompas, alih
8
Oktober
kode-kode 2005)
dan konvensi-konvensi seolah kode dan konvensi itu
merupakan perangkat yang natural dan bukan merupakan
produk Demikian beragamnya headline
dari keputusan-keputusan yangberita-berita terkait
sifatnya natural
ledakan bom yang
(Cavallaro, 2004:72). disiarkan nyaris seluruh media massa cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
Sementarasecara
menggambarkan itu Graeme
dramatisdalam buku ―teror
peristiwa Yangyang
Tersembunyi
kembali
Di Balik Media
melanda pulau ― Dewata setelah
(2008: 120) padarepresentasi
menilai tahun 2002jelas aksimerujuk
serupa
juga
pada menewaskan puluhan wisatawan,
deskripsi terhadap orang-orang mancanegara
yang membantumaupun
domestik yang tengah
mendefinisikan kekhasan berwisata di Bali.
kelompok-kelompok tertentu.
Sependapat dengan Graeme, saat kita melihat sebuah
kelompok yang Pelaku
Fig.1.1 Bom Bali ‗teroris‘, kita juga merujuk pada
khas misalnya
penggambaran ( yaitu representasi) pelbagai institusi misalnya
‗ekstrimis, Pesantren, Islam garis keras‖‘. Kata tersebut tidak
hanya tentang penampilan di permukaan. Kata tersebut juga
menyangkut makna-makna yang dikaitkan dengan penampilan
yang dikonstruksi misalnya makna tentang pesantren dengan
ajaran-ajaran yang keras dan juga seputar aksi terorisme.
Terkait dengan ideologi, Althusser menyatakan bahwa
ideologi adalah sistem-sistem representasi. Ideologi
mendefinisikan sistem representasi. Demikian juga terdapat
pelbagai pandangan yang mengistimewakan wacana sebagai
ungkapan ideologi dan yang melihat representasi sebagai
wacana dalam praktik. Tindakan representasi menjadi
perwujudan hubungan-hubungan kekuasaan dalam masyarakat,
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
karena itu representasi menjadi ungkapan ideologi dan
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
ungkapan wacana dan hal tersebut terutama menyangkut
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
kekuasaan. Bahkan Adam Briggs dan Paul Cobley (1998)
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
mendeskripsikan representasi sebagai ‗kendaraan‘ untuk

2 | | MME EDDI A
5454 I A DDAANN T TE ERROORRI SI SMME E
menstransmisikan ideologi dalam melayani pemeliharaan dan
perluasan hubungan kekuasaan.
Dari kacamata Graeme, representasi itu sangat ideologis
artinya semua pihak dapat mengajukan argumen bahwa makna
tentang subjek-subjek representasi BAB I adalah makna BAB Iyang
menyangkut siapa yang memiliki kekuasaan dan siapa yang
AKSI
tidak, jugaTERORISME AKSI
persoalan bagaimana DITERORISME
MATA itu
kekuasaan MEDIA DI MATA
diterapkan AKSI MED
dan TERO
nilai-nilai yang mendominasi cara berpikir tentang masyarakat
dan hubungan-hubungan sosial.
Dalam buku ini istilah representasi mengacu pada
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
konsep yang disampaikan oleh Theo Van Leeuwen lewat
karyanya ― The Representation of Social Actors‖ (dalam Caldas
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
& Malcolm, 1996:32-69). Menurut Theo, bila kita ingin mencari
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
makna tersirat dari sebuah berita maka mau tidak mau kita
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
harus melihat bagaimana sebuah teks hadir atau dihadirkan
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
menjadi sebuah kalimat. Artinya, dalam proses pemberitaan,
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepak baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
suatu peristiwa kemudian direpresentasikan ke dalam teks
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
berita. Dalam proses representasi mengubah kejadian tertentu
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
menjadi susunan teks, bisa dilihat bagaimana cara wartawan
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatianBandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
menyampaikan sebuah kenyataan. Juga bisa dilihat bagaimana
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
suatu kelompok mendominasi wacana dalam berita tersebut dan
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
ada kelompok atau individu yang ‗dikeluarkan‘ dalam
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
pembicaraan. Menurut Theo, kelompok yang dianggap
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
mendominasi wacana adalah, adanya kekuatan yang dimiliki oleh
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
sebuah kelompok untuk memegang kendali penafsiran pembaca
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
dari sebuah berita. Dalam teks berita, dominasi ini bisa
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
berbentuk sebuah pencitraan media terhadap pelaku dan korban
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
dalam sebuah berita. Misalnya, representasi,pencitraan para
bernafaskan sentimen agamabernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
teroris atau orang-orang yang dianggap sebagai teroris, anak
pers memberitakan aksi persterorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
adalah golongan yang meresahkan masyarakat. Segala bentuk
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
pencitraan seperti itu dilakukan hanya dengan
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
merepresentasikan suatu kejadian yang benar terjadi menjadi
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
susunan teks dengan pilihan kata dan bentuk kalimat. Salah
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulutermasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
satu agen terpenting dalam mendefinisikan kelompok adalah
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
media. Dengan begitu media secara tidak langsung membentuk
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
pemahaman dan kesadaran di kepala khalayak mengenai

55
1 | M E D I A D A N T E1R| OM
R EI SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 55
MEDIA D
keterkaitannya
sesuatu lewat pemberitaan
dengan gerakan yangIslam
terus garis
menerus kerasdisebarkan.
dan gerakan Ini
fundamentalis
berarti bahwa Islam
wacana yang terkait
yang dibuatdengan
oleh jaringan
media ituglobal.
punyaContoh
peran
yang
dalampaling terasa adalahsuatu
melegitimasi saat terjadi
hal ledakan
atau bom di Bali. dan
kelompok
mendelegitimasi
Media menggambarkan
atau memarjinalkan kasuskelompok
itu amat lain. variatif dan
menyebutnya
Terkait sebagai
dengan kasus Bom Bali Theo
representasi, I dan van Bali II. ―Bali
Leeuwen
kembali diguncangsebuah
memperkenalkan beberapa ledakan
model dalambom, Sabtu
analisis (1/10/2005)
wacana, model
malam.
analisis Hingga
tersebutpukul
untuk01.00 Wita. Dilaporkan
mendeteksi saat itu bagaimana
atau mengetahui sedikitnya
23 korban
sebuah tewas dan
kelompok hadir99sebagai
orangkelompok
lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
yang dimarginalkan.
OktoberDalam
2005) model analisisnya, Theo Van Leeuwen
menampilkan bagaimana pihak-pihak dan aktor (perorangan
Demikian ditampilkan
atau kelompok) beragamnyadalam headline berita-berita
pemberitaan. Ada dua terkait
titik
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
focus perhatian dalam melihat teks media. Pertama, Theo massa cetak di
Ibukota
menyebutpada prosestanggal 2 Oktober
pengeluaran 2005.
(exclusion) yaituBerita
apakah tersebut
dalam
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
suatu teks berita ada kelompok atau aktor yang dikeluarkan yang kembali
melanda pulau DewataInisetelah
dalam pemberitaan. bisa pada tahun 2002
dicontohkan aksi serupa
misalnya dalam
juga menewaskan
pemberitaan puluhan
terorisme apakah wisatawan,
kelompok mancanegara
yang ‗dianggap‘ maupun
teroris
domestik yang tengah
diberi kesempatan yangberwisata
sama atau di Bali.
tidak dalam peberitaan, atau
justru ‗dikeluarkan‘ dalam pembicaraan. Makna dari pengeluaran
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
seseorang atau aktor dalam pemberitaan adalah, media seakan-
akan menghilangkan atau menyamarkan pelaku/aktor dalam
berita, tidak dijelaskan siapa pelaku sebenarnya, apakah
sungguh dia atau kelompok tersebut yang melakukan aksi
terorisme . Bila itu terjadi maka media sudah melakukan eksklusi
, dan hanya merepresentasikan pihak korban atau narasumber
resmi dan mengabaikan informasi dari sisi yang lain.
Secara tidak langsung proses Eksklusi (pengeluaran) ini
bisa mengubah pemahaman pembaca tentang isu yang
dibicarakan dan melegitimasi posisi pemahaman tertentu.
Katakanlah dalam berita mengenai sebuah aksi pemberantasan
terorisme yang melibatkan dua pihak yang berhadapan, apakah
pemberitaan media kemudian mengeluarkan ‗peran Densus 88‘ ,
atau pelaku
Begituterorisme dari pemberitaan?
juga stasiun-stasiun televisi Kalau
gencarinimenayangkan
yang terjadi
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. suatu
maka hanya korban aksi terorisme yang ditonjolkan dalam Pada
berita, sehingga
keesokan harinya,kesan yang hadir
3 Oktober 2005,kemudian
media-mediabahwamassateroriscetak,
yang
melakukan
baik nasionalaksi
maupun kekerasan pantas
lokal, masih mendapatkan
menempatkan tembakan
peristiwa bom
hingga mati.

56256| | MME ED DI AI A D DA ANN T TE ER ROOR RI SI SMME E


Proses yang kedua , menurut Theo Van Leeuwen adalah
proses pemasukan (inclusion). Proses ini berhubungan dengan
pertanyaan bagaimana seseorang atau kelompok aktor dalam
suatu kejadian dimasukkan atau direpresentasikan dalam sebuah
BAB
berita. Menurut dia, baik proses eksklusi
I maupun inklusi
BAB I
terdapat
sebuah strategi wacana. Strategi wacana yang ditampilkan
AKSIdengan
media TERORISME AKSI
cara pemilihanDITERORISME
MATA
kata, MEDIA
kalimat, DI MATA
informasi AKSI MED
atau TERO
susunan bentuk kalimat tertentu, cara bercerita tertentu. Lewat
strategi itu masing-masing kelompok direpresentasikan ke dalam
sebuah teks.
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
Ideologi dan Nilai-nilai Berita
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh media
media
Istilah Ideologi diperkenalkan oleh filsuf Perancis Destuttmassa.
massa, Sejumlah
baik diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri maupun
tak
de Tracy untuk menjelaskan ilmu tentang ide: yaitu sebuah pernah
di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwailmu
disiplin aksi yang
terorisme peristiwa
dalam pemberitaan
memungkinkan aksi orang
terorismemereka.
dalammengenali
untuk pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan
prasangka-prasangka dan bias-bias mereka. ( Cavallaro, sepak
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar
2004:135). Konsep ideologi dapat digunakan sebagaimana Karl seperti
maupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda(1818-1883)
Marx , dan belakangan qaeda
dilakukan
dan Friederich , danEngels
oleh
belakangan
kelompok
(1820-1895)dilakukan
kecilgunakan qaedakelompok
seperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatian
dalam The German Ideology, untuk menentang gagasan bahwaBandung media menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak
ide-ide sesungguhnya secara mandiri dapat mengembangkan persoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia
konteks direpresentasikan
politik dan ekonomi Indonesia
di Koran
tempat direpresentasikan
Tempo.
ide-ide di KoranIndonesia
itu diformulasikan. Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapadian
satunyaIdeologi
karena bisa
kondisi pers
satunya
juga Indonesia
dilihat karena
sebagai di
kondisi
era reformasi
pers palsu
nilai-nilai Indonesia
berada
satunya
yang di erakarena
reform
dalam erauntuk
digunakan kebebasan, dalam
mengendalikanmediaera tidakkebebasan,
seseorang, lagiatau dibebani
media dengan
sebagai tidak
dalamlagieradibeb
ide-ide keb
ketakutan
yang akan oleh
diunggulkan pembreidelan
ketakutan
kelas sosial, akan
dan
genderpencabutan
pembreidelan
atau kelompok SIUPP
ketakutan
dan pencabu
ras aka
sebagaimana
tertentu. Bisa era sebelumnya.
juga sebagaimana
ideologi Ada kecenderungan,
dilihat era sebelumnya.
sebagai pers
nilai-nilaiAdayang
tidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan
melanggengkan struktursenadadan memberitakan
kekuasaansaat menyiarkan
yang dominan.trenddankekerasan
memberitakan
Dengansenada saat trend
m
bernafaskan
begitu, ideologisentimen agama
bernafaskan
dapat didefinisikan khususnyasentimen
baik soal agama
secara terorisme.
netral khususnyaBagi
bernafaskan
sebagai soal terosen
pers memberitakan
seperangkat ide tanpa aksi pers
terorisme
memberitakan
konotasi-konotasi tidak semudah aksiyang
politis terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
jelas, tetapi memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang dan terjadi
ideologi bisa juga dilihat secara kritis, sebagai seperangkat idekegiatan
sehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah masyarakat.
melalui tengah masyarakat.
mana orang membiasakan dirinya sendiri dan orang tengah lain masyara
Sebenarnya
dalam konteks aksi terorisme
sosiohistoris Sebenarnya
yang menjadi
spesifik,pemberitaan
aksi
danterorisme
melalui di menjadi
media
mana pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman
kemakmuran dahulu
massadisejak
kelompok-kelompok mana-mana
jaman
tertentudahulu
termasuk di juga
mana-mana
dikedepankan. massa
di sejak
terma ja
(Indonesia.
Cavallaro, Salah satu isu
2004:137). Indonesia.
yang diangkatSalah oleh
satu media
isu yang di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasiterorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

57
1 || MMEEDDI IAA DDAANN TTE1ER|ROOM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 57
RREI ISDSMM MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis keras dan gerakan
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
Oktober 2005)

Demikian beragamnya headline berita-berita terkait


ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun
domestik yang tengah berwisata di Bali.

Fig.1.1 Pelaku Bom Bali

Bahkan Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese (1996),


dalam Mediating The Message: Theories of Influences on
Mass Media Content , menyusun berbagai factor yang
mempengaruhi konten media.

Menurut Pamela dan Reese, media, pada dasarnya


menyajikan isi yang merupakan akumulasi dari pengaruh yang
beragam. Kedua ahli ini mengungkapkan bahwa ada berbagai
faktor yang diduga bisa mempengaruhi pengambilan keputusan
dalam ruang
Begitupemberitaan soal isi media.
juga stasiun-stasiun televisiKeduanya paling tidak
gencar menayangkan
mengidentifikasikan ada lima faktor. Kelima
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. faktor Pada
itu
mempengaruhi kebijakan
keesokan harinya, redaksi
3 Oktober dalam
2005, menentukanmassa
media-media isi media.
cetak,
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

5858
2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE
Pertama, adalah Faktor individual. Faktor ini
mempengaruhi isi terkait dengan latar belakang profesional
dari pengelola media, khususnya para wartawan dan editor. Di
Level individual, Pamela melihat bagaimana pengaruh aspek-
aspek personal dari pengelolaBAB I aspek-aspek pribadi
media, BAB I dari
wartawan ikut mempengaruhi pemberitaan yang akan
AKSI TERORISME
ditampilkan kepada khalayak. AKSI DI TERORISME
Faktor MATA ini berupa MEDIA LatarDI MATA
belakang AKSI MED TERO
individu wartawan seperti umur, agama, jenis kelamin, dan
perbedaan individual ini sedikit banyak mempengaruhi apa yang
ditampilkan media. Begitu juga Latar belakang pendidikan, atau
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
kecenderungan keberpihakan seseorang wartawan dalam
politik, atau orientasi pada partai politik sedikit banyak bisa
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk bahan yang Aksi tero
me
mempengaruhi apa yang ditulis sang wartawan tersebut,
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
luar negeri maupun di
luarIndonesia
negeri maupun
tak
Faktor kedua adalah Rutinitas media, berhubungan pernahdi Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa
dengan aksi terorisme
mekanisme dan peristiwa
dalam pemberitaan
proses aksi terorisme
penentuan mereka.
berita. dalam
Setiap pemberitaan
peristiwamereka.
media aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan
umumnya mempunyai ukuran sendiri tentang apa yang disebut sepak
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar
berita, apa ciri-ciri berita yang baik, atau apa kriteria kelayakan seperti
maupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda,Ukuran
berita. dan belakangan qaeda
dilakukan
tersebut adalah , rutinitas
dan olehbelakangan
kelompok
yang dilakukan
kecil seperti
berlangsung qaedakelompok
oleh
tiap , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatianBandung
hari dan menjadi prosedur standar bagi pengelola media yang media menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak
berada di dalamnya. Rutinitas media ini juga berhubungan persoalan
menguak terorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia
dengan direpresentasikan
mekanisme Indonesia
bagaimana di Koran direpresentasikan
beritaTempo.dibentuk. Ketika di Koranada Indonesia
Tempo. direpr
sebuah peristiwa penting yang harus diliput, bagaimana bentuk untuk
Mengapa isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
pendelegasian tugasnya, melalui proses dan tangan siapa sajaera reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam sebelum
tulisan era kebebasan,
sampai ke dalam
mediaera
proses tidak
cetak,kebebasan,
lagi penulisnya,
siapa dibebani
media dengantidak
dalamlagieradibeb
siapa keb
ketakutan akan
editornya, dan seterusnya. pembreidelan
ketakutan akan
dan pencabutan
pembreidelan SIUPP
ketakutan
dan pencabuaka
sebagaimana era sebelumnya. sebagaimana Ada kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senadaFaktor
saat menyiarkan
ketiga adalahsenada
danfaktor
memberitakan
saatOrganisasi
menyiarkan trenddankekerasan
media memberitakan
senada saat
. Level trend
m
bernafaskan
organisasi sentimen agama
berhubungan bernafaskan
dengankhususnya
struktursentimen soal agama
organisasiterorisme.
yangkhususnya
Bagi
bernafaskan
bisa soal terosen
pers memberitakan
mempengaruhi aksi pers
pemberitaan.terorisme
memberitakan
tidak semudah
Pengelola mediaaksi dan
terorisme
memberitakan
wartawantidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politikyang
bukan orang tunggal yang ada dalam organisasi berita, ia danterjadi
kegiatansehari-hari
sosial persoalan
yang
di terjadi
politik
s
tengah masyarakat.
sebaliknya hanya bagian tengah
kecil darimasyarakat.
organisasi media itu . Masing- tengah masyara
Sebenarnyadalam
masing komponen aksi terorisme Sebenarnya
organisasi menjadi
media bisa pemberitaan
aksi jadi
terorisme di menjadi
mempunyai media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu
massa di sejak
mana-manajaman
kepentingan sendiri-sendiri. Di dalam organisasi media, dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia.selain
misalnya, Salah bagian
satu isuIndonesia.
yang diangkat
redaksi adaSalah jugaoleh
satu media
isu yang
bagian di tanah
diangkat
pemasaran, Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi
bagian iklan, dan bagian adalah
saat reformasi
lain yang terorisme yang
adalah diduga
saling melengkapi. terorisme
Masing-saat
ada reformasi
yang d

59
1 | M E D I A D A N T E1R| OM
R EI SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 59
MEDIA D
keterkaitannya
masing bagian dengan
tersebutgerakan
tidak selalu
Islamsejalan.
garis keras
Mereka danmempunyai
gerakan
fundamentalis
tujuan dan Islam target yang
masing-masing,
terkait dengansekaligus
jaringan global.
strategiContoh
yang
yang
berbeda
palinguntuk
terasamewujudkan
adalah saat terjadi
targetledakan
tersebut.bomBagian
di Bali. redaksi
Media
misalnya menggambarkan
menginginkan kasus tertentu
agar berita itu amatyang variatif dan
disajikan,
menyebutnya
tetapi bagian sebagai
sirkulasi kasus Bom Bali agar
menginginkan I danberita
Bali II.
lain ―Bali
yang
kembali diguncang
ditonjolkan karena beberapa ledakan
terbukti dapat bom, Sabtu
menaikkan (1/10/2005)
penjualan. Pada
malam.
tingkat Hingga
individupukul
dari pekerja
01.00 Wita.media
Dilaporkan
seperti wartawan,
saat itu sedikitnya
redaktur
secara
23 korbanpersonal,
tewas dan karakteristik
99 orang individu (seperti jenis
lainnya luka-luka‖.( kelamin,
Kompas, 8
Oktober
etnis, dan
2005)orientasi seksual) dan latar belakang dan pengalaman
pribadinya (seperti pendidikan, agama dan status sosial ekonomi
Demikian
orang tua) beragamnya
tidak hanya membentuk headline berita-berita
sikap, nilai terkait
dan kepercayaan
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media
pribadi individu, namun mengarahkan latar belakang dan massa cetak di
Ibukota
pengalaman padaprofesionalnya.
tanggal 2 Oktober Pengalaman 2005. Berita tersebut
profesional ini akan
menggambarkan
membentuk peranan dan etika profesionalnya.yang
secara dramatis peristiwa teror Perankembali
etika
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002
profesional ini memiliki efek langsung terhadap isi mediajuga aksi serupa
juga menewaskan
mempunyai puluhan
tujuan dan wisatawan,
filosofi organisasi mancanegara
sendiri maupun
domestik yang tengah berwisata di Bali.
Faktor lainnya adalah pengaruh extra media. Pada
Fig.1.1 Pelaku Bom yang
tingkat ini faktor-faktor Bali mempengaruhi content media
antara lain sumber-sumber informasi yang dijadikan isi media
(seperti kelompok kepentingan dalam masyarakat), sumber-
sumber pendapatan media (seperti pengiklan dan khalayak)
serta institusi sosial lainnya (seperti pemerintah).

Kemudian pengaruh lain yang juga penting adalah di


level ideologi. Pada tingkat ideologi, yang ingin diamati adalah
bagaimana media berfungsi sebagai kepanjangan kepentingan
kekuatan dominan dalam masyarakat, bagaimana rutinitas
media, nilai-nilai dan struktur organisasi bisa berjalan di
dalamnya.

Media meliputi semua alat dan saluran-saluran informasi


Begitupertunjukan
dan seni juga stasiun-stasiun televisi
(Wilkinson, gencar
1997). menayangkan
Dengan demikian,
peristiwa demi peristiwa
media termasuk televisi, seputar aksi teror
layar bioskop, atautersebut. Pada
dalam bentuk
keesokan
dokumen,harinya, 3 Oktober
teater, musik, surat2005, media-media
kabar, massa
majalah, buku, cetak,
fotografi,
baik
dan nasional
seni-senimaupun lokal, Dapat
visual lain. masih diargumentasikan
menempatkan peristiwa
bahwabomjika

60260
| |MM
EDED
I AI AD D
AAN NT ET RE O
ROR IRSI M
SMEE
media sebagai institusi mengomunikasikan ideologi kepada para
audiensnya, maka berita sebagai operasi khusus dalam media
adalah pembawa ampuh ideologi, termasuk di dalamnya ideologi
terorisme atau ideologi anti terorisme.
BAB I BAB I
Graeme melihat mengapa ideologi merupakan sesuatu
yang dibawa oleh media dikarenakan bahwa berita diduga
AKSI TERORISME
termasuk ke dalam sesuatu AKSI yangDIdisebut
TERORISME
MATA sebagaiMEDIA faktaDI MATA
AKSI MED
, sebagai TERO
lawan dari fiksi. Hal ini juga disebabkan karena pokok persoalan
berita adalah aktivitas politik,peristiwa-peristiwa ekonomi dan
Aksi terorisme
perilaku sosial. di mata
Berita Aksi
media
tidak terorisme
dapat membantudi mata media melaporkan Aksi terorisme
penerapan kekuasaan dan hampir tidak mengejutkan bahwa
Aksi terorisme
berita memiliki merupakan
pelbagai Aksi bahan
pandangan terorisme yangmerupakan
(meskipun menarik
bisa untuk
bahan yang
saja Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh
tersembunyi) terhadap kekuasaan. Secara umum, berita media
media massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri
menyokong ide-ide seperti aturan hukum melalui lembagamaupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan luartak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorisme
peradilan,keutamaan peristiwa
dalam
alami pemberitaan
keluargaaksisebagai
terorisme
mereka.dalam
suatu pemberitaan
unit peristiwamereka.
sosial aksi te
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan sepak
baik
dan pelbagai definisi tentang teroris seperti yang diungkapkan terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok
oleh pemerintah. besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar sepertimaupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan oleh belakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung
Sedangkan berita kelompok
menarik
adalah CiBiru
perhatian
sesuatu Bandung
yang media menarik
massa.
diproduksi perhatian
kelompok
Dan
seperti media
CiBirum
buku banyak
halnya ini hendakmedia menguak
buku
yang bagaimana
lain. ini hendakbahwa
Gagasan persoalan
menguak terorisme
berita bagaimana buku
itu digali di persoalan
ini henda
Indonesia
dari direpresentasikan
‗tambang Indonesia
kebenaran‘ di Koran direpresentasikan
seringkaliTempo. di KoranIndonesia
harus dipertanyakan Tempo. direpr
kembali,Mengapa
meskipun isu terorisme ini
sering dianggapMengapa
menarik isu
untuk
sebuah terorisme
dianalisis?
metafora ini menarik
Salah untuk
yang Mengapa
dian
satunya karena
menarik bagi para kondisi pers
satunya
wartawan Indonesia
karenamemberi
yang di
kondisi
era reformasi
pers Indonesia
tekanan berada
satunya
untuk di erakarena
reform
dalam era kebebasan,
mendapatkan cerita yangdalam mediaera
nyata tidak
dan kebebasan,
upaya lagimendapatkan
dibebani
media dengantidak
dalamlagieradibeb
fakta keb
ketakutan
apa adanya. akan pembreidelan ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana era sebelumnya. sebagaimana Ada kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Produksi
senada saat menyiarkanberita adalah
senada proses
dan memberitakan kolaboratif
saat menyiarkan trend dimana
dankekerasan tim
memberitakan
senada saat trend
m
dipersatukan
bernafaskan oleh otoritas
sentimen agamaeditor,
bernafaskan olehsentimen
khususnya pemahaman
soal agama yang
terorisme. sama
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
terhadap nilai-nilai dan
pers memberitakan aksioleh
pers suatu
terorisme pemahaman
memberitakan
tidak semudah aksiterhadap
terorisme peran-
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
peran dalam
persoalan tim.dan
politik Dalam argumen
kegiatan
persoalan sosial Graeme,
politik
yang dan para sehari-hari
terjadi
kegiatan editor
sosialpers
persoalan
yang
di terjadipolitik
s
sensitif terhadap
tengah masyarakat. sikap-sikap pemilik
tengah masyarakat. mereka, terhadap kompetisitengah masyara
untuk menyajikan
Sebenarnyaberita lebih dulu
aksi terorisme dibanding
Sebenarnya
menjadi aksisurat
pemberitaan kabar
terorisme atau pemberita
di menjadi
media Sebenarn
media
massalain dan jaman
sejak terhadap pandangan
dahulu
massa disejak para
mana-mana pembaca
jaman dahulu mereka.
termasuk di juga Para
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
editor media khususnya
Indonesia. Salah satu isu media
Indonesia. penyiaran
yang diangkatSalah oleh saat
satu media
isu yangini memiliki
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
sensitivitas
saat reformasi serupa meskipun saat mereka
adalah reformasi bertanggungjawab
terorisme yang
adalah diduga kepada
terorisme
saat
ada reformasi
yang d

61
1 || M
M EE DD II AA DD AA NN TT EE1RR
| OOM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 61
RR EII SSDM
M MEDIA D
keterkaitannya
Pemrednya bukan dengan
kepada
gerakan
pemilikIslam
usahagaris
penerbitan
keras dan
mereka.
gerakan
Dan
fundamentalis
berita diproduksi
Islamdalam
yangkerangka
terkait dengan
pandangan
jaringandalam
global.
hal Contoh
praktik-
yang
praktik
paling
kerjaterasa
dari sekelompok
adalah saatorang.
terjadi ledakan bom di Bali.
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
Michaelsebagai
menyebutnya Schudsonkasus(1996)
Bom Bali ketika
I danmerujuk
Bali II. kepada
―Bali
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu frase
pelbagai keberatan para pembuat berita terhadap seperti
(1/10/2005)
konstruksi
malam. sosial
Hingga pukulterhadap
01.00 Wita. realitas membela
Dilaporkan saat itu pandangan
sedikitnya
sosiologis tersebut dengan mengatakan :
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( ―kita tidak mengatakan
Kompas, 8
bahwa 2005)
Oktober para wartawan memalsukan berita, kita mengatakan
bahwa para wartawan tersebut ‗membuat‘ berita. ( Dalam
Graeme, 2008:107).
Demikian beragamnya headline berita-berita terkait
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa cetak di
Ibukota Gaye
pada Tuchman
tanggal 2 (1978)
Oktober seperti
2005. yang dirujuk
Berita oleh
tersebut
Schudson mendeskripsikan berita sebagai informasi
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali yang relevan
yang dikumpulkan
melanda pulau Dewata oleh pelbagai metode
setelah pada tahunyang2002
divalidasi secara
aksi serupa
profesional. Dan proses pembuatan berita
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun adalah proses yang
mengalir dari kontak pertama
domestik yang tengah berwisata di Bali.dengan sumber berita menuju
waktu ketika berita muncul di halaman atau layar. Dan ada
konsepFig.1.1
pentingPelaku
yang Bom
mestiBali
dipahami mereka yang bergerak di
media yakni kepekaan melihat adanya nilai-nilai berita.

Proses selektif pengumpulan dan penyuntingan berita—


termasuk juga berita-berita seputar aksi terorisme—secara
fundamental ditentukan oleh asumsi-asumsi para pembuat beria
tentang pokok pikiran yang dianggap bernilai atau tidak untuk
dijadikan berita, yang sering disebut sebagai nilai-nilai berita
(news values). Nilai ini dapat diungkapkan menurut
kepentingannya bagi masyarakat. Tetapi di sisi yang lain nilai
berita tersebut dapat dilihat sebagai tolak ukur kepentingan
ideologis. Kondisi ini secara kritis bisa menimbulkan pertanyaan,
hal ini penting bagi siapa? Berharga bagi siapa dan mengapa
berita itu dianggap berharga?
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
peristiwaTerkait
demi dengan nilai-nilai
peristiwa seputarberita,
aksi ada banyak
teror definisiPada
tersebut. dari
berbagai ahli, tetapi yang penting disimak adalah
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,pendapat John
Galtung
baik dan maupun
nasional Mari Rugelokal,(1970) sebagaimana diungkap
masih menempatkan peristiwa bomoleh

62262
| |MME D
E DI AI AD DA AN NT ET R
E RO O
R RI SI M
S ME E
Briggs,A dan P Cobley (dalam Graeme,2008:111). Untuk lebih
jelasnya bisa lihat Tabel berikut ini :

BAB I BAB I
Tabel 2.3
Nilai-nilai berita
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
NILAI-NILAI BERITA/ KELAYAKAN BERITA

Frekuensi Peristiwa
Aksi terorisme di mata
Aksi
mediatersebut harus
terorisme dimulai
di mata mediadan diakhiri
Aksi terorisme
dengan siklus publikasi dari organisasi yang
Aksi terorismemelaporkannya.
merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yang Aksi tero
me
Sebagai contoh peristiwa terorisme akan
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.massa,Sejumlah
baik diberitakan
di mediaoleh ma
diulang-ulang dan diperbanyak frekuensinya
luar negeri maupun oleh di
luarIndonesia
negeri maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan
media karena dianggap amat bernilai bagi luartak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorisme peristiwa
dalam pemberitaan
audiens aksi terorisme mereka.
dalam pemberitaan peristiwamereka.
aksi te
Aksi
Ambang Batas dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan sepak
baik terjang
Peristiwa tersebut harus melewati ambangyang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besarbatas seperti
olehukuran Jamaah
kelompok Islamiyah
besar seperti
maupun
soal kualitas agar kepentinganJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan belakangan qaeda
yang dilakukan
, dan oleh
memadai belakangan
layakkelompok dilakukan
jadi berita. kecil qaedakelompok
seperti
Ada ambang oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
batas,menarik
apakah CiBiru
perhatian
Bandung
sebuah media menarik
peristiwamassa.
atauperhatian
kelompok
Dan
aksi media
CiBirum
buku ini hendak menguakterorisme itu hendak
buku bagaimana
ini layak jadi pemberitaan
persoalan
menguak daribuku
terorisme
bagaimana sisi
di persoalan
ini henda
kualitasnya
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Koran direpresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Kedekatan Budaya Peristiwa ini
Mengapa isu terorisme tersebut
Mengapa
menarikisuharus
untuk bermakna
terorisme
dianalisis? bagi untuk
ini menarik
Salah Mengapa
dian
satunya karena kondisiaudiens
pers
satunya organisasi berita yang dimaksudkan.
Indonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesiaberada
satunya
di erakarena
reform
Artinya semakin dekat audiens dengan
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani media dengantidak
dalamlagieradibebkeb
peristiwa yang terjadi misalnya kasus
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan
dan pencabutan
pembreidelan
peledakan bom di Bali bagi warga atau audiens SIUPP
ketakutan
dan pencabuaka
sebagaimana era sebelumnya.
di sebagaimana
Indonesia Adaamatlah
kecenderungan,
era sebelumnya.
bernilai dan pers
Ada tidak
sebagaimana
memilikikecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan baik
kedekatan memberitakan
saatsosial, politik trend
menyiarkan dandan
budayamemberitakan
kekerasansenada saat trend
m
bernafaskan sentimenPeristiwa
Kejelasan agama
bernafaskankhususnya
sentimen
tersebut soal agama
harus terorisme.
secara khususnya Bagi
bernafaskan
relatif soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
menjelaskan tidak
apa semudah
yangaksi terorisme
memberitakan
sebenarnya tidak
perssemudah
tengah memberitak m
persoalan politik dan terjadi.
kegiatan
persoalan sosial
politik
Artinya, yangdan terjadi
pemberitaan kegiatan
sehari-hari
soal sosial persoalan
terorisme yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. akan memberi kejelasan
tengah masyarakat. bagi masyarakat yang
tengah masyara
Sebenarnya aksitidak mengalami
terorisme hal tersebut
Sebenarnya
menjadi secara langsung.
pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
Media
massa sejak jaman dahulu massamenjadi
disejak mata
mana-mana
jamandan dahulu
kaki tangan
termasuk audiens
di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
untuk mendapatkan kejelasan mengenai apa
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkatSalah oleh
satu media
isu yang di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
yang sesungguhnya terjadi
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang
adalah diduga
terorisme
saat
ada reformasi
yang d

63
1 || M
M EE DD II AA DD AA NN TT EE1RR
| OOM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 63
RR EII SSDM
M MEDIA D
Kesesuaian dengan gerakan
keterkaitannya Peristiwa Islam
tersebut harus dan
garis keras sesuai dengan
gerakan
kerangka pemahaman yang
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contohmelambangkan
yang paling terasa adalahbudaya audiens
saat terjadi ledakanyang
bom disesuai.
Bali. Dalam
pemberitaan kasus terorisme yang terjadi di
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
Indonesia media menggunakan kata-
menyebutnya sebagai kata,kalimat
kasus Bom Bali I danistilah-istilah
serta
Bali II. ―Bali yang
kembali diguncang beberapa ledakan
mempunyai bom, Sabtu
kesesuaian dengan(1/10/2005)
budaya dan
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan
pemahaman audiens saat itu sedikitnya
23Ketidakterdugaan
korban tewas dan 99Peristiwa
orang lainnya luka-luka‖.(
itu bernilai karenaKompas, 8
ada unsur
Oktober 2005) ketidakterdugaan atau jarang terjadi
Kontinuitas Jika suatu berita telah diberitakan, terdapat
Demikian beragamnya
kemungkinan headline
yang berita-berita
cukup besarterkait bahwa
ledakan bom yang disiarkan
peristiwa tersebut akan massa
nyaris seluruh media cetak di
terus diberitakan.
Ibukota pada tanggal Artinya2 Oktobermedia 2005.massa Berita
akan tersebut
memenuhi
menggambarkan secara kebutuhan
dramatis audiens
peristiwauntuk
terormencari
yang ‗kelanjutan‘
kembali
melanda pulau Dewata atau followup‘
setelah pada dari
tahun berita-berita
2002 aksisebelumnya
serupa
yang sudah membetot perhatian
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun mereka
Komposisi
domestik Liputan di
yang tengah berwisata pelbagai
Bali. peristiwa untuk sebagian
ditentukan oleh struktur internal dari
organisasi
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali pengumpul berita. Para wartawan
dan editor di media mempunyai pengaruh
yang besar dalam memutuskan mana berita-
berita yang layak mana yang tidak lewat
sebuah proses kerja redaksional termasuk juga
saat menentukan apakah kasus terorisme dan
kekerasan bernafaskan sentimen agama itu
layak atau tidak untuk disiarkan
Tindakan-tindakan Peristiwa yang melibatkan orang atau
kelas elit organisasi elit lebih mungkin untuk diliput
daripada yang melibatkan orang atau
organisasi yang tidak penting. Ini berarti
media akan mementingkan atau
memprioritaskan mengalirnya pendapat atau
peristiwa yang melibatkan kehadiran atau
keterlibatan televisi
Begitu juga stasiun-stasiun elit-elit
gencarmasyarakat
menayangkan yang
berpengaruh pada terciptanya opini publik
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
Personifikasi Peristiwa yang dapat dilihat berkaitan dengan
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
orang-orang secara individual lebih mungkin
baik nasional maupun lokal,
untukmasih
diliputmenempatkan peristiwa bom
daripada abstraksi-abstraksi yang

642 |64 M
| EMDEI DA I A
D ADNA N
T E TREORROI RS M
I S EM E
tidak jelas. Artinya media akan menyentuh
unsur-unsur manusiawi yang akan ‗menguras‘
air mata audiens atau khalayak lewat upaya
personifikasi misalnya dengan
menggambarkan lebih detil dan personal soal
BAB I BAB I
keluarga korban atau bahkan korban luka
berat yang menjadi korban kebiadaban aksi
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
terorisme di Indonesia
Negativitas Peristiwa-peristiwa lebih buruk lebih layak
berita ketimbang peristiwa-peristiwa yang baik.
Ini berarti media massa akan mengelaborasi
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
dan mengeksploitasi pemberitaan-pemberitaan
yang sifatnya sensasional dan punya dampak-
Aksi terorismedampak
merupakanAksi bahan
terorisme
negatif yangmerupakan
menarik
terhadap untuk
bahan yang
kehidupan Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa.
masyarakat Sejumlah
oleh media
media massa.
massa,Sejumlah
baik
diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.dalam pemberitaanperistiwamereka.
aksi te
Dalam
Aksi dan penelitian yang Aksi
sepak terjang menyangkut
terorisme,
dan sepak pemberitaan
baik terjang
yang dilakukan soal
terorisme, baik
Aksi dan
yan
terorisme
oleh kelompokini, persoalan
besar seperti
olehnilai Jamaah
kelompok Islamiyah
berita apakah
besar seperti Jamaah
itumaupun
frekuensi Al- Islamiyah
oleh kelompok
(mengingat
qaeda, dan seringkali
belakangan media
qaeda ,mengulang-ngulang
dilakukandan oleh
belakangan
kelompok berita
dilakukan yang
qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
sama) atauCiBiru
kelompok nilai Bandung
yang lain menjadi
kelompok
menarik salah
CiBiru
perhatian satu
Bandungmedia bahan
menarik
massa.analisis
perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
yang
bukukomprehensif
ini hendak menggunakan
menguak inianalisis
buku bagaimanahendakwacana.
persoalan
menguakterorismebagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Selain
Mengapa nilai-nilai berita sebagaimana
isu terorisme ini
Mengapa
menarikisu disebut
untuk
terorisme Galtung
dianalisis?
ini menarikdi untuk
Salah Mengapa
dian
atas, yang tak kalah
satunya karena kondisi perspenting
satunya adalah
Indonesia agenda
karena di kondisi berita
era reformasi dari
pers Indonesiamedia
berada
satunya
di erakarena
reform
yang
dalambersangkutan.
era kebebasan, Idedalam
tentang
media berita
eratidak lagiyang
kebebasan, menetapkan
dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
agenda cerita untuk konsumsi
ketakutan akan pembreidelan publik
ketakutan akan berkaitan dengan
dan pencabutan
pembreidelan nilai-nilai.
SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
Item-item
sebagaimana akanera muncul dalam Ada
sebelumnya.
sebagaimana agenda era sebuah
kecenderungan,
sebelumnya. mediapers justru
Ada tidak
sebagaimana
kecenderungan er
karena mereka
senada saat menyiarkan begitu bernilai.
senada Agenda
dan memberitakan
saat menyiarkan tersebut
trend dapat
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
diidentifikasikan
bernafaskan sentimen melalui agama
pelbagai
bernafaskan pendekatan
khususnya
sentimen penelitian
soal agama
terorisme. baik
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
seperti analisis Isi dan
pers memberitakan analisis
aksi pers
terorisme wacana
memberitakan sebagaimana
tidak semudahaksi terorisme dipilih
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
dalam penelitian ini. Argumen
persoalan politik dan kegiatan persoalan penting
sosial
politik dalam
yang dan konsep
terjadi
kegiatan agenda
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
media adalah bahwa
tengah masyarakat. apa saja yang dianggap
tengah masyarakat. sebagai hal yang
tengah masyara
penting Sebenarnya
–termasuk juga soal terorisme—akan
aksi terorisme Sebenarnya aksiberbanding
menjadi pemberitaan terorisme lurus
di menjadi
media pemberita
Sebenarn
dimassa
tengahsejak
masyarakat
jaman yangdahulu akan
massa melihatnya
disejak jamansebagai
mana-mana dahulu
termasuk suatu
di jugayang
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
penting. Atau paling
Indonesia. Salah satu isu tidak apa
Indonesia. yang
yang diangkat dilontarkan
Salah olehsatu media
isu yang oleh media
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

65
1 | M E D I A D A N T E1R| OM
R EI SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 65
MEDIA D
merupakan
keterkaitannyabahandenganyanggerakanmemadai
Islam garis untuk
kerasmenjadi
dan gerakan alat
pertarungan
fundamentalis wacana
Islam yang
di tengah
terkait
masyarakat.
dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
SembilanMediaElemen Jurnalisme kasus itu amat variatif dan
menggambarkan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembaliSebuah media
diguncang massa ledakan
beberapa yang baik tentunya
bom, Sabtu menerapkan
(1/10/2005)
proses dan etika kerja yang baik juga. Ada sembilan
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya elemen
penting
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas,Bill8
dalam dunia jurnalisme yang ditawarkan oleh
Kovach. Wartawan ujarnya merupakan sebuah profesi, dan
Oktober 2005)
ketika seorang ingin menjadi wartawan yang profesional,
tentulahDemikian
dia harus beragamnya
mematuhi kode headline
etik jurnalistik. Menurut
berita-berita Bill
terkait
Kovach
ledakan bomdan yang
Tom disiarkan
Rosentielsnyaris(2001)
seluruh ada
mediasembilan elemen
massa cetak di
jurnalistik
Ibukota padayang menjadi
tanggal standar
2 Oktober perilaku2005.
wartawan dan tersebut
Berita menjadi
basic sebuah jurnalisme.
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror yang kembali
melanda Keseluruhan
pulau Dewataelemen ini tidak
setelah padabisa dipisahkan
tahun satuserupa
2002 aksi sama
lain
jugakarena semuanya
menewaskan mempunyai
puluhan kedudukan
wisatawan, yang sama,
mancanegara tidak
maupun
bisa hanyayang
domestik salah satu elemen
tengah berwisata sajadiyang
Bali. dipatuhi oleh wartawan.
Elemen penting yang pertama adalah kewajiban
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
utama jurnalisme adalah pencarian kebenaran. Artinya
sebagai seorang wartawan dia harus selalu menjunjung
kebenaran. Dalam hal ini kebenaran yang dijunjung, adalah
kebenaran secara fungsional yang sesuai dengan tugasnya
seorang wartawan.
Kebalikannya, bila wartawan tidak menjunjung faktor
kebenaran dalam liputannya, tentu saja dia akan merugikan
banyak pihak, terutama publik yang menjadi korban dari
pemberitaan itu. Bila elemen pertama ini dianggar maka akan
berdampak pada perusahaan yang bisa kehilangan harga diri
sebagai media yang seharusnya menyampaikan kebenaran.
Menurut Kovach, kebenaran dalam jurnalisme sangat
sakral maknanya. Sehingga Wartawan wajib bertanggung jawab
pada publik atas kebenaran yang disampaikannya. Jadi apapun
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
yang terjadi di lapangan kebenaran adalah hal yang utama yang
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
harus disampaikan oleh wartawan. Untuk mendapat sebuah
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
kebenaran merupakan sebuah resiko yang dilakukan oleh
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
seorang wartawan, mengingat proses untuk mendapatkan

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


6666
kebenaran itu memerlukan waktu yang panjang. Dia benar –
benar dituntut untuk bekerja keras. Medan yang terjal tak jarang
ditemui oleh wartawan dalam proses peliputan.Perlu
keterampilan – keterampilan khusus wartawan dalam melakukan
peliputan dengan narasumberBAB yang I berbeda-beda, dari BAB mulai
I
wartawan pemula sampai yang professional. Namun,
AKSI TERORISME
bagaimanapun wartawanAKSI
harusDI TERORISME
MATA MEDIA
bertanggung jawab atasDIberita
MATA
AKSI MED TERO
yang disampaikannya yang tentunya harus mutlak benar.
Elemen kedua, adalah loyalitas utama jurnalisme
adalah pada warga negara. Menurut Kovach, loyalitas
Aksi terorisme di mata Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
wartawan seharusnya berujung pada publik, sebagai pembaca
dari apa yang kita beritakan. Yang harus selalu diingat oleh
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
wartawan adalah bagaimana membuat suatu berita yang
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
menarik bagi pembaca yang menjunjung kebenaran, dan
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
bagaimana bertanggung jawab pada publik jika berita yang
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
dibuat hanya fiktif padahal sudah jelas yang akan membaca
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
suatu media bukan hanya sekelompok orang, tapi semua orang
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
di bangsa ini bahkan di seluruh dunia.
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
Begitu juga, media yang jujur, yang lebih mementingkan
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
kepentingan publik justru lebih menguntungkan perusahaan
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
tersebut, tak hanya soal prestisius, tapi soal financial juga
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
menjadi lebih baik. Kepercayaan yang diberikan publik pada
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
media bisa saja hilang akibat satu berita bohong dari oknum
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
wartawan.
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
Elemen ketiga berbunyi :Esensi jurnalisme adalah
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
disiplin verifikasi. Artinya dengan adanya disiplin verifikasi
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
yang dilakukan wartawan upaya menyampaikan berita yang fiktif
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
tidak akan terjadi. Jurnalis harus bisa menentukan batas antara
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
fiksi dan jurnalisme yang jelas, artinya jurnalisme tidak bisa
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
digabungkan dengan fiksi. Semua yang disampaikan wartawan
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
dalam pemberitaannya harus fakta dan nyata. Menurut Kovach
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
verifikasi itu bersifat personal, oleh karenanya masalah yang
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
hadir adalah standar verifikasi sendiri. Dan ini soal objektivitas
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
sebuah berita biasanya sering dikaitkan dengan didiplin verifikasi
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
itu sendiri.
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

671 | M E D I A D A N T E1R| OM
R IE SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 67
MEDIA D
keterkaitannya
Kovach dandenganRosenstiel
gerakanmenawarkan
Islam garis limakeraskonsep
dan gerakan
dalam
mencari
fundamentalis
verifikasi:
Islampertama,
yang terkait
wartawan
denganjangan
jaringanmenambah
global. Contoh
atau
mengarang
yang paling terasa
apa adalah
pun; jangan
saat terjadi
menipu
ledakanataubom di
menyesatkan
Bali.
Media pemirsa,
pembaca, menggambarkan maupunkasus itu amat variatif
pendengar; dan
bersikaplah
menyebutnya dan
setransparan sebagai
sejujur kasus
mungkin Bom Bali Imetode
tentang dan BalidanII. ―Bali
motivasi
kembali
anda diguncang
dalam melakukanbeberapa ledakan
reportase; bom, Sabtu
bersandarlah (1/10/2005)
terutama pada
reportase
malam. Hingga
Anda sendiri;
pukul 01.00
Bersikaplah
Wita. Dilaporkan
rendah hati. saat itu sedikitnya
Sementara
23 korban tewas dansoal bagaimana
99 orang lainnyametode efektifKompas,
luka-luka‖.( dalam8
melakukan
Oktober 2005) verifikasi itu. Pertama, wartawan atau editor
melakukan penyuntingan secara skeptis. Kedua, semua pihak
Demikian
memeriksa akurasi.beragamnya headline jangan
Ketiga, wartawan berita-berita
percaya terkait
pada
sumber-sumber resmi begitu saja.Keempat, wartawancetak
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa di
selalu
Ibukota pada
melakukan tanggalfakta.
pengecekan 2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan
Elemen secara
keempat,dramatis peristiwa harus
Jurnalis teror yang kembali
menjaga
independensi dari objek liputannya. Artinya serupa
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi saat
juga menewaskan
melakukan suatu puluhan
peliputan,wisatawan,
wartawanmancanegara maupun
harus benar-benar
domestik yang melakukan
independen, tengah berwisata di Bali. secara obektif. Tidak
peliputan
terpengaruh pada apapun, kepentingan siapapun, kecuali
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
kepentingan bahwa sebagai wartawan harus menyampaikan
berita yang benar – benar terjadi untuk disampaikan pada
masyarakat. Tidak peduli siapapun, apapun. Bahkan jika itu
menyangkut keluarga sendiri, dan wartawan harus
memberitakannya jangan anggap itu keluarga. Wartawan harus
bertanggung jawab pada publik itu penting dan harus selalu di
ingat. Lebih jauh lagi semangat independensi harus dijunjung
tinggi oleh setiap wartawan. Dengan menjunjung kebenaran
seperti inilah yang membedakan wartawan dengan profesi
lainnya.
Elemen kelima Jurnalis harus membuat dirinya
sebagai pemantau independen dari kekuasaan. Dalam
tugasnya memantau kekuasaan, bukan berarti wartawan harus
menghancurkan
Begitu jugakekuasaan. Namuntelevisi
stasiun-stasiun wartawan bertugas
gencar sebagai
menayangkan
pemantau
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Salah
kekuasaan yaitu ikut menegakkan demokrasi. Pada
satu cara wartawan
keesokan harinya, 3memantau ini dengan
Oktober 2005, melakukan
media-media investigatif
massa cetak,
reporting. Inilah
baik nasional yang lokal,
maupun seringmasih
menjadi masalah antar
menempatkan wartawan
peristiwa bom
dengan penguasa. Ini yang sering memperbesar konflik antara

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


6868
wartawan dan penguasa, karena biasanya banyak penguasa
yang enggan privasi tentang dirinya dipublikasikan sedangkan itu
harus diketahui oleh rakyat. Dalam melakukan investigasi
terhadap sebuah kasus , seharusnya media melakukan dengan
hati – hati. Artinya, wartawan BABharus
I BAB I
super teliti melakukan
penelusuran narasumber dan fakta-fakta yang hendak ditulisnya.
AKSI Elemen keenam, Jurnalis
TERORISME AKSI DIharus
TERORISME
MATA memberi
MEDIA forum
DI bagiMATA
AKSI MED TERO
publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi .Ini
berarti bahwa saat melakukan tugasnya, seorang wartawan
yang bertanggung jawab pada publik harus mendengarkan apa
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
keinginan publik itu sendiri. Di sisi ini, Wartawan harus terbuka
pada publik untuk mendengarkan segala sesuatunya. Jadi jika
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
ada anggota publik yang ingin lebih mengetahui dalam sebuah
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
kasus bisa menanyakannya langsung ke media. Via komunikasi
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
media dengan publik seperti surat pembaca. Atau di media
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
elektronik, terdapat alamat fax atau nomor telepon yang
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
disediakan untuk menanggapi atau memberikan komentar.
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
Elemen ketujuh, Jurnalis harus berusaha membuat
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
hal yang penting menjadi menarik dan relevan. Menurut
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
Kovach, wartawan harus tahu tentang komposisi, tentang etika,
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
tentang naik turunnya emosi pembaca dan sebagainya. Ini
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
berarti berita yang dibuat jangan sampai membosankan bagi
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
pembaca. Jangan sampai berita yang penting jadi tidak penting
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
karena pembaca bosan. Berita itu dibuat tidak membosankan
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
dan harus memikat tetapi tetap relevan. Ironisnya, dua faktor
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
ini justru sering dianggap dua hal yang bertolak belakang.
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
Terkadang, laporan yang memikat dianggap laporan yang lucu,
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
sensasional, menghibur, dan penuh tokoh selebritas Tapi laporan
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
yang relevan dianggap kering, angka-angka, dan membosankan.
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
Elemen ke delapan, Jurnalis harus membuat berita
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
yang komprehensif dan proporsional. Artinya jurnalis perlu
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
membuat berita secara profesional dan proposinal dan untuk itu
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
perlu banyak hal yang dilakukan untuk mendapatkan dan
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
membuat berita semacam itu. Di lapangan, jurnalis tidak hanya
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
menerima fakta yang mudah diraih. Harus ada sesuatu yang
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
menantang dari pekerjaan wartawan pelaporan ivestigasi

691 | M E D I A D A N T E1R| OM
R IE SDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 69
MEDIA D
mewakili
keterkaitannyaberitadengan
yang gerakan
komprehensif
Islam garis dan keras
proposional
dan gerakanini.
Wartawan
fundamentalis harus
Islam
tahuyang
bagaimana
terkait dengan
caranyajaringan
melaporkan
global.suatu
Contoh
hal
yang paling
bermutu.terasaBerita
adalahyang
saatkomprehensif
terjadi ledakanbukan
bom diberita
Bali. yang
Media judul
hanya punya menggambarkan kasus berita
sensasional karena itu amat
macam variatif dan
itu hanya
menyebutnya
akan memalukan sebagai
wartawan kasus
dan Bom
mediaBaliyangI menerbitkannya.
dan Bali II. ―Bali
kembaliElemen
diguncang beberapa Jurnalis
ke sembilan ledakan bom, harusSabtudiperbolehkan
(1/10/2005)
untuk mendengarkan
malam. Hingga pukul 01.00hatiWita.nurani
Dilaporkanpribadinya.
saat itu sedikitnya
Jangan
23 korban
hanya tewasberita,
sebuah dan 99hatiorang lainnya
nurani luka-luka‖.(
diabaikan Kompas,
karena segala8
Oktober 2005)
sesuatu yang berasal dari hati nurani akan lebih baik dari
apapun. Dari persoalan yang terjadi didalam kehidupan
wartawan Demikian
jawabnnya beragamnya headlinepada
adalah bersumber berita-berita
hati nurani. terkait
Di sisi
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh
lain, jurnalis yang berbohong, melakukan fiktifisasi media massa cetak di
narasumber
Ibukota
pasti tidakpada tanggalpada
bersumber 2 hati
Oktober
nurani.2005.
SetiapBerita tersebut
jurnalis harus
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
menetapkan kode etiknya sendiri, punya standarnya sendiri yang kembali
dan
melanda pulau
berdasarkan modelDewata
itulah setelah pada membangun
si wartawan tahun 2002 karakter
aksi serupa
dan
juga menewaskan
melakukan puluhanMenjalankan
pekerjaannya. wisatawan, prinsip
mancanegara maupun
semacam ini
domestik yang tengah berwisata di Bali.
memang tidak mudah karena membutuhkan suasana kerja yang
aman dan nyaman, yang bebas dimana setiap orang bisa
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
berpendapat.

Konstruksi realitas dalam media Massa

Berita terorisme adalah realitas yang disampaikan


wartawan ke publik lewat serangkaian proses produksi dan
penerimaan makna. Penerimaan makna dari pesan yang
disampaikan wartawan –sebagai komunikator—melalui media
massa oleh individu pembaca ditentukan oleh produksi dan
penerimaan makna serta negosiasi makna diantara para praktisi
media, dan pembaca pesan dalam proses dialektis pembentukan
makna. Para pelaku sosial itu, saat menyampaikan pesan sesuai
dengan sistem kode dan perspektif yang seringkali dipengaruhi
oleh ideologi
Begitu dan
jugabahasa masing-masing
stasiun-stasiun televisi saat berinteraksi
gencar menayangkansatu
sama lain. Dalam proses dialektis pembentukan makna,
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada banyak
faktor
keesokanyang bisa mempengaruhi
harinya, 3 Oktober 2005, pembentukan
media-media makna.
massaBahkan
cetak,
bisa
baik disimpulkan ada banyak
nasional maupun faktor selain
lokal, masih teks itu sendiri,
menempatkan pribadi
peristiwa bom
individu wartawan atau editor pembuat berita, media routine dan

2 || MMEEDDI IAA DDAANN TTEERROORRI ISSMMEE


7070
ekstra media serta ideologi yang melingkupi proses produksi dan
penyampaian pesan. Pada tahap internalisasi realitas sosial,
realitas yang diterima oleh kesadaran pembaca berupa realitas
objektif yang sebenarnya juga merupakan realitas subjektif. Di
sini ideologi dan sistem tanda BAByang Idigunakan penguasa BAB I
–dalam
peberitaan terorisme diwakili Kepolisian- ketika menyampaikan
AKSIdan
pikiran TERORISME AKSI
gagasan-gagasannya DITERORISME
MATA
kepada pembacaMEDIA DI MATA
tertanamAKSI MED TERO
dalam kesadaran individu pembaca. Sedangkan isi media
dipengaruhi nilai-nilai budaya penguasa sebagai komunikator
atau sumber berita dan dipengaruhi juga pola hubungan institusi
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
media dengan kekuasaan.
Perspektif konstruksi sosial dikembangkan oleh Peter L
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
Berger, dan Thomas Luckmann dalam buku klasik berjudul ‗The
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
Social Construction Of Reality. A treaties in the sociology of
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
Knowledge (1990: 304). Menurut mereka, berita surat kabar bisa
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
dipandang sebagai tahap kedua dalam proses sosial konstruksi
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
realitas yakni objektivasi. Isi berita pada dasarnya menunjukkan
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
bagaimana realitas subjektif yang dikonstruksi oleh komunikator
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
atau sumber berita yang dinilai oleh praktisi media. Atau dengan
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
kata lain,bagaimana praktisi media melakukan objektivikasi,
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
signifikasi atau penilaian terhadap suatu realitas, dalam hal ini
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
tentang aksi terorisme. Penilaian awak media itu dilakukan
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
melalui bahasa atau tanda-tanda sebagai isyarat atau indeks
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
bagi makna-makna subjektif yang sebelumnya sudah
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
dikonstruksi oleh komunikator. Berger juga mengungkapkan
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
bahwa dalam proses sosial mengkonstruksi suatu realitas, surat
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
kabar berperan sebagai perantara bagi pertemuan sistem kode
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
dan perspektif bagi para pelaku sosial.
bernafaskan sentimen agamabernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi persterorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
Jurnalisme Advokasi
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
Terkait dengan pemberitaan Koran Tempo, perspektif
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
jurnalisme baru yang memadukan segala unsur untuk ‗advokasi‘
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
perlu dikemukan. Jurnalisme Advokasi adalah genre jurnalisme
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
baru yang secara sengaja dan transparan mengadopsi sudut
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
pandang yang non objektif, biasanya dilakukan untuk
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
kepentingan sosial dan politik yang khusus sebagaimana

71
1 || M
M EE D
D II AA D N TT EE1RR| O
D AA N OM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 71
RR EII SSDM
M MEDIA D
keterkaitannya
pemberitaan soal dengan
terorisme
gerakan
yangIslamdianggap
garis keras
sebuah danaksi
gerakan
yang
fundamentalis
perlu dilawan Islam
oleh berbagai
yang terkait
pihak dengan
termasukjaringan
oleh global.
media Contoh
massa.
yang
Secarapaling
tradisional, advocacy
terasa adalah saat journalism
terjadi ledakan bom di Bali. dalam
ini ditempatkan
Media menggambarkan
tajuk rencana atau opini resmi darikasuskoranitu yang
amat bersangkutan,
variatif dan
menyebutnya sebagai
tetapi ada kalanya kasuspemberitaan
berbentuk Bom Bali Isoal dan Bali khas
isu-isu II. yang
―Bali
kembali
menyangkutdiguncang beberapa
persoalan pentingledakan
di tengah bom,masyarakat.(Berman,
Sabtu (1/10/2005)
malam.
2004). Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
23 korban tewas
Meski dan 99
begitu, Sueorang lainnyadalam
Careless luka-luka‖.(
artikel Kompas,
berjudul8
―advocacy
Oktober journalism‖ dalam Interim, (2000) menjelaskan
2005)
rambu-rambu penerapan advocacy journalism ini di antaranya
Demikian beragamnya
harus mengungkapkan sikap atauheadline
perspektifberita-berita
ini sejak awal,terkait
jujur
ledakan
berdasarkan kenyataan, akurat dan bisa dipercaya.massa cetak di
bom yang disiarkan nyaris seluruh media
Ibukota pada
―Don‘t tanggal
spread 2 Oktober take
propaganda,don‘t 2005.quotesBerita tersebut
or facts that
menggambarkan secara dramatis peristiwa teror
out of context, don‘t fabricate or falsify and don‘t judge yang kembali
or
melanda
suppress pulau Dewata
vital facts or setelah
present pada
half tahun
truths‖2002 ujaraksi
Sue serupa
saat
juga menewaskan
berpidato di depan puluhan
Asosiasi wisatawan,
jurnalis Kanada mancanegara
pada tahun maupun
2000.
domestik yang tengah berwisata di Bali.
Artinya meskipun tujuannnya untuk melakukan advocacy, tetapi
tetap saja jurnalis memperhatikan kebenaran, tidak hanya
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali
menyebarkan propaganda tak berdasar dan jauh dari kenyataa

Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan


peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom

2 | | MME EDDI A
7272 I A DDAANN T TE ER ROOR RI SI SMME E
Kerangka Kerja Teori (Theoritical Framework) studi
liputan Terorisme di Media
BAB I BAB I

AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
PERISTIWA TERORISME DI INDONESIA

Aksi terorisme
Dinamika internal dan di mata
Aksi
media
Sistemterorisme
operasi media di mata media Aksi terorisme
Strategi wacana
eksternal media Massa ( Media Media
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
Routine) terorisme yangmerupakan
menarik untuk
merepresentasibahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh mediamediamassa.
massa, Sejumlah
baik
realitas diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupun tak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorisme mereka.
dalam pemberitaanperistiwamereka.
aksi te
Aksi dan sepak ProsesAksi
terjang Representasi
terorisme,
dan sepak
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
Faktor internal: dan konstruksi realitas -Fungsi
oleh kelompok
media routine, besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar seperti
maupun Jamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
sosial di media bahasa
qaeda , dan
ideologi belakanganqaeda
media, dilakukan
, dan oleh belakangan
kelompok dilakukan
kecil qaedakelompok
seperti
oleh
-Representasi , dan bel
kelompok
individual CiBiru
level, Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatian
Teks Berita Terorisme Bandungmedia menarik
massa. perhatian
-Eksklusi &kelompok
Dan media
CiBirum
advocacy
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana
Inklusi buku
di persoalan
ini henda
jurnalisme,direpresentasikan
Indonesia Indonesia
di Koran direpresentasikan
Tempo. di-Sembilan
KoranIndonesia
Tempo. direpr
Nilai-nilai berita Elemen
Mengapa
External : pasar,
isu terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untuk
Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
era reformasi
pers Jurnalisme
Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
extra media,
dalam
ideologiera kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengantidak
dalamlagieradibeb
keb
ketakutan akan pembreidelan ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimana
REPRESENTASI era sebelumnya.
sebagaimana
TERORISME Ada DI kecenderungan,
era sebelumnya.
INDONESIA pers
DALAM Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
PEMBERITAAN KORAN TEMPO
bernafaskan sentimen agama bernafaskan khususnya
sentimen soal agama
terorisme. khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers terorisme
memberitakan
tidak semudah aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatanpersoalan sosial
politik
yang dan terjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulutermasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkatSalah olehsatu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

731 | M E D I A D A N T E1R|OM
R IESDMI AE D A N T E R O R I S M E1 | 73
MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis keras dan gerakan
fundamentalis Islam yang terkait dengan jaringan global. Contoh
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan bom di Bali.
Media menggambarkan kasus itu amat variatif dan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
malam. Hingga pukul 01.00 BAB
Wita.IIIDilaporkan saat itu sedikitnya
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
Oktober 2005)
ANALISIS WACANA DAN TERORISME
Demikian beragamnya headline berita-berita terkait
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh media massa cetak di
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan
Tiga pendekatan secara
melihatdramatis
wacana peristiwa teror yang kembali
terorisme
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan
Dalam Mengkaji wisatawan,
tentang mancanegara
kecenderungan mediamaupun
dalam
domestik yang tengah
memberitakan satu isu,berwisata
ada tiga di Bali.
pendekatan yang relevan untuk
itu. Metode Analisis Isi (Content Analysis), Analisis Wacana
Fig.1.1
(Discourse Pelaku
Analysis ), Bom
dan Bali
Analisis Bingkai (Framing Analysis).
Dalam buku ini peneliti menggunakan metode analisis wacana
Theo Van Leeuwen. Theo van Leeuwen memperkenalkan sebuah
model dalam analisis wacana, model analisis tersebut untuk
mendeteksi atau mengetahui bagaimana sebuah kelompok hadir
sebagai kelompok yang dimarginalkan.
Analisis van Leeuwen menampilkan bagaimana aktor dan
pihak-pihak (perorangan atau kelompok) ditampilkan atau tidak
ditampilkan dalam pemberitaan. Ada dua titik focus perhatian
dalam analisis wacana ini. Pertama, Theo menyebutnya sebagai
proses pengeluaran (exclusion) yaitu apakah ada kelompok atau
aktor yang dikeluarkan dalam pemberitaan. Yang dimaksudkan
dengan pengeluaran seseorang atau aktor dalam pemberitaan
adalah, ketika media mencoba menghilangkan atau
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
menyamarkan pelaku/aktor dalam berita, sehingga dalam berita
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
korbanlah yang menjadi perhatian berita.
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa cetak,
Secara tidak langsung proses eksklusi itu bisa
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa bom
mengubah pemahaman khalayak akan suatu isu dan

2 | | MME EDDI AI A DDA ANN T TE ER ROOR RI SI SMME E


7474
melegitimasi posisi pemahaman tertentu. Sebagai contoh dalam
proses pemberitaan aksi terorisme yang menimbulkan korban
nyawa warga yang terkena ledakan bom, seringkali media
tidakmenggambarkan siapa pelaku secara detil, tetapi hanya
mementingkan posisi korban. BAB Bahkan I di sisi yang lain,BAB kalau I ada
aksi penindakan tegas oleh kepolisian ( Densus 88 Anti Teror)
AKSI
siapa TERORISME
yang AKSI
menindak sengaja DI TERORISME
MATAseakan
dikaburkan, MEDIA DIteroris
para MATA
AKSI MED TERO
yang tertembak itu memang layak ditembak karena mereka
melakukan aksi kekerasan yang menimbulkan korban nyawa
warga yang tak bersalah.
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
Proses yang kedua menurut Theo adalah proses
pemasukan (inclusion). Proses ini sebenarnya adalah
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorismeyangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
berlawanan dengan proses eksklusi. Proses Inklusi ini
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah oleh media
mediamassa.
massa,Sejumlah
baikdiberitakan
di mediaoleh ma
berhubungan dengan pertanyaan bagaimana seseorang atau
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernahma
kelompok aktor dimasukan atau ditampilkan atau
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
aksi terorismemereka.
dalam pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
direpresentasikan ke dalam sebuah berita. Menurut Theo baik
Aksi dan sepak terjang Aksi terorisme,
dan sepakbaik terjang
yang dilakukan
terorisme, baikAksi dan
yan
exclusion maupun inclusion, terdapat sebuah strategi wacana.
oleh kelompok besar seperti Jamaah besar
oleh kelompok Islamiyah
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
Dengan menggunakan kata, kalimat, informasi atau susunan
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
oleh , dan bel
bentuk kalimat tertentu, cara bercerita tertentu, masing-masing
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandung
mediamenarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
kelompok direpresentasikan ke dalam sebuah teks.
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Korandirepresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Analisis Wacana Theo Van Leeuwen
Mengapa isu terorisme ini Mengapa
menarikisu untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untukMengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
Model penelitian untuk level teks adalah analisis wacana
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebani
media dengan
tidak
dalamlagieradibeb
keb
Theo Van Leeuwen yang mendasarkan analisis pada dua proses
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
penting yakni Eksklusi dan Inklusi.
sebagaimana era sebelumnya.
sebagaimanaAda kecenderungan,
era sebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
senada saat menyiarkan senada
dan memberitakan
saat menyiarkan trend
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sentimen agama
bernafaskan
khususnyasentimensoal agama
terorisme.khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudahaksi terorisme
memberitakantidak
perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yangdanterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
Sebenarnya aksi terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massadisejak mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang diangkat
Salah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

75
1 || M
MEEDDI IAA DDAANN TTE1ER|ROOM
RREI ISD
SMI AEE D A N T E R O R I S M E1 | 75
M MEDIA D
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis keras dan gerakan
Tabeldengan
fundamentalis Islam yang terkait 3.1 jaringan global. Contoh
Skema
yang penelitian
paling metodesaat
terasa adalah Analisis
terjadiWacana
ledakanTheo
bomVan Leeuwen
di Bali.
Focus Media strategi Penjelasan Yang
menggambarkan kasus itu amat variatif dan ingin
kajian
menyebutnya sebagai kasus Bom Unit Bali I dandilihat
Bali II. ―Bali
analisis
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
eksklusi
malam. pasivasi
Hingga ProsesWita. Dilaporkan
pukul 01.00 Teks a.apakah
saat ada
itu sedikitnya
bagaimana berita aktor
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
satu (seseorang
Oktober 2005) kelompok /kelompok)
atau aktor yang coba
Demikian beragamnya headline berita-berita terkait
tertentu tidak dihilangkan
ledakan bom yang disiarkan nyaris seluruh mediaatau
dilibatkan massa cetak di
Ibukota pada tanggal dalam2 Oktober 2005. Berita tersebut
disembunyikan
menggambarkan secarawacana
dramatis peristiwa terordalam kembali
yang
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
pemberitaan?
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun
domestik yang tengah berwisata
nominalis di Bali.
Strategi yang Struktur b.bagaimana
asi berhubungan kalimat strategi yang
Fig.1.1 Pelaku Bom
denganBali diajukan untuk
mengubah menyembunyik
verba dan an atau
dengan menghilang
demikian kan aktor
menghilangk tersebut dalam
an aktor atau wacana
subjek dalam
wacana
Pengganti Penggantian Anak
an anak subjek juga kalimat
kalimat bisa
dilakukan
dengan
penggantian
Begitu juga stasiun-stasiun
anak kalimat televisi gencar menayangkan
Inklusi
peristiwa Diferensia
demi Suatuseputar aksi teror tersebut. Pada
peristiwa
si- representasi
keesokan harinya, 3 Oktober Teks
2005, media-media Darimassa
aktor cetak,
indiferensi kehadiran berita sosial
baik nasional maupun lokal, masih menempatkan peristiwa yang bom
asi aktor secara disebut dalam

2 | | MME ED DI AI A D DA ANN T TE ER ROOR RI SI SMME E


7676
unik atau wacana,
khas, atau bagaimana
bisa mereka
ditampilkan ditampilkan ?
secara dan dengan
BAB I
kontras
BAB I
strategi apa
dengan pemarjinalan
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
menampilkan atau
aktor lain pengucilan itu
dilakukan
Objektiva Apakah Teks
Aksi terorisme di mata
Aksi
media
terorisme di mata media Aksi terorisme
si- informasi berita, Misalnya dalam
abstraksi mengenai kalimat berita
Aksi terorisme merupakan
suatu Aksi bahan terorismeyangmerupakan
menarik
terorisme, untuk
bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa.
peristiwa Sejumlah
oleh media
media massa.
massa, Sejumlah
kalau pelakubaikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di luar Indonesia
negeri
atau aktor maupun
tak pernahdi Indonesia
melewatkan
terorisme luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa aksi terorismeperistiwa
dalam pemberitaan
sosial aksi terorisme mereka.
dalam
disebut,pemberitaan
peristiwamereka.
aksi te
ditampilkan
Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan sepak bagaimana
baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik Aksi dan
yan
dengan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah besar
kelompok Islamiyah caranya?
seperti
maupunJamaah Al- Islamiyah
oleh kelompok
memberi
qaeda, dan belakanganqaeda dilakukan
, dan olehbelakangan
kelompok Apakah
dilakukan
kecil sepertiqaedakelompok
oleh , dan bel
kelompok CiBiru Bandung petunjuk
kelompok
menarikCiBiru
perhatian
Bandungmedia penggambaran
menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
yang konkret tersebut
buku ini hendak menguak buku bagaimana
ini hendakpersoalan
menguakterorisme
bagaimana buku
di persoalan
ini henda
ataukah yang berkaitan
Indonesia direpresentasikan
Indonesia
di Koran
ditampilkan direpresentasikan
Tempo. di Koran
dengan Indonesia
prosesTempo. direpr
Mengapa isu terorisme
adalah ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
marjinalisasi Salah untuk
Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
abstraksi karena di
kondisi
era reformasi
pers
atau Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era kebebasan,dalam mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebanimedia dengan
pengucilan tidak
dalamlagieradibeb
atas keb
ketakutan akan pembreidelan
ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP
aktor tersebut ketakutan
dan pencabu aka
sebagaimanaNominasi
era sebelumnya.
sebagaimana
Apakah aktorAda kecenderungan,
era
Tekssebelumnya.pers Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
katagorisa
senada saat menyiarkan ditampilkan
senada
dan memberitakan berita,
saat menyiarkan trenddankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskan sisentimen agama
apa adanya
bernafaskankhususnya kalimat
sentimen soal agama
terorisme. khususnya
Bagi
bernafaskan
soal tero
sen
ataukah
pers memberitakan aksi pers
terorisme
memberitakan
tidak semudah aksi terorisme
memberitakan tidak
perssemudah
memberitak m
disebuat
persoalan politik dan kegiatan
persoalan sosial
politik
yang danterjadi
kegiatansehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadipolitik
s
sesuai
tengah masyarakat. tengah
dengan
masyarakat. tengah masyara
Sebenarnya aksi katagorisasin
terorisme Sebenarnya
menjadi pemberitaan
aksi terorisme di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejak jaman dahulu massa di
ya seperti sejak
mana-mana
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isuIndonesia.
yang ciri
agama, diangkat
Salah olehsatu media
isu yang di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
saat reformasi adalah
saat
fisik danreformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d

1 77
| |M EMDEIDA I AD ADNA NT E1TR|EORM
ROEI RSDIMISAEM D
E A N T E R O R I S M E1 | 77
MEDIA D
sebagainya
keterkaitannya dengan gerakan Islam garis keras dan gerakan
fundamentalis Islam yangHampir
Nominasi- terkaitsama
denganTeks
jaringan global. Contoh
indentifika bagaimana berita, bom di Bali.
yang paling terasa adalah saat terjadi ledakan
Media simenggambarkan
suatu kasus kalimat
itu amat variatif dan
kelompok,pe-
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
ristiwa atau
kembali diguncang beberapa ledakan bom, Sabtu (1/10/2005)
tindakan
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya
tertentu
23 korban tewas dan 99 didefinisikan,
orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
Oktober 2005) namun
dalam
Demikian beragamnya headline berita-berita terkait
indentifikasi
ledakan bom yang disiarkan
dilakukan seluruh media massa cetak di
nyaris
Ibukota pada tanggal dengan2 Oktober 2005. Berita tersebut
menggambarkan secara memberi
dramatis peristiwa teror yang kembali
anak kalimat
melanda pulau Dewata setelah pada tahun 2002 aksi serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan,Teks
Determina Apakah aktor mancanegara maupun
domestik yangsi-tengah berwisata
digambardi Bali. berita,
interdemi kan secara kalimat
nasi jelas
Fig.1.1 Pelaku Bom Bali atau
anonim.
Biasanya
anonimitas
ini terjadi
karena
wartawan
belum
mendapatkan
bukti yang
kuat untuk
menulis,
sehingga
lebih aman
ditulis
anonim
Begitu juga stasiun-stasiun televisi gencar menayangkan
Asimilasi Apakah aktor Teks
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut. Pada
individuali ditampilkan berita,
keesokan harinya,
sasi 3 Oktober
dengan 2005,
jelas media-media
kalimat massa cetak,
baik nasional maupun lokal, masih
katagorinya menempatkan peristiwa bom

782 |78M| EM
D EI AD IDA A DN A TNE RT O
E RR O
I SRMI SEM E
atau tidak.
Asosiasi- Strategi yang Teks
disosiasi berhubungan berita,
dengan kalimat
pertanyaan
BAB I BAB I
apakah aktor
ditampilkan
AKSI TERORISME
AKSI
DITERORISME
MATA MEDIA
DI MATA
AKSI MED
TERO
‗sendiri‘ atau
justru terkait
dengan
kelompok
Aksi terorisme di mata Aksi
mediaterorisme di mata media Aksi terorisme
yang lebih
besar
Aksi
Diadaptasi dari terorisme
karya Theo merupakan Aksi bahan
Van Leeuwen ―terorisme
yangmerupakan
menarik
The Representation untuk
bahan yang
of Social Aksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh
Actors‖ (dalam Caldas & Malcolm, 1996:32-69) media
mediamassa.
massa, Sejumlah
baik
diberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di luarIndonesia
negeri maupuntak pernah di Indonesia
melewatkanluar
tak negeri
pernahma
peristiwa
Kemudian aksi peneliti
terorisme peristiwa
dalam
juga pemberitaan
aksi terorisme
melakukan mereka.
wawancara dalam pemberitaan
mendalam peristiwamereka.
aksi te
dengan Aksi dan sepak terjang Aksi
terorisme,
dan sepak
pihak media untukbisa mendapatkan bagaimana baik terjang
yang dilakukan
terorisme, baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok
praktik wacana di dalam media, Dan melakukan proses Islamiyah
besar seperti
maupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan belakangan
Intertektualitas dengan qaeda dilakukan
, dan oleh
mengaitkan belakangan
kelompok
konteks dilakukan qaedakelompok
kecil seperti
makro oleh
yakni , dan bel
kelompok CiBiru Bandung kelompok
menarik CiBiru
perhatian
Bandung
konteks sosial budaya yang terkait dengan proses pemberitaan media menarik
massa. perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku ini hendak menguak
buku bagaimana
media soal aksi terorisme di Koran Tempo. ini hendak persoalan
menguak terorisme
bagaimanabuku
di persoalan
ini henda
Indonesia direpresentasikan Indonesia
di Koran direpresentasikan
Tempo. di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme
Pendekatan Kualitatif melihat terorisme ini
Mengapa
menarik isu
untuk
terorisme
dianalisis?
ini menarik
Salah untuk
Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers satunya Indonesia
karena di kondisi
era reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di erakarena
reform
dalam Penelitian
era kebebasan,ini dalam
menggunakan
mediaeratidak pendekatan
kebebasan,
lagi dibebani
media kualitatif
dengan
tidak
dalamlagieradibebkeb
sedangkan
ketakutan jenisnya adalah
akan pembreidelan
ketakutan penelitian
dan deskriptif.
akan pencabutan
pembreidelanPenelitian
SIUPP
ketakutan
dan pencabu aka
kualitatif
sebagaimana merupakan salah
era sebelumnya. satu
sebagaimana Adabentuk dalam menemukan
kecenderungan,
era sebelumnya. pers
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
kebenaran atau untuk
senada saat menyiarkan lebih
senada membenarkan
dan memberitakan
saat menyiarkan kebenaran.
trend Bogdan
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
dan Biklen mengajukan
bernafaskan sentimen agamalima buah
bernafaskan ciri
khususnya sedangkan
sentimen soal agama Lincoln
terorisme. dan
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal terosen
Guba
pers mengulas
memberitakan sepuluhaksibuah
pers ciri penelitian
terorisme
memberitakan kualitatif,
tidak semudah yakni: tidak
aksi terorisme
memberitakan perssemudah
memberitak m
persoalan politik dan kegiatanpersoalan sosial
politik
yang danterjadi
kegiatan
sehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadi politik
s
a. Latar
tengah masyarakat. ilmiah. Lincoln dan
tengah masyarakat.Guba menghendaki adanya
tengah masyara
kenyataan-kenyataan
Sebenarnya aksi terorisme sebagai
menjadikeutuhan
Sebenarnya pemberitaan yang
aksi terorisme tidak pemberita
di menjadi
media Sebenarn
massa sejakdapatjaman
dipahami jika dipisahkan
dahulu
massa disejak
mana-mana dari konteksnya.
jaman dahulu
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
Indonesia. Salah satu isu Indonesia.
yang diangkatSalah oleh
satu media
isu yangdi tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
b. Manusia sebagai alat (instrumen). Peneliti sendiri atau
saat reformasi adalah
saat reformasi
terorisme yang adalah diduga terorisme
saat
ada reformasi
yang d
dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul

79
1 || M
M EE DD II AA DD AA NN TT EE1RR| O
OMRR EII SSDM
M
I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 79
MEDIA D
keterkaitannya
datyadengan
utama.gerakan
Hanya Islam
manusia garissebagai
keras dan
alat gerakan
sajalah
fundamentalis
yangIslam
dapatyangberhubungan
terkait dengan dengan
jaringan responden
global. Contoh
atau
yang paling
objek
terasalainnya,
adalah dan
saat terjadi
hanya ledakan
manusialah bom yang
di Bali.mampu
Media menggambarkan
memahami kasus itu amatdi variatif
kaitan kenyataan-kenyataan lapangan. dan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembalic.diguncang
Metode kualitatif.Penelitian
beberapa ledakan bom, kualitatif
Sabtumenggunakan
(1/10/2005)
metode pengamatan dengan wawancara,
malam. Hingga pukul 01.00 Wita. Dilaporkan saat itu sedikitnya atau
pengolahan dokumen. Dengan menyesuaikannya
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( Kompas, 8
dengan kenyataan jamak, menyajikan secara langsung
Oktober 2005)
antara peneliti dan responden serta lebih peka dalam
Demikian beragamnya
menyesuaikan headline penajaman
diri dengan berita-beritapengaruh
terkait
ledakan bom yang disiarkan
bersama terhadap nyaris seluruh
pola-pola nilai media massa cetak di
yang dihadapi.
Ibukota pada tanggal 2 Oktober 2005. Berita tersebut
d. Analisis secara
menggambarkan data secara induktif.
dramatis Digunakan
peristiwa teror karena proses
yang kembali
induktifDewata
melanda pulau sebagai yang pada
setelah terdapat
tahundalam
2002data,
aksi analisis
serupa
juga menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun–
induktif lebih dapat membuat hubungan peneliti
responden
domestik yang menjadi di
tengah berwisata eksplisit,
Bali. dapat dikenal dan
akuntabel, analisis demikian lebih dapat menguraikan
Fig.1.1
latar Pelaku
secara Bom
penuhBalidan dapat membuat keputusan-
keputusan tentang dapat – tidaknya pengalihan pada
suatu latar lainnya.

e. Teori dari dasar (grounded theory). Analisis ini lebih


merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan
bagian-bagian yang telah dikumpulkan, kemudian
dikelompok-kelompokkan. Jadi penyusunan teori disini
berasal dari bawah ke atas (grounded theory) yaitu
dari sejumlah data yang banyak dikumpulkan dan
yang saling berhubungan.

f. Deskriptif. Data yang dikumpulkan adalah berupa


kata-kata, gambar dan bukan angka. Laporan
penelitian
Begitu berisi kutipan-kutipan
juga stasiun-stasiun data untuk
televisi gencar memberi
menayangkan
gambaran penyajian laporan tersebut.
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut.Data tersebut
Pada
keesokan mungkin
harinya, 3berasal
Oktoberdari naskah
2005, wawancara,
media-media massacatatan
cetak,
lapangan,
baik nasional maupunfoto,
lokal,videotape, dokumen pribadi,
masih menempatkan catatan
peristiwa bom
atau memo, dan dokumen resmi lainnya.

2 | | MME EDDI A
8080 I A DDAANN T TE ERROORRI SI SMME E
g. Lebih mementingkan proses daripada hasil. Hal ini
disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang
diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam
proses.
BAB I BAB I
h. Adanya batas yang ditentukan oleh fokus. Disebabkan
oleh batas menentukan kenyataan jamak yang
AKSI TERORISME AKSI DITERORISME
MATA MEDIA
kemudian mempertajam fokus dan penetapan fokus
DI MATA AKSI MED TERO
lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti
dan fokus. Bagaimana pun, penetapan fokus sebagai
Aksi terorisme di mata
pokok masalah Aksi
media
terorisme
penelitian penting di artinya
mata mediadalam usaha Aksi terorisme
menemukan batas penelitian.
Aksi terorisme merupakan Aksi bahan
terorisme yangmerupakan
menarik untuk bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media
i. Adanya diberitakan
kriteriamassa.
khusus Sejumlah
oleh
untuk media
media massa.
massa,Sejumlah
keabsahan baik
diberitakan
data.di mediaoleh ma
luar negeri maupun di
luarIndonesia
negeri maupun
tak
Menurut Lincoln dan Guba hal itu disebabkan pernahdi Indonesia
melewatkanluar
tak negeri
pernah ma
peristiwa beberapa
aksi terorisme peristiwa
dalamvaliditas
hal yakni pemberitaan
aksi terorisme
internalmereka.
dalam
cara lamapemberitaan
peristiwamereka.
telah aksi te
Aksi dankarena
gagal sepakhal terjang Aksi
terorisme,
itu menggunakandan sepak baik terjang
yang dilakukan
isomorfisme terorisme,
antara baik
Aksi dan
yan
oleh kelompok besar seperti
oleh Jamaah
kelompok Islamiyah
besar
hasil penelitian dan kenyataan tunggal dimana seperti
maupunJamaah Al-
oleh Islamiyah
kelompok
qaeda, dan belakangan
penelitian dapat qaeda
dilakukan
, dan oleh belakangan
dikonvergensikan, kelompok dilakukan
validitas kecil qaedakelompok
seperti
oleh
eksternal , dan bel
kelompokgagal
CiBirukarena
Bandung kelompok
menarik
tidak taat CiBiru
perhatian
asas Bandung
dengan media menarik
massa.dasar
aksioma perhatian
kelompok
Dan media
CiBirum
buku inidari hendak menguak
buku bagaimana
ini hendak persoalan
menguak
generalisasinya dan kriteria reliabilitas gagal terorisme
bagaimanabuku
di persoalan
ini henda
Indonesiakarena
direpresentasikanIndonesia
mempersyaratkandi Koran direpresentasikan
Tempo.dan keterlaksanaan
stabilitas di KoranIndonesia
Tempo. direpr
Mengapa isu terorisme
secara mutlak ini
Mengapa
dan keduanya menarik isu
tidak untuk
terorisme
dianalisis?
mungkin ini menarik
Salah untuk
digunakan Mengapa
dian
satunya karena kondisi pers
satunyaIndonesia
karena di
kondisi
era
dalam paradigma yang didasarkan atas desain yang reformasi
pers Indonesia
berada
satunya
di era karena
reform
dalam era dapatkebebasan, dalam
berubah-ubah. mediaeratidak kebebasan,
lagi dibebanimedia dengan
tidak
dalamlagieradibebkeb
ketakutan akan pembreidelan ketakutan akan dan pencabutan
pembreidelan SIUPP ketakutan
dan pencabu aka
j. Desain
sebagaimana erayang bersifat
sebelumnya.
sebagaimanasementara.
Ada kecenderungan, Penelitian pers
era sebelumnya. kualitatif
Adatidak
sebagaimana
kecenderungan er
menyusun
senada saat menyiarkan desain
senada yang
dan memberitakan secara
saat menyiarkan terus
trend menerus
dankekerasan
memberitakan
senada saat trend
m
bernafaskandisesuaikan
sentimendengan
agama kenyataan
bernafaskankhususnya di lapangan.
sentimen soal agama Jadi
terorisme. tidak
khususnya
Bagi
bernafaskan
soal terosen
menggunakan
pers memberitakan desain
aksi pers
terorisme telah
memberitakan
tidakdisusun aksiscara
semudah ketat tidak
terorisme
memberitakan dan
perssemudah
memberitak m
persoalankaku sehingga
politik tidak dapat
dan kegiatan
persoalan sosialdiubah
politik
yang lagi.
danterjadi
kegiatansehari-hari
sosialpersoalan
yang
di terjadi politik
s
tengah masyarakat. tengah masyarakat. tengah masyara
k.Sebenarnya
Hasil penelitian dirundingkan
aksi terorisme Sebenarnya
menjadi dan pemberitaan
disepakati
aksi terorisme bersama.
di menjadi
media pemberita
Sebenarn
massa sejakDisebabkan
jaman karena
dahulu
massa susunan
disejak kenyataan
mana-mana
jaman dahulu dari merekalah
termasuk di juga
mana-mana
massa
di sejak
terma ja
yang diangkat
Indonesia. Salah satu isu oleh
Indonesia.
yang diangkat peneliti,
Salah oleh hasil
satu media
isu yang penelitian
di tanah
diangkat
Indonesia.
air oleh media
Salah
bergantung adalah
saat reformasi pada
saat hakikat
reformasi
terorismedan kualitas
yang
adalah didugahubungan
terorisme
saat
ada reformasi
yang d
antara pencari dengan yang dicari dan konfirmasi

1 || M
81 N TT EE1RR| O
M EE DD II AA DD AA N OM I AEE D A N T E R O R I S M E1 | 81
RR EII SSDM
M MEDIA D
keterkaitannya
hipotesis
dengankerjagerakan
akan menjadi
Islam garislebihkeras
baik dan
verifikasinya
gerakan
fundamentalis
apabila
Islamdiketahui
yang terkait
dandengan
dikonfirmasikan
jaringan global.
oleh Contoh
orang-
yang palingorang
terasayang
adalahada saat kaitannya
terjadi ledakan
dengan
bom di
yang
Bali. diteliti.
Media menggambarkan
(Denzin, 1994) kasus itu amat variatif dan
menyebutnya sebagai kasus Bom Bali I dan Bali II. ―Bali
kembaliDalam melihat
diguncang konstruksi
beberapa media
ledakan bom, mengenai Islam garis
Sabtu (1/10/2005)
keras dan
malam. aksi pukul
Hingga terorisme
01.00peneliti menggunakan
Wita. Dilaporkan saat itupendekatan
sedikitnya
penelitian kualitatif, yaitu suatu penelitian
23 korban tewas dan 99 orang lainnya luka-luka‖.( yang dimaksudkan
Kompas, 8
untuk memahami
Oktober 2005) realitas yang diteliti dengan pendekatan
menyeluruh, tidak melakukan pengukuran pada realitas. Secara
umum, Demikian
makna pendekatan headline adalah
beragamnyapenelitian cara pandang
berita-berita terkait
peneliti bom
ledakan dalam yangmelihat
disiarkan permasalahan
nyaris seluruh penelitian
media massa . Menurut
cetak di
Denzin dan
Ibukota padaLincoln (1994:4),
tanggal istilah kualitatif
2 Oktober menunjuk
2005. Berita pada
tersebut
suatu penekanansecara
menggambarkan pada proses-proses
dramatis peristiwadan makna-makna
teror yang kembaliyang
tidak diujipulau
melanda atau Dewata
diukur secara
setelahketat
pada dari segi 2002
tahun kuantitas,
aksi jumlah,
serupa
intensitas
juga ataupun frekuensi.
menewaskan puluhan wisatawan, mancanegara maupun
domestikPenelitian
yang tengah kualitatif
berwisata memberi
di Bali. penekanan pada sifat
bentukan sosial realitas, hubungan akrab antara peneliti dan
objek Fig.1.1 Pelaku Bom
yang diteliti, dan Balikendala-kendala situasional yang
menyertai penelitian. Penelitian kualitatif mencari jawaban atas
pertanyaan yang menekankan pada bagaimana pengalaman
sosial dibentuk. Suatu penelitian kualitatif dilandasi oleh
beberapa asumsi dasar tentang realitas sosial, hubungan peneliti
dengan realitas sosial dan cara peneliti mengungkap realitas
sosial tersebut.

Paradigma Penelitian

Persoalan pemberitaan terorisme bernafaskan Islam


garis keras di media Koran Tempo dilihat dari Discourse Analysis
Theo Van Leewen. Paradigma yang dipakai dalam buku ini
menggunakan paradigma konstruktivisme. Paradigma ini jelas
memilikiBegitu juga penting
impilkasi stasiun-stasiun
terutamatelevisi gencarontologi
dari aspek menayangkan
, aspek
peristiwa demi peristiwa seputar aksi teror tersebut.
epistimologi, metodologi dan axiology yang berbeda bila melihat Pada
keesokan harinya, 3 Oktober 2005, media-media massa
kasus terorisme. Guba ( 1994) menjelaskan sejumlah dimensi cetak,
baik
yangnasional maupun dalam
harus dijelaskan lokal, masih
sebuahmenempatkan peristiwa bom
paradigma penelitian.

2 | | MME EDDI AI A DDA ANN T TE ER ROOR RI SI SMME E


8282
Pada dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab
adalah apa sebenarnya hakikat dari sesuatu yang dapat
diketahui, atau apa sebenarnya hakekat dari suatu realitas.
Sedangkan dalam dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus
BABsebenarnya
dijawab oleh peneliti adalah apa I hakekat BAB I
hubungan
antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan.
AKSI TERORISME
Dalam AKSI DIyang
dimensi axiologis TERORISME
MATA MEDIA DIadalah
dipermasalahkan MATA
AKSI MED
TERO
peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian. Sedangkan
dalam dimensi metodologis, seorang ilmuwan harus bisa
Aksi terorisme
menjawab di mata
pertanyaan Aksi
media
bagaimanaterorismecara atau di mata media yang
metodologi Aksi terorisme
dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu
Aksi terorisme
pengetahuan. merupakan
Dalam paradigma Aksi
kritisbahan
terorisme
, secara yang merupakan
menarikrealitas
ontologis untuk
bahan yangAksi tero
me
diberitakan oleh media diberitakan
massa. Sejumlah
oleh
sosial dipandang sebagai sesuatu yang semu karena merupakanmedia
media massa.
massa, Sejumlah
baikdiberitakan
di media oleh
ma
luar negeri maupun di
luar Indonesia
negeri maupun
tak
hasil dari proses sejarah, social maupun politik. Dari sisi pernahdi Indonesia
melewatkan luar
tak negeri
pernah ma
peristiwa antara