Anda di halaman 1dari 2

LEGAL MEMORANDUM

1. KEPALA LEGAL MEMORANDUM (HEADING)


Kepada : Direktur Bank BNI Cabang Purwokerto
Dari : Ivan Romana Bangkit Sembada S.H
Perihal :
Tanggal : 20 Oktober 2018

2. KASUS POSISI (Brief)


- Ahmad Daroji mengajukan kredit ke bank BNI Cabang Purwokerto untuk usaha bahan
bangunan
- 24 september 2007 dilakukan perjanjian kredit, BNI meminjamkan uang
Rp.150.000.000,-kepada Ahmad Daroji, Jangka pelunasan satu tahun (24 september
2007-23 September 2008)
- Sebagai jaminan adalah 2 kavling tanah beserta bangunan toko yang ada diatasnya yang
akan dibeli Ahmad Daroji dan telah disetujui BNI
- Dengan uang pinjaman dan utang Pribadi Ahmad Daroji membeli dua kavling milik
darmanto yang terletak di jalan manggis 25,26 purwokerto, dibelakan klinik bersalin
millik PEMDA.
- 1. Tanah seluas 50 m2 dengan hak milik beserta bangunan diatasnya senilai
Rp.75.000.000,-
- 2. Tanah seluas 100 m2 dengan hak milik beserta bangunan diatasnya senilai
Rp.100.000.000,-
- Kedua bindang kavling tanah tersebut kemudian diikat dengan sertifikat Hak
Tanggungan.
- Ketika jangka waktu berakhir Ahmad Daroji belum dapat mengembalikan
- Sebagai jalan keluarnya BANK BNI bersedia memberikan kredit Ke-II sebesar
Rp.200.000.000,- waktu pelunasan 1 tahun (24 September 2008 – 23 September 2009)
yang langsung dipotong Rp.150.000.000,- Beserta bunga 1,5% Setiap bulan, untuk
melunasi Kredit I
- Diletakan pula Sertifikat Hak Tanggungan
- Ketika perjanjian kredit II berakhir Ahmad Daroji belum dapat melunasi hutangnya
- Dengan mengingat nilai kedua tanah dan bangunan yang ada pihak BNI masih
memberikan kelonggaran waktu pelunasan dengan memperpanjang kredit satu tahun
berikutnya, 23 september 2010.
- Berdasarkan rencana tata ruang PEMDA ternyata tanah milik Ahmad Daroji termasuk
kawasan pengembangan Rumah Sakit.
- Ahmad Daroji menyatakan pula kepada Bank BNI bahwa uang yang dititipkan itu
adalah pelunasan hutangnya, dan sejak saat itu Ahmad Daroji tidak mau membayar
hutangnya dan minta Bank BNI untuk mengeluarkan surat pelunasan utang.
Legal Question :
1. Dapatkah Panitia Pengadaan Tanah menitipkan uang pembebasan tanah ke
Pengandilan Negeri
2. Dengan dititipkan uang tersebut ke Pengadilan Negeri, dapatkah ganti kerugian itu
dijadikan pelunasan utang Ahmad Daroji walaupun nilai kredit lebih kecil?
3. Dapatkah Bank BNI menyatakan bahwa Ahmad Daroji telah melakukan
wanprestasi, apabila Ahmad Daroji tidak mau lagi membayar utangnya kepada
Bank BNI, karena tanah beserta bangunan yang ada diatasnya telah dibebaskan?
4. Apakah barang berupa tanah dan bangunan yang belum menjadi hak milik dapat
dijadikan jaminan?
5. Siapakah yang berhak menerima ganti rugi dari pengadaan tanah?

3. RINGKASAN JAWABAN (Brief Answer)


1. Panitia Pengadaan Tanah dapat menitipkan uang pembebasan tanah ke Pengadilan
Negeri dalam hal pemilik tanah tidak diketahui keberadaannya.
2. Ganti rugi tersebut tidak dapat dijadikan pelunasan utang Ahmad Daroji walaupun nilai
kreditnya lebih kecil
3. Bank BNI dapat menyatakan bahwa Ahmad Daroji melakukan wanprestasi apabila
Ahmad Daroji tidak mau lagi untuk membayar utang kepada BNI karena tanah beserta
bangunannya yang ada di atasnya telah dibebaskan.
4. Benda berupa tanah dan bangunan tersebut yang belum menjadi milik Ahmad Daroji
dapat dijadikan jaminan.
5. Pihak yang berhak menerima ganti rugi adalah BNI karena selaku pemegang Sertipikat
Hak Tanggungan.