Anda di halaman 1dari 29

USULAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

TENTANG

BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DI DESA ORO–ORO


OMBO, KOTA BATU, MALANG

Pengabdian Masyarakat ini dibiayai dengan Dana DIPA


Nomer: SP DIPA – 042.012401004/2018 tanggal 05 Desember 2017
Politeknik Negeri Malang
Dengan Surat Perjanjian Nomer: .....................

Oleh:

Ir. Eko Naryono, MT


NIP. 19610715 199003 1 001

Ir, Bambang Widiono, MT


NIP. 19571128 198803 1 001

Dr. Luchis Rubianto, LRSC, M.MT


NIP. 19660906 199203 1 003

Andi Nina Asriana, S.Si., M.Si.

POLITEKNIK NEGERI MALANG


2018

i
LEMBAR PENGESAHAN
USULAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

1. Judul Kegiatan : Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Bogashi Di Desa


Oro-oro Ombo, Kota Batu, Malang
2. Nama mitra program PkM 1 : Baitul Maal Hidayatullah
Nama mitra program PkM 2**) :
3. Program strategis PkM
4. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama Lengkap & Gelar : Dr. Ir. Eko Naryono, MT
b. N I P : 19610715 199003 1 001
c. Jabatan/ Golongan : Penata Tk. I / IIID
d. Politeknik : Politeknik Negeri Malang
5. Anggota pelaksana kegiatan :
a. Anggota 1 : 1. Ir. Bambang Widiono, MT
b. Anggota 2 : 2. Dr. Luchis Rubianto, LRSC, M.MT
c. Anggota 3 : 3. Andi Nina Asriana, S.Si., M.Si
6. Lokasi kegiatan mitra PkM
a. Desa, kecamatan : Desa Oro-oro Ombo
b. Kabupaten, Kota, Propinsi : Kota Batu, Malang, Propinsi Jawa Timur
c. Jarak Polinema ke lokasi : 15 km
7. Lokasi kegiatan mitra 2**) :
a. Desa, kecamatan :
b. Kabupaten, Kota, Propinsi :
c. Jarak Polinema ke lokasi
Keluaran yang Dihasilkan
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 8 bulan
a. Mulai 1 April 2018
b. Sampai 15 Nopember 2018
9. Biaya Kegiatan : Rp. 3.800.000,- (tiga juta delapan ratus ribu
a. Politeknik rupiah).Kegiatan ini dibiayai dengan Dana DIPA
Nomer: DIPA 042.01.2.401004/2018 tanggal 05
Desember 2017, Politeknik Negeri Malangdengan
Surat Perjanjian Nomor: ……....…
b. Mitra (Industri, Lembaga) : -
Menyetujui : Malang, 14 Maret 2018
Kepala UPT P2M, Ketua,

Erfan Rohadi, S.T., M.Eng, Ph.D. Ir. Eko Naryono, MT


NIP 197201232008011006 NIP 19610715 199003 1 001

Mengetahui, Menyetujui,
Direktur, Pembantu Direktur I

Drs. Awan Setiawan, MMT., MM. Dr. Eng. Anggit Murdani, S.T, M.Eng.
NIP 195909101986031001 NIP. 19710915199903100

ii
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM PkM

1. Judul PkM : Bimbingan Teknis Tentang Pembuatan Pupuk Bokashi Di Desa Oro-oro
Ombo Kota Batu, Malang
2. Tim Pkm :

No Nama Jabatan Bidang Keahlian Jurusan Alokasi Waktu


(jam/minggu)
1 Ir. Eko Naryono, MT Ketua Teknologi Proses Teknik 8
Kimia
2 Ir. Bambang Widiono, Anggota 1 Teknik Reaksi Teknik 6
MT Kimia Kimia
3 Dr. Luchis Rubianto, Anggota 2 Teknologi Proses Teknik 6
LRSC, M.MT Kimia
4 Andi Nina Asriana, Anggota 3 Kimia Teknik 6
S.Si., M.Si Instrumentasi, Kimia
Sains dan Analitik

3. Obyek PkM (khalayak sasaran):


Warga Desa Oro-oro Ombo binaan Lembaga Baitul Maal Hidayatullah Kota Batu,
Malang
4. Masa Pelaksanaan : 1 April 2018 s/d 15 Nopember 2018
5. Biaya : Rp 3.800.000,-
6. Lokasi Penelitian (lab/studio/lapangan): lapangan
7. Mitra yang terlibat (uraikan apa kontribusinya):
Lembaga Baitul Maal Hidayatullah akan berperan serta sebagai peserta dalam kegiatan
pelatihan yang diselenggarakan di Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Malang
8. Permasalahan yang ditemukan dan solusi yang ditawarkan:
Permasalahan : beberapa pengurus/warga desa binaan Lembaga Baitul Maal
Hidayatullah belum mendapat penyuluhan mengenai pembuatan
pupuk bogashi
Solusi ditawarkan: memberikan penyuluhan tentang pembuatan pupuk bogashi
9. Kontribusi mendasar pada mitra: Mitra akan berpartisipasi aktif, dengan demikian
kompetensi dan dan pemahaman mitra tentang pembuatan pupuk bogashi
10. Rencana luaran yang ditargetkan:
 Jasa/Metode Model/Sistem : Ada/tidak
 Produk/Barang : Ada/tidak
 Jurnal Nasional/prosiding seminar Nasional : Ada/tidak
 Jurnal Internasional/prosiding seminar Internasional : Ada/tidak
 HKI (paten, paten sederhana, hak cipta, merk dagang, : Ada/tidak
rahasia dagang, desain produk industri,
 Buku Ajar (ber-ISBN) : Ada/tidak

iii
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ iv


RINGKASAN........................................................................................................................ v
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................................... 6
1.1. Analisis Situasi .......................................................................................................... 6
1.2. Permasalahan Mitra ................................................................................................... 7
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................... 8
2.1. Pengertian Pupuk Organik ......................................................................................... 8
2.2. Klasifikasi Pupuk ....................................................................................................... 9
2.3. Proses Pembuatan Pupuk Organik ............................................................................ 11
BAB III. SOLUSI DAN LUARAN ..................................................................................... 12
3.1. Solusi Yang Ditawarkan .......................................................................................... 12
3.2. Luaran PkM ............................................................................................................. 13
BAB IV. METODE PELAKSANAAN .............................................................................. 14
4.1. Metode PkM ............................................................................................................. 14
4.2. Tahap Pelaksanaan PkM........................................................................................... 14
4.3. Rancangan Evaluasi ................................................................................................ 155
BAB V. KELAYAKAN PENGUSUL DAN MITRA ....................................................... 16
BAB VI. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ................................................................ 17
6.1. Rencana Biaya Kegiatan ........................................................................................... 17
6.2. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan PkM ......................................................................... 17
LAMPIRAN A. JUSTIFIKASI ANGGARAN ................................................................... 19
LAMPIRAN B. BIODATA TIM PELAKSANA ............................................................... 20
LAMPIRAN C. PETA LOKASI WILAYAH ..................................................................... 29

iv
RINGKASAN

Lembaga Baitul Maal Hidayatullah Indonesia yang beralamat di Desa Oro-oro


Ombo, Kota Batu– Malang yang telah resmi berbadan hukum semenjak Desember 2015
telah banyak aktifitas dilakukan, dimana untuk mencapai visi, misi dan tujuan
organisasi maka Lembaga Baitul Maal Hidayatullah telah bekerja sama dengan
berbagai pihak guna meningkatkan kemampuan manajerial maupun pengelolahnya.
Beberapa jenis pelatihan ketrampilan yang telah dilakukan bekerjasama dengan pihak
lain guna peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi desa binaan BMH.
Sedangkan kelompok sasaran dari kegiatan pelatihan tersebut adalah para desa binaan
maupun masyarakat sekitar Baitul Maal Hidayatullah.
Selanjutnya sebagai hasil investigasi, monitoring dan analisa situasi tentang
kebutuhan pengetahuan maupun ketrampilan terhadap masyakarat sekitar Lembaga
Baitul Maal Hidayatullah diperoleh informasi bahwa terdapat peluang untuk membuat
pupuk bogashi yang berasal dari sampah penduduk setempat sehingga dapat
diaplikasikan di bidang pertanian dan perkebunan di desa binaan. Namun demikian
dalam mengkaji peluang tersebut terdapat kendala yaitu keterbatasan pengetahuan dan
ketrampilan kelompok sasaran dalam membuat pupuk bogashi secara sederhana.

v
6

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Analisis Situasi

Sampah merupakan permasalahan utama yang dapat ditemukan hampir di semua pasar
tradisional di Indonesia.Sebagian besar orang beranggapan bahwa sampah merupakan benda
sisa atau yang sudah rusak atau yang dianggap sudah tidak terpakai. Oleh karena itu, sampah
perlu dibuang ke suatu tempat karena bisa mengganggu. Gangguan yang ditimbulkan dapat
berupa bau tidak sedap, terganggunya estetika dan keindahan permukiman serta gangguan
kesehatan karena sampah bias menjadi media berkembang biaknya kuman dan vektor
penyakit. Selama ini sebagian besar pasar tradisional dalam mengelola sampah masih
bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan
dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Selain diperlukan biaya yang tidak
sedikit untuk mengangkut sampah ke TPA, praktek pengelolaan sampah seperti ini
berpotensi besar melepas gas metana (CH4) yang merupakan salah satu gas rumah kaca
(green house gasses) serta berkontribusi cukup besar terhadap pemanasan global.
Permasalahan pengelolaan sampah juga merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh
warga Desa Oro-oro Ombo Kota Batu. Desa Oro-oro Ombo ini terletak di kaki gunung
Panderman dan memiliki tiga dusun yakni Dusun Krajal, Dusun Dresel, dan Dusun
Gendorejo. Sebagian besar kawasan Desa Oro-oro Ombo adalah pertanian, hutan dan
datarannya relatif datar dan berbukit terletak di daerah cukup tinggi di bawah kaki gunung
Panderman.
Perekonomian di desa Oro-oro Ombo sangat dipengaruhi aktifitas pertanian dan
perdagangan. Pasar Wisata Sidomulyo dan Oro-oro Ombo Fruit Market merupakan pusat
perdagangan bagi masyarakat baik dari wilayah desa ini maupun dari luar desa. Kedua pusat
perdagangan ini masing-masing mampu menyumbang sampah, khususnya sampah organik,
dalam jumlah yang cukup besar sedangkan di desa ini masih belum terdapat Tempat
Pembuangan Akhir (TPA).
Masyarakat Desa Oro-oro Omboh, yang berbatasan langsung dengan Pasar Wisata
Sidomulyo, merupakan masyarakat petani ladang yang memerlukan pupuk dalam kegiatan
pertanian yang menjadi mata pencaharian utamanya. Pada saat ini, mayoritas masyarakat di
desa tersebut sedang menghadapi kendala berkaitan dengan minimnya persediaan pupuk
anorganik. Hal ini terjadi karena pupuk buatan tidak bisa dibeli secara langsung (tidakseperti
beberapa tahun yang lalu, di mana pupuk anorganik dapat diperjualbelikan secara bebas),
7

melainkan harus mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Keterbatasan


persediaan dan tingginya harga pupuk anorganik ini memaksa warga mayarakat kembali
mengandalkan penggunaan pupuk kandang. Meskipun penggunaan pupuk kandang ini
dipandang lebih ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif terhadap kesuburan
tanahuntuk jangka panjang, tetapi masalah yang timbul adalah terbatasnya populasi ternak
yang dimiliki warga, sehingga volume pupuk kandang yang ada juga tidak dapat memenuhi
kebutuhan petani. Selain itu, pembuatan pupuk kandang secara konvensional memakan
waktu cukup lama untuk matang dan dapat dipanen, yaitu sekitar 2-3 bulan.
Salah satu teknologi pembuatan pupuk organik yang telah dkembangkan dan
disosialisasikan oleh Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian adalah
teknologi bokashi. Pada dasarnya, teknologi ini ditujukan untuk mempercepat proses
pembuatan pupuk organik (matang dalam waktu 7 hari), dan sekaligus meningkatkan
kualitas pupuk yang dihasilkan (BPTP Sulawesi Tengah, 2008). Teknologi ini cukup
sederhana, dan bahan-bahan yang diperlukan juga sangat mudah didapatkan di sekitar Pasar
Lodoyo.

1.2. Permasalahan Mitra

a. Bagaimana tingkat pemahaman atau pengetahuan pengurus/pengelolah Lembaga


Baitul Maal Hidayatullah, warga sekitar Lembaga Baitul Maal Hidayatullah
Indonesia dalam mengenal pupuk bokashi?
b. Bagaimana pengurus/pengelolah Lembaga Baitul Maal Hidayatullah Indonesia,
warga sekitar warga sekitar Lembaga Baitul Maal Hidayatullah Indonesia dalam
membuat pupuk bokashi untuk pertanian?
c. Bagaimana pengurus/pengelolah Lembaga Baitul Maal Hidayatullah Indonesia,
warga sekitar Lembaga Baitul Maal Hidayatullah Indonesia mengetahui bagaimana
cara menjaga lingkungan dengan mengolah sampah menjadi pupuk bokashi?
8

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Pupuk Organik

Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahanorganik asal tanaman
dan hewan yang dapat dirombak menjadi haratersedia bagi tanaman. Dalam Permentan
No.2/Pert/Hk.060/2/2006, tentangpupuk organik dan pembenah tanah, dikemukakan bahwa
pupuk organic adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik
yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melaluiproses rekayasa, dapat
berbentuk padat atau cair yang digunakanmensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat
fisik, kimia, dan biologitanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih
ditujukankepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya;nilai C-
organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik. BilaC-organik rendah dan
tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah
organik.Pembenah tanah atau soilameliorant menurut SK Mentan adalah bahan-bahan
sintesis atau alami,organik atau mineral(Simanungkalit & Suriadikarta, 2006).
Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupukkandang, sisa panen
(jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dansabut kelapa), limbah ternak, limbah
industri yang menggunakan bahanpertanian, dan limbah kota. Kompos merupakan produk
pembusukan darilimbah tanaman dan hewan hasil perombakan oleh fungi, aktinomiset,
dancacing tanah.Pupuk hijau merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian
dari tanaman seperti sisa batang dan tunggul akar setelahbagian atas tanaman yang hijau
digunakan sebagai pakan ternak. Sebagaicontoh pupuk hijau ini adalah sisa–sisa tanaman,
kacang-kacangan, dantanaman paku air Azolla. Pupuk kandang merupakan kotoran
ternak.Limbah ternak merupakan limbah dari rumah potong berupa tulang-tulang,darah, dan
sebagainya.Limbah industri yang menggunakan bahanpertanian merupakan limbah berasal
dari limbah pabrik gula, limbahpengolahan kelapa sawit, penggilingan padi, limbah bumbu
masak, dansebagainya. Limbah kota yang dapat menjadi kompos berupa sampah kotayang
berasal dari tanaman, setelah dipisah dari bahan-bahan yang tidakdapat dirombak misalnya
plastik, kertas, botol, dan kertas(Simanungkalit & Suriadikarta, 2006).
Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semuakelompok
fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyediahara dalam tanah, sehingga
dapat tersedia bagi tanaman. Pemakaian istilahini relatif baru dibandingkan dengan saat
penggunaan salah satu jenispupuk hayati komersial pertama di dunia yaitu inokulan
9

Rhizobium yangsudah lebih dari 100 tahun yang lalu.Pupuk hayati dalam buku ini
dapatdidefinisikan sebagai inokulan berbahan aktif organisme hidup yangberfungsi untuk
menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya haradalam tanah bagi
tanaman.Memfasilitasi tersedianya hara ini dapatberlangsung melalui peningkatan akses
tanaman terhadap hara misalnyaoleh cendawan mikoriza arbuskuler, pelarutan oleh mikroba
pelarut fosfat,maupun perombakan oleh fungi, aktinomiset atau cacing
tanah.Penyediaanhara ini berlangsung melalui hubungan simbiotis atau
nonsimbiotis.Secarasimbiosis berlangsung dengan kelompok tanaman tertentu atau dengan
kebanyakan tanaman, sedangkan nonsimbiotis berlangsung melalui penyerapan hara hasil
pelarutan oleh kelompok mikroba pelarut fosfat, dan hasil perombakan bahan organik oleh
kelompok organisme perombak. Kelompok mikroba simbiotis ini terutama meliputi bakteri
bintil akar dan cendawan mikoriza. Penambatan N2 secara simbiotis dengan tanaman
kehutanan yang bukan legum oleh aktinomisetes genus Frankia di luar cakupan buku ini.
Kelompok cendawan mikoriza yang tergolong ektomikoriza juga di luar cakupan baku ini,
karena kelompok ini hanya bersimbiosis dengan berbagai tanaman kehutanan. Kelompok
endomikoriza yang akan dicakup dalam buku ini juga hanya cendawan mikoriza
vesikulerabuskuler, yang banyak mengkolonisasi tanaman-tanaman pertanian.
Kelompok organisme perombak bahan organik tidak hanya mikrofauna tetapi ada juga
makrofauna (cacing tanah). Pembuatan vermikompos melibatkan cacing tanah untuk
merombak berbagai limbah seperti limbah pertanian, limbah dapur, limbah pasar, limbah
ternak, dan limbah industri yang berbasis pertanian. Kelompok organisme perombak ini
dikelompokkan sebagai bioaktivator perombak bahan organik.

2.2. Klasifikasi Pupuk

Menurut Rosmarkam dan Yuwono (2002), berdasarkan senyawanya pupuk terbagi


atas pupuk organik, yakni pupuk yang berupa senyawa organik. misalnya pupuk kandang,
pupuk hijau, kompos dan guano. Sedangkan pupuk anorganik atau mineral, yakni semua
pupuk buatan, baik pupuk tunggal maupun majemuk.

2.2.1. Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah
melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai, misalnya pupuk kompos
dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang
berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara
10

yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah tetapi kandungan bahan
organik di dalamnyasangatlah tinggi (Novizan, 2007). Pupuk organik sangat penting sebab
memperbaiki struktur tanah, menaikkan daya serap tanah terhadap air, menaikkan kondisi
kehidupan di dalam tanah dan mengandung zat makanan tanaman (Rinsema, 1993).

2.2.2. Kompos

Kompos merupakan hasil dari pelapukan bahan-bahan berupa dedaunan, jerami,


alang-alang, rumput, kotoran hewan, sampah kota dan sebagainya. Proses pelapukan bahan-
bahan tersebut dapat dipercepat melalui bantuan manusia. Secara garis besar, membuat
kompos berarti merangsang perkembangan bakteri (jasad-jasad renik) untuk
menghancurkan atau menguraikan bahan-bahan yang dikomposkan hingga terurai menjadi
senyawa lain. Proses penguraian tersebut mengubah unsur hara yang terikat dalam senyawa
organik sukar larut menjadi senyawa organik larut sehingga berguna bagi tanaman (Lingga
dan Marsono, 2004).
Kompos sangat berperan dalam proses pertumbuhan tanaman, diantaranya yaitu ;
1. Kompos memberikan nutrisi bagi tanaman Kompos mengandung unsur hara yang lengkap
baik makro maupun mikro, walaupun kandungannya dalam jumlah yang sedikit tetapi
memberikan nutrisi yang lengkap untuk pertumbuhan bagian-bagian vegetatif dan
generatif tanaman.
2. Kompos memperbaiki struktur tanah Kompos merupakan perekat pada butir-butir tanah
dan mampu menjadi penyeimbang tingkat kerekatan tanah. Selain itu, kehadiran kompos
pada tanah menjadi daya tarik bagi mikroorganisme untuk melakukan aktivitas pada
tanah. Dengan demikian tanah yang semula keras dan sulit ditembus air dan udara, kini
dapat menjadi gembur.
3. Kompos meningkatkan kapasitas tukar kation Kapasitas tukar kation (KTK) adalah sifat
kimia yang berkaitan erat dengan kesuburan tanah. Tanah dengan KTK yang tinggi lebih
mampu menyediakan unsur hara dari pada tanah dengan KTK rendah.
4. Kompos menambah kemampuan tanah untuk menahan air Tanah yang bercampur dengan
kompos mempunyai pori-pori dengan daya rekat yang lebih baik sehingga mampu
mengikat serta menahan ketersediaan air di dalam tanah.
5. Kompos meningkatkan aktifitas biologi tanah Kompos dapat membantu kehidupan
mikroorganisme dalam tanah, selain berisi bakteri dan jamur dekomposer keberadaan
kompos akan membuat tanah menjadi sejuk, kondisi ini disenangi oleh bakteri.
11

6. Kompos mampu meningkatkan pH pada tanah asam Unsur hara lebih mudah diserap oleh
tanaman pada kondisi pH tanah netral, yaitu tujuh (7). Pada nilai ini, unsur hara menjadi
mudah larut di dalam air. Jika tanah semakin asam dengan penambahan kompos, pH
tanah akan meningkat.
7. Kompos tidak menimbulkan masalah lingkungan Pupuk kimia sintesis dapat
menimbulkan masalah lingkungan yaitu dapat merusak keadaan tanah dan air, sedangkan
kompos justru memperbaiki sifat tanah dan lingkungan (Yuwono, 2005).

2.3. Proses Pembuatan Pupuk Organik

Proses Pembentukan Pupuk Organik Selama proses dekomposisi bahan organik


mentah (sampah) menjadi kompos akan terjadi berbagai perubahan hayati yang dilakukan
oleh mikroorgaisme sebagai aktivator. Adapun perubahannya sebagai berikut : a.
Penguraian karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak dan lilin menjadi CO2 dan H2O (air).
b. Protein menjadi ammonia, CO2 dan air. c. Pembebasan unsur hara dari senyawa-senyawa
organik menjadi senyawa yang dapat diserap oleh tanaman. d. Terjadi pengikatan beberapa
jenis unsur hara didalam sel mikroorganisme, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium. Dengan
perubahan tersebut maka kadar karbohidrat akan hilang atau turun dan senyawa nitrogen
yang larut (amonia) akan meningkat. Dengan demikian, C/N semakin rendah dan relatif
stabil mendekati C/N tanah (Sudradjat, 2007).
Menurut Djuarnani (2005) selama hidupnya, mikroorganisme mengambil air dan
oksigen dari udara. Makanan yang diperoleh dari bahan organik yang akan diubah menjadi
produk metabolisme berupa karbondioksida (CO2), air (H2O), humus dan energi. Sebagian
dari energi yang dihasilkan digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan dan
reproduksi. Dalam proses pengomposan peranan mikroba selulolitik dan lignolitik sangat
penting, karena kedua mikroba tersebut memperoleh energi dan karbon dari proses
perombakan bahan yang mengandung karbon. Proses pengomposan secara aerob, lebih
cepat dibanding anaerob dan waktu yang diperlukan tergantung beberapa faktor, antara lain
: ukuran partikel bahan kompos, C/N rasio bahan kompos, keberadaan udara (keadaan
aerobik), dan kelembaban. Kompos yang sudah matang diindikasikan oleh suhu yang
konstan, pH alkalis, C/N rasio 60 me/100 g abu, dan laju respirasi < 10 mg/g kompos.
Sedangkan indikator yang dapat diamati secara langsung adalah jika berwarna coklat tua
dan tidak berbau busuk (berbau tanah)( Deptan, 2006).
12

BAB III. SOLUSI DAN LUARAN

3.1. Solusi Yang Ditawarkan

Program Pengabdian kepada Masyrakat (PkM) ini dilakukan dengan khalayak


sasaran adalah warga desa binaan Lembaga Baitul Maal Hidayatullah. Jumlah mitra
yang dipilih mempertimbangkan efisiensi dan intensitas pelaksanaan program. Aspek
permasalahan yang akan diselesaikan dalam Program PkM ini adalah peningkatan
kemampuan, kompetensi dan pemahaman dari khalayak sasaran.
Pada hakekatnya, kegiatan PkM ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi mitra melalui pendekatan secara terpadu, sehingga proses
bimbingan teknis dapat berjalan sesuai perencanaan.
Berdasarkan uraian permasalahan di bab I, maka solusi yang bisa ditawarkan yaitu
memberikan bimbingan teknis tentang pembuatan pupuk bokashi sehingga dapat
meningkatkan kemampuan, kompetensi dan pemahaman dari khalayak sasaran.
Adapun perubahan pasca PkM yang diharapkan dari khalayak sasaran adalah
sebagai berikut :
Tabel 3.1. Harapan perubahan kondisi sebelum dan setelah PkM
No. Unsur Sebelum Kegiatan PkM Setelah Kegiatan PkM
1. Pemahaman pengurus Pemahaman terbatas dari Peserta memiliki
dan warga sekitar pemahaman mengenai informasi berbagai
Lembal Baitul Maal pengoalahan sampah metode pengolahan
Hidayatullah tentang sampah
mengolah sampah
organik
2. Pengetahuan pengurus Pengetahuan terbatas Peserta mampu membuat
dan warga dalam mengenai pembuatan pupuk produk pupuk hasil
membuat pupuk bokashi organik termasuk pupuk pengolahan sampah
bokashi
13

3.2. Luaran PkM

Luaran yang diharapkan dari pelaksanaan PkM ini disajikan dalam tabel berikut.
Rencana target capaian PkM DIPA Swadana Reguler Kompetisi
No. Jenis Luaran Indikator Capaian
Luaran Wajib
1. Prosiding dari seminar ber-ISSN/ISBN Draft/submitted
2. Peningkatan daya saing (kompetensi) Ada / tidak ada
3. Penerapan ipteksb Ada / tidak ada
Luaran Tambahan
1. Metode, karya seni, rekayasa sosial, jasa, sistem Ada / tidak ada
Publikasi keberadaan Jurusan Teknik Kimia
2. Ada / tidak ada
Polinema

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut


yaitu:
1. Memberikan wawasan tentang pengoalahan sampah.
2. Memberikan wawasan tentang pembuatan pupuk bokashi
14

BAB IV. METODE PELAKSANAAN

4.1. Metode PkM

Pelaksanaan PKM dibagi atas tahapan-tahapan ;


a. Pembekalan tentang pengenalan definisi dan macampupuk organik;
Pengenalan macam-macam pupuk organikdiberikan dalam bentuk ceramah
klasikal dengan narasumber dosen pembina matakuliah kimia organic dan kimia
pangan dengan durasi waktu 2 x 45 menit.
b. Pembekalan teori tentang persiapan bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik diperkenalkan
kandungannya, cara handling (penanganannya) serta manfaat dan kegunaannya.
Pembekalan ini dilakukan dengan durasi waktu 1 x 45 menit.
c. Pembekalan prosedur pembuatan pupuk organik;
Pembekalan tentang prosedur standar operasi (SOP) dan cara kerja peralatan
pembuatan pupuk organikdiberikan baik dalam bentuk teori klasikal maupun
langsung berhadapan dengan alatnyadengan durasi waktu 1 x 45 menit, termasuk
pemahaman K3L (safety) terkait penggunaan alat dan bahan.
d. Praktek pembuatan pupuk organik
Praktek pembuatan pupuk organikmenggunakanbahan – bahan yang ada dilakukan
dengan melakukan demo dilanjutkan dengan praktek yang diikuti oleh semua
peserta kegiatan PKM yang hadir.

4.2. Tahap Pelaksanaan PkM

Pelaksanaan PKM dibagi atas tahapan-tahapan ;


e. Pembekalan tentang pengenalan definisi dan macampupuk organik;
Pengenalan macam-macam pupuk organikdiberikan dalam bentuk ceramah
klasikal dengan narasumber dosen pembina matakuliah kimia organic dan kimia
pangan dengan durasi waktu 2 x 45 menit.
f. Pembekalan teori tentang persiapan bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik diperkenalkan
kandungannya, cara handling (penanganannya) serta manfaat dan kegunaannya.
Pembekalan ini dilakukan dengan durasi waktu 1 x 45 menit.
g. Pembekalan prosedur pembuatan pupuk organik;
15

Pembekalan tentang prosedur standar operasi (SOP) dan cara kerja peralatan
pembuatan pupuk organikdiberikan baik dalam bentuk teori klasikal maupun
langsung berhadapan dengan alatnyadengan durasi waktu 1 x 45 menit, termasuk
pemahaman K3L (safety) terkait penggunaan alat dan bahan.
h. Praktek pembuatan pupuk organik
Praktek pembuatan pupuk organikmenggunakanbahan – bahan yang ada dilakukan
dengan melakukan demo dilanjutkan dengan praktek yang diikuti oleh semua
peserta kegiatan PKM yang hadir.

4.3. Rancangan Evaluasi

Pelaksanaan evaluasi untuk kegiatan PkM ini dilakukan pada 3 (tiga) tahap yaitu
evaluasi persiapan kegiatan, evaluasi saat kegiatan dan evaluasi setelah kegiatan,
dimana point- point penilaian untuk masing – masing tahapan evaluasi, antara lain:
1. Evaluasi persiapan kegiatan, meliputi : Kesiapan personal, Kesiapan sarana dan
prasana (bahan, materi, alat, dan kendaraan), Kesiapan lokasi dan waktu, Kesiapan
peserta
2. Evaluasi saat kegiatan,meliputi : Ketersediaan sarana pendukung, Kehadiran peserta,
Respon peserta, Ketercapaian tahapan/proses pelaksanaan PkM. Evaluasi setelah
kegiatan, meliputi: Tanggapan/respon peserta setelah kegiatan,Penerapan hasil PkM.

Analisis Situasi Surat Permohonan


dari Mitra

Penyusunan
Proposal PkM

Survey Lokasi &


Persiapan Pelaksanaan

Pelaksanaan PkM

Monitoring & Evaluasi


Pelaksanaan

Penyusunan Laporan
PkM

Gambar 1. Tahapan pelaksanaan PkM


16

BAB V. KELAYAKAN PENGUSUL DAN MITRA

Beberapa hal yang dijadikan pertimbangan bagi kelayakan kegiatan penyuluhan tentang
bahaya penggunaan zat aditif berbahaya untuk makanan pada Lembaga Baitul Maal Hidayatullah-
Kab. Malang adalah sebagai berikut :
1. Kualifikasi Tim Pelaksana
Ketua tim pengusul memiliki bidang keahlian unit bioproses dan teknologi proses.
Ketua tim pengusul telah mengampu mata kuliah bioproses dan dasar rekayasa proses.
Anggota I terlibat aktif dalam teaching factory pengoalahan limbah dan III memiliki
bidang keahlian di bidang analisis dan instrumentasi kimia. Hal ini akan mendukung
secara teknis proses bimbingan teknis pembuatan pupuk bokashi.
2. Relevansi Skill Tim
Antara kemampuan pengusul dan rencana kegiatan memiliki relevansi yang kuat. Hal
ini karena ketua pengusul mempunyai keahlian di bidang pengolahan limbah. Selain itu,
tim memiliki kemampuan teknis dalam Teknologi Proses dan Reaksi Kimia.
17

BAB VI. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

6.1. Rencana Biaya Kegiatan

Biaya yang dibuthkan dalam kegiatan PkM ini disajikan dalam Tabel 6.1
Tabel 6.1. Rencana Biaya Kegiatan PkM
Biaya yang
No Jenis Pengeluaran Prosentase
Diusulkan (Rp)
1 Biaya bahan 30-75 2.200.000
2 Biaya transportasi 10-30 600.000
3 Biaya pelaporan dan evaluasi 10-30 300.000
4 Biaya lain – lain 10-15 700.000
Jumlah 3.800.000

6.2. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan PkM

Bulan
No Kegiatan
Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sep
1 Pengajuan dan seleksi
proposal
2 Persiapan pelaksaan PkM
3 Pelaksanaan PkM
4 Penyusunan laporan
5 Seminar hasil dan
penyusunan prosiding
18

DAFTAR PUSTAKA

Dfood Fertilizer Technology Center (FFTC). 1997. Quality control for Organic Fertilizer.
News Letter 117. Food and Fertilizer Technology Center, Taiwan, ROC.
Koshino, M. 1990. Present status of supply and demand of chemical fertilizers and organic
amandements in Japan. Paper Presented at Seminar on the Use of Organic Fertilizers
in Corp Production, at Suweon, South Korea, 18-24 June 1990 (Unpublished).
Kurnia, U., D. Setyorini, T. Prihartini, S. Rochayati, Sutono, dan H. Suganda. 2001.
Perkembangan dan Penggunaan Pupuk Organik di Indonesia. Rapat Koordinasi
Penerapan Penggunaan Pupuk Berimbang dan Peningkatan Penggunaan Pupuk
Organik. Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian,
Jakarta, Nopember 2001 (Tidak Dipublikasikan)
Myung Ho Un and Youn Lee. 2001. Evaluation of Organic Waste for Compositing and
Quality Control of Commercial Composts in Korea. International Workshop on
Recent Technologies of Composting and Their Application (Unpublished).
Prihartini, 2001. Menuju “Quality Control” Pupuk Organik. 2001. Seminar Berkala PERMI
di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Juli 2001 (Tidak dipublikasikan)
Suriadikarta, D. A. Dan D. Setyorini. 2005. Laporan Hasil Penelitian Standar Mutu Pupuk
Organik. Balai Penelitian Tanah, Bogor.
Tan, K.H. 1994. Environmental Soil Science. Manual Dekker INC. New York 10016. USA.
Yang, S.S. 2001. Recent Advances in Composting. In the Proceding of Issues in the
Management of Agricultural Resources. Food & Fertilizer Technology Center,
Taiwan, ROC.
19

LAMPIRAN A. JUSTIFIKASI ANGGARAN


Biaya Satuan Jumlah
No. Uraian Vol. Satuan
(Rp,-) (Rp,-)
1. BHP Kegiatan
Starter pupuk organik 20 paket 100,000 2,000,000
Pelarut 20 paket 10,000 200,000
2. Konsumsi ;
Makan siang 20 OH 25.000 500.000
Snack 20 OH 10.000 200.000
3. Transportasi 4 org 150.000 600.000
3. Lain-lain ;
Banner 1 lbr 100.000 100.000
Penyusunan proposal 4 eks 25.000 100.000
Penyusunan laporan 4 eks 25.000 100.000
Jumlah 3.800.000
Gambar 0.1
20

LAMPIRAN B. BIODATA TIM PELAKSANA


DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA PELAKSANA PkM

JABATAN DALAM PENGUSUL : KETUA / ANGGOTA


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr.Ir.Eko Naryono, MT
2 Jenis Kelamin L/P
3 Jabatan Fungsional Lektor
4 NIP/NIK/ Identitas lainnya 19610715 199003 1 001
5 NIP/NIDN/NIDK 0015076104
6 Tempat dan Tanggal Lahir Jember, 15 Juli 1961
7 e-mail eko.naryono@polinema.com
8 Nomor Telepon/HP 08123383586
9 Alamat Kantor JurusanTeknik Kimia, PoliteknikNegeri Malang
10 Nomor Telepon/Fax (kantor) (0341) 404424/ Fax. (0341) 404420
11 Lulusan yg telah dihasilkan D-3 = 120 orang, S-1= 0 orang ; S-2 = 0 orang; dan S3
= 0 orang.
12 Mata Kuliah yg diampu 1Termodinamika
2Pengendalian Proses
3Dasar Perancangan alat
B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Universitas Gadjah InstitutTeknologiSepuluh Universitas Brawijaya,
Tinggi Mada, Yogyakarta Nopember, Surabaya Malang
Bidang Ilmu Pertanian, peminatan
Teknik Kimia Teknik Kimia
Lingkungan
Tahun Masuk-
1980-1989 2007-2010 2010-2016
Lulus
Judul Kesetimbangan Cair- Perancangan Sistem
Skripsi/Tesis/ Prarancangan Pabrik Cair Sistem Pembakaran Sampah
Disertasi Bisphenol A dari Eugenol+Etanol+air Organik Rumah
Phenol dan Aseton Pada Rentang Tangga Ramah
Temperatur 303-333K Lingkungan
Nama
Prof. Dr. Ir.
Pembimbing/ Ir. Suhadijono Dr. Ir. Kuswandi, DEA
Soemarno, MS
Promotor
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir
(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2017 Penggunaan Tar Sebagai Pengawet Briket Penelitian 5.500.000
Sampah Organik Rumah Tangga Untuk Bahan Swadana
Bakar Padat
Pengaruh Tekanan Proses Pembakaran pada Kecepatan Penelitian 4.000.000
2 2016 Pembakaran Sampah Organik Swadana
21

2 2015 Karakterisasi Air Kondensat Produk Pendinginan Gas BPPS, -


Buang dari Insinerasi Fraksi Organik Sampah Rumah untuk
Tangga disertasi

3 2015 Treatmen Air Limbah Hasil Insenerasi Fraksi Organic BPPS,


Sampah Kota dengan Proses Penguapan dan Absorbsi untuk
disertasi
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2017 Pelatihan Pengembangan Kompetensi DIPA 3.800.000
Distilasi Pilot bagi Guru MGMP Kimia SMA
kota Lamongan
2 2016 Bimbingan Teknis Pemanfaatan Sampah bagi DIPA 3.600.000
Komite Wali Murid TK. Al.Hidayah, desa
Jatigui, Sumber Pucung, Kabupaten Malang
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir
No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/
Nomor/Tahun
1 Treatment of Waste Water from Organic Fraction International Vol. 11/ No.
Incineration of Municipal Solid Waste (MSW) by Journal of 8/ Hal. 01-08/
Evaporation-Absorbtion Process Engineering 2015
Research and
Development
2 Briquetting of Organic Household Waste International Vol. 11/ No.
Journal of 11/ Hal. 12-
Engineering 17/ 2015
Research and
Development
3 Effect of Household Organic Waste Tar Removal International Vol. 2/ No. 2
by Condensation on the Flue Gas Composition Journal of Hal. 34-41,
Engineering 2013
and Science
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No. Nama Pertemuan Ilmian/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
Seminar SNTK UNNES Pengaruh Tekanan pada Proses 19-9-2017,
Pembakaran Sampah Organik Terhadap Universitas
Kecepatan Pembakaran Negeri
Semarang
Seminar SNGBR Perbandingan Metode Koagulasi dan 19-10-2017,
Evaporasi pada Pengolahan Air Limbah Politeknik
Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Negeri
Politeknik Negeri Malang Malang
22

1 Nasional, SENTIA Perancangan Insinerator Fixed Bed 25-26


UpDraftTerintegrasi dengan Scrubber Agustus 2016,
untuk Memisahkan Tar Politeknik
Negeri
Malang
2 Nasional, SENTIA Karakterisasi Air Kondensat Produk Pendinginan 4-5 Juni 2015,
Gas Buang dari Insinerasi Fraksi Organik Sampah Politeknik
Rumah Tangga Negeri
Malang
3 Interdiciplinary Studies Process Design of Household Waste 1-4 April
Seminar IV Incinerator 2013,
Universitas
Brawijaya
G.Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Buku Tahun Jumlah Penerbit
Halaman
1 Praktikum Pengendalian Proses 2017 50 Polinema Press
2 Termodinamika 2017 50 -
H.Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1 …………………………………………… ………. ……….. ………….


2 …………………………………………… ………. ……….. …………
I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5
Tahun terakhir
No. Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Tahun Tempat Respon
Lainnya yang Telah diterapkan Penerapan Masyarakat

1 …………………………………………… ……… ……………. ……………


2 …………………………………………… ……… ……………. ……………
J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, Asosiasi atau Institusi
Lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Jenis
Penghargaan
1 …………………………………………………. ……………………… ………
2 …………………………………………………. ……………………… ………
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak
sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Pengabdian kepada Masyarakat skim DIPA Reguler Kompetisi

Malang, 14 Maret 2018


Ketua Tim Pengusul,

Dr. Ir. Eko Naryono, MT


NIP.19610715 199003 1 001
23

JABATAN DALAM PENGUSUL : KETUA / ANGGOTA


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ir. Bambang Widiono, MT
2 Jenis Kelamin L/P
3 Jabatan Fungsional Lektor Kepala
4 NIP/NIK/ Identitas lainnya 19571128 198803 1001
5 NIP/NIDN/NIDK -
6 Tempat dan Tanggal Lahir Solo, 28 September 1957
7 e-mail
8 Nomor Telepon/HP
9 Alamat Kantor Jl. Soekarno Hatta No. 09, Malang
10 Nomor Telepon/Fax (kantor) 0341-404424
11 Lulusan yg telah dihasilkan D-3 = … orang, S-1= … orang ; S-2 = …. orang; dan
S3 = …. orang.
12 Mata Kuliah yg diampu 1.
2.
3.
B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Universitas Gajah Universitas Gajah
Tinggi Mada Mada
Bidang Ilmu Teknik Kimia Teknik Kimia
Tahun Masuk-Lulus
Judul Skripsi/Tesis/
Disertasi
Nama Pembimbing/
Promotor
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir
(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 - - - -
2 - - - -
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2017 - - -
2 2016 - - -
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir
No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/
Nomor/Tahun
1 - - -
2 - - -
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No. Nama Pertemuan Ilmian/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
1
24

2 - - -
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Buku Tahun Jumlah Penerbit
Halaman
1 - - - -
2 - - - -
H. Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1 - - - -
2 - - - -
I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5
Tahun terakhir
No. Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Tahun Tempat Respon
Lainnya yang Telah diterapkan Penerapan Masyarakat

1 - - - -
2 - - - -
J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, Asosiasi atau Institusi
Lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Jenis
Penghargaan
1 - - -
2 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak
sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Pengabdian kepada Masyarakat skim Dipa Reguler Kompetisi

Malang, 14 Maret 2018


Anggota Tim Pengusul,

Ir. Bambang Widiono, MT


NIP. 19571128 198803 1001
25

JABATAN DALAM TIM PENGUSUL : Anggota II


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Luchis Rubianto, LRSC, MMT
2 Jenis Kelamin L/P
3 Jabatan Fungsional Pembina Tk. I/IVb
4 NIP/NIK/ Identitas lainnya 19660906 199203 1 003
5 NIP/NIDN/NIDK -
6 Tempat dan Tanggal Lahir Jember, 06 September 1966
7 e-mail Luchis_rubianto@yahoo.com
8 Nomor Telepon/HP 08123396337
9 Alamat Kantor Jl. Soekarno Hatta No 09, Malang
10 Nomor Telepon/Fax (kantor) 0341-404424/0341-404420
11 Lulusan yg telah dihasilkan
12 Mata Kuliah yg diampu 1. Kimia Fisika
2. Analisis Instrumental
3. Energi Terbarukan
B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan The Huddersfield
Universitas Universitas
Tinggi Polytechnic,
Teknologi Surabaya Brawijaya
England-UK
Bidang Ilmu Peminatan Kajian
Manajemen Teknik
Lingkungan
Tahun Masuk-Lulus 1987-1989 2007-2009 2010-2015
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2016 Emisi Gas Buang Boiler Berbahan Bakar DIPA
Biodiesel Hasil Transesterifikasi Jelantah Polinema
2 2017 Peningkatan Kualitas Gliserol Hasil Samping DIPA
Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Jelantah Polinema
D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2017 ……………………………………………….. ………….. …………….
2 2016 ……………………………………………….. ………….. …………….
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir
No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/
Nomor/Tahun
1 Effects of Storage Period of Waste Fryng Oil to Indonesia 2015
Biodiesel Concersion Green ISSN (e)
Technology 2338-1787
Journal
2 Comparison of Biodiesel and Petrodiesel The IJES 2013
Particulate Emission ISSN (e)
2319-1813
26

3 Waste Frying Oil as Source of Alternative Energy Journal 2013


Research ISSN (e)
Inventy 2278-4721
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No. Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Ilmian/ Seminar
1 Indonesia Prancis Jelantah sebagai Alternatif Sumber 2016 di Polinema dan
Joint Seminar Energi Terbarukan Konsulat Prancis
2 Orasi Ilmiah Dies Pemanfaatan Jelantah demi 2015
Natalis Polinema Kesejahteraan Masyarakat, Ketahanan POLINEMA
Energi dan Kelestarian Lingkungan
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit
1
2
H. Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1 …………………………………………… ………. ……….. ………….


2 …………………………………………… ………. ……….. …………
I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5
Tahun terakhir
No. Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Tahun Tempat Respon
Lainnya yang Telah diterapkan Penerapan Masyarakat

1
2
J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, Asosiasi atau Institusi
Lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1 Satya Lancana XX Presiden Republik Indonesia 2008
2 Satya Lancana X Presiden Republik Indonesia 2016
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak
sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Pengabdian kepada Masyarakat skim Dipa Reguler Kompetisi

Malang, 14 Maret 2018


Anggota Tim Pengusul,

Dr. Luchis Rubianto, LRSC, MMT


NIP. 19660906 199203 1 003
27

Jabatan dalam Tim Pengusul : Anggota III


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Andi Nina Asriana, S.Si., M.Si
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional -
4 NIP/NIK/ Identitas lainnya -
5 NIP/NIDN/NIDK -
6 Tempat dan Tanggal Lahir Ujung Pandang, 15 Nopember 1985
7 e-mail ninahimura@gmail.com
8 Nomor Telepon/HP 085255465700
9 Alamat Kantor Jl. Soekarno Hatta No. 09, Malang
10 Nomor Telepon/Fax (kantor) 0341-404424
11 Lulusan yg telah dihasilkan D-3 = … orang, S-1= … orang ; S-2 = …. orang; dan
S3 = …. orang.
12 Mata Kuliah yg diampu 4. Kimia Dasar
5. Praktikum Kimia Dasar
6. Praktikum Teknologi Bahan dan Korosi
7. Kimia Organik
8. Praktikum Kimia Organik
9. Praktikum Analisis Instrumen
10. Praktikum Minat Keahlian II
B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Universitas Negeri Institut Teknologi
-
Tinggi Makassar Sepuluh Nopember
Bidang Ilmu Kimia Kimia -
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2014-2016 -
Judul Skripsi/Tesis/ Penggunaan Minyak
Disertasi Analisis Total Biji Johar (Senna
Nitrogen dan Total Seamea Lam) Sebagai
-
Fosfor pada Sedimen Minyak Immersi Dan
Drainase Perkotaan Zat Warna Untuk
Identifikasi Bakteri
Nama Pembimbing/ Dr. rer.nat. Fredy
Zulfikar, S.Si., M.Si -
Promotor Kurniawan, M.Si.
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir
(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)
No. Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 - - - -
2 - - - -
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
D. Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml (Juta Rp)
1 2017 - - -
2 2016 - - -
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian Dikti maupun dari sumber lainnya.
28

E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir


No. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/
Nomor/Tahun
1 - - -
2 - - -
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No. Nama Pertemuan Ilmian/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
nd
1 (2 International Seminar Visualization of Pseudomonas Aeruginosa July 26-27,
on Chemistry, Surabaya, in Stain Method by The Oil of Senna 2016
Indonesia) seamea Lam Seed as Immersion Oil
Microscopy
2 - - -
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Buku Tahun Jumlah Penerbit
Halaman
1 - - - -
2 - - - -
H. Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No. Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID

1 - - - -
2 - - - -
I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5
Tahun terakhir
No. Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Tahun Tempat Respon
Lainnya yang Telah diterapkan Penerapan Masyarakat

1 - - - -
2 - - - -
J. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir (dari Pemerintah, Asosiasi atau Institusi
Lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Jenis
Penghargaan
1 - - -
2 - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak
sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Pengabdian kepada Masyarakat skim Dipa Reguler Kompetisi

Malang, 14 Maret 2018


Anggota Tim Pengusul,

Andi Nina Asriana, .S.Si., M.Si


29

LAMPIRAN C. PETA LOKASI WILAYAH