Anda di halaman 1dari 3

INTUBASI DAN PEMASANGAN VENTILASI MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PERTAMEDIKA 037/J11000 00 1/3
PERTAMINA BINA MEDIKA
RS PERTAMEDIKA
TARAKAN

Ditetapkan oleh
Tanggal Terbit Direktur,

SPO
dr. Syafik Ahmad, M.P.H.

PENGERTIAN Prosedur tentang tata cara memasukkan pipa (ETT) ke dalam trakea dan
pemasangan alat bantu nafas (ventilator) pada pasien yang mengalami gagal
napas.
Indikasi Intubasi dan bantuan ventilasi mekanis adalah :
 Pa02 kurang dari 50-60 mmHg
 PC02 lebih dari 50-60 mmHg
 Vital capacity kurang dari 500-800 ml
 Risiko tinggi mendapat aspirasi
 Takhipnea lebih dari 35x/menit
 Dispnea dan penggunaan otot bukan otot dada
 Pernapasan asidosis berat.

TUJUAN
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam tindakan intubasi dan
pemasangan ventilator.

KEBIJAKAN SK Direktur Tentang Kebijakan Pelayanan Anastesi RUMAH SAKIT


PERTAMEDIKA TARAKAN.

PROSEDUR 1. Perawat melakukan identifikasi pasien yang akan diintubasi


2. Perawat melakukan kebersihan tangan
3. Perawat menjaga privasi pasien
4. DPJP/dokter jaga berkonsultasi dengan dokter anestesi untuk rencana
intubasi.
5. DPJP/dokter jaga memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga
rencana intubasi dan keluarga menandatangani persetujuan tindakan.
6. Bila keluarga sudah menyetujui tindakan intubasi, maka perawat
mempersiapkan peralatan yang terdiri dari :
a. Face mask/air viva,
b. Flow meter O2 dan slang O2,
c. Laryngoscope set,
d. ETT ukuran sesuai kebutuhan,
e. Xylocain jelly,
f. Xylocain spray,
g. Syringe 20 ml,
h. Oropharingeal tube sesuai kebutuhan,
i. Magill forcep,
j. Introducer/mandrain,
k. Velterband,
l. Plester,
INTUBASI DAN PEMASANGAN VENTILASI MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PERTAMEDIKA 037/J11000 00 2/3
PERTAMINA BINA MEDIKA
RS PERTAMEDIKA
TARAKAN

m. Gunting verband,
n. Suction set lengkap,
o. Suction catether dan conector tube
p. Aquadest steril,
q. Bengkok,
r. Sarung tangan,
s. Masker
t. Stetoskop
u. Ventilator yang sudah siap pakai
7. Perawat atau dokter yang akan melakukan intubasi mempersiapkan pasien
dengan cara mengatur posisi pasien terlentang fleksi leher dan kepala
ekstensi.
8. Perawat menyeleksi besar tube ETT kira-kira pas lewat hidung.
9. Perawat melakukan pengecekan ETT, apakah cuff tidak bocor dengan cara
memasukan udara ke balon ETT kemudian mengempiskannya lagi.
10. Perawat melumasi ujung ETT dengan xylocain jelly.
11. Perawat memakai sarung tangan dan pakai masker.
12. Perawat membersihkan jalan napas pasien di hidung dan rongga mulut.
13. Sebelum tindakan perawat yang mendampingi intubasi memberikan O 2
minimal 6 liter/menit dengan face mask dan di pompa.
14. Perawat/dokter memberikan sedasi (midazolam 2.5 – 5 mg IV / propofol 100
– 150 mg IV)
15. Perawat melakukan desinfeksi blade dengan alkohol bab.
16. Perawat membuka mulut pasien dengan tangan kanan, sedangkan tangan
kiri memegang handle laringoskop, blade dimasukkan dari sudut kanan
mulut memanjang punggung lidah dan lidah didorong ke kiri. Cari uvula dan
basis dari epiglottis, diantara epiglottis dan dasar lidah kemudian
laringoskop dorong ke depan sepanjang sumbu handle.
17. Perawat yang mendampingi melakukan penekanan kartilago tiroid dari luar
untuk membantu penampakan laring, bila telah nampak jelas pita suara
masukan tube diantara pita suara.
18. Perawat memastikan letak ujung ETT dalam trachea (diatas laring), dengan
mengembangkan cuff dan memompa beberapa kali disertai auskultasi
pengembangan di kedua lapang paru-paru.
19. Perawat melakukan fiksasi dengan plester secara menyilang, dan
velterband untuk memperkuat fiksasi.
20. Perawat atau dokter menilai keadekuatan pernafasan pasien.
21. Bila nafas pasien adekuat dapat diberikan O 2 sesuai kebutuhan pasien
menggunakan T-Piece canula.
22. Bila pernafasan tidak adekuat, maka pertimbangkan untuk penggunaan
ventilator.
23. Perawat atau dokter jaga melakukan konsultasi dengan dokter anestesi
untuk seting modus dan parameter.
24. Perawat menyambungkan ventilator ke pasien sesuai dengan SPO
Pengoperasian dan Pemeliharaan Ventilator.
25. Perawat merapikan pasien.
INTUBASI DAN PEMASANGAN VENTILASI MEKANIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PERTAMEDIKA 037/J11000 00 3/3
PERTAMINA BINA MEDIKA
RS PERTAMEDIKA
TARAKAN

26. Perawat membersihkan peralatan dibersihkan mengembalikan


ketempatnya.
27. Perawat dan atau dokter mencatat semua tindakan yang dilakukan, ukuran
ETT, batas ETT, setting ventilator, tekanan cuff, tanggal dan waktu
pemasangan serta nama pemasang pada Form Catatan Perkembangan
Terintegrasi.
28. Perawat melakukan observasi dan mengukur tanda vital 1 jam pasca
intubasi/pemasangan ventilator.
29. DPJP atau dokter jaga menginstruksikan pemeriksaan foto thorak pasca
intubasi.
30. Perawat mempersiapkan pemeriksanaan foto thorak sesuai SPO
Permintaan Pemeriksaan Imaging.
31. Petugas Radiologi melakukan pemeriksaan foto thorak
32. Perawat melakukan kebersihan tangan setelah selesai tindakan.

UNIT KERJA 1. HCU


TERKAIT 2. Unit Rawat Inap
3. UGD
4. Anastesi
5. SMF
6. Layanan Farmasi