Anda di halaman 1dari 69

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perubahan dari kurikulum 2006 ke kurikulum 2013 memiliki implikasi yang
cukup signifikan terhadap poses pembelajaran yang ada di sekolah. Adanya
penambahan jam pembelajaran, lebih spesifiknya mata pelajaran produktif kejuruan
serta lebih difokuskannya kompetensi peserta didik pada 3 ranah kompetensi yaitu
kompetensi sikap religius dan sosial (KI-1 & KI-2), kompetensi pengetahuan (KI-3),
kompetensi keterampilan (KI-4).
Kurikulum sebagai pedoman, atau acuan bagi satuan pendidikan khususnya
SMK Negeri 1 Kendit haruslah dinamis, dan senantiasa adaptif terhadap tuntutan
masyarakat baik internal maupun eksternal dunia pendidikan khususnya
perkembangan tuntutan pemenuhan standar kompetensi lulusan yang berbasis dunia
usaha/industri.
Pengembangan kurikulum 2013 di SMK Negeri 1 Kendit diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya
kualitas potensi peserta didik yang berbasis pada kompetensi sangat diperlukan.
Nantinya, kurikulum akan menjadi instrumen untuk mengarahkan peserta didik
menjadi: manusia berkualitas (yang mampu dan pro aktif menjawab tantangan zaman
yang selalu berubah) dan manusia terdidik (yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri) serta
warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi merupakan
salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan
dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tentang Standar Nasional
Pendidikan setiap satuan pendidikan wajib menyusun dokumen Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai acuan untuk mewujudkan target kompetensi
peserta didik.
Pengembangan KTSP dalam merealisasikan tujuan pelaksanaan kurikulum
2013 sesungguhnya merupakan bagian dari strategi penjaminan pencapaian tujuan
pendidikan nasional yang mengacu pada pemenuhan delapan standar nasional. Poros
dari ke delapan standar adalah mewujudkan keunggulan mutu lulusan.
Penyusunan dokumen bertujuan menyediakan panduan yang berfungsi
mengarahkan pemangku kewenangan pelaksanaan kurikulum 2013 dengan
melengkapi dokumen dengan rasional pengembangan KTSP yang fokus kepada
pemenuhan kebutuhan peserta didik mengembangkan kompetensi dalam perubahan
kehidupan abad ke-21; merumuskan visi, misi, dan tujuan sekolah untuk
mengembangkan keunggulan; mengelola program peminatan; menata struktur
kurikulum, memetakan beban belajar peserta didik, dan menyusun pedoman
penyelenggaraan pembelajaran yang meliputi pelaksanaan kegiatan intra dan
ekstrakurikuler, pedoman akademik, dan instrumen evaluasi penyelenggaraan
kurikulum.
Untuk mendukung keterpenuhan dokumen, SMK Negeri 1 Kendit membentuk
tim pengembang KTSP 2013 yang ditandai dengan penerbitan Surat Keputusan Kepala
SMK Negeri 1 Kendit tentang tim pengembang KTSP 2013 Tahun Pelajaran
2018/2019.

B. Tujuan Pengembangan KTSP


Kurikulum sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan dan proses
pembelajaran didesain untuk selalu adaptif dengan perkembangan internal maupu
eksternal dunia pendidikan. Terlebih, Sekolah Menengah Kejuruan yang memang
mempunyai kurikulum berbasis perkembangan teknologi dan informasi yang
berkembang demikian pesatnya. Untuk itu, pengembangan kurikulum diharapkan
dapat menjembatani antara keinginan pemerintah melalui standar kompetensi
lulusan dengan keinginan atau harapan dan tuntutan dunia usaha/industri.
Adapun tujuan Pengembangan Kurikulum 2013 SMK Negeri 1 Kendit dijelaskan
sebagaimana berikut:
1. untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian
kewenangan (otonomi) kepada satuan pendidikan dan mendorong sekolah untuk
melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan
kurikulum;
2. meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam
mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang
tersedia;
3. meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan
kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama;
4. menciptakan kemandirian guru melalui pergantian sistem penyusunan kurikulum
dari sentralistik menjadi desentralistik;
5. meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas
pendidikan yang akan dicapai.

C. Landasan
1. Landasan Filosofis
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Untuk
mengembangkan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat,
pendidikan berfungsi mengembangkan segenap potensi peserta didik “menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab” (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional). Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional maka
pengembangan kurikulum haruslah berakar pada budaya bangsa, kehidupan bangsa
masa kini, dan kehidupan bangsa di masa mendatang.
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses
pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik
dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Kurikulum 2013 SMK Negeri
1 Kendit dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi
pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia
berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Adapun landasan
filosofis yang digunakan antara lain:
a) Pendidikan berakar pada budaya bangsa, kehidupan masa kini dan
membangun landasan kehidupan masa depan;
b) Pendidikan adalah proses pewarisan dan pengembang budaya;
c) Pendidikan memberikan dasar bagi untuk peserta didik berpartisipasi dalam
membangun kehidupan masa kini;
d) Pendidikan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

2. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan
rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan
masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan
nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan
dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Perubahan ini dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam
masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada
tuntutan perubahan kurikulum secara terus-menerus. Hal itu dimaksudkan agar
pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan zamannya.
Dengan demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan kontribusi secara
optimal dalam upaya membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-
based society).

3. Landasan Psikopedagogis
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi
pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks
kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif.
Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus didudukkan sebagai wahana
pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan
mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan
jamannya.
Kebutuhan ini terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk
jenjang sekolah menengah kejuruan yang memiliki kekhasan tertentu seperti waktu
pembelajaran yang dimulai dari jam 7 pagi hingga sore hari, pelaksanaan praktik
sekolah serta praktik kerja lapangan (PKL) yang menuntut kesiapan peserta didik
tidak hanya fisik namun juga mental.
Peserta didik dibimbing, diarahkan dan dimotivasi agar senantiasa siap kerja,
siap latih dan mandiri, sehingga konsep rancang bangun kurikulum haruslah
tematik-terpadu, yaitu mencerminkan pertimbangan psikopedagogis anak usia
sekolah pada sekolah menengah kejuruan yang sangat memerlukan penanganan
kurikuler yang sesuai dengan perkembangannya.

4. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 SMK Negeri 1 Kendit dikembangkan atas dasar teori
“pendidikan berdasarkan standar ”(standard- based education), dan teori kurikulum
berbasis kompetensi. Pendidikan berdasarkan standar adalah pendidikan yang
menetapkan standar nasional sebagai kualitas minimal warga negara untuk suatu
jenjang pendidikan. Standar kurikulum dan bukan kurikulum dikembangkan agar
peserta didik mampu mencapai kualitas standar nasional atau di atasnya. Standar
kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi Lulusan. Standar
Kompetensi Lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar
Kompetensi Lulusan dikembangkan menjadi Standar Kompetensi Lulusan SMK
Negeri 1 Kendit.
Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk bersikap, menggunakan
pengetahuan dan ketrampilan untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah,
masyarakat, dan lingkungan di mana yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum
berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-
luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan sikap, keterampilan dan
pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kemampuan yang dirumuskan
dalam SKL. Hasil dari pengalaman belajar tersebut adalah hasil belajar peserta
didik yang menggambarkan manusia dengan kualitas yang dinyatakan dalam SKL.

5. Landasan Yuridis
Secara yuridis, kurikulum adalah suatu kebijakan publik yang didasarkan
kepada dasar filosofis bangsa dan keputusan yuridis di bidang pendidikan. Landasan
yuridis pengembangan kurikulum 2013 SMK Negeri 1 Kendit yaitu :
a) Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
c) Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru
d) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2009 tentang tentang
Pemenuhan Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan
e) Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan
f) Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI
g) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54
Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lukusan Pendidikan dasar dan
Menengah
h) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65
Tahun 2013 Tentang Standar Proses pendidikan Dasar dan Menengah
i) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66
Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan
j) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70
Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Kejuruan / Madrasah Aliyah kejuruan
k) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 71 tahun 2013 tentang Buku
Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
l) Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 tahun 2014 tentang Mata pelajaran
Muatan Lokal Wajib di Sekolah/Madrasah
m) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 60
tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah
Aliyah Kejuruan
n) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 61 Tahun
2014 Lampiran 1 tentang Pedoman Pegembangan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan
o) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 63 Tahun
2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai ekstra Kurikuler Wajib
p) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 79 tahun
2014 tentang Implementasi Mulok Kurikulum 2013
q) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103
Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
r) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 111 tahun
2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
s) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 53
Tahun 2015 tanggal 11 Desember 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh
Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
t) Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
u) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 20
Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Menengah
Kejuruan
v) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 21
Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Menengah Kejuruan
w) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22
Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Menengah Kejuruan
x) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23
Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Menengah Kejuruan
y) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 24
tahun 2016 tentang Struktur Kurikulum
z) Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
374/KEP.D/KR/2016 Tanggal 11 Juli 2016 tentang Penetapan Satuan
Pendidikan Pengguna Kurikulum 2013
aa) Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
374/KEP.D/KR/2016 Tanggal 11 Juli 2016 tentang Penetapan Satuan
Pendidikan Pengguna Kurikulum 2013
bb)
cc) Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
06/D.D5/KK/2018 tahun 2018 tentang spektrum Keahlian SMK/MAK
dd) Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor
07/D.D5/KK/2018 tahun 2018 tentang spektrum Keahlian SMK/MAK
ee) Program kerja Pokja Kurikulum tentang pengembangan KTSP 2013 tahun
pelajaran 2018/2019
BAB II
TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan


Secara umum Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah “Meningkatkan
kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya”.
Sedangkan Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan Menurut UU No 20 tahun 2003
terbagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus yaitu:
1. Tujuan Umum Pendidikan Kejuruan
a) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan Yang
Maha Esa;
b) Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan
bertanggung jawab;
c) Mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki wawasan kebangsaan,
memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia;
d) Mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap
lingkungan hidup dengan cara aktif turut memelihara dan melestarikan
lingkungan hidup, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan efektif dan
efisien.

2. Tujuan Khusus Pendidikan Kejuruan


a) Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja
mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat
menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang
dipilihnya;
b) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam
berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap
profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya;
c) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar
mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun
melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
d) Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan
paket keahlian yang dipilih.

B. Visi dan Misi SMK Negeri I Kendit


Visi SMK Negeri 1 Kendit
Terwujudnya tamatan SMK yang berkarakter, siap kerja, unggul, profesional,
dan menguasai IPTEKS sesuai dengan kompetensinya
Misi SMK Negeri 1 Kendit
1. Memberikan bekal keimanan dan ketaqwaan serta nilai-nilai disiplin kepada
siswa agar menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur
2. Meningkatkan kegiatan belajar mengajar berbasis informasi dan teknologi.
3. Membina tenaga pendidik dan kependidikan untuk memiliki pengetahuan dan
wawasan luas serta kompetensi yang handal untuk melaksanakan tugasnya.
4. Mengembangkan potensi siswa secara optimal, dalam bidang akademis maupun
non akademis
5. Berupaya menyediakan sarana & prasarana yang memadai.
6. Melaksanakan manajemen mutu berbasis sekolah
7. Meningkatkan jejaring kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri
8. Mengembangkan bakat dan minat serta menanamkan jiwa kewirausahaan
peserta didik untuk menyongsong masa depan

Motto
Motto SMK Negeri 1 Kendit adalah SAKTI yang dijabarkan sebagai:
Siap Kerja, Terampil dan Inovatif.

C. Tujuan Sekolah SMK Negeri I Kendit


1. Membekali peserta didik dengan keimanan melalui pembinaan keagamaan sesuai
dengan agama masing-masing untuk menciptakan manusia yang bertaqwa,
berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia.
2. Membentuk dan membudayakan kerja sama, sebagai pioneer dalam implementasi
budaya profesional.
3. Membekali peserta didik untuk berkarir dan mandiri yang mampu beradaptasi
dengan lingkungan kerja sesuai dengan bidang keahliannya, serta mampu
menghadapi perubahan yang terjadi di masyarakat.
4. Membekali peserta didik sikap profesional untuk mengembangkan diri, dan
mampu bersaing di tingkat nasional maupun global

Tujuan Paket Keahlian


Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 1 Kendit bertujuan untuk
membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar
kompeten dalam:
a. Perawatan dan perbaikan engine sepeda motor
b. Perawatan dan perbaikan sistem pemindah tenaga sepeda motor
c. Perawatan dan perbaikan chasis dan suspensi sepeda motor
d. Perawatan dan perbaikan sistem kelistrikan sepeda motor
e. Tune Up (servis dan perbaikan) ringan berkala sepeda motor
BAB III
PROFIL LULUSAN DAN SKL KOMPETENSI KEAHLIAN

A. Profil Lulusan SMK Negeri I Kendit Kompetensi Keahlian Teknik Dan Bisnis
Sepeda Motor.
Pendidikan memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya mengembangkan
sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi
permasalahan persaingan dunia usaha dalam era globalisasi. Keberadaan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) diasumsikan bahwa lulusannya mampu mengembangkan
kecakapan dan keterampilan kerja. Agar lulusan SMK dapat bersaing dalam dunia
usaha maka perlu adanya relevansi antara lapangan pekerjaan yang dimiliki sekarang
dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh di bangku Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK).
Salah satu program yang ada di SMKN I Kendit adalah Teknik dan Bisnis Sepeda
Motor. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor merupakan kompetensi keahlian pada Bidang
Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa Program Studi Keahlian Teknik Otomotif yang
menekankan pada keterampilan pelayanan jasa mekanik kendaraan sepeda motor
roda dua. Kompetensi lulusan yang telah menempuh pendidikan di program keahlian
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM) memiliki kemampuan untuk memberikan jasa
pelayanan pemeliharaan dan perbaikan di bidang perbengkelan sepeda Motor, mampu
mengidentifikasi jenis kerusakan dari seluruh sistem otomotif sepeda motor beserta
komponen-komponennya, mampu membongkar, memperbaiki dan mengganti seluruh
sistem otomotif sepeda motor berikut komponennya . Seperti yang telah disampaikan
diatas, program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM) bekerja s e b a g a i
t eknisi atau mekanik pada bengkel sepeda motor, teknisi perakitan atau teknisi
produksi pada industri sepeda motor. Wirausahawan dalam bidang Otomotif (Bengkel
Sepeda Motor), dan lain sebagainya.
Strategi yang dimiliki oleh SMK Negeri I Kendit yang berkaitan dengan relevansi
lulusan dengan dunia kerja dapat diuraikan dalam program-program berikut ini :
a. Pengembangan kultur sekolah.
Kultur sekolah yang coba dibangun oleh pihak sekolah pada siswanya antara lain
adalah Kedisiplinan, Etos kerja yang tinggi, Etos belajar yang tinggi, kewirausahaan
dan lain sebagainya.
b. Praktik Kerja Industri.
Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan salah satu program wajib yang diikuti
oleh seluruh siswa SMK di Indonesia khususnya SMK Negeri I kendit. Dalam
pelaksanaan prakerin, siswa diharuskan untuk mempraktikan kompetensi keahlian
yang telah dimiliki oleh pihak SMK Negeri 1 Kendit dengan dunia usaha/dunia
industri yang bekerja sama dengan pihak sekolah atau pihak jurusan secara
khususnya. Di SMK Negeri 1 Kendit, sangat memperhatikan pihak DU/DI yang
digunakan untuk prakerin.
c. Kunjungan Industri
Kegiatan Kunjungan Industri (KI) merupakan kegiatan mengunjungi industri yang
sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki oleh siswa, dengan demikian
makan dampak yang dipereleh oleh siswa adalah siswa memiliki wawasan umum
terkait dengan industri yang terkait.
d. Bimbingan Karir.
Dari bimbingan tersebut diketahui bahwa bimbingan tersebut dikaitkan dengan
kelanjutan karir siswa baik siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi untuk
dapat memilih program studi atau jurusan yang sesuai dengan kompetensi yang
telah dimilikinya, serta bagi siswa yang ingin ingin bekerja juga diharapkan
mampu bekerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah dimiliki.
e. Bursa Kerja Khusus (BKK)
BKK merupakan salah satu strategis sekolah untuk meningkatkan relevansi lulusan
dengan lapangan pekerjaannya. Peran BKK sebagai lembaga yang menyalurkan
lulusannya dengan lapangan pekerjaanmya ini hendaknya perlu bekerja sama
dengan pihak BK yang telah melakukan bimbingan dan konseling kepada siswa-
siswa bagaimana minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa, sehingga untuk
menyalurkannya sesuai dengan minat dan bakat serta sesuai dengan
kompetensi keahlian siswa
B. SKL Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM)
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Titik tekan pengukuran
keberhasilan satuan pendidikan dimulai dari penjabaran SKL ke Indikator Pencapaian
Kompetensi sehingga dapat digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar
isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar
pembiayaan.
Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara Standar Kompetensi
Lulusan dengan Pecapaian Kompetensi Tingkat Satuan Pendidikan, yang diukur
dengan indikator pencapaian kompetensi yang ditetapkan guru dalam kegiatan belajar.
Indikator pencapaian kompetensi harus memenuhi persyaratan mutu seperti
menggambarkan kecakapan berpikir kritis level tinggi misalnya, menggunakan skala
berpikir menurut Bloom pada level kognitif dari tiga ke atas.
Adapun Standar Kompetensi Lulusan SMK Negeri 1 Kendit adalah harus memiliki
sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana berikut: (Permendikbud No. 54
tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah).

Dimensi Kualifikasi Kemampuan


Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya
diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab serta dampak
fenomena dan kejadian.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif
dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sebagai pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri.

Kompetensi Inti
Dalam usaha mencapai Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana telah
ditetapkan untuk setiap satuan dan jenjang pendidikan, penguasaan kompetensi
lulusan dikelompokkan menjadi beberapa tingkat kompetensi. Tingkat
kompetensi menunjukkan tahapan yang harus dilalui untuk mencapai kompetensi
lulusan yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan.
Tingkat kompetensi merupakan kriteria capaian kompetensi yang bersifat
generik yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap tingkat kelas dalam
rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan. Tingkat kompetensi terdiri atas
8 (delapan) jenjang yang harus dicapai oleh peserta didik secara bertahap dan
berkesinambungan. Tingkat kompetensi tersebut diterapkan dalam
hubungannya dengan tingkat kelas sejak peserta didik mengikuti pendidikan
TK/RA, kelas I sampai dengan kelas XII jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Tingkat kompetensi dikembangkan berdasarkan kriteria; (1) Tingkat
perkembangan peserta didik, (2) Kualifikasi kompetensi Indonesia, (3)
Penguasaan kompetensi yang berjenjang. Selain itu tingkat kompetensi juga
memperhatikan; tingkat kerumitan/kompleksitas kompetensi, fungsi satuan
pendidikan, dan keterpaduan antar jenjang yang relevan.
Berdasarkan pertimbangan di atas, tingkat kompetensi dirumuskan sebagai
berikut:

NO TINGKAT KOMPETENSI TINGKAT KELAS


1. Tingkat 0 TK/RA
Kelas I SD/MI/SDLB/PAKET A
2. Tingkat 1
Kelas II SD/MI/SDLB/PAKET A
3. Tingkat 2 Kelas III SD/MI/SDLB/PAKET A
Kelas IV SD/MI/SDLB/PAKET A
Kelas V SD/MI/SDLB/PAKET A
4. Tingkat 3
Kelas VI SD/MI/SDLB/PAKET A
5. Tingkat 4 Kelas VII SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
Kelas VIII SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
6. Tingkat 4A Kelas IX SMP/MTs/SMPLB/PAKET B
Kelas X SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
7. Tingkat 5 PAKET
Kelas
C/PAKETXI SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/
C KEJURUAN
PAKET
Kelas
C/PAKETXII C KEJURUAN
8. Tingkat 6
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/ PAKET
Keterangan: C/PAKET C KEJURUAN

SDLB, SMPLB, dan SMALB yang dimaksud hanya diperuntukkan bagi tuna netra,
tuna rungu, tuna daksa, dan tuna laras yang intelegensinya normal.

Secara hirarkis, kompetensi lulusan digunakan sebagai acuan untuk


menetapkan kompetensi yang bersifat generik pada tiap tingkat kompetensi.
Berdasarkan tingkat kompetensi tersebut ditetapkan kompetensi yang bersifat
generik yang selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan
kompetensi yang bersifat spesifik dan ruang lingkup materi untuk setiap muatan
kurikulum. Selanjutnya, kompetensi dan ruang lingkup materi digunakan untuk
menentukan kompetensi dasar pada pengembangan kurikulum satuan dan jenjang
pendidikan.
Kompetensi yang bersifat generik tersebut mencakup 3 (tiga) ranah yakni
sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ranah sikap dipilah menjadi sikap
spiritual dan sikap sosial. Pemilahan ini diperlukan untuk menekankan pentingnya
keseimbangan fungsi sebagai manusia seutuhnya yang mencakup aspek spiritual
dan aspek sosial sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional.
Dengan demikian, kompetensi yang bersifat generik terdiri atas 4 (empat) dimensi
yang merepresentasikan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan.
Setiap tingkat kompetensi berimplikasi terhadap tuntutan proses
pembelajaran dan penilaian. Hal ini bermakna bahwa pembelajaran dan penilaian
pada tingkat yang sama memiliki karakteristik yang relatif sama dan memungkinkan
terjadinya akselerasi belajar dalam 1 (satu) tingkat kompetensi. Selain itu, untuk
tingkat kompetensi yang berbeda menuntut pembelajaran dan penilaian dengan
fokus dan penekanan yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat kompetensi,
semakin kompleks intensitas pengalaman belajar peserta didik dan proses
pembelajaran serta penilaian.
Penjabaran deskripsi kompetensi pendidikan menengah kejuruan (tingkat 5 dan
6), adalah sebagai berikut:

Tingkat Kompetensi 5 (Tingkat/Kelas X - XI SMK Negeri 1 Kendit)


KOMPETENSI DESKRIPSI KOMPETENSI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran
Sikap Spiritual
agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
Sikap Sosial
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
Pengetahuan
humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret
dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
Keterampilan yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Tingkat Kompetensi 6 (Tingkat Kelas XII SMK Negeri 1 Kendit)


KOMPETENSI DESKRIPSI KOMPETENSI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
Sikap Spiritual
dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong-royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian
Sikap Sosial
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KOMPETENSI DESKRIPSI KOMPETENSI
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognisi dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
Pengetahuan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
Keterampilan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
(lampiran Permendikbud No. 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan
Dasar dan Menengah)

BAB IV
DESKRIPSI KOMPETENSI

A. Deskripsi KKNI Level 2 atau 3


KKNI ini merefleksikan peran individu dalam melaksanakan satu tugas spesifik,
dengan menggunakan alat, dan informasi serta prosedur kerja yang lazim digunakan.
Serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur di bawah pengawasan
langsung atasannya. Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan
faktual bidang kerja yang spesifik sehingga mampu memilih penyelesaian yang
tersedia terhadap permasalahan yang lazim timbul. Bertanggung jawab pada
pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab yang membimbing orang lain.

Rincian unit kompetensi


No Kode Unit Kompetensi Umum
1 OTO.SMOl.001.01 Mengikuti Prosedur Keselamatan,
Kesehatan Kerja, dan
Lingkungan
2 OTO.SMOl.002.01 Membaca dan Memahami Gambar
Teknik

3 OTO.SMOl.003.01 Menggunakan dan Memelihara


Peralatan dan perlengkapan di
tempat kerja
4 OTO.SMOl.004.01 Memberikan Kontribusi Komunikasi
di Tempat Kerja
5 OTO.SMOl.005.01 Melakukan Operasi Penanganan
Manual
6 OTO.SMOl.006.01 Menggunakan dan Memelihara Alat
Ukur
7 OTO.SMOl.007.01 Melakukan Teknik Pematrian
8 OTO.SMOl.008.01 Memelihara Komponen-komponen
Operasi dan Perbaikan
9 OTO.SMOl.009.01 Memasang Sistem Hidrolik
10 OTO.SMOl.010.01 Memelihara Sistem Hidrolik
KOMPETENSI INTI
11 OTO.SM02.001.01 Memelihara Engine berikut
Komponen-komponennya
12 OTO.SM02.002.01 Memelihara dan Memperbaiki
Sistem Kontrol Emisi
13 OTO.SM02.003.01 Melepas Kepala Silinder, Menilai
Komponen-komponennya serta
merakit kepala silinder
14 OTO.SM02.004.01 Memelihara Sistem Pendingin
berikut Komponen-komponennya
15 OTO.SM02.00S.01 Memperbaiki dan Melakukan
Overhaul Sistem Pendingin berikut
komponen-komponennya
16 OTO.SM02.006.01 Memelihara Sistem Bahan Bakar
Bensin
17 OTO.SM02.007.01 Memperbaiki dan Melakukan
Overhaul Komponen Sistem Bahan
Bakar Bensin
18 OTO.SM02.008.01 Melakukan Overhaul Engine dan
Menilai Komponen-komponennya,
memeriksa toleransi serta
melakukan prosedur pengujian
yang sesuai
19 OTO.SM02.009.01 Memperbaiki Engine berikut
Komponen-komponennya
20 OTO.SM02.010.01 Memelihara Unit Kopling Manual
dan Otomatis
21 OTO.SM02.011.Dl Melakukan Overhaul Kopling Manual
dan Otomatis berikut Komponen-
komponen Sistem Pengoperasiannya
22 OTO.SM02.012.01 Memelihara Sistem Transmisi
Manual
23 OTO.SM02.013.01 Melakukan Overhaul Sistem
Transmisi Manual berikut
Komponen-komponen Sistem
Pengoperasiannya
24 OTO.SM02.014.01 Memelihara Sistem Rem
25 OTO.SM02.015.01 Mera kit dan Memasang Sistem Rem
berikut Komponen- komponennya
26 OTO.SM02.016.01 Memperbaiki Sistem Rem
27 OTO.SM02.017.01 Memeriksa Sistem Kemudi

Daftar Unit Kompetensi Engine


Memelihara Engine berikut Komponen-
1 OTO.SM02.001.01
komponennya
Memelihara dan Memperbaiki Sistem
2 OTO.SM02.002.01
Kontrol Emisi
Melepas Kepala Silinder, Menilai Komponen-
3 OTO.SM02.003.01 kompo-nennya serta Merakit Kepala
Silinder.
Memelihara Sistem Pendingin berikut
4 OTO.SM02.004.01
Komponen-komponennya
Memperbaiki dan Melakukan Overhaul
5 OTO.SM02.005.01 Sistem Pendingin berikut Komponen-
komponennya
6 OTO.SM02.006.01 Memelihara Sistem Bahan Bakar Bensin
Memperbaiki dan Melakukan Overhaul
7 OTO.SM02.007.01
Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin
Melakukan Overhaul Engine dan Menilai
Komponen-komponennya, Memeriksa
8 OTO.SM02.008.01
Toleransi serta Melakukan Prosedur
Pengujian yang Sesuai
Memperbaiki Engine berikut Komponen-
9 OTO.SM02.009.01
komponennya
Memelihara Unit Kopling Manual dan
10 OTO.SM02.010.01
Otomatis
Melakukan Overhaul Kopling Manual dan
11 OTO.SM02.011.01 Otomatis berikut Komponen-komponen
Sistem Pengoperasiannya
12 OTO.SM02.012.01 Memelihara Sistem Transmisi Manual
Melakukan Overhaul Sistem Transmisi
13 OTO.SM02.013.01 Manual berikut Komponen-komponen
Sistem Pengoperasiannya
DAFTAR UNIT KOMPETENSI CHASIS DAN SUSPENSION

1 OTO.SM02.014.01 Memelihara Sistem Rem


2 OTO.SM02.015.01 Merakit dan Memasang Sistem Rem
berikut Komponen-komponennya
3 OTO.SM02.016.01 Memperbaiki Sistem Rem
4 OTO.SM02.017.01 Memeriksa Sistem Kemudi
5 OTO.SM02.018.01 Memperbaiki Sistem Kemudi
6 OTO.SM02.019.01 Memeriksa Sistem Suspensi
7 OTO.SM02.020.01 Memperbaiki Sistem Suspensi
8 OTO.SM02.021.01 Memelihara Sistem Suspensi
9 OTO.SM02.022.01 Melepas, Memasang, dan Menyetel Roda
10 OTO.SM02.023.01 Membongkar, Memperbaiki, dan
Memasang Ban Dalam dan Ban Luar
11 OTO.SM02.024.01 Memelihara Rantai/chain
12 OTO.SM02.025.01 Mengganti Rantai/chain

DAFTAR UNIT KOMPETENSI ELECTRICAL


Menguji, Memelihara, dan Mengganti
1 OTO.SM02.026.01
Baterai
Melakukan Perbaikan Ringan pada
2 OTO.SM02.027.01
Rangkaian/Sistem Kelistrikan
3 OTO.SM02.028.01 Memperbaiki Sistem Kelistrikan
Memperbaiki Instrumen dan Sistem
4 OTO.SM02.029.01
Peringatan
5 OTO.SM02.030.01 Memperbaiki Sistem Starter
6 OTO.SM02.031.01 Memperbaiki Sistem Pengisian
Memasang, Menguji, dan Memperbaiki
7 OTO.SM02.032.01
Sistem Penerangan dan Wiring
8 OTO.SM02.033.01 Memperbaiki Sistem Pengapian
Memasang, Menguji, dan Memperbaiki
9 OTO.SM02.034.01 Sistem Pengaman Kelistrikan berikut
Komponen-komponennya

DAFTAR UNIT KOMPETENSI KEKHUSUSAN/PILIHAN


Memelihara Sistem Transmisi
1 OTO.SM03.001.01
Otomatis
Melakukan Overhaul Sistem Transmisi
2 OTO.SM03.002.01
Otomatis
Memperbaiki dan Mengganti Rangka
3 OTO.SM03.003.01
Sepeda Motor
Memelihara dan Memperbaiki Sistem
4 OTO.SM03.004.01
Manajemen Engine
Memelihara dan Memperbaiki Sistem
5 OTO.SM03.005.01
Penggerak Kontrol Elektronik

B. Deskripsi Standar Kompetensi PMK 3 dan 4 tahun berdasarkan KI


Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek
kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Kompetensi Inti 1 (Sikap Spiritual) Kompetensi Inti 2 (Sikap Sosial)
1. Menghayati dan mengamalkan 2. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya. perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran,
damai), bertanggung-jawab,
responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian
nasihat, penguatan,
pembiasaan, dan pengkondisian
secara berkesinambungan serta
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Ketrampilan)
4. Melaksanakan tugas spesifik,
dengan menggunakan alat
informasi dan prosedur kerja
3. Memahami, menerapkan,
yang lazim dilakukan serta
menganalisis dan mengevaluasi
menyelesaikan masalah
tentang pengetahuan faktual,
sederhana sesuai dengan
konseptual, prosedural, dan
lingkup kajian.
metakognitif sesuai dengan
Menampilkan kinerja di bawah
bidang dan lingkup kajian pada
bimbingan dengan mutu dan
tingkat teknis, spesifik, detail
kuantitas yang terukur sesuai
dan kompleks berkenaan
dengan standar kompetensi
dengan ilmu pengetahuan,
kerja.
teknologi, seni, budaya, dan
Menunjukkan keterampilan
humaniora dalam konteks
menalar, mengolah, dan
pengembangan potensi diri
menyaji secara efektif, kreatif,
sebagai bagian dari keluarga,
produktif, kritis, mandiri,
sekolah, dunia kerja, warga
kolaboratif, komunikatif, dan
masyarakat nasional, regional
solutif dalam ranah abstrak
dan internasional.
terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami
dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

C. Deskripsi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


1. Deskripsi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan Nasional
(A)
KELAS X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada malaikat-
mengamalkan ajaran malaikat Allah SWT
agama yang dianutnya 1.2 Berpegang teguh kepada Al-Quran, Hadits dan Ijtihad
sebagai pedoman hidup
1.3 Meyakini kebenaran hukum Islam
1.4 Berpakaian sesuai dengan ketentuan syariat Islam
dalam kehidupan sehari-hari
2. Menghayati dan 2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-
mengamalkan perilaku hari sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-
jujur, disiplin, Maidah (5): 8, dan Q.S. At-Taubah (9): 119 dan hadits
tanggungjawab, peduli terkait
(gotong royong, 2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada
kerjasama, toleran, orangtua dan guru sebagai implementasi dari
damai), santun, responsif pemahaman Q.S. Al-Isra (17): 23 dan hadits terkait
dan pro-aktif dan 2.3 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-
menunjukkan sikap nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan
sebagai bagian dari (ukhuwah) sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.
solusi atas berbagai Al-Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10 serta
permasalahan dalam hadits yang terkait
berinteraksi secara 2.4 Menunjukkan perilaku menghindarkan diri dari
efektif dengan pergaulan bebas dan perbuatan zina sebagai
lingkungan sosial dan implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Isra’ (17): 32,
alam serta dalam dan Q.S. An-Nur (24): 2, serta hadits yang terkait
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
menempatkan diri 2.5 Menunjukkan sikap semangat menuntut ilmu dan
sebagai cerminan bangsa menyampaikannya kepada sesama sebagai
dalam pergaulan dunia. implementasi dari pemahaman Q.S. At-Taubah (9): 122
dan hadits terkait
2.6 Menunjukkan sikap keluhuran budi, kokoh pendirian,
pemberi rasa aman, tawakkal dan perilaku adil sebagai
implementasi dari pemahaman Asmaul Husna al-
Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl,
dan al-Akhiir
2.7 Menunjukkan sikap tangguh dan semangat
menegakkan kebenaran sebagai implementasi dari
pemahaman strategi dakwah nabi di Mekah
2.8 Menunjukkan sikap semangat ukhuwah sebagai
implementasi dari pemahaman strategi dakwah nabi di
Madinah
3. Memahami,menerapkan, 3.1 Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat
menganalisis (49) : 12; dan QS Al-Hujurat (49) : 10; serta hadits
pengetahuan faktual, tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka
konseptual, prosedural baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah)
berdasarkan rasa 3.2 Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri
ingintahunya tentang (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan)
ilmu pengetahuan, dan persaudaraan (ukhuwah), dan menerapkannya
teknologi, seni, budaya, dalam kehidupan
dan humaniora dengan 3.3 Menganalisis Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur
wawasan kemanusiaan, (24) : 2, serta hadits tentang larangan pergaulan bebas
kebangsaan, kenegaraan, dan perbuatan zina.
dan peradaban terkait 3.4 Memahami manfaat dan hikmah larangan pergaulan
penyebab fenomena dan bebas dan perbuatan zina.
kejadian, serta 3.5 Memahami makna Asmaul Husna: al-Kariim, al-
menerapkan Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-
pengetahuan prosedural Akhiir;
pada bidang kajian yang 3.6 Memahami makna beriman kepada malaikat-malaikat
spesifik sesuai dengan Allah SWT
bakat dan minatnya 3.7 Memahami Q.S. At-Taubah (9): 122 dan hadits terkait
untuk memecahkan tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan
masalah. menyampaikannya kepada sesama
3.8 Memahami kedudukan Alquran, Hadits, dan Ijtihad
sebagai sumber hukum Islam
3.9 Memahami pengelolaan wakaf
3.10.1 Memahami substansi dan strategi dakwah Rasullullah
saw. di Mekah
3.10.2 Memahami substansi dan strategi dakwah Rasulullah
saw. di Madinah
4. Mengolah, menalar, dan 4.1.1 Membaca Q.S. Al-Anfal (8): 72); Q.S. Al-Hujurat (49):
menyaji dalam ranah 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 10, sesuai dengan kaidah
konkret dan ranah tajwid dan makhrajul huruf.
abstrak terkait dengan 4.1.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S.
pengembangan dari yang Al-Hujurat (49) : 12; QS Al-Hujurat (49) : 10 dengan
dipelajarinya di sekolah lancar.
secara mandiri, dan 4.2.1 Membaca Q.S. Al-Isra’ (17): 32, dan Q.S. An-Nur (24): 2
mampu menggunakan sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
metoda sesuai kaidah 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
keilmuan. Q.S. An-Nur (24): 2 dengan lancar.
4.3 Berperilaku yang mencontohkan keluhuran budi,
kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil sebagai implementasi dari pemahaman
makna Asmaul Husna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil,
al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman
kepada malaikat-malaikat Allah SWT
4.5 Menceritakan tokoh-tokoh teladan dalam semangat
mencari ilmu
4.6 Menyajikan macam-macam sumber hukum Islam
4.7.1 Menyajikan dalil tentang ketentuan wakaf
4.7.2 Menyajikan pengelolaan wakaf
4.8.1 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah
Rasullullah SAW di Mekah
4.8.2 Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah
Rasulullah SAW di Madinah
Kompetensi dasar selengkapnya untuk mata pelajaran kelompok A sebagaimana
terlampir.

2. Deskripsi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Muatan


Kewilayahan (B)

KELAS X

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


1. Menghayati dan 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan
mengamalkan ajaran kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak
agama yang dianutnya ternilai.
1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara
dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta.
2. Menghayati dan
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
mengamalkan perilaku
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kemajuan
jujur, disiplin,
diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta
tanggungjawab, peduli
dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
(gotong royong, kerjasama,
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam
toleran, damai), santun,
melakukan berbagai aktivitas fisik.
responsif dan pro-aktif dan
2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan
menunjukkan sikap
berbagai aktivitas fisik.
sebagai bagian dari solusi
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman dalam
atas berbagai
penggunaan peralatan dan kesempatan.
permasalahan dalam
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
berinteraksi secara efektif
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dari suatu
dengan lingkungan sosial
permainan.
dan alam serta dalam
2.8 Memiliki perilaku hidup sehat dalam memilih makanan
menempatkan diri sebagai
dan minuman, penyalahgunaan obat-obatan, dan
cerminan bangsa dalam
kebersihan alat reproduksi.
pergaulan dunia.
3. Memahami, 3.1 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan gerak
menerapkan, menganalisis salah satu permainan bola besar untuk menghasilkan
pengetahuan faktual, koordinasi gerak yang baik.
konseptual, prosedural 3.2 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
berdasarkan rasa ingin permainan bola kecil untuk menghasilkan koordinasi
tahunya tentang ilmu gerak yang baik.
pengetahuan, teknologi, 3.3 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan salah
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
seni, budaya, dan satu nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat dan lempar)
humaniora dengan untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik.
wawasan kemanusiaan, 3.4 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
kebangsaan, kenegaraan, olahraga beladiri untuk menghasilkan koordinasi gerak
dan peradaban terkait yang baik.
penyebab fenomena dan 3.5 Menganalisis konsep latihan, pengukuran, dan hasil
kejadian, serta pengembangan komponen kebugaran jasmani.
menerapkan pengetahuan 3.6 Menganalisis dua jenis rangkaian keterampilan senam
prosedural pada bidang lantai untuk menghasilkan koordinasi gerak yang baik.
kajian yang spesifik sesuai3.7 Menganalisis variasi dan kombinasi keterampilan
dengan bakat dan rangkaian aktivitas gerak ritmik untuk menghasilkan
minatnya untuk koordinasi gerak yang baik.
memecahkan masalah 3.8 Menganalisis keterampilan tiga gaya renang yang
berbeda, dan mengidentifikasi teknik dan peralatan yang
digunakan untuk tindakan penyelamatan di air. *
3.9 Menganalis berbagai jenis makanan dan minuman yang
bermanfaat terhadap kesehatan, pertumbuhan dan
perkembangan tubuh.
3.10 Menganalisis peran aktivitas fisik dalam pencegahan
penyakit dan pengurangan biaya perawatan kesehatan.
3.11 Mengidentifikasi jenis-jenis dan menganalisis bahaya
penggunaan NARKOBA dan psikotropika terhadap diri
sendiri, keluarga dan masyarakat luas.
4. Mengolah, menalar, dan 4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
menyaji dalam ranah dalam memainkan salah satu permainan bola besar
konkret dan ranah dengan koordinasi gerak yang baik.
abstrak terkait dengan 4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
pengembangan dari dalam memainkan salah satu permainan bola kecil
yang dipelajarinya di dengan koordinasi gerak yang baik.
sekolah secara mandiri, 4.3 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
dan mampu salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat dan
menggunakan metode lempar) dengan koordinasi gerak yang baik.
sesuai kaidah keilmuan 4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
olahraga beladiri dengan koordinasi gerak yang baik.
4.5 Mempraktikkan latihan, pengukuran, dan analisis hasil
latihan pengembangan komponen kebugaran jasmani.
4.6 Mempraktikkan dua jenis rangkaikan keterampilan
senam lantai dengan koordinasi gerak yang baik.
4.7 Mempraktikkan variasi dan kombinasi rangkaian
aktivitas gerak ritmik dengan koordinasi gerak yang baik.
4.8 Mempraktikkan keterampilan tiga gaya renang yang
berbeda dengan koordinasi yang baik, dan teknik
penyelamatan kecelakaan di air dengan menggunakan
peralatan yang ada (tali, pelampung, galah, skoci dan lain
sebagainya).*
4.9 Menyajikan hasil analisis berbagai jenis makanan dan
minuman yang bermanfaat terhadap kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
4.10 Menyajikan hasil analisis peran aktivitas fisik dalam
pencegahan penyakit dan pengurangan biaya perawatan
kesehatan.
4.11 Menyajikan hasil identifikasi dan analisis bahaya
penggunaan NARKOBA dan psikotropika terhadap
dirinya, keluarga dan masyarakat luas.

Kompetensi dasar selengkapnya untuk mata pelajaran kelompok B sebagaimana


terlampir.
3. Deskripsi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Peminatan Kejuruan (C)
a. Dasar Bidang Keahlian (C1)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C1)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4)
keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial
yaitu, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan
proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan,
pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru
dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
konseptual, operasional dasar, memecahkan masalah sesuai dengan
dan metakognitif sesuai dengan lingkup Simulasi dan Komuniksasi Digital,
bidang dan lingkup Simulasi dan dan Dasar Bidang Teknologi dan Rekayasa.
Komuniksasi Digital, dan Dasar
Menampilkan kinerja di bawah
Bidang Teknologi dan Rekayasa
bimbingan dengan mutu dan kuantitas
pada tingkat teknis, spesifik, yang terukur sesuai dengan standar
detil, dan kompleks, berkenaan kompetensi kerja.
dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan Menunjukkan keterampilan menalar,
humaniora dalam konteks mengolah, dan menyaji secara efektif,
pengembangan potensi diri kreatif, produktif, kritis, mandiri,
sebagai bagian dari keluarga, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
sekolah, dunia kerja, warga dalam ranah abstrak terkait dengan
masyarakat nasional, regional, pengembangan dari yang dipelajarinya
dan internasional. di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Mata Pelajaran : Simulasi dan Komunikasi Digital
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menerapkan logika dan 4.1 Menggunakan fungsi-fungsi
algoritma komputer perintah (Command)
3.2 Menerapkan metode peta- 4.2 Membuat peta-minda
minda
3.3 Mengevaluasi paragraf 4.3 Menyusun kembali format
deskriptif, argumentatif, dokumen pengolah kata
naratif, dan persuasif
3.4 Menerapkan logika dan 4.4 Mengoperasikan perangkat
operasi perhitungan data lunak pengolah angka
3.5 Menganalisis fitur yang 4.5 Membuat slide untuk
tepat untuk pembuatan presentasi
slide
3.6 Menerapkan teknik 4.6 Melakukan presentasi yang
presentasi yang efektif efektif
3.7 Menganalisis pembuatan e- 4.7 Membuat e-book dengan
book perangkat lunak e-book editor
3.8 Memahami konsep 4.8 Merumuskan etika Kewargaan
Kewargaan Digital Digital
3.9 Menerapkan teknik 4.9 Melakukan penelusuran
penelusuran Search Engine informasi
3.10 Menganalisis komunikasi 4.10 Melakukan komunikasi sinkron
sinkron dan asinkron dalam dan asinkron dalam jaringan
jaringan
3.11 Menganalisis fitur perangkat 4.11 Menggunakan fitur untuk
lunak pembelajaran pembelajaran kolaboratif
kolaboratif daring daring (kelas maya)

3.12 Merancang dokumen tahap pra- 4.12 Membuat dokumen tahap pra-
produksi produksi
3.13 Menganalisis produksi video, 4.13 Memroduksi video dan/atau
animasi dan/atau musik animasi dan/atau musik digital
digital
3.14 Mengevaluasi pasca- 4.14 Membuat laporan hasil pasca-
produksi video, animasi produksi
dan/atau musik digital
Mata Pelajaran : Fisika
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menerapkan prinsip- prinsip 4.1 Melakukan pengukuran besaran
pengukuran besaran fisis, fisis dengan menggunakan
angka penting dan notasi peralatan dan teknik yang tepat
ilmiah pada bidang teknologi serta mengikuti aturan angka
dan rekayasa penting.

3.2 Mengevaluasi gerak lurus dan 4.2 Menyajikan hasil percobaan


gerak melingkar dengan gerak lurus dan gerak melingkar
kelajuan tetap atau dalam bentuk grafik/tabel pada
percepatan tetap dalam bidang teknologi dan rekayasa.
kehidupan sehari- hari.

3.3 Menganalisis gerak dan 4.3 Menggunakan alat-alat sederhana


gaya dengan menggunakan yang berhubungan dengan hukum
hukum- hukum Newton Newton tentang gerak.

3.4 Menganalisis hubungan 4.4 Menyajikan ide/gagasan dampak


usaha, energi, daya dan keterbatasan sumber energi bagi
efisiensi kehidupan dan upaya
penanggulannya dengan energi
terbarukan
3.5 Menerapkan konsep 4.5 Mendemonstrasikan berbagai
momentum, impuls dan jenis tumbukan
hukum kekekalan
momentum
3.6 Menerapkan konsep torsi, 4.6 Melakukan percobaan sederhana
momen inersia, dan tentang momentum sudut dan
momentum sudut pada benda rotasi benda tegar
tegar dalam bidang teknologi
dan rekayasa
3.7 Menganalisis kekuatan 4.7 Menyelesaikan masalah teknis
bahan dari sifat dalam bidang teknologi terkait
elastisitasnya dengan elastisitas bahan
3.8 Menerapkan hukum- 4.8 Melakukan percobaan sederhana
hukum yang berkaitan yang berkaitan dengan hukum-
dengan fluida statis dan hukum fluida statis dan dinamis
dinamis
3.9 Menganalisis getaran, 4.9 Menyajikan penggunaan
gelombang dan bunyi gelombang bunyi dalam
teknologi. (Misalnya : dalam
pengujian menggunakan Non
Distructive Testing)
3.10 Memahami teori bumi dan 4.10 Mendiskusikan teori bumi dan
atmosfer pada teknik atmosfer terkait dengan aplikasi
geomatika.* pada teknik geomatika.*
b.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.11 Menganalisis proses pemuaian, 4.11 Menggunakan alat sederhana
perubahan wujud zat dan dalam percobaan yang
perpindahan kalor dengan berhubungan dengan kalor.
konsep suhu dan kalor.

3.12 Menerapkan hukum- 4.12 Menunjukkan cara kerja alat


hukum termodinamika sederhana yang berhubungan
dengan termodinamika.
3.13 Menerapkan listrik statis dan 4.13 Melakukan percobaan terkait listrik
listrik dinamis. statis dan listrik dinamis
3.14 Menerapkan hukum- hukum 4.14 Mendemonstrasikan percobaan yang
kemagnetan dalam berkaitan dengan konsep
persoalan sehari- hari. kemagnetan dan elektromagnet.

3.15 Menganalisis rangkaian 4.15 Memecahkan masalah teknologi yang


listrik arus bolak balik berkaitan dengan listrik arus bolak
(AC). balik (AC).
3.16 Menerapkan sifat cermin dan 4.16 Merencanakan pembuatan alat- alat
lensa pada alat–alat optik.* optik sederhana dengan menerapkan
prinsip
pemantulan pada cermin dan
pembiasan pada lensa.*
3.17 Memahami gejala radioaktivitas 4.17 Menentukan aplikasi
yang terkait dengan teknik radioaktivitas pada teknik
geomatika.* geomatika.*
Mata Pelajaran : Kimia
Jam Pelajaran : 108 JP (@ 45 menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Menganalisis perubahan 4.1 Melakukan pemisahan campuran
materi dan pemisahan melalui praktikum berdasarkan
campuran dengan berbagai sifat fisika dan sifat kimianya
cara
3.2 Menganalisis lambang 4.2 Mengintegrasikan penulisan
unsur, rumus kimia dan lambang unsur dengan rumus kimia
persamaan reaksi pada persamaan reaksi kimia
berdasarkan kasus- kasus dalam
kehidupan sehari- hari

3.3 Mengkorelasikan struktur 4.3 Menentukan letak unsur dalam tabel


atom berdasarkan konfigurasi periodik berdasarkan konfigurasi
elektron untuk menentukan elektron
letak unsur dalam tabel
periodik
3.4 Menganalisis proses 4.4 Mengintegrasikan proses
pembentukan ikatan pembentukan ikatan kimia pada
kimia pada beberapa beberapa senyawa dalam
senyawa dalam kehidupan kehidupan sehari hari dengan
sehari hari elektron valensi atom atom
penyusunnya
3.5 Menerapkan hukum- hukum 4.5 Menggunakan hukum-hukum dasar
dasar kimia dalam kimia dalam perhitungan kimia
perhitungan kimia
3.6 Menganalisis sifat larutan 4.6 Membandingkan sifat sifat larutan
berdasarkan konsep asam melalui praktikum berdasarkan
basa dan pH larutan konsep asam basa dan pH larutan
(asam kuat dan asam (asam kuat dan asam lemah, basa
lemah, basa kuat dan kuat dan basa lemah) dalam
basa lemah) dalam kehidupan sehari hari
kehidupan sehari hari
3.7 Menentukan bilangan 4.7 Membandingkan antara reaksi
oksidasi unsur untuk oksidasi dengan reaksi reduksi
mengidentifikasi reaksi berdasarkan hasil perhitungan
oksidasi dan reduksi bilangan oksidasinya
3.8 Mengevaluasi proses yang 4.8 Mengintegrasikan antara hasil
terjadi dalam sel elektrokimia perhitungan E0 sel dengan proses
(menghitung E0 sel, reaksi yang terjadi dalam sel elektrokimia
reaksi pada sel volta dan sel (menghitung E0 sel, reaksi reaksi
eletrolisa, proses pelapisan pada sel volta dan sel eletrolisa,
logam) yang digunakan dalam proses pelapisan logam) reaksi
kehidupan yang digunakan dalam kehidupan

3.9 Menganalisis struktur, sifat 4.9 Mengatasi dampak


senyawa hidrokarbon serta pembakaran senyawa
dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap
hidrokarbon lingkungan dan kesehatan
c.
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
terhadap lingkungan dan berdasarkan hasil analisis
kesehatan serta cara struktur, sifat senyawa
mengatasinya hidrokarbon
3.10 Menganalisis proses teknik 4.10 Mempresentasikan proses teknik
pemisahan fraksi- fraksi pemisahan fraksi-fraksi minyak
minyak bumi serta bumi serta kegunaannya.
kegunaannya
3.11 Menganalisis struktur, tata 4.11 Mengintegrasikan kegunaan polimer
nama, sifat, penggolongan dalam kehidupan sehari hari dengan
dan kegunaan polimer struktur, tata nama, sifat,
penggolongan polimer
d. Dasar Program Keahlian (C2)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C2)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu,
“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching)
yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
konseptual, operasional dasar, memecahkan masalah sesuai dengan
dan metakognitif sesuai dengan bidang kerja Dasar-dasar Teknik Otomotif
bidang dan lingkup kerja Menampilkan
Dasar-dasar Teknik Otomotif. kinerja di bawah bimbingan dengan
Pada tingkat teknis, spesifik, detil, mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dan kompleks, berkenaan dengan dengan standar kompetensi kerja.
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, Menunjukkan keterampilan menalar,
budaya, dan humaniora dalam mengolah, dan menyaji secara efektif,
konteks pengembangan potensi diri kreatif, produktif, kritis, mandiri,
sebagai bagian dari keluarga, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
sekolah, dunia kerja, warga dalam ranah abstrak terkait dengan
masyarakat nasional, regional, dan pengembangan dari yang
internasional.
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Mata Pelajaran : Gambar Teknik Otomotif
Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


4.1 Memilih peralatan dan
3.1 Memahami peralatan dan
kelengkapan gambar teknik
kelengkapan gambar teknik
4.2 Membedakan garis-garis gambar
3.2 Memahami garis-garis gambar
teknik sesuai bentuk dan fungsi garis
teknik sesuai bentuk dan fungsi
garis
4.3 Menyajikan huruf, angka dan
3.3 Memahami huruf, angka dan etiket
etiket gambar teknik
gambar teknik
3.4 Memahami gambar konstruksi 4.4 Mengelompokkan gambar
geometris berdasarkan bentuk konstruksi geometris
konstruksi berdasarkan bentuk konstruksi

3.5 Menerapkan sketsa gambar 4.5 Menyajikan sketsa gambar benda


benda 3D sesuai aturan 3D sesuai aturan proyeksi
proyeksi pictorial pictorial

3.6 Menerapkan sketsa gambar 4.6 Menyajikan sketsa gambar benda


benda 2D sesuai aturan 2D sesuai aturan proyeksi
proyeksi orthogonal orthogonal

3.7 Menganalisis gambar potongan 4.7 Menyajikan jenis gambar


potongan berdasar jenis
berdasar jenis potongan
potongan
3.8 Menerapkan pembuatan 4.8 Menyajikan ukuran sesuai fungsi dan
ukuran sesuai fungsi dan pandangan utama gambar
pandangan utama gambar teknik
teknik
3.9 Memahami pemberian ukuran 4.9 Menggunakan ukuran berantai,
berantai, sejajar, kombinasi, sejajar, kombinasi, berimpit,
berimpit, koordinat dan ukuran koordinat dan ukuran khusus
khusus
3.10 Mengevaluasi hasil sketsa gambar 4.10 Menyajikan hasil evaluasi sketsa
benda 2D dan 3D standard gambar benda 2D dan 3D
proyeksi orthogonal standard proyeksi orthogonal
Mata Pelajaran : Teknologi Dasar Otomotif
Jam Pelajaran : 144 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami prinsip-prinsip 4.1 Mengidentifikasi potensi dan
Keselamatan dan Kesehatan resiko kecelakaan kerja
Kerja (K3)
3.2 Mengklasifikasi Alat Pemadam 4.2 Menerapkan penggunaan Alat
Api Ringan (APAR) Pemadam Api Ringan (APAR)
3.3 Memahami prinsip-prinsip 4.3 Menerapkan prinsip-prinsip
pengendalian kontaminasi pengendalian kontaminasi
3.4 Memahami proses mesin 4.4 Mendemontrasikan mesin
konversi energi konversi energi
3.5 Memahami klasifikasi engine 4.5 Mengidentifikasi model-model
engine
3.6 Memahami cara kerja engine 2 dan 4 4.6 Menjelaskan cara kerja engine 2 dan 4
langkah langkah
4.7 Melaksanakan proses dasar
3.7 Memahami proses dasar
pembentukan logam
pembentukan logam
4.8 Menggunakan OMM (operation
3.8 Menerapkan cara penggunaan OMM
maintenance manual), service
(operation maintenance manual),
manual dan part book sesuai
service manual dan part book
peruntukannya
sesuai peruntukannya

4.9 Menjelaskan dasar-dasar dan


3.9 Memahami dasar-dasar system
symbol pada system hidraulik
hidraulik
4.10 Menjelaskan dasar-dasar dan symbol
3.10 Memahami dasar-dasar system
pada system pneumatik
pneumatic
3.11 Memahami rangkaian 4.11 Membuat rangkaian listrik
kelistrikan sederhana sederhana

3.12 Memahami dasar-dasar 4.12 Membuat rangkaian elektronika


elektronika sederhana sederhana

3.13 Memahami dasar-dasar kontrol 4.13 Membuat rangkaian kontrol


sederhana
3.14 Memahami dasar-dasar sensor 4.14 Menguji sensor

3.15 Mengevaluasi kerja baterai 4.15 Merawat baterai


Mata Pelajaran : Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif
Jam Pelajaran : 180 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


4.1 Menggunakan macam-macam hand tools
3.1 Mengklasifikasi jenis-jenis
hand tools
4.2 Menggunakan macam-macam
3.2 Mengklasifikasi jenis-jenis
power tools
power tools
3.3 Mengklasifikasi jenis-jenis 4.3 Menggunakan macam-macam
special service tools special service tools

3.4 Menerapkan workshop 4.4 Menggunakan workshop equipment


equipment
3.5 Menerapkan alat ukur 4.5 Menggunakan alat-alat ukur
mekanik serta fungsinya mekanik

3.6 Menerapkan alat ukur 4.6 Menggunakan alal-alat ukur


elektrik serta fungsinya elektrik

3.7 Menerapkan alat ukur 4.7 Menggunakan alal-alat ukur


elektronik serta fungsinya elektronik

3.8 Menerapkan alat ukur 4.8 Menggunakan alat-alat ukur


hidrolik serta fungsinya hidrolik

3.9 Menerapkan alat ukur 4.9 Menggunakan alat-alat ukur


pneumatik serta fungsinya pneumatik
4.10 Merawat peralatan jacking, blocking dan
3.10 Menganalisis berbagai jenis
liffting sesuai operation
jacking, blocking dan lifting
manual
3.11 Menerapkan cara pengangkatan 4.11 Mendemonstrasikan pengangkatan
benda kerja benda kerja
3.12 Menganalisis berbagai 4.12 Merawat berbagai bearing, seal,
bearing, seal, gasket dan gasket dan hoses
hoses
4.13 Menggunakan treaded, fastener,
3.13 Memahami treaded,
sealant dan adhesive
fasterner, sealant dan
adhesive
c. Kompetensi Keahlian (C3)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN Bidang
Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (C3)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek


kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu,
“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”. Kedua
kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching)
yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan
karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
konseptual, operasional dasar, memecahkan masalah sesuai dengan
dan metakognitif sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis Sepeda
bidang dan lingkup kerja Motor . Menampilkan kinerja di bawah
Teknik dan Bisnis Sepeda bimbingan dengan mutu dan kuantitas
Motor pada tingkat teknis, spesifik, yang terukur sesuai dengan standar
detil, dan kompleks, berkenaan kompetensi kerja.
dengan ilmu pengetahuan, Menunjukkan keterampilan menalar,
teknologi, seni, budaya, dan mengolah, dan menyaji secara efektif,
humaniora dalam konteks kreatif, produktif, kritis, mandiri,
pengembangan potensi diri sebagai kolaboratif, komunikatif, dan solutif
bagian dari keluarga, sekolah, dunia dalam ranah abstrak terkait dengan
kerja, warga masyarakat nasional, pengembangan dari yang
regional, dan internasional. dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
Jam Pelajaran : 560 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami prinsip kerja 4.1 Merawat secara berkala
mekanisme katup mekanisme katup
3.2 Memahami prinsip kerja 4.2 Merawat secara berkala pada
sistem pelumasan sistem pelumasan
3.3 Memahami prinsip kerja 4.3 Merawat secara berkala pada
sistem pendinginan sistem pendinginan
3.4 Memahami prinsip kerja 4.4 Merawat secara berkala pada
sistem pemasukan dan sistem pemasukan dan
pembuangan pembuangan
3.5 Memahami prinsip kerja sistem 4.5 Merawat secara berkala pada
bahan bakar bensin karburator sistem bahan bakar bensin
karburator
3.6 Memahami prinsip kerja 4.6 Merawat secara berkala pada
sistem injeksi bensin sistem injeksi bensin
3.7 Memahami prinsip kerja 4.7 Merawat secara berkala pada
sistem transmisi manual sistem transmisi manual
3.8 Memahami prinsip kerja 4.8 Merawat secara berkala pada
sistem transmisi otomatis sistem transmisi otomatis

3.9 Menerapkan cara perawatan 4.9 Merawat berkala sistem


sistem kopling manual kopling manual
3.10 Menerapkan cara perawatan 4.10 Merawat berkala sistem
sistem kopling otomatis kopling otomatis
3.11 Menganalisis gangguan pada 4.11 Memperbaiki kepala silinder dan
kepala silinder dan kelengkapannya
kelengkapannya
3.12 Menganalisis gangguan pada blok 4.12 Memperbaiki blok silinder dan
silinder dan kelengkapannya kelengkapannya

3.13 Menganalisis gangguan pada 4.13 Memperbaiki sistem


sistem pelumasan pelumasan
3.14 Menganalisis gangguan pada 4.14 Memperbaiki sistem
sistem pendinginan pendinginan
3.15 Menganalisis gangguan pada 4.15 Memperbaiki sistem pemasukan
sistem pemasukan dan dan pembuangan
pembuangan
3.16 Menganalisis gangguan pada 4.16 Memperbaiki sistem bahan
sistem bahan bakar injeksi bakar injeksi
3.17 Menganalisis gangguan pada 4.17 Memperbaiki sistem karburator
sistem karburator
3.18 Mengevaluasi kerja sistem 4.18 Memperbaiki kinerja pada
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
transmisi manual sistem transmisi manual
3.19 Menganalisis gangguan pada 4.19 Memperbaiki sistem transmisi
sistem transmisi otomatis otomatis
3.20 Mengevaluasi kinerja sistem 4.20 Memperbaiki kinerja sistem
kopling manual kopling manual
3.21 Mengevaluasi kinerja sistem 4.21 Memperbaiki kinerja sistem
kopling otomatis kopling otomatis
Mata Pelajaran : Pemeliharan Sasis Sepeda Motor
Jam Pelajaran : 424 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami prinsip kerja 4.1 Merawat berkala sistem rem
sistem rem hidrolik hidrolik
3.2 Memahami prinsip kerja 4.2 Merawat berkala sistem rem
sistem rem mekanik mekanik
3.3 Memahami prinsip kerja 4.3 Merawat berkala sistem rem
sistem rem ABS ABS
3.4 Memahami jenis-jenis pelek 4.4 Merawat berkala pelek
3.5 Memahami jenis-jenis ban 4.5 Merawat berkala ban
3.6 Memahami prinsip kerja 4.6 Merawat berkala suspensi
suspensi
3.7 Memahami prinsip kerja 4.7 Merawat berkala system
sistem kemudi kemudi
3.8 Memahami prinsip kerja rantai 4.8 Merawat berkala rantai
penggerak roda belakang penggerak roda belakang
3.9 Menjabarkan jenis-jenis 4.9 Mengidentifikasikan jenis-jenis
rangka rangka
3.10 Menganalisis gangguan pada 4.10 Memperbaiki sistem rem
sistem rem hidrolik hidrolik
3.11 Menganalisis gangguan pada 4.11 Memperbaiki sistem rem
sistem rem mekanik mekanik
3.12 Menganalisis gangguan pada 4.12 Memperbaiki sistem rem ABS
sistem rem ABS

3.13 Menganalisis gangguan pada pelek 4.13 Memperbaiki pelek

3.14 Menganalisis gangguan pada ban 4.14 Memperbaiki ban

3.15 Menganalisis gangguan pada 4.15 Memperbaiki suspensi


suspensi
3.16 Menganalisis gangguan pada 4.16 Memperbaiki system kemudi
sistem kemudi
3.17 Menganalisis gangguan pada 4.17 Memperbaiki rantai penggerak roda
rantai penggerak roda belakang belakang

3.18 Menganalisis gangguan pada 4.18 Memperbaiki jenis-jenis


rangka rangka
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor
Jam Pelajaran : 526 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami prinsip kerja sistem 4.1 Merawat berkala sistem
penerangan penerangan
3.2 Memahami prinsip kerja sistem 4.2 Merawat berkala system
instrumen dan sinyal instrumen dan sinyal
3.3 Memahami prinsip kerja sistem 4.3 Merawat berkala sistem
starter starter
3.4 Memahami prinsip kerja sistem 4.4 Merawat berkala sistem
pengapian konvensional pengapian konvensional
3.5 Memahami prinsip kerja sistem 4.5 Merawat berkala sistem
pengapian elektronik pengapian elektronik
3.6 Memahami prinsip kerja sistem 4.6 Merawat berkala sistem
pengisian pengisian
3.7 Memahami prinsip kerja sistem 4.7 Merawat sistem
pengamanan pengamanan
3.8 Memahami prinsip kerja sensor 4.8 Merawat sensor sistem
sistem kontrol elektronik Injeksi kontrol elektronik Injeksi
3.9 Mengevaluasi kerja system 4.9 Memperbaiki kinerja sistem
penerangan penerangan
3.10 Menganalisis gangguan pada 4.10 Memperbaiki sistem
system instrumen instrumen
3.11 Menganalisis gangguan system sinyal 4.11 Memperbaiki sistem sinyal

3.12 Menganalisis gangguan sistem 4.12 Memperbaiki sistem starter


starter
3.13 Menganalisis gangguan sistem 4.13 Memperbaiki sistem
pengisian pengisian
3.14 Menganalisis gangguan sistem 4.14 Memperbaiki sistem
pengapian konvensional pengapian konvensional
3.15 Menganalisis gangguan sistem 4.15 Memperbaiki sistem
pengapian elektronik pengapian elektronik
3.16 Mengevaluasi indikator kode 4.16 Memperbaiki sistem injeksi dan
kerusakan sistem injeksi reset kode kerusakan
3.17 Mengevaluasi sistem pengaman 4.17 Memperbaiki perbaikan
sistem pengaman
Mata Pelajaran : Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor
Jam Pelajaran : 204 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 Memahami struktur organisasi 4.1 Membuat struktur organisasi
bengkel otomotif bengkel otomotif
3.2 Mengidentifikasi faktor- faktor 4.2 Mendata faktor-faktor yang
yang mempengaruhi mempengaruhi keberhasilan
keberhasilan bengkel bengkel
3.3 Mengklasifikasi jenis-jenis 4.3 Menjelaskan jenis-jenis layanan
pelayanan bengkel bengkel
3.4 Memahami Undang- Undangan 4.4 Mengimplementasikan Undang-
ketenagakerjaan Undangan ketenagakerjaan
3.5 Memahami tata laksana 4.5 Menentukan tata laksana
bengkel bengkel
3.6 Memahami macam 4.6 Mengatasi macam kecelakaan
kecelakaan kerja kerja
3.7 Memahami penanganan 4.7 Melakukan penanganan
keadaan darurat keadaan darurat
3.8 mengidentifikasi penanganan
4.8 Melakukan penanganan limbah
limbah bengkel perawatan
bengkel perawatan otomotif
otomotif
3.9 Memahami perawatan 4.9 Melaksanakan perawatan
berkala peralatan berkala peralatan
3.10 Menerapkan alur kerja di 4.10 Melaksanakan alur kerja di
bengkel bengkel
3.11 Memahami prinsip-prinsip 4.11 Menerapkan prinsip-prinsip
teknisi profesional teknisi profesional
3.12 Memahami konsep kerja tim 4.12 Melaksanakan kerja tim (team
(team work) work)
3.13 Menerapkan metode 4.13 Menggunakan metode
pengontrol kualitas kerja pengontrol kualitas kerja
3.14 Menganalisis perencanaan kerja
4.14 Membuat perencanaan kerja

3.15 Mendiagnosis awal


4.15 Menganalisis awal kerusakan pada
kerusakan pada sistem
sistem kendaraan
kendaraan
3.16 Menganalisa laporan 4.16 Mengevaluasi laporan
pencapaian kerja pencapaian kerja
3.17 Menerapkan penanganan 4.17 Melakukan penanganan
komplain komplain
3.18 Memahami pembinaan dan 4.18 Melaksanakan pembinaan dan
pengembangan SDM bengkel pengembangan SDM bengkel
Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Jam Pelajaran : 350 JP (@ 45 Menit)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami sikap dan perilaku 4.1 Memresentasikan sikap dan


wirausahawan perilaku wirausahawan
3.2 Menganalisis peluang usaha 4.2 Menentukan peluang usaha
produk barang/jasa produk barang/jasa
3.3 Memahami hak atas kekayaan 4.3 Memresentasikan hak atas
intelektual kekayaan intelektual
3.4 Menganalisis konsep 4.4 Membuat desain/prototype dan
desain/prototype dan kemasan kemasan produk barang/jasa
produk barang/ jasa
3.5 Menganalisis proses kerja 4.5 Membuat alur dan proses kerja
pembuatan prototype produk pembuatan prototype produk
barang/jasa barang/jasa
3.6 Menganalisis lembar kerja/ gambar 4.6 Membuat lembar kerja/ gambar kerja
kerja untuk pembuatan prototype untuk pembuatan prototype produk
produk barang/jasa barang/jasa
3.7 Menganalisis biaya produksi 4.7 Menghitung biaya produksi
prototype produk barang/jasa prototype produk barang/jasa
3.8 Menerapkan proses kerja 4.8 Membuat prototype produk
pembuatan prototype produk barang/jasa
barang/jasa
3.9 Menentukan pengujian 4.9 Menguji prototype produk
kesesuaian fungsi prototype barang/jasa
produk barang/jasa
3.10 Menganalisis perencanaan 4.10 Membuat perencanaan
produksi massal produksi massal
3.11 Menentukan indikator keberhasilan 4.11 Membuat indikator keberhasilan
tahapan produksi massal tahapan produksi missal

3.12 Menerapkan proses produksi 4.12 Melakukan produksi massal


massal
3.13 Menerapkan metoda perakitan 4.13 Melakukan perakitan produk
produk barang/jasa barang/jasa
3.14 Menganalisis prosedur pengujian 4.14 Melakukan pengujian produk
kesesuaian fungsi produk barang/jasa
barang/jasa
3.15 Mengevaluasi kesesuaian hasil 4.15 Melakukan pemeriksaan produk
produk dengan rancangan sesuai dengan kriteria kelayakan
produk/standar operasional

3.16 Memahami paparan deskriptif, 4.16 Menyusun paparan deskriptif,


naratif, argumentatif, atau naratif, argumentatif, atau
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
persuasif tentang produk/jasa persuasif tentang produk/jasa
3.17 Menentukan media promosi 4.17 Membuat media promosi
berdasarkan segmentasi pasar
3.18 Menyeleksi strategi pemasaran 4.18 Melakukan pemasaran
3.19 Menilai perkembangan usaha 4.19 Membuat bagan perkembangan
usaha
3.20 Menentukan standard laporan 4.20 Membuat laporan keuangan
keuangan
BAB V
STRUKTUR KURIKULUM, DAN PERATURAN AKADEMIK

A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum dan mata pelajaran yang diimplementasikan pada kompetensi
keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 1 Kendit adalah sebagai berikut:
Program Keahlian : Teknik Otomotif

Kompetensi Keahlian : Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (3 Tahun)

ALOKASI
MATA PELAJARAN
WAKTU
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 318
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 212
3. Bahasa Indonesia 320
4. Matematika 424
5. Sejarah Indonesia 108
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya*) 352
Jumlah A 1.734
B. Muatan Kewilayahan
1. Seni Budaya 108
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 144
Jumlah B 252
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1. Simulasi dan Komunikasi Digital 108
2. Fisika 108
3. Kimia 108
C2. Dasar Program Keahlian
1. Gambar Teknik Otomotif 144
2. Teknologi Dasar Otomotif 144
3. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif 180
C3. Kompetensi Keahlian
1. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor 560
2. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor 424
3. Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor 526
4. Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor 204
5. Produk Kreatif dan Kewirausahaan 524
Jumlah C 3.030
Total 5.016
KELAS
MATA PELAJARAN X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
Pendidikan Pancasila dan
2. 2 2 2 2 2 2
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2
4. Matematika 4 4 4 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 3 3 - - - -
Bahasa Inggris dan Bahasa Asing
6. 3 3 3 3 4 4
Lainnya*)
Jumlah A 19 19 15 15 15 15
B. Muatan Kewilayahan
1. Seni Budaya 3 3 - - - -
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
2. 2 2 2 2 - -
Kesehatan
Jumlah B 5 5 2 2 - -
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1. Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - -
2. Fisika 3 3 - - - -
3. Kimia 3 3 - - - -
C2. Dasar Program Keahlian
1. Gambar Teknik Otomotif 4 4 - - - -
2. Teknologi Dasar Otomotif 4 4 - - - -
3. Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif 5 5 - - - -
C3. Kompetensi Keahlian
1. Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor - - 8 8 8 8
2. Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor - - 8 8 4 4
3. Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor - - 8 8 7 7
4. Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor - - - - 6 6
5. Produk Kreatif dan Kewirausahaan - - 7 7 8 8
Jumlah C 22 22 31 31 33 33
Total 46 46 48 48 48 48
B. Peraturan Akademik
Peraturan akademik adalah seperangkat aturan yang harus dipatuhi
dan dilaksanakan oleh semua komponen sekolah yang terkait dalam
pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan
pembelajaran yang disusun untuk satu tahun pelajaran. Peraturan
akademik SMK Negeri 1 Kendit untuk peningkatan kualitas layanan sekolah,
berisi tentang : Pengaturan beban belajar, Pengaturan penjurusan,
Mekanisme/prosedur PKL, Sistem Penilaian

1. Pengaturan beban belajar


Beban belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan peserta
didik dalammengikuti kompetensi pembelajaran melalui sistem tatap muka
(TM), praktik di sekolah (PS), praktik di industri (PI), penugasan terstruktur
(PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) untuk mencapai standar
kompetensi lulusan.
Penugasan terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik, didesain oleh pendidik
untuk menunjang pencapaian kompetensi pada kegiatan tatap muka,
termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan. Sedangkan kegiatan
mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh
pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi yang waktu
penyelesaiannya diatur oleh peserta didik. Beban belajar dinyatakan dalam
jam pelajaran per minggu selama satu semester
Sesuai Permendikbud nomor 70 tahun 2013 beban belajar pada Paket
Keahlian Teknik Sepeda Motor untuk kelas X sebanyak 46 jam pelajaran per
minggu. Dan kelas XI dan XII sebanyak 48 jam pelajaran per minggu dengan
alokasi satu jam 40 menit dan satu semester terdiri dari 22 minggu efektif.
Dan 5 menit untuk pendidikan karakter yaitu sholat berjamaah pada waktu
dhuzur dan Azhar. Pada SMK Negeri 1 Kendit khususnya paket keahlian
Teknik Sepeda Motor menerapkan beban belajar sejumlah 50 jam pelajaran
per minggu dengan menambahkan Bahasa Madura pada mata pelajaran
muatan lokal pada kelas X sebanyak 2 jam atau 2 x 40 menit per minggu. Hal
ini didasarkan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 19 Tahun
2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal di
Sekolah/Madrasah mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK.MA. Dan
menambahkan Bimbingan Konseling sebanyak 2 jam atau 2 x 40 menit per
minggu. Hal ini berdasarkan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang
Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Beban belajar Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor terdiri atas Kelompok Mata
Pelajaran Wajib A dan B dengan durasi 24 jam pelajaran dan Kelompok Mata
Pelajaran Peminatan (Kejuruan) dengan durasi 24 jam pelajaran. Kelompok
Mata Pelajaran Peminatan (Kejuruan) dibagi dalam 3 kelompok, yaitu
Kelompok Mata Pelajaran Bidang Keahlian, Kelompok Mata Pelajaran Program
Keahlian, dan Kelompok Mata Pelajaran Paket Keahlian. Beban belajar
sebagaimana tersebut di atas adalah beban minimal, sehingga melalui
pendekatan Kurikulum 2013, pengelola sekolah dengan persetujuan komite
dan orang tua peserta didik dapat menambah jam pelajaran sesuai
kebutuhan.
Penambahan jam pelajaran sejalan dengan dinamika proses
pembelajaran peserta didik aktif, yaitu proses pembelajaran yang
mengedepankan pentingnya peserta didik mencari tahu melalui proses
mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Proses
pembelajaran semacam ini menghendaki kesabaran guru dalam mengarahkan
peserta didik sehingga mereka menjadi tahu, mampu dan mau belajar dan
menerapkan apa yang sudah mereka pelajari di lingkungan sekolah dan
masyarakat sekitarnya.
Khusus untuk Kelompok Mata Pelajaran Peminatan, terutama kelompok
Paket Keahlian (C3), penambahan jam pelajaran tersebut dapat terjadi karena
adanya materi-materi yang harus dikuasai peserta didik berdasarkan tuntutan
kebutuhan dunia kerja tetapi belum termasuk pada kurikulum yang
ditetapkan oleh Pusat. Jika hal itu terjadi, maka pengelola SMK Negeri 1
Kendit bersama Institusi Pasangan dan Komite Sekolah berkewajiban
menyusun Kompetensi Dasar dan Silabus untuk materi yang
ditambahkannya.
Tambahan jam pelajaran juga diperlukan supaya guru dapat mengamati
lebih jelas kemajuan peserta didiknya, mengingat kompetensi yang diharapkan
dari proses pembelajaran ini adalah kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Pengukuran kompetensi sikap dan keterampilan membutuhkan
pengamatan yang lebih lama dibandingkan dengan pengukuran kompetensi
pengetahuan. Penilaian untuk ketiga macam kompetensi ini harus
berdasarkan penilaian proses dan hasil, antara lain melalui sistem penilaian
otentik yang tentunya membutuhkan waktu penilaian yang lebih lama.
SMK Negeri 1 Kendit pada Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor
menggunakan pengaturan beban belajar dalam sistem paket. Jam
pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan
sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum di atas. Beban belajar Paket
Keahlian Teknik Sepeda Motor meliputi kegiatan pembelajaran teori, praktik
di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri/kerja yang
ekuivalen dengan 50 jam pelajaran per minggu atau selama 3 bulan.
Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dalam sistem paket pada
Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor adalah maksimum 60% dari waktu
kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan waktu
tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai
kompetensi. Lebih rinci pengaturan belajar beban belajar di SMK Negeri 1
Kendit, adalah sebagai berikut :
a. Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk Pendidikan Sistem
Ganda.
b. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 40 menit;
c. Satu jam pelajaran terdiri dari 40 menit tatap muka, 27 menit
tugas mandiri terstruktur.
d. Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka,
praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia
usaha/industri ekuivalen dengan 50 jam pelajaran per minggu.
e. Beban belajar per minggu adalah (50) jam tatap muka, dengan
perincian sebagai berikut:
1) Jumlah jam per minggu tatap muka teori adalah 28 jam; dan
2) Jumlah jam per minggu pelajaran praktik adalah 22 jam.
f. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah
setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di industri
setara dengan satu jam tatap muka.
g. Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan di SMK Negeri 1 Kendit
adalah:
1) Kelas X : 44 Pekan
2) Kelas XI : 44 pekan
3) Kelas XII : 35 Pekan
h. Penghitungan jam terstruktur untuk paket keahlian Teknik Sepeda
Motor dilakukan melalui langkah-langkah:
1) Ketersediaan jam efektif tatap muka yang tersedia pada
kalender akademik
2) Melakukan analisis konten silabus berdasarkan ketersediaan
jam pembelajaran pada minggu efektif tatap muka.
3) Selanjutnya, hasil analisis konten yang dipadukan dengan jam
pembelajaran dijadikan sebagai jam terstruktur di SMK Negeri
1 Kendit.
i. Waktu pelaksanaan praktik kerja industri adalah 3 bulan/12
pekan (sistem blok) atau ekuivalen dengan 600 jam tatap muka.
Jumlah perkiraan alokasi waktu pembelajaran yang dibutuhkan
selama 3 tahun pembelajaran adalah sebagaimana tabel di bawah
ini.

Jumlah jam Minggu Efektif Waktu


Satu jam pemb. tatap
Kelas pemb. Per per tahun pembelajaran
muka (menit)
minggu ajaran per tahun
X 40 50 44 2200
XI 40 50 44 2200
XII 40 50 35 1750

Dari tabel di atas diketahui bahwa:


1) waktu efektif KBM peserta didik kelas X selama satu tahun
adalah 38 pekan efektif pembelajaran dan 1900 jam
pembelajaran;
2) waktu efektif KBM peserta didik kelas XI selama satu tahun
adalah 27 pekan efektif pembelajaran di sekolah, 11 pekan di
dunia usaha/industri (melaksanakan PKL) sehingga total
pembelajaran juga ekuivalen dengan 1900 jam pembelajaran di
sekolah;
3) waktu efektif KBM peserta didik kelas XII selama satu tahun
adalah 31 pekan efektif pembelajaran dan 1550 jam pembelajaran
di sekolah. Peserta didik, pada bulan April, minggu ke dua sudah
melaksanakan UN, dan setelah itu sudah tidak berada di sekolah
untuk mengikuti pembelajaran;
4) waktu efektif pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik untuk
menamatkan pembelajaran di SMK Negeri 1 Kendit dengan
jumlah total 97 pekan efektif adalah 4850 jam pembelajaran.
Strategi Pelaksanaan dan Jadwal Pembelajaran
Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor telah mengimplementasikan
kurikulum 2013 dalam pelaksanaan pembelajaran sejak tahun pelajaran
2013/2014. Hal ini sesuai dengan sesuai dengan arahan kepala dinas
pendidikan Kabupaten Situbondo, bahwa seluruh sekolah baik negeri maupun
swasta dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas/kejuruan wajib
mengimplementasikan kurikukulum 2013. Adapun materi pembelajaran dan
durasi waktu pembelajaran selama 3 tahun seperti dijabarkan pada Tabel 2 di
bawah ini.
Kegiatan pembelajaran dimulai pada pukul 06.45 s/d 15.05. Dengan
dua kali istirahat pada pukul 09.25 selama 15 menit dan istirahat kedua
pukul 11.45 s/d 12.25 untuk melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah.
Dan kegiatan belajar berakhir pada pukul 15.05. setelah proses KBM selesai
dilanjutkan pelaksanaan sholat Azhar berjamaah, setelah itu dilaksanakan
kegiatan ekstrakurikuler. Pada hari Jum’at dilaksanakan sholat Jum’at
berjamaah bagi peserta didik laki-laki sedangkan peserta didik perempuan
melaksanakan kegiatan baca tulis Al-Quran bersama Guru Wanita yang telah
ditunjuk. Selanjutnya peserta didik melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler
wajib yaitu pramuka.
Kegiatan pembelajaran di industri (Prakerin) dilaksanakan pada
semester 4 (kelas XI) selama 3 bulan dengan sistem blok 3 bulan secara
langsung.
Jadwal Kegiatan belajar Mengajar di SMK Negeri 1 Kendit

Jam Ke
Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at

06.45 - 07.25     
07.25 - 08.05     
08.05 - 08.45     
08.45 - 09.25     
09.25 - 09.45 Istirahat I
09.45 - 10.25     
10.25 - 11.05     
11.05 - 11.45    
11.45 - 12.25 Istirahat II
12.25 - 13.05    
13.05 - 13.45    
13.45 - 14.25    
14.25 - 15.05    
15.05 - 14.00 Kegiatan Ekstra Kurikuler

2. Pengaturan penjurusan
Pemilihan peminatan yang tepat dan mempunyai arti penting bagi
prospek kehidupan peserta didik masa depan adalah tidak mudah, untuk
itu memerlukan layanan bantuan tepat yang dilakukan oleh tenaga
profesional. Dalam konteks ini, Guru BK/Konselor dipandang paling tepat
untuk memfasilitasi pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik.
Aspek yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan pemilihan dan
penetapan peminatan peserta didik SMK Negeri I Kendit dapat meliputi
prestasi belajar, prestasi non akademik, nilai ujian nasional, pernyataan
minat peserta didik, cita- cita, perhatian orang tua. Uraian aspek-aspek
dalam pemilihan dan penetapan peminatan peserta didik sebagai berikut :
1. Prestasi belajar yang telah dicapai selama proses pembelajaran
merupakan cerminan kecerdasan dan potensi akademik yang dimiliki.
Prestasi belajar peserta didik pada kelas VII, VIII, dan IX merupakan
profil kemampuan akademik peserta didik, yang dapat dijadikan dasar
pertimbangan pokok dalam peminatan. Profil kondisi prestasi belajar
yang dicapai dapat sebagai prediksi keberhasilan belajar selanjutnya.
Kesungguhan dan keajegan belajar dapat berpengaruh positif
terhadap peningkatan prestasi belajar pada program pendidikan
selanjutnya. Data prestasi belajar diperoleh melalui teknik
dokumentasi dan diharapkan semua calon peserta didik
menyerahkan fotokopi raport SMP/MTS yang disyahkan oleh kepala
sekolah yang bersangkutan.
2. Prestasi non akademik merupakan cerminan bakat tertentu
pada diri peserta didik. Prestasi non akademik yang telah dicapai,
seperti kejuaraan dalam lomba melukis, menyanyi, menari, pidato,
bulu tangkis, tenis meja, dll, merupakan indikasi peserta didik
memiliki kemampuan khusus/bakat tertentu. Terdapat relevansi
antara kejuaraan suatu lomba dengan kemudahan melakukan aktivitas
dan keberhasilan belajar mata pelajaran tertentu yang sesuai dengan
kemampuan khusus yang dimiliki. Data ini dapat diperoleh melalui
isian (angket) yang disiapkan dan teknik dokumentasi berupa fotokopi
piagam penghargaan yang dimiliki calon peserta didik sejak Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
3. Nilai ujian nasional (UN) yang dicapai merupakan cerminan
kemampuan akademik mata pelajaran tertentu berstandar nasional.
Prestasi belajar dapat sebagai pertimbangan untuk pemilihan dan
penetapan peminatan peserta didik. Diasumsikan bahwa peserta
didik tidak mengalami kecelakaan fisik atau psikis dan kebiasaan
belajar tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, maka nilai
UN tepat sebagai pertimbangan penetapan peminatan peserta
didik sesuai kelompok mata pelajarannya. Nilai UN diperoleh melalui
teknik dokumentasi berupa fotokopi daftar nilai UN dan daftar
isian (angket) yang disiapkan.
4. Pernyataan Minat Peserta Didik dalam belajar tinggi ditunjukkan
dengan perasaan senang yang mendalam terhadap peminatan
tertentu (mata pelajaran, bidang studi keahlian, program studi
keahlian, kompetensi keahlian) berkontribusi positif terhadap proses
dan hasil belajar. Peserta didik merasa senang, antusias, tidak merasa
cepat lelah, sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran di
sekolah maupun aktivitas belajar di rumah disebabkan memiliki minat
yang tinggi terhadap apa yang dipelajarinya. Pernyataan minat dapat
secara tertulis. Pernyataan mencerminkan apa yang diinginkan dan
merupakan indikasi akan kesungguhan dalam belajar sebab aktivitas
belajar berkaitan erat dengan minatnya.
5. Cita-cita peserta didik untuk studi lanjut, pekerjaan, dan jabatan
erat hubungannya dengan potensi yang dimilikinya dan
dipengaruhi oleh hasil pengamatan terhadap figur dan keberhasilan
seseorang/sekelompok dalam kehidupannya. Di samping itu, atas
dasar informasi yang diperoleh baik secara langsung maupun tidak
langsung juga berpengaruh terhadap munculnya cita-cita peserta
didik. Informasi yang jelas dan prospesktif juga dapat merangsang
munculnya cita-cita. Keinginan yang kuat untuk mencapai bidang studi
lanjut, jabatan, dan pekerjaannya sangat berpengaruh positif terhadap
aktivitas belajar. Sinkronisasi antara cita-cita dengan potensi
peserta didik dan prestasi yang dicapai dengan kesempatan belajar
untuk mencapai cita-cita, dapat menumbuhkan semangat belajar yang
dipilihnya.
6. Perhatian orang tua, fasilitasi dan latar belakang keluarga
berpengaruh positif terhadap kesungguhan-ketekunan-kedisiplinan
dalam belajar. Restu orang tua merupakan kekuatan spiritual yang
dapat memberikan kemudahan yang dirasakan oleh peserta didik
dalam belajar dan mencapai keberhasilan belajar. Anak mempunyai
hubungan emosional dengan orang tua, juga berkaitan dengan
semangat belajar. Intensitas hubungan orang tua dengan anak dapat
menumbuhkan motivasi belajar yang berdampak kualitas proses dan
hasil belajar. Namun disadari bahwa yang belajar adalah anak, dan
orang tua sebatas mengharapkan hasil belajar anak dan
memfasilitasi belajar. Untuk itu, perhatian, fasilitasi, dan harapan
orang tua terhadap peminatan peserta didik penting dipertimbangkan,
namun bukan sebagai penentu peminatan. Bila terdapat perbedaan
antara peminatan peserta didik dengan orang tua, maka yang perlu
dikaji lebih mendalam adalah prospek peminatan dan kesiapan belajar
anak. Orang tua diharapkan lebih pada memberikan dukungan atas
pilihan peminatan putra-putrinya.
Peminatan peserta didik di SMK Negeri 1 Kendit khususnya di Paket
keahlian Teknik Sepeda Motor dilakukan pada saat pendaftaran peserta
didik baru. Calon peserta didik baru diarahkan untuk memilih dua paket
keahlian yang menjadi minat dan bakat peserta didik. Selanjutnya, dari
kedua pilihan peserta didik baru tersebut akan dilakukan penskoran dan
ranking sesuai dengan kuota pada paket keahlian Teknik Sepeda Motor.
Bagi peserta didik yang tidak dapat lolos pada pilihan kesatu,
otomatis pilihan peminatan peserta didik adalah pilihan paket
kompetensi yang kedua. Bagi peserta didik yang sudah merasa yakin atas
pilihannya, dan berhasil lolos dalam seleksi peminatan dapat langsung
mengikuti proses pembelajaran di kelasnya.
Namun, bagi peserta didik yang merasa yakin dengan pilihan paket
keahlian, namun tidak lolos atau peserta didik masih bingung denga
pilihan peminatannya, pihak Paket keahlian bekerja sama dengan Pokja
Kurikulum, Kesiswaan dan Bimbingan Konseling akan melakukan
pendekatan dengan beberapa teknik di antaranya sebagai berikut :
a) Dokumentasi, sebagai teknik untuk memperoleh data prestasi belajar
berdasarkan buku raport peserta didik kelas VII, VIII, dan IX serta nilai
ujian nasional di SMP/MTs. Data ini dapat digunakan untuk analisis
perkembangan belajar peserta didik yang merupakan cerminan
kesungguhan belajar, kecerdasan umum dan kecerdasan khusus yang
dimaknakan dari mata pelajaran yang ditempuh yang relevan dengan
bidang keahlian atau jenis peminatan peserta didik.
b) Angket, sebagai teknik untuk memperoleh data tentang minat belajar
peserta didik dan perhatian orang tua. Isian minat belajar peserta didik
dapat dipergunakan untuk penetapan peminatan sebab isian minat
merupakan pernyataan pikiran dan perasaan serta kemauan peserta
didik. Isian perhatian orang tua merupakan bukti tertulis yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenaran data tersebut.
c) Wawancara, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk mengklarifikasi
isian angket dan hal lain yang diperlukan.
d) Observasi, sebagai teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh
data kondisi fisik dan perilaku yang nampak sebagai bahan
pertimbangan dalam penetapan peminatan peserta didik.
e) Mengundang wali peserta didik, sebagai teknik pendekatan untuk
memperoleh informasi tentang latar belakang dan motivasi keluarga
dalam hal peminatan peserta didik.

Pemilihan lintas minat dan pendalaman minat bagi peserta didik.


Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 1 Kendit BELUM
MELAKSANAKAN PEMILIHAN LINTAS MINAT.

Perpindahan atau mutasi peserta didik.


Mutasi atau perpindahan peserta didik dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu:
a. Mutasi Intern
Mutasi intern adalah mutasi yang dilakukan oleh sekolah itu
sendiri misalnya perpindahan kelas atau perpindahan jurusan.
b. Mutasi Ekstern
Mutasi ekstern adalah perpindahan peserta didik atau peserta didik
dari satu sekolah ke sekolah lain. Akan tetapi pada sekolah-
sekolah negeri hal ini menjadi persoalan, sedangkan dalam sekolah
swasta tidak menimbulkan persoalan. Mengenai perpindahan
peserta didik (mutasi peserta didik) dari sekolah ke sekolah lain
dengan beberapa ketentuan di antaranya:
- Pembatasan wilayah
Peserta didik tidak diperkenankan atau diperbolehkan pindah dari
sekolah ke sekolah lain tanpa alasan tertentu yang mendasar
misalnya orang tua pindah tempat kerja dan anak ikut saudaranya
di kota lain atau ikut orang tuanya. Untuk itu peserta didik harus
pindah sekolah.
- Status sekolah
Peserta didik dari sekolah swasta walaupun memiliki mutu yang
lebih baik dari pada sekolah negeri tidak diperkenankan untuk
pindah ke sekolah negeri. Sekolah-sekolah negeri hanya
diperkenankan peserta didik pindahan dari sekolah negeri kecuali
peserta didiknya itu memiliki nilai yang lebih atau standar dengan
sekolah-sekolah negeri.
i) Jenis sekolah
Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, mutasi hanya dapat dilakukan
dengan beberapa ketentuan di antaranya:
- Peserta didik kelas X, diperkenankan pindah jika bidang
keahliannya serumpun seperti paket keahlian Multi Media akan
pindah ke paket keahlian Teknik Sepeda Motor yang masih satu
bidang keahlian yaitu Teknologi dan Informasi, selambat-lambatnya
dalam satu semester. Mata pelajaran pada kelas X, masih sama
yaitu mata pelajaran kelompok C.1 dasar bidang keahlian.
- Peserta didik kelas XI diperkenankan melakukan mutasi jika
bidang keahlian maupun paket keahlian yang sama. Peserta didik
kelas XII diperkenankan melakukan mutasi dengan berbagai
pertimbangan urgen, sebelum pengajuan daftar peserta ujian
nasional. Jika pengajuan peserta ujian nasional sudah diajukan,
maka peserta didik yang bersangkutan tidak diperkenankan
melakukan mutasi.
Semua ketentuan tersebut di atas, dapat dilakukan jika kedua belah
pihak (sekolah yang melepas dan sekolah yang menerima) menyetujui
proses mutasi tersebut.

3. Mekanisme/prosedur PKL
Perbedaan mendasar antara pembelajaran di SMA dan SMK
adalah pembelajaran di SMK dilaksanakan di dua tempat, yaitu di
sekolah dan dunia usaha/industri dalam rangka memenuhi kebutuhan
peserta didik yaitu sinkronisasi terhadap kompetensi keahlian yang
dipelajari di sekolah dengan yang ada di dunia usaha/industri,
sekaligus merupakan wahana berkontribusi bagi dunia kerja (DU/DI)
terhadap upaya pengembangan pendidikan di SMK.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada paket keahlian Teknik


Sepeda Motor antara lain sebagai berikut.
a. Mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem
Ganda (PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan (DU/DI) yang
memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di
sekolah (SMK) dan program latihan penguasaan keahlian di dunia
kerja (DU/DI).

b. Membagi topik-topik pembelajaran dari Kompetensi Dasar yang


dapat dilaksanakan di sekolah (SMK) dan yang dapat dilaksanakan
di Institusi Pasangan (DU/DI) sesuai dengan sumber daya yang
tersedia di masing-masing pihak.

c. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik


dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang
berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.

d. Memberikan bekal etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk
memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja
global.

e. Memberikan wawasan, pengalaman langsung kewirausahaan dlam


hal mengelola usaha bengkel, baik dari aspek tata kelola spare part,
barang bekas, perhitungan ongkos/ biaya servis, hingga menjalin
komunikasi dan hubungan baik dengan pelanggan.

Pelaksanaan Program PKL di SMK Negeri 1 Kendit dilaksanakan


dengan beberapa tahapan yaitu:
1) Pemetaan Industri

Pemetaan industri merupakan proses analisis kompetensi


dasar (KD) dan topik pembelajaran/pekerjaan pada mata pelajaran
paket keahlian serta memetakannya berdasarkan kemungkinan
atau peluang dilaksanakan pembelajaran topik-topik tersebut di
masing-masing DU/DI yang menjadi institusi pasangan, dilakukan
sebelum penyusunan program PKL. Pemetaan industri bertujuan
untuk memperoleh Institusi Pasangan (DU/DI) yang sesuai dengan
KD yang sedang ditekuni oleh peserta didik, serta meningkatkan
jalinan hubungan kerja sama antara sekolah dengan dunia kerja
(DU-DI).
Pemetaan industri adalah proses menganalisis KD dan topik-
topik pembelajaran atau pekerjaan yang ada dalam silabus,
dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung/sumber daya
yang dimiliki pihak sekolah (SMK) dan pihak institusi pasangan
(DU/DI). Berdasarkan pertimbangan ketersediaan sumber daya
masing-masing institusi pasangan tersebut, diperoleh kejelasan
tentang berapa dan mana saja KD dan topik-topik
pembelajaran/pekerjaan yang dapat dipelajari oleh peserta didik
dalam kegiatan PKL di DU/DI yang menjadi mitra sekolahnya.

Peta industri dibuat berdasarkan hasil analisis KD dan topik-


topik pembelajaran/pekerjaan tersebut. Format untuk
menganalisis KD di Paket Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK
Negeri 1 Kendit adalah sebagai berikut.

Analisis Kompetensi Dasar pada Paket Keahlian


Nama Sekolah : .....................
Program Keahlian : .....................
Paket Keahlian : .....................

Pelaksanaan
Topik Pembelajaran*)
Kompetensi
Pembelajaran/ Institusi
Dasar
Pekerjaan Sekolah (√) Pasangan/
DU-DI (√)
4.1
4.2
4.3
4.4
Dst ...
*) Keterangan: Topik-topik pembelajaran/pekerjaan yang belum
mendapat porsi pembelajaran yang cukup di sekolah (daya
dukung sekolah belum optimal) diprioritaskan untuk
pembelajaran di institusi pasangan /industri.

Setelah sekolah melakukan analisis KD dan topik-topik


pembelajaran pada mata pelajaran paket keahlian, dibuatlah
pemetaan KD dan topik-topik yang akan dilakukan pembelajaran
pada institusi pasangan/industri (pemetaan industri). Format
pemetaan industri untuk pembelajaran di institusi pasangan
(DU/DI) dapat menggunakan contoh sebagai berikut.
Pemetaan Industri untuk Pembelajaran di Institusi Pasangan/
Industri
Nama Sekolah : .....................
Program Keahlian : .....................
Paket Keahlian : .....................
Mata Topik Peluang Pembelajaran di
Pelajaran/ Pembelajaran/ Institusi Pasangan/DU-DI *)
Kompetensi Pekerjaan DU-DI DU-DI DU-DI Dst.....
Dasar A B C .
4.1
4.2
4.3
Dst ...
*) Keterangan: Kolom DU/DI diisi dengan ada atau tidak ada
sesuai hasil analisis bersama antara pihak sekolah dengan
institusi pasangan (DU/DI).

2) Program PKL

Berdasarkan hasil pemetaan industri, selanjutnya sekolah


yang dalam hal ini Pokja Humas dan ketua paket keahlian
bersama guru produktif Teknik Sepeda Motor menyusun program
PKL yang memuat sejumlah kompetensi dasar yang akan
dipelajari peserta didik di dunia kerja (dunia usaha/industri).
Kompetensi dasar yang tidak dapat dilakukan pembelajarannya
di industri wajib dilaksanakan di sekolah.

Rancangan program PKL sebagai bagian integral dari


program pembelajaran perlu memperhatikan kesiapan institusi
pasangan/industri dalam melaksanakan pembelajaran
kompetensi tersebut. Hal ini dimaksudkan agar dalam
pelaksanaannya, penempatan peserta didik tepat sasaran sesuai
dengan kompetensi yang dipelajari. Program PKL di SMK Negeri 1
Kendit menggunakan format sebagaimana berikut:
Program Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Nama Peserta Didik : ...............................................
Kelas : ...............................................
Nama Industri :...............................................
Nama Pembimbing :...............................................
Alamat :...............................................
Waktu PKL :...............................................

Kompetensi Tanggal
Topik Pembelajaran/Pekerjaan
Dasar Pelaksanaan
* Kondisi-
onal,
tergantung
kondisi
pelanggan

Keterangan: Kolom KD, topik pembelajaran/pekerjaan, dan


tanggal pelaksanaan diisi sesuai kondisi di lapangan
(berkaitan dengan pelanggan).

3) Waktu Pelaksanaan PKL


Paket keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 1 Kendit
melaksanakan PKL sesuai dengan Permendikbud Nomor 60
Tahun 2014 yang menyatakan bahwa PKL dapat dilaksanakan
menggunakan sistem blok selama setengah semester (sekitar 3
bulan), yaitu dari bulan Januari hingga pertengahan bulan April
pada kelas XI semester genap.

4) Pembekalan Program PKL


Pembekalan program PKL kepada peserta didik dan penyampaian
informasi kepada orang tua dilakukan pada awal kegiatan.
Program tersebut memberikan pemahaman tentang kegiatan
belajar yang harus dilakukan di institusi pasangan/industri.
Materi pembekalan PKL bagi peserta didik antara lain meliputi:
 Karakteristik budaya kerja di industri
 Tata krama di industri
 Penyusunan jurnal
 Pembuatan laporan
Pemberian informasi program PKL kepada orang tua, antara lain
meliputi:
 Maksud dan tujuan PKL
 Budaya kerja industri
 Tata krama di industri
 Pembiayaan operasional peserta didik yakni akomodasi,
konsumsi dan transportasi selama pelaksanaan di lokasi PKL
(Life cost).

5) Penetapan Pembimbing
Pembimbing PKL terdiri dari pembimbing internal sekolah dan
pembimbing eksternal sekolah (pihak industri). Pembimbing dari
pihak sekolah adalah guru yang bertanggung jawab terhadap
pembelajaran kompetensi yang pembelajarannya dilaksanakan
di institusi pasangan/industri, dan pembimbing eksternal dari
industri yang sekaligus bertindak selaku instruktur yang
mengarahkan peserta didik dalam melakukan pekerjaannya di
institusi pasangan/industri.

6) Pelaksanaan Program PKL


a. Jurnal Kegiatan PKL
Selama melakukan kegiatan pembelajaran di institusi
pasangan/industri, peserta didik wajib menyusun jurnal
kegiatan PKL. Jurnal PKL pada paket keahlian teknik sepeda
motor dirancang tidak hanya sebagai laporan pekerjaan yang
diberikan pembimbing bengkel kepada siswa dalam aspek
kompetensi servis/perbaikan dan perawatan sepeda motor
saja, melainkan juga sebagai bekal siswa untuk menjadi
wirausahawan di bidang bengkel sepeda motor.
Siswa PKL paket keahlian Teknik Sepeda Motor juga
diharapkan dapat melakukan estimasi biaya servis/
perbaikan terhadap satu pekerjaan yang mereka lakukan
saat di bengkel. Hal tersebut tertuang dalam format jurnal
siswa PKL sebagaimana berikut:
Format Jurnal Kegiatan PKL Paket Keahlian TSM SMK
Negeri 1 Kendit

Nama Peserta Didik : ...............................................


Nama Industri : ...............................................
Alamat : ...............................................
Nama Pembimbing : ...............................................
Waktu PKL : ...............................................

Solusi / Ongko
Jenis Permasalaha
Hari No Penyeba langkah s Paraf
Kendaraa n / gejala
/ tgl . b perbaika Servis* Du/Di
n kerusakan
n

*) diisi berdasarkan pengamatan, dan diskusi dengan pembimbing di


bengkel.

b. Pelaporan PKL
Pelaporan hasil praktik kerja lapangan disusun oleh peserta
didik secara berkelompok pada satu dunia usaha/industri.
Proses pembuatan laporan dilakukan oleh peserta didik di
bawah binaan pembimbing institusi pasangan/industri dan
pembimbing sekolah. Pembuatan laporan dilakukan dengan
cara mengkompilasi catatan-catatan pengalaman belajar dari
seluruh pekerjaan/kegiatan pembelajaran di institusi
pasangan/industri yang berasal dari jurnal kegiatan PKL. Hasil
kompilasi tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk laporan.

Sistematika laporan PKL pada paket keahlian Teknik Sepeda


Motor secara ringkas adalah sebagai berikut.
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Daftar Isi
Daftar Gambar (jika ada)
Daftar Lampiran
BAB I. PENDAHULUAN
BAB II. PROSES DAN HASIL BELAJAR DI INDUSTRI (DU/DI)
BAB III. PENUTUP

Laporan hasil kegiatan PKL di institusi pasangan/industri


digunakan sebagai bahan penilaian peserta didik.

7) Penilaian PKL
Penilaian PKL pada paket keahlian Teknik Sepeda Motor SMK
Negeri 1 Kendit meliputi penilaian hasil belajar peserta didik
selama mengikuti program PKL dan penilaian terhadap
penyelenggaraan program PKL.

a. Penilaian peserta didik


Penilaian hasil belajar peserta didik selama pelaksanaan
program PKL dilakukan secara menyeluruh mencakup ranah
sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian hasil belajar
peserta didik di institusi pasangan/industri dilakukan oleh
pembimbing industri, sedangkan instrumen penilaiannya
disiapkan oleh sekolah. Prinsip-prinsip penilaian hasil belajar
peserta didik di institusi pasangan/industri adalah sama dengan
penilaian hasil belajar di sekolah.

1) Penilaian hasil belajar ranah sikap


Instrumen dan Rubrik Penilaian Ranah Sikap
Nama Nilai
Tanggung
Peserta Jujur Disiplin Santun Akhi
No Jawab
didik/ r
Kelompok 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
Keterangan:
4 = jika empat indikator terlihat
3 = jika tiga indikator terlihat
2 = jika dua indikator terlihat
1 = jika satu indikator terlihat

Indikator Penilaian Sikap:


Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang
sebenarnya.
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi.
c. Tidak mencontek atau melihat data/pekerjaan orang lain.
d. Mencantumkan sumber belajar dari yang
dikutip/dipelajari.

Tanggung Jawab
a. Pelaksanaan tugas piket secara teratur.
b. Peran serta aktif dalam kegiatan diskusi kelompok.
c. Mengajukan usul pemecahan masalah.
d. Mengerjakan tugas sesuai yang ditugaskan.

Disiplin
a. Tertib mengikuti instruksi.
b. Mengerjakan tugas tepat waktu.
c. Tidak melakukan kegiatan yang tidak diminta.
d. Tidak membuat kondisi kelas menjadi tidak kondusif.

Santun
a. Berinteraksi dengan teman secara ramah.
b. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung
perasaan.
c. Menggunakan bahasa tubuh yang bersahabat.
d. Berperilaku sopan.

Nilai akhir ranah sikap diperoleh dari modus (skor yang


paling sering muncul) dari keempat aspek sikap di atas.
Kategori nilai sikap:
a. Sangat baik jika memperoleh nilai akhir 4
b. Baik jika memperoleh nilai akhir 3
c. Cukup jika memperoleh nilai akhir 2
d. Kurang jika memperoleh nilai akhir 1

2) Penilaian hasil belajar ranah pengetahuan


Penilaian ranah pengetahuan dapat dilakukan:
a) Test Tanya Jawab
 Tes tanya jawab, pembimbing memberi pertanyaan kepada
peserta didik.
 Pertanyaan yang diajukan harus sesuai dengan IPK yang
akan dicapai.
 Disiapkan pedoman penskoran 1 – 4 (rubrik).

b) Test Tertulis
 Bentuk soal uraian/soal pilihan ganda.
 Instrumen soal mengacu IPK yang akan dicapai.
 Disiapkan pedoman penskoran 1-4 (rubrik).

3) Penilaian hasil belajar ranah keterampilan


Penilaian ranah keterampilan dapat dilakukan melalui:

 Soal penugasan mengacu IPK yang akan dicapai.


 Disiapkan instrumen observasi dan pedoman penskoran 1-4
(dilengkapi rubrik).

b. Penilaian penyelenggaraan program PKL


Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik
guna meningkatkan mutu penyelenggaraan program PKL di SMK
Negeri 1 Kendit. Lingkup penilaian penyelenggaraan program PKL
meliputi aspek perencanaan dan pelaksanaan. Instrumen
penilaian penyelenggaraan PKL dapat menggunakan daftar cek
(check list) dengan contoh format sebagai berikut.
Format Penilaian Penyelenggaraan PKL
Nama Peserta Didik : ...........................................
Kelas : ...........................................
Nama Industri : ...........................................
Nama Pembimbing : ...........................................
Alamat : ...........................................
Waktu PKL : ...........................................

Check (√)
No. Uraian
Ya Tdk

1. Program PKL diawali melalui kegiatan pemetaan


industri oleh sekolah
2. Pembekalan program PKL dilakukan oleh pihak
sekolah kepada peserta didik yang akan
melakukan pembelajaran PKL
3. Materi pembekalan program PKL sangat
membantu peserta didik dalam pelaksanaan
pembelajaran di institusi pasangan/ industri
4. KD yang telah disepakati antara sekolah dan
industri (program PKL) dapat direalisasikan
dalam kegiatan pembelajaran PKL di institusi
pasangan /industri
5. Pembelajaran PKL di institusi pasangan/industri
menambah wawasan dan pengalaman nyata
peserta didik dalam dunia kerja
6. Pembelajaran PKL di institusi pasangan/industri
menambah keterampilan peserta didik sesuai
program keahlian
7. Pembelajaran PKL di institusi pasangan/industri
menambah pengetahuan peserta didik sesuai
program keahlian
8. Pembelajaran PKL di institusi pasangan/industri
menambah nilai-nilai disiplin, kerja keras, dan
tanggung jawab
9. Pembimbing selama pembelajaran PKL di Institusi
pasangan/industri, berperan dengan baik
10. Selama pembelajaran PKL di institusi pasangan/
industri peserta didik mengalami hambatan-
hambatan yang sangat berarti.
4. Sistem Penilaian
a. Penilaian Harian
b. Ujian Tengah Semester
c. Ujian Akhir Semester
d. Ujian Tingkat Kompetensi
e. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi
f. Ujian Sekolah Berstandar Nasional
g. Ujian Sekolah
h. Ujian Nasional
j. Ujian Kompetensi Keahlian
5. Pelaporan hasil belajar
6. Kriteria Ketuntasan Minimal
7. Kriteria kenaikan kelas
8. Kriteria kelulusan
9. Mutasi peserta didik
10. Pendidikan kecakapan hidup
BAB VI PROGRAM MUATAN LOKAL, EKSTRAKURIKULER,
PENUMBUHAN KARAKTER, LITERASI DAN BIMBINGAN
KONSELING,
A. Muatan Lokal
1. Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan daerah ( Peraturan
Gubernur )
2. Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang
dilaksanakan sesuai kebutuhan peserta didik dan
karakteristik sekolah
B. Kegiatan Ekstra Kurikuker
1. Ekstra Kurikuler Wajib
2. Ekstra Kurikuler Tambahan
C. Penumbuhan Karakter
1. Rasional
2. Lima nilai utama
3. Sembilan pertumbuhan karakter
D. Literasi
1. Pengertian, Tujuan
2. Model program literasi
3. Pentahapan Kegiatan dan penilaian
E. Strategi Pelayanan Bimbingan Kejuruan
1. Konsep dan Fungsi Layanan BK
2. Asas Pelayanan
3. Komponen Program BK ( Program & layanan )
4. Struktur Program
5. Bentuk Layanan BK ( Dalam dam luar kelas )

BAB VII KALENDER


PENDIDIKAN
BAB VIII PENUTUP
LAMPIRAN
1. SK. Kepala Sekolah tentang Pembetukan Tim Penjaminan
Mutu Sekolah
2. SK. Tim pelaksana Supervisi dan penilaian kinerja Tendik
3. SK. Tim Pengembang Kurikulum
4. SK. Tentang Penentuan KKM
5. SK. Tentang Kalender Pendidikan Sekolah