Anda di halaman 1dari 3

Model disperse Gaussian merupakan salah satu model perhitungan yang

banyak digunakan untuk mensimulasikan pengaruh emisi terhadap kualitas

udara. Model Gaussian merupakan bentuk persamaan matematika yang dapat

dimasukkan kedalam perhitungan variable yang bersifat fisik dan diberikan

informasi yang lebih detail mengenai sumber polutan pada suatu daerah yang

diteliti (Bakar, 2006).

Pada persamaan Gauss, penyebaran pencemar pada arah vertikal dan

horizontal diasumsikan terjadi secara difusi yang sederhana di sepanjang arah

angin berhembus. Berikut adalah bentuk persamaannya:

Dimana:
χ : Konsentrasi pencemar (g/m3)
Q : Laju emisi pencemar (g/s)
u : Kecepatan angin pada ketinggian cerobong (m/s)
σy : Standar deviasi konsentrasi pencemar dalam arah-y (m)
σz : Standar deviasi konsentrasi pencemar dalam arah-z (m)
y : Jarak horizontal reseptor dari sumber dalam arah-y
z : Jarak vertikal reseptor dari sumber dalam arah-y
H : Tinggi efektif pencemar (hs + H)
H : Plume rise
Persamaan tersebut memiliki beberapa asumsi, yaitu:

(a) Penyebaran kepulan memiliki distribusi normal/Gauss

(b) Laju emisi (Q) konstan dan berkesinambungan

(c) Kecepatan dan arah angin uniform

(d) Kondisi pencemar steady state, atau tidak akan berubah terhadap waktu

(e) Reaksi yang melibatkan senyawa pencemar di udara diabaikan

Persamaan ini umumnya digunakan untuk memprediksi konsentrasi

pencemar yang diemisikan oleh suatu cerobong asap.


Pada gambar, terlihat bahwa pencemar hanya terdispersi ke arah dimana

angin (u) berhembus, maka dari itu persamaan Gauss memiliki asumsi bahwa

angin berhembus ke arah yang sama dengan magnitudo yang konstan sepanjang

waktu (1 tahun). Terlihat pula bahwa ketinggian efektif pencemar (H) lebih tinggi

dibandingkan dengan ketinggian cerobongnya (hs), sehingga parameter H harus

dihitung terlebih dahulu, yaitu dengan cara menambahkan hs dengan plume rise-

nya. Nilai plume rise ini bergantung pada banyak parameter, sehingga penentuan

nilainya akan dibahas pada tulisan tersendiri (Lazaridis, 2011).

Sampai saat ini, model Gaussian tetap dianggap paling tepat untuk

melukiskan secara matematis pola 3 dimensi dari perjalanan semburan (plume)

emisi. Dari sumbernya, emisi polutan akan bergerak sebagai plume mengikuti arah

angin dan menyebar kea rah samping dan vertical. Konsentrasi polutan akan lebih

tinggi di garis tengah plume dan rendah di daerah-daerah tepi plume. Semakin ke

tepi, konsentrasi semakin rendah.

Gambar 2.1 Model Dispersi Gaussian


Jika diamati, distribusi konsentrasi plume memiliki bentuk yang sama

dengan kurva distribusi normal atau kurva Gaussian. Formula perhitungan C

yang mengikuti model Gaussian ini dikembangkan pertama kali oleh Sir Graham

Sutton di Tahun 1947.