Anda di halaman 1dari 27

PENGGUNAAN MEDIA IKLAN NIAGA UNTUK

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN


PERSUASI PADA SISWA KELAS X MA NURUL
HUDA TAHUN AJARAN 2017 / 2018

Guru Pengampu :

NUR RATIFAH, S. Pd

MADRASAH ALIYAH SWASTA NURUL HUDA


2017 / 2018
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar
mengajar. Di samping dapat menarik perhatian siswa, media pembelajaran juga dapat
menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam setiap mata pelajaran. Penelitian tindak
kelas Bahasa Indonesia Dalam penerapan media pembelajaran di sekolah, guru dapat
menciptakan suasana belajar yang menarik perhatian dengan memanfaatkan media
pembelajaran yang kreatif, inovatif dan variatif sehingga pembelajaran dapat berlangsung
dengan mengoptimalkan dan berorientasi pada prestasi belajar.
Dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia media pengajaran sangat diperlukan
untuk meningkatkan empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Di antara empat
keterampilan berbahasa tersebut yang paling sulit adalah keterampilan menulis. Syamsudin
(1993: 11) dalam Yuniarti (2009:5) menyatakan bahwa keterampilan menulis adalah
keterampilan yang paling sulit jika dibandingkan dengan keterampilan lainnya, seperti
membaca dan menyimak untuk memperoleh informasi dan ide untuk dituangkan dalam
tulisan. contoh bahasa indonesia smk lengkap
Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa harus dipandang sebagai proses, yaitu
menulis perlu dilakukan melalui tahapan-tahapan yang meliputi (1) tahapan prapenulisan atau
persiapan menulis, (2) tahapan penulisan, dan (3) tahapan pascapenulisan. Tahap
prapenulisan (persiapan) penulisan perlu dilakukan kegiatan: (a) penetapan tema, (b)
mempertimbangkan maksud penulisan, (c) memperhatikan sasaran pembaca, (d)
mengumpulkan informasi, dan (e) mengorganisasikan ide atau membuat kerangka tulisan.
Tahap penulisan meliputi kegiatan: (a) pengenalan ide atau gagasan penulisan, (b) pemaparan
ide atau gagasan tulisan, dan (c) menyimpulkan ide atau gagasan tulisan. Tahap
pascapenulisan dilakukan: (a) editing, dan (b) revisi tulisan.
Tarigan (1994: 3) berpendapat, “Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa
yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan
orang lain. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, tetapi harus melalui
latihan dan praktik yang baik dan teratur.”
Meskipun uraian sebelumnya menyatakan bahwa keterampilan menulis dianggap sebagai
keterampilan berbahasa yang sangat sulit dan kompleks, seperti keterampilan menulis ini
sangat penting dikuasai oleh siswa. Sejalan dengan pernyataan itu, Akhadiah (1998:1)
mengemukakan bahwa selain dapat menolong siswa untuk berpikir secara kritis, kegiatan
menulis juga merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang
dialami siswa di sekolah. Oleh karena itu, keterampilan menulis merupakan salah satu tujuan
dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Namun, pengajaran menulis di sekolah belum berjalan
dengan baik. Selama ini pembelajaran menulis di sekolah hanya mendapat porsi waktu yang
sedikit dibandingkan dengan pembelajaran kebahasaan lainnya. Selain itu, guru hanya
berorientasi untuk melihat hasil tulisan siswa tanpa membelajarkan proses menulis pada
siswa. Akhirnya, tujuan pembelajaran menulis hanya mengarah pada pencapaian kemampuan
menulis siswa. Dengan perkataan lain, siswa hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual.
Hal inilah yang menjadikan menulis sebagai suatu beban.
Keberhasilan belajar sangat bergantung pada upaya guru membelajarkan para
siswanya. Meskipun demikian, dalam kerangka pembelajaran guru merupakan salah satu
faktor saja untuk mencapai keberhasilan pembelajaran disamping faktor metode, bahan,
media, dan penilaian. contoh bahasa indonesia smk lengkap. Salah satu kelemahan yang
nyata di lapangan adalah kurang variatifnya guru dalam menyajikan materi pelajaran karena
terdorong untuk mengejar pencapaian target waktu yang telah ditentukan, tidak merangsang,
dan kurang membahas karangan.
Tarigan (1991: 3) mengemukakan bahwa penyebab kekurangmampuan siswa dalam
menulis karangan adalah sebagai berikut.
Sikap sebagian masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia belum menggembirakan,
mereka tidak merasa malu memakai bahasa yang salah. Kesibukan guru bahasa Indonesia di
luar jam kerjanya menyebabkan mereka tidak sempat lagi memikirkan bagaimana cara
pelaksanaan pengajaran yang menarik dan efektif. Metode, materi, dan media pelajaran yang
kurang bervariasi, serta mungkin sekali hasil karangan siswa yang ada pun tidak sempat
dikoreksi. Bagi siswa sendiri, pelajaran mengarang dirasakan beban belaka, dirasakan kurang
menarik.Latihan mengarang yang sangat kurang dilakukan oleh siswa.
Berdasarkan permasalahan itulah, peneliti tergugah untuk melakukan penelitian
tentang menulis. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian terhadap siswa MA
kelas 10 MA Nurul Huda tentang menulis karangan persuasi. Persuasi merupakan bentuk
karangan yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang baik pembaca atau juga pendengar
agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu.
Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia,
khususnya dalam pembelajaran menulis karangan persuasi. Observasi awal dilaksanakan
dalam dua tahap, yaitu tahap wawancara dan melihat hasil menulis karangan persuasi pada
siswa. Berdasarkan hasil wawancara peneliti Nur Ratifah, S.Pd selaku guru kelas bahasa
Indonesia kelas 10 MA dan delapan orang siswa kelas 24 didapatkan keterangan bahwa
belum ada metode atau media khusus yang mereka pakai dalam pembelajaran menulis,
khususnya menulis karangan persuasi. Guru masih menggunakan metode ceramah dan
contoh keseharian saja.
Tahap kedua adalah dengan melihat langsung karangan persuasi di buku catatat siswa.
Ternyata aspek kebahasaan dan ejaan dalam karangan persuasi yang dibuat oleh siswa masih
terdapat banyak kesalahan. Selain itu, guru hanya menilai hasil pekerjaan siswa dengan paraf
saja tanpa memeriksa sama sekali. Hal ini pembelajaran menulis karangan persuasi belum
memenuhi indikator tercapainya tujuan pembelajaran.
Dilihat dari uraian di atas, ditemukan permasalahan dalam pembelajaran menulis, termasuk
pembelajaran menulis karangan persuasi. Artinya, menulis merupakan kegiatan yang paling
sulit untuk dilakukan siswa. Saat melakukan aktivitas menulis, siswa dituntut berpikir untuk
menuangkan gagasannya berdasarkan skema, pengetahuan, pengalaman yang dimiliki secara
tertulis. Aktivitas tersebut memerlukan kesungguhan untuk mengolah, menata,
mempertimbangkan secara kritis gagasan yang akan dicurahkan dalam bentuk tulisan atau
karangan. Jadi, tidak heran masih banyak siswa yang jarang dan sulit melakukan aktivitas
menulis karena menulis bukanlah kemampuan yang dapat dikuasai dengan sendirinya,
melainkan harus melalui proses pembelajaran sehingga diperlukan sebuah proses panjang
untuk menumbuhkan tradisi menulis. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan upaya untuk
meningkatkan kemampuan menulis siswa. Perlu disadari bahwa proses pembelajaran yang
menyenangkan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan suatu
pembelajaran. Dengan demikian, dituntut kreativitas yang tinggi dari para pengajar untuk
terus mencari metode, teknik, dan media pembelajaran yang dapat menciptakan suasana
pembelajaran seperti yang diharapkan dalam penyampaian materi pembelajaran.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa
dalam menulis karangan persuasi adalah dengan media pembelajaran. Oleh karena itu,
peneliti mencoba menggunakan media pembelajaran dengan menggunakan media iklan niaga
dari tanyangan iklan televisi dalam pembelajaran menulis karangan persuasi. Alasan peneliti
menggunakan media iklan niaga adalah untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis
karangan persuasi. Download proposal ptk bahasa indonesia sma Media iklan niaga dirasa
relevan oleh penulis dalam mengembangkan imajinasi dan ide kreatif dari siswa kelas X MA
Nurul Huda media iklan niaga juga digunakan dalam proses menulis karangan persuasi. Agar
proses pembelajaran meyenangkan dan tidak membosankan, bahkan dapat menarik perhatian
siswa.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis mencoba untuk
melakukan penelitian tindakan kelas dengan penggunaan media iklan niaga dari tayangan
iklan televisi sebagai sarana atau media untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan
persuasi. Penelitian yang dimaksud berjudul “Penggunaan Media Iklan Niaga untuk
Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Persuasi pada Siswa kelas 10 MA Nurul
Huda Tahun Ajaran 2017/2018”.

B. Identifikasi Masalah
Identifikasi permasalahan yang akan menjadi bahan penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Menulis merupakan kegiatan yang paling sulit untuk dilakukan siswa.
2) Hasil pembelajaran menulis karangan persuasi yang dilakukan siswa belum memenuhi
indikator pembelajaran.
3) Aspek kebahasaan dalam penulisan karangan persuasi masih banyak kesalahan.
4) Media pembelajaran yang dipakai oleh guru dalam pembelajaran menulis karangan
persuasi masih terbatas.
C. Pembatasan Masalah dan Rumusan Masalah
1.Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini penulis melakukan pembatasan-pembatasan terhadap masalah yang akan
diteliti dan dijadikan objek penelitian adalah sebagai berikut.
1) Penggunaan media iklan niaga untuk meningkatkan keterampilan menulis
karangan persuasi pada siswa kelas X MA Nurul Huda
2) Hasil pembelajaran keterampilan menulis karangan persuasi dengan menggunakan media
iklan niaga pada siswa kelas X MA Nurul Huda
2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
1) Bagaimana perencanaan pembelajaran menulis karangan persuasi melalui penggunaan
media iklan niaga pada siswa kelas X MA Nurul Huda?
2) Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran menulis karangan persuasi melalui
penggunaan media iklan niaga pada siswa kelas X MA Nurul Huda?
3) Bagaimana hasil dari proses pembelajaran menulis karangan persuasi melalui penggunaan
media iklan niaga pada siswa kelas X MA Nurul Huda?
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian tindakan ini adalah sebagai
berikut.
a. Mengetahui proses belajar mengajar menulis karangan persuasi dengan menggunakan
media iklan niaga.
b. Mengetahui cara penerapan media iklan niaga dalam pembelajaran menulis karangan
persuasi.
c Mengetahui hasil belajar mengarang persuasi siswa dengan menggunakan media iklan
niaga.
2. Manfaat Penelitian
Selain mempunyai tujuan, sebuah penelitian haruslah memiliki manfaat. Adapun manfaat
yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a Manfaat Teoretis
Dengan penelitian ini diharapkan pengajaran bahasa menjadi lebih kaya dengan berbagai
media pembelajaran yang tepat. Dengan penggunaan media yang tepat, informasi atau bahan
ajar dapat diterima dan diserap dengan baik oleh siswa.
b. Manfaat praktis
1). Bagi siswa
Dengan menggunakan media pengajaran berupa iklan niaga diharapkan dapat menarik minat
siswa dan mampu mengembangkan ide-ide kreatifnya yang dituangkan dalam karangan
persuasi. download ptk bahasa indonesia sma terbaru
2). Bagi pengajar
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan dan alternatif penggunaan media
iklan niaga dalam pembelajaran menulis khususnya menulis karangan persuasi.
3). Bagi peneliti
1) Mengaplikasikan teori yang diperoleh peneliti.
2) Penulis dapat mengimplementasikan penggunaan media iklan niaga dalam pembelajaran
menulis karangan persuasi.
3) Menambah pengalaman peneliti dalam penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran
terutama pembelajaran menulis karangan persuasi.
E. Hipotesis Tindakan
Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap suatu penelitian untuk mencari
jawaban yang sebenarnya. Hipotesis tersebut tidak perlu selalu merupakan jawaban yang
dianggap mutlak benar atau yang dapat dibenarkan oleh penyelidik, walaupun senantiasa
diharapkan terjadi demikian.
Penulis menetapkan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut.
1) Penggunaan media iklan niaga dalam keterampilan menulis karangan persuasi akan
meningkat setelah diadakan latihan-latihan secara intensif dalam pembelajaran.
2) Pelaksanaan pembelajaran menulis karangan persuasi akan meningkat dengan
menggunakan media iklan niaga.
1.6 Definisi Operasional
Agar tidak terdapat kesalahpahaman atau kekeliruan dalam penelitian ini, maka penulis
beranggapan perlu adanya penjabaran definisi sebagai berikut.
1) Media iklan niaga merupakan siaran iklan yang disiarkan melalui penyiaran radio atau
televisi dengan tujuan memperkenalkan atau mempromosikan barang atau jasa kepada
khalayak sasaran untuk mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk tersebut.
2) Keterampilan menulis paragraf persuasif dalam penelitian ini adalah menulis paragraf
yang berisikan ajakan atau imbauan bersifat mempengaruhi pembaca dengan menggunakan
kata-kata yang kreatif, sehingga pembaca mau mengikuti ajakan tulisan tersebut. Download
proposal ptk bahasa indonesia sma Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu
mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta. Contohnya adalah tulisan dalam iklan.
BAB 2
MEDIA IKLAN NIAGA DAN MENULIS KARANGAN PERSUASI

2.1 Pengertian Menulis


Keterampilan berbahasa bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian-uraian atau
penjelasan semata-mata. Siswa tidak dapat memperoleh keterampilan berbahasa hanya
dengan duduk, mendengarkan keterangan dari guru, dan mencatat apa yang didengarkan itu
di dalam buku tulisannya.
Empat keterampilan bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis diperlukan
adanya pembinaan atau latihan-latihan secara bertahap dan terus¬menerus. Menulis sebagai
salah satu aspek keterampilan berbahasa merupakan suatu keterampilan berbahasa yang
dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan
orang lain. Menurut Tarigan (1994: 4) “menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif
dan ekspresif. download ptk bahasa indonesia sma Dalam kegiatan menulis ini penulis harus
terampil memanfaatkan struktur bahasa dan kosakata. Keterampilan menulis ini tidak akan
datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur”.
Menulis atau mengarang ialah kegiatan menyusun atau mengorganisasikan penemuan, ide,
atau gagasan, dengan menggunakan serangkaian kalimat yang logis dan terpadu dalam
bahasa tulisan.
Menulis berarti menuangkan buah pikiran ke dalam bentuk tulisan atau menceritakan sesuatu
kepada orang lain melalui tulisan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh
Widyamartaya (1991:9) bahwa menulis adalah proses kegiatan pikiran manusia yang hendak
mengungkapkan kandungan jiwanya kepada orang lain atau kepada diri sendiri dalam bentuk
tulisan. Selanjutnya Hernowo (2002:155) mengungkapkan bahwa menulis adalah melahirkan
pikiran atau perasaan (seperti mengarang atau membuat surat) dengan tulisan.

Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa menulis digunakan sebagai alat
komunikasi tidak langsung yang berfungsi untuk menuangkan pikiran dan perasaan secara
sistematis, dan hal ini memerlukan latihan serta praktik yang harus terus dibina. Pada
kegiatan menulis bukan panjangnya tulisan yang diharapkan, melainkan kejelasan isi tulisan
serta efesiensi pemakaian dan pemilihan kata. download ptk bahasa indonesia sma Selama
kegiatan ini, siswa perlu disadarkan, bahwa ada berbagai kemungkinan cara penataan ataupun
penyusunan kata, dan hal ini memerlukan praktik dan latihan terus-menerus. Menulis juga
bisa disebut proses kegiatan berpikir manusia untuk menghasilkan sesuatu (karangan) sebagai
ungkapan pikiran, perasaan, dan kandungan jiwanya kepada orang lain atau kepada dirinya
sendiri dalam bentuk tulisan.
2.1.1 Fungsi Menulis
Menulis sebagai sebuah sarana dalam berkomunikasi mempunyai fungsi yang sangat
beragam, di samping untuk menerangkan suatu hal yang dianggap penting, menulis pun dapat
dijadikan sebagai sarana propaganda dan sarana mengungkapkan ide dan ekspresi terhadap
suatu permasalahan. Misalnya penyikapan permasalahan bangsa mengenai pencalonan artis
yang kurang “berkaca” untuk menjadi pemimpin daerah yang ditulis oleh Karim Suryadi
dengan judul “Politik Tahu Diri Dalam Pemilukada”. Beliau mengekspresikan kekurang
setujuan dirinya dengan pencalonan para artis yang tidak berkompeten pada bidang politik,
maupun pemerintahan untuk dicalonkan menjadi kepala daerah dalam Pemilukada (Pikiran
Rakyat, 19 April 20 10:2).
Tarigan, mengungkapkan fungsi menulis yang dihubungkan dengan dunia pendidikan yaitu
sebagai berikut.
Dalam dunia pendidikan, menulis sangat penting karena sangat memudahkan para pelajar
untuk berpikir dan mengungkapkan ide¬idenya. Selain itu menulis dapat menolong kita
untuk berpikir secara kritis, memudahkan kita merasakan dan menikmati
hubungan¬hubungan, memperdalam daya tanggap atau persepsi kita, memecahkan masalah-
masalah yang kita hadapi, dan menyusun urutan bagi pengalaman. Tulisan dapat membantu
kita menjelaskan pikiran¬pikiran kita (Tarigan, 1994:22).
Sedangkan menurut Rusyana (1986:16) fungsi menulis adalah sebagai berikut.
1) Fungsi penataan
Pada waktu menulis terjadi penataan gagasan, pikiran, pendapat, imajinasi, dan yang lainnya
serta terhadap penggunaan bahasa untuk mewujudkannya.
2) Fungsi pengawetan
Menulis mempunyai fungsi untuk mengawetkan penguatan
sesuatu dalam wujud dokumen tertulis. Dokumen tersebut sangat
berharga, misalnya untuk mengungkapkan zaman dahulu. Download PTK Lengkap bahasa
indonesia sma kurikulum 2013
3) Fungsi penciptaan
Menulis dapat menciptakan atau mewujudkan sesuatu yang baru. Karangan sastra, filsafat,
dan keilmuan mewujudkan fungsi demikian.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
menulis berfungsi sebagai sarana mengekspresikan diri, memunculkan ide,
mendokumentasikan, serta berperan dalam mendorong seseorang untuk berpikir kritis dan
logis dalam menyikapi suatu persoalan.
2.1.2 Tujuan Menulis
Tujuan menulis adalah mewujudkan tercapainya kehidupan yang lebih baik bagi seisi dunia.
Puisi, artikel, jurnal, buku ilmiah, cerita fiksi dan sebagainya ditulis agar setidaknya orang
tergerak dan termotivasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi.
Menurut (Tarigan, 1994:24) mengemukakan bahwa tujuan menulis adalah sebagai berikut.
a. Tujuan penugasaan
Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri. Misalnya para siswa
yang diberikan tugas merangkum buku. Download proposal ptk bahasa indonesia sma
b. Tujuan altruistik
Tulisan yang bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para
pembaca, ingin meolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya,
dan ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan meyenangkan dengan karyanya itu.
c. Tujuan persuasif
Tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang
diutarakan.
d. Tujuan informatif
Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan atau penerangan kepada pembaca.
e. Tujuan pernyataan diri
Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para
pembaca. Download proposal ptk bahasa indonesia sma
f. Tujuan kreatif
Tujuan ini erat hubungannya dengan pernyataan diri, tulisan yang bertujuan mencapai nilai-
nilai artistik atau nilai-nilai kesenian.
g. Tujuan pemecahan masalah
Tulisan yang bertujuan untuk memecahkan masalah, menjelaskan, menjernihkan,
menjelajahi, meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan agar dapat dimengerti dan
diterima oleh para pembaca.
Dengan adanya tujuan-tujuan menulis diketahui bahwa menulis adalah salah satu cara yang
dipakai oleh manusia untuk dapat berkomunikasi, karena “komunikasi” adalah suatu proses
pengiriman dan penerimaan pesan-pesan yang pasti bila manusia atau hewan ingin
berkenalan dan berhubungan antara satu dengan yang lain. Selanjutnya unsur-unsur
komunikasi tersebut, diterjemahkan oleh manusia dalam bentuk tulisan (Tarigan, 1994: 19-
20).

Seorang penulis tidak saja harus menguasai prinsip-prinsip menulis, berwawasan dan
berpengetahuan luas (memadai), menguasai kaidah-kaidah bahasa, terampil menyusun
kalimat dalam sebuah paragraf, tetapi juga harus mempunyai tujuan dalam proses
menulisnya. contoh bahasa indonesia smk lengkap Penulis harus memiliki berbagai informasi
tentang apa yang akan ditulis. Informasi tersebut dapat diperoleh dari membaca dan
mendengarkan dari berbagai sumber dan media informasi, untuk memperkuat tujuannya
dalam membuat sebuah tulisan.
2.1.3 Manfaat Menulis
Menulis merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling
tinggi. contoh bahasa indonesia smk lengkap Empat jenjang kemampuan berbahasa yang
melekat pada setiap manuasia normal adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Secara kronologis, keempat tubuh dalam diri setiap manusia untuk membangkitkan dunia
tulis-menulis yang selama ini hampir pudar, perlu disadarkan kembali tentang arti penting
menulis. Berikut ini, Nursisto (2000:5) menjelaskan manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan
menulis, yaitu:
1) sarana untuk mengungkapkan diri;
2) sarana untuk memahami sesuatu;
3) sarana untuk mengembangkan kepuasaan pribadi, kebanggaan, dan rasa harga diri;
4) sarana untuk meningkatkan kesadaraan dan penyerapan terhadap lingkungan sekeliling;
5) sarana untuk melibatkan diri dengan penuh semangat; dan
6) sarana untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan mempergunakan bahasa.
Manfaat lain dari menulis dikemukakan oleh Akhadiah (1992: 1-2) sebagai berikut:
1) dengan kegiatan menulis kita dapat lebih mengenali kemampuan dan potensi diri kita. Kita
dapat mengetahui sampai dimana pengetahuan kita tentang sesuatu topik;
2) dengan kegiatan menulis kita dapat mengembangkan berbagai gagasan;
3) dengan kegiatan menulis kita lebih banyak menyerap serta menguasai informasi
sehubungan dengan topik yang kita tulis;
4) menulis berarti mengkomunikasikan gagasan secara sistematis serta mengungkapkan
secara tersurat;
5) melaui kegiatan menulis kita dapat menilai diri kita secara objektif;
6) melalui kegiatan menulis kita dapat memecahkan permasalahan, yaitu
dengan menganalisisnya secara tersurat dalam konteks yang konkret;
7) kegiatan menulis dapat mendorong kita belajar lebih aktif. Kita
menjadi penemu dan pemecah masalah; dan
8) dengan kegiatan menulis yang terencana akan membiasakan kita berpikir secara berbahasa
secara tertib.
Berdasarkan pernyataan di atas, penulis dapat menyimpulkan manfaat
menulis yang paling utama adalah sebagai alat untuk mencatat sesuatu (pikiran, renungan,
gagasan, dan perasaan) agar tidak mudah dilupakan. Jadi, dengan kegiatan menulis kita dapat
lebih mengenali kemampuan dan potensi diri kita.
2.2 Karangan/Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi merupakan paragraf yang bertujuan meyakinkan orang lain bahwa pendapat
penulis benar dan mengajaknya melakukan suatu tindakan atau mengatasi persoalan. Persuasi
senantiasa menggunakan kalimat yang mudah diterima, konkret, menggelitik, dan
merangsang emosi, tetapi tidak berlebihan.
2.2.1 Pengertian Karangan Persuasi
Persuasi sebagai karangan yang digunakan untuk membujuk agar seseorang mau melakukan
sesuatu yang diperkuat dengan beberapa pengertian dari para ahli, di antaranya adalah
sebagai berikut.
1) Persuasi atau membujuk dan menyakinkan adalah salah satu bentuk tulisan atau retorika
yang berusaha menyakinkan dan membujuk mengenai hal-hal yang dikomunikasikan
(Finoza, 2000:155).
2) Karangan persuasi adalah karangan yang dapat merebut perhatian pembaca, yang dapat
menarik minat, dan dapat meyakinkan bahwa pengalaman membaca merupakan suatu hal
yang amat penting (Tarigan, 1994:113).
Berdasarkan pengertian Finoza, (2000:155) dan Tarigan (1994:113) di atas, penulis
menyimpulkan bahwa karangan persuasi adalah karangan yang mengandung gaya bahasa
untuk meyakinkan dan mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu sesuai dengan
keinginan penulis.
2.2.2 Ciri-ciri Karangan Persuasi
Karangan persuasi sebagai salah satu jenis karangan yang menggunakan gaya persuasi atau
bujukan dan mempunyai maksud mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu, tentunya
tidak lepas dari beberapa ciri yang muncul. Adapun ciri-ciri karangan persuasi adalah sebagai
berikut.
a. Tulisan persuasif haruslah jelas dan tertib, maksud dan tujuan penulis dinyatakan secara
terbuka atau dikemukakan dengan jelas. Bahan¬bahan diatur sedemikian rupa sehingga para
pembaca mengalihkan perhatian pada sepenggal tulisan, ada beberapa pertanyaan yang
jawabannya dapat ditemui segera disitu. Pembaca ingin mengetahui:
- Apa isinya? download ptk bahasa indonesia sma terbaru
- Bagaimana sikap penulis terhadap pokok permasalahan?
- Mengapa saya terus membacanya?
Penulis yang memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sejak semula paling
sedikit telah mulai beranjak kearah persuasif. Dia telah membuat suatu permulaan yang baik
dan teratur.
b. Tulisan persuasif haruslah hidup dan bersemangat. Segala sesuatu yang mempunyai daya
tarik yang kuat terhadap indera adalah hidup, cerah, bersemangat adalah kata-kata yang dapat
menyentuh perasaan, suasana, pandangan, pikiran, selera dan gairah. Penulis harus terampil
mempergunakan kata-kata yang hidup dan bersemangat dalam karyanya.
c. Tulisan persuasif beralasan kuat. Tulisan yang beralasan kuat berdasar pada fakta-fakta dan
penalaran-penalaran. Bebas dari generalisasi¬generalisasi yang hampa serta pendapat-
pendapat yang tidak mempunyai dasar dan prasangka yang tidak-tidak.
d. Tulisan persuasif harus bersifat dramatik. Tulisan persuasif harus dapat memanfaatkan
ungkapan-ungkapan yang hidup dan kontras-kontras yang mencolok. Seperti juga halnya
dalam drama pentas, penulis persuasif pun haruslah dapat membuat rasa tegang. Penulis
harus dapat menarik pembaca berjalan dari suatu puncak ke puncak lain. Harus dapat
menjaga agar perhatian pembaca tidak sempat kendor. Penulis harus dapat membuat konflik
antara kebenaran yang didukungnya, serta menyalahkan yang bertentangan dengannya
(Tarigan, 1994:113).
e. Adanya 4 faktor penguat daya persuasif yaitu sebagai berikut,
1) bahasa yang berfungsi seluas dan tajam sehingga sering berakibat terjadinya penipuan,
kedengkian, percekcokan dan macam lainnya;
2) detail esensial yang mendukung tujuan sehingga memperjelas penalaran yang kita
harapkan, pendetailan dilakukan dengan cara menyeleksi seberapa penting detail itu dalam
membantu pembaca memahami tulisan kita; contoh proposal ptk bahasa indonesia sma
3) organisasi yaitu pengaturan detail di dalam karangan kita itu agar keyakinan dan
pandangan pembaca dapat berubah yang bisa ditempuh melalui cara induktif, cara deduktif
kronologi, dan cara penonjolan;
4) kewenangan menyangkut penerimaan dan kesadaran pembaca terhadap pengarang sebagai
orang yang berwenang karena diyakini (Finoza, 2000:155).
Berdasarkan ciri-ciri karangan persuasi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa karangan
persuasi lebih menekankan pada pemakaian gaya bahasa yang jelas, hidup, dan bersemangat
untuk meyakinkan pembaca terhadap suatu hal yang bersifat mempengaruhi pembaca untuk
dapat melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan oleh si penulis.
2.2.3 Jenis-jenis Karangan Persuasi
Karangan persuasi sebagai karangan yang bersifat propaganda tidak hanya digunakan pada
ranah advertensi atau periklanan, namun dapat digunakan dalam berbagai ranah di antaranya
ranah pendidikan, politik, sosial, dan ekonomi (Finoza, 2000:155) memberikan penjelasan
sebagai berikut.
1) Persuasi Politik
Sesuai dengan namanya, persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang
berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering
menggunakan pesuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya. Kita akan bisa
memahami persuasi politik lebih baik lagi, bila kutipan berikut ini kita kaji dengan teliti.
Download proposal ptk bahasa indonesia sma
2) Persuasi Pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan
dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa
menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat belajar, senang
membaca dan lain-lain. ptk bahasa indonesia smk lengkap Seorang motivator atau inovator
pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep
baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel berikut
dapat dijadikan bahan menelaah persuasi pendidikan ini.
3) Persuasi Advertensi/Iklan
Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu
barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau
pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau
memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu, advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara
pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen.

4) Persuasi Propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan
persuasi propaganda adalah informasi. Tujuan persuasi propaganda tidak hanya berhenti pada
penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau
pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu. download ptk bahasa indonesia sma
Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa
informasi dan ajakan. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca dan pendengar
menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembukaan informasi tentang
seseorang yang mengidap penyakit jantung dengan disertai ajakan pengumpulan dana untuk
pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu, disertai ajakan
untuk berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda. Perhatikan kutipan artikel persuasi
propaganda

2.2.4 Syarat-syarat Mengarang Persuasi


Karangan persuasi pada hakikatnya adalah suatu karangan yang berusaha meyakinkan dan
membujuk seseorang untuk melakukan hal-hal yang dikomunikasikan. Oleh karena itu, agar
tujuan mengarang persuasi tercapai, pengarang harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut.
1) Mengetahui subjek yang akan dibahas
Dengan mengetahui subjek karangan yang akan digarapnya, maka penulis dapat
mengembangkan atau memperluas pengetahuan mengenai hal itu, baik melalui membaca
buku, surat kabar, atau melihat tayangan-tayangan audio visual di televisi. Selanjutnya, hasil
tersebut dievaluasi dan ditampilkan dalam tulisan. Download proposal ptk bahasa indonesia
sma
2) Mampu menggunakan kata yang bersifat membujuk
Memiliki kemampuan untuk menggunakan kata yang bersifat membujuk, adalah salah satu
hal utama untuk membuat pembaca marasa tertarik dan ingin melakukan sesuatu terhadap apa
yang dibacanya (Vendraf, 2008: 3).
2.2.5 Langkah-langkah Menulis Karangan Persuasi
Dalam suatu karangan, penataan gagasan perlu dilakukan agar gagasan pengarang dapat
terungkap dan diterima secara sistematis serta komunikatif.
Adapun langkah-langkah dalam menulis karangan persuasif (Suryanto & Haryanta, 2007:
119) adalah sebagai berikut.
1) Menentukan topik dan tujuan dalam karangan persuasif
Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Tujuan
penulisan yang dapat dirumuskan adalah menyakinkan pembaca bahwa topik tersebut
memberikan pengetahuan kepada kita tentang suatu produk dagang.
2) Membuat kerangka karangan persuasif
Agar susunan tulisan persuasif itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat
perhatian dalam perumusannya. Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif
adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan ini, pembaca langsung
dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.
3) Mengumpulkan bahan untuk karangan persuasif
Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, penyebaran angket kepada
responden ataupun dari pengalamannya sendiri. Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat
membuat catatan, baik kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung, yang nantinya dapat
dijadikan sebagai barang bukti.
4) Menarik kesimpulan dari karangan persuasif
Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasif harus kita lakukan dengan benar agar
tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang kita peroleh telah
dianalisis. download ptk bahasa indonesia sma terbaru Penarikan kesimpulan dapat dilakukan
dengan cara induktif atau deduktif. 5) Penutup karangan persuasif
Pada bagian ini penulis akan memberikan inti dan maksud dari penjabaran fakta-fakta yang
ada dalam paragraf tersebut dalam 1-2 kalimat berupa ajakan atau himbauan yang biasanya
terletak pada akhir kalimat (induktif).
Berdasarkan langkah-langkah menulis karangan persuasi di atas, dapat disimpulkan bahwa
proses menulis sangat dipengaruhi oleh sistematika berpikir sebagai kemampuan kognitif dan
imajinasi sebagai kemampuan afektif, sehingga diperlukan media yang merangsang sumber
pemikiran dan imajinasi tersebut. Oleh karena itu, peneliti mengemukakan media
pembelajaran berupa iklan niaga dari tanyangan iklan televisi yang bertujuan untuk
memperluas imajinasi siswa dalam kaitannya dengan proses menulis karangan persuasi.
2.3 Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah semua media yang digunakan dalam suatu proses pembelajaran,
baik itu yang bersifat nyata maupun yang bersifat abstrak yang berguna untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.
2.3.1 Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari kata medium yang berarti “pengantar” atau “perantara”. contoh
bahasa indonesia smk lengkap Media pembelajaran adalah segala alat fisik yang dapat
menyajikan ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Hidayat dan Rahmina (1991: 32)
bahwa media pembelajaran adalah alat yang dipergunakan guru dalam proses peyampaian
pengajaran kepada siswa untuk membantu, mempermudah dan memperlancar pengajaran
sehingga materi dapat dipahami oleh siswa.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala alat
fisik yang digunakan guru untuk membantu, menyajikan pesan, mempermudah, dan
memperlancar pengajaran, sehingga materi dapat lebih mudah dipahami oleh siswa dan dapat
merangsang siswa untuk belajar.
2.3.2 Manfaat Media Pembelajaran
Menurut Kemp dan Dayton dalam Arsyad (2002:22) penggunaan media pembelajaran dapat
memberikan manfaat sebagai berikut.
1) penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Penelitian Tindak Kelas bahasa indonesia sma
pdf Setiap pelajar melihat atau mendengar penyajian melalui media penerima pesan yang
sama meskipun para guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda;
2) pengajaran bisa lebih menarik. Media diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan
membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan;
3) pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-
prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan;
contoh bahasa indonesia sma lengkap
4) lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media
hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam
jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa;
5) kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media
pengajaran dapat mengkomunikasikan elemen¬elemen pengetahuan dengan cara yang
terorganisasikan dengan baik, spesifik, dan jelas;
6) pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika
media pengajaran dirancang untuk penggunaan secara individu;
7) peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan beban guru untuk menjelaskan
dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat
memusatkan perhatian kepada aspek penting dalam proses belajar¬mengajar.
Menurut Sudjana dan Ahmad Rivai (20 10:2), mengemukakan bahwa manfaat media
pembelaj aran adalah sebagai berikut. Download proposal ptk bahasa indonesia sma
1) pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi
belajar;
2) bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para
siswa, dan memungkinkan para siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik;
3) metode pengajaran lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui
penuturan kata-kata guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga;
4) siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan
uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan
lain-lain;
5) siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan
uraian guru, tetapi juga aktivitas lain selain mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan
lain-lain.
Dengan demikian, menurut Arsyad (2002: 26) manfaat praktis media pengajaran adalah
sebagai berikut:
1) Memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan
meningkatkan proses dan hasil belajar.
2) Meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi
belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan dan kemungkinan
siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3) Membatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
a. objek yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di kelas dapat diganti dengan gambar,
foto, slide, realita, film, radio, atau model;
b. objek yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan
mikroskop, film, gambar;
c. kejadian langka yang terjadi pada masa lalu/terjadi dalam puluhan tahun dapat ditampilkan
melalui rekaman video, film, foto slide;
d. objek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secara
kongkret melalui film, gambar, slide, atau simulasi komputer;
e. kejadian yang membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti komputer, film,
dan video.
4) Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa
peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan interaksi langsung dengan guru,
masyarakat, dan lingkungan. Download proposal ptk bahasa indonesia sma
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan media dalam pembelajaran
dapat ditempatkan sebagai alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru
menyampaikan pelajaran, alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji
lebih lanjut dan dipecahkan oleh siswa, dan sumber belajar bagi siswa, artinya media tersebut
berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari oleh siswa.
2.3.3 Jenis dan Kriteria dalam Memilih Media Pembelajaran
Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengklasifikasikan dan mengidentifikasi media. Rudy
Bretz (1990: 20) melihat media dari tiga unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak
Sudjana (2010: 3) mengemukakan bahwa ada beberapa jenis media yang biasa digunakan
dalam proses belajar mengajar di antaranya:
a. Media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan, poster, kartun, komik, dan lain-lain.
contoh bahasa indonesia smk lengkap
b. Media tiga dimensi seperti model padat, model nampang, model susun, diorama, dan lain-
lain.
c. Media proyeksi seperti slide, film strip, OHP, dan lain-lain.
d. Penggunaan lingkungan dan alam sekitar sebagai media pengajaran.
Sementara itu, Gerlach membagi media menjadi lima, yaitu:
a. Benda-benda asli dan manusia (real materials and people).
b. Gambar-gambar dan gambar yang disorotkan (visuals and peojection).
c. Benda-benda yang didengar (audio materials).
d. Benda-benda cetakan (printed materials).
e. Benda-benda yang dipamerkan (display materials).
Beragam media yang dipaparkan di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Artinya tidak ada satu media yang dapat digunakan dalam semua situasi dan kondisi. Oleh
karena itu, perlu dipahami karakteristiknya, sehingga dapat dipilih media yang tepat untuk
mengajarkan materi tertentu
Dalam memilih media untuk kepentingan pembelajaran sebaiknya memperhatikan hal-hal
berikut. download ptk bahasa indonesia sma terbaru
a. Memahami karakteristik setiap media.
b. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
c. Sesuai dengan metode pengajaran yang kita gunakan.
d. Sesuai dengan materi yang kita komunikasikan.
e. Sesuai dengan keadaan siswa.
f. Sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan.
Sementara itu, Sudjana (2010: 4) mengemukakan bahwa suatu media harus memiliki:
a. ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-
tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur
pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media
pengajaran;
b. dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip,
konsep, dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media;
c. kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-
tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar;
d. keterampilan guru dalam menggunakannya;
e. tersedianya waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi
siswa; dan
f. sesuai dengan taraf berpikir siswa; memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus
sesuai denga taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat
dipahami oleh siswa.

2.4 Iklan
Iklan sesungguhnya berbeda dengan pengumuman biasa. Pengumuman biasa bersifat
informatif, sedangkan iklan lebih diarahkan untuk membujuk seseorang atau sekelompok
orang agar membeli barang atau jasa yang dikomunikasikan. Iklan membutuhkan suatu alat
untuk menyampaikan pesannya tersebut, salah satunya adalah dengan bahasa. Bahasa yang
digunakan dalam iklan disebut bahasa iklan.
2.4.1 Pengertian Iklan
Iklan merupakan bagian dari reklame yang berasal dari bahasa Prancis reclamare yang berarti
“meneriakkan berulang-ulang”.
Menurut Kustadi Suhandang (2010:13), iklan atau advertising adalah suatu proses
komunikasi massa yang melibatkan sponsor tertentu, yakni si pemasang iklan (pengiklan),
yang membayar jasa sebuah media massa atas penyiaran iklannya, misalnya, melalui program
siaran televisi . contoh bahasa indonesia smk lengkap
Menurut Sudiana (1986:1) iklan adalah salah satu bentuk komunikasi yang terdiri atas
informasi dan gagasan tentang suatu produk yang ditujukan kepada khalayak ramai secara
serempak agar memperoleh sambutan yang baik. Iklan berusaha untuk memberikan
informasi, membujuk, dan meyakinkan.
Damardi dkk, (2003:1) mengemukakan bahwa iklan adalah semua bentuk aktivitas untuk
mengahadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar
oleh sponsor tertentu.
Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi dan
mempromosikan produk atau jasa kepada seseorang atau pembeli potensial, mempengaruhi
dan memenangkan pendapat publik untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan keinginan si
pemasang iklan (Agustrijanto, 2001:7). Selain itu, Agustrijanto (2001:7) berpendapat bahwa
iklan merupakan sebuah tanggung jawab dalam proses penjualan dan pemasaran Bentuknya
bisa berupa tulisan, gambar, film, atau gabungan unsur-unsur tersebut.
Dalam KBBI (2003:42 1) yang dimaksud dengan iklan adalah (1) berita pesanan (untuk
mendorong, membujuk) kepada khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang
ditawarkan; (2) pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual,
dipasang di media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau tempat-tempat umum.
Berdasarkan definisi-definisi di atas mengenai iklan dapat penulis simpulkan, bahwa pada
dasarnya pengertian iklan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengkomunikasikan
produk barang atau jasa, melalui media massa sebagai penyampai pesan yang bertujuan untuk
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
2.4.2 Fungsi iklan
Pesan-pesan dalam iklan mengandung banyak fungsi. Fungsi-fungsi iklan tersebut peneliti
kutif dari beberapa pendapat. Download PTK Lengkap bahasa indonesia sma kurikulum 2013
Menurut Swastha dalam Romdoni (2003:2 1) periklanan itu berfungsi sebagai berikut.
1) Memberikan informasi
periklanan dapat menambah nilai pada suatu barang dengan memberikan informasi kepada
konsumen;
2) Membujuk/mempengaruhi
periklanan bersifat membujuk terutama kepada pembeli potensial dengan menyatakan bahwa
produk yang diproduksikannya lebih baik dari produk lain;
3) Memuaskan keinginan
periklanan merupakan suatu alat yang dipakai untuk mencari tujuan itu sendiri berupa
pertukaran yang saling memuaskan;
4) Alat komunikasi
periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah anatara penjual dan
pembeli sehingga mereka dapat bertemu dengan cara efektif dan efisien.
Iklan juga dapat berfungsi memperluas alternatif bagi konsumen, membantu produsen
menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya, dan iklan membuat orang kenal, ingat, dan
percaya (Agustrijanto, 2001:11).
Menurut Liliweri dalam Sudrajat (1997: 19) iklan berfungsi informatif dan penerangan,
pendidikan, menghibur, mempengaruhi sikap, sosial, dan lain-lain.
Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi iklan adalah suatu alat atau
media komunikasi untuk menginformasikan suatu barang atau jasa, sehingga konsumen atau
khalayak mengenal barang tersebut dan menimbulkan kepercayaan untuk menggunakannya.
2.4.3 Tujuan Iklan
Tujuan iklan menurut Jeffkins (1996:17) adalah sebagai berikut:
1) mengubah atau mempengaruhi sikap-sikap khalayak;
2) membujuk khalayak untuk membeli sebuah produk, misalnya produk A, dan bukan produk
B, atau memproduksikan kelanjutan perilaku membeli produk A untuk seterusnya.
Tujuan iklan menurut Liliweri dalam Suketi (2004:20) adalah sebagai berikut.
1) iklan tentang produk bertujuan untuk memperkenalkan suatu produk tertentu yang benar-
benar dihasilkan;
2) Iklan komersil bertujuan untuk mengomersilkan barang-barang daganganya pada
konsumen;
3) Iklan berdampak langsung untuk mempengaruhi khalayak dengan satu tindakan yang
segera. Jadi, seseorang yang melihat atau mendengarkannya langsung bereaksi dengan cepat.
Berdasarkan peryataan di atas, penulis menyimpulkan bahwa tujuan iklan yaitu untuk
menawarkan atau mengomersilkan suatu barang kepada khalayak dengan cara membujuk
atau mempengaruhi, sehingga khalayak dapat terpengaruh untuk menggunakan barang
tersebut. ptk bahasa indonesia smk lengkap
2.4.4 Pembagian Iklan Secara Khusus Berdasarkan Tujuan
Wiyatama (2009:102) mengemukakan pembagian iklan secara khusus berdasarkan tujuannya
yaitu iklan komersial dan iklan layanan masyarakat, sebagai berikut.
2.4.4.1 Iklan Komersial
Iklan komersial sering juga disebut iklan bisnis. Tujuannya mendapatkan keuntungan
ekonomi dan utamanya meningkatkan penjualan. Produk yang ditawarkan dalam iklan ini
sangat beragam, baik barang, jasa, ide, keanggotaan organisasi, dan lain-lain.
Wiyatama (2009:103) membagi dalam tiga jenis iklan yang termasuk dalam iklan komersial,
yaitu iklan untuk konsumen, untuk bisnis dan iklan untuk professional. Perbedaan yang
esensial antara ketiganya adalah pada khalayak sasaran yang dituju. Namun semua iklan
tersebut tetap dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan komersial.
1) iklan konsumen dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan bisnis dimana pesan iklan
ditujukan kepada konsumen akhir, yaitu pengguna terakhir suatu produk. Misalnya ibu rumah
tangga adalah pengguna akhir produk sabun cuci, minyak goreng, mentega, pasta gigi, dan
sebagainya; Download proposal ptk bahasa indonesia sma
2) iklan bisnis adalah iklan yang disampaikan dengan maksud mendapatkan keuntungan
ekonomi dimana sasaran pesan yang dituju adalah untuk seseorang atau lembaga yang akan
mengolah atau menjual produk yang diiklankan tersebut kepada konsumen akhir. Toko yang
akan menjual kembali barang-barang yang dibelinya adalah contoh pelaku bisnis;
3) iklan profesional adalah iklan yang dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan bisnis
dimana khalayak sasaran iklan adalah segmen khusus yaitu para profesional. Kaum
profesional adalah kelompok orang yang memiliki pekerjaan spesifik, ia dibayar karena
keterampilan dan keahlian spesifiknya tersebut. Misalnya dokter, guru, manager, pilot, pelaut,
dan sebagainya yang bekerja secara profesional.
2.4.4.2 Iklan Layanan Masyarakat
Wiyatama (2009:104) mengutarakan bahwa iklan layanan masyarakat adalah iklan yang
digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau mendidik khalayak dimana
tujuan akhir bukan untuk mendapat keuntungan ekonomi, melainkan keuntungan sosial.
Keuntungan sosial yang dimaksud adalah munculnya penambahan pengetahuan, kesadaran
sikap dan perubahan perilaku masyarakat terhadap masalah yang diiklankan, serta
mendapatkan citra baik di mata masyarakat.
Bertambahnya pengetahuan, dimilkinya kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat
sangat penting bagi kualitas kehidupan masyarakat itu sendiri. Download PTK Lengkap
bahasa indonesia sma kurikulum 2013 Sebab masyarakat akan terbangun dan digiring pada
situasi ke arah keadaan yang baik bahkan lebih baik.
2.4.5 Penggunaan Media Iklan Niaga dalam Menulis Karangan Persuasi
Salah satu prinsip belajar menyatakan bahwa makin banyak media bantu pembelajaran
dimanfaatkan secara tepat dalam pembelajaran, makin besar daya serap siswa terhadap materi
yang dipelajarinya. Dengan demikian, dalam pembelajaran guru harus menggunakan
berbagai media belajar dan memanfaatkannya secara tepat. Memanfaatkan media
pembelajaran secara tepat artinya dapat memilih alat yang cocok dengan materi yang dibahas
dan mendemonstrasikan media tersebut pada saat yang tepat, sehingga dapat berfungsi
memperjelas informasi/konsep yang sedang dibicarakan.
Dalam pembelajaran menulis karangan persuasi ini peneliti menggunakan media iklan niaga
dari tayangan televisi sebagai media pembelajaran. Media iklan niaga digunakan sebagai alat
bantu untuk menarik perhatian siswa, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan
suatu konsep yang tidak bisa dilakukan jika hanya melalui penjelasan verbal. Melaui media
iklan niaga, siswa mulai berpikir apa yang akan ia tulis dalam karangannya berkaitan dengan
tema yang diilustrasikan dalam iklan niaga tersebut.
Adapun langkah-langkah penggunaan media iklan niaga dalam menulis karangan persuasif
adalah sebagai berikut.
1) Siswa diperlihatkan video iklan niaga dari tayangan televisi di depan kelas.
2) Siswa menemukan tema yang tersirat dalam tayangan iklan niaga tersebut.
3) Siswa membuat kerangka karangan persuasif.
4) Siswa memulai menulis karangan persuasif sesuai dengan kerangka karangan yang telah
dibuat.
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Penelitian mengenai pembelajaran menulis karangan persuasi dengan menggunakan media
iklan niaga dilakukan dengan cara menggunakan metode penelitian tindakan kelas
(Classroom action research). PTK merupakan kajian sistematik dari upaya perbaikan
pelaksanaan praktik pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan
dalam pembelajaran berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan
tersebut (Ebbut, 1985). Download Proposal bahasa indonesia sma doc. Penelitian ini
berusaha mengkaji dan merefleksi suatu pendekatan pembelajaran dengan tujuan
meningkatkan proses dan produk pengajaran di kelas. Proses pembelajaran ini tidak lepas
dari adanya interaksi antara guru dan siswa, siswa dan guru, siswa dan siswa, materi dan
sumber belajar yang digunakan sehingga dalam penelitian ini yang diteliti adalah proses dan
hasil belajar siswa.
Peneliti memilih metode ini didasari oleh keinginan peneliti untuk mengadakan perbaikan
dan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis. PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk
meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. contoh bahasa indonesia smk
lengkap Beberapa alasan PTK menjadi salah satu pendekatan dalam perbaikan atau
meningkatkan mutu pembelajaran adalah:
1) menggarap masalah-masalah faktual yang dihadapi guru dalam pembelajaran;
2) dapat segera dilaksanakan pada saat muncul kebutuhan;
3) guru tidak perlu meninggalkan tugas utamanya, yakni mengajar;
4) bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek instruksional;
5) dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus. Adapun karakteristik
metode PTK yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Hal yang diteliti merupakan permasalahan yang muncul disebuah kelas dan berkaitan
dengan pembelajaran.
2) Tujuan penelitian ini adalah memecahkan masalah dalam meningkatkan kemampuan
siswa.
3) Penelitian ini bersifat kolaboratif sehingga penulis dapat bekerja sama dengan pihak-pihak
yang terlibat.
4) Pelaksanaannya fleksibel yang memungkinkan perubahan tindakan sesuai dengan respon
siswa dalam proses pembelajaran.
5) Proses penelitian dilaksanakan secara kontinu yang berarti berkelanjutan sampai
kemampuan siswa sesuai dengan yang diharapan.
6) Tahapan pada proses pembelajaran dilakukan secara bertahap sesuai dengan struktur yang
telah dilakukan yaitu perencanaan, observasi dan evaluasi.
Proses penelitian tindakan kelas ini terdiri atas 3 tahap, yaitu: 1. perencanaan, 2. tindakan
yang diikuti pengamatan dan 3. Download proposal ptk bahasa indonesia sma. Refleksi.
Ketiga tahap tersebut merupakan satu siklus sehingga setiap tahap akan berulang kembali.
Hasil dari refleksi menjadi masukan pada perencanaan untuk siklus berikutnya. Untuk lebih
jelasnya alur penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat pada bagan berikut.
Bagan 3.1
Bagan Proses Penelitian Tindakan Kelas

Sumber: Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta: PT
Penjelasan:
1) Perencanaan
Tahapan perencanaan disusun berdasarkan hasil studi pendahuluan, pada siklus I perencanaan
disusun berdasarkan hasil observasi awal, perencanaan siklus II disusun berdasarkan refleksi
siklus I, dan begitu seterusnya sampai tujuan dari penelitian tercapai dengan hasil yang
memuaskan. Pada tahap perencanaan diputuskan apa yang akan menjadi fokus pembelajaran,
teknik, dan evaluasi seperti apa juga yang akan digunakan. contoh bahasa indonesia smk
lengkap
2) Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan adalah tahap berlangsungnya kegiatan pembelajaran yang sudah
disiapkan pada tahap perencanaan.
3) Pengamatan
Pada tahap ini, guru dan observer mengisi format observasi dan mencatat semua kegiatan dan
peristiwa yang terjadi saat proses pembelajaran berlangsung.
4) Refleksi
Pada tahapan ini refleksi peneliti melakukan identifikasi untuk memperbaiki pembelajaran
pada tindakan siklus selanjutnya. Hasil refleksi menjadi acuan untuk melaksanakan siklus
berikutnya.
3.2 Subjek Penelitian
Penelitian dilaksanakan di MA Nurul Huda, dengan subjek penelitian siswa kelas X Kelas
tersebut dipilih berdasarkan hasil survei pendahuluan dari 3 kelas sample yang peneliti ajar
dengan melakukan wawancara mengenai permasalahan yang muncul tentang mengarang
persuasi terhadap perwakilan 5 orang siswa setiap kelas. Hasil survei pendahuluan tersebut,
mengungkapkan tentang permasalahan awal yang muncul dari 3 kelas di atas adalah
mengenai pengembangan imajinasi untuk menulis paragraf persuasif. Siswa kelas X lebih
banyak mengemukakan permasalahan tersebut sehingga peneliti melakukan penelitian di
kelas tersebut.
3.3 Prosedur Penelitian
Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari studi pendahuluan, perencanaan
tindakan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Berikut merupakan penjelasan selengkapnya.
3.3.1 Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan dalam penelitian ini, dilakukan pada kegiatan awal yang bertujuan untuk
mengungkapkan permasalahan penting yang perlu dipecahkan, berkaitan dengan
pembelajaran menulis, terutama menulis karangan persuasi. Peneliti melakukan pengamatan
pendahuluan untuk mengenali dan mengetahui kondisi awal yang akan dijadikan sebagai
bahan untuk merencanakan tindakan.
Wawancara dengan guru Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X, dilakukan untuk mengetahui
mengenai pembelajaran menulis karangan persuasi kelas X hal tersebut, merupakan tindakan
awal sebagai wujud studi pendahuluan yang dilakukan peneliti. Hasil dari penelitian awal
menunjukan bahwa guru belum pernah menggunakan media pembelajaran iklan niaga dari
tayangan televisi, dalam pembelajaran menulis karangan persuasi pada siswa kelas X
Penelitian yang diajukan oleh peneliti adalah mengenai pembelajaran menulis karangan
persuasi dengan media iklan niaga dari tayangan televisi. Penelitian ini disambut dengan baik
oleh guru yang bersangkutan sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah untuk
meningkatkan motivasi dan memperluas daya imajinasi siswa dalam menulis karangan
persuasi.
3.3.2 Perencanaan Tindakan
Perencanan tindakan dalam penelitian ini, dimaksudkan untuk mengintegrasikan antara
kemampuan siswa dalam mengarang persuasi dengan media pembelajaran berupa iklan niaga
dari tayangan televisi, sebagai media yang digunakan untuk memperluas inspirasi dan
imajinasi siswa dalam sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran.
3.3.3 Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada penelitian ini, dilakukan oleh peneliti sebagai perancang rencana
pembelajaran, sekaligus sebagai praktisi. Praktisi dalam pelaksanaan tindakan bertugas
melaksanakan rencana tindakan pembelajaran menulis karangan persuasi dengan
menggunakan media iklan niaga dari tayangan televisi.
Peran peneliti dalam pelaksanaan tindakan adalah merancang intervensi pembelajaran yang
terkait dengan pelaksanaan pembelajaran menulis karangan persuasi, menggunakan media
iklan niaga dari tayangan televisi dengan cara mendiskusikan, menegosiasikan, dan
mengomunikasikan tindakan yang akan dilakukan sehingga diperoleh kesepakatan antara
peneliti dan guru.
Kegiatan di atas, dilakukan sebelum pelaksanaan di dalam kelas, agar peneliti sebagai praktisi
memahami rancangan yang telah disusun dan menguasai peran yang harus dilakukannya,
selama mengaplikasikan rancangan yang telah disusun.
3.3.4 Observasi
Observasi dilakukan selama proses penelitian tindakan yang dilaksanakan mulai dari siklus
pertama hingga siklus selanjutnya. Observasi ini diharapkan, dapat mengenali gejala-gejala
yang ada di kelas, baik yang bersifat mendukung maupun yang bersifat menghambat
efektifitas tindakan sehingga modifikasi rancangan tindakan dapat dilakukan
secepatnya. Observasi ini, dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat mencapai tujuan
yang diharapkan. Observasi terhadap pelaksanaan tindakan ini menggunakan instrumen
pengumpulan data, berupa pedoman observasi guru dan siswa, pedoman jurnal siswa, dan
lembar tes kemampuan. Hasil dari pengamatan kemudian didiskusikan bersama guru
sehingga menghasilkan refleksi yang berpengaruh pada perencanaan siklus selanjutnya.
3.3.5 Refleksi
Refleksi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami, memaknai proses, dan
hasil perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya tindakan. PTK bahasa Indonesia smk
lengkap Refleksi dilakukan setelah peneliti mengidentifikasi data yang diperoleh dari hasil
observasi para observer dan catatan lapangan selama pembelajaran berlangsung.
Refleksi dilakukan pada tiap siklus. Refleksi ini dilakukan untuk memperoleh data sebagai
bahan perbaikan ataupun mengubah perencanaan pada siklus berikutnya.
3.4 Pengumpulan Data
Pengumpulan data, berisi hal-hal yang bersifat teknis untuk mengambil dan menelaah data.
Adapun jenis pengumpulan data tersebut adalah sebagai berikut:
3.4.1 Wawancara
Wawancara dilaksanakan satu kali, yaitu pada saat studi pendahuluan dengan mewawancarai
guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Hal yang ditanyakan pada guru berkisar
pada metode dan media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran menulis
khususnya menulis karangan persuasi.
3.4.2 Observasi
Observasi dilaksanakan untuk mengetahui segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama
dalam proses tindakan dan perbaikan. contoh bahasa indonesia smk lengkap Observasi
dilakukan terutama untuk mengamati proses dan dampak pembelajaran yang dilakukan,
terutama untuk mengamati proses dan dampak pembelajaran yang diperlukan untuk dapat
menyusun langkah-langkah perbaikan sehingga menjadi lebih efektif dan efesien.
Jenis penelitian observasi yang dilakukan peneliti adalah observasi partisipan, yaitu observasi
yang melibatkan orang lain (Arikunto, 2009: 95), observasi ini dilakukan dengan mengamati
prilaku siswa dan guru secara langsung dengan tujuan untuk memperoleh gambaran
mengenai aktivitas siswa, aktivitas guru dan tujuan pembelajaran, selama berlangsungnya
pembelajaran menulis karangan persuasi di kelas.

3.4.3 Jurnal siswa


Jurnal siswa, diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana
peningkatan kemampuan pengembangan imajinasi siswa, dalam menulis karangan
persuasi. Data tersebut digunakan dalam upaya perbaikan dan pembelajaran berikutnya.
3.4.4 Tes
Berupa lembar tes kemampuan mengarang siswa yang digunakan untuk melihat sejauh mana
peningkatan kemampuan siswa dalam mengarang.

3.5 Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam
kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tesebut menjadi sistematis dan dipermudah
(Arikunto, 2000: 134). ptk bahasa indonesia sma pdf Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan beberapa instrumen yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi (aktivitas
guru dan siswa), jurnal siswa, catatan lapangan dan lembar tes kemampuan.
3.5.1 Pedoman Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan terhadap siswa
kelas X yang beliau ajar. Wawancara ini dilakukan pada tahap studi pendahuluan untuk
memperoleh data mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis
karangan persuasi, baik oleh guru dalam mengajar maupun oleh siswa dalam belajar. contoh
ptk bahasa indonesia smk lengkap.
Isi wawancara terhadap guru berkaitan dengan kegiatan pembelajaran menulis karangan
persuasi yang telah dilakukan, dan media apa saja yang pernah digunakan dalam
pembelajaran.
Isi wawancara terhadap siswa di antaranya mengenai media apa yang pernah digunakan,
dalam pembelajaran mengarang persuasi serta permasalahan apa yang muncul dengan
penggunaan media pembelajaran tersebut.
3.5.2 Pedoman Observasi
Pedoman observasi adalah instrumen penelitian yang mengungkapkan mengenai kompetensi
guru dan siswa dalam proses pembelajaran, untuk dijadikan sebagai tolak ukur dalam
penilaian penelitian tindakan kelas.
3.5.2.1 Observasi Aktivitas Guru
Observasi aktivitas guru merupakan alat pengamatan yang digunakan untuk melihat aktivitas
guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung. Observasi ini digunakan sebagai bahan
refleksi pembelajaran berikutnya. download ptk bahasa indonesia sma
3.5.2.2 Observasi Aktivitas Siswa
Observasi aktivitas siswa ini digunakan untuk mengetahui dan memantau respons atau reaksi
siswa dalam pembelajaran menulis karangan persuasif yang dilakukan siswa dengan
menggunakan media iklan niaga. Observasi meliputi minat, perhatian, partisipasi, dan
kegiatan lain yang dilakukan siswa selama KBM (kegiatan belajar mengajar) berlangsung.
Kemudian observasi aktivitas siswa tersebut digunakan sebagai bahan refleksi terhadap
pembelajaran.
3.5.3 Pedoman Jurnal Siswa
Jurnal ini diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui respons serta gambaran
siswa setelah proses pembelajaran, kemudian data tersebut digunakan dalam upaya perbaikan
pembelajaran berikutnya. Download proposal ptk bahasa indonesia sma
3.5.4 Catatan Lapangan
Catatan lapangan adalah catatan yang dibuat oleh mitra peneliti yang melakukan pengamatan
atau observasi terhadap subjek atau objek penelitian tindakan kelas. Catatan lapangan
dimaksudkan untuk mengungkapkan temuan¬temuan selama proses pembelajaran
berlangsung sebagai bahan refleksi untuk tindakan selanjutnya.
3.5.5 Lembar Tes Kemampuan
Lembar tes kemampuan berisi hasil karangan siswa pada setiap siklus. Dalam hasil karangan
siswa tersebut, diperoleh data keterampilan siswa dalam menulis karangan persuasi.
3.6 Pengolahan Data
Pengolahan data dimulai dengan menganalisis seluruh data yang didapat dari berbagai
sumber, yaitu wawancara (siswa dan guru), lembar aktivitas guru, lembar aktivitas siswa,
jurnal siswa, dan hasil karya siswa (berupa karangan persuasi).
3.6.1 Kategorisasi Data
Kategorisasi data adalah proses mengkategorikan seluruh data yang diperoleh berdasarkan
fokus penelitian. Data yang diperoleh dari catatan lapangan, terdiri atas hasil wawancara,
jurnal siswa, dan lembar pengamatan guru dan siswa. Data tersebut disederhanakan menjadi
beberapa kategori yang telah ditentukan. Proposal PTK bahasa indonesia sma Begitupun
dengan data yang diperoleh dari hasil tes kemampuan siswa, seluruh data dianalisis kemudian
dikelompokan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kriteria atau kategori yang telah
disusun.
3.6.2 Interpretasi Data
Pada tahap interpretasi data ini, peneliti melakukan beberapa langkah kegiatan. Langkah-
langkah tersebut adalah sebagai berikut.
a. Mendeskripsikan rencana pelaksanaan tindakan (refleksi awal). Hal¬hal yang
dideskripsikan adalah sebagai berikut.
1) Mengidentifikasi permasalahan yang menyangkut bahan ajar, metode, media, aktivitas
guru dan siswa, evaluasi, dan minat siswa terhadap pembelajaran menulis karangan persuasi
dengan menggunakan media iklan niaga.
2) Menyusun komponen pembelajaran meliputi pengembangan bahan ajar, metode, dan
evaluasi pembelajaran.
b. Mendeskripsikan pelaksanaan tindakan siklus
1) Memberikan gambaran secara umum pembelajaran mulai dari awal sampai akhir
pembelajaran.
2) Mengidentifikasi temuan-temuan dari setiap siklus.
c. Menganalisis data dari hasil penelitian
1) Menganalisis hasil pengamatan aktivitas guru.
Lembar observasi aktivitas guru berfungsi untuk mengamati dan mengevaluasi keterampilan
guru dalam menyampaikan materi dan mengendalikan kelas selama proses belajar mengajar
berlangsung. Adapun formatnya sebagai berikut.

Keterangan:
4 = Sangat baik
3 = Baik
2 = Cukup 1 = Kurang
>80% = Sangat Baik (A)
60% - 79,99% = Baik (B)
40% - 59,99% = Cukup (C)
20% - 39,99% = Kurang (D)
00% - 19,99% = Sangat Kurang (E)
(Natsir, 1997:23)

Data hasil pengamatan aktivitas guru, dianalisis berdasarkan pencapaian skala penilaian
setiap aspek yang diberikan kedua observer. Download PTK Lengkap bahasa indonesia sma
kurikulum 2013 Hasil analisis ini dijadikan sebagai refleksi untuk perencanaan tindakan
selanjutnya.
Nilai aspek = NA1+NA2
2 Keterangan:
01 = Penilaian yang diberikan oleh observer pertama untuk setiap kategori pengamatan.
02 = Penilaian yang diberikan oleh observer kedua untuk setiap kategori pengamatan.
2) Menganalisis hasil pengamatan aktivitas siswa. download PTK Bahasa Indonesia sma
terbaru
Lembar observasi siswa adalah lembar pengamatan yang digunakan untuk mengamati
aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Hal yang harus diamati terhadap
aktivitas siswa selama proses belajar, yaitu:
a. aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran;
b. keseriusan siswa yang tidak sesuai;
c. keseriusan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Adapun lembar observasi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 3.2
Format Observasi Aktivitas Siswa

Keterangan kategori penilaian aktivitas siswa sesuai dengan PBM


>80% = Sangat Baik (A)
60% - 79,99% = Baik (B)
40% - 59,99% = Cukup (C)
20% - 39,99% = Kurang (D)
00% - 19,99% = Sangat Kurang (E)
(Natsir, 1997:23)
Keterangan kategori penilaian aktivitas siswa yang tidak sesuai denga PBM Penelitian
Tindak Kelas bahasa indonesia sma pdf
00% - 19,99% = Sangat Baik (A)
20% - 39,99% = Baik (B)
40% - 59,99% = Cukup (C)
60% - 79,99% = Kurang (D)
>80% = Sangat Kurang (E)

(Natsir, 1997:23)
3) Menganalisis karya siswa berupa karangan persuasi
Menganalisis tulisan karangan siswa dari setiap tindakan untuk mengetahui keberhasilan
penelitian yang telah dilakukan. Untuk mengukur daya serap siswa, setiap karangan
dikategorikan berdasarkan sistem PAP skala lima (Penilaian Acuan Patokan) yang diadaptasi
dari Suherman, hal tersebut bertujuan untuk mengukur daya serap siswa (Nurhayati, 2009:
31). Berikut sistem PAP skala lima. contoh ptk bahasa indonesia smk lengkap
Sistem PAP skala lima

4) Menganalisis hasil jurnal siswa


Menganalisis jurnal siswa dengan mengelompokkan pendapat siswa ke dalam kelompok
pendapat atau komentar positif, negatif, dan biasa. Kemudian mencari persentase jenis
komentar untuk setiap tindakan dengan rumus berikut:
Persentase jenis komentar tiap siklus = Frekuensi komentar x 100
Jumlah siswa
Persentase rata-rata jenis komentar = PKS1 + PKS2 + PKS3 x 100% 3
Keterangan : PKS 1 adalah persentase komentar pada siklus ke- 1
PKS2 adalah persentase komentar pada siklus ke-2
PKS3 adalah persentase komentar pada siklus ke-3
DAFTAR PUSTAKA

Agustrijanto. 2001. Copywriting: Seni Mengasah Kreativitas dan Memahami Bahasa Iklan.
Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Akhadiah, Sabarti. 1998. Pembinaan Kemampuan Menulis bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Akhadiah, Sabarti. 1992. Pembinaan Kemampuan Menulis bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta.
Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT.
Bumi Pustaka.
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Garafindo Persada.
AR, Syamsudin dan Vismaia, S.D. 2006. Metode Penelitian Pendidikan bahasa. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. KBBI. Jakarta : Balai Pustaka.
juhaeri dan Suherli. 2002. Paduan Membuat Karya Tulis. Bandung: Yrama Widya.
Durianto, Darmadi, dkk. 2003. Invasi Pasar dengan Iklan yang Efektif. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Finoza, Lamuddin. 2000. Komposisi Bahasa Idonesia Untuk Mahasiswa Non Jurusan Bahasa.
Jakarta: Mawar Gempita.
Hernowo. 2002. Quantum Writing: Cara Cepat dan Bermanfaat untuk Merangsang
Munculnya Potensi Menulis. Bandung: MLC.
Muslich, Masnur. 2009. Melaksanakan PTK itu mudah. Jakatra: Bumi Aksara.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penelitian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Edisi ketiga.
Yogyakarta: BPFE.
Rusyana, Yus. 1986. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan pendidikan. Bandung: CV
Diponegoro.
Sadiman, Arief, dkk. 2002. Media Pendidikan. Jakarta: Grafindo.
Sudiana, Dendi. 1986. Komunikasi Periklanan Cetak. Bandung: CV. Remaja Karya.
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Suhandang Kustadi. 2010. Periklanan. Bandung: Nuansa.
Suryanto, Alex dan Agus Haryanta. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung:
PT Remaja Bumi Rosdakarya.
Tarigan, Henry Guntur. 1991. Menulis Sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis Sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Widyamartaya, A. 1991. Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius.
Wiyatama, Rendra. 2009. Pengantar Periklanan. Yogyakarta: Pustaka Book Publishers.