Anda di halaman 1dari 5

MANUVER HEIMLICH

No. Dokumen:
SOP SOP/UKP.KK.07-PKM KJ/2018
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 04 Januari 2018 Ditetapkan oleh
Puskesmas Halaman : 1 dari 2 Drg. Junaidah
Kecamatan Kepala Puskesmas : NIP.
Kebon Jeruk 196507171992032009

1. Pengertian Tindakan yang dilakukan untuk membebaskan jalan nafas dari


sumbatan.
2. Tujuan Melakukan tatalaksana sumbatan jalan napas oleh benda asing
sebagai salah satu bantuan hidup dasar sesuai kompetensi dokter di
pelayanan primer.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk No. 5 tahun 2018
tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di Puskesmas Kecamatan Kebon
Jeruk
4. Referensi KMK RI No. 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktek Klinis bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur/ 1.1 Penatalaksanaan penderita tidak sadarkan diri
1.1.1 Segera aktifkan sistem layanan gawat darurat, panggil
Langkah-
bantuan.
langkah 1.1.2 Segera baringkan penderita.
1.1.3 Lakukan kompresi 30 kali.
1.1.4 Jika belum bisa dikeluarkan, terus lakukan kompresi jantung.
1.1.5 Jika benda asing padat sudah bisa terlihat, benda asing boleh
dikeluarkan secara manual.
1.2 Penatalaksanaan penderita sadar
1.2.1 Sumbatan ringan : Penolong merangsang penderita batuk
tanpa melakukan tindakan dan terus mengobservasi.
1.2.2 Sumbatan berat : Tanya pada penderita apa yang terjadi.
Setelah yakin lakukan abdominal thrust.
1.2.2.1 Penolong berdiri di belakang penderita kemudian
melingkarkan kedua lengannya pada bagian atas
abdomen penderita.
1.2.2.2 Condongkan penderita ke depan.
1.2.2.3 Letakkan kepalan tangan penolong diantara umbilikus dan
iga.
1.2.2.4 Raih kepalan tangan tersebut dengan tangan yang lain,
tarik ke arah dalam dan atas secara mendadak sebanyak
5 kali.
1.2.2.5 Jika cara tersebut gagal, lakukan kembali 5 abdominal
thrust sampai sumbatan berhasil keluar atau penderita
tidak sadarkan diri.

1.3 Analisis
1.3.1 Gejala sumbatan jalan napas oleh benda asing:
1.3.1.1 Kejadiannya terlihat.
1.3.1.2 Batuk atau tersedak.
1.3.1.3 Onset mendadak.
1.3.1.4 Riwayat sebelumnya bermain atau makan suatu objek
yang kecil.
1.3.1.5 Penderita dapat terlihat memegang leher atau dadanya

1.3.2 Korban mengalami sumbatan total atau parsial masih dapat


bernapas dengan kondisi korban yang makin memburuk,
seperti menjadi sianosis, lemah atau tidak lagi batuk.
1.3.3 Pada ibu hamil atau orang gemuk letakkan di tulang dada-
xifoid dan lakukan hentakan dada (chest trust).
MANUVER HEIMLICH
No. Dokumen:
SOP SOP/UKP.KK.07-PKM KJ/2018
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 04 Januari 2018
Ditetapkan oleh
Halaman : 2 dari 2
Puskesmas Drg. Junaidah
Kepala Puskesmas :
Kecamatan NIP.
Kebon Jeruk 196507171992032009

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan
MANUVER HEIMLICH
No. Dokumen:
DAFTAR DT/UKP.KK.07-PKM KJ/2018
TILIK No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 04 Januari 2018
Halaman : 1 dari 2 Ditetapkan oleh
Puskesmas Kepala Puskesmas : Drg. Junaidah
Kecamatan NIP.
Kebon Jeruk 196507171992032009

Unit : .........................................................................................
Nama Petugas : .........................................................................................
Tanggal Pelaksanaan : .........................................................................................
Tidak
Langkah Kegiatan Ya Tidak
berlaku
1. Apakah petugas mencuci tangan dan menggunakan alat
pelindung diri?
2. Apakah petugas memeriksa pasien untuk mengidentifikasikan
pasien dalam keadaaan sadar atau tidak sadar?
3. Apakah petugas melihat jika pasien tidak sadar?
3.1 Apakah petugas segera mengaktifkan layanan gawat
darurat dan panggil bantuan?
3.2 Apakah petugas segera membaringkan penderita?
3.3 Apakah petugas melakukan kompresi 30 kali?
3.4 Apakah petugas sudah bisa melihat benda asing padat?
4. Apakah petugas melihat jika pasien sadar?
4.1 Apakah petugas bisa melihat sumbatan ringan?
4.2 Apakah petugas merangsang pasien batuk tanpa
melakukan tindakan?
4.3 Apakah petugas bisa melihat sumbatan berat?
4.4 Apakah petugas bertanya pada pasien apa yang terjadi?
4.5 Apakah petugas yakin melakukan abdominal thrust?
5. Apakah petugas menjelaskan kepada pasien/keluarga
tindakan yang akan dilakukan dan prosedurnya?
5.1 Apakah petugas berdiri dibelakang pesien kemudian
melingkarkan kedua lengannya ke bagian atas abdomen
pasien?
5.2 Apakah petugas mencondongkan pasien kedepan?
5.3 Apakah petugas meletakkan kepalan tangan diantara
umbilikus dan iga?
5.4 Apakah petugas meraih kepalan tangan tersebut dengan
tangan yang lain kemudian ditarik ke arah dalam dan atas
secara mendadak sebanyak 5 kali?
5.5 Apakah petugas melakukan 5 abdominal thrust sampai
sumbatan berhasil keluar?
6. Apakah petugas menganalisa gejala sumbatan benda asing?
6.1 Apakah petugas melihat kejadiannya?
6.2 Apakah petugas bertanya jika pasien batuk atau
tersedak?
6.3 Apakah petugas menanyakan onset mendadak?
6.4 Apakah petugas bertanya tentang riwayat sebelumnya
bermain atau makan suatu objek kecil?
6.5 Apakah petugas melihat pasien yang memegang leher
atau dada?
7. Apakah petugas memeriksa pasien yang mengalami
sumbatan total atau parsial masih bisa bernapas dengan
kondisi pasien yang makin memburuk misal menjadi sianosis
lemah atau tidak lagi batuk?
8. Jika pasien hamil atau orang gemuk, apakah petugas
meletakkan kedua kepalan tangan ditulang dada-xifoid dan
melakukan hentakan dada (chest thrust)?
9. Apakah petugas mencatat kegiatan di rekam medis pasien?

Jumlah

Tingkat Kepatuhan : ..........................%

Jakarta,........................................

Petugas Pemeriksa

________________________