Anda di halaman 1dari 23

SISTEM PENCERNAAN

Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan
mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan,
penelanan dan pencempuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut
(oris) sampai anus.

Susunan saluran pencernaan terdiri dari :

1. Oris (mulut)
2. Faring (tekak)
3. Esofagus (kerongkongan)
4. Ventrikulus (lambung)
5. Intestinum minor (usus halus) : Duodenum (usus 12 jari), Jejenum dan Ileum
6. Intestinum mayor (usus besar) :

1. Sekum
2. Kolon asendens
3. Kolon transversum
4. Kolon desendens
5. Kolon sigmoid

1. Rektum
2. Anus
Alat penghasil getah cerna (kelenjar pencernaan) terdiri dari :

1. Kelenjar ludah

 Kelenjar (glandula) parotis


 Kelenjar (glandula) submaksilaris
 Kelenjar (glandula) sublingualis

1. Kelenjar getah lambung


2. Hati
3. Kantung Empedu
4. Pankreas

Fungsi sistem pencernaan

a. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.

b. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi. Makanan
kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan (menelan).

c. Peristalsis adalah gelombang kontaksi otot polos involunter yang menggerakkan makanan
tertelan melalui saluran pencernaan.

d. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil sehingga
absorpsi dapat berlangsung.

e. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernan dari lumen saluran pencernaan ke
dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh sel tubuh.

f. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakteri,
dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.
SALURAN PENCERNAAN

1. Oris

Oris atau mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas dua bagian yaitu :

 Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi
 Bagian rongga mulut bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh
tulang maksilaris, palatum dan mandibularis, di sebelah belakang bersambung dengan
faring.

Selaput lendir mulut ditutupi epitelium yang berlapis-lapis, di bawahnya terletak kelenjar-
kelenjar halus yang mengeluarkan lendir. Selaput ini kaya akan pembuluh darah dan juga
memuat banyak ujung akhir saraf sensoris. Di sebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan di
sebelah dalam ditutupi oleh selaput lendir (mukosa).

Palatum terdiri atas dua bagian yaitu :

 Palatum durum (palatum keras), tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan sebelah depan
tulang maksilaris , dan lebih ke belakang terdiri dari 2 tulang palatum.
 Palatum mole (palatum lunak), terletak di belakang yang merupakan lipatan
menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.

Bagian tengah membentuk sebuah prosesus seperti kerucut yang disebut uvula. Pada bagian
belakang lengkungan (fauces) memuat tonsil.

Pada mulut terdapat :


1. Bibir

Bibir tersusun dari otot rangka (Orbikularis mulut) dan jaringan ikat. Organ ini berfungsi
untuk menerima makanan dan produksi wicara.

1. Pipi

Mengandung otot buksinator mastikasi. Lapisan epitelial pipi merupakan subjek abrasi dan
sel secara konstan terlepas untuk kemudian diganti dengan sel-sel baru yang membelah
dengan cepat.

1. Lidah

Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini dapat
digerakkan ke seluruh arah. Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti berikut :

 Mengatur letak makanan saat dikunyah.


 Membantu menelan makanan.
 Mengecap rasa makanan

1. Kelenjar saliva

Kelenjar ludah (kelenjar saliva) merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama
duktus wartoni dan duktus stensoni. Kelenjar ludah (saliva) dihasilkan di dalam rongga
mulut. Di sekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar ludah yaitu :

 Kelenjar parotis, letaknya di bawah depan telinga di antara prosesus mastoid kiri dan
kanan os mandibular, duktusnya bernama duktus stensoni. Duktus ini keluar dari
glandula parotis menuju ke rongga mulut melalui pipi
 Kelenjar submaksilaris, terletak di bawah rongga mulut bagian belakang, duktusnya
bernama duktus wartoni
 Kelenjar sublingualis, letaknya di bawah selaput lendir dasar rongga mulut, bermuara
di dasar rongga mulut
1. Gigi

Gigi tersusun dalam kantong-kantong (elveoli) pada mandibula dan maksila. Setiap lengkung
barisan gigi pada rahang membentuk lengkung gigi. Lengkung bagian atas lebih besar dari
bagian bawah sehingga gigi-gigi atas secara normal akan menutup (overlap) gigi bawah. Gigi
berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam mulut
dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus
makanan yang dapat ditelan.
Gigi ada dua macam yaitu :

 Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 6-7 bulan. Pada umur 2,5 tahun
jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu
 Gigi tetap (gigi permanen), tumbuh pada umur 6-18 tahun, jumlahnya 32 buah

Dari kiri-kanan = insisivus, kaninus, premolare, dan molare

 gigi seri (insisivus) untuk memotong makanan,


 gigi taring (kaninus) untuk memutuskan makanan yang keras dan liat,
 gigi geraham (premolare dan molare) berfungsi untuk mengunyah makanan yang
sudah dipotong-potong.

1. Faring

Faring merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan


(esofagus). Di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe
yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Di sini
terletak bersimpangan antara jalan napas dan jalan makanan, letaknya di belakang rongga
mulut dan rongga hidung, di depan ruas tulang belakang.

Faring terdiri dari :

 Nasofaring (bagian superior), mempunyai tinggi yang sama dengan hidung. Pada
nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga.
 Orofaring (bagian media), bagian yang sama dengan mulut. Bagian ini berbatas ke
depan sampai di akar lidah.
 Laringofaring (bagian inferior), bagian yang sama tinggi dengan laring. Bagian ini
menghubungkan orofaring dengan laring.
Proses menelan (deglutisi) menggerakkan makanan dari faring menuju esofagus. Aksi
penelanan meliputi tiga fase :

1. Fase volunter

Lidah menekan palatum keras saat rahang menutup dan mengarahkan bolus ke arah
orofaring.

1. Fase faring

Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat
menelan dalam medula dan batang otak bagian bawah. Refleks yang terjadi adalah penutupan
semua lubang kecuali esofagus sehingga makanan bisa masuk.

1. Fase esofagus

Sfingter esofagus bawah, suatu area sempit otot polos pada ujung bawah esofagus dalam
kontraksi tonus yang konstan, berelaksasi setelah melakukan gelombang peristaltik dan
memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung. Sfingter kemudian berkontriksi untuk
mencegah regurgitasi (refluks) isi lambung ke dalam esofagus.

1. Esofagus

Esofagus merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya


kurang lebih 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung.
Esofagus terletak di belakang trakea dan

di depan tulang punggung, setelah melalui toraks menembus diafragma masuk

ke dalam abdomen menyambung dengan lambung. Esofagus terutama berfungsi


menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke lambung.

1. Ventrikulus

 Anatomi

Lambung terletak oblig dari kiri ke kanan yang menyilang di abdomen atas tepat di bawah
diafragma. Dalam keadaan kosong lambung berbentuk tabung seperti huruf J dan bila penuh
berbentuk seperti alpukat raksasa. Kapasitas normal lambung satu sampai dua liter. Secara
anatomis lambung terbagi atas fundus, corpus dan antrum pylorus.

Rugae

Susunan lapisan lambung dari dalam ke luat, terdiri dari :

1. Lapisan selaput lendir . apabila lambung dikosongkan, lapisan ini akan berlipat-lipat
yang disebut rugae.
2. Lapisan otot melingkar (musculus aurikularis)
3. Lapisan otot miring (musculus obliqus)
4. Lapisan otot panjang (musculus longitudinal)
5. Lapisan jaringan ikat/serosa (peritoneum)

 Fisiologi

Lambung menerima makanan dari kerongkongan (esofagus). Di dalam lambung terjadi


pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Gerakan peristaltik berjalan berulang-ulang
sehingga makanan akan terus dihancurkan sampai terbentuk bubur kim.

 Adapun fungsi lambung menurut Price, Sylvia, A, et al, 1995, yaitu :

1) Fungsi motorik yang terdiri dari :

a) Fungsi reservoir. Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit
dicerna dan bergerak pada saluran cerna.

b) Fungsi mencampur. Memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil dan mencampurnya


dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang meliputinya.

c) Fungsi pengosongan lambung. Diatur oleh pembukaan sfingter pilorus, yang diatur oleh
viskositas, volume, keasaman, aktivitas osmosis, keadaan fisik, serta oleh emosi, obat-obatan
dan kerja. Pengosongan lambung diatur oleh factor syaraf dan hormonal.

2) Fungsi pencernaan dan sekresi

a) mencernakan protein oleh pepsin dan HCl, pati oleh amilase dan lemak oleh lipase.

b) Sintesis dan pelepasan gastrin.

c) Sekresi factor intrinsic memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.

d) Sekresi mucus., sebagai pelindung lambung dan pelumasan makanan agar mudah
ditranspor.

1. Intestinum minor

 Anatomi
Usus halus atau intestinum minor adalah suatu tabung yang kompleks,

berlipat-lipat, dan membentang dari pilorus hinggakatup ileosekal (sekum), merupakan


saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasil pencernaan. Panjang usus
halus pada orang hidup sekitar 12

kaki (3,6 m) dan hampir 22 kaki (6,6 m) pada kadaver (akibat relaksasi).

Usus halus terdiri dari :

a. Duodenum

disebut juga usus 12 jari, panjangnya kurang lebih 25 cm, berbentuk sepatu kuda melengkung
ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pankreas. Pada bagian kanan duodenum ini terdapat
selaput lendiryang membukit disebut papila vateri. Pada papila vateri ini bermuara saluran
empedu (duktus koledokus) dan saluran pankreas (duktus pankreatikus). Dinding duodenum
mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar. Kelenjar-kelenjar ini
Brunner yang berfungsi untuk memproduksi getah intestinum.

b. Jejunum dan Ileum

jejunum dan ileum mempunyai panjang sekitar 6 m. dua per lima bagian atas adalah jejunum
dengan panjang 23 m dan ileum dengan panjang 4-5 m. lekukan jejunum dan ileum melekat
pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas
dikenal sebagai mesenterium. Akar mesenterium memungkinkan keluar dan masuknya
cabang-cabang arteri dan vena mesenterika superior, pembuluh limfe dan saraf ke ruang
antara dua lapisan peritoneum yang membentuk mesenterium. Sambungan antara jejunum
dan ileum tidak mempunyai batas yang jelas. Ujung bawah ileum berhubungan dengan
sekum dengan perantaraan lubang yang bernama orifisium ileosekalis. Orifisium ini
diperkuat oleh sfingter ileosekalis dan pada bagian ini terdapat katup valvula sekalis yang
berfungsi untuk mencegah cairan dalam kolon asendens tidak masuk kembali ke ileum.

 Fisiologi

Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya
sebagai berikut :

1. Makanan yang berasal dari lambung dan dalam keadaan asam akan dinetralkan oleh
bikarbonat dari pancreas.
2. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya.
Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amilase pancreas menjadi
disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida,
yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan
ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
3. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka
pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam
amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh
peredaran darah.
4. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh
cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak).
Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan
gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju
jantung oleh pembuluh limfe.

Absorpsi makanan yang sudah dicerna seluruhnya berlangsung di dalam usus halus melalui
dua saluran, yaitu pembuluh kapiler dalam darah dan saluran limfe disebelah dalam
permukaan vili usus. Sebuah vilus berisi lakteal, pembuluh darah epitelium dan jaringan otot
yang diikat bersama oleh jaringan limfoid seluruhnya diliputi membran dasar dan ditutupi
oleh epitelum. Karena vili keluar dari dinding usus, maka bersentuhan dengan makanan cair
dan lemak yang diabsorbsi ke dalam lakteal kemudian berjalan melalui pembuluh limfe
masuk ke dalam pembuluh kapiler darah di vili dan oleh vena porta dibawa ke hati untuk
mengalami beberapa perubahan.

Fungsi usus halus meliputi :

1. Menerima zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler-kapiler
darah dan saluran limfe,
2. Menyerap protein dalam bentuk asam amino,
3. Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida.

Di dalam usus halus terdapat kelenjar yang menghasilkan getah usus yang menyempurnakan
makanan :

1. Enterokinase, mengaktifkan enzim proteolitik,


2. Eripsin, menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino,
1. Laktase mengubah laktosa menjadi monosakarida,
2. Maltose mengubahmaltosa menjadi monosakarida,
3. Sukrose mengubah sukrosa menjadi monosakarida.

1. Intestinum mayor

Usus besar atau kolon berbentuk tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 1,5 m (5
kaki) yang terbentang dari sekum hingga kanalis ani. Diameter usus besar sudah pasti lebih
besar daripada usus kecil, yaitu sekitar 6,5cm (2,5 inci), tetapi makin dekat anus diameternya
semakin kecil. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon
Transversum, dan Kolon desenden.

Fungsi kolon adalah :

1. Menyerap air selama proses pencernaan.


2. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis
dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
3. Membentuk massa feses
4. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran
feses dari tubuh didefekasi.

Sekum

Di bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga
disebut juga umbai cacing, panjangnya 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh peritoneum, mudah
bergerak walaupun tidak mempunyai mesentrium dan dapat diraba melalui dinding abdomen
pada orang yang masih hidup.

Kolon Asendens

Panjangnya 13 cm, terletak di bawah abdomen sebelah kanan, membujur ke atas dari ileum
ke bawah hati. Di bawah hati melengkung ke kiri, lengkungan ini disebut fleksura hepatika,
dilanjutkan sebagai kolon transversum.

Apendiks (Usus Buntu)

Bagian dari usus besar yang mucul seperti corong dari ujung sekum, mempunyai pintu keluar
yang sempit tetapi masih memungkinkan dapat dilewati oleh beberapa isi usus. Apendiks
tergantung menyilang pada linea terminalis masuk ke dalam rongga pelvis minor, terletak
horizontal di belakang sekum. Sebagai suatu organ pertahanan terhadap infeksi, kadang
apendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya
ke dalam rongga abdomen.

Kolon Transversum

Panjangnya + 38 cm, membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens berada di
bawah abdomen, sebelah kanan terdapat fleksura hepatika dan sebelah kiri terdapat fleksura
lienalis.

Kolon Desendens

Panjangnya + 25 cm, terletak di bawah abdomen bagian kiri membujur dari atas ke bawah
dan fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri, bersambung dengan kolon sigmoid.

Kolon Sigmoid

Kolom sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens, terletak miring dalam rongga
pelvis sebelah kiri, bentuknya menyerupai huruf S, ujung bawahnya berhubungan dengan
rektum.

1. Rektum dan Anus

Merupakan lubang tempat pembuangan

feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat

anus, feses ditampung terlebih dahulu


pada bagian rectum. Apabila feses

sudah siap dibuang maka otot

spinkter rectum mengatur pembukaan

dan penutupan anus. Otot spinkter

yang menyusun rektum ada 2, yaitu

otot polos dan otot lurik.

Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rektum dengan dunia luar
(udara luar). Terletak di dasar pelvis, dindingnya diperkuat oleh 3 sfingter :

 Sfingter ani internus (sebelah atas), bekerja tidak menurut kehendak,


 Sfingter levator ani, bekerja juga ti dak menurut kehendak,
 Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bekerja menurut kehendak.

Defekasi (buang air besar) didahului oleh transpor feses ke dalam rektum yang
mengakibatkan ketegangan dinding rektum yang mengakibatkan rangsangan untuk refleks
defekasi, sedangkan otot usus lainnya berkontraksi. M. Levator ani relaksasi secara volunter
dan tekanan ditimbulkan oleh otot-otot abdomen.

KELENJAR PENCERNAAN

1. Kelenjar ludah

 Kelenjar (glandula) parotis


 Kelenjar (glandula) submaksilaris
 Kelenjar (glandula) sublingualis

1. Kelenjar getah lambung

 Glandula cardiacae, menghasilkan mukus


 Glandula gastricae, menghasilkan pepsin dan asam lambung (HCl)
 Glandula pyloricae, menghasilkan hormon

1. Hati

Hati atau hepar adalah organ yang paling besar di dalam tubuh kita, warnanya cokelat, dan
beratnya + 1 ½ kg. Letaknya, bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah
diafragma. Hati terbagi atas 2 lapisan utama : permukaan atas berbentuk cembung, terletak di
bawah diafragma dan permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura
tranversus.
Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri di bagian atas hati, selanjutnya hati
dibagi 4 belahan : lobus kanan, lobus kirir, lobus kaudata, dan lobus quadratus. Arteri
hepatika, keluar dari aorta dan memberi 1/5 darah pada hati, darah ini mempunyai kejenuhan
95 % – 100 %, masuk ke hati akan membentuk jaringan kapiler setelah bertemu dengan
kapiler vena, akhirnya keluar sebagai vena hepatika. Vena porta, yang terbentuk dari lienalis
dan vena mesentrika superior menghantarkan 4/5 darahnya ke hati. Darah ini mempunyai
kejenuhan 70 %, sebab beberapa oksigen telah diambil oleh limfe dan usus. Guna darah ini
membawa zat makanan ke hati yang telah diabsorbsi oleh mukosa dan usus halus. Besarnya
kira-kira berdiameter 1 mm. Satu dengan yang lain terpisah oleh jaringan ikat yang membuat
cabang pembuluh darah ke hati, cabang vena porta arteri hepatika dan saluran empedu
dibungkus bersama oleh sebuah balutan dan membentuk saluran porta.

Darah berasal dari vena porta, bersentuhan erat dengan sel hati dan setiap lobulus disaluri
oleh sebuah pembuluh sinusoid darah atau kapiler hepatika. Pembuluh darah halus berjalan
diantara lobulus hati, disebut vena interlobuler. Dari sisi cabang-cabang kapiler masuk ke
dalam bahan lobulus, yaitu vena lobuler. Pembuluh darah ini mengalirkan darah dalam vena
lain yang disebut vena sublobuler, yang satu sama lain membentuk vena hepatika dan
langsung masuk ke dalam vene kava inferior.

Empedu dibentuk didalam sel-sela kecil didalam sel hepar melalui kapiler empedu yang
halus/korekuli.

Bahan-bahan yang termasuk glikogen lemak, vitamin, zat besi, vitamin yang larut dalam
minyak, atau lemak disimpan di hati. Hati membantu mempertahankan suhu tubuh karena
luasnya organ ini dan banyaknya kegiatan metabolisme yang berlangsung sehingga
mengakibatkan darah banyak mengalir melalui organ ini yang menaikkan suhu tubuh.

1. Kantung Empedu

Sebuah kantung berbentuk terong dan merupakan membran berotot, letaknya dalam senuah
lobus di sebelah permukaan bawah hati sampai pinggir depannya, panjangnya 8-12 cm,
berkapasitas 60 cm3. lapisan empedu terdiri dari lapisan luar serosa /parietal, lapisan otot
bergaris, lapisan dalam mukosa/viseral disebut juga membran mukosa.

Duktus sistikus, panjangnya kurang lebih 3,5 cm yang berjalan dari lekuk empedu
berhubungan dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum. Sterkobilin
memberi warna pada urine yang disebut Urobilin.

Bagian-bagian dari kantung empedu :

 Fundus vesika felea, merupakan bagian dari kandung empedu yang paling akhir
setelah korpus vesika felea.
 Fundus vesika felea, bagian dari kandung empedu yang di dalamnya berisi getah
empedu.
 Leher kandung kemih, merupakan leher dari kandung empedu yaitu saluran pertama
masuknya getah empedu ke kandung empedu,
 Duktus sistikus, panjangnya kurang lebih 3,25 cm berjalan dari leher kandung
empedu dan bersambung dengan duktus hepatikus, membentuk saluran empedu ke
duodenum.
 Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.
 Duktus koledoktus, saluran yang membawa ke duodenum.

Getah empedu, suatu cairan yang disekresi setiap hari oleh sel hati yang dihasilkan setiap hari
500-1000 cc, sekresinya berjalan terus menerus, jumlah produksi meningkat sewaktu
mencerna lemak

1. Pankreas

Sekumpulan kelenjar yang strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah, panjangnya kira-
kira 15 cm, lebar 5 cm mulai dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata-rata 60-90
gram. Pankreas terbentang pada ventral lumbalis I dan II di belqakang lambung.

Bagian dari pankreas : kaput pankreas, terletak di sebelah kanan rongga abdomen dan di
dalam lekukan duodenum yang melingkarinya. Korpus pankreas, merupakan bagian utama
dari organ ini, letaknya di belakang lambung dan di depan vertebra umbalis pertama. Ekor
pankreas, bagian runcing di sebelah kiri menyentuh limpa.

Hasil sekresi pankreas :

 Hormon insulin, hormon insulin ini langsung dialirkan ke dalam darah tanpa melewati
duktus. Sel-sel kelenjar yang menghasilkan insulin ini termasuk sel=sel kelenjar
endokrin. Kumpulan dari sel-sel ini berbentuk seperti pulau-pulau yang disebut pulau
langerhans.
 Getah pankreas. Sel-sel yang memproduksi getah pankreas ini termasuk kelenjar
eksokrin. Getah pankereas ini dikirim ke dalam duodenum melalui duktus
pankreatikus. Duktus ini bermuara pada papila vateri yang terletak pada dinding
duodenum.

Pankreas menerima darah dari arteri pankreatika dan mengalirkan darahnya ke vena kava
inferior melalui vena pankreatika. Jaringan pankreas terdiri atas lobulus dari sel sekretori
yang tersusun mengitari saluran-saluran halus. Saluran ini mulai dari sambungan saluran-
saluran kecil dari lobulus yang terletak di dalam ekor pankreas dan berjalan melalui badan
pankreas dari kiri ke kanan. Saluran kecil ini menerima saluran dari lobulus lain dan
kemudian bersatu untuk membentuk saluran utama yaitu duktus wirsungi.

Fungsi pankreas :

 Fungsi eksokrin, membentuk getah pankreas yang berisi enzim dan elektrolit.
 Fungsi endokrin, sekelompok kecil sel epithelium yang berbentuk pulau-pulau kecil
atau pulau langerhans, yang bersama-sama membentuk organ endokrin yang
menyekresikan insulin.
 Fungsi sekresi eksternal, cairan pankreas dialirkan ke duodenum yang berguna untuk
proses pencernaan makanan di intestinum.
 Fungsi sekresi internal, sekresi yang dihasilkan oleh pulau-pulau langerhans sendiri
langsung dialirkan ke dalam peredaran darah. Sekresinya disebut hormon insulin dan
hormon glukagon. Hormon tersebut dibawa ke jaringan untuk membantu metabolisme
karbohidrat.
DAFTAR PUSTAKA

Setiadi. 2007. Anatomi Fisiologi Manusia. Yogyakarta : Graha Ilmu

Syaifudin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3. Jakarta :


Penerbit Buku Kedokteran EGC

Waluyo, Joko dan Dwi Wahyuni. 1987. Anatomi Manusia. Jember : Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Jember

Fungsi Alat Sistem Pencernaan pada Manusia- Alat-alat pencernaan terdiri atas mulut,
kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum), usus besar
(colon), dan anus. Adapun enzim pencernaan dihasilkan oleh kelenjar pencernaan, yaitu
kelenjar ludah, hati, pankreas, dan empedu.

Gambar 6.5 Jalur pencernaan makanan pada manusia

1. Rongga Mulut. Makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi di dalam rongga mulut. Di
dalam rongga mulut, terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah yang menyekresikan air liur.
Masing-masing memiliki peran dalam proses pencernaan makanan.
Gambar 6.6 rongga mulut terdapat lidah

a. Fungsi Lidah. Lidah memiliki struktur yang khas, yaitu papila. Papila-papila ini memiliki
ujung-ujung pengecap yang berhubungan dengan jaringan saraf sensorik. Melalui papila-
papila ini, kita memperoleh informasi mengenai rasa (asin, manis, pahit, dan asam) dan suhu
(panas atau dingin) pada makanan yang kita makan.

b. Fungsi Gigi. Gigi adalah organ utama yang berperan dalam pencernaan mekanik dalam
rongga mulut. Pada bayi, gigi akan tumbuh pertama kali pada usia sekitar enam bulan. Gigi
yang tumbuh pertama kali tersebut dinamakan gigi susu. Gigi susu tersebut berangsur-angsur
akan digantikan oleh gigi sulung pada usia sekitar 6–14 tahun. Setelah itu, gigi sulung
berangsur-angsur digantikan gigi tetap. Pada anak-anak terdapat 20 gigi susu, sedangkan pada
orang dewasa terdapat 32 gigi tetap. Berikut susunan gigi susu dan gigi tetap.

Susunan Gigi Susu

Jenis P C I I C P
Rahang atas 2 1 2 2 1 2
Rahang 2 1 2 2 1 2
bawah

Susunan Gigi Tetap

Jenis M P C I I C P M
Rahang atas 3 2 1 2 2 1 2 3
Rahang 3 2 1 2 2 1 2 3
bawah
Keterangan:

I : insisivus = gigi seri (untuk memotong)

C : caninus = gigi taring (untuk menyobek)

P : premolar = geraham depan (untuk mengunyah)

M : molar = geraham belakang (untuk mengunyah hingga halus)

Gambar 6.7 Susunan gigi pada orang dewasa.

Gigi terdiri atas beberapa bagian, yaitu bagian mahkota, leher, dan akar gigi (Gambar 6.8).
Bagian gigi yang terlihat merupakan bagian mahkota, sedangkan bagian leher tertutup oleh
lapisan gusi. Gigi dilapisi oleh lapisan email. Email merupakan lapisan paling keras pada
tubuh manusia, sebagian besar dibangun oleh kalsium. Di bagian bawah lapisan email
terdapat dentin. Di dalam lapisan dentin tersebut terdapat rongga pulpa, tempat pembuluh
darah dan saraf berada.
Gambar 6.8 Gigi terdiri atas beberapa bagian, yaitu mahkota, leher, dan akar gigi.

c. Kelenjar Ludah. Kelenjar ludah menyekresikan air liur yang mengandung enzim ptialin
(amilase). Enzim tersebut berperan dalam pencernaan enzimatik yang berlangsung di mulut.
Amilase mengubah amilum menjadi glukosa. Selain enzim, ludah juga mengandung zat
antibakteri (lisozim) sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh mengandung lebih
sedikit bakteri yang dapat membahayakan kesehatan kita. Cairan ludah juga membantu
melarutkan makanan dan melumasi rongga mulut. Ludah dihasilkan oleh tiga pasang kelenjar
ludah yang terdapat di dalam mulut (Gambar 6.9), yaitu:

1) glandula parotid, yang berada di mulut bagian belakang, di dekat telinga; 2) glandula
submaksilaris, berada di rahang bawah; 3) glandula sublingualis, berada di bawah pangkal
lidah.

Gambar 6.9 Manusia mempunyai tiga pasang kelenjar ludah.


2. Kerongkongan (Esofagus). Kerongkongan berbentuk seperti tabung dengan panjang kira-
kira 25 cm yang menghubungkan mulut dengan lambung. Kerongkongan ikut berperan dalam
mendorong makanan menuju lambung. Kerongkongan dilengkapi sepertiga otot lurik dan dua
pertiga otot halus untuk tugas tersebut. Otot-otot tersebut tersusun memanjang dan melingkar
sehingga mampu melakukan serangkaian kontraksi yang membuat makanan terdorong
menuju lambung. Gerakan ini disebut gerakan peristaltik (Gambar 6.10).

Gambar 6.10 Gerak peristaltik pada esofagus. Esofagus adalah saluran makanan yang
menghubungkan mulut dan lambung

3. Lambung. Lambung pada manusia menyerupai kantung otot yang mampu menampung
bahan makanan sebanyak 2 liter hingga 4 liter. Makanan masuk ke lambung melalui sfinkter
kardiak yang merupakan otot melingkar antara esofagus dan lambung. Otot tersebut tertutup
ketika tidak ada makanan yang masuk ke lambung. Lambung dibagi menjadi tiga bagian,
yaitu:

1. kardiak, bagian lambung yang terletak di bagian atas, dekat hati


2. fundus, bagian lambung yang membulat, terletak di tengah;
3. pilorus, bagian ujung lambung yang terletak di dekat usus halus.

Lambung dapat mencerna makanan secara mekanik. Lambung memiliki tiga lapis otot halus
yang tersusun memanjang (bagian luar), melingkar (bagian tengah), dan miring (bagian
dalam). Kontraksi dinding lambung menghasilkan gerakan peristaltik yang menghancurkan
makanan dan mencampurkannya dengan enzim-enzim yang dihasilkan oleh dinding lambung.
Dinding lambung disusun oleh lapisan epitel sel selapis batang. Kontraksi otot lambung
menyebabkan beberapa sel pada dinding lambung menyekresikan gastrin. Gastrin
merangsang sel-sel kelejar di dinding lambung menyekresikan asam lambung. Asam lambung
tersebut terdiri atas HCl, enzim-enzim pencernaan, dan lendir (mukus). Perhatikan Gambar
6.12.
Gambar 6.11 Lambung dibagi menjadi tiga bagian, kardiak, fundus, dan pilorus.

Lendir selain berfungsi mencampur makanan dengan enzim, juga berfungsi melindungi
dinding lambung dari asam lambung. Dinding lambung sering mengalami pergantian karena
sering rusak oleh HCl yang dihasilkannya.

Gambar 6.12 Sel mukus melindungi dinding lambung. Dinding lambung menyekresikan
berbagai macam enzim pencernaan.

HCl berperan dalam membunuh mikroorganisme yang terkandung dalam makanan yang tidak
mati oleh ludah dalam mulut. HCl juga mengaktivasi sel-sel kelenjar lain di dinding lambung
untuk menghasilkan pepsinogen. Dalam suasana yang asam (pH 1 hingga 3), pepsinogen
akan berubah menjadi enzim yang aktif, yaitu pepsin. Pepsin akan mengubah protein menjadi
protease dan pepton. Selain pepsin, beberapa enzim lain yang dihasilkan antara lain adalah
renin yang berfungsi menggumpalkan kasein dalam susu, dan lipase yang berfungsi
mencerna lemak. Makanan di lambung yang telah berbentuk cairan asam disebut kim
(chyme). Melalui gerakan peristaltik, kim didorong menuju usus halus melewati sfinkter
pilorik, yaitu otot yang berada di ujung lambung.

4. Usus Halus (Intestinum). Dalam usus halus terjadi dua peristiwa penting, yaitu
pencernaan secara enzimatik dan penyerapan sari-sari makanan ke dalam sel darah. Usus
halus terbagi tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan
ileum (usus penyerapan). Duodenum disebut usus duabelas jari karena memiliki panjang
sekitar 12 jari orang dewasa. Sementara itu jejunum disebut usus kosong karena pada orang
yang telah meninggal dunia, bagian usus ini kosong. Ileum disebut usus penyerapan karena
pada bagian tersebut zat-zat makanan diserap oleh tubuh. Enzim-enzim yang berperan di usus
halus berasal dari hati, pankreas, dan sel-sel di dinding usus halus tersebut (Gambar 6.13).
Enzim-enzim tersebut memecah molekul-molekul kompleks makanan menjadi molekul yang
lebih sederhana dan mengabsorpsinya dalam aliran darah.

Gambar 6.13 Zat hasil sekresi hati dan pankreas masuk ke sistem pencernaan melalui
duodenum.

Hati menghasilkan cairan empedu, suatu cairan yang merupakan campuran dari garam
empedu, air, garam-garam lain, dan kolesterol. Empedu dihasilkan hati untuk kemudian
disimpan di dalam kantung empedu. Ketika dibutuhkan, empedu akan dialirkan dari kantung
empedu menuju usus halus melewati saluran yang disebut ductus hepaticus (saluran empedu).
Garam empedu disintesis di hati dari kolesterol dan asam amino. Meskipun berperan dalam
memecah lemak, garam empedu tidak termasuk enzim. Garam empedu bekerja mirip deterjen
atau agen pengemulsi yang memecah gumpalan lemak pada kim menjadi partikel-partikel
yang lebih kecil. Partikel-partikel ini kemudian diuraikan lagi oleh enzim lipase yang
dihasilkan oleh pankreas. Pankreas terletak di antara lambung dan usus halus. Selain lipase,
pankreas juga menghasilkan sodium bikarbonat (NaHCO3), amilase, dan beberapa protease
yang terdiri atas tripsin, kemotripsin, dan karboksipeptidase. Bersama dengan air, sekresi
pankreas ini sering disebut “pancreas juice“. Sodium bikarbonat menaikkan pH hingga 7
sampai 8 untuk memberikan suasana basa pada bubur kim yang dihasilkan dari lambung.
Pada suasana basa ini, enzim-enzim yang dihasilkan pankreas dapat bekerja optimum.
Masing-masing enzim tersebut bereaksi terhadap molekul makanan yang berbeda. Amilase
berperan dalam memecah amilum (zat tepung) menjadi maltosa. Lipase memecah lemak
(lipid) menjadi gliserol dan asam lemak.

Sel-sel epitel pada usus halus, selain mampu menyerap makanan juga menghasilkan enzim
aminopeptidase, sukrase, laktase, dan maltase (fungsinya dapat dilihat pada Tabel 6.3).
Jadi, segera setelah molekul-molekul makanan dicerna oleh enzim-enzim tersebut, molekul-
molekul yang sederhana diserap ke dalam sel dan siap diangkut ke seluruh tubuh oleh
pembuluh darah.

Tabel 6.3 Enzim dan Peranannya dalam Pencernaan Makanan

No. Nama Enzim Dihasilkan oleh Organ Tempat Fungsi


Enzim Bekerja
1 Amilase (ptialin) Kelenjar ludah Mulut Amilum → maltosa
2 Pepsin Lambung Lambung Protein → polipeptida
3 Lipase Pankreas Usus halus Lemak → gliserol dan asam
lemak
4 Amilase pankreas Pankreas Usus halus Amilum → maltosa
5 Tripsin Pankreas Usus halus Protein → polipeptida
6 Kemotripsin Pankreas Usus halus Protein → polipeptida
7 Karboksipeptidase Pankreas Usus halus Polipeptida → asam amino
8 Laktase Usus halus Usus halus Laktosa → glukosa dan
galaktosa
9 Sukrase Usus halus Usus halus Sukrosa → glukosa dan
fruktosa
10 Aminopeptidase Usus halus Usus halus Polipeptida → asam amino
11 Maltase Usus halus Usus halus Maltosa → glukosa

Usus halus membentuk struktur yang disebut dengan vili (jonjot) dan mikrovili usus
(Gambar 6.14). Struktur vili tersebut memperluas permukaan di dalam usus halus sehingga
meningkatkan penyerapan. Seperti juga pada lambung, usus halus mempunyai otot-otot polos
yang letaknya bertumpuk dan bersilangan. Ketika otot-otot ini berkontraksi, kim teraduk dan
bersentuhan dengan dinding usus sehingga terdorong melewati usus halus yang panjangnya
mencapai delapan meter. Sebagian zat diserap, sedangkan zat yang tidak dapat diserap
terdorong menuju usus besar akibat gerakan otot-otot usus halus.
Gambar 6.14 Dinding usus halus terspesialisasi untuk mengabsorpsi molekul-molekul kecil
yang dihasilkan dari proses pencernaan.

5. Usus Besar. Usus besar dibagi menjadi dua bagian, yaitu kolon dan rektum (Gambar
6.16). Makanan yang tidak dapat dicerna dan tidak dapat diserap oleh usus halus, seperti serat
pada sayuran dan buah-buahan serta lemak dan protein yang tidak dapat terurai, semuanya
akan bercampur dengan air dan akan masuk ke dalam kolon. Di dalam kolon, terdapat
berbagai jenis bakteri, salah satunya adalah Escherichia coli yang hidup bersimbiosis dengan
manusia. Escherichia coli (E. coli) mencerna makanan yang tidak dapat dicerna enzim usus.
E.coli menyekresikan beberapa zat seperti thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B3),
vitamin B12, biotin (vitamin H), dan vitamin K. Zat-zat tersebut kemudian diserap oleh
dinding kolon.

Posted in: Biologi Kelas XI Tags: bagian bagian mulut, Biologi XI Bab Sistem Pencernaan
Makanan, duodenum, fundus, fungsi garam empede, fungsi gigi, fungsi kelenjar ludah, fungsi
lidah, fungsi pankreas, gastrin, gerakan peristaltik, ileum, jalur pencernaan makanan,
jejunum, kardiak, macam kelenjar ludah, macam macam fungsi enzim, mikrovili usus,
pancreas juice, pepsin, pepsinogen, peranan enzim dalam percenaan, pilorus, renin, sfinkter
kardiak, struktur bagian gigi, struktur fungsi bagian lambung, struktur fungsi kerongkongan,
struktur fungsi usus besar, struktur fungsi usus halus, susunan gigi dewasa, susunan gigi susu
tetap, vili