Anda di halaman 1dari 70

SPESIFIKASI TEKNIS

Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT PEKERJAAN


( SPESIFIKASI TEKNIS )
PEKERJAAN:
LANDSCAPE
PABRIK BARU PT. KIMIA FARMA (PERSERO)TBK

Keterangan Umum

Rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan (spesifikasi teknis) ini, dibuat dengan
maksud agar hasil akhir yang akan dikerjakan memenuhi kwalitas / persyaratan-
persyaratan yang tertuang dalam spesifikasi teknis ini, sebagaimana yang
direncanakan / dikehendaki oleh PT. Kimia Farma (Persero) Tbk.

I. PEKERJAAN GALIAN PONDASI

1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan /
peralatan-peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk
terlaksananya pekerjaan ini dengan baik.
b. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian untuk pekerjaan sub
struktur, atau untuk galian tanaman seperti yang disebutkan / ditunjukkan
dalam gambar.

2. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Galian tanah harus sesuai dengan peil-peil yang tercantum di dalam
gambar.
Semua bekas-bekas pondasi bangunan lama, batu, jaringan jalan / aspal,
akar & pohon-pohon yang terdapat di bagian pondasi yang akan
dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran
yang tidak terpakai harus disumbat.
b. Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon,
dan lain-lain yang masih digunakan, maka Kontraktor harus secepatnya

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 1


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

memberitahukan kepada PT. Kimia Farma (Persero) Tbk atau kepada


Pengusaha / instansi yang berwenang untuk mendapatkan petunjuk-
petunjuk seperlunya.
c. Apabila ternyata pengalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan,
maka Kontraktor harus mengisi / mengurug kembali daerah tersebut
dengan bahan yang sejenis untuk daerah ybs.
d. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut
bebas dari longsoran-longsoran tanah di kiri-kanannya (bila perlu
dilindungi oleh alat-alat penahan tanah dan bebas dari genangan air )
sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan
spesifikasi struktur. Pemompaan, bila dianggap perlu harus dilakukan
dengan hati-hati agar tidak mengganggu struktur bangunan yang sudah
ada.

II. PEKERJAAN URUGAN PASIR PADAT

1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan
alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk
memperoleh hasil pekerjaan yang baik.

2. Persyaratan bahan pasir


a. Pasir yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan
keras, bebas dari lumpur, tanah lempung dan lain sebagainya.
b. Untuk air siraman digunakan air tawar yang bersih dan tidak
mengandung minyak, asam alkali dan bahan-bahan organis lainnya,
serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam SNI 2847-2013.
c. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan di atas.

3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Lapisan pasir urug/sirtu dilakukan lapis demi lapis maksimum setiap lapis
5 cm hingga mencapai tebal padat yang disyaratkan dalam gambar.

b. Setiap lapis pasir urug harus diratakan, disiram air dan / atau dipadatkan

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 2


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

dengan alat pemadat.


c. Tebal pasir urug minimum 10 cm padat atau sesuai yang ditunjukkan
dalam gambar. Ukuran tebal dicantuPT. Kimia Farma (Persero), Tbkan
dalam gambar adalah ukuran tebal padat.

III. PEKERJAAN URUGAN TANAH & PEMADATAN

1. Lingkup pekerjaan peralatan


Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, dan
alat-alat bantu lainnya yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini
dengan baik. Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan urugan kembali untuk
pekerjaan substruktur dan galian tanaman yang ditunjukkan dalam gambar.

2. Bahan-bahan
Bahan untuk urugan tersebut menggunakan material bekas galian atau
dengan mendatangkan dari lokasi lain dan harus memenuhi persyaratan

3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Pengurugan harus diperiksa sebelum disetujui oleh Managemen
Konstruksi. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis,
dan mencapai Peil permukaan tanah yang direncanakan.
b. Pada lokasi yang diurug harus diberi patok-patok, ketinggian sesuai
dengan ketinggian rencana.
c. Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur atau kotoran, sampah
dan sebagainya. Pemadatan urugan dilakukan dengan memakai alat
stamper / compactor.
d. Bahan galian dapat dipergunakan kembali untuk mengurug bila
memenuhi syarat sebagai tanah urugan.
e. Bagian permukaan yang telah dinyatakan padat harus dipertahankan &
dijaga jangan sampai rusak akibat pengaruh luar misalnya basah oleh
air hujan dan sebagainya.
f. Setelah pemadatan selesai, urugan tanah yang kelebihan harus
dipindahkan ke tempat lain dengan ketinggian ( peil ) disesuaikan
dengan gambar.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 3


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

IV. PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON

1. U M U M
a. Beton adalah campuran antara semen, pasir, split dan air secukupnya
dimana akan didapatkan pemakaian semen yang sedikit mungkin pada
penyelesaian pekerjaan. Beton yang dihasilkan haruslah bermutu baik
padat, tahan lama serta mempunyai kekuatan sesuai dengan ketentuan
dan mempunyai cirri – cirri khusus lain seperti yang disyaratkan.

b. Perbandingan antara pasir dan split tergantung dari pada gradasi


(tingkatan) bahan itu sendiri, tetapi hasil akhir yang harus dicapai adalah
bahwa pasir harus selalu dalam jumlah sesedikit mungkin sehingga
apabila dicampur atau diaduk dengan semen akan menghasilkan adukan
yang cukup untuk mengisi kekosongan yang terdapat dan ada diantara
batuan kasar ( split ), serta masih ada sedikit kelebihan untuk
penyelesaian akhir daripada beton tersebut.

c. Untuk menjaga agar supaya didapatkan kekuatan beton yang optimal


dan ketahanan daripada beton tersebut, jumlah pemakaian air yang
dipakai didalam adukan beton tersebut haruslah dalam jumlah yang
sesedikit mungkin dimana akan memberikan hasil yang memuaskan
didalam pelaksanaan dan mudah untuk dikerjakan.

d. Semua bahan – bahan pemeriksaan beton dan lain – lain yang termasuk
didalam spesifikasi ini akan selalu didasarkan pada SNI 2847-2013.

e. Campuran beton yang dihasilkan oleh perusahaan pencampur beton


(ready mixed) yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan
spesifikasi ini dapat pula diterima dengan adanya persetujuan terlebih
dahulu dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

2. KETENTUAN UMUM DARI BAHAN - BAHAN BETON

a. Semua bahan beton yang akan dipergunakan haruslah bahan - bahan

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 4


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

yang benar – benar mempunyai mutu terbaik diantara semua bahan beton
yang tersedia, serta harus selalu memenuhi persyaratan SNI 2847-2013.

b. Sebelum memulai pekerjaan beton, terlebih dahulu Kontraktor harus


memberikan contoh dari bahan - bahan beton yang akan dipakai untuk
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari PT. Kimia Farma (Persero),
Tbk.

Kontraktor dilarang dan tidak diperbolehkan memesan bahan - bahan


beton atau mendatangkan bahan - bahan beton didalam jumlah besar
sebelum PT. Kimia Farma (Persero), Tbk memberikan persetujuan
terlebih dahulu untuk setiap macam atau jenis bahan yang akan dipakai.

c. PT. Kimia Farma (Persero), Tbk akan menyimpan contoh - contoh bahan
beton yang telah disetujui sebagai standar ( patokan ), dimana contoh
tersebut akan digunakan sebagai bahan pemeriksa pada saat adanya
penerimaan bahan - bahan beton.
Kontraktor dilarang untuk mengadakan penyimpangan dari pengiriman
bahan yang tidak sesuai dengan contoh yang telah disetujui tersebut,
kecuali telah ada persetujuan terlebih dahulu dari Pihak PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk/KONSULTAN PERENCANA.

d. Setiap macam bahan beton yang tidak disetujui dan tidak diterima oleh PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk, dengan segera Kontraktor harus
mengeluarkan atau memindahkan bahan beton tersebut dari lokasi proyek
atas beban atau biaya Kontraktor sendiri.

3. S E M E N

a. Yang dimaksud dari semen adalah Portland, Cement seperti yang


disebutkan pada SNI 2847-2013.

b. Semen yang akan dipergunakan harus diperoleh dari pabrik yang telah
disetujui oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk, serta harus dikiriPT. Kimia
Farma (Persero), Tbkan ke lokasi proyek dengan cara pembungkusan yang

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 5


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

baik, atau dalaKonsultan Perencanaantong yang masih benar – benar


tertutup rapat, atau dapat pula dikiriPT. Kimia Farma (Persero), Tbkan
dengan menggunakan container dari pabrik yang telah disetujui oleh PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk.

c. Apabila dikehendaki oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk, Kontraktor


supaya mengiriPT. Kimia Farma (Persero), Tbkan kepada PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk tembusan dari konsinyasi semen yang menyatakan nama
pabrik dari semen tersebut, sertifikat hasil test dari pabrik yang menyatakan
bahwa konsinyasi tersebut telah diadakan testing serta dianalisa dan sesuai
dengan segala sesuatu yang telah disebutkan dalam standardisasi.

d. Semen harus disimpan didalam tempat yang tertutup bebas dari


kemungkinan kebocoran air, dan dilindungi dari kelembaban sampai waktu
penggunaan. Segala sesuatu yang menyebabkan rusaknya semen seperti
menjadi padat atau menggumpal atau rusaknya kantong semen, maka
semen tersebut tidak bisa diterima dan tidak boleh dipergunakan lagi.

e. Semen akan dikenakan pula terhadap pemeriksaan tambahan yang sesuai


dengan standardisasi yang diperkirakan /dipandang perlu oleh PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk, dan PT. Kimia Farma (Persero), Tbk mempunyai hak
untuk menolak atau tidak menggunakan semen yang tidak memenuhi syarat
dengan mengabaikan sertifikat yang diberikan oleh pabrik pembuat.

f. Semua semen yang ditolak atau tidak boleh dipergunakan harus dikeluarkan
dari lokasi proyek dengan segera atas biaya Kontraktor tanpa adanya
alasan apapun.

g. Kontraktor harus mengirim hasil test serta mengadakan yang dikehendaki


oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk dalam hal yang berhubungan dengan
hasil pemeriksaan.

h. Setiap waktu Kontraktor harus menjaga persediaan semen di lokasi kerja,


atau dengan kata lain persediaan semen harus selalu cukup sesuai dengan
kebutuhan dan mengijinkan untuk diadakan pemeriksaan pada saat

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 6


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

diperlukan.

i. Kontraktor harus melengkapi serta mendirikan tempat yang sesuai untuk


tempat penyimpanan semen, yang benar - benar harus kering, mempunyai
ventilasi yang baik terlindung dari pengaruh cuaca serta cukup untuk
menyimpan dan menimbun semen dalam jumlah yang besar. Lantai dari
gudang penyimpanan semen paling sedikit harus 30 cm diatas tanah, atau
setidak-tidaknya diatas genangan air yang mungkin akan terjadi diatas
tanah tersebut. Pengangkutan semen ke lokasi proyek dengan lori atau
kendaraan lainnya harus benar - benar dilindungi dengan terpal atau
bahan penutup yang tahan air lainnya.
Semen harus dipergunakan secepat mungkin setelah pengiriman, dan
apabila terdapat semen yang sudah lembab atau menggumpal, yang
menurut PT. Kimia Farma (Persero), Tbk sudah tidak bisa dipakai lagi
dikarenakan pengaruh kelembaban udara atau hal lain akan ditolak dan
harus dikeluarkan dari lokasi proyek atas biaya Kontraktor.

j.
Pengunaan semen tidak boleh diganti dengan fly ash.
.
4. SPLIT / BATU PECAH

a. Split atau batu pecah yang dipakai harus sesuai dengan SNI 2847-2013.
Spesifikasi agregat ringan untuk beton struktur ringan mengacu pada SNI
03-2461-1991.

b. Untuk struktur atas atau pembetonan yang mempunyai volume besar, split
yang dipakai harus ukuran 5 mm sampai dengan 30 mm. Penggunaan
batuan lain yang sifatnya campuran tidak diperkenankan.

Untuk lokasi pekerjaan yang dirasa tidak memungkinkan untuk mendapat


hasil maksimal jika menggunakan beton dengan bahan agregat kasar
ukuran normal (2-3cm), kontrakor dapat mengajukan persetujuan untuk
menggunakan bahan agregat kasar yang sudah discreening dengan
ukuran ± 1-2 cm.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 7


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

5. E.5.A I R

Kontraktor harus merencanakan untuk pengiriman / pengadaan air kerja


dalam jumlah yang cukup untuk segala macaKonsultan Perencanaeperluan
dari pada pekerjaan dan air ini harus sesuai dengan SNI 2847-2013.

6. E.6.BAHAN-BAHAN TAMBAHAN

Bahan – bahan tambahan apapun yang akan dicampurkan pada adukan


beton tidak diperkenankan, kecuali telah ada ketentuan atau keputusan
tertulis dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk untuk setiap macam bahan
tambahan dan dalam hal yang tertentu pula.

7. E.7.MUTU BETON

Kecuali disebutkan lain, mutu beton adalah sebagai berikut:

a Pada umur 28 hari, kekuatan silinder beton adalah :


- Semua Beton Balok, Kolom, Pelat, dan Dinding Perimeter Basement,
fc’ = 35 MPa (K420)

b. Untuk lantai kerja yang ketebalannya ditunjukkan dalam gambar maka


perbandingan campurannya adalah semen : pasir : split =1 : 3 : 5 / k
100

8. PENETAPAN / KEPUTUSAN DARI PADA PERBANDINGAN CAMPURAN


BETON
a. Perbandingan dari pada campuran beton yang diberikan diatas adalah
berdasarkan perkiraan, dimana setelah 28 hari sesudah pengecoran,
beton mempunyai kekuatan yang diinginkan, kwalitas yang baik serta
kontrol yang baik.
b. Beton akan dijelaskan dalam daftar volume serta daftar rencana anggaran
biaya sesuai dengan mutu beton masing - masing struktur, bilamana mutu
betonnya berbeda - beda.
c. Apabila kekuatan beton yang dibutuhkan ternyata tidak dipenuhi atau tidak

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 8


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

memenuhi syarat, PT. Kimia Farma (Persero), Tbk akan mengadakan atau
memberikan syarat tertentu tentang proporsi ( perbandingan ) campuran
beton atas biaya Kontraktor sendiri, yang mana perencanaan dan
kekuatan beton tersebut akan dicapai.

9. PERENCANAAN DARI PADA CAMPURAN BETON

a. Paling tidak atau kurang lebih dalam waktu lima minggu sebelum
mengadakan pekerjaan pengecoran beton yang pertama kali, atas biaya
sendiri Kontraktor harus mengadakan beberapa perencanaan dari pada
tatacara kerja dan pemeriksaan / test pendahuluan yang diperlukan untuk
menetapkan dari masing – masing tingkatan beton dengan perbandingan
yang sangat sesuai antara semen, pasir, split dan air untuk setiap mutu
beton, serta ukuran daripada batuan yang telah ditetapkan.

b. Akan diberikan waktu yang cukup untuk mendapatkan hasil daripada


pemeriksaan beton dari campuran – campuran yang diusulkan, dan hasil –
hasil pemeriksaan beton tersebut harus didapat sebelum pekerjaan
pembetonan dimulai Batching Plant yang dipakai pada saat campuran
percobaan haruslah batching plant yang nantinya akan dipakai selama
Kontrak, dan campuran beton tersebut harus dikerjakan secara
keseluruhan dari bathcing plant yang dipergunakan.

c. Tidak diperkenankan untuk mengadakan pengecoran sampai dengan hasil


pemeriksaan silinder mencapai umur 28 hari yang dibuat dari campuran
percobaan telah didapatkan hasil yang memuaskan, serta campuran
tersebut dibuat dari susunan yang telah disetujui oleh PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk.

d. Untuk lokasi pekerjaan yang dirasa tidak memungkinkan untuk mendapat


hasil maksimal jika menggunakan beton dengan bahan agregat kasar
ukuran normal (2-3cm), kontrakor dapat mengajukan persetujuan untuk
menggunakan bahan agregat kasar yang sudah discreening dengan
ukuran +/- 1-2 cm

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 9


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

e. Untuk mendapatkan persetujuan, kontraktor harus melakukan tata cara


persetujuan seperti yang telah disepakati

10. CAMPURAN - CAMPURAN PERCOBAAN

a. Campuran percobaan beton harus dibuat dari tiga campuran yang sama,
dan dari setiap campuran akan diambil 6 (enam) buah silinder beton.
3(tiga) buah diantaranya akan ditest pada umur 7 (tujuh) hari, dan 3
(tiga) selebihnya pada umum 28 hari.
Maksudnya adalah test 7 hari akan dipergunakan untuk menentukan
kekuatan beton diantara umur 7 hari sampai 28 hari untuk memastikan
kemungkinan daripada beton yang telah dikerjakan. Faktor pemadatan
dan slump dari masing-masing ketiga campuran tersebut akan dipakai
pula sebagai pembanding.

b. Target kekuatan silinder untuk umur 28 hari yang dibuat dari campuran
percobaan, yang dibuat untuk mutu beton tertentu harus mencapai 1.15 x
dari kekuatan beton karakteristik. Rata-rata dari hasil ketiga silnder yang
berumur 28 hari dari masing-masing campuran tidak boleh kecil dari 1.0 x
dari kekuatan beton karakteristik.

Apabila campuran – campuran percobaan memberikan hasil yang sangat


minimum sekali, Kontraktor sehubungan dengan hal tersebut diatas
harus memberikan keterangan-keterangan yang lengkap, termasuk dari
hasil kekuatan beton, tingkatan dari masing-masing jenis batuan,
tingkatan yang dicampur, slump dan factor pemadatan kepada PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk untuk mendapatkan persetujuan.

c. Kontraktor disyaratkan membuat perencanaan mengenai pengawetan dan


pemeriksaan silinder percobaan biaya sendiri.

d. Apabila ada perubahan mengenai jenis semen atau jenis batuan yang
dipakai, atau apabila karena sesuatu sebab, terpaksa diusulkan adanya
perubahan daripada campuran atau komposisi beton, pemeriksaan
pendahuluan daripada silinder – silinder harus diulangi lagi, dan harus

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 10


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

mendapatkan keputusan serta persetujuan dari pada Konsultan


Perencana sebelum campuran / komposisi beton yang baru itu
dipergunakan.

11. PEMERIKSAAN BETON DAN BAHAN - BAHAN BETON

a. Kontraktor harus menyediakan pula pekerja-pekerja dan pelayanan-


pelayanan untuk semua test atau pemeriksaan - pemeriksaan mengenai
beton dan bahan-bahan beton yang diminta atau dikehendaki oleh PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk.

b. Selama pelaksanaan daripada kontrak atau pelaksanaan pekerjaan,


Kontraktor harus menyediakan pula alat - alat dan perlengkapan yang
tersebut dibawah ini:
- slump test
- tempat pemeriksaan beton (laboratorium pemeriksaan beton )
- cetakan pembuat silinder test yang cukup mengingat persyaratan
SNI 03-1974-1990 dimana setiap 5 m3 beton dibuat 1 silinder test.
- Pengujian kuat tekan beton pada usia 7 dan 28 hari harus
dilakukan oleh badan yang independent

c. Kontraktor harus pula menyediakan alat untuk memeriksa kelembaban


yang terkandung dalam bahan batuan halus ( pasir ), skala penimbang,
pengukur silinder serta perlengkapan dan peralatan lain yang diperlukan
dalam hal – hal pemeriksaan yang akan ditentukan.

d. Semua peralatan pemeriksaan dan pekerja- pekerja atau usaha - usaha


untuk semua pemeriksaan menjadi tanggungan Kontraktor dan harus
seijin PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

e. Kontraktor harus menanggung biaya untuk perawatan dan transportasi


daripada semua contoh – contoh yang akan dilakukan pemeriksaan
sampai ketempat pemeriksaan / laboratorium, yang telah disetujui oleh
PT. Kimia Farma (Persero), Tbk untuk mengadakan pemeriksaan
kekuatan silinder pada umur 7 dan 28 hari.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 11


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

f. Setiap silinder yang akan diperiksa di laboratorium harus diberi kode –


kode tertentu yang jelas dan permanen, seperti nomor-nomor silinder,
tanggal pengecoran beserta tanda atau kode lokasi pekerjaan tersebut.
Sistim daripada ukuran pemberian tanda pada silinder dan sebagainya
akan ditentukan kemudian oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

g. Kontraktor harus mengiriPT. Kimia Farma (Persero), Tbkan semua


contoh - contoh daripada bahan - bahan dan memikul semua ongkos /
biaya yang berkenaan dengan pemeriksaan atau testing yang
berhubungan dengan spesifikasi ini, kecuali ada ketentuan lain.

h. Catatan yang lengkap daripada semua hasil - hasil pemeriksaan / testing


harus disimpan pula oleh Kontraktor, apabila sewaktu - waktu diinginkan
untuk memenuhi kepentingan PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

i. Pengecoran beton tidak akan diijinkan sebelum semua hal - hal yang
dibutuhkan dalam Bab ini dipenuhi. ( Pengecoran beton tidak akan
diijinkan / tidak akan berjalan maju sampai dengan pengaturan –
pengaturan yang memuaskan dibuat untuk memenuhi kebutuhan Bab
ini )

12. KONTROL / PEMERIKSAAN KWALITAS BETON DI LAPANGAN

a. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk bias membuat mutu


beton yang sama, yang dimaksud adalah yang mempunyai kekuatan
beton seperti yang telah ditentukan atau sifat - sifat yang lain. Untuk ini
kontraktor harus menanggung segala biaya untuk melengkapi dan
mempergunakan timbangan yang teliti/tepat dari instalasi campuran
(batching plant), ukuran yang tepat untuk mengukur volume air,
penempatan yang sesuai dari alat - alat, dan semua pemeriksaan yang
dibutuhkan atau dianggap perlu dan fasilitas - fasilitas seperti yang
diperintahkan / diminta oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk Semen dan
semua bahan batuan harus diukur dan ditimbang sesuai dengan

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 12


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

perbandingannya. Pengadukan dengan mempergunakan selain semen


yang dibungkus dalaKonsultan Perencanaantong semen tidak
diperkenankan.

b. Dalam segi umur kekentalan daripada beton harus diperiksa dengan


"slump test " (60-180mm) untuk semua tingkatan daripada beton. Slump
atau pemeriksaan penurunan beton tersebut harus dilakukan setiap saat
pengecoran, serta beberapa tambahan percobaan yang harus dilakukan
apabila ini dianggap perlu oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

c. Sepanjang pelaksanaan dari kontrak ini, maka pemeriksaan silinder beton


harus selalu dibuat seperti dan kapan saja dikehendaki atau
diperintahkan oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

d. Silinder beton harus disediakan dan dipelihara sesuai dengan ketentuan


SNI 03-1974-1990 kecuali : suhu selama dua minggu pertama daripada
pemeliharaan perendaman setiap saat berkisar antar 24 dan 29 derajat.

e. Enam buah silinder yang akan dipakai untuk bahan pemeriksaan bisa
diambil dari pengecoran yang mana saja, tiga buah harus diperiksa pada
umur 7 (tujuh) hari dan selebihnya pada umur 28 (dua puluh delapan) hari.

Penerimaan daripada pekerjaan beton hanya akan didasarkan pada test


pemeriksaan 28 (dua puluh delapan) hari, yang mana dimaksudkan bahwa
kekuatan rata-rata dari umur silinder 28 (dua puluh delapan) hari tidak boleh
lebih kecil daripada ketentuan minimum dalam butir 7, dan tidak satupun
dari kesemuanya mempunyai kekuatan kurang dari 90 % daripada kekuatan
minimum yang disyaratkan. Kalau rata-rata kekuatan silinder pada umur 7
(tujuh) hari dari waktu pengecoran ternyata dibawah ketentuan yang
disebutkan dalam campuran percobaan PT. Kimia Farma (Persero), Tbk
mempunyai wewenang untuk memberhentikan seluruh kegiatan yang
berkaitan dengan hal diatas, sampai didapatkannya/ diketahui hasil test
silinder beton setelah 28 (dua puluh delapan) hari.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 13


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

f. Untuk pemeriksaan kwalitas beton dilapangan,

1. Waktu keluar beton dari batching plan s/d perkiraan selesai pengecoran
dan keluar dari lokasi pengecoran adalah tidak lebih dari 2x 60 menit

2. Hasil slump test untuk campuran beton adalah 14+/-2 untuk masing-masing
mobil beton yang dating

3. Kontraktor harus menjamin bahwa semua pencatatan yang benar di plant


dibuat untuk semua kegiatan pada waktu material dicampur dan pada
waktu air ditambahkan. Waktu ini hendaknya disertakan pada bon
pengiriman bersama-sama dengan truckmixer ditandatangani oleh
penanggung jawab dari plant.

Buku pencatatan berisi informasi-informasi berikut:


 waktu kedatangan truck –mixer
 waktu pencampuran material-material dan penambahan air
 pencatatan nomor truck mixer dan nama plant
 waktu ketika beton ditempatkan/dicor
 lokasi pengecoran
 pengambilan jumlah test silinder
 slump

4. Kontraktor bertanggung jawab atas semua hasil pengecoran


readymix. Pengawas berhak untuk mengganti perusahaan ready mix
selama pekerjaan jika ternyata syarat-syarat dari spesifikasi yang
ditentukan Perencana tidak terpenuhi

5. Beton tidak boleh dicor sebelum Pengawas telah mendapat kesempatan


untuk meninjau bahwa persayaratan-persyaratan yang dimaksud di atas
telah dipenuhi, untuk keperluan itu Kontraktor harus memberitahukan
kepada Pengawas dan pengecoran harus dibawah pengawasan Pengawas

6. Tidak diperkenankan untuk mengaduk kembali dari beton yang sudah


mengeras seluruhnya atau sebagian.

7. Bahan campuran tambahan dibolehkan hanya jika disetujui oleh


Pemberi Tugas atau bila ada ketentuan lain.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 14


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

8. Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa hingga dapat dicegah


terjadinya pemisahan unsur-unsur

9. Pengecoran satu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa
berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan Pemberi
Tugas. Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali jika Kontraktor
mengambil tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui oleh
Pemberi Tugas. Tempat penghentian pengecoran harus disetujui pengawas
dan sambungan-sambungan harus dibersihkan/dikasarkan dalam-dalam
untuk menghilangkan semua bahan yang lemah dan diberi bahan additive
untuk keperluan tersebut.

10. Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari


pekerjaan, Kontraktor harus memberitahu Pemberi Tugas untuk mendapat
persetujuan. Jika tidak ada pemberiatahuan yang semestinya atau
persiapan pengecoran tidak disetujui oleh Pemberi Tugas maka Kontraktor
mungkin diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang baru dicor atas
biaya sendiri.

13. PENOLAKAN BETON

a. Apabila kuat tekan yang dihasilkan dari beberapa kelompok silinder


ternyata tidak mencapai standard atau ketentuan yang disyaratkan
diatas maka PT. Kimia Farma (Persero), Tbk berhak untuk memerintahkan
untuk menolak atau membongkar semua pekerjaan beton dimana silinder-
silinder tersebut diambil.

b. PT. Kimia Farma (Persero), Tbk berwenang pula untuk menolak atau
memerintahkan untuk membongkar pekerjaan beton apabila ternyata
seperti sarang lebah, berlobang-lobang halus, ataupun kurang baik
permukaan yang dihasilkan, dan setiap sebab dari penolakan tersebut,
Kontraktor atas biaya sendiri membongkar serta membuang beton yang
ditolak dan menggantikannya dengan apa yang baru seperti yang
disyaratkan oleh Konsultan Perencana serta memenuhi keinginan PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 15


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

c. Kedatangan beton dapat ditolak di lapangan jika:


 Waktu tuang beton dilapangan lebih dari 2 jam sejak keberangkatannya
dari batching plant
 Setalah 2 kali diadakan test slump, Hasil yang didapat diluar yang
disyaratkan yakni ( 12±2)
d. Diketahui ditambahkannya bahan/material lain pada mesin pengaduk

14. PENAKARAN DARI PADA BAHAN-BAHAN BETON

a. Semua bahan – bahan daripada beton haruslah diukur dengan timbangan,


kecuali air yang diukur dengan volume. Setiap takaran daripada batuan
halus atau kasar akan diukur tersendiri dengan mesin penimbang yang
telah disetujui, mempunyai ketepatan yang baik dengan koefisien kurang
dari 1 % (satu persen). Volume daripada penakaran diperbolehkan
setelah ada persetujuan dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

b. Alat – alat yang dipergunakan untuk menimbang semua bahan- bahan


dan mengukur tambahan air, serta metoda daripada penetapan atau
keputusan kelembaban yang dikandung harus disetujui terlebih dahulu
oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk sebelum adukan beton tersebut dicor
pada satu tempat.

c. Ketetapan daripada penimbang yang dipergunakan harus diperiksa atau


diteliti seminggu atau seperti yang disyaratkan / diperintahkan oleh PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk untuk dikalibrasi. Pemeriksaan tersebut harus
diketahui oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

Alat tersebut harus selalu disediakan oleh Kontraktor dan harus selalu
tersedia di lokasi kerja selama proyek berjalan.

d. Suatu zaak semen yang diketahui beratnya dapat dijadikan dasar


pengukuran di dalaKonsultan Perencanaeseimbangan campuran. Ukuran
harus diseimbangkan dengan dasar satu atau lebih zaak semen yang
baik.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 16


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

e. Jumlah air yang harus ditambahkan di dalam campuran harus disesuaikan


dengan air yang terkandung dalam masing-masing jenis batuan.

15. MENCAMPUR BETON

a. Beton harus dicampur sedekat mungkin dengan tempat penimbunan


didalam type dan kapasitas mesin pencampur yang telah disetujui oleh
PT. Kimia Farma (Persero), Tbk, serta dipakai menurut kecepatan yang
disarankan pabrik pembuatnya.

b. Penyelenggaraan daripada pengadaan transportasi penakaran dan


pencampuran daripada bahan-bahan beton harus mendapatkan
persetujuan dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk terlebih dahulu dan
apabila atau dimana mungkin pelaksanaan dari keseluruhannya hanya
akan diperiksa dan diawasi oleh seorang pengawas.

c. Pencampuran beton yang dilakukan dengan tangan sama sekali tidak


diperbolehkan, kecuali sebelumnya PT. Kimia Farma (Persero), Tbk
memberikan persetujuan terlebih dahulu, dan hanya dalam gradasi beton
untuk lantai kerja 1:3:5

d. Pencampuran tersebut akan menentukan kesamaan distribusi dari bahan-


bahan menjamin kepadatannya, setiap butir akan dilapisi dengan spasi
atau adukan, dan harus mampu menghasilkan beton yang homogen dan
padat tanpa kelebihan air.

e. Mesin pencampur atau pengaduk tersebut harus dilengkapi dengan alat


pemindah dan penuang air, dan sebuah bak penampungan air yang cukup
serta sebuah alat untuk mengukur secara tepat dan secara otomatis
mengontrol jumlah air yang dipergunakan pada sebuah alat penakar.

f. Alat ini harus mampu untuk memberikan jumlah air yang dibutuhkan
dengan koefisien kurang dari 1 % dengan pengiriman yang sama, dan alat
tersebut harus mampu menyesuaikan secara cepat disebabkan dengan
adanya kandungan air yang ada didalam setiap jenis batuan atau untuk

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 17


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

membetulkan variasi daripada slump beton.

g. Pengisian pada mesin pencampur harus pula diatur, bahwa semua unsur
termasuk air akan memasuki mesin tersebut sesuai dengan
perbandingannya dan tidak ada salah satupun yang terpisah.

h. Campuran pertama dari bahan-bahan beton yang dimasukkan kedalam


mesin pencampur akan terdiri dari semen, pasir, split dan air dimana hal
tersebut dimaksudkan untuk pelapis pertama daripada bagian dalam
mesin pengaduk, sehingga tidak akan mengurangi jumlah adukan atau
spasi yang ada didalam campuran beton nantinya.

i. Semua mesin pencampur harus dijaga benar-benar keadaannya selama


periode pelaksanaan dari pada kontrak, dan apabila ada diantaranya yang
mengalami kerusakan atau tidak bisa digunakan sama sekali agar
secepatnya dikeluarkan dari lokasi.

j. Mesin – mesin pencampur tersebut harus benar – benar kosong


semuanya sebelum menerima bahan-bahan campuran beton agar
campuran beton mendapatkan hasil yang baik.

Dan apabila mesin pencampur tersebut tidak dipergunakan lagi lebih dari
30 menit, atau telah berpekerjaan, atau sehabisnya waktu kerja, harus
pula dibersihkan dan dicuci.

k. Pengangkut penakar dan pencampur beton harus dibersihkan benar-


benar sebelum pencampuran beton kwalitas atau mutu lainnya dikerjakan.

l. Pencampuran harus dilakukan terus menerus dalam waktu kurang dari 2


menit setelah semua bahan-bahan termasuk air dimasukkan kedalam
mesin pengaduk sebelum adukan campuran tersebut dikeluarkan.

m. Mencampur atau mengaduk kembali beton atau spasi/adukan yang telah


mengeras sebagian atau seluruhnya tidak diperkenankan sama sekali.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 18


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Dimana disebabkan karena adanya penundaan diluar mesin penduduk,


maka adukan tersebut lebih baik masih tetap berada didalam mesin
pencampur serta pengadukan diteruskan sampai batas maksimum 10
menit.

16. PENGIRIMAN SERTA PENGECORAN BETON

a. Pengecoran dari beton belum diperbolehkan untuk dimulai sebelum


adanya pemeriksaan dan persetujuan dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk
mengenai bekisting, penulangan, pegang keran dan sebagainya, dimana
beton tersebut akan dituangkan.

b. Adukan /campuran beton yang ada didalam mesin pengaduk harus


dikeluarkan terus-menerus, dan diangkut ketempat pengecoran tanpa
memisah-misahkan unsur-unsurnya.

c. Beton tersebut harus diangkut dengan alat pengangkut yang bersih dan
tidak bocor, atau dengan gerobak dorong Metoda atau cara pengangkutan
lain dari beton tersebut hanya bias dilakukan, apabila sudah ada
persetujuan dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk Tempat untuk
mengangkut dan menampung beton harus dibersihkan dan dicuci pada
akhir pekerjaan atau sehabis waktu kerja dan bilamana pengecoran
tertunda/terputus untuk lebih 30 menit lamanya.

d. Untuk campuran beton yang diaduk dilapangan semua campuran/ adukan


beton harus sudah dicor ditempatnya dalam waktu maximum 30 menit
setelah adukan selesai.

e. Beton tidak boleh dituangkan darI ketinggian lebih dari 1,50 meter, tetapi
dalam posisi tertentu yang dibutuhkan didalam pekerjaannya, beton harus
diratakan dari timbunan tertinggi dan itu harus dikerjakan untuk mencegah
terpisahnya unsur-unsur beton serta untuk meyakinkan tidak adanya arus
dari pada beton yang terputus.
Keseluruhan sistem pekerjaan tersebut harus mendapat persetujuan

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 19


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

PT. Kimia Farma (Persero), Tbk terlebih dahulu.

f. Pengecoran beton pada suatu bagian atau unit pekerjaan harus dikerjakan
secara terus-menerus atau setelah tercapainya bagian structural yang
diperkenankan.

g. Beton, bekisting atau penulangan yang ada tidak boleh diganggu dengan
cara apapun, kurang lebih selama 48 jam setelah pengecoran dilakukan,
tanpa izin dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk.

h. Pengecoran beton harus dilakukan siang hari, dan pengecoran daripada


sebagian pekerjaan tidak boleh dimulai apabila tidak dapat diselesaikan
pada waktu siang hari terkecuali izin untuk bekerja malam (lembur) telah
diizinkan oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk. Dan izin seperti itu tidak
akan diberikan kalau Kontraktor tidak atau belum menyediakan system
penerangan yang mencukupi yang telah disetujui oleh PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk

i. Catatan lengkap yang terperinci mengenai tanggal. Jam dan keadaan


daripada pengecoran setiap bagian pekerjaan harus dibuat dan ditanda
tangani oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk dan disimpan, dan ini
harus selalu tersedia sewaktu-waktu ada pemeriksaan dari PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk.

17. PENGECORAN DENGAN TREMIE DAN PEMADATAN BETON

a. Untuk mencegah hasil pengecoran yang tidak baik, maka dianjurkan


memakai tremie.
Pipa Tremie yang dipergunakan harus mempunyai diameter minimum 15
cm serta receiving hopper harus mempunyai kapasitas setidak-tidaknya
sama dengan kapasitas pipa yang disuplay dengan beton. Bagian bawah
dari pipa tremie harus ditutup dengan plat yang di "tape". Sebelum
pengecoran dimulai, lemparkan sebuah kerikil kecil kedalam lubang pipa,
bila terdengar suara benturan dengan plat penutup, maka itu berarti
bahwa plat penutup tersebut masih berada ditempatnya dan tidak bocor.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 20


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Posisi dari pipa Tremie harus diatur sedemikian rupa sehingga dasar
dari pipa tersebut paling tidak 1,5 m dibawah permukaan beton pada
setiap tahap pengecoran.
Pengecoran beton harus terus menerus tanpa berhenti.

18. PEMADATAN BETON


a. Beton harus dipadatkan dengan sungguh-sungguh dengan mesin
penggetar / pemadatan yang dijalankan atau dilakukan oleh pekerja yang
terlatih, berpengalaman dalam hal tersebut.

b. Hasil akhir pekerjaan yang harus didapatkan adalah kepadatan beton


yang merata, bebas dari rongga-rongga, pemisahan unsur-unsur beton
dan tidak keropos.
c. Setelah bekisting dibuka, maka permukaan beton benar-benar harus rata /
halus dan mempunyai kepadatan seperti yang telah diperoleh dari hasil
pemeriksaan silinder beton.

d. Mesin pemadatan / penggetar beton harus mempunyai kecepatan putar


minimum 6.000 putaran per menit, dan harus mampu memberikan
percepatan 6 g pada beton, seketika setelah alat tersebut dimasukkan
dalam beton.

e. Harus dijaga dan diyakinkan pula, bahwa semua unsur atau bagian dari
beton telah bergetar semuanya, dengan tidak menimbulkan terpisahnya
unsur-unsur dari batuan yang ditimbulkan karena penggetaran yang terlalu
berlebihan. Mesin penggetar tidak boleh digetarkan langsung mengenai
besi tulangan beton teristimewa atau terutama apabila besi tersebut adalah
stek-stek yang mempunyai ukuran tertentu

f. Jumlah dari mesin penggetar yang dipergunakan pada setiap pengecoran


beton akan ditentukan oleh rata-rata dari pengecoran beton itu sendiri.
Kontraktor harus mempersiapkan pula satu cadangan mesin penggetar,
yang dipergunakan untuk sewaktu- waktu terjadi adanya mesin penggetar

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 21


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

yang rusak atau mogok.

g. Adukan harus dipadatkan dengan baik dan memakai alat penggetar


(vibrator) yang berfrekuensi dalam adukan paling sedikit 3000 putaran
dalam 1 menit, tiak boleh menggetarkan adukan lebih dari 20 detik. Dalam
permukaan yang tegak, alat penggetar diusahakan dekat dengan cetakan,
tetapi tidak sampai menyentuhnya. Penggetaran tidak boleh langsung
kebagian tulangan yang sedang mengeras.

19. PENJAGAAN DAN PEMELIHARAAN BETON

a. Semua permukaan beton yang terbuka harus dijaga dan dilindungi dari
sinar matahari, dan semua beton harus direndam dengan air selama
kurang lebih 7 hari setelah pengecoran. Penjagaan dengan jalan menutup
dengan pasir basah kurang lebih setebal 5 cm, jerami basah, kain kasar
basah atau karung basah.

b. Permukaan beton yang masih basah harus dijaga dan dilindungi benar-
benar dari air hujan, atau hal-hal lainnya yang menyebabkan terbukanya
permukaan yang lunak tersebut sampai dengan permukaan tersebut
menjadi keras.

c. Kontraktor harus bisa menetapkan dan menentukan bahwa tidak ada


beban yang berat untuk ditempatkan pada daerah yang baru saja dicor,
dimana hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan beton. Kerusakan
beton yang diakibatkan oleh hal tersebut harus dibongkar sesuai instruksi
PT. Kimia Farma (Persero), Tbk dan atas biaya kontraktor.

20. PERATAAN PERMUKAAN BETON

Dimana dilakukan perataan dari permukaan beton yang dilakukan setelah


dilakukan pengecoran setempat, maka permukaan yang dihasilkan
haruslah sama, tetapi masih merupakan permukaan yang kasar. Dan
sebelum peil / ketinggian yang sebenarnya dibuat, maka permukaan
tersebut harus diratakan untuk retak / rengat yang terjadi dan menjaga

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 22


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

permukaan beton yang baru.

21. SIAR PELAKSANAAN

a. Siar – siar pelaksanaan umumnya dibentuk dalam bidang horizontal atau


vertikal. Bekisting untuk siar-siar pelaksanaan haruslah cukup kokoh dan
bilamana perlu harus dilubangi untuk besi beton. Siar pelaksanaan
diperlukan bilamana beton baru dicor sudah mulai mengeras, sedangkan
beton baru terlambat atau tertunda datangnya.

b. Bilamana karena mixer mogok atau hal-hal lainnya, siar pelaksanaan


diperlukan pada tempat-tempat yang tidak direncanakan semula, maka
bekisting yang tegak lurus garis tegangan utama diperlukan, akan tetapi
bilamana lokasi ini dekat dengan dudukan pelat atau balok atau lokasi
lain yang tidak disetujui oleh Konsultan Perencana/PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk, maka beton yang sudah dicor harus dibongkar sampai
tempat yang dianggap cocok untuk siar pelaksanaan.

c. Pengecoran beton harus dilakukan secara kontinu dari siar yang satu ke
siar yang lain, tanpa berhenti pada waktu makan. Siar-siar pelaksanaan
pada beton yang diexposed harus betul-betul horizontal atau vertikal.
Bilamana perlu cetakan supaya diintegrasikan dalam bekisting, untuk
mendapatkan siar pelaksanaan yang memuaskan bentuk dan
tampaknya. Sebelum beton baru dicor permukaan siar dari beton lama
harus dibersihkan benar-benar dari kerikil atau beton yang lepas dan
sebagainya.

d. Bila beton umurnya kurang dari 3 hari, permukaan siar beton telah
berumur dari 3 hari atau sudah terlalu keras, maka permukaan siar harus
diketrik atau dibobok, supaya agregatnya dapat terlihat.
Bila permukaan siar telah dibersihkan dan disetujui oleh Konsultan
Perencana / PT. Kimia Farma (Persero), Tbk, maka bekisting perlu
dichek dan distel.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 23


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

e. Sebelum beton baru dicor, permukaan beton lama harus disiram dengan
air. Setelah airnya kering, diberikan dulu campuran semen pasir setebal
12 mm dalam proporsi yang sama dengan mutu betonnya, sebelum
beton baru dicor.

22. LANTAI KERJA / RABAT BETON

Besi tulangan beton tidak diperkenankan sama sekali untuk dipasang


langsung diatas permukaan tanah galian. Paling tidak harus diberi
lapisanpengeras atau lantai kerja setebal paling tidak 5 cm. Lapisan tersebut
terlebih dahulu dipasang diatas permukaan tanah galian sebelum pemasangan
besi tulangan beton.

23. PERMUKAAN BETON & PENAMPANG YANG TELAH SELESAI

a. Permukaan beton yang langsung jadi (exposed surface) harus benar-


benar lurus satu garis, bagus dan halus. Apabila hal-hal lainnya pada
permukaan yang dimaksud seperti : kasar, tidak sama, keropos atau
yang lain ketika bekisting dibuka, maka permukaan tersebut harus
dikasarkan kembali dengan ketebalan tertentu, serta dicor kembali dan
harus benar-benar dibuat baik permukaannya untuk yang kedua kalinya
dengan bahan beton seperti yang telah ditentukan oleh PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk / Konsultan Perencana, dimana dalam hal ini PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk / Konsultan Perencana yang akan memberikan
keputusan mengenai terjadinya kerusakan dari beton tersebut.

b. Apabila terdapat lobang - lobang kecil pada permukaan beton hal


tersebut dapat diperbaiki, tetapi apabila hal tersebut terlalu banyak atau
terdapat pada daerah yang luas, maka daerah yang dimaksud harus
diperbaiki kembali sesuai dengan petunjuk PT. Kimia Farma (Persero),
Tbk / Konsultan Perencana dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh
kontraktor. Tidak diperkenankan untuk memakai plesteran atau sejenisnya
untuk menutup daerah-daerah tersebut kecuali sudah mendapat izin
tertulis dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk / Konsultan Perencana.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 24


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

c. Dimana dilakukan perbaikan permukaan beton seperti yang diminta oleh


PT. Kimia Farma (Persero), Tbk / Konsultan Perencana maka sambungan
dari beton baru dan beton lama harus dikerjakan seperti yang telah
disyaratkan, dan semua merupakan beton yang terlibat harus sama dan
benar-benar bagus.

d. Untuk penyelesaian permukaan lantai beton, diberikan toleransi paling


banyak 5 mm untuk jarak 3,00 meter, dengan menggunakan spasi yang
dipadatkan dan diratakan dengan alat perata.

e. Expose surface concrete adalah pekerjaan beton, dimana permukaaan


beton yang dihasilkan setelah begisting dibuka, dapat diterima sebagai
pekerjaan finish, yakni harus benar-benar lurus satu garis, bagus dan
halus.

Segala hal yang diperlukan/dibutuhkan untuk mendapatkan expose


concrete adalah tanggung jawab pekerjaan struktur, dalam hal ini,
pemakaian begisting yang diperlukan, ketrik pada sambungan antar
begisting, skim coat, grouting dan tidak menutup kemungkinan
pembongkaran dan pemasangan kembali jika beton yang dihasilkan tidak
dapat diterima oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk/Pengawas

24. ADUKAN SEMEN PENGISI / ADUKAN ENCER

a. Adukan semen pengisi atau adukan encer yang akan dipergunakan untuk
mengisi lobang dan hal-hal lainnya adalah terdiri dari semen, pasir dan
air. Jumlah dari pasir didalam campuran tersebut akan ditentukan oleh
direksi/pengawas. Perkiraan / perbandingan dari air dan semen haruslah
berkisar antara 0,55 dan 0,60 kecuali jika dipergunakan bahan campuran
beton untuk mempermudahkan cara pengerjaan.

b. Pada semen pengisi tersebut dapat pula ditambahkan semen putih untuk
pencampuran warna, apabila hal tersebut dikehendaki oleh PT. Kimia

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 25


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Farma (Persero), Tbk. Pada hal-hal yang umum, campuran beton dapat
pula dipergunakan untuk menghindari penyusutan beton. Semen pengisi
tersebut harus mempunyai kuat pecah tidak kurang dari 210 kg/cm pada
umur 28 hari.

c. Adukan semen pengisi /adukan encer, haruslah dengan campuran yang


bersifat non shrink grout, yakni bahan yang pengisi yang tidak akan
mengalami penyusutan.

25. TULANGAN BETON / BESI BETON

a. Semua besi beton harus bebas dan bersih dari karat harus sesuai dengan
ukuran pabrik, harus bersih pula dari olie, gemuk, cat dan lain
sebagainya, atau hal lain yang dapat menyebabkan berkurangnya daya
ikat besi beton terhadap beton. Apabila diinginkan atau dipandang perlu,
maka PT. Kimia Farma (Persero), Tbk akan memerintahkan untuk
menyikat dengan sikat kawat untuk membersihkan besi beton tersebut
sebelum dipergunakan.

b. Sama sekali tidak diperkenankan mengadakan pengecoran beton


sebelum besi yang terpasang telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi /M
K

c. Semua besi beton yang dipergunakan harus mempunyai mutu sebagai


berikut :
Kode <Ø10 : BJTP 24
Kode > D10 : BJTS 40
dimana Ø : plain bars ( tulangan polos )
D : deform bars ( tulangan ulir )

d. Besi beton yang memiliki ukuran tidak seusai dengan ukuran yang telah
ditentukan tidak dapat diterima di lapangan dan harus segera dikeluarkan.

e. Kedatangan besi beton harus dilampiri dengan mills certificate dari pabrik
pembuatnya

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 26


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

f. Setiap kedatangan besi beton harus dibuatkan Berita Acara kedatangan,


yang menyebutkan ukuran, jumlah dan dilampiri dengan surat jalan dan
mills certificate

g. Pabrik pembuat besi beton yang diijinkan adalah CS atau yang setara.

h. Untuk setiap ukuran besi beton yang digunakan, untuk setiap kedatangan
20.000 kg harus diambil sample untuk dilakukan uji tarik yang diadakan di
suatu badan independent

26. PENYIMPANAN BESI BETON

Besi beton yang ada di lapangan harus disimpan atau ditaruh dibawah
penutup yang kedap air (waterproof), dan harus terangkat dari permukaan
tanah atau genangan air tanah yang ada serta harus dilindungi dari segala
terjadinya karat.

27. PENEKUKAN BESI BETON

a. Semua besi beton yang akan dipakai harus ditekuk atau dibentuk
sesuai seperti bentuk dan ukuran yang tertera pada gambar, serta
diletakkan dan diikat dengan tepat pada posisi yang ditunjukkan pada
gambar, sehingga selimut beton yang telah ditetapkan pada spesifikasi
atau yang telah ditunjukkan dalam gambar akan selalu tetap terpelihara
dan terpenuhi.

Besi beton tersebut dapat ditekuk dan dibentuk dengan mesin penekuk
yang telah disetujui oleh PT. Kimia Farma (Persero), Tbk Besi beton
tidak boleh ditekuk atau diluruskan kembali untuk kedua kalinya, dimana
hal tersebut akan mengakibatkan rusaknya besi beton tersebut. Adapun
besi beton yang terbelit atau ditekuk dan tidak sesuai dengan gambar
tidak diperkenankan untuk dipakai.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 27


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

b. Harus benar - benar diperhatikan didalam pembentukan besi beton


dengan beberapa tekukan, bahwa jumlah panjang yang dibutuhkan
setelah dilakukan penekukan harus benar-benar tepat sesuai seperti yang
tertera pada gambar, dan setelah besi beton tersebut terpasang pada
posisinya tidak akan ada atau terjadinya tekukan, bengkokkan ataupun
terlilitnya besi beton yang dimaksud.

c. Dimana dibutuhkan adanya tekukan yang berbentuk lengkungan atau


belokkan, maka hal tersebut dapat dibentuk dengan cara memakai pen-
pen keliling, dan pen-pen tersebut harus mempunyai diameter 4 (empat)
kali diameter besi beton yang dibentuk atau ditekuk tersebut.

d. Pemotongan besi beton harus menggunakan alat pemotong (bar cutter,


bar blander). Tidak diperkenankan memotong besi beton dengan cara
dipanaskan dengan alat las.

28. PEMASANGAN BESI BETON

a. Besi beton yang telah dibentuk tersebut harus dipasang tepat pada
posisinya seperti tertera sesuai dengan yang ditunjukkan pada gambar,
sama sekali lepas atau tidak menempel pada bekisting dengan cara
mengganjal dengan pengganjal beton yang dibuat sesuai dengan tebal
selimut beton yang diinginkan, atau dengan mempergunakan penggantung
besi apabila dibutuhkan dengan cara mengikatkan satu dengan yang
lainnya pada persilangan diameter tidak kurang dari 1,6 mm, serta dengan
menekukan akhiran dari kawat pengikat baja tersebut kearah dalam badan
beton. Besi begel atau sengkang untuk balok atau kolom harus diletakkan
tepat pada posisinya dengan cara dilas atau dengan cara mengikat dengan
kawat baja pada tulangan utama, pengelasan tersebut harus disaksikan
oleh wakil dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk. Besi beton pengganjal yang
dipakai tidak diperkenankan diganjal dengan pengganjal besi, yang akan
keluar dari permukaan beton nantinya, tidak diperkenankan diganjal dengan
kayu, ataupun batu pecahan dari batu kali atau koral.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 28


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

b. Blok beton pengganjal yang dipakai untuk mendapatkan selimut beton yang
dikehendaki terhadap besi beton, harus paling tidak mempunyai kekuatan
yang sama dengan mutu beton yang akan dicor pada daerah tersebut serta
dibuat sekecil mungkin sehingga praktis untuk dipergunakan pada semua
tempat Blok beton pengganjal tersebut harus diikatkan dengan kuat pada
besi tulangan beton sehingga apabila dilakukan pengecoran dengan
penggetaran beton blok tersebut tidak mudah untuk terlepas. Sebelum
digunakan maka blok beton pengganjal tersebut harus direndam air untuk
waktu yang cukup lama.

c. Sebelum dan selama dilakukannya pengecoran beton, maka pemasang


atau tukang besi beton yang berwenang harus hadir pada saat tersebut
untuk memeriksa dan membetulkan bagian-bagian besi beton yang masih
perlu diperbaiki.

d. Besi-besi tulangan beton yang sebagian ada dibagian luar atau keluar dari
permukaan beton, yang dimaksudkan sebagai besi stek atau sambungan
konstruksi tidak diperkenankan untuk ditekuk atau dirubah posisinya pada
saat pengecoran beton sedang berlangsung, kecuali sudah ada ijin dari PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk

e. Sebelum diadakan atau dilakukan pengecoran, maka besi-besi tulangan


beton yang akan dicor harus dibersihkan terlebih dahulu dari semua atau
sebagian beton yang terdahulu atau sebelumnya.

f. Sebelum dilakukan pengecoran, maka Kontraktor wajib memberitahukan


kepada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk untuk mengadakan pemeriksaan
pembesian. Kontraktor tidak diperkenankan untuk melakukan pengecoran
beton sebelum ada persetujuan dan ijin tertulis dari PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk, bahwa besi tulangan yang terpasang sesuai dengan
gambar serta memenuhi persyaratan spesifikasi.

29. SELIMUT BETON

Yang dimaksud dengan selimut beton adalah jarak minimum yang terdapat

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 29


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

antara permukaan dari setiap besi beton termasuk begel terhadap


permukaan beton yang terkecil atau terdekat spesifikasi untuk setiap bagian
dari masing-masing pekerjaan beton. Pada situasi dan kondisi tertentu maka
direksi/pengawas berhak untuk merubah ketebalan dari selimut beton yang
ada.

Adapun ketebalan selimut beton minimum yang disyaratkan adalah :

KONDISI MINIMAL (MM)


KONDISI MINIMAL (
A. Seluruh beton yang berhubungan
langsung dengan tanah, seperti 70
pilecap
B. Balok, kolom yang berhubungan 50
atau terkena langsung dengan
cuaca
C. Balok, kolom yang tidak 40
berhubungan atau tidak terkena
langsung dengan cuaca
D. Pelat, dinding beton/wall yang 25
berhubungan / terkena langsung
dengan cuaca
E. Pelat, dinding beton/wall yang tidak 20
berhu - bungan atau tidak terkena 20
langsung dengan cuaca
30. BEKISTING

a. Semua bagian dari bekisting atau acuan atau cetakan pembentuk beton
harus direncanakan dan dilaksanakan sebaik mungkin dan sesuai dengan
ketentuan dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk. Kontraktor harus
memberikan contoh terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk dalam waktu yang cukup longgar sebelum
dilaksanakannya pekerjaan pengecoran.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 30


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

b. Semua bagian dari bekisting, atau cetakan pembentuk beton harus benar-
benar kuat dan kukuh, serta harus dilengkapi pula dengan ikatan-ikatan
silang dan penguat lainnya. Hal tersebut dimaksudkan agar supaya tidak
terjadi adanya perubahan bentuk sewaktu dilakukannya pekerjaan
pengecoran, pemadatan dan penggetaran beton. Bekisting yang dibuat
dari plywood tebal minimum 15 mm harus benar-benar dibuat sebaik
mungkin serta dari kayu yang tahan cuaca.

Semua sambungan harus benar-benar cukup terikat dan rapat untuk


menghindari adanya kebocoran beton.

c. Untuk menghindari melekatnya beton pada bekisting, maka lapisan


minyak yang tipis sekali atau bahan lainnya yang telah disetujui PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk bisa dipergunakan untuk disapukan pada
permukaan bagian dalam dari bekisting sebelum bekisting tersebut
dipasang dan dilakukan pekerjaan pengecoran.

Dalam hal ini harus dijaga pula, bahwa besi tulangan beton tidak boleh
sama sekali terkena lapisan minyak tadi, ataupun lapisan penutup lainnya
yang dapat mempengaruhi daya lekat beton terhadap besi.

d. Diperbolehkan pula untuk mempergunakan pengikat besi atau besi pengisi


sela pada bagian dalam dari beton, tetapi hal tersebut harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari PT. Kimia Farma (Persero), Tbk. Setiap
bagian dari pengikat besi atau besi pengisi celah tersebut yang
nantinya akan tertanam pada beton paling sedikit harus 50 mm dari
muka luar beton. Setiap lobang pada permukaan beton yang disebabkan
karena hal tersebut harus diisi segera dengan baik dan bersih pada saat
pembongkaran bekisting, dengan spasi semen atau hasil adukan yang
sama dengan adukan yang ada.

e. Khusus untuk beton exposed & lisplank exposed concrete, bekisting harus
menggunakan phenolic film tebal 18mm.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 31


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

31. PEMBONGKARAN BEKISTING

a. Pembongkaran bekisting atau cetak pembentuk beton bisa dilakukan


bahwa sebegitu jauh hal tersebut tidak akan mengakibatkan dan
menimbulkan kerusakan pada beton yang ada.

b. Pada bekisting kolom, paling sedikit dibutuhkan waktu 3 ( tiga ) hari


setelah pengecoran dapat dilakukan pembongkaran bekisting, tetapi hal
ini tidak diharuskan. Kontraktor dapat melakukan penundaan
pembongkaran bekisting sampai mencapai kekuatan beton mencukupi.
Dalam hal ini Kontraktor harus bertanggung jawab penuh apabila sampai
terjadi adanya kerusakan atau cacat beton yang disebabkan oleh adanya
pembongkaran bekisting sewaktu beton masih belum cukup umur,
ataupun pembongkaran bekisting terlalu cepat sebelum waktunya.

c. Bekisting atau cetakan pembentuk beton yang dipakai pada lantai beton
tergantung harus dibiarkan pada tempatnya paling sedikit dalam waktu 14
hari setelah waktu pengecoran. Lantai beton yang tergantung harus
disangga penuh paling sedikit dalam waktu 14 hari setelah pengecoran
lantai beton diatas lantai yang sedang disangga tersebut.

d. Apabila terjadi ataupun terdapat adanya lobang seperti keropos ataupun


hal-hal lain pada beton setelah dibongkarnya bekisting, maka PT. Kimia
Farma (Persero), Tbk harus segera diberitahukan lebih dahulu akan hal
tersebut. Tidak diperbolehkan untuk memperbaiki atau melakukan hal-hal
lainnya kecuali telah mendapat persetujuan dan ijin dari PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk terlebih dahulu.

e. Setelah terselesaikannya semua pekerjaan struktur, maka semua


bekisting atau cetakan pembentuk beton serta penyangga-penyangga
lainnya harus dibongkar semuanya dengan mengingat semua
persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Akan tetapi hal tersebut
harus mendapatkan pengarahan, serta persetujuan dari PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk terlebih dahulu.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 32


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

f. Pekerjaan propping dilakukan setelah pembongkaran bekisting. Proping


dipasang pada posisi tengah bentang balok utama, atau maximum

g. bentang 3m. Proping boleh dibongkar bila pekerjaan pengecoran dua


lantai diatasnya sudah mencapai umur 28 hari.

32. Water Proofing.

a. Untuk Atap Dak, Water proofing yang dipakai ialah water proofing
membrane dipasang pada sisi atasnya beton / sisi dalam.

b. Untuk Kamar Mandi Water proofing yang dipakai ialah coating water
proofing dipasang pada sisi atasnya beton / sisi dalam, sampai ke
dinding trasramnya minimal setinggi 50 cm dari lantai KM.

c. Untuk lantai Basement 1 harus diberi water proofing. Yaitu Intergrated


water proofing yang dicampurkan dalam beton, yang setara dengan
produk dari Cementaid, SIKA, atau Fosroc Waterproofing.

33. Pekerjaan Water stop.

a. Gunakan waterstop jenis PVC untuk pekerjaan basement.

b. Pemilihan jenis waterstop harus di konfirmasikan kepada PT. Kimia


Farma (Persero), TbK atau pemberi tugas.

c. Waterstop harus di pasang setiap pemberhentian pengecoran pada area


basement. Baik pada pelat lantai basement2 atau pun pada dinding
basement.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 33


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

SYARAT-SYARAT TEKNIS
PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN ARSITEKTURAL

PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN.

Meliputi : pengadaan bahan, peralatan, pengetesan, tenaga kerja dan lain sebagainya
untuk finishing pekerjaan Arsitektur sesuai Dokumen Lelang. Pekerjaan tersebut
diuraikan secara terinci sebagai berikut:
1.1. Konstruksi bangunan meliputi :
Pasal 1 : Lingkup Pekerjaan
Pasal 2 : Pekerjaan Dinding
Pasal 3 : Pekerjaan Pelapis Dinding
Pasal 4 : Pekerjaan Paving Blok
Pasal 5 : Pekerjaan Batu Terapi
Pasal 6 : Pekerjaan Lapangan Tenis
Pasal 7 : Pekerjaan Pengecatan

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 34


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

PASAL 2

PEKERJAAN DINDING.

2.1. PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA

2.1.1. Lingkup Pekerjaan.

1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,


peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik
dan sempurna.

2. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding


bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam
gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Perencana dan atau Pemberi
Tugas danPemberi Tugas.

2.1.2. Persyaratan Bahan.

1. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik, produk lokal dan
yang disetujui Konsultan Perencana dan Pemberi Tugas. Syarat-syarat
batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10.

2. Batu bata/batu merah yang digunakan ukuran 5x12x22 cm dengan


mutu terbaik, siku dan sama ukuran, sama warna serta disetujui
Konsultan Perencana dan atau Pemberi Tugas dan Pemberi Tugas.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 35


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

3. Semen Portland yang digunakan harus dari satu merk produk, mutu I
dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.

4. Pasir aduk harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.

5. Air untuk adukan pasangan, harus air yang bersih, tidak mengandung
lumpur/ minyak/asam basa serta memenuhi PUBI-1982 Pasal 9.

2.1.3. Syarat-Syarat Pelaksanaan.

1. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang, terlebih dahulu


harus diserahkan contoh-contohnya kepada Konsultan
Perencana/konsultan pengawas dan Pemberi Tugas.

2. Seluruh dinding dari pasangan batu bata/bata merah,dengan aduk


campuran 1pc : 5 pasir pasang, kecuali pasangan batu bata semen
trasraam/rapat air.

3. Untuk dinding semen trasraam/rapat air dengan adukan campuran 1


PC : 3 pasir pasang, yakni pada dinding dari atas permukaan
sloof/balok/pondasi sampai minimum 20 cm diatas permukaan
lantai setempat, dan sampai setinggi minimal 180 cm untuk daerah
yang lain diatas permukan lantai setempat dan untuk sekeliling
dinding ruang-ruang basah (pantry, kamar mandi, WC) serta pasangan
batu bata dibawah permukaan tanah jika ada.

4. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air dalam bak atau
drum hingga jenuh.

5. Setelah bata terpasang, naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm


dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan
pasangan disiram air.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 36


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

6. Dinding batu bata yang akan diplester harus dibasahi dengan air
terlebih dahulu dan siar-siar dibersihkan.

7. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap


maksimum 24 lapis perharinya, serta diikuti dengan cor kolom praktis.
Bidang dinding batu bata tebal 1/2 batu yang luasnya maksimal 9 m2
harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis dengan
kolom ukuran 13 x 13 cm, dari tulangan pokok 4 diameter minimal 10
mm, beugel diameter 6 mm jarak 20 cm, jarak antara kolom satu
dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter.

8. Pelubangan akibat pembuatan perancah pada pasangan bata merah


sama sekali tidak diperkenankan.

9. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian


pekerjaan beton harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 10
mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada
bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam pasangan
bata sekurang- kurangnya 30 cm, kecuali bila satu dan lain hal
ditentukan lain oleh Konsultan Perencana dan Pemberi Tugas.

10. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari
dua atau lebih.

11. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 batu harus menghasilkan
dinding finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada
kedua belah sisinya. Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan
benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang rata.

12. Pasangan batu bata semen trasram bawah permukaan tanah/lantai


harus diberi pen dengan adukan 1 PC : 3 pasir.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 37


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

13. Pasangan batu bata dapat diterima/diserahkan apabila deviasi bidang


pada arah diagonal dinding seluas 9 m2 tidak lebih dari 0,5 cm
(sebelum diaci/diplester).

Adapun toleransi terhadap as dinding yang diizinkan maksimal 1cm


(sebelum diaci/diplester).

2.1.4. Syarat-syarat Pemeliharaan

- Perbaikan

1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat.

Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tak mengganggu pekerjaan


finishing lainnya.

2. Kerusakan yang bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu


pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan
diterima oleh Konsultan Perencana dan atau Pemberi Tugas dan Pemberi
Tugas.
Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab
pemborong.

- Pengamanan

Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang


telah dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakan.
Biaya yang diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi
tanggung jawab Pemborong.

2.1.5. Syarat Penerimaan

1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan


pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan
Perencana /pengawas dan atau Pemberi Tugas .

2. Hasil pemasangan pasangan dinding, harus lurus tepat pada sudut sikunya
serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan rata
tidak bergelombang.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 38


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2 luas


permukaan bidang kerja.

3. Pelaksanaan dinding, harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih.


Hasil akhir harus konstruktif yang kokoh.Penyelesaian hubungan dinding
dengan perkerjaan finishing lainnya harus rapih.

3.1. PEKERJAAN PLESTERAN DINDING

3.1.1. Lingkup Pekerjaan

1. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja,


bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapainya hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata


bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang
ditunjukkan dalam gambar.

3.1.2. Persyaratan Bahan

1. Semen Portland yang di gunakan harus dari satu produk, mutu I dan
yang disetujui Konsultan Pengawas serta memenuhi NI-8.

2. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.

3. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10. - Campuran (aggregate) untuk


plester harus dipilih yang benar-benar bersih dan bebas dari segala
macam kotoran, harus bersih dan melalui ayakan 1,6 - 2,0 mm.

3.1.3. Syarat-syarat Pelaksanaan

1. Seluruh plesteran dinding bata merah dengan aduk campuran 1 PC


: 5 pasir, kecuali pada dinding bata merah trasram/rapat air.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 39


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

2. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu


dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan.

3. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi


dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam
bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui
Konsultan Perencana dan atau Pemberi Tugas

4. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam


keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan
berlabel pabriknya, bertuliskan type dan tingkatannya, dalam
keadaan utuh dan tidak ada cacat.

5. Bahan harus disimpan di tempat yang kering, berventilasi baik,


terlindung, dan bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup
menampung kebutuhan bahan, dan dilindungi sesuai dengan
jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik.

6. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada


Konsultan Perencana/pengawas dan atau Pemberi Tugas untuk
mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan/persyaratan
dari pabrik yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus
diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan
persyaratan tanpa biaya tambahan.

7. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa


site/lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi
persyaratan untuk dimulainya pekerjaan.

8. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan
lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Konsultan
Perencana dan atau Pemberi Tugas dan Pemberi Tugas. Kontraktor

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 40


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut


sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan.

9. Tebal plesteran 1,5 cm dengan hasil ketebalan dinding finish 15 cm


atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.

10. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam


untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran pada bagian
yang diijinkan Konsultan Perencana dan atau Pemberi Tugas.

11. Untuk setiap pertemuan permukaan dalam satu bidang datar yang
berbeda jenisnya, harus diberi/dibuat nat (tali air) dengan ukuran
lebar 7 mm dalamnya 5 mm, kecuali bila ditentukan lain.

12. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai


mendapatkan campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan
sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul).

13. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan


berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi
permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari
terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa
mencegah penyerapan air secara cepat.

14. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada


kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa
garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan
oleh tindakan Pemilik/ Pemakai.

3.1.4. Syarat Pemeliharaan

- Perbaikan:

1. Pemborong wajib memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 41


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Perbaikan dilaksanakan sedemikian rupa hingga tidak mengganggu


pekerjaan finishing lainnya.

2. Kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan pemilik pada waktu


pelaksanaan, maka pemborong wajib memperbaiki sampai dinyatakan
dapat diterima oleh Konsultan Perencana/pengawas dan atau Pemberi
Tugas.

Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab


pemborong.

- Pengamanan

Pemborong wajib melakukan perlindungan terhadap pekerjaan yang telah


dilaksanakan untuk dapat dihindarkan dari kerusakaan.Biaya yang
diadakan untuk pengamanan hasil pekerjaan ini menjadi tanggung jawab
pemborong.

3.1.5 Syarat Penerimaan

1. Pemborong harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mutu dan


pelaksanaan; sesuai dengan pengarahan serta persetujuan Konsultan
Perencana/pengawas dan Pemberi Tugas.

2. Hasil pemasangan pasangan, plester dan acian harus lurus tepat pada sudut
sikunya serta tegak lurus terhadap lantai yang ada disekitarnya, permukaan
rata tidak bergelombang.
Toleransi kemiringan untuk penerimaan pasangan dinding : 1 mm/m2
permukaan bidang kerja.

3. Pelaksanaan plesteran harus rata, sambungan satu dengan lainnya rapih.


Hasil akhir tanpa cacat dan merupakan satu kesatuan konstruktip yang
kokoh. Penyelesaian hubungan dinding panel dengan pekerjaan finishing
lainnya harus rapih.

SYARAT-SYARAT TEKNIS

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 42


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN INSTALASI


LISTRIK

PASAL 1 : PERSYARATAN UMUM


1.1 LINGKUP SECARA UMUM

Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan, pemasangan, pengujian,


garansi, sertifikasi, service, pemeliharaan, penyediaan gambar terinstalasi (as
built-drawings), petunjuk operasi dan pemeliharaan serta pelatihan petugas
instalasi dari pihak pemilik bangunan. Pemborong harus bertanggung jawab
untuk mengenai dengan baik semua persyaratan yang diminta di dalam
spesifikasi ini, termasuk gambar-gambar. Perincian penawaran (bills of
item/quantity), standard dan peraturan yang terkait, petunjuk dari pabrik pembuat,
peraturan setempat dan perintah dari PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. Lapangan
selama masa pelaksanaan pekerjaan. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal
di atas tidak akan diterima. Bila ternyata terdapat antara spesifikasi yang
dipersyaratkan, merupakan kewajiban pemborong untuk menggantinya tanpa ada
penggantian biaya.

Secara umum paket pekerjaan elektrikal ini meliputi pengadaan, pemasangan, uji
coba, testing dan pemeliharaan perlatan serta instalasi listrik. khususnya
terhadap Kabel kabel instalasi, panel control penerangan & lampu taman.

1.2 STANDARD, ACUAN DAN PEDOMAN PELAKSANAAN

Referensi/pedoman dan standard material serta pengerjaannya harus mengikuti


beberapa ketentuan namun tidak terbatas pada yang dibawah ini :

a. SNI 04-0225-2000
Persyaratan Umum Instalasi Listrik/Terbaru
b. SNI 04-0225-2000 Amd 1
Persyaratan Umum Instalasi Listrik Amandemen 1 th.2006

c. Peraturan-Peraturan yang dikeluarkan oleh pihak PLN (SPLN) yang


menyangkut di dalam lingkup pekerjaan ini.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 43


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

d. Peraturan mengenai keselamatan kerja (Depnaker).

e. Ketentuan-Ketentuan/aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pihak pemilik,


khusunya mengenai adanya pembangunan gedung maupun lainnya yang
berkaitan dengan pekerjaan ini.

f. Ketentuan-ketentuan lain yan berlaku di dalam Negara Republik Indonesia


seperti ketentuan Pemda Setempat.

PASAL 2 : PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS


2.1 INFORMASI SISTEM

2.1.1 SUMBER DAYA LISTRIK

a. Sumber daya listrik utama untuk kebutuhan daya pada area Landscape ini
disuplai dari PLN dengan menggunakan langganan tegangan rendah
220V, 50 Hz, 3 Kawat.

b. Apabia sumber listrik utama PLN mengalami gangguan pelayanan (Black


Out), maka daya Area Landscape akan disuplai dari Diesel Genetaring Set
Existing.
2.1.2 DISTRIBUSI LISTRIK

a. Panel control lampu taman mendapatkan suplay power tegangan rendah


dari spare dari panel terdekat dari tiap-tiap lokasi dengan system tegangan
1 phase 220 v.

b. Dari panel control daya disebar ke masing-masing titik lampu taman


dengan menggunakan kabel tanah.

c. Untuk titik lampu di gedung pharma mendapatkan suplay power dengan


melakukan toping pada PJU existing.

2.2 LINGKUP PEKERJAAN


Lingkup pekerjaan Instalasi Listrik Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk antara lain meliputi :

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 44


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

a. Pengadaan, pemasangan instalasi lampu taman dengan menggunakan


kabel type NYRGBY dengan tes kerja 220 V

b. Pengadaan, dan pemasangan sparing/cover di area-area yang crossing


jalan.

c. Galian untuk jalur instalasi kabel tanah dengan ukuran minimal 300x300

d. Pembuatan pondasi untuk dudukan lampu taman dengan ukuran


300x300x300.

e. Pengadaan, pemasangan lampu taman.

f. Pengadaan, pemasangan panel control lampu taman.

PASAL 3 : SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN


3.1. KABEL TEGANGAN RENDAH

a. Menggunakan kabel tanah NYRGBY/NYFGBY ukuran 3x2,5 mm (merk Ex.


4 besar).

b. Untuk connection ditanah menggunakan cover/ T dus dan diberikan


sealent.
3.2. PANEL CONTROL

a. Panel control terdiri dari dan brisi

1. Man breaker MCB 10 A, 6 KA 1 phase merk Schneider.

2. Load breaker MCB 6A, 6 KA 1 phase merk Schneider.

3. Magnetic contactor 220 V

4. Timer 220 V

5. Aksesoris dan terminal

6. Box panel indoor/outdoor Ex local

3.3. LAMPU TAMAN

a. Jenis lampu : NIGLITE NIG T8 Series – Bollard Lights (LED 10


watt Ex Philips)

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 45


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

b. Beban tube : 220-240 V

c. Pajang Tiang lampu : 1120 mm

SYARAT-SYARAT TEKNIS
PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PENANAMAN POHON

DAFTAR ISI :

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 46


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

BAB I. PEKERJAAN PERSIAPAN


1.1. PEMBONGKARAN BANGUNAN YANG ADA
1.2. PEMBERSIHAN TAPAK PROYEK
1.3. PENGUKURAN TAPAK KEMBALI
1.4. TUGU PATOKAN DASAR (BENCH MARK)
1.5. PAPAN DASAR PELAKSANAAN (BOUWPLANK)
1.6. PEKERJAAN PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK
BEKERJA
1.7. PEKERJAAN PENYEDIAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN
1.8. DRAINAGE TAPAK
1.9. PAGAR PENGAMAN PROYEK

BAB II. PEKERJAAN LANDSCAPE


2.1. PEKERJAAN PERSIAPAN
2.2. PEKERJAAN PENANAMAN

2.3. PEKERJAAN PEMELIHARAAN

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 47


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

BAB I

PEKERJAAN PERSIAPAN

I.1. PEMBONGKARAN BANGUNAN YANG ADA

a. Dimana ditunjukkan pada gambar, bangunan-bangunan dan pagar asli


yang ada harus dibongkar, kontraktor harus membongkar bangunan
tersebut.

b. Sebelum dilakukan pembongkaran Kontraktor harus mendapatkan


persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. Tanpa persetujuan ini, walaupun
gambar rencana menunjukkan perlu dibongkar, pembongkaran tidak
boleh dilaksanakan.

c. Segala perijinan yang diperlukan untuk pembongkaran ini,


pengurusannya merupakan kewajiban Kontraktor.

d. Pembongkaran harus dilaksanakan hingga ke pondasi bangunan. Segala


sisa bongkaran harus dikeluarkan dari tapak kecuali Pemberi Tugas
menentukan lain.

e. Pemutusan sementara sambungan listrik dan telepon, pengurusannya


merupakan kewajiban Kontraktor.

I.2. PEMBERSIHAN TAPAK PROYEK

a. Lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak,


akar- akar pohon.
b. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lapangan harus selalu dijaga, tetap
bersih dan rata.
c. Segala macam sampah-sampah dan barang-barang bongkaran harus
dikeluarkan dari tapak proyek, dan tidak dibenarkan untuk ditimbun
di luar pagar proyek meskipun untuk sementara.
d. Semua sisa-sisa bongkaran bangunan lama, seperti pondasi, jaringan
listrik/pipa- pipa dan lain-lain yang masih ada menurut penilaian
Konsultan Perencana jika dibiarkan ditempat akan mengganggu
pekerjaan tapak, seperti pekerjaan tata hijau (landscaping), pembuatan

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 48


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

jalan, penanaman rumput dan lain-lain harus dibongkar dan dikeluarkan


dari tapak.
Semua biaya pembongkaran sisa-sisa tersebut di atas adalah atas
tanggungan Kontraktor dan pelaksanaannya setelah mendapat
persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas.

I.3. PENGUKURAN TAPAK KEMBALI

a. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran


kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan
mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah
dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.
b. Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan
lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan
Perencana untuk dimintakan keputusannya.

c. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan


alat-alat : Global Positioning System (GPS), waterpass/Theodolith yang
ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.

d. Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpass, Global


Positioning System (GPS) beserta petugas yang melayaninya untuk
kepentingan pemeriksaan Konsultan Perencana selama pelaksanaan
proyek.

e. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara azas segitiga
phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang
disetujui oleh Konsultan Perencana.

f. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan


Kontraktor.

I.4. TUGU PATOKAN DASAR (BENCH MARK)

a. Letak dan jumlah tugu patokan dasar ditentukan oleh Konsultan


Perencana.

b. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang


sekurang- kurangnya 20 x 20 cm, tertancap kuat kedalam tanah sedalam
1m dengan bagian yang menonjol di atas muka tanah secukupnya untuk
memudahkan pengukuran selanjutnya dan sekurang-kurangnya setinggi
40 cm di atas tanah. Tugu patokan dasar harus dilengkapi dengan titik
ukur dari bahan logam dan diangkurkan ke beton.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 49


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

c. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-


alat Global Positioning System (GPS) waterpass/Theodolith yang
ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.

d. Kontraktor harus menyediakan Global Positioning System (GPS),


Theodoloth/waterpass beserta petugas yang melayaninya untuk
kepentingan pemeriksaan Konsultan Perencana selama pelaksanaan
proyek.

e. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara


azas Segitiga Phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian
kecil yang disetujui oleh Konsultan Perencana.

f. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan


Kontraktor.

g. Tugu patokan dasar dibuat permanen, tidak bisa diubah, diberi tanda yang
jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Konsultan
Perencana untuk membongkarnya.

h. Pada setiap Tugu Patok Dasar harus tertera dengan jelas kode
koordinat dan ketinggian (elevasi)nya.

I.5. PAPAN DASAR PELAKSANAAN (BOUWPLANK)

a. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu kasau Meranti


5/7 (atau sejenis bahan lain), tertancap di tanah sehingga tidak bisa
digerak-gerakkan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 2 m satu sama
lain.

b. Papan patok ukur dibuat dari kayu Meranti (jenis bahan lain), dengan
ukuran tebal 3 cm, lebar 20 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah
atasnya (waterpass).

c. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya,
kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan Perencana.

d. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 200 cm dari as pondasi


terluar.

e. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan,


Kontraktor harus melaporkan kepada Konsultan Perencana.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 50


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

f. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan


Kontraktor.

I.6. PEKERJAAN PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK BEKERJA

a. Air untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dengan membuat sumur


pompa di tapak proyek atau disuplai dari luar. Air harus bersih, bebas
dari debu, bebas dari lumpur, minyak dan bahan-bahan kimia lainnya
yang merusak. Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan
persetujuan Konsultan Perencana.

b. Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh dari


sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan,
dengan daya sekurang- kurangnya (minimum) 10 KVA. Penggunaan
diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk
penggunaan sementara atas persetujuan Konsultan Perencana. Daya
listrik juga disediakan untuk suplai Kantor Direksi Lapangan.

c. ala biaya atas pemakaian daya dan air di atas adalah beban kontraktor.

I.7. PEKERJAAN PENYEDIAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN

a. Selama pembangunan berlangsung, Kontraktor wajib menyediakan


tabung alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) YAMATO lengkap
dengan isinya, dengan jumlah sekurang-kurangnya minimal 2 (dua)
tabung, masing-masing tabung berkapasitas 15 kg.

b. Apabila pelaksanaan pembangunan telah berakhir, maka alat pemadam


kebakaran tersebut menjadi hak milik Pemberi Tugas.

I.8. DRAINAGE TAPAK

a. Dengan mempertimbangkan keadaan topografi/kontur tanah yang


ada di tapak, Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang
berfungsi untuk pembuangan air yang ada.

b. Arah aliran ditujukan ke daerah/permukaan yang terendah yang ada di


tapak atau ke saluran yang sudah ada di lingkungan daerah
pembangunan.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 51


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

c. Pembuatan saluran sementara harus sesuai petunjuk dan persetujuan


Konsultan Perencana.

I.9. PAGAR PENGAMAN PROYEK

a. Sebelum Kontraktor mulai melaksanakan pekerjaannya, maka terlebih


dahulu harus memberi pagar pengaman pada sekeliling lokasi yang akan
dilakukan pekerjaan.

b. Pembuatan pagar pengaman dibuat disekitar lokasi pekerjaan, sehingga


tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilakukan, serta
tempat penimbunan bahan-bahan dan tidak mengganggu operasional
pertokoan disekitarnya.
c. Dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat bertahan/kuat sampai
pekerjaan selesai.
d. Syarat pagar pengaman :
- Pagar dari seng gelombang BJLS 20 di cat, tinggi 180 cm.
- Tiang dolken minimum berdiameter 8 cm, jarak pemasangan
minimal 180 cm, bagian yang masuk pondasi minimum 40 cm.
- Rangka kayu Borneo ukuran 4 cm x 6 cm, dengan
pemasangan 4 jalur menurut tinggi pagar.
- Pondasi cor beton setempat minimum penampang diameter 30 cm,
dalam 50 cm dari permukaan tanah setempat. Beton dengan
adukan 1:3:5.
- Lengkap pembuatan pintu masuk dari bahan yang sama.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 52


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

BAB II

PEKERJAAN LANDSCAPE

2.1. PEKERJAAN PERSIAPAN

2.1.1. Perlindungan tanaman sebelum ditanam

Sebelum ditanam, bagian tanaman terutama akar dan batang harus


mendapat perlindungan, terutama pada saat penggalian, pengangkutan,
pengiriman dan penyimpanan, terhadap kelebihan cahaya matahari,
angin yang kencang, kekeringan ataupun kondisi-kondisi berlawanan
lainnya.

Pohon dan semak biasanya dikirim ke lokasi dengan tunas-tunas dan


cabang- cabangnya terbungkus, hal ini dilakukan untuk memudahkan
pengangkutan. Semua bibit tanaman hendaknya secepatnya dipindahkan,
untuk mencegah pengguguran daun. Penanaman bibit tanaman
secepatnya setelah pengiriman, biasanya pada hari yang sama, seringkali
dilakukan untuk memperkecil penyimpanan, resiko kekeringan dan
kerugian lainnya.

Sebelum ditanam, sebaiknya bola akar direndam atau ditempatkan dalam


wadah sampai tidak ada gelembung udara.
Pada saat penanaman semua pembungkus akar atau wadah lainnya
dibuang.

2.1.2. Pemilihan dan Penentuan lokasi penanaman

Kontraktor bertanggung jawab terhadap persiapan area yang


akan ditanami, penentuan titik-titik penanaman pohon serta penggalian
lubang tanam dengan kedalaman yang sesuai pekerjaan tersebut harus
lewat persetujuan PT. Kimia Farma (Persero), Tbk, dan PT. Kimia Farma
(Persero), Tbk berhak mengubah lokasi-lokasi penanaman yang
berbeda dengan rencana semula. Perubahan-perubahan ini tidak
dapat digunakan untuk pedoman ganti rugi kepada kontraktor.

Kontraktor akan memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam


penempatan dengan biaya sendiri.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 53


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Semua perbedaan antara rencana dan kenyataan kondisi di lapangan


hendaknya diberitahukan oleh kontraktor kepada PT. Kimia Farma

(Persero), Tbk sehingga syarat-syarat penambahan atau pengurangan


dari jumlah kontrak dapat diperbaiki.

Semua lahan yang terkontaminasi oleh bensin, minyak atau


substansi-substansi toxic (racun) lainnya hendaknya diberitahukan
kepada PT. Kimia Farma (Persero), Tbk dengan usulan-usulan lokasi
bebas dari kontaminasi zat-zat tersebut untuk dipindahkan.

2.1.3. Pemilihan bibit tanaman yang sesuai dengan spesifikasi.

Semua bibit tanaman yang akan digunakan harus memiliki karakter


yang sesuai dengan species dan varietasnya, memiliki batang dan bentuk
tajuk yang baik, sehat serta bebas dari penyakit, misalnya penyakit
sampar. Semua tanaman yang dikirim harus dapat dibiakkan dan baru
diangkat dari media tanamnya.

Kontraktor bebas untuk mengirim tanaman-tanaman yang lebih besar


dari ukuran yang disetujui, tanpa biaya tambahan dari pemilik, kecuali
pada kasus-kasus tertentu dimana kontraktor harus memotong tanaman-
tanaman yang tidak sesuai dengan permintaan untuk disesuaikan dengan
ukuran yang telah disetujui semula guna memudahkan pengiriman. PT.
Kimia Farma (Persero), Tbk berhak menolak bibit-bibit tanaman yang tidak
sesuai dengan spesifikasi standarnya.

Semua semak dan tanaman penutup tanah hendaknya memiliki bentuk


tajuk dan pertumbuhan yang baik, lebih disukai yang ditanam dalam media
tanah. Termasuk dalam species dan varietas yang bercabang banyak,
seperti kebanyakan semak dan tanaman penutup tanah, paling sedikit
memiliki 3 tunas tiap tanaman; jika tidak, kontraktor hendaknya
menyediakan cadangan semak dan tanaman penutup tanah untuk
menambahkan kekurangan tanpa biaya tambahan.

2.1.4. Pengolahan tanah pada lokasi yang akan ditanami

Cut dan fill dilaksanakan sesuai dengan yang diperlihatkan dalam


gambar-gambar detil. Pengisian bahan-bahan campuran biasanya dibuat
lebih spesifik dalam penggalian pada area-area yang akan ditanami
(lubang-lubang penanaman tanaman besar) penanaman pada kedalaman
lebih dari 25 cm. Hendaknya dipilih campuran tanah yang bebas dari
batu-batuan atau puing.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 54


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Seluruh area yang akan ditanami hendaknya digemburkan terlebih dahulu


sampai kedalaman 20 cm, menggunakan garpu / cangkul. Dengan
penggemburan tersebut diharapkan tanah menjadi lebih subur sehingga
lebih efektif bagi pertumbuhan tanaman.

2.1.5. Penambahan campuran bahan untuk media tanam

Penambahan tanah top soil setebal 10 cm dan penanaman yang


menggunakan tanah campuran hendaknya menggunakan bahan-bahan
campuran yang alami dan subur. Top soil hendaknya bebas dari
gumpalan keras, tanah liat, batu-batuan yang tidak diinginkan, kapur
semen, abu, bara, atau bahan-bahan lain yang tidak diinginkan.

Pada campuran tanah tersebut hendaknya tercakup :


a. Sisa tanah biasa yang baik berasal dari batuan yang telah diuraikan
--> 80% volume.
b. Kompos (terdiri dari campuran pupuk kandang, serbuk gergaji, dll),
didapat dari agrobisnis atau sumber-sumber lain. ---> 20% volume.
c. Tanah anorganik yang subur ---> 22 m3
d. Pasir 1 : 5 ( 1 pasir : 5 tanah)

2.1.6. Pembuatan lubang-lubang penanaman

Untuk pembuatan lubang penanaman pohon dibedakan menjadi 3 kategori:

a. Untuk penanaman pohon kecil (diameter batang kurang dari 5 cm),


lubang tanam dibuat berdiameter minimum 30 cm dengan kedalaman 30
cm.

b. Untuk penanaman pohon sedang (diameter batang lebih dari 5 cm dan


kurang dari 10 cm), lubang tanam dibuat berdiameter minimum 70
cm dengan kedalaman 80 cm.

c. Untuk penanaman pohon besar (diameter batang lebih dari 8 cm),


lubang tanam dibuat berdiameter minimum 80 cm dengan kedalaman
100 cm, bila diameter penanaman melebihi diameter lubang perlu
diadakan pemangkasan akar pohon.

Tanah hasil galiannya ditempatkan disisi lubang tanam dan sebaiknya


dicampur dengan batuan yang maksimum sebesar 4 cm, kompos, serta
1,36 kg pupuk yang harus disediakan oleh kontraktor. Perlu juga
ditambahkan campuran tanah merah pada lubang penanaman.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 55


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Untuk penanaman semak dan tanaman penutup tanah, area yang akan
ditanami diberi tanah campuran. Lubang tanam digali dengan kedalaman
20 cm. Semua bahan yang tidak berguna untuk penanaman disingkirkan.
Area yang akan ditanami rumput hendaknya dirapikan dengan menggunakan
penggaruk tangan. Semua batuan yang lebih besar dari 3 cm disingkirkan.
Sebelum penanaman, area tanam hendaknya diberi pupuk + 40 gr/m2
yang disebarkan secara merata ke seluruh permukaannya.

2.2. PEKERJAAN PENANAMAN

2.2.1. Penanaman pohon

A. Pohon Aglaonema

Jenis pohon Aglaonema ini memiliki diameter 20 cm, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur. Tanaman diletakkan dalam
lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat
dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di
antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu pohon
tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

B. Pohon Bougenvile

Jenis pohon Bougenvile ini memiliki diameter Polybag 40 cm, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu pohon
tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

C. Pohon Bromelia

Jenis pohon Bromelia ini memiliki diameter 40 CM, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 56


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

D. Pohon Bungur Merah

Jenis pohon Bromelia ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di pastikan /garansi
pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman diletakkan dalam
lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat
dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di
antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu pohon
tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

E. Pohon Bungur Pink

Jenis pohon Bungur Pink ini memiliki tinggi 2 M, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu pohon
tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

F. Pohon Cemara Udang

Jenis pohon Cemara Udang ini memiliki tinggi 1,5-2 M, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur. Tanaman diletakkan
dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat
dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di
antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 57


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin


pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

G. Pohon Glodokan

Jenis pohon Glodokan ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di pastikan /garansi
pohon dapat tumbuh dengan subur. Tanaman diletakkan dalam lubang tanam
dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat dipastikan bahwa
tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

H. Pohon Heliconia

Jenis pohon Heliconia ini memiliki tinggi 2 M, harus dapat di pastikan /garansi
pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman diletakkan dalam
lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat
dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di
antara akar.

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

I. Pohon Jambu Air Cincalo

Jenis pohon Jambu Air Cincalo ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

J. Pohon Jambu Air Cangilo

Jenis pohon Jambu Cangilo Ungu ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 58


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.


Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

K. Pohon Kamboja Kuning

Jenis pohon Kamboja Kuning ini memiliki tinggi 2-3 M, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu pohon
tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

L. Pohon Kamboja Pink

Jenis pohon Kamboja Pink ini memiliki tinggi 2-3 M, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

M. Pohon Keji Beling

Jenis pohon Keji Beling ini memiliki tinggi 20 CM, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 59


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

N. Pohon Ketapang Kencana

Jenis pohon Ketapang Kencana ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di


pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

O. Pohon Mangga arum manis

Jenis pohon Mangga arum manis ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbuah. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

P. Pohon Mangga Cengkir/Indramayu

Jenis pohon Mangga arum manis ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbuah. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 60


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin


pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

Q. Pohon Mangga Gedong gincu

Jenis pohon Mangga arum manis ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di
pastikan /garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbuah. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

R. Pohon Oleander Ungu

Jenis pohon Oleander Ungu ini memiliki tinggi 1 M, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

S. Pohon Pucuk merah

Jenis pohon Pucuk merah ini memiliki tinggi 1-2 M, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

T. Pohon Puring

Jenis pohon Puring ini memiliki tinggi 1 M, harus dapat di pastikan /garansi
pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman diletakkan dalam
lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 61


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di


antara akar.

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

U. Pohon Saga

Jenis pohon Saga ini memiliki tinggi 3 M, harus dapat di pastikan /garansi
pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbuah. Tanaman diletakkan dalam
lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat
dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di
antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

V. Pohon Soka Merah

Jenis pohon Sawo Kecik ini memiliki tinggi 20-30 CM, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbunga. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

W. Pohon Lee Kwan Yew

Jenis pohon Lee Kwan Yew ini memiliki tinggi 40 CM, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur. Tanaman diletakkan dalam
lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar. Harus dapat
dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara merata di
antara akar.

Setelah ditanam, Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk


menjamin pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 62


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

X. Pohon Pisang Bali

Jenis pohon Pisang Bali ini memiliki tinggi 2 M, harus dapat di pastikan
/garansi pohon dapat tumbuh dengan subur dan berbuah. Tanaman
diletakkan dalam lubang tanam dengan sistem perakaran yang menyebar.
Harus dapat dipastikan bahwa tanah yang ditimbun dapat tersebar secara
merata di antara akar.

Setelah ditanam, pohon diberi steger dengan ukuran yang layak, dengan cara
mengikatkan steger pada pohonnya. Hal ini dilakukan untuk membantu
pohon tersebut menahan batangnya sebelum dapat ditopang sendiri oleh
akarnya. Pohon-pohon harus disiram dan dirawat untuk menjamin
pertumbuhannya hingga akhir masa perawatan.

2.2.2. Penanaman perdu, semak dan ground cover

Tanaman diletakkan dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Seperti


halnya pohon, akar tanaman diletakkan menyebar dalam lubang tanam
dan tanah timbunan harus dapat dipastikan tersebar secara merata di sekitar
akar. Setelah tanaman disiram secukupnya, letakkan diatasnya humus
minimum setebal 5 cm secara merata pada seluruh area penanaman.
Permukaan tanah tertinggi pada area penanaman sebelum ditambahkan
humus sebaiknya 15 cm lebih rendah dari area yang tidak ditanami yang
letaknya berdampingan dengan area tersebut misalnya permukaan paving.

2.23. Penanaman rumput


Rumput yang ditanam adalah rumput Gajah. Media tanam digemburkan,
lapisan bawah diangkat dan lapisan atas ditimbun dengan lapisan bawah,
kemudian ditaburkan pupuk kandang pada permukaannya (+ 40 gram/m2).
Lahan penanaman yang telah disiapkan harus disirami terus untuk
memastikan tanah yang akan ditanami dalam keadaan basah. Hal ini
penting, untuk mempercepat akar rumput mengikat tanah sebagai media
tanamnya.

Lempengan rumput ditanam dengan cara memukul-mukul lempengan


tersebut agar menempel pada tanahnya. Lempengan tersebut disusun
dengan jarak 35 cm.
Ketinggian areal penanaman setelah ditanami rumput sebaiknya lebih tinggi
2,5 cm dari pada area dengan perkerasan yang letaknya berdampingan.

Kontraktor hendaknya menyirami rumput sesering mungkin untuk


memastikan agar akarnya segera mengikat tanah.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 63


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Semua celah yang terjadi akibat penanaman yang tidak rapat harus segera
ditambal dengan penambahan lempengan rumput pada bagian tersebut agar
dihasilkan permukaan yang penuh tertanam rumput.

Kontraktor bertanggung jawab terhadap segala bentuk perawatan selama


masa kontrak termasuk pemotongan rumput setinggi 10 cm dan disiangi setiap 3
bulan sekali (rumput liar dicabuti).

2.2.4. Penyiraman setelah penanaman

Setelah penanaman, semua tanaman hendaknya disiram secukupnya hingga


kebutuhan akar tercukupi.

Adalah tanggung jawab kontraktor untuk memastikan persediaan air yang


cukup untuk keperluan penyiraman selama masa kontrak berlangsung.
Rumput harus mendapat perhatian lebih karena setelah penanaman
merupakan masa dimana kondisi tanah harus selalu lembab. Kekeringan
akan mengakibatkan rumput- rumput tersebut mati.

2.3. PEKERJAAN PEMELIHARAAN

2.3.1. Pembersihan

Setelah pelaksanaan penanaman ulang atau pelaksanaan lainnya selama


masa pertanggung jawaban kerusakan, kontraktor hendaknya secara berkala
membersihkan seluruh area perkerasan dan memperbaiki daerah-daerah
yang rawan akibat pekerjaannya. Kontraktor bertanggung jawab untuk
menyingkirkan bahan-bahan yang tersisa akibat penyimpanan pada lahan dan
hendaknya meninggalkan lokasi dan seluruh area penanaman dalam keadaan
yang rapi.

2.3.2. Masa pertanggung jawaban kerusakan

Masa pertanggung jawaban kerusakan adalah 6 bulan terhitung setelah


seluruh penanaman selesai dilaksanakan. Selama masa pertanggung jawaban
kerusakan, seluruh area penanaman hendaknya dijaga dan dibersihkan
oleh kontraktor sehingga bebas dari rumput-rumput liar dan sampah.
Seluruh tanaman disiram secukupnya untuk memastikan pertumbuhan yang
sempurna. Penyiraman hanya dilakukan pagi dan sore hari. Steger pohon
dan tali pengikatnya harus diperiksa ulang agar tetap terikat kuat. Jika
steger dan talinya ada yang merusak kulit kayu, kedudukannya harus
diperbaiki untuk menghindari kerusakan yang lebih dalam dan membuang
daerah yang luka.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 64


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Kontraktor harus bertanggung jawab atas penggantian tanaman-tanaman


yang mati, akibat kesalahannya, sebagai tanggung jawabnya atas
pekerjaan yang jelek, kualitas bahan yang jelek atau karena kelalaiannya.

Kontraktor tidak harus bertanggung jawab untuk mengganti tanaman yang


rusak disebabkan oleh angin topan, banjir atau bencana alam lainnya.Pada
akhir dari masa pertanggung jawaban kerusakan, pekerjaan akan
diperiksa dan pengecekan formal dilakukan bersama-sama antara kontraktor
dengan manajer proyek. Pelaksanaan penanaman ulang akan
disetujui sebelum penyerahan lahan kepada kontraktor.

2.3.3. Pemeliharaan berkala

Setelah masa pertanggung jawaban kerusakan selesai, developer bertanggung


jawab untuk meneruskan kegiatan pemeliharaan. Adapun kegiatan-kegiatan
pemeliharaan tersebut mencakup :
a. Pembabatan rumput

Pembabatan rumput dilakukan 1 - 2 minggu sekali tergantung


pada kecepatan tumbuhnya. Kecepatan tumbuh ini tergantung pada
kerapatan tanam, pemupukan dan penyiraman yang sesuai.

b. Perantingan, penopingan dan penebangan pohon

Fungsi dari penopingan / pemangkasan berat adalah :


- Untuk membentuk tajuk pohon.
- Untuk menghilangkan dahan-dahan yang tidak dikehendaki misalnya
dahan-dahan yang menutupi lampu dan rambu lalu lintas.
- Untuk mengurangi tajuk yang terlalu besar sehingga pohon tidak
gampang roboh.

Waktu yang ideal adalah 6 bulan sekali atau paling lama setahun sekali. Untuk
menghilangkan tunas yang bermunculan di batang pohon harus dilakukan
setiap bulan.
Pekerja harus cekatan dan berani memanjat pohon. Fungsi dari penebangan
pohon adalah :
- Membuang pohon-pohon yang
mati
- Menghilangkan pohon-pohon yang berdekatan
- Membuang pohon-pohon yang merugikan (benalu)
- Membuang pohon-pohon yang sudah tua
-
Alat yang digunakan :

- Mesin potong pohon, untuk menebang

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 65


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

- Golok, untuk memotong ranting agar mudah diangkat waktu


disesuaikan dengan kebutuhan.

Biasanya setelah penebangan pohon akan ada sisa bonggol dan


akar. Pembuangan bonggol dilakukan untuk menjaga tanah agar tetap rata dan
baik. Alat yang digunakan antara lain blencong, linggis, pacul dan golok.

c. Penyiangan, pendangiran dan pengetrikan

Dalam suatu tapak sering kita jumpai tanaman yang tidak kita inginkan
tumbuhnya, seperti : alang-alang, rumput, dan tanaman liar yang
mengganggu pertumbuhan tanaman yang memang ditanam. Untuk itulah
dilakukan penyiangan tanah dari tumbuhan liar tersebut, yaitu dengan jalan
mencabutnya sampai keakar-akarnya. Tanah tempat tumbuhnya tanaman
seringkali memadat setelah beberapa lama, dan bila hal tersebut dibiarkan
maka tanah di sekitar tanaman akan menjadi keras sehingga air akan
sukar meresap dalam tanah, yang akan mengakibatkan tanaman kekurangan
air dan terganggu pertumbuhannya dan selanjutnya akan menjadi layu.

Pada dasarnya tujuan dari pendangiran adalah untuk menggemburkan


tanah agar air dengan mudah dapat mencapai akar dan agar tanaman-
tanaman liar yang menggangu dapat diatasi.

Alat yang digunakan untuk pendangiran adalah :


- Untuk tanaman yang cukup mempercepat
penggemburan.
* Pacul, untuk mempercepat penggemburan
* Blencong, untuk membelah tanah
* Garpu, untuk membersihkan sampah-sampah hasil pembersihan.
* Sekop, untuk menembus tanah yang keras.

- Untuk tanaman kecil / tanaman hias / tanaman yang lembut


:
* Garpu kecil
* Sendok taman
* Linggis, untuk mengorek yang disela-sela batang.

Penyiangan, pendangiran dan pengetrikan ini rata-rata dilakukan 1 x


sebulan tetapi pada tempat-tempat tertentu dilaksanakan 2 x sebulan.

d. Pemangkasan

Pemangkasan pada tanaman diperlukan untuk memelihara bentuk


tanaman agar segi keindahannya dapat dipertahankan.
Pemangkasan dilakukan pada pertumbuhan tanaman yang sudah

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 66


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

melebihi batas maksimal ukuran tanaman yang direncanakan atau telah


tumbuh ranting-ranting yang tidak diinginkan, dilakukan dengan
membuang tunas liar, cabang-cabang yang tumbuh tidak teratur dan
tanaman yang rusak oleh hama atau penyakit.

Tujuan dari pemangkasan adalah :


- membatasi pertumbuhan tanaman
- memperbaiki kualitas bunga, buah, daun, batang, dan bentuk dari
tanaman.
- mendapatkan keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan
generatif.
- menguatkan tanaman

Cara pemangkasan :
- Pemangkasan sebaiknya dilakukan tepat di atas mata tunas yang
diharapkan tumbuh.
- Pada pemangkasan untuk pembentukan tanaman, pertumbuhan
tanaman dapat diarahkan ke dalam atau ke luar.
- Luka tanaman harus membentuk sudut 450, dengan tujuan
mencegah
Pembusukan akibat air yang tergenang dan mencegah
berkumpulnya bibit penyakit.
- Arah memangkas dari bagian bawah ke atas.

Alat pangkas : gunting pangkas, sabit dan alat pemangkas rumput


(secara mekanis maupun yang menggunakan tenaga pendorong).

Waktu pemangkasan :
- beberapa saat sebelum musim pertumbuhan
- pada akhir musim dingin / awal musim pertumbuhan
- saat menggugurkan daun (tanaman deciduous)
- saat bunga layu / awal pertumbuhan daun baru
- sewaktu-waktu

e. Penyapuan dan Pengangkutan sampah Dilaksanakan setiap hari.

f. Penyiraman dan Pemberantasan hama

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman ialah waktu, jumlah


teratur, tidak menunggu tanaman mengalami kekeringan dan tidak
menyebabkan tanah menjadi padat.
Penyiraman dilakukan 2 x sehari untuk rumput dan tanaman hias yaitu
pada pagi dan sore hari kecuali bila hujan, biasanya pagi hari antara
jam 07.00 - 09.00 dan sore hari antara jam 15.00 - 18.00. Untuk pohon
penyiraman dilakukan sehari sekali. Penyiraman tidak dilakukan pada

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 67


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

waktu matahari bersinar terik, karena penguapan besar, sehingga air tidak
dapat dihisap tanaman.

Penyiraman dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

(1) Dengan menggunakan tangki dan alcon (pompa air). Dilakukan


pada lahan yang terjangkau kendaraan.
(2) Dengan menggunakan alcon yang mengambil air dari kolam.
Dilakukan pada lahan yang dekat dengan kolam, jarak yang
terjangkau oleh alcon kurang lebih 20-50 m.
(3) Dengan sprinkle. Merupakan alat yang statis dengan radius
pancaran kurang lebih 5 - 6 m. Besar radius pancaran tergantung
dari besar daya dari alat tersebut.

Tanaman dapat diserang berbagai jenis hama serta penyakit yang


menyebabkan rusaknya tanaman yang kita tanam. Untuk
pemberantasan hama dilakukan penyemprotan dengan obat-obatan
pemberantas hama (insektisida) secara berulang-ulang tiap 1 minggu
sekali, sampai tanaman tersebut bebas dari hama. Untuk pemberantasan
penyakit digunakan fungisida tiap 1 minggu sekali, tetapi apabila
penyakit tanaman tersebut sudah sangat parah sebaiknya
tanaman dibongkar dan lubang bekas tanaman dibiarkan terbuka
dikenai sinar matahari sampai beberapa lama baru ditanami kembali.
Apabila tanaman terkena hama dan penyakit maka digunakan
campuran antara fungisida dan pestisida. Penyemprotan jangan
dilakukan pada waktu matahari bersinar terik karena dapat
menimbulkan terbakarnya daun. Usahakan agar penyemprotan merata
pada seluruh bagian tanaman.

Daftar obat pemberantas hama / penyakit tanaman :

Jenis hama/penyakit Jenis Obat Penggunaan

Kutu Kelthane, Mala- 1 cc/lt. air


thion, nogos 2-3 cc/lt. air
1 cc/lt. air
Ulat dan serangga Basudin, Bayru- 1-2 cc/lt. air

dan lain-lain sil, Lannate 1-2 cc/lt. air

0,3-0,5 cc/lt. air

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 68


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

Keong / bekicot Antislug, Hortico,


Metadex
Rayap Ciordane, Dieldron,
BHC
Penyakit 2-3 gr/lt. air
Dithanne, M 45,

g. Pemupukan

Tanaman yang hidup membutuhkan zat makanan untuk kelangsungan


hidupnya. Zat-zat makanan yang mutlak diperlukan untuk pertumbuhan
tanaman adalah unsur- unsur C, H, O, N, P dan K.

- Unsur C dan O diambil berupa gas CO2 dari udara.


- Unsur H berupa air tanah sedangkan N, P, K dan S berupa garam-
garam yang terlarut dalam air tanah.
- Unsur C dan O bersama-sama H yang berupa air dipergunakan
dalam proses fotosintesa.
- Unsur N dipergunakan untuk sel pertumbuhan, menyehatkan
pertumbuhan, membuat daun-daun sehat dan segar serta
memperbanyak anakan.
- Unsur P dipergunakan untuk pembentukan inti sel dan
pembagian sel, pembentukan lemak, pembentukan akar, merangsang
pembentukan biji dan membentuk daya tahan terhadap penyakit.
- Unsur K dan S dipergunakan untuk proses pertumbuhan dan
ketahanan terhadap hama dan penyakit.

Persediaan unsur-unsur tersebut di dalam tanah akan berkurang habis


jika diambil oleh tanaman terus menerus. Tanaman akan kehabisan
unsur-unsur makanan dalam tanah sehingga pertumbuhannya merana,
daun-daun menguning dan tidak sehat.
Penambahan zat-zat makanan atau pemupukan yang berupa unsur-unsur
ke dalam tanah untuk diserap akar atau langsung dengan menyemprotkan
cairan makanan ke daun adalah cara untuk mengatasinya.
Pemupukan jenis tanaman pohon, perdu dan semak dapat dipakai urea
dan NPK dengan dosis seperti yang tercantum dalam kemasannya dan
juga pupuk kandang, sedangkan untuk rumput setelah berumur 2
minggu penanaman dengan menggunakan pupuk buatan, untuk
selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 1 bulan sekali. Jenis pupuk
yang dipakai adalah : urea dengan dosis 0,1 kg/m dan NPK 0,075
kg/m.

Pemupukan dilakukan dengan cara :

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 69


SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan Landscape Pabrik Baru PT. Kimia Farma (Persero) Tbk - Banjaran

- disebar dalam tanah (broadcast), tanah didangir sedalam 15-20 cm


dan pupuk disebarkan dalam tanah, lalu ditutup dan disiram agar
cepat larut.

- ditabur dalam lajur di antara barisan tanaman (band


placement/furrow placement).

- disebar sekeliling tanaman (metode perforasi), untuk tanaman yang


tidak terlalu besar dibuat saluran sekeliling tanaman. Pupuk ditabur
dalam saluran tersebut dan kemudian ditutup dengan tanah. Untuk
pohon yang besar dibuat saluran sekeliling proyeksi tajuk.

- disiram di sekeliling tanaman, contoh pupuk Pokon dan Hyponex.

- pupuk dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada daun (foliar


fertilizer/foliar application), contoh : pupuk Wuxal, Bayfolan,
Welgro, Hyponex, dan Trimogreen.

h. Penyulaman / Penggantian pohon

Maksud dari penyulaman adalah untuk melengkapi jumlah tanaman agar


tanaman tetap subur. Penggantian pohon dilakukan apabila ingin
menanam kembali tanaman baru untuk menggantikan tanaman lama
yang sudah ditebang dengan memilih tanaman yang disukai.

Caranya adalah dengan menggali lubang (untuk pohon besar : 1 x 1 m),


kemudian tanah dicampur pupuk hingga 1/3 tinggi (perbandingan 1 : 1).
Setelah itu bonggol pohon dimasukkan dalam lubang dan diurug dengan
tanah. Pertumbuhannya dapat dibantu dengan penopang.

i. Pemberantasan tumbuhan pengganggu pada pohon pelindung


Pemberantasan tumbuhan penggangu / benalu pada pohon pelindung
dilakukan secara rutin setiap 1 x setahun.

PT. KIMIA FARMA (Persero) Tbk 70