Anda di halaman 1dari 2

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi target dalam tujuan pembangunan Millenium (MDG’s),

tepatnya pada tujuan 4 dan 5 yaitu menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan
kesehatan ibu. Program KIA pada dasarnya mengupayakan kondisi ibu dan anak agar sehat
mental dan jasmani. Upaya tersebut guna membentuk sumber daya manusia generasi penerus
yang kuat sebagai satu modal pembangunan. Adapun prioritas KIA adalah menurunkan agka
kematian ibu menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 dari 425per 100.000
kelahiran hidup tahun 1992. Menurut DEPKES RI tahun 2009 menyatakan penyebab langsung
kematian ibu sebesar 90% terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Penyebab
langsungkematian ibu adalah perdarahan sebesar 28%, eklamsia 24%, dan infeksi sebesar 11%.
SEdangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah Kurang Energi Kronik (KEK)pada saat
kehamilan sebesar 37% dan anemia pada saat kehamilan sebesar 40%
Sebagai realisasi tujuan tersebut sejak tahun 2009, telah dicanangkan program Kelas Ibu Hamil.
Kelas Ibu Hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,
dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan ibu mengenai kehamilan, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan
akte kelahiran.
Pada dasarnya Kelas Ibu Hamil merupakan proses pembelajaran. Menurut DEPKES, suatu
keberhasilan pelatihan/pembelajran dapat dilihat dari input, proses,luaran, dampak, evaluasi, dan
lingkungan. Dewasa ini penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak pada umumnya masih banyak
dilakukan melalui konsultasi perorangan atau kasus per kasus yang diberikan pada waktu ibu
memeriksakan kandungan atau pada waktu kegiatan posyandu. Kegiatan penyuluhan semacam
ini bermanfaat untuk menangani kasus per kasus namun memiliki kelemahan, antara lain :
 Pengetahuan yang diperoleh hanya terbatas pada masalahkesehatan yang dialami saat konsultasi
 Penyuluhan yang diberikan tidak terkoordinir sehingga ilmu yang diberikan kepada ibu hanyalah
pengetahuan yang dimiliki oleh petugas saja
 Tidak ada rencana kerja sehingga tidak ada pemantauan atau pembinaan secara lintas sektor dan
lntas program
 Pelaksanaan penyuluhan tidak terjadwal dan tidak berkesinambungan
Oleh karena itu, untuk mengatasi kelemahan-kelemahan diatas diadakan metode pembelajaran
Kelas Ibu Hamil. Dimana kegiatan yang direncanakan adalah pembahasan materi buku KIA
dalambentuk tatap muka dalam kelompok yang diikuti diskusi dan tukar pengalaman antara ibu-
ibu hamil dan petugas kesehatan.