Anda di halaman 1dari 19

Pembelahan Mitosis dan Meiosis

Pembelahan Mitosis

Pembelahan mitsos terjadi pada sel tubuh (sel somatik). Pada pembelahan sel yang
menghasilkan sidat kromosom berpasangan (2n) ini terjasi proses pembelahan nucleus
menjadi dua nucleus dan setiap anakan menerima satu set kromosom. Satu set kromosom
teresbut berbentuk benang-benang halus yang jumlahnya sama dengan jumlah kromosom sel
induknya.

Mitosis berfungsi mempertahankan faktor genetic dari generasi ke generasi berikutnya tetap
normal dan menjaga sel anakan yang terbentuk tetap memiliki sidat induknya. Ada 4 fase
dalam pembelahan mitosis; profase, metafase, anafase, dan telofase masa di antara
pembelahan sel disebut interfase.

Profase

1. Membrane inti dan anak menghilang


2. Benang-benang kromatin membentuk kromosom
3. Kromosom menduplikasi diri menjadi sepasang kromatid
4. Pada sel hewan, sentriol membelah dan bergerak ke arah kutub. Di sekitar sentriol
terbetuk benang-benang spindel

Metafase
1. Benang-benang spindel terlihat jelas. Benang-benang tersebut mengikat sentromer
dari setiap kromosom
2. Kromosom berada di bidang ekuator. Penampakan kromosom paling jelas

Anafase

1. Benang-benang spindel memendek


2. Kromatid menuju kutub yang berlawanan
3. Membrane sel melekuk pada akhir tahap anaphase

Telofase

1. Mulai terbentuk membrane inti


2. Kromatid menipis dan mulai terbentuk anak inti
3. Sitoplama menebal dan terjadi sitokinesis.

Interfase

Ada tiga periode selama interfase, yaitu periode tumbuh pertama, periode sintesis DNA, dan
periode tumbuh kedua.

Pembelahan Meiosis

Pembelahan meiosis terbagi menjadi dua tahap (meiosis I dan meiosis II) tanpa interfase.

Meiosis I

1. Profase I
1. Leptoten, terbentuk kromosom
2. Zigoten, terjadi sinapsis
3. Pakiten, kromosom membelah membentuk kromatid sehinggan tiap kromosom
mengandung empat kromatid
4. Diploten, kromosom homolog saling menjauhkan diri sehingga terbentuk
kiasma
5. Diakinesis, mengandung empat kromatid
2. Metafase I
1. Membran inti menghilang
2. Terbentuk benang-benang spindel
3. Kromosom berjajar di sepanjang ekuator
3. Anafase I
1. Pada tahap ini kromosom homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan
4. Telofase I
1. Membrane inti dan anak inti kembali terbentuk
2. Terbentuk dua sel anakan melalui proses sitokinesis.

Meiosis II

Pada meiosis II tidak terjadi reduksi kromosom seperti pada meiosis I. Tahap pembelahan
pada meiosis II sama seperti pada tahap pembelahan mitosis.
Gametogenesis

Merupakan proses pembentukan gamet. Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis


dan ovem disebut oogenesis.

Abstrak
Tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang tidak terlepas dari proses
pembelahan sel. Sel sendiri adalah unit kehidupan struktural dan fungsional terkecil dari
tubuh. Menurut sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua,
yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis adalah proses pembelahan sel somatik (sel tubuh),
sementara meiosis adalah proses pembelahan sel gamet (sel kelamin). Pada mitosis terdapat
siklus sel yang terdiri dari empat fase. Tiga fase pertama merupakan interfase (G1, S, G2 –
G0) dan fase yang keempat adalah fase mitosis (profase, metafase, anafase, dan telofase).
Sementara itu, fase-fase meiosis adalah sebagai berikut: interfase, meiosis I (profase I,
metafase I, anafase I, dan telofase I), interkinase, dan yang terakhir adalah meiosis II (profase
II, matafase II, anafase II, dan telofase II).
Kata kunci: mitosis, meiosis
Abstract
The human body growth and development are inseparable from the process of cell division.
Cell itself is a structural and functional unit o life from the smallest body. According to its
nature and location of the divisin, cell division is divided into two, there are mitosis and
meiosis. Mitosis is the divisin f somatic cells (body cells), while meiosis is the process of cell
division of gametes (sex cells). In mitosis there is cell cycle that consist of four phases. The
first three phase are interphase (G1, S, G2 G0) and the gourth phase is the phase of mitosis
(prophase, metaphase, anaphase, and telophase). Meanwhile, the phases of meiosis are:
meiosis I (prophase I, metaphase I, anaphase I, and telophase I), intrkinase, and the last is
meiosis II (prophase II, metaphase II, anaphase II, and telophase II).
Keywords: mitosis, meiosis

Pendahuluan
Kita semua tentu menyadari bahwa tubuh kita bertambah besar dan tinggi, beberapa
bagian dari tubuh kita mengalami perubahan (misalnya rambut dan kuku yang bertambah
panjang), selain itu kita juga mengalami proses kematangan sel kelamin. Hal-hal tersebut
sering disebut dengan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada tubuh manusia.
Akan tetapi, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Mengapa rambut dan kuku kita bisa
bertambah panjang? Mengapa tinggi badan kita berubah dari waktu ke waktu? Dan mengapa
sel ovum dan sel sperma kita dapat mencapai kematangan?
Semua hal tersebut dapat terjadi karena adanya proses pembelahan sel. Menurut sifat dan
letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu mitosis dan meiosis.
Mitosis adalah proses pembelahan sel somatik (sel tubuh), sementara meiosis adalah proses
pembelahan sel gamet (sel kelamin). Baik fungsi, fase-fase, dan perbedaan dari kedua jenis
pembelahan sel akan dibahas secara lengkap pada pembahasan dibawah ini. Diharapkan
dengan adanya pembahasan ini, mahasiswa mampu mengetahui proses pembelahan sel yang
terjadi pda tubuh manusia, mampu menjelaskan proses mitosis dan meiosis, serta dapat
menjeaskan perbedaan proses mitosis dan meiosis.
Pembahasan
1. Sel dan Pembelahan Sel
Sel adaah unit kehidupan strukural dan fungsional terkecil dari tubuh.1 Bisa dikatakan
bahwa sel adalah fondasi dari suatu kehidupan. Sekelompok sel yang memiliki fungsi yang
sama akan bergabung untuk membentuk jaringan. Jaringan-jaringan yang sama akan
bergabung membangun suatu organ, dan kemudian organ-orang tersebut akan menyusun
suatu individu.
Di dalam tubuh manusia terdapat miliaran sel. Jumlah sel dalam tubuh manusia tersebut
diatur oleh pembelahan sel dan kematian sel. Pada manusia, seluruh sel membelah untuk
memperbanyak jumlahnya, kecuali pada sel testis dan ovarium.2 Melaui proses pembelahan
sel inilah, tubuh akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya saja,
bertambah tinggi, kuku dan rambut bertambah panjang, mencapai kematangan fungsi
organisme, dsb. Bukan hanya itu, pembelahan sel juga memiliki peran dalam memperbaiki
jaringan-jaringan yang rusak.
Menurut sifat dan letak terjadinya pembelahan, pembelahan sel dibagi menjadi dua, yaitu
mitosis dan meiosis. Mitsis adalah proses pembelahan sel somatik (sel tubuh), sementara
meiosis adalah proses pembelahan sel gamet (sel kelamin) yang berupa sperma dan ovum.3
Kedua macam pembelahan tersebut memiiki fase-fase pembelahan meliputi profase,
metafase, anafase, dan juga telofase.

2. Mitosis
Mitosis dapat diartikan sebagai pembelahan normal sel tubuh (sel somatis) untuk
membentuk sel anakan yang masing-masing mempunyai komplemen kromosom yang sama
dengan sel orangtua.4 Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dilihat bahwa proses
pembelahan mitosis terjadi pada kebanyakan sel tubuh. Dalam mitosis, satu sel induk (sel
yang membelah) akan menghasilkan dua sel anakan (turunan) yang secara genetik identik. 3
Jika sel induk yang membelah mengandung kromosom diploid (2n), sel anakan yang
dihasilkan dari pembelahan tersebut juga diploid (2n).
Pembelahan mitosis pada makhluk hidup bersel banyak seperti pada manusia bertujuan
agar terjadi proses pertumbuhan pada tubuh manusia serta untuk mengganti sel-sel yang
rusak. Dengan pembelahan mitosis, seseorang dapat bertambah tinggi, kuku-kuku jari mereka
bertambah panjang, rambut mereka juga bertambah panjang, dll. Apabila kulit manusia
terluka, maka sel-sel pada jaringan yang terluka itu akan melakukan pembelahan untuk
memperbaiki jaringan yang rusak.
2.1 Siklus Sel
Siklus sel mengacu pada kejadian-kejadian dalam rentang kehidupan sel di periode antara
waktu sel tersebut terbentuk melalui pembelahan sel sampai waktu permulaan pembelahan
sel berikutnya.1 Siklus sel terdiri dari empat fase (Gbr. 1), yaitu tiga fase pertama merupakan
interfase (sebagian besar sel menghabiskan waktunya pada fase ini) dan fase yang keempat
adalah fase mitosis (fase ini sangat singkat).5
Gambar 1. Siklus Sel5
Interfase sendiri masih terdiri dari tiga tahap standar yaitu G1, S, dan G2 (G0 adalah tahap
keempatnya). Sama halnya dengan interfase, mitosis pun masih terbagi lagi dalam beberapa
tahapan. Namun untuk mitosis terdapat empat tahapan, yaitu profase, metafase, anafase, dan
telofase. Durasi untuk tiap-tiap fase atau tahapan tersebut bervariasi, tergantung pada jenis
selnya. Misalnya saja sel darah merah mengalami sikus se selama 120 hari, ini jauh berbeda
dengan sel sumsum tulang yang hanya mengalami siklus sel selama 10-18 jam.2
2.2 Fase Interfase

Sel dikatakan berada pada tahap interfase apabila sedang tidak aktif membelah. Seperti yang
telah disampaikan sebelumnya, terdapat 3 tahap standar pada interfase. Ketiga tahap standar
itu adalah G1, S, dan G2. Tahap keempat pada interfase disebut dengan tahap G0, yang
mengacu pada tahap istirahat khusus.6 Secara keseluruhan, bentuk sel yang berada pada fase
interfasi dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Interfase1

Fase G1 (gap 1) adalah tahap persiapan sel untuk melakukan replikasi DNA dengan
mensintesis protein baru dan mengaktifkan komponen sitoskeleton (mikrotubulus, filament
intermediet, dan mikrofilamen).6 Secara metabolik dapat dikatakan bahwa sel sangat aktif
karena semua komponen sel disintesis dan sel tumbuh dengan cepat. Perlu diingat bahwa
pada tahap ini, di dalam nucleus setiap kromosom merupakan dobel heliks DNA tunggal
yang belum tereplikasi.1 Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa DNA yang ada masih
berjumlah 1 salinan (1c) dan diploid (2n).
Fase S (sintesis) merupakan tahap dimana sel mulai melakukan replikasi (duplikasi)
DNA. Dengan demikian, pada setiap kromosom akan berisi dua dobel heliks DNA identik
yang disebut kromatid, menyatu pada sentromer.1 Dapat disimpulkan bahwa hasil dari
tahapan ini adalah terbentuknya 2 salinan DNA yang diploid (2c, 2n).
Fase G2 (gap 2) merupakan periode yang dapat dikatakan sangat penting dalam
metabolisme dan pertumbuhan sel sebelum mengalami mitosis. Karena pada tahap ini, sel
memiliki kesempatan kedua untuk mengentikan tahap siklus sel apabila terjadi kesalahan
dalam replikasi DNA, dengan melakukan perbaikan atau pemberian rangsangan untuk
mengalami apoptosis (kematian sel terprogram).6 Pada fase ini, dapat dilihat bahwa
kromosom belum mengalami penebalan dan masih dalam bentuk panjang, sementara sentriol
mulai membelah dan spindel yang dihasilkan dari mikrotubulus mulai terbentuk untuk
persiapan pembelahan.1 Tahapan terakhir yang masih tergolong dari tahap interfase adalah
G0. Tahapan ini dapat disebut sebagai tahap istirahat. Apabila sel mendapat rangsangan untuk
melewati tahap G0, sel tersebut akan maju ke tahap lain, bila tidak demikian, maka sel akan
tetap berada pada tahap G0.6
2.3 Fase Mitosis
Fase mitosis (M), adalah tahap pembelahan sel yang membutuhkan proses yang jauh
lebih singkat daripada interfase.6 Waktu yang diperlukan pada fase M ini adalah sekitar 30
menit hingga 1 jam.7 Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, fase M terbagi kembali
kedalam empat fase. Keempat fase tersebut adalah profase, metafase, anafase, dan profase.
2.3.1 Profase
Pada tahap awal profase, kromsom yang sebelumnya telah bereplikasi akan
berkondensasi (menjadi lebih pendek dan lebih tebal dengan cara penggulungan serat DNA)
menjadi dua kromatid yang bergabung pada sentromer.2 Dengan menebalnya kromosom,
maka kromosom menjadi pilinan yang kuat dan besar serta menjadi mudah terlihat di
mikroskop. Kemudian, pasangan sentriol akan berpisah dan mulai bergerk ke sisi nukleus
yang berlawanan, dan apabila telah sampai di sisi nukleus, sentriol akan membentuk benang-
benang spindel.1 Untuk mempermudah, mari kita lihat gambar 3.

Gambar 3. Tahap Awal Profase1

Selanjutnya adalah tahap akhir profase, dimana nukleolus melebur dan membran
nukleus menghilang, sehingga memungkinkan benang-benang spindel memasuki nukleus.
Mikrotubulus yang muncul dari kinektokor (bagian kromosom yang merupakan tempat
pelekatan benang-benang spindel selama pembelahan inti – struktur pada sentromer), dapat
berinteraksi dengan benang spindel.1

Gambar 4. Tahap Akhir Profase1

2.3.2 Metafase
Metafase adalah tahap dimana kromosom yang secara jelas tampak menjadi dua set
pasangan berada di tengah-tengah sel (bidang ekuator).6 Sentromer pada semua kromosom
akan saling berikatan dengan benang spindel untuk kemudian ditarik ke masing-masing
kutub. Kinektokor memisah dan kromatid mulai bergerak menjauh.1 Gambaran mengenai
tahap metafase dapat dilihat pada gambar 5.
Gambar 5. Metafase1
2.3.3 Anafase
Anafase adalah tahap dimana mikrotubulus mulai menarik pasangan kromosom agar
terpisah (menuju salah satu kutub sentriol dan kutub sentriol yang lainnya).6 Pergerakan ini
dapat terjadi karena pemendekan dan pemanjangan mikrotubulus yang membentuk spindel.2
Akhir anafase ditandai dengan adanya dua set kromosom lengkap yang berkumpul pada
kedua kutub sel.1

Gambar 6. Anafase1

2.3.4 Telofase
Pada tahap telofase, pada ujung-unjung sel terdapat masing-masing satu set
kromosom lengkap.2 Kromosom mulai merenggang dan kembali menjadi masa kromatin.
Dengan demikian, dua nukleus kembali terbentuk, diikuti dengan melebur dan terurainya
kromosom serta terbentuknya membran nukleus dan terbentuknya kembali nukleolus. Pada
akhirnya, sel akan mengalami sitokinesis yaitu pembelahan sitoplasma. Pembelahan
sitoplasma berada tepat di pertengah masa kromosom, lalu berlanjut di sekitar sel hingga
akhirnya membelah sel tersebut menjadi dua sel terpisah.

Gambar 7. Telofase2

3. Meiosis
Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi dalam pembentukan sel-sel kelamin (sel telur
dan sperma).1 Berbeda dengan mitosis, jumlah kromosom sel hasil pembelahan adalah
setengah dari sel induknya (n = haploid). Pembelahan meiosis ini memiliki tujuan untuk
menghasilkan sel telur maupun sel sperma yang matang.
Meiosis melibatkan replikasi DNA dalam sel serta diikuti dua kali pembelahan sel
(meiosis I dan meiosis II). Nantinya, akan terbentuk empat sel anakan yang masing-masing
memiliki 23 kromosom. Pada pria, keempat sel anak aan hidup dan berdiferensiasi menjadi
sperma matang. Sementara pada wanita, hanya akan ada satu sel anakan yang hidup dan
menjadi sel telur yang matang. Apabila sel sperma dan sel telur bertemu, maka akan
dihasilkan embrio dengan kromosom total 46 (23 pasang kromosom).6
Fase-fase meiosis adalah sebagai berikut: interfase, meiosis I (profase I, metafase I,
anafase I, dan telofase I), interkinase, dan yang terakhir adalah meiosi II (profase II, matafase
II, anafase II, dan telofase II). Fase-fase tersebut sedikit berbeda dari fase-fase pada
pembelahan mitosis.
3.1 Interfase
Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk melakuan pembelahan. Sama
seperti pada interfase mitosis, persiapan yng dimaksud adalah proses sintesis protein dan
replikasi DNA. DNA akan direplikasi dari satu salinan menjadi dua salinan. Sel yang akan
membelah mereplikasi DNA di setiap kromosomnya sehingga terbentuk dua kromatid yang
bergabung pada sentromer (kromosom homolog).1,2

Gambar 8. Interfase Meiosis1

3.2 Meiosis I
3.2.1 Profase I8
Tahap profase I adalah tahap yang cukup panjang karena masih dibagi menjadi lima
sub tahapan, yaitu leptoten, zigoten, pakiten, diploten dan diakinesis. Leptoten adalah tahap
dimana kromatin menjadi kromosom yang mengalami kondensasi dan terlihat sebagai benang
tunggal yang panjang. Pada tahap zigoten, kromosom homolog akan saling berdekatan dan
berpasangan atau sering disebut “melakukan sinapsis”.
Di tahapan pakiten, tiap kromosom akan melakukan replikasi menjadi dua kromatid
dengan sentromer yang masih tetap menyatu. Tiap kromosom yang berpasangan mengandung
empat kromatid disebut dengan tetrad atau bivalen. Selanjutnya adalah tahap diploten dimana
kromosom homolog terlihat saling menjauhi. Saat kromosom homolog saing menjauh, terjadi
pelekatan berbentuk X di tempat tertetu pada kromosom yang disebut kiasma (jamak:
kiasmata). Kiasma adalah bentuk persilangan dua dari empat kromatid suatu kromosom
dengan pasangan kromosom homolognya. Selain itu, kiasma juga merupakan tempat
terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over). Melalui pindah silang itulah tercipta
keanekaragaan makhluk hidup.
Tahapan terkahir adalah diakinesis. Pada tahapan ini akan terbentuk benang-benang
spindel dari pergerakan dua sentriol kearah kutub yang berlawanan. Tahapn diakinesis ini
diakhiri dengan menghilangnya nukleolus dan hancurnya selaput inti serta tetrad yang mulai
bergerak ke bidang ekuator.

Gambar 9. Profase I (Diakinesis)1


3.2.2 Metafase I1
Tertad atau bivalen kromosom berada pada bidang ekuator. Kedua kromatid dalam
satu kromosom pada setiap pasangan kromosom homolog menghadap ke kutub sel yang
sama, sehingga sisanya menghadap ke kutub yang berlawanan. Benang-benang spindel
melekat pada sentromer setiap kromosom. Pada tahap ini, terdapat perbedaan dengan
pembelahan mitosis. Untuk metafase I, sentromer tidak mengalami pembelahan.

Gambar 10. Metafase I1

3.2.3 Anafase I1,8


Pada anafase I, setiap kromosom yang homolog masing-masing mulai ditarik oleh
benang spindel menuju ke kutub yang berlawanan arah. Dengan demikian, didapati bahwa
satu kelompok kromosom haploid (n) telah tersusun disetiap kutub. Hal tersebut sesuai
dengan tujuan dari anafase yaitu untuk membagi isi kromosom diplod menjadi haploid.

Gambar 11. Anafase I1

3.2.4 Telofase I1
Pada dasarnya tahapan ini sama seperti telofase mitosis. Seperti dalam pembelahan itosis,
tefase membalik peristiwa yang terjadi daam profase. Kromosom akan melebur, membrane
nukleus akan terbentuk begitu juga dengan nucleolus, benang spindel pun akan terurai. Pada
akhirnya sitokinesis akan terjadi dan kedua sel akan terpisah.

3.3 Interkinesis8
Interkinesis adalah tahap di antara dua pembelahan meiosis. Pada tahap ini tetap terjadi
sintesis protein namun tidak terjadi replikasi DNA. Perlu diingat kembali bahwa hasil dari
pembelahan meiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid (n) namun masih berisi
sepasang kromatid yang mengartikan bahwa kandungan DNAnya masih rangkat (2c). oleh
karena itu, akan dilakukan pembelahan meiosis II yang bertujuan unuk membagi kedua
salinan tersebut pada sel anakan yang baru.
3.4 Meiosis II1
Pada meiosis II, terdapat empat tahap yang sama dengan meiosis I. Tahap yang pertama
adalah profase I. Pada tahap ini peristiwa yang terjadi sama dengan peristiwa pada profase
mitosis. Sentriol akan memisah dan bergerak ke kutub yang berlawanan, dan mikrotubulus
dari setiap sentromer melekat pada benang dari sentriol di kutub berlawanan.
Tahap yang kedua adalah metafase II. pada tahap ini, kromatid berbaris ada bidang
ekuator sel. Kromatid yang ada tersusun berpasangan namun tidak lagi dalam bentuk tetrad
melainkan disebut dengan dyad. Tahap berikutnya adalah anafase II, pada tahap ini sentromer
membelah dan kromatid terpisah menjadi kromosom. Berbeda dengan pembelahan mitsis,
kromatid yang terpisah tidak identik secara genetic akibat persilangan atau kombinasi ulang.
Pada akhirnya, sel akan memasuki tahapan akhir yang disebut telofase II. Di telofase II,
membrane nukleus terbentuk kembali, kromosom melebur, dan terjadi sitokinesis. Sel yang
dihasilkan akan bersifat haploid.

PENGERTIAN LEUKIMIA (KANKER DARAH)

Leukimia adalah suatu penyakit yang dikenal dengan adanya proliferasi neoplasitik dari

sel-sel organ hemopoietik, yang terjadi sebagai akibat mutasi somatik sel bakal (stem cell)

yang akan membentuk suatu klon sel leukimia.


Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun,

penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60%

anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut.

Leukimia merupakan keganasan hemopoietik yang mengakibatkan proliferasi klon yang

abnormal dan sel bakal mengalami transformasi leukimia, terjadi kelainan pada diferensiasi

dan pertumbuhan dari sel limfoid dan mieloid.

Diagnosa leukimia akut dapat ditegakkan dari pemeriksaan hematologi Hb, leukosit, tulang,

yaitu tipe leukimia akut berdasarkan klasifikasi FAB.

Pewarnaan sitokimia dapat menkonfirmasi asal leukimia akut apakah dari limfoid atau

mieloid. Dengan pemeriksaan immunopheno-typing diagnosis leukimia akut dapat diketahui

apakah mieloid atau limfoid, bahkan LLA dapat didiferensiasi lebih lanjut apakah dari sel T

ataukah sel B. Pemeriksaan sitogenik akan memberi petunjuk ada/tidaknya aberasi

kromosom.

TANDA-TANDA PENYAKIT LEUKIMIA (KANKER DARAH)

1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah

dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas

cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena

didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit

(banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama

melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah

tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita
rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan

adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone

marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel

leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan

pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak

hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan

pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa

bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan

pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas

dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

C. PENYEBAB LEUKIMIA (KANKER DARAH)

Untuk penyebab sendiri sampai saat ini masih belum diketahui. Tetapi kebanyakan telah

ditemukan beberapa faktor penyebabnya. Antara lain:

1. Radiasi

Menurut data, LMA lebih disebabkan karena serangan radiasi. Sedang LLK sendiri jarang

mendapat laporan karena faktor radiasi. Widiw, jadi ada kemungkinan pegawai radiologi bisa

memiliki kemungkinan terkena serangan Leukemia dong? Sebenarnya untuk serangan

Leukemia pada anak-anak sendiri meningkat setelah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki di

Jepang. Semenjak itu, mulai banyak laporan mengenai anak-anak yang menderita Leukemia

ini. T-T
2. Faktor Leukemogenik

Maksudnya disini itu karena faktor zat kimia tertentu. Biasanya Racun lingkungan seperti

benzena; Insektisida; obat-obatan terapi kaya kemoterapi juga akan memungkinkan

terjadinya Leukemia. Weh jadi Kemoterapi di Leukemia juga akan mengakibatkan Leukemia

jenis baru dong? Untuk itu dibawah nanti Aeon jelasin lebih dalem kok..! Hehe..

3. Virus

Virus ini biasanya sih Virus HTLV penyebab utamanya. HTLV itu T-cell Leukemia Viruses

yang merupakan penyebab utama dari ketidak normalan perkembangan sel darah putih.

Biasanya sih HTLV I atau II. Virus lainnya antara lain retrovirus atau virus leukemia feline.

4. Herediter

Herediter disini maksudnya keturunan. Biasanya orang yang memiliki Sindrom Down lebih

rentan terkena Leukemia dibanding yang tidak. Kemungkinan terkenanya sekitar 20 kali lebih

rentan dibanding yang normal.

D. KOMPLIKASI YANG TERLIBAT DALAM LEUKIMIA KRONIK

1. Pembengkakan nodus limpa di leher, ketiak,perut,atau kemaluan.

2. Rasa sakit yang teruk terutamanya di bawah sternum.

3. Rasa letihan dan lesuan

4. Kehilang berat tanpa sebab tertentu.

5. Demam

6. Menerima lebam dengan senang.

7. Rasa sakit pada tulang.

8. Kadar pernafasan rendah( shortness of breath).

9. Kehilangan daya untuk makan.(loss of diet).


10. Dalam kes-kes yang teruk akan menyebabkan kematian.

11. Petechiae(pembentukan bintik-bintik merah dan kadang kala berbentuk tajam di bawah

permukaan kulit yang disebabkan oleh pendarahan)

E. PENCEGAHAN LEUKIMIA

Melakukan deteksi dini kanker untuk pencegahan. ''Pencegahannya dengan mengonsumsi

vitamin A dan C, buah maupun sayuran yang kaya akan serat.''

Untuk pemeriksaan Diagnosis penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, dianatanya

adalah dengan:

1. Pemeriksaan morfologi: darah tepi, aspirasi sumsum tulang, biopsi sumsum tulang
2. Pewarnaan Sitokimia
3. Immunofenotipe
4. Sitogenetika
5. Diagnostic Seluler

F. PENGOBATAN LEUKIMIA

Penyembuhan Leukemia sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya:

1. Kemoterapi dengan obat; penggunaan ini bersifat menyerang dan menghancurkan sel-

sel kanker patologis yang menyerang akan tubuh. Nah kalau tadi penggunaan

kemoterapi dapat mengakibatkan kanker baru memang benar. Biasanya penggunaan

obat ini ditambahkan dengan obat penghambat munculnya penyakit baru. Biasanya

obat yang digunakan adalah hydrea / hydroksiurea, mercapto purinetol dan

myleran. Rosy Periwinkle di hutan madagaskar sering juga digunakan untuk

penyembuhan Leukemia ini. Sayangnya tumbuhan ini terancam punah.


2. Radiasi; Penggunaannya sendiri dengan dosis tinggi yang nantinya diakumulasikan

pada daerah berakumulasinya sel leukemia.

3. Transplantasi Sumsung tulang belakang; biasanya adalah sumsum tulang belakang

dari saudara kandung atau saudara dekat. Keuntungannya adalah sisem imun tidak

akan aktif untuk membunuh sel hasil transplantasi. Kerugiannya sendiri adalah sel

yang akan berfungsi dalam waktu yang sangat lama, tidak akan berfungsi dengan baik

dalam waktu yang singkat.

ESIMPULAN

Leukimia adalah suatu penyakit yang dikenal dengan adanya proliferasi neoplasitik dari

sel-sel organ hemopoietik, yang terjadi sebagai akibat mutasi somatik sel bakal (stem cell)

yang akan membentuk suatu klon sel leukimia.

Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak.

Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari

60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut.

Cara mencegah Penyakit Leukimia yaitu :

Melakukan deteksi dini kanker untuk pencegahan. ''Pencegahannya dengan mengonsumsi

vitamin A dan C, buah maupun sayuran yang kaya akan serat.''


B. SARAN

Setelah anda membaca makalah ini, semoga anda sadar dan menerima saran dari saya yaitu :

1. Tidak merokok agar darah tidak rusak dan terinfeksi.

2. Bagi yang merasa dirinya sehat, silahkan sekali-kali untuk memeriksakan dirinya ke Dokter

agar lebih jelas/real dari serangan penyakit Leukimia (Kanker Darah).