Anda di halaman 1dari 2

Definisi

Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang
dari 11g/dl. Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar Hb dan/atau hitung eritrosit lebih
rendah dari harga normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14 g/dl dan Ht < 41 % pada
pria atau Hb < 12 g/dl dan Ht <37 pada wanita. Penurunan kadar hemoglobin (hb),
hematokrit atau hitung eritrosit berakibat pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen
oleh darah.tetapi harus diingat pada keadaan terntentu dimana ketiga parameter tersebut tidak
sejalan dengan massa eritrosit, seperti pada dehidrasi, perdarahan akut dan kehamilan. Oleh
karena itu dalam diagnosis anemia tidak cukup hanya sampai kepada label anemi tetapi harus
dapat ditatapkan penyakit dasar yang menyebabkan anemia tersebut. (sudoyo dkk, 2009)
3. Etiologi

Menurut Mochtar( 1998) penyeban anemia pada umunya adalah :

 Perdarahan
 Kekurangan gizi seperti : zat besi, vitamin B 12dan asam folat.

 Penyakit kronik, seperti gagal ginjal, abses paru, bronkiektasis, empiema, dll.

 Kelainan darah

 Ketidaksanggupan sum-sum tulang membentuk sel-sel darah.

 Malabsorpsi

Penyebab anemia pada kehamilan :

 Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin


 Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil

 Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan

 Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe)

 Pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.

Faktor Resiko Anemia pada Ibu Hamil

 Umur < 20 tahun atau > 35 tahun


 Perdarahan akut

 Pekerja berat

 Makan < 3 kali dan makanan yang dikonsumsi kurang zat besi

6. Gejala Klinis

Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah, sering pusing, mata berkunang –
kunang, malaise, lidah luka, nafsu makan turun( anoreksia), konsentrasi hilang, nafas pendek,
( pada anemia parah), dan keluhan mual muntah pada hamil muda, palpitasi.
4. Patofisiologi

Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi
yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat
45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan
meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan
setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta, yang
menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron.