Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perencanaan merupakan fungsi organik manajemen yang merupakan dasar atau
titik tolak dari kegiatan pelaksanaan kegiatan tertentu dalam usaha mencapai
tujuan organisasi. Apabila proses perencanaan dilakukan dengan baik akan
memberikan jaminan pelaksanaan kegiatan menjadi baik, sehingga dapat
mencapai tujuan organisasi yang berdaya guna dan berhasil guna. Kebijakan
yang dirumuskan dalam suatu rencana mencakup struktur organisasi yang akan
diciptakan, pengadaan dan penggunakan tenaga kerja, sistem dan prosedur
yang hendak digunakan serta peralatan yang dibutuhkan untuk kelancaran suatu
kegiatan. Perencanaan tenaga medis harus sesuai dengan kebutuhan dan
tujuan pelayanan kesehatan yang optimal dan bermutu tinggi.

Perencanaan ketenagaan, menjadi permasalahan besar di berbagai organisasi


kesehatan, seperti di tatanan rumah sakit, praktek mandiri, dan tempat tempat
pengobatan lainnya. Oleh karena itu, perencanaan ketenagakerjaan harus
sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku, serta tenaga yang
dibutuhkan dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan standar yang
ada.

Efektifitas dan efisiensi ketenagakerjaan merupakan salah satu indikator


keberhasilan rumah sakit bila didukung oleh ketersediaan jumlah sumberdaya
manusia yang cukup dengan kualitas yang profesional sesuai dengan fungsi dan
tugas setiap pegawai. Pelayanan medis merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan dirumah sakit, begitu pentingnya pelayanan dirumah sakit,
Kualitas pelayanan medis dapat mencapai hasil yang optimal apabila beban
kerja dan sumber daya yang ada memiliki proporsi yang seimbang.

Pola Ketenagaan Medis Page 1


Berdasarkan penelitian WHO (1997), beberapa Negara di Asia Tenggara
termasuk Indonesia ditemukan fakta bahwa dokter yang bekerja dirumah sakit
menjalani peningkatan beban kerja dan masih mengalami kekurangan tenaga.
Hal ini disebabkan karena peran dokter belum didefinisikan dengan baik.
Efektifitas dan efisiensi ketenagaan sangat ditunjang oleh pemberian pelayanan
medis yang tepat dan kompetensi yang memadai. Oleh karena itu, perlu kiranya
dilakukan perencanaan yang strategis dan sistematis dalam memenuhi
kebutuhan tenaga medis.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umumnya adalah agar mengetahui perhitungan ketenagakerjaan
yang efektif dan efisien
2. Tujuan Khusus
a) Mengetahui metode perhitungan tenaga medis.
b) Menambah pengetahuan tentang pembagian tenaga medis di sebuah
unit di rumah sakit secara efektif dan efisien.
c) Mengetahui tentang perhitungan tenaga medis yang ada di RSUD
Arosuka.

Pola Ketenagaan Medis Page 2


BAB II
LANDASAN TEORI

A. PERHITUNGAN TENAGA MEDIS DI RUMAH SAKIT

Perencanaan tenaga atau staffing merupakan salah satu fungsi utama seorang
pemimpin organisasi, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah. Keberhasilan suatu
organisasi salah satunya ditentukan oleh kualitas SDM. Hal ini berhubungan erat
dengan bagaimana seorang pimpinan merencanakan ketenagaan di unit
kerjanya.

Langkah perencanaan tenaga medis di atur dalam :


1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 340 Tahun 2010
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 81 tahun 2004

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 56 tahun 2014


tenaga kesehatan medis dihitung:
1. 9 orang dokter umum untuk pelayanan medik dasar;
2. 2 orang dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi dan mulut;
3. 2 orang dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar;
4. 1 orang dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis
penunjang;
5. 1 orang dokter gigi spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik spesialis
gigi dan mulut.

Pola Ketenagaan Medis Page 3


BAB III
POLA KETENAGAAN MEDIS DI RSUD AROSUKA

Tenaga medis merupakan aspek utama lancarnya pelayanan di rumah sakit.


Kecukupan jumlah tenaga medis yang tersedia harus disesuaikan dengan jumlah
ruangan, baik rawat jalan, rawat inap, dan pelayanan gawat darurat. Pun harus
disesuaikan dengan jumlah kunjungan pasien per tahun. RSUD Arosuka memiliki
11 ruangan poli klinik, 3 ruangan gawat darurat, dan 4 ruangan rawat inap.
Dimana masing-masing ruangan memiliki 1 orang dokter penanggung jawab.
Diharapkan dengan tercukupinya kebutuhan tenaga medis di rumah sakit dapat
memberikan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien.

Pola ketenagaan medis di rumah sakit tipe c dihitung berdasarkan PERATURAN


MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2014.

NO Tenaga Medis Berdasarkan Permenkes 56 Jumlah tenaga medis yang


Tahun 2014 telah ada
9 orang dr jaga IGD 9 orang *
9 orang dr umum poliklinik 1 orang
2 orang dokter gigi umum 1 orang
9 orang dr jaga IGD 9 orang *
9 orang dr umum poliklinik 1 orang
2 orang dokter spesialis penyakit dalam 3 orang
2 orang dokter spesilais bedah 3 orang
2 orang dokter spesialis kandungan 4 orang(1 WKDS)
2 orang dokter spesialis neurologi 2 orang
2 orang dokter spesialis paru 1 orang
2 orang dokter spesialis anak 3 orang
2 orang dokter spesialis anastesi 1 orang (WKDS)
2 orang dokter spesialis mata 1 orang

Pola Ketenagaan Medis Page 4


2 orang dokter spesialis THT 1 orang (Referal)
2 orang dokter spesialis jiwa 1 orang (Referal)

1 orang dokter spesialis radiologi 1 orang


1 orang dokter spesialis laboratorium klinik 2 orang
1 orang dokter spesialis laboratorium patologi 1 orang
anatomi
1 orang dokter spesialis rehabilitasi medik -
1 orang dokter spesialis gigi dan mulut -
2 orang dokter spesialis penyakit dalam 3 orang
2 orang dokter spesilais bedah 3 orang
2 orang dokter spesialis kandungan 4 orang(1 WKDS)
2 orang dokter spesialis neurologi 2 orang
2 orang dokter spesialis paru 1 orang
2 orang dokter spesialis anak 3 orang
2 orang dokter spesialis anastesi 1 orang (WKDS)
2 orang dokter spesialis mata 1 orang
2 orang dokter spesialis THT 1 orang (Referal)
2 orang dokter spesialis jiwa 1 orang (Referal)

1 orang dokter spesialis radiologi 1 orang


1 orang dokter spesialis laboratorium klinik 2 orang
1 orang dokter spesialis laboratorium patologi 1 orang
anatomi
1 orang dokter spesialis rehabilitasi medik -

Pola Ketenagaan Medis Page 5


BAB IV
PEMBAHASAN

Meningkatnya pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat menuntut perubahan


pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih ramah dan bermutu. Dengan
semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan
maka fungsi pelayanan kesehatan termasuk pelayanan rumah sakit secara
bertahap perlu ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu,
pelayanan kesehatan merupakan ranah yang tidak terlepas dari pengaruh
globalisasi. Globalisasi telah merubah cara hidup orang banyak dalam
menentukan pilihan yang nantinya akan mengakibatkan persaingan. Hal ini
membuat banyak organisasi termasuk pelayanan kesehatan terus-menerus
melakukan peningkatan dalam kualitas dan melakukan inovasi dalam
pelayanan. Kunjungan pasien rawat inap RSUD Arosuka setiap bulan selama
tahun 2017 relatif meningkat. Maka rumah sakit perlu mempertahankan dan
meningkatkan kualitas pelayananan secara sistematis dan berkesinambungan
seperti yang diharapkan. Salah satu caranya adalah dengan ketersediaan
tenaga medis yang memadai dalam memberikan pelayanan.

Berdasarkan jumlah pasien rawatan tahun 2017 dan setelah dilakukan


perhitungan jumlah ketenagaan berdasarkan Permenkes no 54 tahun 2014
maka tenaga medis yang di butuhkan adalah 8 orang dokter umum, 1 orang
dokter gigi umum, 1 orang dokter spesialis paru, 1 orang dokter spesialis mata, 2
orang dokter spesialis anastesi, 2 orang dokter spesialis THT, dan 2 orang
dokter spesialis jiwa. Dengan demikian diharapkan pelayanan yang diberikan
dapat meningkat.

Pola Ketenagaan Medis Page 6


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari hasil analisa tenaga medis yang telah dilakukan berdasarkan Permenkes
nomor 56 tahun 2014 dan berdasarkan data pasien pada tahun 2017 serta
beban kerja untuk tahun 2018 maka diperlukan penambahan tenaga medis
dengan rincian 8 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi umum, 1 orang
dokter spesialis paru, 2 orang dokter spesialis anastesi, 1 orang dokter
spesialis mata, 2 orang dokter spesialis THT, dan 2 orang dokter spesialis
jiwa.

B. SARAN

Dengan sudah tercukupinya tenaga medis di RSUD Arosuka untuk beban


kerja tahun 2017 diharapkan kepada pihak manajemen untuk dapat
mempertimbangkan penambahan tenaga medis di rumah sakit sehingga
dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan secara
sistematis dan berkesinambungan seperti yang diharapkan.

Arosuka, 2017
Ketua Komite Medis

Dr. Rasmelia NoerSp.Pd, FINASIM


NIP. 19700122 200003 2 005

Pola Ketenagaan Medis Page 7