Anda di halaman 1dari 18

Rita Satriyani

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Klaten


Mata Pelajaran : Hygiene Sanitasi dan Kesehatan Kerja
Komp. Keahlian : Kuliner
Kelas /Semester :X/1
Tahun Pelajaran : 2018/2019
Alokasi Waktu : 6 x 45 (2 JP)

A. Kompetensi Inti
KI-3 (Pengetahuan): Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Tata Boga pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 (Keterampilan): Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat,
informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Tata Boga.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas
yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.8 Menganalisis sampah 3.8.1 Menguraikan jenis-jenis sampah
3.8.2 Menentukan teknik penanganan
sampah
3.8.3 Menentukan prosedur penanganan
sampah
3.8.4 Menganalisis masalah yang
diakibatkan oleh sampah
4.8 Melakukan penanganan sampah 4.8.1 Menyiapkan alat penanganan
sampah sesuai dengan jenis sampah
dan teknik penanganan
4.8.2 Melakukan penanganan sampah
sesuai dengan prosedur penanganan
sampah

1
Rita Satriyani

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengkaji berbagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran berbasis saintifik,
peserta didik diharapkan :
1. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu menguraikan jenis-jenis sampah dengan
benar
2. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu menentukan teknik penanganan sampah
dengan benar
3. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu menentukan prosedur penanganan
sampah dengan tepat
4. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu menganalisis masalah yang diakibatkan
oleh sampah dengan benar
5. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu menyiapkan alat penanganan sampah
sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
6. Melalui kegiatan diskusi peserta didik mampu melakukan penanganan sampah sesuai
dengan prosedur penanganan sampah
D. Materi Pembelajaran

1. Pengertian sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada
sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada
setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang
disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa
dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang
dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan,
manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada
suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
2. Jenis-jenis sampah
Berdasarkan sumbernya :
1. Rumah Tangga
2. Pertanian
3. Perkantoran
4. Perusahaan
5. Rumah Sakit
6. Pasar
Berdasarkan sifatnya :
a. Sampah organik - dapat diurai / basah (degradable)
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang
diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain.
Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga
sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya
sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
b. Sampah anorganik - tidak terurai / kering (undegradable)

2
Rita Satriyani

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan
minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di
alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan
tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan
dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga,
misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
c. Sampah khusus atau sampah yang mengandung bahan berbahaya / beracun (B3)
adalah sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya
yang ditimbulkannya.sampah khusus berasal dari sampah dari rumah sakit (sampah
dari pembedahan, peralatan (misalnya pisau bedah yang dibuang ), botol Infus dan
sejenisnya, serta obatobatan (pil, obat bius, vitamin).
3. Teknik penanganan sampah
a. Pengumpulan
Pengumpulan, adalah kegiatan pengumpulan sampah dari sumbernya menuju ke
lokasi TPS. Sumber-sumber sampah tersebut antara lain rumahan (rumah tangga),
sekolah, pasar, terminal dan sebagainya. Proses pengumpulan sampan
umumnya dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong dari rumah-rumah
menuju ke lokasi TPS atau diantar sendiri oleh mayarakat ke TPS. TPS biasanya
terdapat di sekitar perumahan atau bagian sudut tertentu di sekitar pasar. Proses
pengumpulan sampah dari sumbernya ke TPS pada umumnya menjadi
tanggung jawab penghasil sampah. Artinya setiap rumah atau penghasil sampah
lainnya harus membuang sampah ke TPS terdekat
b. Pemilahan Sampah
Pemilahan sebaiknya dilakukan sejak dari sumbernya. Setiap rumah tangga dapat
memilah sampah berdasarkan jenisnya. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan
kekurangan. Prinsipnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan
masyarakat yang akan memilah. Pemilahan sampah non organik yang dapat didaur
ulang kemudian di tindak lanjuti untuk dijual agar dapat mendatangkan keuntungan
ekonomi. Namun akan lebih baik jika kita menyediakan tiga buah tong sampah.
Pemilahan sampah dapat dilakukan dengan memilah sampah
organik dan sampah non organik. Untuk membedakannya setiap tong sampah dicat
dengan warna cat berbeda. Misalnya tong sampah organik dicat warna hijau, tong
sampah non organik dicat warna kuning, dan tong sampah gelas atau kaca dicat
dengan warna merah.
c. Pengangkutan
Pengangkutan, adalah kegiatan pemindahan sampah dari TPS menuju lokasi
pembuangan dan pengolahan sampah atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Proses pengangkutan sampah merupakan kontributor terbesar dalam biaya
pengelolaan sampah. Sebagian besar TPA yang ada di masyarakat masih
menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping). Berbeda dengan model
TPA di negara yang sudah maju, yaitu dengan menggunakan model Lahan Urug
Saniter (Sanitary Landfill). Hal ini disebabkan karena model TPA Sanitary Landfill
memerlukan biaya tinggi dalam pengoperasiannya.
4. Menentukan prosedur penanganan sampah

3
Rita Satriyani

Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang
diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi
pengelolaan sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan
semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi
lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit.
Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di kawasan wisata alam adalah:
a. Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik
dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap
kawasan yang sering dikunjungi wisatawan.
b. Pemanfaatan Kembali
Kegiatan pemanfaatan sampah kembali, terdiri atas :
1) Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan). Sampah
yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah
lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata.
Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan
composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi
hingga mencapai 25%.
2) Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang
berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sedangkan
pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas
seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum
dalam kemasan.
c. Tempat Pembuangan Sampah Akhir
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan
composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai ± 10%,
harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Di Indonesia,
pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda.
Dengan pengelolaan sampah yang baik, sisa sampah akhir yang benar-benar tidak
dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. Kegiatan ini tentu saja akan
menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam,
mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS, serta memperkecil
permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah.
5. Menganalisis masalah yang diakibatkan oleh sampah
Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah
sebagai berikut:
a. Gangguan Kesehatan :
 Timbulnya sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat
mendorong penularan infeksi;
 Timbulnya sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus;
b. Menurunnya kualitas lingkungan
c. Menurunnya estetika lingkungan
Timbulnya sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan
tidak indah untuk dipandang mata;

4
Rita Satriyani

d. Terhambatnya pembangunan negara


Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung
atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa
tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi.
Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga
menurun.
6. Menyiapkan alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik
penanganan

7. Melakukan pemanfaatan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah


1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak
2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang
3. Sampah kertas : Daur Ulang
Daur ulang
Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas
kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan
produk/material bekas pakai.
Material yang dapat didaur ulang :
1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun
yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang
berlapis minyak.
3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll
5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll
6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.

Manfaat pengelolaan sampah :


1. Mengehemat sumber daya alam
2. Mengehemat Energi
3. Menguranagi uang belanja
4. Menghemat lahan TPA
5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)
1. Materi pembelajaran pengayaan
Membuat narasi penanganan sampah
2. Materi pembelajaran remedial
Mengerjakan soal remidiasi

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, Tanya jawab dan penugasan
F. Media Pembelajaran
Media :
 Worksheet atau lembar kerja (siswa)
 Lembar penilaian

5
Rita Satriyani

Alat/Bahan :
 Penggaris, spidol, papan tulis
 Laptop & infocus

G. Sumber Belajar
 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Direktorat Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan Kompetensi Profesional: KEAMANAN PANGAN (SANITASI,
HYGIENE, dan KESEHATAN KERJA
 Pengalaman peserta didik dan guru
 E-dukasi.net
Video tentang Bahaya Sampah Plastik di
https://www.youtube.com/watch?v=sF_habmz-os
Video “Kenapa kita tidak boleh buang sampah sembarangan”
https://www.youtube.com/watch?v=WvM0p3eRjmc
H. Langkah-Langka Pembelajaran
1. Pertemuan Ke-1 (3 x 45 Menit)
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
Guru :
Orientasi

 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai


pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi

 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan


pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu :
 Menerapkan pembersihan dan sanitasi peralatan dan ruang
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi

 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari


dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materi/tema projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini
dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang
materi :
 Menguraikan jenis-jenis sampah
 Menentukan teknik penanganan sampah
 Menentukan prosedur penanganan sampah
 Menganalisis masalah yang diakibatkan oleh sampah
 Menyiapkan alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik
penanganan
 Melakukan penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada
pertemuan yang berlangsung
6
Rita Satriyani

1. Pertemuan Ke-1 (3 x 45 Menit)


 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti (105 Menit)
Sintak Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Kegiatan Literasi
(stimullasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi
pemberian menganalisis samapah dengan cara :
rangsangan)  Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar tentang materi Menganalisis sampah

“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar tersebut?”


 Mengamati

 Lembar kerja materi Menganalisis sampah.


 Pemberian contoh-contoh materi Menganalisis sampah untuk dapat dikembangkan
peserta didik, dari media interaktif, dsb
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan Menganalisis sampah.
 Menulis
Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait Menganalisis sampah
 Mendengar
Pemberian materi Menganalisis sampah oleh guru.

 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai
materi :
 Menganalisis sampah
1) Jenis-jenis Sampah
Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu
1. sampah organik/basah yaitu sampah yang dapat mengalami pembusukan secara
alami
2. sampah anorganik/kering atau sampah yang tidak mudah busuk
3. Sampah khusus atau sampah yang mengandung bahan berbahaya/beracun (B3)
2) Teknik Penanganan sampah
1) Pengumpulan
Pengumpulan, adalah kegiatan pengumpulan sampah dari sumbernya menuju ke
lokasi TPS.

7
Rita Satriyani

1. Pertemuan Ke-1 (3 x 45 Menit)


2) Pemilahan Sampah
Pemilahan sebaiknya dilakukan sejak dari sumbernya. Setiap rumah tangga dapat
memilah sampah berdasarkan jenisnya.
3) Pengangkutan
Pengangkutan, adalah kegiatan pemindahan sampah dari TPS menuju lokasi
pembuangan dan pengolahan sampah atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
a) dengan menggunakan Teknik open dumping yaitu Teknik penanganan sampah
langsung pada sumbernya yang mana semua perlakuan terhadap sampah yang
dilakukan sebelum sampah di tempatkan di tempat pembuangan.
b) Teknik pengomposan, Metoda pengolahan sampah organik yang paling tepat
tentunya adalah melalui pembusukan yang dikendalikan, yang dikenal dengan
pengomposan atau komposting.
c) 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

3) Prosedur Penanganan sampah


Menurut UU -18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, terdapat 2 kelompok utama
pengelolaan sampah, yaitu:
1) Pengurangan sampah (waste minimization) dengan 3R.
2) Penanganan sampah (waste handling ), yang terdiri dari:
Pemilahan: dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis,
jumlah, dan/atau sifat sampah
Pengumpulan: dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah
ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu
Pengangkutan: dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan/atau dari tempat
penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju
ke tempat pemrosesan akhir
Pengolahan: dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah
Pemrosesan Akhir sampah: dalam bentuk pengembalian sampah dan/atau residu hasil
pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman
4) Masalah yang diakibatkan oleh sampah
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memerangi sampah ini. Dampak yang paling
dirasakan adalah pencemaran baik secara langsung maupun tidak langsung dirasakan
oleh manusia.
1) Dampak langsung akibat pencemaran sampah
2) Dampak tak langsung akibat pencemaran sampah
5) Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
Prinsip 4M adalah sebagai berikut: :
1) Menghindari
2) Mengurangi
3) Memakai Ulang
4) Mencegah Pencemaran
Pembuangan limbah harus di kelola dengan baik
Dengan adanya berbagai permasalahan yang ada maka perlu dilakukan sosialisasi
penanganan sampah dengan prinsip 4 M .
1) Menentukan prioritas sebelum membeli barang
2) Menghindari konsumsi terhadap barang-barang yang tidak dapat di daur ulang oleh
alam
3) Membeli produk yang tahan lama
4) Menggunakan produk selama mungkin, jangan hanya menganut mode
5) Mengusahakan perbaikan barang yang rusak sebelum membuangnya tampa
pertimbangan
6) Memberikan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan kepada orang yang masih
memerlukannya
6) Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah
Dengan menggunakan konsep “Konsep Tidak Ada sampah di Alam”
1) Pembatasan (reduce):
2) Guna-ulang (reuse):
3) Daur-ulang (recycle):
.untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
Problem Critical Thinking (Berpikir Kritik)
statemen Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
(pertanyaan/ pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan
identifikasi belajar, contohnya :
masalah)  Mengajukan pertanyaan tentang materi :
 Jenis-jenis sampah
 Teknik pengolahan sampa
 Prosedur penanganan sampah
 Masalah yang diakibatkan oleh sampah
8
Rita Satriyani

1. Pertemuan Ke-1 (3 x 45 Menit)


 Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
 Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan
yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan
belajar sepanjang hayat.
Data Kegiatan Literasi
collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah
(pengumpulan diidentifikasi melalui kegiatan:
data)  Mengamati obyek/kejadian
Mengamati dengan seksama materi Menganalisis sampah yang sedang dipelajari dalam
bentuk gambar/slide presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.
 Membaca sumber lain selain buku teks
Mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah
pengetahuan dan pemahaman tentang materi Menganalisis sampah yang sedang dipelajari.
 Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan
mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi
Menganalisis sampah yang sedang dipelajari.
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Menganalisis sampah yang telah disusun
dalam daftar pertanyaan kepada guru.
Collaboration (Kerjasama)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk :
 Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai
materi Menganalisis sampah.
 Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Menganalisis sampah yang telah diperoleh pada
buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
 Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi Menganalisis
sampah sesuai dengan pemahamannya.
 Saling tukar informasi tentang materi :
 Jenis-jenis sampah
 Teknik pengolahan sampa
 Prosedur penanganan sampah
 Masalah yang diakibatkan oleh sampah
 Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
 Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan
belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Collaboration (Kerjasama) Dan Critical Thinking (Berpikir Kritik)
processing Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
(pengolahan  Berdiskusi tentang data dari Materi :
Data)  Jenis-jenis sampah
 Teknik pengolahan sampa
 Prosedur penanganan sampah
 Masalah yang diakibatkan oleh sampah
 Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
 Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
 Mengolah informasi dari materi Menganalisis sampah yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan
pada lembar kerja.
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Menganalisis sampah

9
Rita Satriyani

1. Pertemuan Ke-1 (3 x 45 Menit)


Verification Critical Thinking (Berpikir Kritik)
(pembuktian) Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya
dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat
mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada
yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif
dalam membuktikan tentang materi :
 Jenis-jenis sampah
 Teknik pengolahan sampa
 Prosedur penanganan sampah
 Masalah yang diakibatkan oleh sampah
 Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
 Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-
soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.

Generalization Communication (Berkomunikasi)


(menarik Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
kesimpulan)  Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Ungkapan untuk memberikan ucapan selamat
berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan sopan.
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi :
 Jenis-jenis sampah
 Teknik pengolahan sampa
 Prosedur penanganan sampah
 Masalah yang diakibatkan oleh sampah
 Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
 Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag materi Menganalisis
sampah dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan.
 Bertanya atas presentasi tentang materi Menganalisis sampah yang dilakukan dan peserta
didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
Creativity (Kreativitas)
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang
baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :
 Jenis-jenis sampah
 Teknik pengolahan sampa
 Prosedur penanganan sampah
 Masalah yang diakibatkan oleh sampah
 Alat penanganan sampah sesuai dengan jenis sampah dan teknik penanganan
 Penanganan sampah sesuai dengan prosedur penanganan sampah.
 Menjawab pertanyaan tentang materi Menganalisis sampah yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa pertanyaan
kepada siswa berkaitan dengan materi Menganalisis sampah yang akan selesai dipelajari
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Menganalisis sampah yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk
mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
Catatan :
Selama pembelajaran Menganalisis sampah berlangsung, guru mengamati sikap siswa
dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu,
peduli lingkungan.

10
Rita Satriyani

1. Pertemuan Ke-1 (3 x 45 Menit)


Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik :
 Membuat resume (Creativity) dengan bimbingan guru tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Menganalisis sampah yang
baru dilakukan.
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Menganisis sampah yang
baru diselesaikan.
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus
mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Menganalisis sampah
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja
dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran Menganalisis sampah
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Menganalisis sampah kepada
kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

2. Pertemuan Ke-2 (3 x 45 Menit)


Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
Guru :
Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu :
 Melakukan penanganan sampah
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materi/tema projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini
dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang
materi :
 Melakukan penanganan sampah
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran.

11
Rita Satriyani

2. Pertemuan Ke-2 (3 x 45 Menit)


Kegiatan Inti (105 Menit)
Sintak Model
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Kegiatan Literasi
(stimullasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan
pemberian perhatian pada topik materi Melakukan penanganan sampah dengan
rangsangan) cara :
 Melihat
 Menayangkan gambar/foto/video tentang materi Melakukan
penanganan sampah
“Apa yang kalian pikirkan tentang video tersebut?”
 Mengamati
 Lembar kerja mateMelakukan penanganan sampah
 Pemberian contoh-contoh materi Melakukan penanganan
sampah untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media
interaktif, dsb
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran
berlangsung).
Membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain,
dari internet/materi yang berhubungan dengan Melakukan
penanganan sampah
 Menulis
Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait
Melakukan penanganan sampah
 Mendengar
Pemberian materi Melakukan penanganan sampah oleh guru.
 Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang
materi pelajaran mengenai materi :
Melakukan penanganan sampah untuk melatih kesungguhan,
ketelitian, mencari informasi.
Problem Critical Thinking (Berpikir Kritik)
statemen Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk
(pertanyaan/ mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan
identifikasi gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,
masalah) contohnya :
 Mengajukan pertanyaan tentang materi :
 Melakukan penanganan sampah
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin
tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang
hayat. Misalnya :
?
?
Data Kegiatan Literasi
collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab
(pengumpulan pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:

12
Rita Satriyani

2. Pertemuan Ke-2 (3 x 45 Menit)


data)  Mengamati obyek/kejadian
Mengamati dengan seksama materi Melakukan penanganan
sampah yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide
presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.
 Membaca sumber lain selain buku teks
Mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber
guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi
Melakukan penanganan sampah yang sedang dipelajari.
 Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat
dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan
diajukan kepada guru berkaitan dengan materi Melakukan
penanganan sampah yang sedang dipelajari.
 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Melakukan
penanganan sampah yang telah disusun dalam daftar pertanyaan
kepada guru.
Collaboration (Kerjasama)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk :
 Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh
mengenai materi Melakukan penanganan sampah
 Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi Melakukan penanganan
sampah yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan
yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
 Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan materi Melakukan penanganan sampah sesuai
dengan pemahamannya.
 Saling tukar informasi tentang materi :
 Melakukan penanganan sampah
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat
orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Collaboration (Kerjasama) Dan Critical Thinking (Berpikir
processing Kritik)
(pengolahan Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil
Data) pengamatan dengan cara :
 Berdiskusi tentang data dari Materi :
 Melakukan penanganan sampah
 Mengolah informasi dari materi Melakukan penanganan sampah
yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya
mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan

13
Rita Satriyani

2. Pertemuan Ke-2 (3 x 45 Menit)


mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi
Melakukan penanganan sampah
Verification Critical Thinking (Berpikir Kritik)
(pembuktian) Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi
hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber
melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi :
 Melakukan penanganan sampah
antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama
membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta
didik.
Generalization Communication (Berkomunikasi)
(menarik Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
kesimpulan)  Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Melakukan
penanganan sampah berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan sopan.
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang
materi :
 Melakukan penanganan sampah
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag
materi Melakukan penanganan sampah dan ditanggapi oleh
kelompok yang mempresentasikan.
 Bertanya atas presentasi tentang materi Melakukan penanganan
sampah yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan
untuk menjawabnya.
Creativity (Kreativitas)
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :
 Melakukan penanganan sampah
 Menjawab pertanyaan tentang materi Melakukan penanganan
sampah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi
Melakukan penanganan sampah yang akan selesai dipelajari
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Melakukan
penanganan sampah yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu
untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

14
Rita Satriyani

2. Pertemuan Ke-2 (3 x 45 Menit)


Catatan :
Selama pembelajaran Melakukan penanganan sampah berlangsung, guru mengamati sikap
siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri,
berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli
lingkungan.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik :
 Membuat resume (Creativity) dengan bimbingan guru tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Melakukan penanganan
sampah yang baru dilakukan.
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Melakukan penanganan
sampah yang baru diselesaikan.
 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus
mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Melakukan penanganan sampah.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja
dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran Melakukan penanganan
sampah.
 Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Melakukan penanganan sampah
kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

I. Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan

Skala
N Jumla Skor Kode
Aspek yang Dinilai 10
o 25 50 75 h Skor Sikap Nilai
0
1
2
3
4
5
6

- Penugasan (Lihat Lampiran)


Tugas Rumah
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka
telah mengerjakan tugas rumah dengan baik
c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan
untuk mendapatkan penilaian.

15
Rita Satriyani

Instrumen Penilain
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1
2
3
4

1. Instrumen Penilaian (terlampir)


a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua

2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
Peserta didik yang belum menguasai materi (belum mencapai ketuntasan belajar)
akan dijelaskan kembali oleh. Guru melakukan penilaian kembali dengan soal
yang sejenis atau memberikan tugas individu terkait dengan topik yang telah
dibahas. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan,
contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran
(30 menit setelah jam pelajaran selesai).

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ........................
Kelas/Semester : ........................
Mat Pelajaran : ........................
Ulangan Harian Ke : ........................
Tanggal Ulangan Harian : ........................
Bentuk Ulangan Harian : ........................
Materi Ulangan Harian : ........................
(KD/Indikator : ........................
KKM : ........................

Nama Indikator Bentuk Nilai


Nilai
No Peserta yang Belum Tindakan Setelah Ket.
Ulangan
Didik Dikuasai Remedial Remedial
1
2
3
4
dst,

16
Rita Satriyani

b. Pengayaan
Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik yang sudah menguasai materi
sebelum waktu yang telah ditentukan, diminta untuk soal-soal pengayaan berupa
pertanyaan-pertanyaan yang lebih fenomenal dan inovatif atau aktivitas lain yang
relevan dengan topik pembelajaran. Dalam kegiatan ini, guru dapat mencatat dan
memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.

Klaten,, Oktober,2018

Mengetahui
Kepala Sekolah …………. Guru Mata Pelajaran

M. Woro Nugroho, S.Pd.,M.Eng Rita Satriyani, S.Pd.,M.Pd.


NIP. 197213061997101008 NIP 197501272003122008

Catatan Kepala Sekolah


.......................................................................................................................................................
..................
.......................................................................................................................................................
..................

17
Rita Satriyani

18