Anda di halaman 1dari 17

IRAK

Profil Negara Irak (Iraq) – Irak adalah sebuah negara yang terletak di kawasan Timur
Tengah benua Asia. Dalam sejarahnya, Irak lebih dikenal dengan nama Mesopotamia yang
artinya adalah “di antara dua sungai” dalam bahasa Yunani. Negara yang dijuluki dengan
Negeri 1001 malam ini pernah terlibat dalam perang teluk dengan menginvasi Kuwait pada
tahun 1990, tepat pada tanggal 2 Agustus 1990. Kuwait kemudian dijadikan sebagai Provinsi
atau Wilayah Gubernuran Irak yang ke-19. Namun pada tanggal 27 Februari 1991, Pasukan
Koalisi yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman Barat, Bangladesh, Korea
Selatan, Niger dan negara-negara Arab berhasil membebaskan Kuwait. Perang ini dikenal
dengan nama “Perang Teluk I”.

Secara Astronomis, Irak berada diantara 29°LU – 38°LU dan 39°BT – 49°BT dan berbatasan
dengan beberapa negara Arab seperti Arab Saudi dan Kuwait di sebelah selatan, Yordania di
sebelah barat, Suriah di sebelah barat laut, Turki di sebelah Utara dan berbatasan dengan Iran
di sebelah Timurnya. Sebagian besar wilayah Irak adalah Padang Pasir, daerah subur di Irak
hanya terdapat di daratan Aluvial yang berada disekitar sungai Eufrat dan Tigris. Irak
memiliki garis pantai yang sempit berukuran 58km di sekitar Teluk Persia.
Baca juga : Daftar Negara di Kawasan Timur Tengah (Middle East).

A. PROFIL NEGARA IRAK

a. Al-Jumhuriyah Al-Iraqiyah Komara Iraqê

Bendera Lambang

 Ibukota : Bagdad

 Mata uang : Dinar (IQD)

 Bentuk Pemerintahan : Republik


 Bahasa Resmi : Arab, Kurdi, Assyria

 Lagu Kebangsaan : Mawtini

 Kepala Negara : Presiden

 Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri

 Kemerdekaan :

Dari Kerajaan Ottoman : 1 Oktober 1919

Dari Britania Raya : 3 Oktober 1932

Kedaulatan dari CPA : 28 Juni 2004

 Motto : Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

b. Kenegaraan

Jenis kekuasaan Irak berupa Republik dengan bentuk negara Federasi. Irak terdiri atas 18
Muhafazah (gubernuran) dan 1 region khusus. Ke-18 muhafazah adalah: Al Anbar, Al
Basrah, Al Muthanna, Al Qadisiyah (a.k.a. Ad Diwaniyah), An Najaf, Arbil, As
Sulaymaniyah, Babil, Baghdad, Dahuk, DhiQar, Diyala, Karbala', Kirkuk, Maysan, Ninawa,
Salah ad Din, dan Wasit. Sementara 1 regionnya adalah Kurdistan Regional Government.
Irak menganut sistem pemerintahan Parlementer dengan parlemen Bikameral (Council of
Representatives + Federation Council). Menurut data per April 2013, Presiden: Jalal
Talabani, Wapres I : Tariq Al-Hashimi, Wapres II : Khudayr Musa Jafar Abbas Al-Khuzai,
Perdana Menteri: Nuri Al-Maliki, Bank Sentral : Sinan Muhammad Ridha Al-Shabibi.

Republik Irak (nama lokal: Al Jumhuriyah al Iraqiyah – nama lokal singkat : Al Iraq (Arab:
‫العراق‬, Turki: Irak, Kurdi: ‫)ع َيراق‬, adalah sebuah negara di Timur Tengah atau Asia Barat
Daya, yang meliputi sebagian terbesar daerah Mesopotamia serta ujung barat laut dari
Pegunungan Zagros dan bagian timur dari Gurun Suriah. Negara ini berbatasan dengan
Kuwait dan Arab Saudi di selatan, Yordania di barat, Suriah di bara tlaut, Turki di utara, dan
Iran di timur. Irak mempunyai bagian yang sangat sempit dari garis pantai di Umm Qashr di
Teluk Persia. Irak mempunyai sejarah yang kaya. Kini Irak termasuk negara berkembang di
tengah-tengah perang saudara.

c. Letak, Luas dan Batas Negara

Irak adalah suatu negara yang berada di daerah timur tengah dengan luas total 438,317 km
dan luas perairan 1,1% dari luas daratannya. Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang
secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia, atau Afrika-Eurasia. Pusat dari
wilayah ini adalah daratan di antara Laut Mediterania dan Teluk Persia serta wilayah yang
memanjang dari Anatolia, Jazirah Arab dan Semenanjung Sinai. Irak juga berbatasan dengan
negara – negara Timur Tengah, antara lain dengan negara Jordan, Syria, Iran, Saudi Arabia
dan Turkey. Sebelah utara berbatasan dengan Turki, sebelah timur berbatasan dengan Iran,
dan sebelah selatan berbatasan dengan Saudi Arabia dan Kuwait. Irak memperoleh
kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1932.

1. Iklim dan musim Irak

Sebagian besar daerah-daerah di Iraq memiliki iklim yang sangat panas dan sangat dingin.
Daerah pegunungan di bagian utara memiliki musim panas dan musim dingin, bahkan
seringkali diikuti oleh hujan salju. Iraq bagian tengah memiliki musim panas lebih panjang
dan musim dingin lebih pendek. Suhu udara pada bulan Januari di Baghdad sekitar 9.4 C (49
F), sedangkan bulan Juli dan Agustus 33.3 C (92 F), sejauh ini temperatur tertingggi adalah
50.6C (123 F). Dibagian selatan sekitar Teluk Persia juga memiliki suhu udara dan
kelembaban yang tinggi. Di dataran tinggi bagian utara sekitar bulan Oktober sampia bulan
Mei curah hujannya tinggi, sedangkan untuk bagian selatan, khususnya untuk dataran yang
berawa curah hujannya lebih sedikit, kira-kira 152 mm

2.Peta negara Irak

d. Keadaan Ekonomi

Perekonomian Irak, yang merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar
dunia, menyaksikan ekonominya tercabik oleh kekerasan meluas sejak invasi pimpinan AS
dua tahun lalu, menyusul lebih dari satu dekade sanksi ekonomi keras yang diawasi oleh
PBB. Ekonomi mengkerut hampir separuh tahun 2003 dibanding dengan tahun sebelumnya,
menurut angka-angka Kementerian Perencanaan dan Bank Sentral Fasilitas minyak, terutama
di wilayah Muslim Sunni di bagian utara, terus menerus diserang. Ketidakamanan telah
menunda proyek-proyek untuk mengembankan 112 miliar barel cadangan dan meningkatkan
ekspor, masih di tingkat sebelum perang pada 1,5 juta barel per hari. Pengangguran sekitar 30
persen dan listrik naik turun, dengan tenaga tersedia hanya paruh waktu

e. Sosial Budaya Irak

Dalam milenium yang paling mutakhir, Irak telah dibagi menjadi lima daerah budaya: Kurdi
di utara yang berpusat di Arbil, Arab Islam Sunni di tengah sekitar Baghdad, Arab Islam
Syi'ah di selatan yang berpusat di Basra, Assyria, sekelompok orang Kristen, yang tinggal di
berbagaikota di utara, dan Arab Rawa, sekelompok orang yang berpindah-pindah, yang
tinggal di daerah berawa-rawa di sungai tengah. Pasar dan barter adalah bentuk perdagangan
yang lazim mereka lakukan.

Mengenai musik dikenal dengan alat musik yang disebut oud (mirip dengan lute) dan rebab;
bintang-bintangnya termasuk Ahmed Mukhtar dan Munir Bashir, seorang Assyria. Hingga
kejatuhan Saddam Hussein, stasiun radio yang paling popular adalah Suara Pemuda. Stasiun
ini memainkan campuran music rock barat, hip hop dan musik pop, yang semuanya harus
diimpor lewat Yordania karena adanya sanksi ekonomi internasional. Irak juga memproduksi
seorang bintang pop pan-Arab penting yang hidup di pengasingan yaitu Kazem al Saher,
yang lagu-lagunya mencakup Ladghat E-Hayya, yang dilarang karena kata-katanya yang
terlalu keras.

f. Sumber daya alam Irak

Sumber daya alam data tahun 2002 menunjukkan Irak menyimpan cadangan minyak sebesar
112,5 milyar barel, atau hampir 11 % dari total cadangan minyak dunia. Dengan sedikit
eksplorasi sejak kebijakan nasionalisasi perusahaan minyak Irak, 1972, diperkirakan masih
banyak cadangan minyak yang belum ditemukan. Irak kini hanya memiliki 125 kilang, dan
90 diantaranya berkandungan minyak tinggi. Tetapi akibat embargo, hanya 30 kilang yang
dioperasikan, dan cuma 12 kilang yang benar-benar dioperasi penuh. Amerika Serikat telah
merampas minyak mentah senilai 170 juta dolar dari Irak.

Adapun penghasilan utama di Irak adalah padi-padian, kurma, kapas, kulit, permadani, dan
minyak (34.000.000 ton) menurut data tahun 1955. Irak adalah penghasil minyak ke-2
terbesar di dunia (setelah Saudi Arabia). Tidak ada satu pun industri di Negara maju yang
tidak bergantung kepada minyak bumi. Artinya Negara-negara di dunia bergantung juga
kepada miyak bumi Irak ini. Irak adalah penghasil gas alam terbesar di duniaIrak adalah
negara yang paling kaya di Timur Tengah jadi pasti akan sangat cepat kenaikan mata uang
nya (Kuwait pulih dalam waktu 6 tahun dan Afganistan pulih dalam waktu 3 tahun, kedua
negara ini kekayaannya dibawah Irak).

B. IRAK SEBELUM DAN SESUDAH MASUKNYA ISLAM

a. Irak sebelum Islam

Secara historis Irak dikenal sebagai Mesopotamia, yang secara harafiah berarti "di antara
sungai-sungai" dalam bahasaYunani. Tanah ini menjadi tempat kelahiran peradaban pertama
dunia yang dikenal, budaya Sumeria, diikuti dengan budaya Akkadia, Babilonia dan Asyur
yang pengaruhnya meluas kedaerah-daerah tetangganya sejak sekitar 5000 SM. Peradaban-
peradaban ini menghasilkan tulisan tertua dan sebagian dar iilmu pengetahuan, matematika,
hokum dan filsafat yang pertama di dunia, hingga menjadikan wilayah ini pusat dari apa yang
umumnya dikenal sebagai "Buaian Peradaban". Peradaban Mesopotamia kuno mendominasi
peradaban-peradaban lainnya pada zamannya. Pada abad ke-6 SM, wilayah ini menjadi
bagian dari Kekaisaran Persia di bawah KoresyAgung selama hampir 4 abad, sebelum
ditaklukkan oleh Alexander Agung dan tetap berada di bawah kekuasaan Yunani selama
hamper dua abad. Sebuah suku bangsa Iran dari Asia Tengah yang bernama Parthia kemudian
merebut wilayah ini, diikuti dengan Dinasti Sassanid Persia selama 9 abad, hingga abad ke-7.
Irak terkenal sebagai tempat lahirnya peradaban. Lebih dari sepuluh ribu situs arkeologi
bernilai tinggi terdapat di sini. Sejarah Irak dimulai pada zaman paleolitik yang hidup di
dataran Mesopotamia, sekitar seribu abad yang lalu. Dataran subur ini diapit sungai Tigris
dan sungai Eufrat, atau lebih dikenal dengan sebutan “Bulan sabit yang subur”.

Pada tahun 4800 SM ditemukan tanda-tanda kebaradaan bangsa Sumeria di kawasan al-
Ubaid. Dan pada tahun 2371 SM kelompok Akkodians mendirikan kerajaan yang dapat
mempersatukan bangsa Sumeria. Tahun 1894 SM kelompok Amorites mendirikan dinasti
Babylonia. Salah satu yang menjadi penguasanya adalah Hammurabi (1792-1750 SM).
Dialah yang pertama kali membuat aturan hukum negara di dunia. Setelah berjalan bertahun-
tahun terjadi konflik antar saudara yang berakhir dengan hancurnya dinasti Babylonia.
Kemudian muncul Babylonia baru. Diantara rajanya yang terkenal adalah Nebuchardnezzar
II yang membangun “Taman Gantung” yang bertingkat-tingkat dengan ketinggian tiap
lapisan kurang lebih 350 kaki.

Di awal abad ke-7, Islam menyebar kedaerah yang sekarang bernama Irak. Sepupu sekaligus
menantu Nabi Muhammad memindahkan ibukota di Kufah "fi al-Iraq" di manaia menjadi
Khulafaur Rasyidin yang ke-4. Bani Umayyah yang berkuasa dari Damaskus di abad ke-7
menguasai Provinsi Irak.

Baghdad, ibukota Khilafah Abbasiyah, adalah kota utama bagi dunia Arab dan Islam selama
5 abad.

b. Irak Irak setelah Islam masuk

Agama Islam dan bangsa Arab masuk ke wilayah Irak pada masa Khilafah Umar bin Khottob
tahun 637 M. Merekalah yang menyebut wilayah ini Irak. Kholifah kemudian mendirikan dua
kota penting, yaitu Kuffah dan Bashroh.

Tahun 750 M dinasti Abbasiyah menguasai Irak. Putranya, al-Mansur menemukan sebuah
kota kecil yang dinamakan Baghdad yang ia juluki “Madinatus Salam (Kota Perdamaian).
Baghdad didirikan pada tahun 762, menjadi ibu kota kekhalifahan Abbasiah oleh Abu Jafar
al-Mansur, yang dikenal sebagai orator dan administrator ulung serta pakar bahasa. Sejak saat
itu, kota yang terletak di tepi barat Sungai Tigris tersebut seakan mewarisi kejayaan kerajaan-
kerajaan besar di Mesopotamia. Sejarah menceritakan, Baghdad menjadi pusat perdagangan,
budaya, dan kota pelajar yang penting. Bahkan, Baghdad juga pernah dianggap sebagai pusat
intelektual dunia, pusat kekuatan dunia. Di kota itulah dahulu kebudayaan Arab dan Persia
bercampur dan menghasilkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan karya-karya sastra yang
adiluhung. Apa yang sudah diletakkan Al-Mansur terus dikembangkan oleh para penerusnya.
Di tangan Harun ar-Rashid (786-806), cucu Al-Mansur, Baghdad kian bersinar dan menjadi
kota terbesar kedua di dunia setelah Konstantinopel. Adalah Harun ar-Rashid pula yang
memerintahkan pembangunan kanal-kanal kota, tanggul, dan tempat-tempat penampungan
air. Ia juga memerintahkan agar rawa-rawa sekitar Baghdad dikeringkan sehingga tidak
menjadi sarang nyamuk. Di zaman Harun ar-Rashid—yang dikenal sebagai “Khalifah yang
tidak pernah tidur” karena selalu keliling negerinya di malam hari untuk bertemu dan
mendengarkan apa keinginan rakyatnya, kaum intelektual mendapat tempat terhormat. Seni
sastra juga berkembang pesat. Di kala itu lahirlah cerita Seribu Satu Malam dan muncul
tokoh cerita Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad “Si Pelaut”.

Kebudayaan Arab berkembang demikian pesat di zaman Al-Ma’mun (813-833), putra Harun
ar-Rashid. Di zaman khalifah inilah dilakukan penerjemahan karya-karya para penulis
Yunani. Al-Ma’mun juga mendirikan Darul Hikmah yang mengambil alih peran Universitas
Jundaisapur Persia. Segera setelah akademi itu didirikan, Baghdad menjadi pusat ilmu
pengetahuan. Perpustakaan di akademi tersebut diperkaya dengan buku-buku terjemahan dari
pelbagai bahasa. Para sarjana dari berbagai bangsa dan agama diundang untuk bekerja di
akademi tersebut.

Direktur pertama akademi itu adalah Hunain ibn Ishaq yang menerjemahkan karya-karya
filsafat dan kedokteran Yunani. Bahkan, mereka juga menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian
Lama dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Di zaman itu pula para sarjana di bawah pimpinan
Hunain ibn Ishaq melahirkan karya besar, yakni di bidang matematika terutama kalkulus
integral. Pakar matematika terkemuka kala itu adalah Abu Ja’far Muhammad ibn Musa al-
Khawarizmi (680-750). Dialah yang menemukan persamaan aljabar dan angka nol. Al-
Khawarizmi menulis 10 buku pelajaran matematika. Ia juga menulis buku pelajaran
aritmatika yang memperkenalkan angka-angka Hindu ke dunia Arab. Buku-buku itu pula
yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, dan kemudian berkembang di daratan
Eropa.

Baghdad benar-benar tumbuh menjadi kota budaya, kota pelajar, dan kota damai. Berbagai
ilmu pengetahuan maju pesat. Al-Makmun pernah mengirim rombongan penerjemah ke
Konstantinopel, Roma dan sebagainya untuk menghimpun buku-buku sains dan filsafat yang
belum ada dalam Islam untuk kemudian dibawa ke Baghdad. Rombongan ekspedisi ini terdiri
atas Abu Yahya ibnu Bathriq (w. 815 M), Muhammad ibnu Salam (w. 839 M), Hajja ibnu
Yusuf ibnu Mathar (w. 833 M), dan Hunain ibnu Ishaq (w. 874 M). Pada masa pemerintahan
al-Mutawakkil (847-861 M), seorang ahli matematika dari Sabia, Tsabit Ibnu Qurrah (w. 901
M) dan murid-muridnya \menerjemahkan karya-karya Yunani terutama bidang geometri, dan
astronomi, termasuk juga karya-karya juga karya-karya Aristoteles, Plato, Apollonius, Galen,
Archimedes, Hyppocrates, Ptolemus, Euclid, dan Pythagoras dalam bahasa Arab. Melalui
kegiatan penerjemahan inilah terjadi gelombang helenisme I dalam Islam yang kemudian
mendorong berkembangnya filsafat dalam Islam. Munculnya para filosof dalam Islam seperti
al-Kindi (w. 870 M), al-Farabi (w. 950 M), Ibnu Sina (w. 1037 M) tidak dapat dilepaskan
dari gerakan penerjemahan tersebut. Mereka tidak sekadar membaca dan menerjemahkan
karya-karya dari Yunani, tapi juga memberi ulasan, komentar, elaborasi, dan seterusnya.
Tentu saja mereka juga mendialogkan antara pemikiran filsafat Yunani dengan segi-segi
ajaran Islam. Atas dasar itu, tidak mengherankan jika beberapa segi pemikiran filsafat dalam
Islam sangat nampak dipengaruhi oleh filsafat Yunani.

Studi kedokteran juga maju dan kemudian mendorong didirikannya rumah sakit-rumah sakit
di Baghdad. Sejarah mencatat, ketika itu penduduk Baghdad mencapai satu juta orang.
Wilayah kekuasaan Bani Abbasiah pun membentang dari Cina bagian barat hingga Afrika
bagian utara. Pada abad ke-13, di masa pemerintahan khalifah Abbasiah ke-37, Al-Mustansir
Billah, didirikanlah universitas. Roda sejarah terus berputar dan kebesaran Bani Abbasiah
pun mulai pudar, antara lain karena persoalan di dalam. Selain itu, juga banyak tokoh
kondangnya meninggal. Salah satu tokoh terkemuka di akhir masa Abbasiah adalah Abu
Hamid al-Ghazali, seorang profesor Al-Madrasa Al-Nizamiya, sekolah hukum agama
terbesar pertama di Baghdad yang didirikan pada tahun 1067. Pusat kaum intelektual pun
lantas pindah ke Cairo, Mesir, dan Cordoba serta Toledo, Spanyol. Dari wilayah Spanyol
inilah karya-karya besar para ilmuwan dan pemikir Muslim masuk dan meresap ke Eropa.

Tahun demi tahun Irak dipimpin oleh satu Khalifah hingga datang bangsa Mongol yang
dipimpin oleh Hulagu Khan tahun 1258 M dan menaklukkan negeri ini. Kota dihancurkan.
Menurut cerita, ratusan ribu orang dibantai pasukan Mongol dan sungai darah mengalir di
jalan-jalan, sementara lembah-lembah penuh jenazah. Hulagu membangun piramida
tengkorak para ilmuwan, pemimpin agama, dan penyair Baghdad. Kemudian dilanjutkan oleh
Timur Leng yang menghancurkan Baghdad pada tahun 1401 M. Terjadilah perebutan
kekuasaan yang menghantarkan Irak ke tangan kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah (1514-
1918 M). Dan akibat dari perjanjian damai perang dunia I, Irak diperintah dan dijajah Inggris.

C. IRAK DIBAWAH KOLONIALISI INGGRIS DAN PASCA REVOLUSI


a. Irak di bawah kolonialisasai Inggris

Tahun 1914 M Inggris mulai menjajah Irak. Kemudian diumumkanlah Irak menjadi negara
kerajaan pada tahun 1921 M. Jelang sebelas tahun kemudian, yaitu tahun 1932 M, Irak
merdeka walaupun masih dibawah kendali Inggris hingga tahun 1958 M. Pada tahun ini
kerajaan Irak digulingkan dan berdirilah negara republik. Antara tahun 1958-1968 M banyak
terjadi pemberontakan-pemberontakan yang mengakibatkan kekuasaan berada di tangan
militer. Kemudian pada tahun 1968 terjadi revolusi besar yang sangat bersejarah di Irak yang
membawa partai Ba’ats pada tampuk kekuasaan.

b. Irak pasca revolusi

Tertanggal 17 juli 1968 Irak memasuki babak baru dalam sistem kenegaraan. Pada tanggal ini
terjadi revolusi di Irak yang menumbangkan rezim presiden Abdurrahman Arif dan diganti
oleh Ahmad Hasan Bakar sebagai presiden dan Saddam Hussen sebagai wakilnya. Revolusi
ini dilaksanakan oleh Ibrahim Abdurrahman Daud, pemimpin pasukan garda republik ketika
itu dan Abdurrazak Naif, direktur intelejen Irak masa itu. Naif dijadikan Perdana Menteri dan
Daud dijadikan Menteri Pertahanan. Akan tetapi keduanya adalah mata-mata yang bekerja
untuk CIA, dinas intelejen AS. Daud mengatakan bahwa revolusi ini adalah atas perintah dari
CIA yang bertujuan untuk manjaga keberlangsungan keamanan Israel di Timur Tengah.
Setelah diketahui bahwa keduanya adalah mata-mata CIA, maka pada tanggal 30 juli 1968
atau tiga belas hari setelah revolusi tersebut, mereka diusir dari Irak.

Pada tahun 1970 keluar keputusan untuk menghukum mati Abdul Ghoni ar-Rowy, mantan
wakil Perdana Menteri Irak pada masa Abdurrahman Arif dan salah seorang jendral yang
ingin menumbangkan pemerintahan Bakar dan Saddam pada awal-awal pemerintahannya
yang bekerja sama dengan pemerintahan Iran ketika itu. Maka keluarlah keputusan hukuman
mati itu dimana Rowy sendiri berada di Iran ketika keputusan diambil.

Saddam Hussen menjadi orang nomor satu di Irak pada tahun 1979. Sejarah perpolitikannya
selalu diwarnai dengan darah selama itu dianggap perlu dalam melanggengkan
kekuasaannya. Diantara bukti nyatanya adalah perang yang terjadi antara Irak dan Iran
selama kurun waktu delapan tahun (1980-1988). Dua tahun setelah itu Irak kemudian
menjajah Kuwait (1990) yang berakibat terjadinya perang teluk antara Irak dan pasukan
sekutu pimpinan AS.

Ini salah satu contoh nyata perpolitikan luar negeri Irak yang diwarnai dengan darah.
Begitupun perpolitikan dalam negerinya yang baru terkuak pada akhir-akhir ini, dimana
ditemukan kuburan-kuburan masal korban politik penentang Saddam. Keputusan hukuman
mati terhadap Rowy dapat pula di jadikan sampel. Akan tetapi tidak semua kelakuan Saddam
bernilai negatif. Banyak kemajuan-kemajuan yang didapat pada pemerintahan Saddam, baik
dalam bidang ekonomi, pendidikan, pertanian, transportasi, dan demokrasi.

A. PROSES TERJADINYA PERANG TELUK DI IRAK

a. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Perang


Adapun beberapa yang menyebabkan terjadinya Perang Teluk I (Perang Irak-Iran), yaitu :

− Ketika Irak berada di bawah pemerintahan Saddam Husein ingin mengembalikan daerah-
daerah yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Babilonia di masa lampau. Menurut Sejarah masa
lalu negeri Irak merupakan pewaris dari Kerajaan Babilonia. Untuk mencapai cita-citanya,
Irak melancarkan serangan ke Iran sehingga meletuslah Perang antara Irak dengan Iran.

− Perbedaan aliran antara kedua negara yaitu aliran Syi’ah (Iran) dan Sunni (Irak). Orang-
orang Syi’ah di Iran mengajak orang-orang Syi’ah di Irak untuk memberontak untuk
menumbangkan pemerintahan Saddam Hussein. Sebab partai Baath dan Saddam Hussen di
anggap anti Islam.

− Pasukan Irak menerobos perbatasan Iran pada tanggal 22 September 1980 dikarenakan
masalah perbatasan yang berlarut-larut antara kedua Negara.

− Irak secara sepihak membatalkan perjanjian dengan Iran tanggal 22 September 1980.
Perjanjian Irak dengan Iran itu adalah Perjanjian Algier (1975) mengenai penguasaan
bersama atas daerah Shat Al-Arab yang kaya akan minyak.

− Kekhawatiran Saddam Hussein atas perlawan Syi’ah yang dibawa oleh Ruhollah Khomeini
dalam Revolusi Iran.

− Ambisi Sadam Husen untuk tampil sebagai orang nomor satu dan dihormati didunia Arab.

− Percobaan pembunuhan terhadap pejabat Irak, yaitu Deputi Perdana Menteri Irak Tariq
Aziz. Irak segera bertindak dan menangkap sejumlah orang yang terlibat dalam hal ini. Irak
beranggapan bahwa agen Iranlah yang terlibat dalam hal ini dan mendeportasi ribuan warga
Syi’ah berdarah Iran keluar dari Irak.

b. Nilai Penting Teluk Persia bagi Amerika Serikat Serikat (AS)

Berakhirnya Perang Dunia I pada tahun 1914 membawa dunia pada permintaan pasokan
minyak yang cukup tinggi terutama disebabkan pada tiap-tiap negara yang berperang
merubah kapal-kapal mereka dari penggunaan batu bara beralih pada penggunaan minyak.
Setiap negara-negara yang berperang pada saat itu terus meningkatkan angkatan bersenjata
mereka dengan menambah truk, tank, serta pesawat. Hal ini menjadi pemicu semakin
meningkatnya permintaan minyak dunia sehingga bisa dikatakan minyak merupakan harta
karun yang diperebutkan dan diperdagangkan oleh setiap negara hingga saat ini. Layaknya
Teluk Persia di asumsikan sebagai ladang minyak baru bagi dunia yang telah memberikan
suplai netral bagi pemenuhan pasokan minyak dunia. Di tahun 1909 perusahaan Anglo-Persia
(APOC) mulai membangun pipa untuk mentransportasikan minyak dari sumbernya ke
pelabuhan terdekat di Teluk Persia.

Hingga pada Perang Dunia II permintaan minyak semakin menunjukan peningkatannya


mencapai 900% dibandingkan 21 tahun yang lalu. Mengetahui hal tersebut Amerika
menetapkan Teluk Persia sebagai geostrategic pertamanya menjadi wilayah pensuplai minyak
yang potensial. Bahkan di tahun 1944 tercatat dalam laporan teknikal pemerintahan Amerika
teluk Persia dilabeli sebagai “Pusat Gravitasi” bagi perkembangan minyak.
c. Jalannya Perang Irak-Iran

Pada tahun 1979 terjadi Revolusi Islam Iran dimana Ruhollah Khomeini memimpin revolusi
tersebut. Pemimpin revolusi Islam di Iran yaitu, Ruhollah Khomeini yang memiliki impian
untuk menyebarkan pengaruh revolusinya ke negara-negara Arab lainnya. Saddam Hussein
merasa khawatir dengan revolusi tersebut hal itu dikarenakan posisi wilayah Irak yang
bersebelahan dengan Iran, penduduknya yang sebagian beraliran Syi’ah, dan menganggap
revolusi ini menghambat ambisinya untuk menjadi kekuatan dominan di Arab. Jalannya
perang terbagi dalam beberapa periode berikut ini:

1. Periode Tahun 1980-1982 ( Penyerbuan oleh Irak )

Irak melakukan berbagai serangan terhadap Iran guna menguasai wilayah dan mencegah
Revolusi Islam Iran.

2. Periode Tahun 1982-1984 ( Titik Balik Mundurnya Irak )

Iran tidak tinggal diam. Iran balas melancarkan berbagai Operasi militer untuk membalas
serangan-serangan dari Irak. Dan hal tersebut telah berhasil memukul mundur tentara militer
Irak.

3. Periode Tahun 1984-1988 ( Perang Tanker )

Tahun 1984, berkat bantuan pesawat tempur Super Etentard terbaru dari Perancis, Irak
melakukan operasi militer di laut mulai dari muara Shatt el-Arab hingga pelabuhan Iran di
Bushehr. Target dari operasi militer tersebut adalah semua kapal yang bukan berbendera Irak
di wilayah operasi militer. Tujuannya adalah untuk memblokade ekpsor minyak Iran dan
mempengaruhi ekonominya sehingga Iran mau berunding dengan Irak.

4. Periode Tahun 1987-1988 ( Ikut Campurnya AS ) Dampak dari Perang Tanker.

Faktor pendorong utama ikut campurnya AS dalam Perang Irak-Iran sebenarnya disebabkan
karena kapal perangnya ditenggelamkan oleh pesawat tempur Irak sehingga 13 awak
kapalnya meninggal. Akhirnya AS menerjunkan armada lautnya di sekitar Teluk Persia
dengan tujuan untuk mengisolasi Iran dan menjaga agar kapal-kapal bebas berlayar di sana.

5. Periode Tahun 1988 ( Gencatan Senjata )

Perang akhirnya berakhir setelah Iran menerima Resolusi Dewan Keamanan PBB 598 dan
secara resmi mengakhiri perang yang sudah berlarut-larut selama 8 tahun pada tanggal 20
Agustus 1988. Tawaran tersebut.

d. Upaya-Upaya yang Dilakukan Dalam Menghentikan Perang Irak-Iran

• Setelah sidang Dewan Keamanan PBB pada tanggal 28 September 1980 di New York telah
meminta kepada kedua belah pihak menghentikan peperangan dan permasalahan kedua belah
pihak diselesaikan di meja perundingan. Mereka meminta Irak mundur dari tempat-tempat
yang diduduki di Iran. Tetapi kedua belah pihak menolak tawaran tersebut.

• Dalam proses penyelesain Perang Irak-Iran, Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan
Resolusi No.598 pada tanggal 20 Juli 1987. Resolusi ini berisi usulan untuk dilakukannya
genjatan senjata antara Irak dan Iran. Namun Irak dan Iran menolak usulan tersebut.

• Pada akhir Juli 1988, Iran menyatakan kesediaanya untuk menerima usul genjatan senjata
dan diberrlakukannya kembali perjanjian Algier seperti yang tercantum dalam Resolusi DK
PBB No. 598. Iran mendapat kompensasi dari Irak sebesar 150 juta dolar AS pertahun.

e. Dampak yang Ditimbulkan dari Perang Irak-Iran

1. Dampak Negatif yang Ditimbulkan :

1. Dalam Bidang Ekonomi :

− Perekonomian Irak mengalami kehancuran serta terkena blokade ekonomi dan sanksi dari
PBB.

− Kerugian besar bagi kedua belah pihak, dari segi material jumlah kerugian material bagi
masing-masing negara diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS.

− Jumlah kerugian lebih besar harus ditanggung Irak yang selama perang memang aktif
mencari pinjaman uang untuk menambah persenjataan.

− Pembangunan ekonomi di kedua negara menjadi terhambat dan ekspor minyak kedua
negara terganggu.

− Produksi minyak yang menurun drastis mempenagruhi perekonomian dunia, khususnya


bagi industri-indstri di dunia Barat dan Jepang.

− Ladang minyak dari kedua negara mengalami kerusakan, untuk Irak di daerah Kirkuk,
Basra dan Fao, sedangkan untuk Iran mengalami kerusakan di pulau Kharg dan Abadan.

2. Dalam Bidang Sosial :

− Jumlah korban jiwa, jumlah korban tewas Irak mungkin mencapai 200.000 jiwa lebih,
sementara Iran mencapai 1 juta jiwa sebagai akibat dari taktik militer Iran yang banyak
mengorbankan tentaranya untuk berhadap-hadapan langsung dengan moncong senjata
musuh. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang meninggal kemudian akibat luka parah
dan penyakit, termasuk akibat penggunaan senjata kimia Irak yang berdampak jangka
panjang.

− Perpecahan di negara Arab menimbulkan rasa tidak nyaman dan suasana kehidupan sehari-
hari yang tegang dan tercekang yang disebabkan adanya perperangan.

− Irak yang menuduh Iran terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap Deputi Perdana
Menteri Irak sehingga langsung mendeportasi ribuan warga Syi’ah berdarah Iran keluar dari
Irak.

3. Dampak Bidang Politik :

− Amerika Serikat semakin kuat pengaruhnya di Timur Tengah.


− Adanya sikap anti USA dari pihak Irak (Amerika Serikat).

− Proses jalannya pemerintahan di kedua negara menjadi kurang efisien dan terhambat karena
adanya perang ini.

4. Dampak Bidang Kemiliteran :

− Banyak korban peperangan ini tidak hanya dari non sipil namun juga dari kemiliteran di
kedua negara yang banyak tewas dan luka-luka serta cacat fisik dalam peperangan ini.

− Banyak persenjataan dan alat-alat kemiliteran yang digunakan pada peperangan ini rusak
berat atau bahkan tidak dapat digunakan lagi.

2. Dampak Positif yang Ditimbulkan :

− Selain kerugian materi dan korban jiwa, tidak ada perubahan berarti pasca perang.
Wilayah-wilayah yang menjadi bahan sengketa statusnya kembali seperti sebelum perang dan
batas antara kedua negara juga tidak banyak berubah. Wilayah perairan Shatt al-Arab
contohnya, tetap dibagi menjadi milik kedua negara dengan batasnya adalah titik terdalam
pada perairan.

− Teknologi persenjataan perang yang canggih di antara kedua negara yang meningkat pesat
sehingga berpengaruh positif bagi peningkatan persenjataan kemiliteran masing-masing
negara.

DAFTAR PUSTAKA

A. Letak Dan Lokasi

ografis :Irak Berbatasan Dengan Kuwait Dan Arab Saudi Di Selatan, Yordania Di Barat, Turki Di Utara, Dan Iran
Di Timur. Irak Mempunyai Bagian Yang Sangat Sempit Dari Garis Pantai Di Umm Qashr Di Teluk Persia.

• Letak Astronomis : 15° Lu – 32° Lu Dan 34° Bt – 57° Bt

• Lagu Kebangsaan : Mawtini

• Ibu Kota : Baghdad

• Mata Uang : Dinar

• Bahasa :Arab, Kurdi, Assyria

• Zona Waktu : (UTC+3)


• Pemerintahan : Republik

• Presiden : Fuad Masum

• Perdana Mentri : Haider Al-abadi

• Ketua DPR : Salim Al-jabouri

Kemerdekaan

• Dari Kerajaan Ottoman : 1 Oktober 1919

• Dari Britania Raya : 3 Oktober 1932

• Kedaulatan Dari CPA : 28 Juni 2004

B. Luas dan Bentuk Wilayah

Luas wilayah 438,317 km2, Luas Perairan sejumlah 1,1%. Irak dibagi ke dalam 18
governorat(atau provinsi) (bahasa Arab: muhafadhat, tunggal - muhafadhah, bahasa Kurdi: ‫پاریزگه‬
Pârizgah). Governorat dibagi lagi ke dalam sejumlah qadhas (atau distrik).

1. Baghdad 10. Babil


2. Salah ad Din 11. Karbala
3. Diyala 12. An Najaf
4. Wasit 13. Al Anbar
5. Maysan 14. Ninawa
6. Al Basrah 15. Dahuk
7. Dhi Qar 16. Arbil
8. Al Muthanna 17. At Ta'mim (Kirkuk)
9. Al-Qādisiyyah 18. As Sulaymaniyah

Konstitusi Irak yang baru mempersiapkan pembentukan sejumlah region dengan


menggabungkan 1 governorat atau lebih. Sekarang baru ada 1 region - Kurdistan Irak - dan ada
usulan agar lebih banyak lagi region yang dibentuk di selatan. Templat:Meso Labelled Map

C. Relief dan Iklim

Letak Astronomis Irak adalah 15º LU-32º LU dan 34º BT-57º BT. Negara ini berbatasan dengan
Kuwait dan Arab Saudi di selatan, Yordania di barat, Suriah di barat laut, Turki di utara, dan Iran di
timur. Irak mempunyai bagian yang sangat sempit dari garis pantai di Umm Qashr di Teluk Persia.
Iklim di Negara Irak yaitu tropis, denga suhu rata-rata 48ºC. Iklim tropis ini memiliki dua musim
yaitu musim peghujan dari Juli – Agustus dan musim kemarau dari September – Juni.

Salah satu bentang alam di Irak yaitu terdapat sungai Sungai Efrat atau Sungai Furat (Inggris:
Euphrates, Arab: ‫نهر الفرات‬al-Furāt, bahasa Ibrani: ‫פרת‬: Prat, bahasa Turki: Fırat, bahasa Kurdi: Firat)
adalah sungai besar yang bersama-sama dengan sungai Tigris menjadi ciri khas Mesopotamia. Sungai
Efrat bermata air di Anatolia, Turki, dan bermuara di Teluk Persia. Sungai ini panjangnya lebih kurang
2,781 kilometer (1,730 mil).

Shatt al-Arab (bahasa Arab: ‫شط العرب‬, berarti Pantai Arab), atau Arvand Rūd (bahasa Persia:
‫اروندرود‬, berarti Sungai Arvand) adalah sungai yang terletak di Asia Barat Daya. Sungai ini memiliki
panjang sekitar 200 km. Ujung selatan sungai ini menandai perbatasan antara Irak dan Iran. Lebar
sungai Shatt al-Arab bervariasi antara sekitar 232 metres (761 ft) di Basra hingga 800 metres (2,600 ft)
di mulut sungai.

Wilayah ini dikatakan memiliki hutan kurma terbesar di dunia. Namun, pada tahun 2002,
perang, garam dan hama telah menghancurkan lebih dari 14 juta kurma. 3 hingga 4 juta sisanya berada
dalam kondisi yang buruk.

Sungai Tigris (bahasa Persia Lama: Tigr, bahasa Asiria Aram: Deqlath, bahasa Arab: ‫دجلة‬, Dijla,
bahasa Turki: Dicle; dalam Alkitab disebut Hiddekel) adalah sebuah sungai di Mesopotamia yang
mengalir dari pegunungan Anatolia di Turki hingga melalui Irak dan bermuara di Teluk Persia,
sepanjang sekitar 1.900 km. Bersama-sama sungai Efrat menjadi ciri khas daerah Mesopotamia.

D. Geologi & Geomorfologi

Salah satu bentang alam di Irak yaitu terdapat sungai Sungai Efrat atau Sungai Furat adalah
sungai besar yang bersama-sama dengan sungai Tigris menjadi ciri khas Mesopotamia. Sungai Arvand
adalah sungai yang terletak di Asia Barat Daya. Wilayah ini dikatakan memiliki hutan kurma terbesar
di dunia.

E. Sejarah

Secara historis Irak dikenal sebagai Mesopotamia, yang secara harafiah berarti "di antara dua
sungai " dalam bahasa Yunani. Tanah ini menjadi tempat kelahiran peradaban pertama dunia yang
dikenal, budaya Sumeria, diikuti dengan budaya Akkadia, Babilonia dan Asyur yang pengaruhnya
meluas ke daerah-daerah tetangganya sejak sekitar 5000 SM. Peradaban-peradaban ini menghasilkan
tulisan tertua dan sebagian dari ilmu pengetahuan, matematika, hukum dan filsafat yang pertama di
dunia, hingga menjadikan wilayah ini pusat dari apa yang umumnya dikenal sebagai "Buaian
Peradaban". Peradaban Mesopotamia kuno mendominasi peradaban-peradaban lainnya pada
zamannya.

Pada abad ke-6 SM, wilayah ini menjadi bagian dari Kekaisaran Persia di bawah Koresy Agung
selama hampir 4 abad, sebelum ditaklukkan oleh Alexander Agung dan tetap berada di bawah
kekuasaan Kerajaan Makedonia selama hampir dua abad. Sebuah suku bangsa Iran dari Asia Tengah
yang bernama Parthia kemudian merebut wilayah ini, diikuti dengan Dinasti Sassanid Persia selama 9
abad, hingga abad ke-7.

Di awal abad ke-7, Islam menyebar ke daerah yang sekarang bernama Irak. Sepupu sekaligus
menantu Nabi Muhammad memindahkan ibukota di Kufah "fi al-Iraq" di mana ia menjadi Khulafaur
Rasyidin yang ke-4. Bani Umayyah yang berkuasa dari Damaskus di abad ke-7 menguasai Provinsi Irak.
Baghdad, ibukota Khilafah Abbasiyah, adalah kota utama bagi dunia Arab dan Islam selama 5 abad.

F. Penduduk

Diperkirakan pada bulan Juli 2006 jumlah semua penduduk Irak ialah 26.783.383 orang. 75-80%
penduduk Irak adalah bangsa Arab, kelompok etnis utama lainnya adalah Kurdi (15-20%), Asiria,
Turkmen Irak dll (5%), yang kebanyakan tinggal di utara dan timur laut negeri. Kelompok lainnya
adalah orang Persia dan Armenia (kemungkinan keturunan budaya Mesopotamia kuno). ±25.000–
60.000 orang Arab Marsh tinggal di selatan Irak.

Bahasa Arab dan Kurdi adalah bahasa resmi. Bahasa Asiria dan Turkmen adalah bahasa resmi di
daerah-daerah yang berturut-turut ditinggali oleh orang Asiria dan Turkmen. Bahasa Armenia dan
Persia juga dituturkan namun jarang. Bahasa Inggris adalah bahasa Barat yang umum dituturkan.

Komposisi etnis:

 Kelompok etnis: Arab, 75–80%; suku Kurdi, 15-20%; Turkoman, Assyria atau lainnya 5%.

 Agama: Islam, 97%; Kristen atau lainnya, 3%.

Proporsi: Tidak ada angka resmi yang tersedia, terutama karena sifatnya yang sangat politis.
Sumber: Britannica: Syi'ah 60%, Sunni 40% Sumber: CIA World Fact Book: Syi'ah 60%-65%, Sunni 32%-
37%

 Syi'ah: umumnya Arab dengan sebagian Turkmen dan Kurdi Faili hampir semuanya adalah pengikut
aliran Dua Belas Imam

 Sunni: terdiri dari orang-orang Arab, Turkmen yang menganut Mazhab Hanafi dan orang-orang Kurdi
yang memeluk Mazhab Syafi'i

Menurut kebanyakan sumber-sumber barat, mayoritas bangsa Irak adalah orang Arab Muslim
Syi'ah (sekitar 60%), dan Sunni yang mewakili sekitar 40% dari seluruh populasi yang terdiri dari suku
Arab, Kurdi dan Turkmen. Orang-orang Sunni menyangkal keras angka-angka ini, termasuk seorang
bekas duta besar Irak [2], yang mengacu ke sumber-sumber Amerika [3]. Mereka mengklaim bahwa
banyak laporan atau sumber hanya mencantumkan Sunni Arab hanya sebagai 'Sunni', dan tidak
memperhitungkan orang-orang Sunni Kurdi dan Sunni Turkmen. Sebagian berpendapat bahwa Sensus
Irak 2003 memperlihatkan bahwa orang-orang Sunni lebih banyak (mendominasi Irak)[4]. Etnis Assyria
(kebanyakan daripadanya adalah pemeluk Gereja Katolik Khaldea dan Gereja Assyria di Timur)
mewakili sebagian terbesar penduduk Kristen Irak yang cukup besar, bersama-sama dengan orang
Armenia. Pemeluk Bahá'í, Mandeanisme, Shabak, dan Yezidi juga ada. Kebanyakan orang Kurdi adalah
pemeluk Muslim Sunni, meskipun kaum Kurdi Faili (Feyli) umumnya adalah Syi'ah.

G. Perekonomian

Perekonomian Irak didominasi oleh sektor minyak , yang telah memberikan sekitar 95 % dari
pendapatan devisa di zaman modern . Pada 1980-an , masalah keuangan yang disebabkan oleh
pengeluaran besar-besaran dalam perang delapan tahun dengan Iran dan kerusakan fasilitas ekspor
minyak Iran memimpin pemerintah untuk melaksanakan langkah-langkah penghematan , meminjam
, dan kemudian menjadwal ulang pembayaran utang luar negeri , Irak menderita kerugian ekonomi
minimal $ 80000000000 dari perang. Setelah akhir permusuhan , pada tahun 1988 , ekspor minyak
secara bertahap meningkat dengan pembangunan jaringan pipa baru dan pemulihan fasilitas yang
rusak.

Sejak pertengahan 2009 , pendapatan ekspor minyak telah kembali ke tingkat sebelum
Operation New Dawn dan pendapatan pemerintah telah pulih , bersama dengan harga minyak dunia
. Pada tahun 2011 Baghdad mungkin akan meningkatkan ekspor minyak di atas level saat ini 1.900.000
bbl ( 300.000 m3 ) per hari sebagai akibat dari kontrak baru dengan perusahaan-perusahaan minyak
internasional , tetapi kemungkinan untuk jatuh pendek dari 2.400.000 barel ( 380.000 m3 ) per hari
itu peramalan dalam anggarannya . Kontrak Irak baru-baru ini dengan perusahaan minyak besar
memiliki potensi untuk memperluas pendapatan minyak , tetapi Irak akan perlu meng-upgrade
pengolahan minyak , pipa , dan ekspor infrastruktur untuk memungkinkan kesepakatan tersebut
untuk mencapai potensi mereka .

Sebuah lingkungan keamanan ditingkatkan dan gelombang awal investasi asing membantu
untuk memacu kegiatan ekonomi , khususnya di sektor energi , konstruksi , dan ritel . Perbaikan yang
lebih luas ekonomi , kesehatan fiskal jangka panjang , dan peningkatan berkelanjutan dalam standar
hidup masih bergantung pada pemerintah lewat reformasi kebijakan utama dan pada pengembangan
lanjutan dari cadangan minyak Irak yang besar . Meskipun investor asing melihat Irak dengan
meningkatnya minat pada tahun 2010 , sebagian besar masih terhambat oleh sulitnya memperoleh
tanah untuk proyek dan oleh hambatan peraturan lainnya.

H. Potensi

Nilai sumber daya total: US$ 15,9 triliun.

Cadangan minyak : 115 miliar barel (US$ 13,6 triliun).

Cadangan gas alam: 111,9cu. ft (US$ 1,3 triliun.

SDA Irak terbesar adalah minyak, dengan 115 miliar barel cadangan terbukti, atau hampir 9%
total dunia. Meskipun relatif mudah untuk diekstrak, cadangan ini belum dimanfaatkan karena
perbedaan politik antara pemerintah pusat dan suku Kurdi mengenai kepemilikan minyak. Irak juga
punya cadangan terbesar batuan fosfat dunia, senilai lebih dari US$ 1,1 triliun. Namun, cadangan ini
belum tersentuh.

I. Bidang Pariwisata

Beberapa tempat wisata yang ada di Irak :


1. Menara Malwiya di Samarra

Masjid Agung Samarra merupakan salah satu masjid terbesar yang pernah dibangun di dunia
Islam. Masjid dari abad ke-9 Masehi ini dibangun atas perintah Khalifah Al-Mutawakkil, khalifah ke-10
dari Dinasti Abbasiyah, yang berkuasa di Samarra dari tahun 833 sampai tahun 842 M.
Masjid ini terletak di sisi timur Sungai Tigris yang berada 125 kilometer ke arah utara ibukota
Irak, Baghdad. Antara 836 M (221 H) dan 892 M (279 H), Samarra adalah ibukota Kekhalifahan
Abbasiyah..

Menara setinggi 52 meter ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang mendatangi Masjid Agung
Samarra. Menara yang diberi nama Malwiya itu dibangun pada masa kepemimpinan Abbasiyah Al-
Mutawakkil 848-852 dari batu pasir. Dengan menaiki menara spiral ini, pengunjung dapat melihat
keindahan Irak.

Masjid ini mempunyai 16 pintu masuk, dengan 17 buah lorong yang terhubung dengan ruang shalat
dan serambi masjid. Serambi masjid ini berhiaskan tiang-tiang pilar rangkap tiga. Pada waktu shalat
Jumat, bagian serambi juga dipergunakan untuk menampung para jamaah shalat Jumat yang tidak
tertampung di dalam masjid.
2. Reruntuhan Hatra

Hatra (bahasa Arab: ‫الحضر‬al-Ḥaḍr) adalah kota kuno di Kegubernuran Ninawa dan region al-Jazira,
Irak. Kota ini juga dikenal sebagai al-Hadr, nama yang pernah muncul dalam prasasti kuno yang
ditemukan di provinsi Persia kuno Khvarvaran. Kota ini terletak 290 km (180 mi) di sebelah barat laut
Baghdad dan 110 km (68 mi) di sebelah barat daya Mosul.

Pada tanggal 7 Maret 2015, berbagai sumber, termasuk pemerintah Irak, melaporkan bahwa ISIS
mulai menghancurkan reruntuhan Hatra karena mereka anggap penuh dengan berhala.
3. Baghdad

Bagdad (‫ )بغداد‬adalah ibu kota Irak dan provinsi Bagdad. Bagdad adalah kota terbesar kedua di Asia
Barat Daya setelah Teheran, dengan populasinya pada 2003 diperkirakan mencapai 5.772.000.
Terletak pada Sungai. Tigris pada 33°20 utara dan 44°26 timur, kota ini dulunya pernah menjadi pusat
peradaban Islam.
4. Sungai Trigis

Panjang sungai Tigris adalah 1,850 km, muncul dari Pegunungan Taurus di bagian timur Turki
sekitar 25 km sebelah tenggara kota Elazig dan sekitar 30 km dari sumber-sumber air sungai Efrat.
Sungai ini kemudian mengalir 400 km melalui wilayah Turki sebelum menjadi batas antara negara
Suriah dan Turki. Bagian sepanjang 44 km ini saja yang terletak di Suriah. Sisa 1,418 km seluruhnya di
dalam wilayah Irak.

Sungai Tigris menyatu dengan sungai Efrat di dekat Basra, dan dari gabungan ini ke Teluk Persia
massa air yang mengair ini dikenal sebagai Shatt-al-Arab. Menurut Plinius yang Tua dan sejarawan
kuno lainnya, sungai Efrat asalnya memiliki muara ke laut yang terpisah dari sungai Tigris.

Baghdad, ibukota Irak, terletak di tepi sungai Tigris. Pelabuhan kota Basra berada di Shatt al-Arab.
Dalam zaman kuno, banyak kota-kota besar di Mesopotamia berdiri di tepi atau dekat sungai Tigris,
mengambil air darinya untuk mengairi pemukiman orang Sumeria. Kota-kota yang terkenal antara lain
Niniwe, Ctesiphon, dan Seleukia (Seleucia on the Tigris), sementara kota Lagash diairi oleh sungai Tigris
melalui saluran yang digali sekitar tahun 2400 SM.
5. Gerbang Ishtar (Bab Ishtar) 604-562 SM Babilonia Kuno
Gerbang Ishtar (Assyria: transliterasi: Darwaza D'Ishtar, Arab:‫ )بوابة عشتار‬adalah gerbang ke-8 pada
kota Babilonia. Gerbang ini dibangun sekitar tahun 575 SM atas perintah Raja Nebukadnezar II di sisi
utara kota. Awalnya gerbang ini dianggap sebagai Tujuh Keajaiban Dunia hingga pada abad ke-6
digantikan oleh Mercusuar Iskandariyah.

J. Masalah Utama

Inflasi telah menurun secara konsisten sejak tahun 2006 karena situasi keamanan telah
membaik. Namun, para pemimpin Irak tetap sulit ditekan untuk menerjemahkan keuntungan ekonomi
makro dalam kehidupan ditingkatkan untuk rakyat Irak . Pengangguran tetap menjadi masalah di
seluruh negeri . Mengurangi korupsi dan melaksanakan reformasi - seperti restrukturisasi perbankan
dan mengembangkan sektor swasta - akan menjadi langkah penting ke arah ini .