Anda di halaman 1dari 16

1

ARTIKEL SEPUTAR PENYAKIT JANTUNG


Oleh : D. Wiranugraha (dari berbagai sumber)

A. 10 Jenis Makanan Sahabat Jantung

Kehidupan modern sekarang ini sangat identik dengan gaya hidup yang praktis, termasuk dalam
mengonsumsi makanan. Ini menjadi salah satu pemicu cara hidup yang tidak sehat.

Tahukah Anda, penyakit jantung yang paling bahaya adalah jantung koroner. Penyakit ini terjadi
akibat adanya penyumbatan, sehingga memperkecil pembuluh darah yang memberi makanan dan
mengaliri darah ke dinding jantung. Akibatnya jantung kekurangan makan dan oksigen.

Kini jantung koroner menjadi pembunuh utama di negara-negara industri. Kebiasaan makan tidak
sehat, tingkat stres, tingginya kadarkolesterol dan tekanan darah menjadi penyebab utama.

Untuk menciptakan jantung sehat tidak cukup dengan berolahraga saja, tetapi juga harus
memperhatikan pola makan.

Berikut ini adalah daftar makanan yang baik untuk jantung Anda:

1. Sayuran berdaun
Bayam, pok choy, lobak, fenugreek, dan selada, sayuran ini adalah beberapa contoh jenis sayur
yang dapat mengurangi penyakit jantung dan kanker. Sebab sayuran ini rendah lemak, kalori dan
tingggi serat. Selain itu juga mengandung asam folat, magnesium, kalsium, kalium dan mineral
untuk fungsi optimal jantung. Menurut penelitian, konsumsi satu porsi sayuran berdaun dapat
menurunkan risiko penyakit jantung sebesar 11 persen.

2. Oat
Oat adalah salah satu menu pilihan sehat yang baik di pagi hari. Makanan ini tidak hanya membuat
perut kenyang dan energik tetapi juga menjadi makanan sehat untuk jantung. Mengandung beta
glucan, serat mudah larut dalam tubuh yang membantu menurunkan kolesterol terutama LDL dalam
tubuh.

3.Gandum murni
Gandum sangat baik terhadap jantung karena mengandung serat alami, vitamin E, zat besi,
magnesium dan antioksidan.

4. Protein kedelai
Kedelai merupakan makanan pengganti yang baik untuk daging merah yang tinggi lemak dan
mampu meningkatkan kolesterol jahat dan lemak jenuh pada jantung.

5. Minyak zaitun
Mengkonsumsinya secara rutin dapat menurunkan ion LDL dalam tubuh. Minyak zaitun adalah
salah satu minyak yang sehat untuk jantung. Minyak zaitun dengan jenis Extra Virgin lebih banyak
mangandung polifenol dibandingkan jenis lainnya.
2

6. Tomat
Tomat merupakan sumber vitamin yang berfungsi untuk membersihkan darah. Vitamin K dalam
tomat berfungsi untuk mencegah terjadinya pendarahan. Akan lebih baik jika dikonsumsi pada saat
segar.

7. Apel
Konsumsi satu buah apel per hari akan membantu mencegah terjadinya pembekuan darah.

8. Almond
Mengandung vitamin B17, E dan mineral seperti magnesium, zat besi, dan merupakan sumber
lemak tak jenuh tunggal yang baik dalam tubuh.

Sumber: Vivanews.com

B. Jantung

Latin : Cor
Sistem Organ : Kardiovaskular

Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah
lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan
dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia
yang berperan dalam sistem peredaran darah.

Bagian-bagian Dari Jantung

Jantung terletak dalam rongga dada agak sebelah kiri, di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Massanya kurang lebih 300 gram, besarnya sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot
tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik
tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.

Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang
bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat
kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan
antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.

Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang
merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan
luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi & bilik jantung.

Struktur Internal Jantung

Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke
bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini
terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa
jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.

Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya
gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk
3

mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian
tubuh yang memiliki pembuluh darah.

Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup.
Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga.
Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup
bikuspidalis (katup berdaun dua).

Cara Kerja Jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya
jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi
mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi
secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh
tubuh mengalir melalui dua vena terbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah
atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup
trikuspidalis.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis
menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler)
yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan
selanjutnya dialirkan kembali ke jantung.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran
darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena
darah dialirkan ke paru-paru.

Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral,
yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri
terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
dan sebagainya.

Seputar Kesehatan Jantung

Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, kelainan pada jantung dapat beresiko
kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi
dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.

Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan
tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:

 Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah
membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja
jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat
menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah
pingsan.
 Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya
pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam
4

kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga
membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat
hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak napas,
walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni
penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi.
Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung
bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot
jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot
jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh
karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano
Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.

Serangan jantung merupakan penyakit mematikan yang banyak menelan korban jiwa di seluruh
dunia, terutama di Indonesia.

Serangan jantung terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang menyuplai darah dan oksigen
menuju otot jantung. Apabila pasokan darah dan oksigen tersebut terhenti akibat penyempitan
pembuluh darah maka dapat dipastikan seseorang akan mengalami serangan jantung.

Penyempitan pembuluh darah terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat. Sering mengonsumsi
makanan berlemak jenuh (berkolesterol tinggi), bergula tinggi, merokok, dan jarang berolahraga
adalah faktor umum penyebab penyempitan pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung.

Awalnya, kolesterol yang dibawa oleh darah menumpuk. Semakin lama, tumpukan kolesterol itu
akan mengeras dan mempersempit saluran pembuluh darah. Akibatnya, terjadi gangguan peredaran
darah dan oksigen dalam tubuh.

Seiring perkembangan teknologi dunia kedokteran, kini penyempitan pembuluh darah yang dapat
memicu serangan jantung dapat diatasi dengan metode pemasangan ring atau stent pada pembuluh
darah jantung yang mengalami penyempitan.

Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang
beraktivitas, seperti yang menyerang beberapa atlet-atlet sepak bola ternama di dunia di tengah
lapangan sepak bola[1]. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktivitas jantung yang melebihi
ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.

Makanan juga menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung, terutama makanan cepat saji
(junk food). Para penelti dari McMaster University, Kanada, menemukan hasil bahwa orang yang
banyak mengonsumsi makanan yang digoreng, cemilan bergaram, dan daging memiliki risiko
serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi
sedikit atau tidak mengonsumsinya[2].

Penanggulangan

Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di
samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi, tidak sering tidur terlalu larut malam,
dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan
makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan
5

berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat
yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar risiko penyakit dan serangan jantung, di
antara lain:

 Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam bawang putih ternyata dapat
membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat
allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%[3]. Namun beberapa peneliti lain ada juga
yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara bawang putih dengan kesehatan jantung.
Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati
bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam
kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain risiko penyakit jantung[4].

 Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi risiko penyakit jantung.
Untuk benar-benar mengurangi risiko penyakit jantung, seseorang harus benar-benar berhenti
merokok [5].

 Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology


mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit jantung[6].

 Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi risiko penyakit


jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah
garam menunjukkan risiko penyakit jantung hingga 25% dan risiko serangan jantung hingga
20%

 Konsumsi makanan-makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti Salmon, Tomat,
Minyak Zaitun, Gandum, Almond, dan Apel, habatussauda dan obat herbal lainnya.

Junkfood atau dikenal juga dengan makanan instan cepat saji telah menjadi primadona dalam pola
makan masyarakat perkotaan. Rasanya yang nikmat di lidah terkadang melupakan kita akan bahaya
yang mengancam kesehatan. Hal ini disebabkan karena kandungan dalam junkfood seperti lemak,
zat pengawet dan MSG (Monosodium Glutamat) yang kerap menjadi biang keladi penyakit.

Jenis makanan ini merupakan donatur yang cukup besar peranannya dalam mengakibatkan serangan
jantung. Menu makanan yang terdiri atas daging, telur, dan junk food lebih berpotensi menimbulkan
serangan jantung bila dibandingkan menu makanan yang banyak mengandung buah dan sayuran.

Para penelti dari McMaster University, Kanada, menemukan hasil bahwa orang yang
mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran memiliki resiko serangan jantung 30 persen lebih
rendah dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi sedikit buah atau bahkan tidak makan buah
sama sekali.

Sedangkan orang yang banyak mengkonsumsi makanan yang digoreng, cemilan bergaram, dan
daging memiliki resiko serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan
orang yang mengkonsumsi sedikit atau tidak mengkonsumsinya.

Riset tersebut melibatkan lebih dari 16.000 pasien yang dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai
dengan pola makan mereka selama kurang lebih 4 tahun.

"Rata-rata 80 persen sakit jantung dan saluran pernapasan di dunia terjadi di negara berpenghasilan
rendah dan menengah," kata para peneliti tersebut.
6

C. Macam Jenis Penyakit Jantung


Macam Jenis Penyakit Jantung. Berbagai macam penyakit jantung senantiasa menghantui kita
semua, baik itu penyakit jantung anak dengan beragam macam kelainan jantung bawaan atau pun
berbagai macam penyakit jantung di semua umur. Bila melihat jenis penyakit jantung yang
seringkali menimpa orang dewasa dan khususnya adalah dewasa pria salah satunya adalah penyakit
jantung koroner. Nah kali ini Blog Keperawatan akan sharing sedikit mengenai beberapa jenis
penyakit jantung dan semoga bisa berguna serta bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita dan
juga mewaspadai berbagai ragam macam penyakit jantung ini.

Jenis penyakit jantung serta macam penyakit jantung sebenarnya banyak sekali sahabat, untuk itu
Blog Keperawatan hanya akan share beberapa jenis penyakit jantung saja yang seringkali terjadi di
kalangan masyarakat kita. Beberapa diantaranya penyakit jantung tersebut bisa menimbulkan
kemamtian dalam jangka waktu relatif cepat bila tidak segera mendapatkan pertolongan serta
penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat tentunya. Sehingga selain kita mengetahui akan
berbagi macam jenis penyakit jantung, pencegahan penyakit jantung pun perlu kita ketahui. Karena
pada dasarnya mencegah penyakit jantung akan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit
jantung itu sendiri.

Macam penyakit jantung tersebut diantaranya yaitu :

1. Akut Miokard Infark (AMI).


Jenis penyakit jantung inilah yang paling banyak membunuh dari sekian banyak penderita sakit
jantung. Proses penyakitnya berjalan dengan sangat cepat dan juga membutuhkan pertolongan
dengan segera. Akut Miokard Infark ini secara mudahnya adalah kematian dari otot jantung
karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Sedangkan fungsi pembuluh darah
koroner adalah memberikan nutrisi ke otot jantung untuk bekerja memompa darah ke seluruh
tubuh. Bila fungsinya terhambat, terganggu bahkan sampai tidak berfungsi maka akan
berakibat fatal. Karena adanya penyumbatan ini, maka pembuluh darah koroner yang
berperanan besar dalam menyuplai darah dan oksigen akan mengalami kerusakan bahkan
sampai kematian mendadak. Diagnosa dan pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan
penderita dari kematian.

2. Gagal Jantung Kongestif / CHF.


Penyakit gagal jantung kongestif ini adalah satu dari jenis macam penyakit jantung. Yang
dimaksud dengan gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa
darah secara efektif ke seluruh tubuh. Padahal fungsi jantung salah satu diantaranya yaitu
fungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Dengan adanya kegagalan ini maka tubuh tidak
tersuplai darah dengan baik. dan akan terjadi apa yang dinamakan dengan gagal jantung.

3. Aterosklerosis.
Penyakit jantung jenis ini kelainannya adalah penebalan dinding arteri sebelah dalam karena
endapan plak (berupa lemak dan kolesterol) sehingga menghambat serta menyumbat pasokan
darah ke sel-sel otot. Aterosklerosis dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Bila terjadi pada
dinding arteri jantung, maka disebut penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemik.

4. Penyakit Jantung Rematik.


Penyakit jantung rematik ini biasanya menyerang pada anak-anak dan juga bisa merupakan
penyebab penyakit katup jantung. Penyakit jantung rematik adalah penyakit jantung yang
terfokus pada kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh
bakteri streptokokus.
7

5. Penyakit Katup Jantung.


Jenis penyakit jantung ini sesuai dengan namanya maka penyakit ini menyerang pada katub
jantung, sedangkan katup jantung itu mempunyai fungsi dalam mengendalikan aliran darah
dalam ruang-ruang jantung. Kelainan katup jantung yang dapat mengganggu aliran tersebut,
antara lain karena pengecilan (stenosis), kebocoran (regurgitasi), atau tidak menutup sempurna
(prolaps). Kelainan katup dapat terjadi sebagai bawaan lahir maupun karena infeksi. Demikian
yang dimaksud dengan Penyakit katup jantung.

Demikian tadi sahabat mengenai beberapa macam penyakit jantung dan semoga bisa berguna serta
bermanfaat bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan jantung kita dari berbagai macam jenis
penyakit jantung ini. Pada kesempatan yang lain mungkin akan dibahas bagaimana cara mencegah
penyakit jantung karena pencegahan seperti yang diutarakan di atas akan jauh lebih baik daripada
mengobati penyakit jantung.

D. Penyakit Jantung Koroner

Arteri koroner adalah pembuluh darah di jantung yang berfungsi menyuplai makanan bagi sel-sel
jantung. Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau
menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding arteri. Proses
penumpukan itu disebut aterosklerosis, dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada
arteri koroner.

Kurangnya pasokan darah karena penyempitan arteri koroner mengakibatkan nyeri dada yang
disebut angina, yang biasanya terjadi saat beraktivitas fisik atau mengalami stress. Bila darah tidak
mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, penderita dapat mengalami serangan jantung
yang mematikan. Serangan jantung tersebut dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang
beristirahat.

Penyakit jantung koroner juga dapat menyebabkan daya pompa jantung melemah sehingga darah
tidak beredar sempurna ke seluruh tubuh (gagal jantung). Penderita gagal jantung akan sulit
bernafas karena paru-parunya dipenuhi cairan, merasa sangat lelah, dan bengkak-bengkak di kaki
dan persendian.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan
pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang berfungsi
menyuplai oksigen dan zat makanan ke otot jantung, pembuluh ini dapat menyempit akibat
pertumbuhan plak sehingga diameter pembuluh darah tersebut berkurang sehingga pasokan darah
ke otot jantung menjadi berkurang.

Penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah itu selain bisa menimbulkan serangan jantung,
juga akan menimbulkan angina (nyeri pada dada) dan penyakit lain yang berhubungan dengan
jantung. Serangan jantung dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah infark miokard akut (AMI)
atau miokard infark.

Penyebab penyempitan pembuluh darah koroner jantung atau pun sumbatan pembuluh darah utama
pada jantung ini adalah merupakan hasil dari proses bertahun-tahun peradangan kronis pembuluh
darah koroner, yakni terbentuknya endapan di pembuluh darah yang disebut plak aterosklerosis.
Proses ini awalnya berjalan diam-diam, tidak menimbulkan gejala klinis, sehingga seseorang tidak
akan merasakan apa yang terjadi di dalam dinding pembuluh darahnya.

Serangan jantung atau angina merupakan puncak dari perjalanan panjang penumpukan plak. Jika
8

ada faktor risiko penyakit jantung koroner lainnya, seperti merokok, kegemukan, kurang
beraktivitas, atau ada riwayat keluarga, maka proses penumpukan plak lemak itu berkembang lebih
cepat

Faktor Risiko

1. Kadar Kolesterol Tinggi.

Penyebab penyakit jantung koroner adalah endapan lemak pada dinding arteri koroner, yang terdiri
dari kolesterol dan zat buangan lainnya. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner, Anda
harus menjaga kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang
secara alamiah dihasilkan tubuh dan bermanfaat bagi pembentukan dinding sel dan hormon. Dua
pertiga kolesterol diproduksi oleh hati (liver), sepertiga lainnya diperoleh langsung dari makanan.
Kolesterol diedarkan dalam darah melalui molekul yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis
lipoprotein, yaitu low-density lipoprotein (LDL), and high-density lipoprotein (HDL).

LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh. HDL berfungsi sebaliknya, mengangkut
kelebihan kolesterol ke hati untuk diolah dan dibuang keluar. LDL yang berlebihan dapat
menyebabkan penumpukan kolesterol pada dinding arteri sehingga disebut “kolesterol jahat”. Kadar
LDL yang optimal adalah 100- 129 mg/dL. Kelebihan LDL menyebabkan HDL “kewalahan”
membuang kolesterol yang berlebih. Total kolesterol yang dianjurkan (HDL + LDL) adalah di
bawah 200 mg/dL (border line = 240).

2. Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi.

Tekanan darah tinggi menambah kerja jantung sehingga dinding jantung menebal/kaku dan
meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Ada dua pengukuran tekanan darah. Tekanan sistolik adalah tekanan darah yang memancar dari
jantung ke seluruh tubuh. Tekanan diastolik adalah tekanan darah yang kembali mengisi jantung.
Secara umum orang dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darah sistolik/diastoliknya di atas
140/90 mmHg.

3. Trombosis.

Trombosis adalah gumpalan darah pada arteri atau vena. Bila trombosis terjadi pada pembuluh
arteri koroner, maka Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner. Trombosis biasanya berada
pada dinding pembuluh yang menebal karena aterosklerosis. Merokok meningkatkan risiko
trombosis hingga beberapa kali lipat.

4. Kegemukan.

Kegemukan (obesitas) meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Orang yang
kegemukan juga cenderung memiliki kadar HDL rendah/LDL tinggi.

5. Diabetes Mellitus.

Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, terlebih bila kadar gula darah tidak
dikontrol dengan baik. Dua pertiga penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung dan
gangguan kardiovaskuler lainnya.
9

6. Penuaan.

Risiko penyakit jantung koroner meningkat seiring usia. Semakin tua, semakin menurun efektivitas
organ-organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskulernya. Lebih dari 80 persen penderita jantung
koroner berusia di atas 60 tahun. Laki-laki cenderung lebih cepat terkena dibandingkan perempuan,
yang risikonya baru meningkat drastis setelah menopause.

7. Keturunan.

Risiko Anda lebih tinggi bila orang tua Anda juga terkena penyakit jantung koroner, terlebih bila
mulai mengidap di usia kurang dari 60 tahun.

Cara Mengurangi Risiko

Meskipun tidak dapat melawan penuaan dan mempengaruhi garis keturunan, Anda dapat
melakukan hal berikut untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner:

 Mengurangi konsumsi daging berlemak jenuh tinggi.


 Memperbanyak makan buah, sayuran dan biji-bijian yang mengandung antioksidan tinggi
(Vitamin A, C dan E). Antioksidan mencegah lemak jenuh berubah menjadi kolesterol.
 Menghindari stress. Stress dapat menimbulkan ketidakseimbangan fungsi tubuh,
meningkatkan tekanan darah serta membuat Anda merokok dan makan berlebihan.
 Tidak merokok dan minum kopi berlebihan.
 Rajin berolah raga. Olah raga aerobik selama 30 menit setiap hari, 3-4 kali seminggu dapat
memperkuat jantung, membakar lemak dan menjaga kesimbangan HDL dan LDL.

Potongan melintang pembuluh arteri


Potongan melintang pembuluh arteri
yang menyempit karena timbunan
yang normal/ sehat
kolesterol

E. Tindakan Medis – Jantung Koroner

Para Penderita Jantung Koroner (PJK) kini dapat tersenyum lega setelah diperkenalkan teknologi
terbaru, Drug-Eluting Stent (DES), suatu prosedur intervensi ke jantung dengan pemasangan stent
bersalut obat. Hanya perlu satu hari perawatan, tanpa bius total, tak menimbulkan rasa sakit, dan
nyaris tak berefek samping merupakan keunggulan teknologi ini.

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang disebabkan penyempitan
pembuluh darah jantung yang lebih lazim disebut arteri koronaria. Dalam hal ini arteri koronaria
yang memberi suplai darah ke otot jantung menyempit atau mengeras akibat kerak (plak), sehingga
aliran darah ke jantung menjadi berkurang.
10

Faktor risiko PJK antara lain meliputi : kadar kolestrol total atau LDL tinggi, kadar kolesterol HDL
rendah, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, kegemukan, kurang berolahraga, keturunan, umur,
dan stres.

Pada mulanya gejala PJK, berupa nyeri dada di bagian tengah menjalar ke lengan kiri, dan leher)
pada waktu melakukan aktivitas, nyeri seperti ditekan (berat dan panas), dan nyeri berlangsung
beberapa menit dan hilang saat istirahat. Bentuk seperti ini dinamakan angina stabil. Bila kondisi
lebih berat, maka nyeri dada lebih sering, lebih lama, lebih berat atau interval lebih sering. Kondisi
seperti ini dinamakan angina tak stabil dan merupakan suatu kondisi sebelum serangan jantung.

Pada serangan jantung akut (yang juga dinamakan infark jantung akut) nyeri amat hebat, lama bisa
sampai 15 - 30 menit atau lebih, menetap bahkan pada saat istirahat dan dapat disertai berbagai
komplikasi termasuk gagal jantung, penurunan tekanan darah, gangguan irama jantung termasuk
kematian. Harus disadari kadang2 PJK dapat pula tidak memberi gejala sama sekali dan tiba-tiba
penderita mengalami serangan jantung atau meninggal mendadak.

Salah satu pengobatan PJK yang amat bermanfaat adalah intervensi koroner perkutan atau
”Percutaneous Coronary Intervention (PCI)”. Pada PCI digunakan kateter dan melalui kateter
dimasukkan berbagai alat untuk melakukan rekayasa plak yang menyebabkan penyempitan tersebut
supaya terbuka dan normal kembali. Alat yang dipakai termasuk balon, stent, atau alat2 lain, seperti
alat bor, alat pengerokan pembuluh darah, filter dan lain lain. Dibandingkan operasi bypass,
keunggulan PCI adalah tidak diperlukannya persiapan khusus, tidak diperlukan pembiusan total,
tidak diperlukan penggergajian rongga dada (sayatan hanya 1-2 mm), umumnya hanya perlu satu
hari perawatan, tak menimbulkan rasa sakit, masa perawatan hanya sehari, tidak diperlukan
tindakan rehabilitasi, penderita dapat langsung melakukan kegiatan dan olah raga setelah pulang
dan nyaris tak berefek samping merupakan keunggulan teknologi ini.

Apa Itu Stent?

Pada umumnya untuk mendapatkan hasil PCI yang baik dan dapat dinikmati jangka panjang
diperlukan pemasangan stent. Stent ini bermanfaat untuk menyanggah liang koroner agar tidak
mudah menyempit kembali (restenosis) setelah dilebarkan dengan balon. Tanpa stent sekitar 30-
40% pasien mengalami kekambuhan kembali akibat restenosis. Kata ‘stent’ sendiri berasal dari
nama dokter gigi asal Inggris bernama Charles T. Stent (1807-1885) yang menggunakan alat
penyangga khusus untuk meratakan gigi.

Proses pengiriman dan pemasangan stent jantung ini sebenarnya sederhana. Stent yang menempel
pada balon di ujung kateter diarahkan ke lokasi penyempitan. Pada saat balon dikembangkan, stent
pun ikut mengembang lalu menempel di dinding dalam pembuluh koroner. Balon kemudian
dikempiskan dan ditarik kembali dengan meninggalkan stent dalam koroner. Untuk memasang stent
pada posisi yang tepat, diperlukan panduan sinar tembus (fluoroscopy) dengan alat angiografi.

Stent terbuat dari baja antikarat dan tersedia dalam berbagai ukuran. Diameter mulai dari 2,25mm
hingga 4mm. Sedangkan panjangnya dapat mencapai 33mm. Pemilihan ukuran stent ini ditentukan
dokter berdasar diameter koroner dan panjang penyempitannya.

Pada masa kini terdapat paten lebih dari 100 jenis stent yang diproduksi berbagai perusahaan,
masing-masing dengan desain, ukuran diameter, panjang, serta karakteristik fisiknya. Model stent
mirip spiral atau seperti sangkar.
11

Penyempurnaan PTCA dengan DES

Akhir-akhir ini para Penderita Jantung Koroner (PJK) dapat tersenyum lebih lega lagi setelah
diperkenalkan penggunaan Drug-Eluting Stent (DES), yaitu stent bersalut obat.

DES itu sendiri, jelas Prof. DR. Dr. T Santoso S., SpPD, KKV, FACC, FECS, merupakan
penyempurnaan PCI. Dengan DES, restenosis (penyempitan kembali) akibat munculnya kerak baru
pada pembuluh darah koroner dapat mencapai 0 hingga 5 %. Selain itu hasil yang dicapai dengan
pemasangan DES pun dapat dinikmati pasien dalam waktu lama.

Rendahnya angka restenosis, salah satunya, dikarenakan obat yang terdapat pada stent. Terdapat
banyak macam DES dengan berbagai jenis obat yang dipakai seperti misalnya sirolimus, biolimus,
everolimus, paclitaxel dll.

Uniknya lagi, penggunaan DES dapat digunakan pada segala jenis kondisi klinis termasuk yang
amat kompleks sekalipun; seperti misalnya penderita diabetes, infark jantung akut, penderita buntu
total pembuluh koroner, penderita dengan kelainan pada banyak pembuluh koroner, sampai
penderita amat tua (80 atau 90 tahun), pasca operasi by-pass yang mengalami kegagalan atau
menyempit kembali atau penderita yang sama sekali sudah tidak menjalani operasi bypass pada
pembuluh koroner. Metode DES juga cocok untuk penderita pasca PCI yang pembuluh koronernya
menyempit kembali.

***(oleh : Prof. DR. Dr. T Santoso S., SpPD, KKV, FACC, FECS dalam makalahnya Mengenal
Teknik Modern Dalam Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: Kateterisasi dan Tindakan
Pelebaran Kembali Penyempitan Pembuluh Darah Jantung pada seminar awam ‘Healthy Heart’ di
Hotel Four Seasons, Jakarta, Sabtu (16/4/05).
Dari berbagai sumber)

Pengertian PTCA

PTCA adalah merupakan kependekan dari Percutaneus Transluminal Coronary


Angioplasty.Percutaneus yaitu prosedur memasukkan kateter kedalam pembuluh darah melalui
tusukan kecil di kulit.Transluminal yaitu prosedur yang dilakukan di dalam pembuluh
darah.Coronary yaitu pembuluh darah arteri di jantung.Angioplasti yaitu tehnik membuka lumen
pembuluh darah dengan menggunakan balon.

PTCA adalah suatu prosedur terapi untuk memperbaiki aliran darah ke miokard dengan
menempatkan balon kateter pada daerah penyempitan koroner dan mengembangkannya.
Diharapkan lumen tersebut akan lebih lebar dari semula sehingga terjadi perbaikan aliran
darah.Stent adalah alat yang ditanamkan pada pembuluh darah koroner secara mekanis.PTCA dan
stent adalah prosedur perkembangan lanjut dari PTCA dengan menambahkan suatu alat di daerah
stenosis pada koroner untuk mempertahankan pembukaan pembuluh darah koroner secara mekanis.

PCI adalah Percutaneus Coronary Intervention yaitu istilah lain dari PTCA dengan pemasangan
stent.

Indikasi
Indikasi PTCA :
 Penyakit jantung koroner 3VD,2VD,1VD dengan bukti iskemik.
 Angina tidak stabil.
 Infark miokard dengan hemodinamik memburuk.
12

 Kelainan Katub dengan CAD.


 Primary PTCA pada IMA.

Indikasi pemasangan stent :


 Restenosis pada graft.
 Penutupan mendadak dari diseksi sesudah PTCA dan resiko untuk kolaps.
 Restenosis setelah tindakan PTCA.
 Robekan intima pada post PTCA.

Kontra Indikasi
 Disfungsi ventrikel yang berat.

Prosedur Tindakan PTCA dan Stent

Tindakan pengobatan jantung koroner dengan menggunakan metoda ini adalah pertama dilakukan
dengan menyuntikkan anestesi lokal ke pangkal lengan atau pangkal paha dalam. Setelah itu dokter
spesialis jantung akan memasukkan selang kecil yang lentur (kateter) sebagai pemandu ke dalam
tungkai atau lengan. Dibantu gambar pada monitor, dokter memandu kateter menuju arteri yang
tersumbat atau menyempit dalam jantung.

Selanjutnya, kateter kedua yang lebih sempit dengan balon atau stent pada ujungnya dimasukkan
melalui kateter pertama. Ketika ujung kateter kedua itu mencapai sumbatan di dalam arteri koroner,
balon kemudian ditiupkan untuk memperlebar bagian yang menyempit.

Stent atau cincin yang dipasang di arteri terbuat dari jalinan tabung logam kecil yang akan bekerja
sebagai penopang untuk menjaga agar pembuluh darah tetap terbuka. Diharapkan pelebaran ini bisa
permanen. Dalam buku Mayo Clinic disebutkan keseluruhan prosedur pemasangan stent atau
balonisasi berlangsung selama 30 menit sampai dua jam.

Persiapan Pasien Yang Akan Dilakukan Pemasangan Cincin Atau Balon Jantung.

Persiapan-persiapan yang dilakukan sebelum tindakan PCI Jantung yaitu :


 Pemeriksaan laboratorium darah.
 Pemeriksaan EKG.
 Uji latih beban (Treadmill).
 Foto dada (Rontgen Dada).
 Puasa makan 4 - 6 jam sebelum tindakan, minum obat seperti biasa.
 Mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan.
 Diminta untuk menandatangi persetujuan tindakan (inform consent).
 Dicukur pada daerah mana kateter akan dimasukkan.
 Dipasang infus di lengan / tungkai kiri.
 Minum Obat Platelet sesuai terapi dokter.

Sebelum dilakukan tindakan PTCA dan stent dilakukan pemeriksaan koroner angiografi untuk
mengidentifikasi letak dan prosentase sumbatan arteri koroner.Setelah pasien diletakkan di meja
khusus di ruang tindakan,dokter akan menyuntikkan anestesi lokal pada pangkal paha dan
menusukkan jarum dan seath introduser dan kemudian memasukkan balon kateter melalui arteri
femoralis hingga ke arteri koroner yang tersumbat. Kemudian balon dikembangkan beberapa kali
dengan tekanan tertentu,dengan selalu memonitor proses pelebaran sumbatan dan keadaan
13

pasiennya.Pengisian balon akan menekan plaque dinding arteri sekaligus membuka dan melebarkan
sumbatan.

Pada pemasangan stent maka dilakukan pengembangan balon beberapa kali di daerah
sumbatan,kemudian stent ditanam atau dipasang untuk mempertahankan pembukaan arteri koroner
yang cenderung restenosis.

1. Pemantauan dan evaluasi pasca tindakan


 Pasien dipantau di ruang rawat intensif cardiovaskular.
 Observasi tekanan darah dan nadi tiap jam selama 6 jam,lalu tiap 4 jam sampai pagi hari.
 Heparin drill 1000 unit/jam diberikan minimal 12 jam sesuaikan nilai hasil ACT.
 Periksa ACT tiap 4 jam setelah prosedur dan usahakan nilai ACT kurang dari 120 detik.
 Perhatikan tanda-tanda perdarahan ditempat penusukan.
 Perhatikan pulsasi nadi, khususnya sebelah distal tempat penusukan.
 Selesai prosedur dapat makan dan minum.
 Kaki area tindakan tidak boleh ditekuk selama 12 jam.
 Apabila tindakan dari lengan, 4 jam setelah tindakan tangan tidak boleh ditekuk atau untuk
mengenggam.
 Dirawat di ruang ICCU selama 1 hari untuk pengawasan.
 Bila tidak ada komplikasi atau kelainan lainnya, pada keesokan harinya bisa diperbolehkan
pulang.Jadi tindakan ini biasanya hanya 3 hari.Hari pertama masuk dan cek laborat lengkap,
hari kedua tindakan dan hari ketiganya boleh diperbolahkan pulang

2. Komplikasi
 Angina
 Aritmia
 Perdarahan
 Spasme mendadak dari pembuluh darah koroner.
 Hipotensi
 Reoklusi
 Iskemia tungkai
 Infark miokard
 Kematian

Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan Pre PTCA :
1. Nyeri dada berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
miokard.
2. Takut atau cemas berhubungan dengan ketidaktahuan akan tindakan PTCA.

Diagnosa Keperawatan Post PTCA :


1. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan kontraktilitas
jantung,perubahan irama jantung.
2. Nyeri dada berhubungan dengan iskemia miokard,diseksi,spasme,emboli.
3. Resiko tinggi perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan gangguan sirkulasi
akibat emboli,trombus dan hematoma.
4. Keterbatasan aktifitas berhubungan dengan luka daerah tusukan.

Beberapa Tindakan Medis Untuk Penyakit Jantung Koroner

Operasi PCI (Percutaneous Coronary Interventions)


14

Jenis operasi PCI dilakukan pada jantung jika hanya terdapat sekitar 3 titik penyumbatan pada
arteri. Metode PCI ini dengan cara memasang stent (cincin) yangmerupakan intervensi non bedah
melalui kulit atau percutaneous. Prosedur PCI cenderung lebih cepat, perawatan lebih singkat,
minim resiko dan bisa dilakukan tanpa pembiusan total.

Operasi PCI dilakukan dengan cara memasukkan semacam balon yang dilapisi stent (cincin dari
logam mulia). Disini cara kerja PCI adalah balon yang dipasang dikembangkan lalu dikempiskan
lagi, dengan demikian cincin akan tertinggal di pembuluh arteri yang tersumbat. Namun tidak
semua kasus bisa diatasi melalui operasi PCI. Sumbatan pembuluh darah yang terlalu lama,
mengeras dan sudah tersebar, tidak bisa diatasi melalui operasi PCI. Pilihan terbaiknya adalah
bypass.

Operasi Bedah Pintas Koroner (bypass)

Bedah pintas koroner atau biasa disebut operasi bypass merupakan metode penyambungan pada
pembuluh darah vena, yang diambil dari vena pada bagian tubuh lain seperti vena pada kaki atau
tangan. Tujuan dari penyambungan ini adalah pembuluh darah vena tersebut bisa berubah menjadi
arteri. Proses penyambungannya dengan terlebih dulu menghentikan pembuluh darah jantung
dengan memasang heart lung machine (alat pompa jantung-paru).

Dibandingkan dengan stent (prosedur non bedah),operasi bypass cenderung memiliki risiko lebih
besar. Pada sebagian kasus, risiko yang mungkin muncul adalah komplikasi meliputi gangguan
fungsi ginjal dan pendarahan. Pada kondisi yang paling parah, penderita harus menjalani cuci darah
atau mengalami stroke.

Transplantasi Jantung

Transplantasi Jantung merupakan alternatif terakhir jika operasi bypass sudah tidak mungkin
dilakukan. Namun transplantasi jantung merupakan jenis operasi yang tergolong eksperimental,
terlalu berisiko dan peluang hidup juga sangat kecil. Transplantasi ini bisa dilakukan dari jantung
mekanik atau jantung manusia yang baru mati (mati mendadak). Meskipun terdapat kemungkinan
bertahan hidup lebih lama bagi penderita, namun teknik transplantasi jantung ini sering menjadi
kontroversi serta masih dalam tahap pengembangan.

F. Tanya Jawab Seputar Penyakit Janting

Pertanyaan Pasien : Dok,bapa saya menderita penyumbatan jantung dan lambung yg akut, dokter
Rumah Sakit menyarankan dipasang ring, negatif dan positifnya dipasang ring itu apa ya Dok?
Terima kasih.

Jawaban Dokter : Positif tentunya adalah untuk perbaikan kesehatan ayah Anda karena tentunya
ada indikasi kenapa disarankan dilakukan hal itu, misalnya untuk mengetahui adanya sumbatan,
membuka sumbatan, terapi untuk gangguan organ jantung lainnya.
Mengenai risiko, setiap tindakan medis pasti ada risiko dan ini boleh Anda tanyakan langsung
kepada dokter yang menangani, misalnya dapat terjadi bekuan darah, reaksi terhadap bahan yang
digunakan pada saat pemasangan ring, tekanan darah yang turun, dan lain-lain. Namun, risiko ini
jauh lebih kecil bila dibanding ayah Anda tidak melakukan prosedur ini yang dapat membahayakan
nyawa atau memperberat penyakit.
15

Pertanyaan Pasien : Dok, ketika sya bernafas apalagi saat emosi saya sering merasakan oksigen
tidak dapat saya hirup, nafas saya seperti hampa tidak ada udara yg masuk ke dalam dada saya
selain itu telapak kaki & tangan saya sering berkeringat, apakah itu pertanda jantung koroner? Saya
juga pengidap asam urat, selain buah-buahan makanan apa yang dapat saya konsumsi untuk
mengurangi resiko jantung koroner? Terimakasih dok.

Jawaban dr. Salma : Nyeri dada (angina), berkeringat, dan sesak nafas memang adalah gejala
serangan penyakit jantung koroner (PJK). Namun, untuk memastikan apakah Anda memiliki PJK,
tentu perlu pemeriksaan menyeluruh oleh dokter. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter sebelum
terlambat, terutama bila Anda memiliki faktor-faktor risikonya. Semua makanan yang menurunkan
kolesterol mengurangi risiko PJK, di antaranya: minyak zaitun, ikan berlemak yang kaya omega 3,
alpukat, tomat, bluberi, bawang putih, teh hijau dan kedelai. Silakan baca artikel saya mengenai
makanan yang mengurangi kolesterol dan ikan berlemak omega-3.

Pertanyaan Pasien : Terima Kasih artikelnya Dok, sangat menambah informasi buat orang awam,
saya dalam 1 bulan terakhir beberapa kali merasa sakit di dada tetapi hanya sebentar, sering
berdebar. Kemudian saya periksa, EKG dan rontgen, EKG hasilnya kemungkinan normal, tapi hasil
rontgent menurut dokter radiologi ada KP aktif di paru kiri. KP itu apa dok? Adakah hubungan
dengan PJK?

Jawaban dr. Salma : Sama-sama Pak. Terima kasih juga atas kunjungannya. KP aktif berarti ada
kecurigaan tuberkulosis (TBC) aktif di paru-paru Bapak. Barangkali itulah yang membuat dada
sering terasa sesak/sesak nafas. Kecurigaan itu perlu dibuktikan dengan pemeriksaan lab, misalnya
dengan spesimen dahak, dan tes diagnostik lain. TBC biasanya tidak ada komplikasi dengan PJK.

APA LARANGAN/PANTANGAN PASCA OPERASI PEMASANGAN CINCIN DI


JANTUNG?
Mengenai makanan (diet), baiknya dengan pola makan seimbang dan mengurangi asupan lemak,
terutama yang bersumber dari daging merah (misalnya, daging sapi, kambing, jeroan). Secara
umum, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan sumber makanan yang tinggi serat. Baiknya
kurangi juga asupan gula dan garam (natrium) pada menu sehari-hari Anda; dan secara umum
kurangi jumlah asupan kalori Anda per harinya.

Beberapa jenis makanan yang diketahui mempunyai pengaruh positif bagi kesehatan jantung,
misalnya salmon (tinggi kandungan asam lemak omega-3), minyak zaitun (dapat menurunkan
LDL), gandum, oat (beta-glucan), apel (guercetin), dan tomat (tinggi kandungan vitamin dan
lycopene)

Untuk aktivitas sehari-hari, sebaiknya dilakukan / ditentukan setelah terlebih dahulu diukur fungsi
kemampuan jantungnya dengan USG jantung (echocardiography). Dari pemeriksaan tersebut dapat
dipertimbangkan apakah pasien dapat melakukan olah raga, atau sebaiknya lebih banyak
beristirahat.

Secara umum olah raga yang baik bagi penderita penyakit jantung koroner adalah olah raga yang
aktivitasnya bersifat konstan seperti berjalan kaki, jogging ringan, bersepeda atau renang. Hindari
olah raga yang mempunyai unsur daya ledak seperti tennis, badminton, atau sepakbola.
16

Yang jelas paska pemasangan Stent (ring/cincin) pada pembuluh darah koroner ayah teman anda
harus mengkonsumsi obat untuk mencegah timbulnya penyumbatan pembuluh darah lagi berupa
golongan aspirin atau kombinasi dengan obat lain.

Untuk aktivitas fisik tergantung kondisi sebelumnya, bila baik-baik saja tanpa limitasi maka saya
rasa tetap seperti biasanya saja namun bila sudah ada limitasi maka saya sarankan untuk mengikuti
program rehabilitasi jantung. Tentang makanan yang dikonsumsi juga tergantung faktor resiko yang
dimiliki, apakah berupa gangguan kadar lemak darah, kencing manis atau tekanan darah tinggi.

Demikianlah kiranya artikel ini saya susun. Semoga bermanfaat bagi siapa saja.

Terima Kasih
D. Wiranugraha