Anda di halaman 1dari 16

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain penelitian merupakan rancangan yang digunakan dalam menggunakan
prosedur penelitian (Hidayat, 2007:25) Desain penelitian merupan hasil akhir dari
suatau tahap keputusan yang dibuat oleh peneliti berhubungan dengan bagai mana
suatu penelitian bisa ditetapkan, dipergunakan sebagai petunjuk dalam perencanaan
dan melaksanakan penelitian untuk mencapai suatu tujuan atau menjawab pertanyaan
peneliti (Nursalam, 2013: 80).
Desain penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab
pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesibukan yang mungkin timbul
selama proses penelitian. Pada penelitian ini adalah mengunakan penelitian pra
eksperimental (one group pra – post test design) yaitu mengungkapkan hubungan
sebab akibat dengan cara melibatkan suatu kelompok subjek. Kelompok subjek
diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah
intervensi. Dengan studi ini akan diperoleh prevalensi atau efek suatu fenomena
(variabel dependen) dihubungkan dengan penyebab (variabel independen)
(Nursalam, 2014 : 165). Pada penelitian ini, peneliti memberikan kuesioner tingkat
pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular dan
melakukan penyuluhan tentang upaya pencegahan penularan penyakit menular.
Sebelum (pre test) dan sesudah (post test) dinilai pengaruh pendidikan kesehatan
terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan penularan
penyakit menular di RT 1/RW I Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya.
Tabel. 3.1 One-Group Pra-Post Test Design (Nursalam, 2014 : 166).
Subjek Pra Perlakuan Pasca-tes
K O I OI
Waktu 1 Waktu 2 Wakru 3

54
55

Keterangan
K : Subjek
O : Observasi sebelum diberikan pendidikan kesehatan
I : Intervensi (pemberian pendidikan kesehatan)
OI : Observasi setelah diberikan pendidikan kesehatan

3.2 Kerangka Kerja


Kerangka operasional (kerangka kerja) adalah langkah-langkah dalam aktivitas
ilmiah muali dari penetapan populasi, sampel dan seterusnya, yaitu kegiatan sejak
awal dilaksanakan penelitian. Pada kerangka disajikan alur penelitian, terutama
variabel yang akan digunakan dalam penelitian (Nursalam, 2011:98).
Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental untuk mengetahui adanya
pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dalam
upaya pencegahan penularan penyakit menular di RT 1/RW I Kelurahan Kereng
Bangkirai Kota Palangka Raya.
Adapun kerangka kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut.
56

Populasi
Seluruh masyarakat di RT 1/RW I Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

Sampling
Purposive sampling

Sampel
Kepala keluarga yang memenuhi kriteria inklusi
sebanyak 42 responden

Informed Consent

Pre-test
Menggunakan kuesioner

Dilakukan intervensi
Pendidikan kesehatan tentang pemeliharaan rumah sehat

Post-test
Menggunakan kuesioner

Pengumpulan Data
Hasil pengisian kuisioner

Pengolahan Data
Editing, Coding, Scoring, Tabulasi

Analisa Data
Dalam penelitian ini mengunakan uji wilcoxon

Penyajian hasil
Disajikan dalam bentuk diagram dan persentase

Kesimpulan dan saran

Bagan 3.1 Kerangka Kerja Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat


Pengetahuan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penularan Penyakit
Menular di Ligkungan RT 1/RW I Kelurahan Kereng Bangkirai Kota
Palangka Raya tahun 2017.
57

3.3 Identifikasi Variabel


Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap
seseuatu (benda, manusia dan lain-lain). Dalam riset, variabel dikarakteristik sebagai
derajat, jumlah dan perbedaan. Variabel juga merupakan konsep dari berbagai level
abstrak yang didefinisikan sebagai suatu fasilitas untuk pengukuran dan atau
manipulasi suatu penelitian. Konsep yang dituju dalam suatu penelitian bersifat
konkret dan secara langsung bisa diukur (Nursalam,2009 : 97).
Jenis variabel diklasifikasikan menjadi bermacam-macam tipe untuk menjelaskan
penggunaanya dalam penelitian. Variabel independen (bebas) variabel yang nilainya
menentukan variabel lain. Suatu kegiatan stimulasi yang dimanipulasi oleh peneliti
menciptakan suatu dampak pada variabel depeden. Dalam ilmu keperawatan,
variabel bebas biasanya merupakan stimulus atau intervensi keperawatan yang
diberikan kepada klien untuk memengaruhi tingkah laku klien. Variabel dependen
(terikat) variabel yang dinilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel respons akan
muncul sebagai akibat dari manipulasi variabel-variabel lain. Dalam ilmu tingkah
laku, variabel terikat adalah aspek tingkah laku yang diamati dari suatu organisme
yang dikenai stimulus. Dengan kata lain , variabel terikat adalah faktor yang diamati
dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari variabel
bebas (Nursalam,2009: 98).
Variabel dalam penelitian ini adalah:
3.3.1 Variabel Independen
Variabel independen (pengaruh, bebas, stimulus, prediktor). Merupakan variabel
yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependen (terikat).
Dalam penilitian ini variabel independen yaitu pendidikan kesehatan tentang
upaya pencegahan penularan penyakit menular.
3.3.2 Variabel Dependen
Variabel dependen (dipengaruhi, terikat, output, kriteria, konsekuen).
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas.
Dalam penilitian ini variabel dependen yaitu tingkat pengetahuan masyarakat
dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular.
58

3.4 Definisi Operasional


Definisi operasional adalah suatu pengejasan mengenai variabel yang
dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik yang ada sebagai dasar dalam
memperoluh data (Yuyun, 2009:43). Definisi operasional untuk membatasi ruang
lingkup atau pengertian variabel yang diamati dan akan berguna dalam menentukan
metode dan alat ukur yang akan dipilih (Fatimah, 2010:18).
Definisi operasional adalah mengidentifikasikan variabel secara operasional
berdasarkan karakteristik yang diamati, memungkinkan peneliti untuk melakukan
observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek yang fenomenal.
Definisi operasional ditentukan berdasarkan parameter yang menjadi ukuran dalam
penelitian. Sementara cara pengukuran merupakan cara yaitu variabel dapat diukur
dan ditentukan karakteristiknya (Hidayat, 2014: 81).
59
60

3.5 Populasi Sampel dan sampling


3.5.1 Populasi
Populasi adalah seluruh subjek atau objek dengan karakteristik tertentu yang
akan diteliti, bukan hanya objek atau subjek yang dipelajari saja tetapi seluruh
karakteristik atau sifat yang dimiliki subjek atau objek yang mempunyai kuantitas
dan karakteristik tertentu yang yang ditetapkan oleh peneliti dipelajari dan ditarik
kesimpulanya (Hidayat,2008: 23). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
masyarakat yang ada di lingkungan RT 1/RW I Kelurahan Kereng Bangkirai Kota
Palangka Raya.
3.5.2 Sampling
Tehnik sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang digunakan dalam
penelitian dari populasi yang ada, sehingga jumlah sampel mewakili keseluruhan
populasi yang ada, secara umum ada dua jenis pengambilan sampel yaitu probability
sampling dan nonprobability sampling. Tehnik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu nonprobability samling dimana merupakan tehnik pengambilan
yang dengan maksud tidak memberikan peluang yang sama dari setiap anggota
populasi yang bertujuan untuk generalisasi, dengan besar probabilitas yang tidak
sama. Jenis tehnik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling, pengambilan
sampel dengan cara ini merupakan suatu tehnik penetapan sampel dengan cara
memilih sampel dimana antara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti
(tujuan/masalah penelitian), sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik
populasi yang telah dikenal sebelumnya. Tehnik ini sebagian dari anggota populasi
menjadi sampel penelitian sehingga tehnik pengambilan sampel ini didasarkan pada
pertimbangan dalam pribadi peneliti sendiri (Notoatmidjo, 2010:124)
3.5.3 Sampel
Sampel merupakan bagiana populasi yang akan diteliti atau sebagai jumlah dari
karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian keperawatan, kriteria
sampel meliputi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, dimana kriteria itu menentukan
dapat tidaknya sampel tersebut digunakan.
Kriteria inklusi merupakan dimana subjek penelitian mewakili sampel
penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel. Pertimbangan ilmiah harus
menjadi pedoman dalam menentukan kriteria inklusi (Hidayat, 2008: 32).
61

Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu:


1) Kepala keluarga yang bersedia menjadi responden
2) Keluarga yang tidak tinggal dilingkungan RT 1/RW I Kelurahan Kereng
Bangkirai
3) Keluarga yang koperatif
Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian
penyebabnya antara lain adalah adanya hambataan etis, menolak menjadi responden
atau berada pada suatu keadaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan
penelitian (Hidayat, 2008: 32).
Kriteria eksklusi dalam penelitian ini yaitu:
1) Keluarga yang sedang keluar kota/ tidak ada dirumah karena halangan kerja atau
kegiatan
2) Keliarga yang tidak tinggal dilingkungan RT 1/RW I Kelurahan Kereng
Bangkirai

3.6 Waktu dan Tempat Penelitian


3.6.1 Lokasi Penelitian
Suatu penelitian memerlukan tempat penelitian yang akan dijadikan objek untuk
memperoleh data penelitian yang berguna untuk pendukung tercapainya tujuan
penelitian. Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan untuk pengambilan data
selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat RT 1/RW I
Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya memiliki masalah yang akan
diteliti dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
3.6.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah jangka waktu yang dibutuhkan penulis untuk
memperoleh data yang dilaksanakan.
3.7 Validitas dan Reliabilitas
3.7.1 Uji Validitas
Uji keabsahan data dalam penelitian, sering hanya ditekankan pada uji validitas
dan reabilitas. Validitas adalah suatu indeks yang menunjukan alat ukur itu benar-
benar mengukur apa yang diukur. Validitas berasal dari kata validity yang berarti
62

sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam mengukur skala data
(Nursalam, 2013:116). Validitas adalah pengukuran dan pengamatan yang berarti
prinsip keandalan instrumen dalam data. Instrumen harus dapat mengukurapa yang
seharusnya diukur (Nursalam, 2014:184). Adapun uji valid yang dilakukan oleh
peneliti setelah keluar surat izin melakukan uji validitas oleh institusi yaitu pada
tanggal 28 Mei 2017 di RT 02/RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka
Raya dengan jumlah responden 11 dan jumlah soal keseluruhan adalah 28 soal.
3.7.2 Reliabilitas
Reliabilitas ialah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur
dapat dipercaya atau diandalkan. Hal ini berati sejauh mana hasil pengukuran
tersebut tetap konsisten atau sama dengan menggunakan alat ukur yang sama
(Budiman, 2013:22). Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau
pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali-kali
dalam waktu yang berlainan alat dan cara mengukur atau mengamati sama-sama
memegang peranan yang penting dalam waktu bersama (Nursalam, 2014:184).
Pertanyaan yang valid dilakukan uji reliabilitas dengan cara membandingkan r
tabel dengan r hasil. Jika nilai r hasil adalah alpa yang terletak diawal output dengan
tingkat kemaknaan 5% (0,05) maka setiap pertanyaan dinyatakan valid. Jika r alpa
lebih besar dari kostanta maka pertanyaan tersebut reliabel (Budiman, 2013:22).
Cronbach’s Alpha diperoleh dengan rumus:

𝑘 ∑ 2
r=[ ] [1- ∑6b ]
(𝑘−1) 62

Keterangan:
r : Koefisien reliabilitas ang dicari 62 : Variance Variance test
k : Jumlah butir pertanyaan (soal) ∑xi : Jumlah Variance test
b2 : Variance butir pertanyaan
Tabel 3.3 Tingkat Reliabilitas berdasarkan nilai alpha (ᶐ)
Alpha Tingkat Reliabilitas
0,00 s.d 0,20 Kurang Reliabel
> 0,20 s.d 0,40 Agak Reliabel
> 0,40 s.d 0,60 Reliabel
63

> 0,60 s.d 0,80 Cukup Reliabel


> 0,80 s.d 1,00 Sangan Reliabel
(Nursalam, 2013:204).

3.8 Pengumpulan Data dan Analisa Data


3.8.1 Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan penelitian untuk mengumpul data.
Sebelum mengumpul data perlu dilihat alat ukur pengumpulan data agar dapat
memperkuat hasil penelitian (Hidayat, 2008:36). Pengumpulan data adalah suatu
proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang
diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam, 2014:191).
Pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah Setelah dilakukan survei oleh
peneliti didapatkan data bahwa dari 10 kepala keluarga yang ditanya hanya 6 (60%)
yang mengerti dalam pencegahan penularan penyakit menular dan sisa 4 (40%)
kepala keluarga belum paham dalam penatalaksaan pencegahan penularan penyakit
menular.
Tahap pengumpulan data dimulai dari:
1) Pengajuan judul proposal diterima
2) Peneliti mengajukan surat izin survei pendahuluan ke pihak intitusi
3) Peneliti mendapatkan surat izin survei pendahuluan untuk data awal penyusunan
proposal penelitian dari STIKes Eka Harap Palangka Raya yang ditujukan ke
pihak Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya,
4) Setelah mendapatkan balasan dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, maka
peneliti mengirim surat balasan tersebut Kepada Lurah Kereng Bangkirai
Palangka Raya RT 1/RW1
5) Kemudian peneliti mendaptkan izin untuk dilakukannya survei pendahuluan di
RT 1/RW 1 Kelurahan Kereng Bangkirai Palangka Raya
6) Proposal yang dibuat dan telah di acc maka akan dilakukan ujian proposal,
proposal dinyatakan lulus dan siap untuk melanjutkan ketahap selanjutnya yaitu
penelitian.
7) Setelah ujian proposal, peneliti meminta surat pada institusi sebagai surat
pengantar permohonan penelitian ke Badan Penelitian, Pengembangan, Inovasi
64

dan Teknologi Kota Palangka Raya (BAPEDDA) dan Dinas Kesehatan Kota
Palangka Raya
8) Setelah Dinas Kesehatan Kota membalas surat permohonan izin penelitian,
peneliti mengirim surat tersebut ketempat penelitian yaitu RT 1/RW I Kelurahan
Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya
9) Dalam memulai penelitian, peneliti menyeleksi responden dengan berpedoman
pada kriteria inklusi yang telah ditentukan peneliti.
10) Kemudian peneliti melakukan pendekatan dengan menjelaskan maksud dan
tujuan penelitian selama pengumpulan data dan jika responden bersedia untuk
diteliti maka responden diminta untuk tanda tangan persetujuan dengan
memberikan Informed Consent.
11) Setelah mendapatkan sampel, sebelum dan sedudah diberikan intervensi akan
diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang
upaya pencegahan penularan penyakit menular.
12) Kemudian selanjutnya peneliti melakukan pengumpulan data dengan Editing,
Coding, Scoring dan Tabulating.
3.8.2 Intrumen penelitian
Penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari
responden adalah dengan menggunakan kuesioner atau angket yang diberikan
sebelum pemberian pendidikan kesehatan dan setelah pemberian pendidikan
kesehatan tentang upaa pencegahan penularan penyakit menular. Kuesioner yang
telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban yang telah
disediakan dengan cara memberi tanda silang pada jawaban yang dianggap benar.
3.8.2.1 Data Demografi
Data demografi dalam penelitian ini meliputi nomor responden, usia, tingkat
pendidikan, pekerjaan responden dan apakah pernah tidak mendapatkan informasi
tentang Penyakit Menular. Data demografi digunakan untuk membantu peneliti
untuk mengetahui latar belakang dari responden dalam penelitian.
3.8.2.2 Kuesioner
Kuesioner/Angket merupakan alat ukur atau kuesioner dengan beberapa
pertanyaan. Alat ukur ini digunakan bila responden jumlahnya besar dan tidak buta
huruf. Pembuatan kuesioner ini menyacu pada paramenter yang sudah dibuat oleh
65

peneliti sesuai dengan penelitian yang akan digunakan (Hidayat, 2008:36). Kuesioner
yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dalam upaya pencegahan penularan
penyakit menular berupa pertanyaan sebanyak 28 soal yang berbentuk multi choise
dengan pilihan a, b dan c.
3.8.3 Pengolahan Data
3.8.3.1 Editing
Editing (penyunting) adalah hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau
dikumpulkan melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau ternyata
masih ada data atau informasi yang tidak lengkap, dan tidak mungkin dilakukan
wawancara ulang, maka kuesioner tersebut dikeluarkan (droup out) (Notoadmodjo,
2010:174).
1) Apakah lengkap, dalam arti semua pertanyaan terisi
2) Apakah jawabaan atau tulisan masing-masing pertanyaan cukup jelas atau
terbaca
3) Apakaah jawaban sudah relevan dengan jawaban
4) Apakah jawaban-jawaban pertanyaan konsisten dengan jawaban pertanyaan
yang lainnya.
3.8.3.2 Coding
Coding adalah lembaran atau kartu/intrumen berupa kolom-kolom untuk
merekam data secara manual. Lembaran atau kartu kode berisi nomor responden, dan
nomor-nomor pertanyaan (Notoadmodjo, 2010:174). Untuk memudahkan dalam
pengolahan data maka setiap jawaban dari kuesioner yang telah disebarkan diberi
kode dengan karakter masing-masing.
1) Coding data Umum:
(1) Usia:
Usia 20-30 tahun =1
Usia 31-40 tahun =2
Usia > 40 tahun =3
(2) Pendidikan:
Tidak tamat SD< SMP dan SMP = 1 (Rendah)
SMA = 2 (Sedang)
Perguruan tinggi = 3 (Tinggi)
66

(3) Pekerjaan:
Wiraswasta =1
Tani/buruh =2
Karyawan =3
PNS =4
(4) Pernah mendapatkan informasi tentang Penyakit Menular?
Pernah =1
Tidak pernah =2
(5) Bila pernah mendapatkan informasi tentang Penyakit Menular, dari manakah
sumber informasi tersebut?
Majalah/koran =1
Penyuluhan =2
TV/Radio =3
Internet =4
2) Coding data khusus dalam variavel Independen:
(1) Tingkat pengetahuan:
Benar
Salah
(2) Kategori tingkat pengetahuan dilihat dari pre test dan post tes
Kode:
a. Baik, nilai > 75-100% =1
b. Cukup jika nilai 56-75% =2
c. Kurang jika nilai < 55% =3
3.8.3.3 Scoring
Scoring adalah menentukan skor/nilai untuk setiap item pertanyaan, untuk
menentukan nilai terendah dan tertinggi, menetapkan jumlah kuesioner dan bobot
masing-masing kuesioner. Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan jumlah
skor jawaban dengan jumlah sror yang diharapkan (tertinggi) kemudian dikalikan
100% dan hasilnya berupa persentase dengan rumusan yang digunakan sebagai
berikut:
Rumus:
𝑠𝑝
N= x 100%
𝑠𝑚
67

Keterangan :
N : Nilai pengetahuan
Sp : Skor yang didapat
Sm : Skor tertinggi maksimum
Dengan rincian kriteria sebagai berikut:
Kuesioner tingkat pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan penularan
penyakit menular.
1) Bila jawaban responden “BENAR” maka nilainya 1
2) Bila jawaban responden “SALAH” maka nilainya 0
Dengan klasifikasi:
Baik, nilai > 75-100% =1
Cukup jika nilai 56-75% =2
Kurang jika nilai < 55% =3
3.8.3.4 Tabulating
Tabulating adalah proses penyusunan data ke dalam tabel dan tahap ini data
dianggap telah selesai diproses sehingga harus segera disusun kedalam suatu format
yang telah dirancang. Pembuatan tabulasi termasuk dalam kerja memproses data,
memasukan data kedalam tabel dan mengatur semua angka sehingga dihitung dalam
berbagai katagori. Proses penyusunan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Tahap ini dapat dianggap selesai diproses, sehingga harus disusun kedalam format
yang dirancang, Notoatmodjo (2010:177).
3.8.4 Analisa Data
Analisis data merupakan bagian yang sanggat penting untuk mencapai tujuan
pokok penelitian, yaitu menjawab tertanyaan-pertanyaan penelitian yang
mengungkap fenomena. Data mentah yang didapat, tidak dapat menggambarkan
informasi yang diinginkan untuk menjawab masalah penelitian (Nursalam,
2009:117). Analisa yang digunakan adalah analisa deskriptif yang pengolahan data
dengan menggambarkan dan meringkas data secara ilmiah dalam bentuk tabel atau
grafik. Kegiatan dalam menganalisis data yaitu:
3.8.4.1 Analisa Univariat
Analisa univariat digunakan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi
dari semua variabel yang diteliti baik variabel independen maupun variabel
68

dependen. Analisa univariat yaitu dilakukan terhadap variabel (umur, pendidikan


terakhir dan sumber informasi). Pada umumnya dalam analisis ini hanya
menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel dengan menggunakan
bantuan program SPSS (Notoatmodjo, 2010).
3.8.4.2 Analisa Bivariat
Analisa bivariat adalah analisa yang digunakan untu mengetahui kemungkinan
adanya hubungan atau korelasi dari dua variabel (Notoatmodjo, 2010). Untuk
melihat probalilitas yang dipakai adalah p=<0,05 pengolahan data meliputi proses
editing data, pengolahan data dan analisa data. Pengolahan data menggunakan
program SPSS for windows.
Pada penelitian ini data terkumpul kemudian dilakukan tabulasi data, dan analisa
data dengan menggunakan uji statistik wilcoxon dengan derajat kemaknaan p=<0,05.
Teknik ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda (sign test). Kalau dalam uji
tanda besarnya selisih nilai angka positif dan negatif tidak diperhitungkan.
Sedangkan dalam uji tanda, teknik ini digunakan untuk menguji signifikasi
komparatif dua sampel yang berkolerasi bila datanya berbentuk ordinal (Sugiyano,
2007). Uji perangkat bertanda wilcoxon digunakan untuk menganalisis hasil-hasil
pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Adapun
langkah-langkah uji Wilcoxon Sign Rank mengunakan SPSS yaitu sebagai berikut:
pertama-tama buka file, kemudian klik analyze; pilih nonparametric test, klil 2 kali
related samples (muncul two related samples test) pada test pair (s) isikan variabel-
variabel sebelum dan sesudah perilakuan; pada test type pilih wilcoxon, klik option
pilih descriptive, klik continue, klik Ok, muncul output.
Uji ini dilakukan untuk mengetahui tingkat perubahan kepala keluarga sebelum
dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dalam upaa pencegahan penularan
penyakit menular. Jika hasil analisa penelitian didapatkan p=<0,05 maka H1 diterima
artinya ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan
Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Menular di Ligkungan RT
1/RW I Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya.
69

3.9 Keterbatasan
Keterbatasan penulisan dalam penelitian ini adalah kurangnya literatur dalam
pembahasan teori tentang pengaruh pendidikan kesehatan dalam upaya pencegahan
penularan penykit menular.

3.10 Etila penulisan


Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mendapat rekomendasi dan permintaan
izin untuk melakukan penelitian di RT 1/RW I Kelurahan Kereng Bangkirai Kota
Palangka Raya. Setelah mendapatkan persetujuan, barulah melakukan penelitian
dengan menekankan masalah etika yang melituti:
3.10.1 Informed Consent (Lembar persetujuan)
Informed Consent diberikan sebelum melakukan penelitian. Informed Consent
berupa lembar persetujuan untuk menjadi responden. Pemberian Informed Consent
ini bertujuan agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian serta mengetahui
dampaknya. Jika subjek bersedia, maka mereka harus menanda tangani lembar
persetujuan dan jika responden tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati
keputusan tersebut (Hidayat, 2008:58).
3.10.2 Anonimity (Tanpa nama)
Anonimity berarti tidak perlu mencantumkan nama pada lembar pengumpulan
data. Peneliti hanya menuliskan kode pada lembar pengumpilan data tersebut
(Hidayat, 2008:59).
3.10.3 Confidentiality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh
peneliti, hanya kelompok tertentu yang akan dilaporkan dalam hasil penelitian
(Hidayat, 2008:59).