Anda di halaman 1dari 9

Manajemen Kesiswaaan Taman Kanak – Kanak merupakan aktivitas manajemen yang berkenaan

dengan pengelolaan siswa di taman kanak – kanak. Pengelolaan siswa taman kanak – kanak
merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting dalam keseluruhan manajemen
penyelenggaraan pendidikan di taman kanak – kanak sebagai pendidikan prasekolah
A. Pengertian Manajemen Kesiswaan.
Manajemen kesiswaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerja sama dalam
menyelesaikan masalah siswa dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Ada 3 hal yang perlu
digaris bawahi berkaitan dengan manajemen kesiswaan di TK:
1. Manajemen kesiswaan itu merupakan keseluruhan proses kerja sama dalam bidang kesiswaan.
2. Bidang kerja sama dalam manajemen kesiswaan itu adalah menyelesaikan masalah – masalah
yang berkaitan dengan siswa.
3. Manajemen kesiswaan memiliki tujuan tertentu.
B. Tujuan Manajemen Kesiswaan.
Tujuan manajemen kesiswaan adalah mengatur semua penyelesaian tugas - tugas yang
berkenaan dengan siswa. Dan diharapkan semua tugas yang berkenaan dengan siswa
berlangsung dengan efektif dan efesien sehingga memperlancar pencapaian tujuan lembaga
pendidikan. Tujuan manajemen kesiswaan secara rinci:
1. Memperlancar pelaksanaan perencanaan siswa sehingga sedini mungkin dapat diupayakan
persiapan menyongsong datangnya siswa baru.
2. Memberikan pelayanan pendidikan sebaik – baiknya sesuai dengan karakteristik siswa, seperti
layanan kesehatan dan layanan transportasi.
3. Menciptakan suasana taman kanak – kanak sebagai lembaga yang tertib dan aman sehingga
kepribadian siswa dapat tumbuh dan berkembang secara wajar.
4. Mempermudah laporan kegiatan siswa.
C. Prinsip – Prinsip Manajemen Kesiswaan.
Prinsip – prinsip manajemen kesiswaan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Siswa di taman kanak – kanak adalah anak – anak yang berusia 4 – 5 tahun.
2. Semua program layanan kesiswaan harus didasarkan pada kebutuhan siswa yang bersangkutan.
3. Penyelesaian manajemen kesiswaan yang baik itu pada dasarnya dapat menciptakan situasi
belajar yang tertib dan teratur sehingga kepribadian siswa dapat bertumbuh secara wajar.
4. Penyelesaian manajemen kesiswaan itu membutuhkan dana, fasilitas, tenaga, dan waktu yang
tidak sedikit.
5. Penyelesaian manajemen kesiswaan itu dapat dikatakan baik apabila benar – benar dapat
memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar.
D. Kegiatan Manajemen Kesiswaan di Taman Kanak – Kanak.
Ada beberapa kegiatan manajemen kesiswaan di taman kanak – kanak, yaitu:
1. Perencanaan kesiswaan,
2. Pengaturan penerimaan siswa baru,
3. Pengelompokan siswa,
4. Pencatatan kehadiran siswa,
5. Pembinaan disiplin siswa,
6. Pengaturan perpindahan siswa,
7. Pengaturan kelulusan siswa, dan
8. Pengaturan pelaksanaan layanan khusus bagi siswa.
Semua kegiatan di sekolah pada akhirnya ditujukan untuk membantu peserta
didik mengembangkan dirinya. Upaya itu akan optimal jika peserta didik itu
secara sendiri berupaya aktif mengembangkan diri sesuai dengan program-
program yang dilakukan sekolah. Oleh karena itu sangat penting untuk
menciptakan kondisi agar peserta didik dapat mengembangkan diri secara
optimal. Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah memegang peran penting
dalam menciptakan kondisi tersebut.

Dengan begitu, Manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan
data peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara
operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan
dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah.

Ruang lingkup manajemen peserta didik, yaitu :

a. Analisis kebutuhan peserta didik

Langkah pertama adalah melakukan analisis kebutuhan, yaitu penetapan siswa


yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Kegiatan yang dilakukan
dalam langkah ini adalah :

1) Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima


Penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima perlu dilakukan sebuah
lembaga pendidikan, agar layanan terhadap peserta didik bisa dilakukan secara
optimal. Besarnya jumlah peserta didik yang akan diterima harus
mempertimbangkan hal-hal berikut :
• Daya tampung kelas atau jumlah kelas yang tersedia. Berapa calon jumlah
siswa yang akan diterima sangat bergantung pada jumlah kelas atau fasilitas
tempat duduk yang tersedia. Penerimaan siswa baru pada umunya hanya untuk
kelas permulaan. Jumlah peserta didik dalam satu kelas (ukuran kelas)
berdasarkan kebijakan pemerintah berkisar antara 40-45 orang. Sedangkan
ukuran kelas yang ideal secara teoritik berjumlah 25-30 peserta didik tiap kelas.
• Rasio murid dan guru. Yaitu perbandingan antara banyaknya peserta didik
dengan guru perfultimer. Secara ideal rasio murid dan guru adalah 1 : 30

2) Menyusun program kegiatan kesiswaan


Penyusunan program kegiatan bagi siswa selama mengikuti pendidikan
disekolah harus didasarkan kepada :
• Visi dan misi lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan
• Minat dan bakat peserta didik
• Sarana dan prasarana yang ada
• Anggaran yang tersedia
• Tenaga kependidikan yang tersedia

b. Rekruitmen peserta didik

Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada


hakikatnya adalah merupakan proses pencarian, menentukan dan menarik
pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik dilembaga pendidikan
(sekolah) yang bersangkutan.

Kebijakan dalam penerimaan peserta didik:


1. Undang-undang Dasar 1945. Dalam UUD 1945 disebutkan pada alinea ke
empat bahwa salah satu tujuan pemerintah Negera Indonesia adalah untuk
“mencerdaskan kehidupan bangsa”
2. Undang-undang Pokok pendidikan no. 4 tahun 1950. Undang-undang ini
dikenal juga sebagai undang-undang no.12 tahun 1954. BabXI pasal 17 berbunyi
“Tiap-tiap warga negara Republik Indonesia mempunyai hak yang sama untu
diterima menjadi murid suatu sekolah, jika memenuhi syarat-syarat yang
ditetapkan untuk pendidikan dan pengajaran pada sekolah itu”

Langkah-langkah rekruitmen peserta didik (siswa baru) adalah sebagai berikut :


1) Pembentukan panitia penerimaan siswa baru. Pembentukan panitia ini
disusun secara musyawarah dan terdiri dari semua unsur guru, tenaga tata
usaha dan dewan sekolah/ komite sekolah.
2) Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru
yang dilakukan secara terbuka. Pengumuman penerimaan siswa baru ini berisi
hal-hal berikut :
• Gambaran singkat sekolah yang meliputi : sejarah sekolah ,visi dan misi
sekolah, kelengkapan fasilitas sekolah, tenaga kependidikan yang dimiliki serta
hal-hal lain yang perlu disampaikan pada calon pelamar.
• Persyaratan pendaftaran siswa baru minimal meliputi : surat sehat dari dokter,
ada batasan usia yang ditunjukkan dengan akte kelahiran (TK maksimal 6 tahun,
SD maksimal 12 tahun, SLTP maksimal 15 tahun, SLTA maksimal 18 tahun),
surat keterangan berkelakuan baik, salinan nilai (raport/STTB/nilai UAN) dari
sekolah sebelumnya, melampirkan pas foto (3×4 atau 4×6).
• Cara pendaftaran. Ada dua cara yaitu secara individu oleh masing-masing
calon peserta didik yang datang ke sekolah yang dituju atau secara kolektif oleh
pihak sekolah dimana peserta didik sekolah sebelumnya
• Waktu pendaftaran, yang memuat kapan waktu pendaftaran dimulai dan kapan
waktu pendaftaran diakhiri. Waktu pendaftaran ini meliputi hari, tanggal dan jam
pelayanan.
• Tempat pendaftaran. Hal ini mementukan dimana saja peserta didik dapat
mendaftarkan diri.
• Berapa uang pendaftaran dan kepada siapa uang tersebut diserahkan (melalui
petugas pendaftaran atau bank yang ditunjuk) serta bagaimana pembayarannya
(tunai atau diangsur).
• Waktu dan tempat seleksi yang meliputi waktu pengumuman hasil seleksi dan
dimana calon peserta didik dapat memperolehnya.

c. Seleksi peserta didik

Seleksi peserta didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk
menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di
sekolah tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Seleksi peserta didik perlu dilakukan terutama bagi lembaga pendidikan


(sekolah) yang calon peserta didiknya melebihi daya tampung yang tersedia
dilembaga pendidikan tersebut. Adapun cara seleksi yang dapat digunakkan
adalah :
1. Melalui tes atau ujian. Adapun tes ini meliputi psiko tes, tes jasmani, tes
kesehatan, tes akademik atau tes ketrampilan.
2. Melalui penelusuran Bakat Kemampuan. Yang dimaksud dengan bakat
kemampuan ialah pembawaan-pembawaan yang menunjukkan adanya potensi-
potensi yang bagus. Penelusuran ini biasanya didadarkan pada prestasi yang
diraih oleh calon peserta didik dalam bidang olah raga atau kesenian.
3. Berdasarkan nilai STTB atau nilai UAN. Sistem penerimaan ini menggunakkan
nilai-nilai hasil ujian akhir sebagai dasar kriteria untuk penentuan penerimaan
siswa baru. Berdasar nilai akan diperingkat dari calon siswa yang mendaftar,
ditentukan siapa-siapa yang akan diterima sebagai siswa baru disuatu sekolah.
4. Pindah sekolah. Mengenai perpindahan siswa dari suatu sekolah ke sekolah
lain biasana ada pedoman-pedoman peraturan yang harus diikuti.

d. Orientasi

Orientasi peserta didik adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan


mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik itu
menempuh pendidikan. Situasi dan kondisi menyangkut lingkungan fisik sekolah
dan lingkungan sosial sekolah.

Tujuan diadakan orientasi bagi peserta didik antara lain:


• Agar peserta didik lebih mengerti dan mentaati segala peraturan yang berlaku
di sekolah
• Agar peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakan sekolah
• Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik,
mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses
pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan kehidupan di
sekolah. Orientasi sering disebut juga sebagai MOS, MOPD, POS dan lain-lain.

e. Penempatan peserta didik (Pembagian kelas)

Sebelum peserta didik mengikuti proses pembelajaran, terlebih dahulu perlu


ditempatkan atau dikelompokkan dalam kelompok belajarnya. Pengelompokkan
peserta didik pada sekolah-sekolah sebagian besar didasarkan pada sistem
kelas.

William A. Jeager mengelompokkan peserta didik berdasarkan:


• Fungsi integrasi yaitu pengelompokkan yang didasarkan pada kesamaan-
kesamaan yang ada pada peserta didik. Pengelompokkan didasarkan pada jenis
kelamin, umur dan sebagainya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi ini
menghasilkan pembelajaran yang bersifat klasik.
• Fungsi perbedaan, yaitu pengelompokkan peserta didik didasarkan pada
perbedaan-perbedaan yang ada dalam individu peserta didik, seperti minat,
bakat, kemampuan dan sebagainya. Pengelompokan ini menghasilkan
pembelajaran individual.

Menurut Hendyat Soetopo, dasar pengelompokkan peserta didik ada lima yaitu:
• Friendship grouping, yaitu pengelompokan peserta didik didasarkan pada
kesukaan di dalam memilih teman antar peserta didik itu sendiri.
• Achievement grouping, yaitu pengelompokkan peserta didik didasarkan pada
prestasi yang dicapai oleh siswa.Aptitude grouping, yaitu pengelompokan
peserta didik atas kemampuan dan bakat yang sesuai dengan apa yang dimiliki
oleh peserta didik itu sendiri.
• Attention or interest grouping, yaitu pengelompokkan peserta didik didasarkan
atas perhatian atau minat yang didasari kesenangan peserta didik itu sendiri.
• Intelligence grouping, yaitu pengelompokkan peserta didik yang didasarkan
atas hasil tes intelegensi yang diberikan kepada peserta didik itu sendiri.

f. Kehadiran peserta didik disekolah

Kehadiran disebut juga presensi peserta didik. Presensi mengandung dua arti,
yaitu masalah kehadiran disekolah dan ketidakhadiran disekolah. Hal itu
merupakan hal yang penting masalah penting dalam pengelolaan siswa
disekolah, karena berhungan erat dengan prestasi belajar peserta didik.
Kehadiran kurang dari 80% tidak diperkenankan mengikuti ujian

Faktor-faktor penyebab ketidak hadiran peserta didik


Faktor-faktor ketidakhadiran siswa umumnya dibedakan dalam dua jenis yaitu
faktor kesehatan dan non kesehatan. Faktor kesehatan biasanya anak sering
mengalami sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat hadir dalam pembelajaran di
kelas. Faktor non kesehatan ada bermacam-macam hal yang
melatarbelakanginya misalnya, siswa harus membantu urusan keluarga dirumah,
diajak pergi oleh orang tua atau keluarga yang lain, dan sebagainya.

Sumber-sumber penyebab ketidakhadiran peserta didik


Sumber-sumber penyebab ketidakhadiran siswa disekolah bisa dibedakan dalam
empat jenis yaitu, lingkungan sekolah, lingkungan rumah tangga, lingkungan
masyarakat, dan lingkungan siswa itu sendiri.
g. Pembinaan dan pengembangan peserta didik

Langkah berikutnya dalam manajemen peserta didik adalah melakukan


pembinaan dan pengembangan terhadap peserta didik. Pembinaan dan
pengembangan peserta didik ini dilakukan sehingga anak mendapatkan
bermacam-macam pengalaman belajar untuk bekal di masa yang akan datang.
Lembaga pendidikan (sekolah) dalam pembinaan dan pengembangan peserta
didik biasanya melakukan kegiatan yang disebut kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler.

Kegiatan kurikuler adalah semua kegiatan yang telah ditentukan di dalam


kurikulum yang pelaksaannya dilakukan pada jam-jam pelajaran. Sedangkan
kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan peserta didik yang dilaksanankan
diluar ketentuan yang telah ada diluar kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler ini
biasanya terbentuk berdasarkan bakat dan minat yang dimiliki oleh peserta didik.

Dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan ini peserta didik diproses untuk
menjadi manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan. Bakat,
minat dan kemampuan peserta didik harus ditumbuh kembangkan secara
optimal melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakulikuler. Keberhasilan pembinaan
dan pengembangan peserta didik diukur melalui proses penilaian yang dilakukan
oleh lembaga pendidikan. Ukuran yang sering dilakukan adalah naik kelas dan
tidak naik kelas bagi peserta didik yang belum mencapai tingkat akhir. Penilaian
yang dilakukan oleh guru tentu saja didasarkan prinsip-prinsip penilaian yang
berlaku di lembaga pendidikan tersebut

h. Pencatatan dan Pelaporan

Kegiatan pencatatan dan pelaporan dimulai sejak peserta didik diterima di


sekolah tersebut sampai mereka tamat atau meninggalkan sekolah tersebut.
Pencataan tentang kondisi peserta didik perlu dilakukan agar pihak lembaga
dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta didik. Sedangkan
pelaporan dilakukan sebagai wujud tanggung jawab lembaga agar pihak-pihak
terkait dapat mengetahui perkembangan peserta didik di lembaga terkait. Untuk
melakukan pencatatan dan pelaporan diperlukan peralatan dan perlengkapan
yang dapat mempermudah, berupa

Buku induk siswa


Buku ini disebut juga buku pokok atau stambuk. Buku ini berisi catatan tentang
peserta didik yang masuk pada sekolah tersebut. Setiap pencatatan peserta
didik disertai dengan nomor pokok/stambuk dan dilengkapi dengan data-data lain
peserta didik.

Buku klapper
Buku ini sangat penting karena kita dapat mencari siswa yang masih ada/belajar
di sekolah pada saat ini ataupun untuk mencari nomor induk siswa yang telah
tamat atau pernah belajar di mdrasah tersebut. Catatan pada buku tersebut
diberikan batas pada setiap tahuh pelajaran. Buku ini berfungsi untuk membantu
buku induk, memuat data murid yang penting-penting. Pengisianya dapat di
ambil dari buku induk tetapi tidak selengkap buku induk itu. Disini daftar nilai juga
tercatat. Kegunaan utama dari buku klaper adalah untuk memudahkan mencari
Data murid, apalagi belum diketahui nomor induknya. Hal ini mudah di temukan
dalam buku klaper karena nama murid disusun menurut abjad.

Daftar presensi
Buku mutasi yaitu buku yang digunakan untuk mencatat adanya murid-murid
yang pindah, baik pindah ke sekolah lain (mutasi ekstern), maupun masih dalam
lingkungan sekolah terebut (mutasi intern)Daftar hadir siswa dapat dibuat sesuai
kebutuhan dan diisi setiap hari, selanjutnya di rekap setiap bulan. Kehadiran
siswa penting artinya dalam rangka pembinaan disiplin siswa dan pemberian
materi pelajaran yang belum di pelajari akibat ketidakhadiranya (secara jelas
dibahas pada pegelolaan absensi). Absensi siswa dapat dijadikan tolak ukur
tingkat kedisiplinan siswa.

Daftar mutasi peserta didik


Buku mutasi rutin diisi setiap awal dan akhir bulan, hal ini sangat membantu
dalam pembuatan laporan keadaan siswa setiap bulan/triwulan/tahun. Ditutup
tiap akhir bulan ditandatangani oleh kepala madrasah/Kepala tata usaha.

Buku catatan pribadi peserta didik


Daftar nilai

Buku legger
Buku daftar kelas/legger digunakan untuk mencatat biodata setiap siswa dalam
satu kelompok belajar siswa, termasuk nilai rapor setiap siswa dn setiap catur
wulan. Sebenarnya buku ini pada setiap akhir tahun pelajaran, buku daftar kelas
seluruhnya ( kelas 1-V1 untuk MI, kelas 1- III untuk MTs, dan MA) dibendel
menjadi satu buku, sehingga merupakan kumpulan buku-buku daftar kelas satu
tahun pelajaran. Hal ini untuk menghindari tercecer atau hilang data siswa
khususnya data nilai belajar.

Buku rapport
Buku raport berfungsi untuk melihat kemajuan siswa setiap jangka waktu tertentu
(catur wulan). Raport diberi nomor sei agar tidak disalahgunakan.

i. Kelulusan dan alumni

Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik.
Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan tentang telah
diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peserta didik.
Setelah peserta didik selesai mengikuti seluruh program pendidikan di suatu
lembaga pendidikan dan berhasil lulus dan ujian akhir, maka kepada peserta
didik itu diberikan surat keterangan lulus atau sertifikat. Umumnya surat
keterangan tersebut sering disebut ijazah atau SuratTanda Tamat Belajar
(STTB).