Anda di halaman 1dari 1

2.

1 SUB ALJABAR

Misalkan ( B, ∗, ⨁, ‘, 0, 1 ) adalah aljabar Boole dan S ⊆

B, S disebut Sub Aljabar Boole dari B jika ( S, ∗, ⨁, ‘, 0, 1 ) aljabar Boole. Dengan kata lain s disebut sub
aljabar booledari b jika S memuat elemen 0 dan 1serta tertutup terhadap operasi ∗, ⨁, dan ‘ .

Dalam pemeriksaan apakah S merupakan sub aljabar boole dari B atau bukan, kita tidak perlu memeriksa
ketertutupan terhadap operasi (∗, ‘ ) atau (, ⨁, ‘) sudah cukup untuk menjamin bahwa S sub aljabar
boole dari B. Hal ini disebabkan untuk setiap a,b ⊆ B

a ⨁ b = ( a’ * b’ ) juga 1 = (a * a’ )’ dan 0 = a * a’

Sehingga ketertutupan terhadap * dan 1 menjamin ketertutupan terhadap operasi ⨁ serta eksistensi
elemen 0 dan 1 dalam sub aljabar.

Dari definisi subaljabar Boole dapat kita , lihat bahwa sebuah subaljabar Boole adalah aljabar Boole.
Sebuah himpunan bagian dari suatu subaljabar Boole dapat berupa aljabar Boole . Himpunan bagian
tersebut mungkin bukan sebuah subaljabar Boole karena tidak tertutup terhadap operasi-operasi dalam
B

pada suatu aljabar Boole ( B, ∗, ⨁, ‘, 0, 1 ) himpunan bagian (0,1) dan B kedua-duanya merupakan
subaljabar Boole. Pandang a ∈ B sedemikian hingga a≠0 dan a≠1, dan pandang pula himpunan { a, a’, 0,
1 }. Jelaslah bahwa himpunan ini merupakan subaljabar Boole dari aljabar Boole yang diberikan. Setiap
elemen dari B menghasilkan sebuah subaljabar boole. Secara umum, suatu himpunan bagian dari B
membentuk sebuah subaljabar Boole

contoh 1 :

pandang aljabar Boole yang disajikan dalam gambar . 1. Misalkan himpunan bagian-bagiannya adalah
sebagai berikut :

S1 = { a, a’, 0,1 }

S2 = { a’ + b, a*b’, 0,1 }

S3 = { a*b’, b’, a,1 }

S4 = { a, b’, 0,1 }

Himpunan bagian S1 dan S2 adalah subaljabar boole. Himpunan bagian S3 dan S4 adalah aljabar Boole,
akan tetapi bukan subaljabar Boole dari aljabar yang diberikan. Himpunan bagian S5 bukan aljabar Boole