Anda di halaman 1dari 1

Sajak Bunda Kepada Gadisnya

Nak, aku mencintaimu


Mencintaimu bukan serupa abu
Dari bara lalu menjadi tiada
aku mencintaimu serupa tiang rumah kita

Terbangun dari berbagai pilihan


Dari setiap sudut yang kau pijakkan
Tak lelah dan tak salah
Aku mencintaimu tiada meminta dan tiada pasrah

Luka yang kau perbuat sempat aku jilat


Dan darah yang kau alirkan sempat aku sumbat

Kini kau dᥱwasa sudah mengenal dunia


Layu sekuntum mawar tiada menyinggung wajah bunda
Karena kau sudah dimabʋk gelora remaja

Nak, aku mencintaimu


Lidah dan bibir yang pernah merasa
Sudah lelah di kesunyian usia Nak,
percayalah bunda mencintaimu Tegal