Anda di halaman 1dari 606

Indonesia

Indonesia Survei Demografi Dan Kesehatan 2017

Survei Demografi Dan Kesehatan

2017

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia

2017

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jakarta, Indonesia

Badan Pusat Statistik Jakarta, Indonesia

Kementerian Kesehatan Jakarta, Indonesia

Jakarta, Indonesia Badan Pusat Statistik Jakarta, Indonesia Kementerian Kesehatan Jakarta, Indonesia USAID September 2018

USAID

September 2018

Jakarta, Indonesia Badan Pusat Statistik Jakarta, Indonesia Kementerian Kesehatan Jakarta, Indonesia USAID September 2018
Jakarta, Indonesia Badan Pusat Statistik Jakarta, Indonesia Kementerian Kesehatan Jakarta, Indonesia USAID September 2018
Jakarta, Indonesia Badan Pusat Statistik Jakarta, Indonesia Kementerian Kesehatan Jakarta, Indonesia USAID September 2018

Laporan ini memuat temuan utama Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. SDKI adalah bagian dari program internasional Demographic and Health Survey (DHS), yang dirancang untuk mengumpulkan data fertilitas, keluarga berencana, dan kesehatan ibu dan anak.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dilaksanakan bersama oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Kesehatan. Pembiayaan survei disediakan oleh Pemerintah Indonesia. ICF International menyediakan bantuan teknis melalui proyek MEASURE DHS, sebuah program yang didanai oleh U.S. Agency for International Development (USAID).

Informasi tambahan tentang survei dapat diperoleh dari Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS, Jalan Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta 10710, Indonesia (Telp./fax. 345-6285, e-mail:

demografi@bps.go.id) atau Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan BKKBN, Jalan Permata No. 1 Halim Perdanakusumah, Jakarta 13650, Indonesia (Telp./fax. 800-8557, email: pusdu2016 @gmail.com), atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Jalan Percetakan Negara 29, Jakarta 10560, Indonesia (Telp. 426-1088, fax. 424-3935, email: sesban@litbang. depkes.go.id).

Informasi mengenai program DHS dapat diperoleh dari ICF International, 530 Gaither Road, Suite 500, Rockville, MD 20850 USA; Telephone: +1 301 407 6500; Fax: +1 301 407 6501; E-mail:

info@DHSprogram.com; Internet: http://www.DHSprogram.com.

DAFTAR ISI

TABEL DAN GAMBAR

vii

KATA PENGANTAR (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)

xvii

SAMBUTAN (Badan Pusat Statistik)

xix

SAMBUTAN (Kementerian Kesehatan)

xxi

SINGKATAN DAN AKRONIM

xxiii

CARA MEMBACA DAN MEMAHAMI TABEL SDKI 2017

xxvii

PETA INDONESIA

xxxv

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Survei

1

1.2 Rancangan Sampel

1

1.3 Kuesioner

2

1.4 Uji Coba

3

1.5 Pelatihan Petugas

3

1.6 Pelaksanaan Lapangan

4

1.7 Pengolahan Data

4

1.8 Hasil Kunjungan

4

BAB 2

KARAKTERISTIK PERUMAHAN DAN ANGGOTA RUMAH TANGGA

2.1 Sumber Air Minum

7

2.2 Sanitasi

8

2.3 Karakteristik Perumahan

9

2.4 Kekayaan Rumah Tangga

10

2.5 Cuci Tangan

11

2.6 Anggota Rumah Tangga dan Komposisi

11

2.7 Registrasi Kelahiran

12

2.8 Pendidikan

13

 

2.8.1 Tingkat Pendidikan

13

2.8.2 Partisipasi Sekolah

14

BAB 3

KARAKTERISTIK RESPONDEN

3.1 Karakteristik Responden

29

3.2 Pendidikan dan Kemampuan Membaca

30

3.3 Akses Terhadap Media Massa

32

3.4 Ketenagakerjaan

34

3.5 Jenis Pekerjaan

35

3.6 Karakteristik Pekerjaan Wanita

36

3.7 Jaminan Kesehatan

36

3.8 Penggunaan Tembakau

38

BAB 4

PERKAWINAN DAN AKTIVITAS SEKSUAL

4.1 Status Perkawinan

61

4.2 Poligini

62

4.3 Median Umur Kawin Pertama

62

4.4 Umur Pertama Melakukan Hubungan Seksual

63

4.5 Aktivitas Hubungan Seksual Terakhir

64

BAB 5

FERTILITAS

5.1

Tingkat dan Tren Fertilitas

75

5.2

Anak Lahir Hidup dan Anak Masih Hidup

77

5.3 Jarak Antar Kelahiran

77

5.4 Amenore Postpartum, Abstinensi, dan Masa Tidak Subur Setelah Melahirkan

78

5.5 Umur Pada Kelahiran Anak Pertama

79

5.6 Fertilitas Pada Remaja

80

BAB 6

KEINGINAN MEMILIKI ANAK

6.1 Keinginan Menambah Anak

91

6.2 Jumlah Anak Ideal

93

6.3 Perencanaan Kelahiran

94

6.4 Tingkat Fertilitas yang Diinginkan

94

BAB 7

KELUARGA BERENCANA

7.1 Pengetahuan dan Pemakaian Alat/Cara KB

101

7.2 Sumber Pelayanan Alat/Cara KB

105

7.3 Pemilihan Alat/Cara KB Berdasarkan Informasi yang Diterima (Informed Choice)

105

7.4 Tingkat Putus Pakai Alat/Cara KB

107

7.5 Kebutuhan Keluarga Berencana

107

7.6 Kontak Bukan Peserta KB dengan Petugas Lapangan KB

111

BAB 8

KEMATIAN BAYI DAN ANAK

8.1 Kematian Neonatal, Bayi, Dan Balita

137

8.2 Faktor Risiko Biodemografi

139

8.3 Kematian Perinatal

139

8.4 Perilaku Fertilitas Risiko Tinggi

140

BAB 9

PELAYANAN KESEHATAN IBU

9.1 Cakupan Pemeriksaan dan Komplikasi Kehamilan

148

9.2 Komponen Pemeriksaan Kehamilan

150

9.3 Komplikasi Kehamilan

151

9.4 Pelayanan Persalinan

153

9.5 Perawatan Masa Nifas

158

9.6 Masalah dalam Mengakses Pelayanan Kesehatan

161

BAB 10

KESEHATAN ANAK

10.1 Berat Anak Saat Lahir

179

10.2 Imunisasi pada Anak

180

10.3 Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

182

10.4 Demam

183

10.5 Penyakit Diare

183

10.6 Pengobatan Penyakit pada Anak

186

10.7 Pembuangan Tinja Anak

186

BAB 11

PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK

11.1 Inisiasi Menyusu Dini

202

11.2 ASI Eksklusif

203

11.3 Median Lama Pemberian ASI

204

11.4 Makanan Pendamping ASI

204

11.5 Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)

205

11.6 Konsumsi Zat Gizi Mikro Anak

207

11.7 Konsumsi Zat Gizi Mikro Ibu

208

BAB 12

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG HIV AIDS DAN ISU TERKAIT

12.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS, Penularan, dan Cara Pencegahan

218

12.2 Pengetahuan tentang Penularan HIV dari Ibu ke Anak

219

12.3 Sikap Diskriminasi terhadap Orang yang Hidup dengan HIV

220

12.4 Sikap Bernegosiasi terhadap Hubungan Seksual yang Aman dengan Suami

220

12.5 Membayar untuk Hubungan Seksual dan Penggunaan Kondom saat Hubungan Seksual Terakhir

221

12.6 Prevalensi Suntikan Medis

221

12.7 Prevalensi Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Gejala IMS

222

12.8 Sumber Informasi tentang HIV AIDS

222

12.9 Wanita umur 15-49 dan Pria Kawin umur 15-54 yang Mencari Pengobatan untuk IMS

223

BAB 13

PEMBERDAYAAN WANITA

13.1 Pekerjaan dan Penghasilan Wanita dan Pria

238

13.2 Kontrol atas Penghasilan Wanita

238

13.3 Kontrol Atas Penghasilan Pria

239

13.4 Kepemilkan Aset Pria dan Wanita

240

13.5 Kepemilikan Rekening Bank dan Telepon Seluler

241

13.6 Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan

242

13.7 Sikap terhadap Pemukulan terhadap Isteri

244

13.8 Indikator Pemberdayaan Wanita

245

13.9 Pemberdayaan Wanita dan Indikator Kesehatan

245

BAB 14

PERAN SERTA AYAH DALAM PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA

14.1 Pemeriksaan Ibu Selama Masa Kehamilan

265

14.2 Pengetahuan Ayah tentang Jumlah Cairan yang Diberikan Ketika Anak Mengalami Diare

267

DAFTAR PUSTAKA

271

LAMPIRAN A

TABEL-TABEL PROVINSI

273

LAMPIRAN B

DESAIN SURVEI

B.1

Pendahuluan

333

B.2

Desain Sampel dan Implementasi

333

LAMPIRAN C

ESTIMASI KESALAHAN SAMPLING

343

LAMPIRAN D

TABEL KUALITAS DATA

381

LAMPIRAN E

STAF SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017

387

LAMPIRAN F

DAFTAR PERTANYAAN

403

TABEL DAN GAMBAR

BAB 1

PENDAHULUAN

Tabel 1.1

Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan

5

BAB 2

KARAKTERISTIK PERUMAHAN DAN ANGGOTA RUMAH TANGGA

Tabel 2.1

Sumber air minum rumah tangga

17

Tabel 2.2

Ketersediaan air

18

Tabel 2.3

Fasilitasi sanitasi rumah tangga

18

Tabel 2.4

Karakteristik rumah tangga

19

Tabel 2.5

Kepemilikan rumah tangga

20

Tabel 2.6

Kuintil kekayaan

21

Tabel 2.7

Perilaku mencuci tangan

22

Tabel 2.8

Anggota rumah tangga menurut umur, jenis kelamin, dan tempat tinggal

23

Tabel

2.9

Komposisi

rumah tangga

24

Tabel 2.10

Pencatatan kelahiran anak umur di bawah lima tahun

24

Tabel 2.11.1

Tingkat pendidikan anggota rumah tangga wanita

25

Tabel 2.11.2

Tingkat pendidikan anggota rumah tangga pria

26

Tabel 2.12

Partisipasi sekolah

27

Gambar 2.1

Air minum rumah tangga menurut daerah tempat tinggal

8

Gambar 2.2

Jenis kakus di rumah tangga menurut daerah tempat tinggal

9

Gambar 2.3

Kekayaan rumah tangga berdasarkan daerah tempat tinggal

10

Gambar 2.4

Piramida penduduk

11

Gambar 2.5

Registrasi kelahiran menurut kuintil kekayaan

12

Gambar 2.6

Registrasi kelahiran menurut provinsi

13

Gambar 2.7

Tingkat kehadiran sekolah menengah menurut kuintil kekayaan

14

BAB 3

KARAKTERISTIK RESPONDEN

Tabel 3.1

Karakteristik latar belakang responden

40

Tabel 3.2.1

Tingkat pendidikan: Wanita

41

Tabel 3.2.2

Tingkat pendidikan: Pria kawin

42

Tabel 3.3.1

Kemampuan membaca dan menulis: Wanita

43

Tabel 3.3.2

Kemampuan membaca dan menulis: Pria kawin

44

Tabel 3.4.1

Akses terhadap media massa: Wanita

45

Tabel 3.4.2

Akses terhadap media massa: Pria kawin

46

Tabel 3.5.1

Penggunaan internet: Wanita

47

Tabel 3.5.2

Penggunaan internet: Pria kawin

48

Tabel 3.6.1

Status pekerjaan: Wanita

49

Tabel 3.6.2

Status pekerjaan: Pria kawin

50

Tabel

3.7.1

Jenis

pekerjaan:

Wanita

51

Tabel 3.7.2

Jenis pekerjaan: Pria kawin

52

Tabel 3.8

Karakteristik pekerjaan: Wanita

53

Tabel 3.9.1

Cakupan jaminan kesehatan: Wanita

54

Tabel 3.9.2

Cakupan jaminan kesehatan: Pria kawin

55

Tabel 3.10.1

Merokok bagi wanita

56

Tabel 3.10.2

Merokok bagi pria

57

Tabel 3.11

Rata-rata jumlah batang rokok yang dikonsumsi pria per hari

58

Tabel 3.12

Penggunaan jenis/bentuk tembakau

59

Gambar 3.1

Tingkat pendidikan

30

Gambar 3.2

Pendidikan menurut daerah tempat tinggal

31

Gambar 3.3

Pendidikan menurut kuintil kekayaan

31

Gambar 3.4

Kemampuan membaca menurut umur

31

Gambar 3.5

Kemampuan membaca menurut daerah tempat tinggal

32

Gambar 3.6

Akses terhadap media massa

32

Gambar 3.7

Penggunaan internet

33

Gambar 3.8

Ketenagakerjaan menurut daerah tempat tinggal

34

Gambar 3.9

Ketenagakerjaan menurut pendidikan

35

Gambar 3.10

Ketenagakerjaan menurut kuintil kekayaan

35

Gambar 3.11

Jenis pekerjaan

35

Gambar 3.12

Jenis pendapatan

36

Gambar 3.13

Jaminan kesehatan

37

Gambar 3.14

Merokok

38

BAB 4

PERKAWINAN DAN AKTIVITAS SEKSUAL

Tabel 4.1

Status perkawinan

66

Tabel 4.2

Jumlah istri dari pria kawin

67

Tabel 4.3

Umur kawin pertama

68

Tabel 4.4

Media umur kawin pertama

69

Tabel 4.5

Umur saat pertama melakukan hubungan seksual

70

Tabel 4.6

Median umur pertama melakukan hubungan seksual

71

Tabel 4.7.1

Aktivitas seksual terakhir: Wanita

72

Tabel 4.7.2

Aktivitas seksual terakhir: Pria kawin

73

Gambar 4.1

Status kawin

62

Gambar 4.2

Median umur kawin pertama menurut tempat tinggal

63

Gambar 4.3

Median umur pertama melakukan hubungan seksual dan umur kawin pertama

64

BAB 5

FERTILITAS

Tabel 5.1

Angka Fertilitas

83

Tabel 5.2

Angka fertilitas menurut karakteristik latar belakang

83

Tabel 5.3.1

Angka fertilitas menurut umur

84

Tabel 5.3.2

Tren ASFR dan TFR

84

Tabel 5.4

Anak lahir hidup dan anak masih hidup

85

Tabel 5.5

Jarak antar kelahiran

86

Tabel 5.6

Amenore postpartum, abstinensi, dan tidak subur setelah melahirkan

87

Tabel 5.7

Median lamanya amenore pospartum, abstinensi dan masa tidak subur setelah

melahirkan

87

Tabel 5.8

Menopause

88

Tabel 5.9

Umur melahirkan pertama

88

Tabel 5.10

Median umur melahirkan pertama

88

Tabel 5.11

Fertilitas Remaja

89

Gambar 5.1

Angka fertilitas total menurut tempat tinggal

76

Gambar 5.2

Tren fertilitas menurut tempat tinggal

76

Gambar 5.3

Angka kelahiran menurut kelompok umur

76

Gambar 5.4

Angka fertilitas total menurut tingkat pendidikan

77

Gambar 5.5

Angka fertilitas total menurut kuintil kekayaan

77

Gambar 5.6

Jarak antar kelahiran

78

Gambar 5.7

Median umur melahirkan pertama menurut tempat tinggal

80

Gambar 5.8

Median umur melahirkan pertama menurut pendidikan

80

Gambar 5.9

Median umur melahirkan pertama menurut tempat tinggal

80

Gambar 5.10

Remaja wanita yang sudah menjadi ibu menurut kuintil kekayaan

81

Gambar 5.11

Remaja wanita yang sudah menjadi ibu menurut tingkat pendidikan

81

Gambar 5.12

Remaja wanita yang sudah menjadi ibu menurut kuintil kekayaan

81

BAB 6

KEINGINAN MEMILIKI ANAK

Tabel 6.1

Keinginan mempunyai anak menurut jumlah anak masih hidup

97

Tabel 6.2.1

Keinginan untuk tidak mempunyai anak lagi: Wanita

97

Tabel 6.2.2

Keinginan untuk tidak mempunyai anak lagi: Pria kawin

98

Tabel 6.3

Jumlah anak ideal menurut jumlah anak masih hidup

98

Tabel 6.4

Rata-rata jumlah anak ideal

99

Tabel 6.5

Status perencanaan kelahiran

99

Tabel 6.6

Angka fertilitas yang diinginkan

100

Gambar 6.1

Tren keinginan untuk membatasi kelahiran anak

92

Gambar 6.2

Tren keinginan untuk membatasi kelahiran menurut jumlah anak

92

Gambar 6.3

Jumlah anak ideal

93

Gambar 6.4

Jumlah anak ideal menurut jumlah anak masih hidup

93

Gambar 6.5

Status perencanaan kelahiran

94

Gambar 6.6

Tren antara fertilitas total dengan fertilitas diinginkan

95

BAB 7

KELUARGA BERENCANA

Tabel 7.1

Pengetahuan tentang alat/cara KB

113

Tabel 7.2

Pengetahuan alat/cara KB menurut karakteristik latar belakang

113

Tabel 7.3

Pengetahuan tentang masa subur

114

Tabel 7.4

Pengetahuan tentang masa subur menurut umur

114

Tabel 7.5

Pemakaian alat/cara KB saat kini: Wanita

115

Tabel 7.6

Pemakaian alat/cara KB saat ini: Pria kawin

116

Tabel 7.7

Pemakaian alat/cara KB saat ini menurut karakteristik latar belakang: semua

wanita

117

Tabel 7.8

Pemakaian alat/cara KB saat ini menurut karakteristik latar belakang: Wanita berstatus

kawin

118

Tabel 7.9

Waktu sterilisasi

119

Tabel 7.10

Sumber pelayan alat/cara KB modern

119

Tabel 7.11

Pemilihan alat/cara KB berdasarkan informasi yang diterima

120

Tabel 7.12

Kualitas pemakai pil

121

Tabel 7.13

Kualitas pemakaian suntikan KB

122

Tabel 7.14

Masalah dengan pemakai alat/cara KB yang sedang dipakai saat ini

122

Tabel 7.15

Pembayaran untuk alat/cara KB dan jasa pelayanan

123

Tabel 7.16

Biaya rata-rata alat/cara KB dan pelayanan

123

Tabel 7.17

Tingkat putus pakai alat/cara KB

124

Tabel 7.18

Alasan berhenti memakai alat/cara KB

124

Tabel 7.19

Kebutuhan untuk menperoleh pelayanan KB pada wanita kawin

125

Tabel 7.20

Kebutuhan untuk menperoleh pelayanan KB diantara semua wanita

126

Tabel 7.21

Pengambilan keputusan tentang keluarga berencana

127

Tabel 7.22

Keinginan memakai alat/cara KB pada waktu yang akan datang

127

Tabel 7.23

Alasan tidak ingin memakai alat/cara KB di masa yang akan datang

128

Tabel 7.24

Keterpajanan terhadap informasi keluarga berencana di media: Wanita kawin

129

Tabel 7.25

Keterpajanan terhadap informasi keluarga berencana di media: Pria kawin

130

Tabel 7.26

Keterpajanan terhadap pesan KB melalui kontak personal: Wanita kawin

131

Tabel 7.27

Keterpajanan terhadap pesan KB melalui kontak personal: Semua wanita

132

Tabel 7.28

Kontak wanita bukan peserta KB dengan petugas KB atau pemberi pelayanan KB

133

Gambar 7.1

Pemakaian alat/cara KB

103

Gambar 7.2

Tren pemakaian alat/cara KB

103

Gambar 7.3

Pemakaian alat/cara KB modern menurut tempat tinggal

103

Gambar 7.4

Pemakaian alat/cara KB modern menurut pendidikan

104

Gambar 7.5

Pemakaian alat/cara KB modern menurut kuintil kekayaan

104

Gambar 7.6

Sumber pelayanan alat/cara KB

105

Gambar 7.7

Tingkat putus alat/cara KB

107

Gambar 7.8

Kebutuhan terhadap KB

108

Gambar 7.9

Tren kebutuhan ber-KB

108

Gambar 7.10

Kebutuhan KB belum terpenuhi (unmet need)

109

BAB 8

KEMATIAN BAYI DAN ANAK

Tabel 8.1

Angka kematian anak

142

Tabel 8.2

Angka kematian anak untuk periode 5 tahun sebelum survei menurut karakteristik latar

belakang

142

Tabel 8.3

Angka kematian anak untuk periode 10 tahun sebelum survei menurut karakteristik

tambahan

143

Tabel 8.4

Kematian Perinatal

144

Tabel 8.5

Perilaku fertilitas berisiko tinggi

145

Gambar 8.1

Tren angka kematian anak (AKN, AKB, dan AKBA)

138

Gambar 8.2

Kematian balita menurut pendidikan ibu

138

Gambar 8.3

Kematian balita menurut kuintil kekayaan

138

Gambar 8.4

Kematian perinatal menurut pendidikan ibu

139

BAB 9

PELAYANAN KESEHATAN IBU

Tabel 9.1

Pemeriksaan Kehamilan

163

Tabel 9.2

Jumlah kunjungan pemeriksaan kehamilan dan saat kunjungan pertama

164

Tabel 9.3

Komponen pemeriksaan kehamilan

165

Tabel 9.4

Imunisasi tetanus toksoid

166

Tabel 9.5

Komplikasi selama kehamilan

167

Tabel 9.6

Tempat Persalinan

168

Tabel 9.7

Lama perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan setelah persalinan

169

Tabel 9.8.1

Penolong persalinan kualifikasi tertinggi

169

Tabel 9.8.2

Penolong persalinan kualifikasi terendah

170

Tabel 9.9

Persalinan bedah caesar

171

Tabel 9.10

Komplikasi selama persalinan

172

Tabel 9.11

Persiapan persalinan

172

Tabel 9.12

Waktu pemeriksaan nifas pertama pada ibu

173

Tabel 9.13

Tenaga kesehatan yang melakukan perawatan nifas pada ibu

174

Tabel 9.14

Waktu pemeriksaan pertama pada bayi baru lahir

175

Tabel 9.15

Tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan pada bayi baru lahir

176

Tabel 9.16

Jenis perawatan bayi baru lahir

177

Tabel 9.17

Masalah dalam mengakses pelayanan kesehatan

178

Gambar 9.1

Tren cakupan pemeriksaan kehamilan

149

Gambar 9.2

Komponen pemeriksaan kehamilan

150

Gambar 9.3

Jenis komplikasi kehamilan

152

Gambar 9.4

Tempat persalinan

153

Gambar 9.5

Tempat persalinan menurut urutan kelahiran

154

Gambar 9.6

Tempat persalinan menurut daerah tempat tinggal

154

Gambar 9.7

Tempat persalinan menurut kuintil kekayaan

154

Gambar 9.8

Penolong persalinan

155

Gambar 9.9

Penolong persalinan menurut tempat tinggal

156

Gambar 9.10

Penolong persalinan menurut kuintil kekayaan

156

Gambar 9.11

Perawatan bagi ibu nifas menurut tempat melahirkan

158

Gambar 9.12

Perawatan bagi bayi baru lahir menurut daerah tempat tinggal

159

BAB 10

KESEHATAN ANAK

Tabel 10.1

Berat dan ukuran badan anak saat lahir

188

Tabel 10.2

Imunisasi menurut sumber informasi

189

Tabel 10.3

Imunisasi menurut karakteristik latar belakang

190

Tabel 10.4

Kepemilikan dan pengamatan catatan imunisasi, menurut karakteristik latar

belakang

191

Tabel 10.5

Prevalensi dan pengobatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)

192

Tabel 10.6

Sumber saran atau pengobatan pada anak dengan gejala ISPA

193

Tabel 10.7

Prevalensi dan pengobatan demam

194

Tabel 10.8

Prevalensi dan pengobatan diare

195

Tabel 10.9

Paket garam rehidrasi oral (Oralit), seng, dan pengobatan diare lainnya

196

Tabel 10.10

Pemberian makanan selama diare

197

Tabel 10.11

Sumber saran atau pengobatan pada anak diare

198

Tabel 10.12

Pengetahuan tentang paket Oralit

199

Tabel 10.13

Pembuangan tinja anak

200

Gambar 10.1

Imunisasi pada anak

181

Gambar 10.2

Tren imunisasi pada anak

181

Gambar 10.3

Cakupan imunisasi dasar lengkap menurut kuintil kekayaan

182

Gambar 10.4

Prevalensi diare menurut umur

183

Gambar 10.5

Persentase pengobatan diare

184

Gambar 10.6

Pemberian makan selama diare

185

Gambar 10.7

Prevalensi dan pengobatan penyakit pada anak

186

BAB 11

PEMBERIAN MAKANAN PADA ANAK

Tabel 11.1

Inisiasi menyusu dini (IMD)

210

Tabel 11.2

Status pemberian ASI menurut umur

211

Tabel 11.3

Median lama menyusui

212

Tabel 11.4

Makanan dan minuman yang dikonsumsi anak

213

Tabel 11.5

Praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA)

214

Tabel 11.6

Konsumsi zat gizi makro anak

215

Tabel 11.7

Konsumsi zat gizi makro ibu

216

Gambar 11.1

Tren menyusu dalam 1 jam setelah lahir dan pemberian makanan pralaktasi

202

Gambar 11.2

Praktik pemberian ASI menurut umur (bulan)

203

Gambar 11.3

Praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dan status pemberian ASI

204

Gambar 11.4

Konsumsi MPASI

205

Gambar 11.5

Indikator praktik PMBA

206

BAB 12

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG HIV AIDS DAN ISU TERKAIT

Tabel 12.1

Pengetahuan tentang HIV AIDS

225

Tabel 12.2

Pengetahuan cara pencegahan HIV AIDS

226

Tabel 12.3.1

Pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS: Wanita

227

Tabel 12.3.2

Pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS: Pria kawin

228

Tabel 12.4

Pengetahuan tentang pencegahan penularan HIV AIDS kepada anak melalui ibu

229

Tabel 12.5

Perilaku diskriminatif terhadap orang yang hidup dengan HIV AIDS

230

Tabel 12.6

Sikap terhadap negosiasi berhubungan seksual yang aman dengan suami

231

Tabel 12.7

Membayar untuk hubungan seksual dan penggunaan kondom saat hubungan seksual

terakhir

232

Tabel 12.8

Prevalensi suntikan medis

233

Tabel 12.9

Prevalensi infeksi menular seksual (IMS) dan gejala IMS

234

Tabel 12.10.1

Sumber informasi tentang HIV AIDS: Wanita

235

Tabel 12.10.2

Sumber informasi tentang HIV AIDS: Pria kawin

236

Gambar 12.1

Pengetahuan tentang HIV AIDS menurut pendidikan

219

Gambar 12.2

Wanita dan pria yang mencari saran/nasihat atau pengobatan untuk IMS

223

BAB 13

PEMBERDAYAAN WANITA

Tabel 13.1

Pekerjaan dan pendapatan wanita dan pria yang berstatus kawin

248

Tabel 13.2.1

Kontrol atas pendapatan wanita dan perbandingan pendapatan wanita

249

Tabel 13.2.2

Kontrol atas pendapatan pria kawin

250

Tabel 13.3

Kontrol wanita atas pendapatannya sendiri dan pendapatan suami

250

Tabel 13.4.1

Kepemilikan barang : Wanita

251

Tabel 13.4.2

Kepemilikan barang : Pria kawin

251

Tabel 13.5.1

Kepemilikan sertifikat rumah: Wanita

252

Tabel 13.5.2

Partisipasi sertifikat rumah: Pria kawin

253

Tabel 13.6.1

Kepemilikan sertifikat tanah: Wanita

254

Tabel 13.6.2

Kepemilikan sertifikat tanah: Pria kawin

255

Tabel 13.7.1

Kepemilikan rekening bank dan telepon seluler: Wanita

256

Tabel 13.7.2

Kepemilikan rekening bank dan telepon seluler: Pria kawin

256

Tabel 13.8 Partisipasi dalam pengambilan keputusan

257

Tabel 13.9.1

Partisipasi wanita dalam pengambilan keputusan menurut karakteristik latar belakang

257

Tabel 13.9.2

Partisipasi pria dalam pengambilan keputusan menurut karakteristik latar belakang 258

Tabel 13.10.1

Sikap terhadap pemukulan terhadap istri: Wanita

259

Tabel 13.10.2

Sikap terhadap pemukulan terhadap istri: Pria kawin

260

Tabel 13.11

Sikap terhadap negosiasi hubungan seksual yang lebih aman dengan suami

261

Tabel 13.12

Indikator pemberdayaan wanita

262

Tabel 13.13

Penggunaan alat/cara KB menurut indikator pemberdayaan wanita

262

Tabel 13.14

Pemberdayaan wanita, jumlah anak ideal, dan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi 263

Tabel 13.15

Perawatan kesehatan reproduksi menurut indikator pemberdayaan wanita

263

Tabel 13.16

Angka kematian anak menurut status wanita

264

Gambar 13.1

Penghasilan wanita dan pria

238

Gambar 13.2

Kontrol atas penghasilan wanita

239

Gambar 13.3.1

Kontrol atas penghasilan pria

240

Gambar 13.3.2

Kontrol atas penghasilan suami

240

Gambar 13.4

Kepemilikan aset

241

Gambar 13.5

Kepemilikan rekening bank dan telepon seluler

242

Gambar 13.6.1

Pengambilan keputusan wanita

243

Gambar 13.6.2

Pengambilan keputusan pria

243

Gambar 13.7

Sikap pemukulan terhadap isteri

244

BAB 14

PERAN SERTA AYAH DALAM PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA

Tabel 14.1

Pemeriksaan ibu selama kehamilan

269

Tabel 14.2

Pengetahuan ayah tentang jumlah cairan yang diberikan ketika anak mengalami

diare

270

Gambar 14.1

Pemeriksaaan ibu selama kehamilan

266

Gambar 14.2

Pengetahuan ayah tentang pemberian cairan ketika anak mengalami diare

267

LAMPIRAN A

TABEL-TABEL MENURUT PROVINSI

Tabel A-2.1

Perilaku mencuci tangan

273

Tabel A-2.2.1

Tingkat pendidikan anggota rumah tangga: Wanita

274

Tabel A-2.2.2

Tingkat pendidikan anggota rumah tangga: Pria

275

Tabel A-3.1

Karakteristik latar belakang respoden

276

Tabel A-3.2.1

Tingkat pendidikan: Wanita

277

Tabel A-3.2.2

Tingkat pendidikan:Pria kawin

278

Tabel A-3.3.1

Kemampuan membaca dan menulis: Wanita

279

Tabel A-3.3.2

Kemampuan membacadan menulis: Pria kawin

280

Tabel A-3.4.1

Akses terhadap media massa: Wanita

281

Tabel A-3.4.2

Akses erhadap media massa:Pria kawin

282

Tabel A-3.5.1

Penggunaan internet: Wanita

283

Tabel A-3.5.2

Penggunaan internet: Pria kawin

284

Tabel A-3.6.1

Status pekerjaan: Wanita

285

Tabel A-3.6.2

Status pekerjaan: Pria kawin

286

Tabel A-3.7.1

Jenis pekerjaan: Wanita

287

Tabel A-3.7.2

Jenis pekerjaan: Pria kawin

288

Tabel A-3.8.1

Cakupan jaminan kesehatan: Wanita

289

Tabel A-3.8.2

Cakupan jaminan kesehatan: Pria kawin

290

Tabel A-3.9.1

Merokok bagi wanita

291

Tabel A-3.9.2

Merokok bagi pria

292

Tabel A-4.1

Jumlah istri

293

Tabel A-4.2

Median umur kawin pertama

294

Tabel A-4.3

Median umur pertama melakukan hubungan seksual

295

Tabel A-4.4

Aktivitas seksual terakhir

296

Tabel A-5.1

Angka fertilitas

297

Tabel A-5.2

Jarak antar kelahiran

298

Tabel A-5.3

Amenore postpartum, abstinensi, dan tidak subur setelah melahirkan

299

Tabel A-5.4

Median umur melahirkan pertama

300

Tabel A-5.5

Fertilitas remaja

301

Tabel A-6.1.1

Keinginan untuk tidak mempunyai anak lagi: Wanita

302

Tabel A-6.1.2

Keinginan untuk tidak mempunyai anak lagi: Pria kawin

303

Tabel A-6.2

Rata-rata jumlah anak ideal

304

Tabel A-6.3

Angka fertilitas yang diinginkan

305

Tabel A-7.1.

Pengetahuan tentang alat/cara KB

306

Tabel A-7.2.1

Keterpajanan KB melalui media massa: Wanita

307

Tabel A-7.2.2

Keterpajanan KB melalui media massa: Pria kawin

308

Tabel A-7.3.1

Keterpajanan KB melalui hubungan personal: Semua wanita

309

Tabel A-7.3.2

Keterpajanan KB melalui hubungan personal: Wanita kawin

310

Tabel A-7.4

Kontak bukan peserta KB dengan petugas KB atau pemberi pelayanan KB

311

Tabel A-7.5.1

Pemakaian alat/cara KB saat ini: Wanita

312

Tabel A-7.5.2

Pemakaian alat/cara KB saat: Wanita kawin

313

Tabel A-7.6

Kualitas pemakaian pil

314

Tabel A-7.7

Penggunaan suntik KB

315

Tabel A-7.8

Kebutuhan untuk memperoleh pelayanan KB pada wanita kawin

316

Tabel A-9.1

Pemeriksaan kehamilan

317

Tabel A-9.2

Komponen pemeriksaan kehamilan

318

Tabel A-9.3

Imunisasi tetanus toksoid

319

Tabel A-9.4

Komplikasi selama kehamilan

320

Tabel A-9.5

Tempat persalinan

321

Tabel A-9.6.1

Penolong persalinan kualifikasi tertinggi

322

Tabel A-9.6.2

Penolong persalinan kualifikasi terendah

323

Tabel A-9.7

Karakteristik persalinan

324

Tabel A-9.8

Waktu pemeriksaan nifas pertama pada ibu

325

Tabel A-9.9

Jenis tenaga yang melakukan perawatan nifas pertama pada ibu

326

Tabel A-9.10

Waktu pemeriksaan pertama pada bayi baru lahir

327

Tabel A-9.11

Tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan pertama pada bayi baru lahir

328

Tabel A-9.12

Masalah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan

329

Tabel A-10.1

Berat dan ukuran badan anak saat lahir

330

Tabel A-10.2

Prevalensi dan pengobatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)

331

Tabel A-10.3

Prevalensi dan pengobatan demam

332

Tabel A-10.4

Prevalensi diare

333

Tabel A-10.5

Pengobatan diare

334

Tabel A-10.6

Kebiasaan pemberian makan selama diare

335

Tabel A-10.7

Pengetahuan

tentang paket Oralit

336

Tabel A-10.8

Pembuangan tinja anak

337

Tabel A-11.1

Inisiasi menyusu dini (IMD)

338

Tabel A-11.2

Status pemberian ASI

339

Tabel A-11.3

Makanan dan minuman yang dikonsumsi anak

340

Tabel A-11.3a

Makanan dan minuman yang dikonsumsi anak (lanjutan)

341

Tabel A-11.4

Praktik pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA)

342

Tabel A-11.5

Konsumsi zat gizi mikro anak

343

Tabel A-11.6

Konsumsi zat gizi mikro ibu

344

Tabel A-12.1

Pengetahuan tentang HIV AIDS

345

Tabel A-12.2

Pengetahuan tentang cara pencegahan HIV

346

Tabel A-12.3.1

Pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS: Wanita

347

Tabel A-12.3.2

Pengetahuan komprehensif tentang AIDS: Pria kawin

348

Tabel A-12.4

Membayar untuk hubungan seksual dan penggunaan kondom saat hubungan seksual

terakhir

349

Tabel A-12.5

Prevalensi suntikan medis

350

Tabel A-12.6

Prevalensi infeksi menular seksual (IMS) dan gejala IMS

351

Tabel A-12.7.1

Sumber informasi tentang HIV AIDS: Wanita

352

Tabel A-12.7.2

Sumber informasi tentang HIV AIDS: Pria kawin

353

Tabel A-13.1.1

Kontrol atas pendapatan wanita dan perbandingan pendapatan wanita

354

Tabel A-13.1.2

Kontrol atas pendapatan pria kawin

355

Tabel A-13.2.1

Kepemilikan barang: Wanita

356

Tabel A-13.2.2

Kepemilikan barang: Pria kawin

357

Tabel A-13.3.1

Partisipasi wanita dalam pengambilan keputusan

358

Tabel A-13.3.2

Partisipasi pria dalam pengambilan keputusan

359

Tabel A-13.4.1

Sikap terhadap pemukulan terhadap istri: Wanita

360

Tabel A-13.4.2

Sikap pada pemukulan istri: Pria kawin

361

Tabel A-14.1

Pemeriksaan ibu selama kehamilan

362

Tabel A-14.2

Pengetahuan ayah tentang jumlah cairan yang diberikan ketika anak mengalami

daire

363

LAMPIRAN B

DESAIN SURVEI

Tabel B-1.1

Alokasi sampel per provinsi

367

Tabel B-1.2

Target responden per provinsi

369

Tabel B-2.1

Implementasi sampel:

Wanita

370

Tabel B-2.2

Implementasi sampel:

hasil wawancara rumah tangga: Wanita

371

Tabel B-2.3

Implementasi sampel: hasil wawancara individu: Wanita

372

Tabel B-3.1

Implementasi sampel: Pria

373

Tabel B-3.2

Implementasi sampel: hasil wawancara rumah tangga: Pria

374

Tabel B-3.3

Implementasi sampel: hasil wawancara individu: Pria

375

LAMPIRAN C

KESALAHAN SAMPLING

Tabel C-1

Daftar variabel untuk kesalahan sampling, Indonesia, SDKI 2017

379

Tabel C-2

Kesalahan sampling: Nasional, Indonesia 2017

380

Tabel C-3

Kesalahan sampling: Perkotaan, Indonesia 2017

381

Tabel C-4

Kesalahan sampling: Perdesaan, Indonesia 2017

382

Tabel C-5

Kesalahan sampling: Aceh, Indonesia 2017

383

Tabel C-6

Kesalahan sampling: Sumatera Utara, Indonesia 2017

384

Tabel C-7

Kesalahan sampling: Sumatera Barat, Indonesia 2017

385

Tabel C-8

Kesalahan sampling: Riau, Indonesia 2017

386

Tabel C-9

Kesalahan sampling: Jambi, Indonesia 2017

387

Tabel C-10

Kesalahan sampling: Sumatera Selatan, Indonesia 2017

388

Tabel C-11

Kesalahan sampling: Bengkulu, Indonesia 2017

389

Tabel C-12

Kesalahan sampling: Lampung, Indonesia 2017

390

Tabel C-13

Kesalahan sampling: Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia 2017

391

Tabel C-14

Kesalahan sampling: Kepulauan Riau, Indonesia 2017

392

Tabel C-15

Kesalahan sampling: DKI Jakarta, Indonesia 2017

393

Tabel C-16

Kesalahan sampling: Jawa Barat, Indonesia 2017

394

Tabel C-17

Kesalahan sampling: Jawa Tengah, Indonesia 2017

395

Tabel C-18

Kesalahan sampling: DI Yogyakarta, Indonesia 2017

396

Tabel C-19

Kesalahan sampling: Jawa Timur, Indonesia 2017

397

Tabel C-20

Kesalahan sampling: Banten, Indonesia 2017

398

Tabel C-21

Kesalahan sampling: Bali, Indonesia 2017

399

Tabel C-22

Kesalahan sampling: Nusa Tenggara Barat, Indonesia 2017

400

Tabel C-23

Kesalahan sampling: Nusa Tenggara Timur, Indonesia 2017

401

Tabel C-24

Kesalahan sampling: Kalimantan Barat, Indonesia 2017

402

Tabel C-25

Kesalahan sampling: Kalimantan Tengah, Indonesia 2017

403

Tabel C-26

Kesalahan sampling: Kalimantan Selatan, Indonesia 2017

404

Tabel C-27

Kesalahan sampling: Kalimantan Timur, Indonesia 2017

405

Tabel C-28

Kesalahan sampling: Kalimantan Utara, Indonesia 2017

406

Tabel C-29

Kesalahan sampling: Sulawesi Utara, Indonesia 2017

407

Tabel C-30

Kesalahan sampling: Sulawesi Tengah, Indonesia 2017

408

Tabel C-31

Kesalahan sampling: Sulawesi Selatan, Indonesia 2017

409

Tabel C-32

Kesalahan sampling: Sulawesi Tenggara, Indonesia 2017

410

Tabel C-33

Kesalahan sampling: Gorontalo, Indonesia 2017

411

Tabel C-34

Kesalahan sampling: Sulawesi Barat, Indonesia 2017

412

Tabel C-35

Kesalahan sampling: Maluku, Indonesia 2017

413

Tabel C-36

Kesalahan sampling: Maluku Utara, Indonesia 2017

414

Tabel C-37

Kesalahan sampling: Papua Barat, Indonesia 2017

415

Tabel C-38

Kesalahan sampling: Papua, Indonesia 2017

416

LAMPIRAN D

TABEL KUALITAS DATA

Tabel D-1 Distribusi umur penduduk

417

Tabel D-2.1

Distribusi umur wanita yang memenuhi syarat dan yang diwawancarai

419

Tabel D-2.2

Distribusi umur pria yang memenuhi syarat dan yang diwawancarai

420

Tabel D-3

Kelengkapan pelaporan

421

Tabel D-4

Kelahiran menurut tahun kalender

422

Tabel D-5

Pelaporan umur saat meninggal dalam hari

423

Tabel D-6

Pelaporan umur saat meninggal dalam bulan

424

KATA PENGANTAR

(Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)

( Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di

Sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, yaitu 237 juta menurut hasil Sensus Penduduk 2010, isu kependudukan menjadi prioritas penting bagi Pemerintah Indonesia. Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan penduduk sebagai titik sentral pembangunan berkelanjutan di Indonesia dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sebagai bagian dari pemerintah, dalam hal ini memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan kependudukan.

Pada tahun 2017, program Keluarga Berencana di Indonesia menetapkan visi “Menjadi lembaga yang handal dan dipercaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas” dengan misi mengarus-utamakan pembangunan berwawasan kependudukan, menyelenggarakan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, memfasilitasi pembangunan keluarga, mengembangkan jejaring kemitraan dalam pengelolaan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta membangun dan menerapkan budaya kerja organisasi secara konsisten. Strategi utama yang diterapkan mencakup penguatan kemitraan dengan sektor terkait maupun dengan pemerintah daerah. Adapun strategi khusus telah dikembangkan untuk provinsi yang memiliki penduduk besar serta yang mengalami masalah kesehatan. Disamping itu, program Keluarga Berencana juga bertujuan untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030.

Penerbitan laporan SDKI 2017 ini dilaksanakan tepat waktu mengingat tahun 2019 merupakan tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019. Hasil SDKI 2017 dapat menjadi rujukan dalam melakukan evaluasi pencapaian program kependudukan, keluarga berencana, dan kesehatan serta menjadi dasar dalam penyusunan RPJMN periode 2020-2024. Rencana pembangunan tersebut akan menentukan arah pembangunan, dan juga kesejahteraan masyarakat Indonesia, dalam 5 tahun mendatang.

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPS, Kementerian Kesehatan dan ICF International atas kerjasamanya dalam penyusunan laporan SDKI 2017 ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada USAID yang menyediakan fasilitasi teknis melalui ICF International.

Jakarta,

September 2018

teknis melalui ICF International. Jakarta, September 2018 dr. Sigit Priohutomo, MPH Plt. Kepala Badan Kependudukan

dr. Sigit Priohutomo, MPH Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

SAMBUTAN

(Badan Pusat Statistik)

SAMBUTAN ( Badan Pusat Statistik) Dalam rangka mewujudkan kebijakan “Satu Data Indonesia” yang dicetuskan oleh

Dalam rangka mewujudkan kebijakan “Satu Data Indonesia” yang dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia, kerja sama yang baik antar instansi pemerintah dalam menyediakan data untuk pembangunan sangatlah diperlukan. Kerja sama ini sudah mulai diwujudkan dalam pelaksanaan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang rangkaian kegiatannya dilaksanakan bersama-sama oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

SDKI 2017 merupakan survei ke-delapan yang dilakukan di Indonesia, dimana sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 1987, 1991, 1994, 1997, 2002- 2003, 2007, dan 2012. Kegiatan SDKI 2017 dibiayai oleh Pemerintah Indonesia. Dalam teknis/pelaksanaannya, Pemerintah Indonesia dibantu oleh Inner City Fund (ICF) International melalui proyek Demographic and Health Surveys (DHS) Program, yaitu program United States Agency for International Development (USAID) yang menyediakan dana dan bantuan teknis dalam pelaksanaan survei kependudukan dan kesehatan di banyak negara.

SDKI 2017 menyediakan gambaran menyeluruh tentang kondisi terkini mengenai kependudukan, keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi, dan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Tujuan utama SDKI 2017 adalah menyediakan estimasi terbaru indikator demografi dan kesehatan. Target responden SDKI 2017 adalah wanita umur 15-49 tahun, pria kawin/hidup bersama umur 15-54 tahun, dan remaja pria berstatus belum kawin umur 15- 24 tahun. Survei ini dilaksanakan di 34 (tiga puluh empat) provinsi di seluruh Indonesia, menghimpun informasi mengenai latar belakang sosial-ekonomi, fertilitas, kontrasepsi, kehamilan dan pemeriksaan sesudah melahirkan, imunisasi anak, kesehatan dan gizi anak, perkawinan dan kegiatan sosial, preferensi fertilitas, HIV AIDS, dan isu kesehatan lainnya.

Dengan terbitnya Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 ini, Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Tim Penulis dari BPS, BKKBN, dan Kemenkes serta kepada ICF International atas asistensinya dalam penulisan laporan ini. Saya berharap laporan ini dapat digunakan sebagai bahan untuk memonitor dan mengevaluasi program nasional di bidang kependudukan, kesehatan, KB, dan bidang lainnya yang relevan, serta dapat memenuhi kebutuhan peneliti dalam mengeksplorasi data untuk keperluan analisis lanjutan.

Jakarta, September 2018

untuk keperluan analisis lanjutan. Jakarta, September 2018 Dr. Suhariyanto Kepala Badan Pusat Statistik Sambutan

Dr. Suhariyanto Kepala Badan Pusat Statistik

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN Kementerian Kesehatan tetah menetapkan Rencana Strategis (Renstra)

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN Kementerian Kesehatan tetah menetapkan Rencana Strategis (Renstra)

Kementerian Kesehatan tetah menetapkan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan 2015-2019 sebagai acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesehatan untuk periode 2015-2019. Renstra dilaksanakan oleh jajaran kesehatan baik di Pusat maupun Daerah untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional di bidang kesehatan sesuai amanat Undang- Nomor 25 Tahun 2004 dan melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 dibingkai dalam

Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 dibingkai dalam Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu sasaran pokok RPJMN 2015-.2019 adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi pada ibu dan anak.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 merupakan SDKI ke delapan yang menjadi salah satu sumber data survei berbasis komunitas yang berperan penting untuk evaluasi dan perencanaan pembangunan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak. Informasi Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan pada semua wanita 15-49 tahun dikumpulkan oleh SDKI 2017.

Hasil SDKI 2017 berupa pencapaian derajat kesehatan, gizi dan kesehatan anak di Indonesia. Data yang disajikan oleh SDKI 2017 adalah angka kematian anak seperti angka kematian neonatal, angka kematian bayi dan angka kematian balita, capaian cakupan layanan kesehatan ibu dan balita antara lain layanan pemeriksaan kehamilan (ANC), penolong persalinan, persalinan di fasilitas pelayanan kesenatan, cakupan imunisasi dasar lengkap, cakupan pelayanan kontak pertama ibu nifas (KF1) dan bayi baru lahir (KN1) serta ASI eksklusif. Pada SDKI 2017 dikumpulkan informasi tentang menyusui, pemberian makanan bayi dan balita, pengetahuan dan sikap terhadap HIV AIDS dan infeksi menular seksual lainnya, pemberdayaan perempuan serta peran bapak dalam pelayanan kesehatan keluarga.

Laporan SDKI 2017 tentang program KB, tingkat kematian anak dan capaian pelayanan kesehatan ibu dan anak yang sangat bermanfaat bagi jajaran kesehatan baik di Pusat maupun Daerah. Informasi ini dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan dan program untuk mengevaluasi dan mengembangkan program dan strategi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta keluarga berencana di seluruh Indonesia. Selain di Indonesia, survei seperti SDKI ini, juga dilaksanakan diberbagai negara sehingga dapat dilakukan perbandingan antar negara yang melaksanakan survei yang sama.

Laporan SDKI 2017 ini merupakan produk kerjasama antara BPS, BKKBN, Kementerian Kesehatan, USAID, dan ICF International. Terima kasih disampaikan kepada tim SDKI 2017 dari BPS, BKKBN, Kementerian Kesehatan, dan pengumpul data; apresiasi kepada tim analisis data dan penulis laporan SDKI 2017, dalam penyelesaian laporan.

Menteri Kesehatan,

SDKI 2017, dalam penyelesaian laporan. Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) xxii

Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K)

xxii Sambutan (Kementerian Kesehatan)

SINGKATAN DAN AKRONIM

AIDS

Acquired Immune Deficiency

AKABA

Angka Kematian Anak Balita

AKB

Angka Kematian Bayi

AKBA

Angka Kematian Balita

AKN

Angka Kematian Neonatal

AKPN

Angka Kematian Post Neonatal

ALH

anak Lahir Hidup

ANC

Antenatal Care/Pemeriksaan Kehamilan

APK

Angka Partisipasi Kasar

APM

Angka Partisipasi Murni

ARV

Anti Retro Viral

ASFR

Age Specific Fertility Rate/Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur Wanita

ASI

Air Susu Ibu

BAPPENAS

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

BBLR

Berat Badan Lahir Rendah

BCG

Bacille Calmette Guerin

BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

BPJS

Badan Penyelenggara Jaminan Nasional

BPS

Badan Pusat Statistik

CBR

Crude Birth Rate/Angka Kelahiran Kasar

CI

Confidence Interval

CMR

Crude Mortality Rate/Angka Kematian Anak

CSPRO

Census and Survey Processing System

DHS

Demographic and Health surveys

DPT

Diptheria Pertussis Tetanus

GFR

General Fertility Rate/Angka Kelahiran Umum

HB

Hepatitis B

HIB

Hemophilus Influenza Type B

HIV

Human Immunodeficiency Virus

ICF

Originally, Inner City Fund

IMD

Inisiasi Menyusui Dini

IMR

Infant Mortality Rate/Angka Kematian Bayi

IMS

Infeksi Menular Seksual

INTAMA

Instruktur Utama

IPG

Indeks Pembangunan Gender

ISPA

Infeksi Saluran Napas Akut

IUD

Intra Uterine Device

JKN

Jaminan Kesehatan Nasional

KB

KEMENKES

Keluarga Berencana Kementerian Kesehatan

KF

Kesehatan Masa Nifas

KKBPK

Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga

KN

Kesehatan Neonatal

KORLAP

Koordinator Lapangan

KRR

Kesehatan Reproduksi Remaja

LGG

Larutan Gula Garam

LPG

Liquevid Petroleum Gas

MAL

Metode Amenore Laktasi

MKJP

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

MOP

Metode Operasi Pria

MOW

Metode Operasi Wanita

MPASI

Makanan Pendamping ASI

MTBS

ManajemenTerpadu Balita Sakit

NN

Kematian Neonatal

ORT

Pemberian Rehidrasi Oral

PBI

PK

Penerima Bantuan Iuran Pria Kawin

PKK

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

PMBA

Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak

PNN

Kematian Post Neonatal

PPS

Probability Proportional to Size

PSU

Primary Sampling Unit

RENSTRA

Rencana Strategis

RP

Remaja Pria

RPJMN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

SAKERNAS

Survei Angkatan Kerja Nasional

SC

Sectio Caesaria

SDGS

Sustainable Development Goals

SDKI

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia

SJSN

Sistem Jaminan Sosial Nasional

SUPAS

Survei Penduduk Antar Sensus

SUSENAS

Survei Sosial Ekonomi Nasional

TFR

TPB

Total Fertility Rate/Angka Fertilitas Total Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

TWFR

Total Wanted Fertility Rate

U5MR

Under Five Mortality Rate/Angka Kematian Balita

UNICEF

United Nation Children’s Fund

USAID

United states Agency for International Development

WHO

World Health Organization

WUS

Wanita Usia Subur

CARA MEMBACA DAN MEMAHAMI TABEL SDKI 2017

Laporan akhir SDKI 2017 dengan format baru ini memuat sekitar 200 tabel. Tabel-tabel tersebut diletakkan di akhir bab untuk mempermudah pembaca. Selain itu, format laporan ini lebih mudah untuk dibaca karena menampilkan sekitar 90 gambar yang secara jelas menampilkan tren, pola nasional dan, dan karakteristik latar belakang. Laporan disederhanakan menjadi poin- poin penting dan terdapat kotak yang berisi definisi indikator.

Teks dan gambar yang ditampilkan disetiap bab menyoroti beberapa temuan paling penting dari tabel, namun tidak setiap temuan dibahas atau ditampilkan secara grafis dalam laporan ini. Oleh karena itu, pengguna data SDKI diharapkan lebih mudah dalam membaca dan menginterpretasi tabel.

lebih mudah dalam membaca dan menginterpretasi tabel. Halaman-halaman dalam laporan ini memberikan pengantar untuk

Halaman-halaman dalam laporan ini memberikan pengantar untuk tabel-tabel SDKI, karakteristik latar belakang, dan ringkasan singkat mengenai penarikan sampel SDKI dan pemahaman mengenai pembagi untuk membuat angka persentase dalam tabel. Selain itu, bagian ini menyediakan beberapa latihan untuk pembaca agar mendapatkan pemahaman dalam menginterpretasikan tabel-tabel SDKI.

Contoh 1: Keterpajanan terhadap media massa: wanita Pertanyaan ini ditanyakan kepada semua responden

Tabel 3.4.1 Akses terhadap media massa: wanita

 

Persentase wanita umur 15-49 tahun yang mempunyai akses terhadap media massa tertentu dalam seminggu, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017

 

Membaca surat

Mendengarkan

Akses terhadap

Tidak ada akses terhadap media paling sedikit sekali seminggu

 
 

3

kabar/ majalah

Menonton TV

radio paling

ketiga media

Karakteristik latar

paling sedikit

paling sedikit

sedikit sekali

paling sedikit

belakang

sekali seminggu

sekali seminggu

seminggu

sekali seminggu

Jumlah wanita

Umur

   

15-19

11,7

82,1

14,4

3,0

 

14,2

7.501

20-24

12,9

82,5

15,4

3,2

13,8

6.716

25-29

11,3

84,7

13,6

3,1

12,9

6.643

30-34

9,6

84,8

12,7

2,6

12,7

7.154

35-39

8,8

85,3

12,4

2,7

13,1

7.865

40-44

8,7

84,9

13,4

2,5

12,9

7.093

45-49

7,1

82,0

13,3

2,1

16,0

6.655

Daerah tempat tinggal

   

13,8

85,2

15,8

3,8

 

11,3

25.543

Perkotaan Perdesaan

Pendidikan Tidak Sekolah Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SLTA Tamat SLTA Perguruan tinggi

 

6,0

82,2

11,3

1,6

16,1

24.084

0,3

51,9

6,9

0,0

46,6

823

1,4

77,2

8,2

0,3

21,8

3.968

2,2

83,8

10,5

0,7

14,9

9.595

6,2

85,7

13,0

1,5

12,2

14.925

11,4

87,1

15,1

3,2

8,5
8,5

10,5

12.575

30,3

81,5

19,6

5

12,2

7.741

Kuintil kekayaan

 

Terbawah

3,0

67,6

8,8

0,7

30,0

8.464

Menengah bawah

4,9

87,0

12,0

1,4

11,4

9.507

Menengah

7,4

89,0

12,6

1,9

9,3

10.089

Menengah atas

10,6

88,7

14,3

2,6

9,0

10.583

Teratas

21,6

83,9

19,0

6,5

11,4

10.984

Jumlah

10,0
10,0
83,8
83,8
13,6
13,6

2,8

13,6

49.627

1

2

4

Tahap 1: Baca judul dan subjudul area yang berwarna oranye pada contoh 1. Tahap ini menginformasikan mengenai topik dan kelompok populasi yang digambarkan. Pada tabel di atas berisi tentang wanita umur 15- 49 tahun dan frekuensi keterpajanan terhadap media massa. Pertanyaan ini ditanyakan untuk semua responden wanita umur 15-49 tahun.

Tahap 2: Lihat judul kolom yang diberi warna hijau pada contoh 1. Tahap ini menggambarkan bagaimana informasi dikelompokkan. Pada tabel ini, tiga kolom pertama dari data menunjukkan perbedaan jenis media yang diakses wanita selama paling sedikit sekali seminggu. Kolom keempat menunjukkan wanita yang mengakses semua jenis media, sedangkan kolom kelima menunjukkan wanita yang tidak mengakses satu pun media paling sedikit sekali seminggu. Kolom terakhir menunjukkan jumlah wanita umur 15-49 tahun yang diwawancarai.

Tahap 3: Lihat judul baris pada kolom pertama yang diberi warna biru pada contoh 1. Tahap ini menunjukkan perbedaan data yang dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik populasi. Tabel ini menampilkan keterpajanan media massa dari wanita berdasarkan umur, daerah tempat tinggal, pendidikan, dan kuintil kekayaan. Sebagian besar tabel-tabel yang ada dilaporan SDKI pun dibagi kedalam kategori yang sama seperti katergori pada tabel ini.

Tahap 4: Lihat baris paling bawah yang diberi warna merah muda. Persentase-persentase tersebut mewakili jumlah seluruh wanita umur 15-49 tahun dan akses terhadap berbagai jenis media. Pada tabel diatas, 10,0 persen wanita umur 15-49 tahun membaca surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu, 83,8 persen menonton TV paling sedikit seminggu, dan 13,6 persen mendengarkan radio paling sedikit sekali seminggu.

Tahap 5: Untuk mengetahui berapa persen wanita dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang mengakses ketiga media tersebut paling sedikit sekali seminggu, digambarkan dengan dengan garis yang berwarna ungu. Ini menunjukkan bahwa 8,5 persen wanita umur 15-49 tahun yang berpendidikan perguruan tinggi mengakses ketiga jenis media paling sedikit sekali seminggu.

Tahap 6: Dengan melihat pola berdasarkan karakteristik latar belakang, kita dapat melihat bagaimana variasi dari keterpajanan media massa di Indonesia. Media massa sering digunakan untuk mengkomunikasikan informasi kesehatan. Dengan mengetahui bagaimana keterpajanan media massa pada kelompok-kelompok tersebut dapat membantu perencanaan program dan pembuat kebijakan dalam menentukan bagaimana cara yang paling efektif untuk menjangkau populasi target.

* Untuk keperluan data, dokumen ini disajikan persis seperti yang muncul di tabel termasuk desimal. Namun, dalam penyajian penulisan persentase dari tabel, dibulatkan ke suatu bilangan bulat

Latihan: Gunakan tabel pada contoh 1 untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:

a) Berapa persentase wanita di Indonesia yang tidak mengakses ketiga media paling sedikit sekali seminggu?

b) Kelompok umur mana yang paling mungkin mendengarkan radio paling sedikit sekali seminggu?

c) Bandingkan wanita yang tinggal di perkotaan dengan di perdesaan, kelompok mana yang lebih mungkin membaca surat kabar/majalah paling sedikit seminggu sekali?

d) Adakah pola yang jelas dalam keterpajanan terhadap radio paling sedikit sekali seminggu berdasarkan tingkat pendidikan?

e) Adakah pola yang jelas dalam keterpajanan terhadap surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu berdasarkan tingkat kuintil kekayaan?

seminggusekalisedikitpalingkabar/majalahsuratmembacaterendahkelompokdalammasukyangwanitapersen3,0

seminggu.sekalisedikitpalingkabar/majalahsuratmembacayangwanitapersen19,6dibandingkan

persen8,2ndidikan;petingkatmeningkatnyaseiringmeningkatseminggusekalisedikitpalingradioterhadapKeterpajananYa.d)

wanitapersen19,6dibandingkanseminggusekalisedikitpalingradiomendengarkanSDtamattidakberpendidikanyangwanita

seminggu.sekalisedikitpalingradiomendegarkantinggiperguruanberpendidikanyang kekayaan;kuintilmeningkatnyaseiringmeningkatseminggusekalisedikitpalingkabar/majalahsuratterhadapketerpajananYa,e)

perdesaan.ditinggalyangwanitapersen

:Jawaban

persen.13,6a)

seminggu.sekalisedikitpalingradiomendengarkaniniumurkelompokpadawanitapersen15,4tahun:2420umurWanitab)

6,0dibandingaknseminggusekalisedikitpalingkabar/majalahsuratmembacapersen13,8perkotaan,ditinggalyangWanitac)

Contoh 2: Prevalensi dan pengobatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Pertanyaan ini ditanyakan pada subkelompok responden

Tabel 10.5 Prevalensi dan pengobatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)

 

1

Persentase balita yang memiliki gejala infeksi saluran napas akut (ISPA) dalam 2 minggu sebelum survei, dan persentase balita dengan gejala ISPA yang berobat pada fasilitas atau tenaga kesehatan dan mendapat pengobatan antibiotik, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017

2

 

Di antara balita:

 

Di antara balita dengan gejala ISPA:

 
   

Persentase balita yang berobat ke

Persentase balita

 
 

Persentase balita

 

yang mendapat

dengan gejala

Jumlah

fasilitas atau tenaga kesehatan 2