Anda di halaman 1dari 5

ARTIKEL QURBAN DAN AQIQAH

Disusun Oleh : 1.Keytha Sarah Putri H


2.Naura Adzra Athallah
3.Nazla Fachrunnisa N.A
4.Zahra Mutiara Endah

Kelas 9F
SMP AL-MUTTAQIN FULLDAY SCHOOL TASIKMALAYA
A. Ibadah Kurban / Qurban
Ibadah kurban adalah suatu aktifitas penyembelihan atau
menyembelih hewan ternak yang dilakukan pada tanggal 11, 12 dan 13
Zulhijah atau disebut juga hari tasyrik / hari raya haji / lebaran haji /
lebaran kurban / Idul Adha dengan niat untuk beribadah kepada Allah
SWT.
Hukum ibadah kurban / qurban adalah sunat muakkad atau sunah
yang penting untuk dikerjakan. Waktu pelaksanaan acara qurban adalah
dari mulai matahari sejarak tombak setelah sholat idul adha tanggal 10
bulan haji sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 bulan
haji.
Hewan ternak yang boleh dijadikan hewan qurban / kurban :
- Kambing biasa dengan umur lebih dari dua tahun
- Biri-biri atau domba dengan umur lebih dari satu tahun atau pernah
ganti gigi.
- Kerbau / Kebo / Sapi dengan umur lebih dari dua tahun
- Unta dengan umur lebih dari lima tahun

Syarat-syarat sah pemilihan hewan kurban yang boleh menjadi qurban :


- Badannya tidak kurus kering
- Tidak sedang hamil atau habis melahirkan anak
- Kaki sehat tidak pincang
- Mata sehat tidak buta / pice / cacat lainnya
- Berbadan sehat walafiat
- Kuping / daun telinga tidak terpotong
Dalil Disyari’atkannya Kurban
Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka
dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-
orang yang membencimu dialah yang terputus.” (Al-Kautsar: 1 — 3).
“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu
banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika
kamu menyembelihnya.” (Al-Hajj: 36).
Keutamaan Ibadah Kurban
Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang
dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT
dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada
hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-
kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia
(pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua
dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).
Berkorban dengan Kambing yang Dikebiri
Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan
oleh Ahmad dari Abu Rafi’, bahwa Rasulullah saw berkurban dengan
dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur
hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.
Binatang-Binatang yang Tidak Diperbolehkan untuk
Kurban
Syarat-syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas
dari aib (cacat). Karena itu, tidak boleh berkurban dengan binatang yang
aib seperti di bawah ini:
1. Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.
2. Yang buta dan jelas terlihat kebutaannya
3. Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.
Rasulullah saw bersabda, “Ada empat penyakit pada binatang kurban
yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang buta dengan
kebutaan yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat
sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.” (HR Tirmidzi seraya
mengatakan hadis ini hasan sahih).
4. Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.
Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain
yang tidak boleh untuk kurban, yaitu:
1. Hatma’ (ompong gigi depannya, seluruhnya).
2. Ashma’ (yang kulit tanduknya pecah).
3. Umya’ (buta).
4. Taula’ (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan).
5. Jarba’ (yang banyak penyakit kudisnya). juga tidak mengapa
berkurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya
terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau
sebagian besar bokongnya tidak ada.
Menurut yang tersahih dalam mazhab Syafi’i, bahwa yang
bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang
puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ yang
dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi’i
berkata, “Kami tidak memperoleh hadis tentang gigi sama sekali.“
Waktu Penyembelihan Hewan Kurban
Untuk kurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada
hari ‘Iduladha. Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja
yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga
hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.
Dari al-Barra’ ra Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali kita
lakukan pada hari ini (Iduladha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan
memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan
sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka
sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada
keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali.”

Abu Burdah berkata, “Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di


hadapan kami, beliau bersabda: ‘Barangsiapa salat sesuai dengan salat kami
dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka
ia tidak menyembelih kirban sebelum ia salat’.”
Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang
menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya.
Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya
ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam.” (HR Bukhari dan
Muslim).

Hikmah Kurban
Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Sejarah Idul
Adha sendiri yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu
upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang
disabdakan oleh Rasulullah saw, “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari
untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”
B. Ibadah Aqiqah/ Akikah

Akikah adalah suatu kegiatan penyembelihan / menyembelih hewan


ternak sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT karena
mendapatkan anak laki-laki maupun perempuan (habis lahiran). Hukum
pelaksanaan acara aqiqah adalah sunah / sunat bagi orang tua atau wali
anak bayi yang baru lahir tersebut. Akikah dilakukan pada hari ke-tujuh
setelah kelahiran anak. Apabila belum mampu di hari ketujuh, di hari
setelahnya juga tidak apa-apa.

Jumlah hewan ternak untuk akikah berjumlah dua ekor kambing untuk
anak laki-laki / pria dan satu ekor kambing untuk anak perempuan /
wanita. Apabila hanya mampu menyembelih satu ekor kambing untuk
anak laki-laki tidak apa-apa yang penting ikhlas dan untuk mendapatkan
ridho dari Allah SWT. Hewan yang dijadikan akikah adalah sama
dengan hewan untuk kurban dalam hal persyaratannya.

Aqiqah memiliki tujuan untuk meningkatkan jiwa sosial dan tolong-


menolong sesama tetangga di lingkungan sekitar, menanamkan jiwa
keagamaaan pada anak, sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT
atas segala nikmat dan rejeki yang diberikan kepada kita selama ini.