Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG


JAWA TIMUR
2013 – 2015

FEVER WITHOUT SOURCE

1. Pengertian (Definisi) Fever without source adalah suatu demam tanpa focus yang jelas
selama lebih dari satu minggu dan telah dilakukan evaluasi yang
mendalam di RS selama periode tersebut.
2. Anamnesis 1. Demam kurang dari 7 hari

3. Pemeriksaan Fisik 1. Demam (suhu axilar >37,8°C)

4. Kriteria Diagnosis 1. Demam kurang dari 7 hari tanpa focus yang jelas.

5. Diagnosis Kerja Fever without source

6. Diagnosis Banding 1. Ensefalitis


2. Hepatitis
3. CMV
4. ISK
5. Tonsillitis
6. Pneumonia
7. Demam typhoid
8. Demam dengue / demam berdarah dengue
9. Parotitis
10. Tuberculosis
11. Malaria
12. Mononukleosis infeksiosa
13. Leptospirosis
14. Penyakit autoimun (SLE, AIHA, dll)
15. Gangguan tiroid
7. Pemeriksaan Penunjang 1. Darah lengkap
2. Hapusan darah
3. Urin Lengkap
4. Feces lengkap
5. AST/ALT
6. Foto thorax
7. Foto waters
8. Kultur darah
9. Kutur urin
10. Kultur feces
11. Kultur LCS
12. Mantoux tes
13. CRP
14. Procalcitonin
15. Pungsi lumbal dan analisa LCS
16. CT scan
17. IgM salmonella
18. ANA test
19. LE sel
20. PCR untuk EBV
21. Punksi sumsum tulang
22. Fungsi tiroid
23. Konsultasi ke bagian terkait (misal: THT)
8. Terapi 1. Paracetamol 10-15 mg/kg/x dapat diberikan 3-4x/hari bila
diperlukan.
2. Penurun demam dan analgetik lainnya (metamizol,
indometasin injeksi)
3. Antibiotika:
Amoxicillin injeksi 50-100 mg/kgBB/hari selama maksimal 10 hr
Ceftriakzon injeksi 50-150 mg/kgBB/hari selama maksimal 7
hari

9. Edukasi 1. Memberikan pemahaman tentang pemeriksaan dan terapi yang


harus dilakukan.

10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam


Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fumgsionam : dubia ad bonam

11. Tingkat Evidens IV


12. Tingkat Rekomendasi C
13. Penelaah Kritis dr. Irene Ratridewi, SpA(K)
14. Indikator Medis 1. 90% pasien fever without source dirawat selama 10 hari, bila
sampai dengan 10 hari perawatan masih belum ditemukan
penyebab demam dan klinis belum sembuh maka kasus
dikategorikan sebagai FUO, dan mengikuti clinical pathway
FUO

15. Kepustakaan 1. Sumarmo S Poorwo Soedarmo dkk. Buku Ajar Infeksi dan
Pediatri Tropis ed. 2, 2012.