Anda di halaman 1dari 20

TUJUAN PENGATURAN DAN PENGAWASAN BANK

Pengaturan dan pengawasan bank diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi perbankan Indonesia
sebagai:

1. Lembaga kepercayaan masyarakat dalam kaitannya sebagai lembaga penghimpun dan


penyalur dana
2. Pelaksana kebijakan moneter;
3. Lembaga yang ikut berperan dalam membantu pertumbuhan ekonomi serta pemerataan;
agar tercipta sistem perbankan yang sehat,baik sistem perbankan secara menyeluruh
maupun individual, dan mampu memelihara kepentingan masyarakat dengan baik,
berkembang secara wajar dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan yang dilakukan dengan menerapkan:

1. Kebijakan memberikan keleluasaan berusaha (deregulasi);


2. Kebijakan prinsip kehati-hatian bank (prudential banking); dan
3. Pengawasan bank yang mendorong bank untuk melaksanakan secara konsisten ketentuan
intern yang dibuat sendiri (self regulatory banking) dalam melaksanakan kegiatan
operasionalnya dengan tetap mengacu kepada prinsip kehati-hatian.

:: Kewenangan Pengaturan dan Pengawasan Bank

1. Pengaturan dan pengawasan bank oleh BI meliputi wewenang sebagai berikut:


2. Kewenangan memberikan izin (right to license), yaitu kewenangan untuk menetapkan
tatacara perizinan dan pendirian suatu bank. Cakupan pemberian izin oleh BI meliputi
pemberian izin dan pencabutan izin usaha bank, pemberian izin pembukaan, penutupan
dan pemindahan kantor bank, pemberian persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan
bank, pemberian izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.
3. Kewenangan untuk mengatur (right to regulate), yaitu kewenangan untuk menetapkan
ketentuan yang menyangkut aspek usaha dan kegiatan perbankan dalam rangka
menciptakan perbankan sehat yang mampu memenuhi jasa perbankan yang diinginkan
masyarakat.
4. Kewenangan untuk mengawasi (right to control), yaitu kewenangan melakukan
pengawasan bank melalui pengawasan langsung (on-site supervision) dan pengawasan
tidak langsung (off-site supervision). Pengawasan langsung dapat berupa pemeriksaan
umum dan pemeriksaan khusus,yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang
keadaan keuangan bank dan untuk memantau tingkat kepatuhan bank terhadap peraturan
yang berlaku serta untuk mengetahui apakah terdapat praktik-praktik yang tidak sehat
yang membahayakan kelangsungan usaha bank. Pengawasan tidak langsung yaitu
pengawasan melalui alat pemantauan seperti laporan berkala yang disampaikan
bank,laporan hasil pemeriksaan dan informasi lainnya. Dalam pelaksanaannya, apabila
diperlukan BI dapat melakukan pemeriksaan terhadap bank termasuk pihak lain yang
meliputi perusahaan induk, perusahaan anak, pihak terkait, pihak terafiliasi dan debitur
bank. BI dapat menugasi pihak lain untuk dan atas nama BI melaksanakan tugas
pemeriksaan.
5. Kewenangan untuk mengenakan sanksi (right to impose sanction), yaitu kewenangan
untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhadap bank
apabila suatu bank kurang atau tidak memenuhi ketentuan. Tindakan ini mengandung
unsur pembinaan agar bank beroperasi sesuai dengan asas perbankan yang sehat.

SISTEM PENGAWASAN BANK OLEH BANK INDONESIA

Dalam menjalankan tugas pengawasan bank, saat ini BI melaksanakan sistem pengawasannya
dengan menggunakan 2 pendekatan yakni pengawasan berdasarkan kepatuhan (compliance
based supervision) dan pengawasan berdasarkan risiko (risk based supervision/RBS). Dengan
adanya pendekatan RBS tersebut, bukan berarti mengesampingkan pendekatan berdasarkan
kepatuhan, namun merupakan upaya untuk menyempurnakan sistem pengawasan sehingga dapat
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan perbankan. Secara bertahap, pendekatan
pengawasan yang diterapkan oleh BI akan beralih menjadi sepenuhnya pengawasan berdasarkan
risiko.

1. Pengawasan Berdasarkan Kepatuhan (Compliance Based Supervision)

Pendekatan pengawasan berdasarkan kepatuhan pada dasarnya menekankan pemantauan


kepatuhan bank untuk melaksanakan ketentuan ketentuan yang terkait dengan operasi dan
pengelolaan bank. Pendekatan ini mengacu pada kondisi bank di masa lalu dengan tujuan
untuk memastikan bahwa bank telah beroperasi dan dikelola secara baik dan benar
menurut prinsip-prinsip kehati-hatian.

2. Pengawasan Berdasarkan Risiko (Risk Based Supervision)

Pendekatan pengawasan berdasarkan risiko merupakan pendekatan pengawasan yang


berorientasi ke depan (forward looking). Dengan menggunakan pendekatan tersebut
pengawasan/pemeriksaan suatu bank difokuskan pada risiko-risiko yang melekat
(inherent risk)pada aktivitas fungsional bank serta sistem pengendalian risiko (risk
control system). Melalui pendekatan ini akan lebih memungkinkan otoritas pengawasan
bank untuk proaktif dalam melakukan pencegahan terhadap permasalahan yang potensial
timbul di bank. Pendekatan pengawasan berdasarkan risiko memiliki siklus pengawasan
sebagai berikut :
Jenis-Jenis Risiko Bank :

 Risiko Kredit : Risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan counterparty memenuhi
kewajibannya.
 Risiko Pasar : Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar (adverse
movement) dari portofolio yang dimiliki oleh Bank,yang dapat merugikan Bank. Variabel
pasar antara lain adalah suku bunga dan nilai tukar.
 Risiko Likuiditas : Risiko yang antara lain disebabkan Bank tidak mampu memenuhi
kewajiban yang telah jatuh waktu.
 Risiko Operasional : Risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidakcukupan dan
atau tidak berfungsinya proses internal,kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya
problem eksternal yang mempengaruhi operasional Bank.
 Risiko Hukum : Risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis.
Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan
peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak
dipenuhinya syarat sahnya kontra.
 Risiko Reputasi : Risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang
terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.
 Risiko Strategik : Risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan
strategi Bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang
responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
 Risiko Kepatuhan : Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.

SISTEM INFORMASI PELAPORAN BANK KEPADA BANK INDONESIA

:: Sistem Informasi Manajemen – Sektor Perbankan Bank Indonesia (SIM-SPBI)

SIMSPBI merupakan sistem informasi terpadu untuk mendukung tugas pengawasan,


pemeriksaan dan pengaturan perbankan BI.

Tujuan dari penerapan SIM-SPBI adalah :

 Meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pengawasan dan pemeriksaan bank;


 Menciptakan keseragaman (standarisasi) dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan
pemeriksaan bank.
 Mengoptimalkan Pengawas dan Pemeriksa Bank dalam menganalisa kondisi bank
sehingga dapat meningkatkan mutu pengawasan dan pemeriksaan bank;
 Memudahkan audit trail oleh pihak yang berkepentingan;
 Meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi

SIM-SPBI terdiri dari 3 subsistem yakni :

1. Sistem Informasi Manajemen Pengawasan (SIMWAS), merupakan sistem informasi


untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi tugas-tugas pengawasan, pemeriksaan dan
penelitian bank umum. Melalui SIMWAS, pengawas bank akan mampu mengoptimalkan
kegiatan analisa dan memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan bank (termasuk
Tingkat Kesehatan Bank dan profil risiko) secara cepat. Modul-modul yang tersedia
antara lain modul Data Pokok Bank dan modul Fit and Proper Test (FPT).
2. Sistem Informasi Bank dalam Investigasi (SIBADI), merupakan sistem informasi
untuk meningkatkan tertib administrasi dan kemudahan pemantauan tugas dalam rangka
investigasi tindak pidana di bidang perbankan. Melalui SIBADI, dapat dilakukan
pemantauan terhadap perkembangan investigasi atas dugaan tindak pidana yang diakukan
oleh suatu bank sejak laporan penyimpangan diterima, jadwal investigasi, langkah-
langkah yang telah dilakukan sampai dengan hasil akhir investigasi dimaksud.
3. Data Mart Data Pokok Bank, yang menyediakan informasi yang berkaitan dengan
kelembagaan, kepemilikan dan kepengurusan, operasional dan strategi pengawasan yang
diterapkan pada suatu bank sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan informasi dalam
rangka pengawasan dan pembinaan bank.

:: Sistem Informasi Debitur (SID)

SID adalah sistem yang menyediakan informasi mengenai debitur baik perorangan maupun
badan usaha, yang diolah berdasarkan laporan penyediaan dana yang diterima Bank Indonesia
dari Pelapor. SID dikembangkan dengan tujuan untuk membantu :

1. Bagi pemberi kredit, antara lain :


o Membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan
pemberian kredit
o Mengurangi ketergantungan pemberi kredit kepada agunan konvensional.Pemberi
kredit dapat menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti/pelengkap
agunan.
2. Bagi penerima kredit, antara lain :
o Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh persetujuan kredit
o Nasabah baru,khususnya yang tergolong sebagai UMKM,a kan mendapat akses
yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi
keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan
agunan.

:: Sistem Informasi Manajemn Pengawasan BPR (SIMWAS BPR)

SIMWAS-BPR merupakan sistem informasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem
pengawasan BPR. Melalui SIMWAS, pengawas BPR akan mampu mengoptimalkan kegiatan
analisis terhadap kondisi BPR, mempercepat diperolehnya informasi kondisi keuangan BPR
(termasuk Tingkat Kesehatan BPR), meningkatkan keamanan dan integritas data serta informasi
perbankan. Modul-modul yang tersedia dalam aplikasi SIMWAS BPR antara lain modul
perizinan pendirian BPR, data pokok BPR, Tingkat Kesehatan BPR, status BPR, cabut izin usaha
dan likuidasi BPR.

http://www.ojk.go.id/pengaturan-pengawasan-bank

jaminan tambahan yang diserahkan nasabah debitur kepada bank dalam rangka
Agunan
pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah (collateral).

gugatan yang diajukan kreditur untuk membatalkan perbuatan curang


dari debitur yang merugikannya; lembaga aksio pauliana diciptakan
Aksio pauliana
untuk melindungi kreditur dari tindakan curang debiturnya, yaitu orang,
persekutuan/badan hukum yang dinyatakan pailit (actio pauliana).
keterangan tertulis yang ditandatangani oleh pihak yang berkepentingan
akta untuk membuktikan kebenaran atau keinginan sebagaimana tertulis
dalam dokumen tersebut (deed).
akta dengan bentuk menurut undang-undang yang dibuat oleh atau di
akta autentik
hadapan pejabat berwenang (authentieke daad).
akta yang tidak dibuat oleh atau di hadapan pejabat berwenang (private
akta di bawah tangan
deed).
semua aset bank, kecuali kas dan surat berharga pemerintah; untuk
menentukan rasio atau nisbah kecukupan modal, Bank Indonesia
aktiva berisiko
mengatur batasan mengenai aktiva tertimbang menurut nisiko (ATMR)
(risk assets).
aktiva jaminan aktiva dalam bentuk properti, surat berharga, atau harta lain yang telah
terikat sebagai jaminan untuk mendukung penerbitan obligasi, surat
utang, atau pinjaman (pledge assets).
aktiva dalam bentuk uang tunai atau barang berharga lain yang
aktiva lancar sewaktu-waktu dengan mudah dapat dijadikan uang tunai (active
realisable; current asset).
aset bank yang tidak menghasilkan pendapatan, misalnya uang tunai
yang dikuasai bank, giro wajib pada bank sentral, giro pada bank lain,
aktiva nonproduktif
cek yang masih dalam proses penagihan, dan aktiva tetap (non-earning
assets).
penanaman dana bank dalam bentuk kredit, surat berharga, penyertaan,
aktiva produktif
dan penanaman lain untuk memperoleh penghasilan (earning assets).
aktiva produktif yang tingkat ketertagihan atau kolektibilitasnya
tergolong kurang lancar, diragukan, dan macet; yang dimaksud dengan
aktiva produktif
aktiva produktif dalam hal ini adalah kredit, penanaman pada bank lain,
bermasalah
surat berharga yang dimiliki, dan penyertaan (adversely classified
assets).
aktiva lancar setelah dikurangi persediaan barang yang dapat dengan
aktiva sangat lancar segera dialihkan menjadi uang kas apabila sewaktu-waktu diperlukan,
biasanya berjangka waktu di bawah satu tahun (quick assets).
investasi yang bersifat sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan
cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi
aktiva setara kas risiko perubahan nilai yang berarti; setara kas dimiliki untuk memenuhi
komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain
(near-cash assets).
aktiva produktif, baik yang sudah maupun yang mengandung potensi
aktiva terklasifikasikan tidak memberikan penghasilan atau menimbulkan kerugian bagi bank
(classified assets).
aset bank dengan masa pakai di atas satu tahun, dimaksudkan untuk
tidak dijual guna menunjang kegiatan operasional bank, antara lain
aktiva tetap
berupa tanah, gedung, dan peralatan yang dimiliki atau disewa (fixed
asset, capital assets, permanent assets).
aktivitas akun aktivitas rekening (account activity).
semua mutasi yang dicatat di dalam rekening yang berasal dan, antara
lain, penyetoran, penarikan, pengkreditan pendapatan, dan pembebanan
biaya administrasi dalam periode tertentu; mutasi tersebut tercatat
aktivitas rekening
datam rekening koran yang berdasarkan ketentuan harus diterbitkan
setiap bulan agar dapat dicocokkan oleh nasabah pemegang rekening;
sin. aktivitas akun (account activity).
pengambilalihan sebagian besar (lebih dan 50%) atau seluruh
akuisisi
kepemilikan suatu bank (acquisition).
tambahan secara berkala atas suatu jumlah pokok, misalnya laba atas
akumulasi modal atau cadangan, bunga atas simpanan atau utang pokok
(accumulation) akun rekening (account).
akun nasabah bank yang seringkali bermutasi berupa penyetoran dan
akun aktif
atau penarikan (active account).
proses pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran transaksi-
transaksi perusahaan dalam nilai uang serta penyusunan laporan
keuangan dan analisisnya; dengan demikian, dapat pula berarti bahwa
akun - perakunan perakunan merupakan sebuah sistem informasi untuk mengakumulasi,
memproses, dan mengomunikasikan segala informasi yang
berhubungan dengan transaksi keuangan dari para pelaku ekonomi
(accounting).
hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan perakunan, baik teori
maupun kebiasaan-kebiasaan, norma, prinsip-prinsip, dan sebagainya
(accountancy) akur perdamaian yang telah disepakati, baik oleh pihak
akuntansi
yang menanggung kerugian maupun pihak yang menyebabkan
kerugian; kesepakatan ini biasanya dilakukan di depan hakim sehingga
tidak akan menjadi masalah pada kemudian hari (accord).
merupakan uang tunai dan aset lain yang dapat segera diuangkan
sehingga operasional usaha tetap berjalan, termasuk persediaan
alat likuid
(inventory) barang dagangan, biaya dibayar di muka dan aset yang
dapat diuangkan dalam waktu satu (1) tahun (liquid assets).
prosedur akuntansi yang secara bertahap mengurangi nilai biaya dan
suatu aktiva dengan umur manfaat terbatas atau aktiva tidak berwujud
lain melalui pembebanan berkala ke pendapatan; amortisasi juga dapat
amortisasi
berarti pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara
teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat
jatuh tempo (amortization; amorticement).
orang yang menganalisis permohonan kredit dari berbagai aspek yang
terkait untuk menilai kelayakan usaha yang akan dibiayai dengan
analis kredit kredit; analisis tersebut meliputi, antara lain, aspek hukum, lingkungan,
keuangan, pemasaran, produksi, manajemen, ekonomi, dan tersedianya
jaminan yang cukup (credit analyst).
analisis atas laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan
analisis likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya
(liquidity analysis).
penelitian tentang apakah suatu prosedur atau sistem telah atau belum
analisis sistem
memenuhi standar untuk meningkatkan efisiensi (system analysis).
mesin dengan sistem komputer yang diaktifkan dengan kartu magnetik
bank yang berkode atau bersandi; melalui mesin tersebut nasabah dapat
menabung, mengambil uang tunai, mentransfer dana antar-rekening,
anjungan tunai mandiri dan transaksi rutin; ATM dipasang secara nasional ataupun
(ATM) internasional sehingga memudahkan nasabah mendapatkan uang tunai
dari ATM di negara tempat nasabah berada dengan menggunakan kode
atau sandi ATM yang diterbitkan oleh bank yang bersangkutan dan
nomor jati diri nasabah (automated teller machine/ATM).
salah satu cara pembayaran kewajiban secara berkala selama jangka
anuitas
waktu tertentu (annuity).
anuitas abadi anuitas dengan jangka waktu yang tidak terbatas (perpetuity).
anuitas dengan jangka waktu bunga atau premi yang bertepatan dengan
anuitas sederhana
jangka waktu pembayaran berkala (simple annuity; ordinary annuity).
pembayaran tahunan yang frekuensi atau jangka waktu pembayarannya
dilakukan apabila terjadi peristiwa yang tidak pasti (contingent annuity)
anuitas tak-terduga
anuitas tertangguh anuitas dengan pembayaran yang akan dimulai pada
waktu tertentu pada masa yang akan datang (deferred annuity).
aliran dana yang mencerminkan perpindahan dana melalui suatu bank;
aliran dana pada bank, biasanya merupakan simpulan aliran dana yang
arus kas
menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana; aliran kas; aliran
dana (cash flow).
nilai yang diharapkan dari suatu penerimaan dan pengeluaran kas,
dihitung dengan menggunakan nilai kini atau tingkat pengembalian
arus kas terdiskonto
hasil dan menjadi faktor dalam analisis, baik investasi modal maupun
investasi sekuritas (discounted cash flow).
perpindahan modal investasi dari luar negeri ke dalam negeri (net
arus modal masuk
capital inflow).
sistem penentuan biaya dan pendapatan yang mengakui seluruh
asas akrual pendapatan dan biaya pada tahun buku tertentu meskipun realisasinya
baru terjadi dalam tahun buku selanjutnya (accrual basis).
prinsip yang menyatakan bahwa tertanggung hanya berhak atas
asas ganti rugi penggantian setinggi-tingginya sebesar kerugian yang nyata-nyata
dideritanya (principle of indemnity).
prinsip yang menyatakan bahwa penanggung berhak mendapatkan
asas subrogasi pembayaran kembali atas ganti rugi yang telah diberikan penanggung
kepada kreditur (principle of subrogation).
pencatatan pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan saat
asas tunai penerimaan atau pengeluaran tunai tanpa memperhatikan tanggal
transaksinya; asas kas; dasar tunai (cash basis).
asuransi yang memberikan pertanggungan kepada kreditur atas risiko
asuransi kredit
terjadinya kerugian karena kredit macet (credit insurance).
badan atau organisasi yang oleh hukum diperlakukan sebagai orang,
badan hukum
yaitu memegang hak dan menanggung kewajiban (legal entity).
badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
bank
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
rakyat banyak (bank).
segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
bank - perbankan kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam
melaksanakan kegiatan usahanya (banking).
pelayanan perbankan kepada perusahaan besar dan unit usaha bukan
bank - perbankan
eceran yang mempunyai struktur keuangan yang kuat (whoIesale
korporasi
banking, corporate banking).
sistem perbankan yang tidak lagi menggunakan cek sebagai alat
bank - perbankan
pembayaran; sistem pembayaran ini dilakukan melalui
nircek
pemindahbukuan secara elektronis (checkless banking).
pendirian bank di negara bagian, dapat dilakukan melalui merger,
akuisisi, atau pendirian baru; kantor bank regional dapat dibuka apabila
bank - perbankan
terdapat kesepakatan timbal balik antara kedua negara bagian mengenai
regional
izin pendirian atau pembukaan bank tersebut; hal ini terjadi di negara
Amerika Serikat (regional banking).
bank yang mengkhususkan usahanya pada produk jasa bank yang
bank retail ditawarkan, baik kepada nasabah perseorangan maupun badan usaha
berskala kecil (retail banking).
bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau
berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa
bank umum
dalam lalu lintas pembayaran; bank komersial (commercial bank/full
service bank)
bantuan yang diberikan kepada bank-bank yang mengalami kesulitan
likuiditas dalam operasinya sehari-hari; kesulitan likuiditas ini dapat
Bantuan Likuiditas
terjadi antara lain karena penarikan dana secara besar-besaran oleh
Bank Indonesia (BLBI)
nasabah sebagai dampak dan berkurangnya kepercayaan masyarakat
kepada dunia perbankan.
Batas Maksimum batas maksimum penyediaan dana yang diperkenankan untuk dilakukan
Pemberian Kredit oleh bank kepada peminjam atau kelompok peminjam tertentu (legal
(BMPK) leading limit).
pengeluaran yang belum merupakan biaya dalam tahun buku yang
beban ditangguhkan
sedang berjalan, tetapi masih tercatat sebagai harta (deferred charges).
sekumpulan dokumen tentang fakta atau opini yang berhubungan
berkas kredit dengan pemberian kredit kepada setiap nasabah debitur bank yang
disimpan berdasarkan aturan dan klasifikasi tertentu (credit file; folder).
pengeluaran atau pengorbanan yang tak terhindarkan untuk
mendapatkan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh maslahat;
pengeluaran untuk kegiatan, tujuan, atau waktu tertentu, seperti ongkos
pengiriman, pengepakan, dan penjualan dimaksudkan untuk
biaya
memperoleh penghasilan; dalam laporan laba rugi perusahaan,
komponen biaya merupakan pengurang dari pendapatan; pengertian
biaya berbeda dengan beban; semua biaya adalah beban, tetapi tidak
semua beban adalah biaya (cost; expense).
biaya yang dibebankan secara berkala kepada pemegang rekening pada
suatu bank, misalnya biaya administrasi rekening koran, iuran tahunan
biaya administrasi
kartu kredit; nasabah mungkin tidak dikenai biaya tersebut jika dapat
memelihara saldo minimum tertentu (maintenance fee).
biaya bayar di muka pengeluaran yang dibayarkan untuk keperluan dalam tahun buku
mendatang, seperti pembayaran sewa, royalti, dan premi asuransi;
pengeluaran tersebut belum merupakan biaya dalam tahun buku
berjalan (prepaid expenses).
beban bunga yang sebenamya belum menjadi kewajiban yang harus
biaya bunga bayar di
dibayar oleh perusahaan pada periode yang bersangkutan, tetapi telah
muka
dibayarkan lebih dulu (prepaid interest expense).
fasilitas kredit kepada konsumen untuk dapat melakukan pembelian
saat ini tanpa harus membayar tunai; pembayaran kredit tersebut dapat
biaya kredit
dilakukan dalam jangka waktu tertentu (misalnya 30 hari) atau secara
angsuran (charge account bonking).
tingkat pendapatan yang diperoleh dari suatu bisnis apabila bisnis
tersebut memilih investasi lain dengan tingkat risiko yang berimbang;
dengan kata lain, biaya modal merupakan biaya kesempatan yang
biaya modal hilang (opportunity cost) dan dana yang digunakan untuk investasi lain
tersebut; biaya modal dapat juga dihitung dengan menggunakan rata-
rata tertimbang atas biaya utang perusahaan serta klasifikasi modal
(cost of capital).
dokumen sebagai tanda bukti yang mendukung serta mengesahkan atas
transaksi yang dilakukan atau tanda bukti adanya kewajiban pada pihak
bukti transaksi
lain yang masih harus dilaksanakan, misalnya cek, bilyet giro, dan
dokumen pengiriman uang; lihat juga bukti pelunasan (voucher).
pencatatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang berisi setiap
buku - pembukuan
transaksi baik pengeluaran maupun pendapatan (book keeping).
kumpulan perkiraan yang digunakan oleh perusahaan atau bank untuk
mencatat transaksi-transaksinya; buku besar ini akan disesuaikan
buku besar
dengan banyaknya perkiraan yang timbul berdasarkan transaksi yang
dilakukan sehingga berisi jumlah mutasi debit atau kreditnya (ledger).
buku besar pembantu yang mencatat semua transaksi yang terjadi atas
semua perkiraan yang berhubungan dengan aset yang diklasifikasikan
ke dalam debit dan kredit; penggunaan buku besar pembantu tersebut
buku besar aset bergantung pada besar kecilnya perusahaan dan kompleksitas sistem
akuntansi yang dianut, dapat terdiri atas satu buku besar pembantu
untuk mencatat seluruh aset atau beberapa buku besar pembantu untuk
aset yang berbeda-beda, misalnya aset tetap (asset ledger).
perkiraan dalam pembukuan yang merupakan perincian dari pos-pos
buku besar pembantu
perkiraan dalam buku besar (subsidiary ledger).
buku besar yang memuat akun-akun langganan yang membeli barang
buku besar penjualan
dengan kredit dan mencatat setiap transaksi (sales ledger).
pusat data bank tentang utang yang masih harus dibayar oleh debitur
dan potongan bagi semua peminjam, dilakukan oleh bagian kredit pada
suatu bank; buku besar utang ini dapat terdiri atas buku besar pembantu
buku besar utang
bagi sistem komputerisasi akuntansi bank atau dalam sistem yang
belum otomasi, posisi pinjaman setiap nasabah dicatat dalam setiap
kartu debitur; jumlah seluruh posisi pinjaman tersebut merupakan
bagian terbesar aktiva produktif bank (liability ledger).
buku berisi sejumlah formulir cek yang dikeluarkan oleh bank untuk
buku cek
digunakan sebagai alat penarik dan akun nasabah (cheque book).
buku untuk mencatat semua transaksi perusahaan setiap hari menurut
buku harian tertib waktu sebagai dasar atau sumber pembukuan selanjutnya (day
book).
buku yang digunakan untuk mencatat setiap penerimaan, pengeluaran,
buku kas baik secara tunai maupun melalui akun perusahaan pada bank (cash
book).
buku yang dikeluarkan oleh bank yang mencantumkan jumlah
simpanan nasabah pada rekening tabungan di suatu bank yang
kepemilikannya dibuktikan dengan identitas yang tertulis pada buku
dimaksud sehingga tidak dapat diperjualbelikan atau
buku tabungan dipindahtangankan; buku tersebut harus diperlihatkan pada setiap
penyetoran ataupun penarikan dan pada saat membukukan bunga; buku
itu biasa juga disebut sebagai buku bank; di beberapa bank, buku bank
sudah tidak digunakan, sebagai pengganti nasabah diberikan tembusan
bukti penyetoran (passbook).
imbalan yang dibayarkan oleh peminjam atas dana yang diterima;
bunga
bunga dinyatakan dalam persen (interest).
Rasio efisiensi bank yang mengukur beban operasional terhadap
BOPO pendapatan operasional. Semakin tinggi nilai BOPO maka semakin
tidak efisien operasi bank.
Suku bunga referensi kebijakan moneter dan ditetapkan dalam Rapat
BI Rate
Dewan Gubernur setiap bulannya.
Bank Indonesia Real-Time Gross Settlement, merupakan sistem
transfer dana secara elektronik antar peserta dalam mata uang rupiah
BI-RTGS
yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara
individual.
Bank yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran terkait transaksi-
Bank Persepsi
transaksi keuangan pemerintah.
dana yang disisihkan dari pendapatan bersih untuk menutup biaya tidak
cadangan kontingensi terduga atau tidak diharapkan, seperti kredit macet yang tidak terduga,
pajak, dan biaya bunga yang tak terduga (contingent reserve).
persentase tententu dari dana pihak ketiga yang wajib disimpan dalam
cadangan likuiditas
bentuk giro pada Bank Indonesia (reservable deposits).
umum: dana yang disisihkan dan laba setelah pajak untuk
menutup/memenuhi pembayaran pembayaran yang akan datang; ada
dua bentuk dasar cadangan, yaitu cadangan primer dan cadangan
sekunder; lihat: cadangan primer dan cadangan sekunder; perakunan:
cadangan
akun untuk menyesuaikan atau menyusutkan nilai suatu aset dengan
mengurangi pendapatan; perbankan: cadangan kerugian atau
penghapusan kredit sebagai antisipasi penghapusan kredit macet
(allowance; reserve).
cadangan yang dibentuk untuk mengantisipasi kerugian yang
ditimbulkan sebagai akibat adanya pinjaman yang tergolong diragukan
dan macet; apabila pinjaman itu dihapuskan, bank akan menggunakan
cadangan antisipasi
dana cadangan tersebut dengan mempertimbangkan jaminan yang
dikuasai bank sebagai salah satu sumber pengembalian kredit tersebut
(special pro vision).
sebagian dari aktiva bank berupa alat likuid, seperti kas, piutang, dan
aktiva lain yang segera dapat dicairkan, seperti giro, deposito, dan
cadangan bank
simpanan lainnya untuk menghadapi kemungkinan penarikan rekening
nasabah (bank reserves).
dana yang dengan sengaja disediakan bank untuk digunakan dalam
cadangan bebas penanaman bank, baik dalam bentuk kredit maupun dalam bentuk
penanaman dana lain (free reserve).
cadangan penghapusan biaya yang dicadangkan untuk menutup pemberian kerugian kredit
kredit macet yang bensumber dari penyisihan sebagian laba (provision for bad debt).
aspek yang paling banyak benpengaruh terhadap kondisi keuangan
bank, yang mempengaruhi pula tingkat kesehatan bank; CAMEL
merupakan tolok ukur yang menjadi objek pemeriksaan bank yang
dilakukan oleh pengawas bank; CAMEL terdiri atas lima kriteria, yaitu
modal (capital), aktiva (asset), manajemen, pendapatan (earnings), dan
likuiditas (Iiquidily) peringkat CAMEL di bawah 81 memperlihatkan
kondisi keuangan yang lemah yang ditunjukkan oleh neraca bank,
CAMEL seperti rasio kredit tak lancar terhadap total aktiva yang meningkat;
apabila hal tersebut tidak diatasi, masalah itu dapat mengganggu
kelangsungan usaha bank; bank yang terdaftar pada daftar pengawasan
dianggap sebagai bank bermasalah dan diperiksa lebih sering oleh
pengawas bank jika dibandingkan dengan bank yang tidak bermasalah;
bank dengan peringkat CAMEL di atas 81 adalah bank dengan
pendapatan yang kuat dan aktiva tak lancar yang sedikit; peringkat
CAMEL tidak pernah diinformasikan secara luas.
perintah yang dikeluarkan oleh otoritas moneter atau instansi yang
berwenang dalam rangka pembinaan terhadap bank untuk melakukan
CDO langkah perbaikan terhadap kegiatan operasionalnya setelah mendengar
pertimbangan berbagai pihak; CDO adalah singkatan dari cease and
desist order.
1. tanda berupa coretan atau yang serupa pada sesuatu yang
menyatakan bahwa sesuatu itu telah diverifikasi; 2. perintah tertulis
cek
nasabah kepada bank untuk menarik dananya sejumlah tertentu atas
namanya atau atas unjuk (cheque).
cek yang mencantumkan atau tidak mencantumkan nama penerima
cek atas bawa pembayaran disertai klausul atau kepada pembawa; cek ini
dipindahtangankan dengan menyerahkan begitu saja (bearer cheque).
cek bertanda khusus, hanya diketahui artinya oleh pihak bank dan
cek bersandi penerbit cek bersangkutan; dalam beberapa hal penerbit cek dan bank
dapat melakukan kesepakatan untuk memberi tanda khusus pada setiap
cek yang ditarik; tanda atau kode khusus ini gunanya untuk
menghindari pemalsuan (marked cheque).
cek yang ditarik oleh debitur bagi kepentingan kreditur untuk
cek memo diuangkan jika debitur tidak membayar pada waktunya; kadang-kadang
cek tersebut bertanggal mundur (memorandum cheque).
cek yang mencantumkan tanggal penarikannya pada masa mendatang;
cek mundur cek tersebut tidak boleh dibayarkan oleh bank sebelum tanggal yang
tercantum tiba (post-dated cheque).
cek yang tidak dapat ditarik sesuai dengan nilai yang tercantum pada
cek non-pari
cek tersebut apabila ditarik melalui bank lain (nonpar cheque).
cek yang memuat nama penerima pembayaran, dengan atau tanpa
cek order mencantumkan klausul “kepada order"; cek ini dapat
dipindahtangankan dengan cara endosemen (order cheque).
alat pembayaran semacam cek, diciptakan untuk orang bepergian dan
dapat diuangkan pada kantor-kantor bank yang mengeluarkan atau pada
pihak-pihak yang ditunjuk; dapat dibayar oleh perusahaan yang
cek perjalanan mengeluarkannya dan dijual dengan angka nominal tertentu dan
dijamin dari kehilangan atau pencurian; cek tadi diterima sebagai
pengganti uang tunai oleh para pedagang, dapat dicairkan di kantor-
kantor tertentu (travellers check; traveler’s cheque).
cek yang ditarik oleh perseorangan, bukan oleh persekutuan,
cek perseorangan
perusahaan, atau bank (personal cheque).
cek yang dipindahkan dengan pengesahan (endorsement) dengan
mencantumkan “bayarlah atas permintaan’; pemegang yang baru,
memiliki hak yang sama dengan pemegang sebelumnya dan bebas
untuk menegosiasi ceknya sendiri, yaitu dengan pengesahan di balik
cek pihak ketiga
cek tersebut dan menyimpannya ataupun dengan cara mencairkan di
kasir bank; undang-undang hukum dagang memperbolehkan
pemindahan suatu cek kepada pemilik baru berapa kali; dalam praktik,
cek tidak lazim disahkan berulang-ulang (third party cheque).
cek yang penguangannya dilakukan melalui pemindahbukuan atau
cek sendiri penunaian secara langsung karena kantor bank tertarik sama dengan
kantor bank pemegang cek (own cheque/self cheque).
cek yang di halaman mukanya diberi dua garis sejajar yang ditarik dari
sisi kiri bawah ke sisi kanan atas tanpa keterangan apa pun (silang
cek silang
umum) atau memuat tanda petik nama bank (silang khusus) di antara
kedua garis itu (crossed cheque).
cek khusus milik kliring yang diterbitkan oleh bank untuk pembayaran
cek yang telah dikliringkan, tetapi ditolak oleh bank pembayar sehingga
cek tebus dikembalikan ke bank asal; cek tersebut dibayarkan hanya kepada
anggota lembaga kliring, tidak dapat diperjualbelikan, dan dibayarkan
melalui lembaga kliring (redemption cheque).
cek, mirip dengan money order (pesaran uang) dibeli pada sebuah bank
cek terdaftar
dengan komisi; cek terdaftar digunakan oleh orang-orang yang tidak
mempunyai rekening koran untuk mentransfer dana kepada pihak lain
atau membayar tagihan (registered check).
cek yang dijamin pembayarannya oleh bank sehingga secara hukum
menjadi kewajiban bank; dana untuk menutupnya diambil dari akun
deposan; biasanya, pada halaman depan cek itu dibubuhi kata “fiat"
cek terjamin
atau yang serupa, diberi tanggal, dan ditandatangani oleh pejabat
berwenang dari bank tertarik yang berarti cek itu layak untuk dibayar
(certified cheque).
cek yang ditolak karena tidak sah, yaitu setiap cek yang mengandung
cacat yang disebabkan oleh pengesahan yang salah, pengesahan yang
cek tertolak
tidak lengkap, dana yang tidak cukup, akun yang sudah ditutup, dan
sebagainya (bad cheque).
chattel hak pemanfaatan atas agunan debitur oleh kreditur.
Pengikatan agunan berupa tanah yang umumnya belum bersertifikat
credietverband
(credietverband).
Capital Adequacy Rasio kecukupan modal bank yang diukur berdasarkan perbandingan
Ratio (CAR) antara jumlah modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).
uang tunai dan atau aktiva lain yang segera dapat diuangkan yang
dana
tersedia atau disisihkan untuk maksud tertentu (fund).
semua penerimaan, baik tunai maupun bukan tunai yang merupakan
dapat - pendapatan (1) hasil dan penjualan barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu
(income; revenue).
dapat – pendapatan (2) penerimaan dana sebagai hasil dari suatu investasi (return).
sisi sebelah kiri neraca yang, antara lain, berisi catatan mengenai kas,
debit surat berharga yang dimiliki, dan aktiva tetap; urutan pencatatan sesuai
dengan tingkat likuiditas aset (debit).
penurunan nilai dan aktiva sehingga nilainya lebih rendah daripada
harga belinya atau lebih rendah dari uang yang dipinjam untuk membeli
defisiensi aset tersebut; dalam likuidasi dapat diartikan sebagai tidak terbayarnya
seluruh kewajiban meskipun seluruh aset telah habis dijual (asset
deficiency).
keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat dalam masa
deflasi tertentu karena jumlah uang yang beredar relatif lebih kecil daripada
jumlah barang dan jasa yang tersedia (deflation).
penghapusan atau penarikan kembali fungsi standar moneter dan alat
demonetisasi
pembayaran tertentu; penarikan dalam peredaran (demonetization).
denominasi sebutan nilai nominal uang, saham, dan sebagainya (denomination).
simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu
deposito berjangka tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank (time
deposit).
keadaan ekonomi yang ditandai oleh menurunnya harga, menurunnya
depresi daya beli, jumlah penawaran yang jauh melebihi permintaan, angka
pengangguran yang meningkat secara tajam, dan kelesuan dunia usaha
yang mengarah kepada likuidasi perusahaan (depression).
penurunan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain sesuai dengan
depresiasi
keadaan pasar dalam sistem kurs mengambang (depreciation).
penurunan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang
devaluasi negara lain; biasanya devaluasi terhadap mata uang dilakukan dalam
rangka pelaksanaan kebijakan moneter (devaluation).
ukuran tingkat pencairan selisih nilai setiap anggota dalam sekelompok
nilai dengan nilai ratarata hitungnya; ukuran itu merupakan angka yang
deviasi standar
diperoleh dengan mencari akar dan jumlah setiap deviasi pangkat dua
dibagi jumlah anggota kelompok (standard deviation)
saldo valuta asing pada bank dan alat pembayaran luar negeri lainnya
kecuali uang logam yang mempunyai catatan kurs resmi pada Bank
devisa
Indonesia; di kalangan perbankan internasional, devisa sama dengan
valuta asing (deviezen).
selisih kurang antara nilai yang sebenarnya dan nilai nominal yang
disagio tercantum pada satu sekuritas atau nilai tukar alat pembayaran luar
negeri atau turunnya nilai uang logam karena aus (disogio).
pengurangan atau penghentian investasi, dilakukan dengan menjual
disinvestasi pabrik dan peralatannya, atau tidak memelihara atau mengganti aktiva
modal yang aus dalam penggunaannya (disinvestment).
potongan yang diperhitungkan bank (biasanya dalam persen) atas suatu
diskonto bank surat berharga karena pembayaran sebelum jatuh tempo (bank
discount).
realisasi pinjaman yang dilakukan di suatu kantor bank, sedangkan
dislokasi kredit penandatanganan akta perjanjiannya dilaksanakan di kantor lain dari
pihak bank yang bersangkutan (credit dislocation).
penanaman modal dari berbagai jenis investasi dengan tujuan untuk
diversifikasi risiko mengurangi kemungkinan risiko yang akan dihadapi (risk
diversification).
bagian dari laba bersih sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham
dividen (RUPS) yang ditetapkan untuk dibagikan kepada para pemegang saham
sebagai keuntungan atas kepemilikan saham (dividend).
warkat yang dipakai sebagai tanda bukti yang umumnya memiliki
dokumen
kekuatan hukum pembuktian (document).
dokumen yang hanya dapat diserahkan setelah surat wesel diakseptasi
dokumen akseptasi pembeli; surat wesel yang bersangkutan ditandai dengan tulisan D/A
(document ~gaint acceptance; D/A)
dokumen berisi informasi yang akan digunakan sebagai data masuk
dokumen sumber dalam sistem pengolahan data elektronik (SPDE), seperti cek, kuitansi,
dan bilyet giro (source document).
dokumen yang berkaitan dengan kredit, termasuk kontrak perjanjian
dokumentasi kredit kredit, laporan keuangan, rencana kerja, dan dokumen lain yang
menyangkut hak kreditur atas aset yang dijaminkan oleh debitur guna
mengamankan pembayaran kewajiban debitur dan dokumen lain yang
digunakan oleh pihak peminjam dalam mengevaluasi kelayakan
seorang calon debitur; dokumen ini merinci riwayat pinjaman yang
disimpan dalam arsip kredit debitur yang akan digunakan oleh analis
kredit dan pengawas lapangan dan pihak agen penilai ekstern;
kelengkapan dokumentasi kredit penting mengingat hal tersebut
berhubungan langsung dengan tingkat kualitas kredit yang ditetapkan
oleh pengawas bank (loan documentation).
Pemeriksaan langsung terhadap bank yang memberikan hak kepada
pemeriksa untuk meminta konfirmasi kepada manajemen bank
mengenai kebenaran laporang keuangan. Dalam kaitan dengan
due diligence
pemeriksaan bank di Indonesia, istilah ini diartikan sebagai audit
keuangan terhadap bank dalam rangka pelaksanaan program
rekapitalisasi bank.
penjualan barang secara besar-besaran di daerah pemasaran lain,
dumping biasanya di luar negeri dengan harga lebih rendah jika dibandingkan
dengan harga penjualan di dalam negeri (dumping).
Direct pass-through Dampak langsung pergerakan dari suatu variabel terhadap variabel
effect lainnya.
kemampuan infrastruktur untuk melakukan kembali operasi secepatnya
Disaster Recovery
pada saat terjadi gangguan yang signifikan seperti bencana besar yang
Center
tidak dapat diduga sebelumnya.
pelaksanaan eksekusi menurut perjanjian yang dilakukan tanpa melalui
eksekusi langsung
putusan pengadilan (parate executie).
1. aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang ditandai dengan
penciptaan pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai, dan lain-
ekspansi
lain; 2. peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha
(expansion).
perpanjangan jangka waktu kredit untuk mengatasi kesulitan likuiditas
ekstensi kredit
debitur (extended credit).
perbedaan antara nilai suatu harta yang dapat dijual dari tagihan
ekuitas
(equity).
tingkat tanggapan (respons) terhadap perubahan harga; jika harga
bergerak naik, biasanya penawaran akan meningkat; jika tidak
elastisitas penawaran meningkat, penawaran itu tidak elastis; penawaran dikatakan elastis
jika kenaikan harga juga diikuti kenaikan produksi (elasticity of
supply).
tingkat tanggapan (respons) pembeli terhadap perubahan dalam harga;
permintaan akan barang mewah dapat menurun secara drastis apabila
harga dinaikkan; hal tersebut terjadi karena barang-barang seperti itu
elastisitas permintaan bukan merupakan kebutuhan pokok sehingga pembeliannya dapat
ditunda; sebaliknya, permintaan akan barang dan jasa, seperti makanan,
jasa telepon, dan operasi darurat di rumah sakit, dikatakan tidak elastis;
permintaan barang atau jasa jenis itu diperkirakan tetap saja ada
meskipun terjadi perubahan harga mengingat kebutuhan tersebut tidak
dapat ditunda (elasticity of demand).
larangan yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan impor atau
embargo ekspor barang tertentu ke negara lain dalam rangka kebijakan yang
berkaitan dengan politik, ekonomi, ataupun kebijakan lain (embargo).
penerbitan surat berharga untuk dijual oleh suatu perusahaan kepada
emisi
umum (issue).
saham modal yang diterbitkan melebihi yang dikuasakan atau yang
emisi lebih
ditetapkan oleh anggaran dasar atau direksi perusahaan; (overissue).
perusahaan yang memperoleh dana melalui pasar modal, baik dengan
menerbitkan saham atau obligasi dan menjualnya secara umum kapada
emiten
masyarakat; perusahaan yang mencatatkan sahamnya dan
diperdagangkan di bursa saham juga disebut emiten (emitten).
pengalihan hak kepada orang lain atas surat berharga yang dapat
dialihkan (negotiable instrument), misalnya cek, wesel dengan cara
endosemen
membubuhkan nama dan tanda tangan di halaman belakang surat
berharga tersebut (endorsement).
pembubuhan tanda pengesahan oleh bank, biasanya di bagian belakang
surat berharga, yang mengikat bank tersebut untuk bertanggung jawab
endosemen bank atas pembayaran surat berharga apabila penerbit surat berharga tidak
dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo; pengesahan bank
(bank endorsement).
bentuk endosemen atas warkat yang mencantumkan istilah without
recourse yang menunjukkan bahwa endosan tidak bertanggung jawab
endosemen bersyarat
melakukan pembayaran apabila penerbit melakukan wanprestasi
(qualified endorsement).
endosemen yang mentransfer kepemilikan atas instrumen yang
endosemen khusus dinegosiasikan kepada pihak yang ditunjuk di dalam endosemen
(special endorsement).
endosemen dengan catatan tanpa regres; endosemen semacam ini tidak
endosemen tanpa hak
mengikat endosan atas pembayaran surat order (endorsement without
regres
recourse - absolute endorsement).
endosemen yang dilakukan endosan dengan sekadar mengizinkan
penggunaan namanya untuk membantu pihak lain mempero!eh dana
endosemen pinjam
melalui penjualan surat wesel; walaupun tidak berkepentingan atas
nama
surat wesel tersebut, endosan tetap bertanggung jawab menurut hukum
(accommodation endorsement).
endosemen tanpa menyebut pihak tertentu kepada siapa hak tersebut
endosemen tanpa nama
dialihkan (endorsement in blankblank endorsement).
pengukuran suatu nilai bank pada setiap keadaan, dilakukan oleh intern,
evaluasi posisi
bank yang bersangkutan (position evaluation).
selisih antara saldo giro perbankan di Bank Indonesia dengan Giro
Excess Reserve
Wajib Minimum (GWM).
Suatu jenis reksadana yang memiliki karakteristik mirip dengan suatu
Exchange Traded Fund perusahaan terbuka yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan di
(ETF) bursa. ETF ini merupakan kombinasi dari reksadana tertutup dan
reksadana terbuka.
pernyataan tertulis dari penjual kepada pembeli mengenai barang yang
faktur dijual, jumlah, kualitas, dan harganya yang dapat dijadikan pegangan
oleh pembeli untuk meneliti barang yang dibelinya (invoice).
umum: perbedaan antara harga pokok atau penawaran dan harga
penjualan atau permintaan, yang merupakan batas ruang gerak bagi
biaya umum dan biaya penjualan serta kemungkinan laba; perbankan:
perbedaan antara pendapatan bunga (kredit yang diberikan dan aktiva
lainnya), dengan biaya dana bank, (bunga yang dibayar kepada deposan
dan bunga utang lainnya); sekuritas: 1. perbedaan antara harga
pembelian yang dibayar oleh seorang dealer sebagai pokok utang
kepada penerbit surat-surat berharga, dengan harga yang dibayar
investor pada saat sekuritas bank yang ditawarkan dijual; juga dikenal
farak
sebagai selisilh kotor: 2. perbedaan antara harga penawaran dan harga
permintaan untuk saham atau obligasi yang dijual di luar arena bursa
utama (over the counter) futures: perbedaan nilai antara pembelian dari
penjualan future yang tertuang dalam futur contracts secara simultan
dalam instrumen keuangan yang sama untuk dikirim dalam waktu yang
berbeda; keuangan: perbedaan nilai antara opsi membeli dan opsi
menjual pada sekuritas yang sama; valuta asing: perbedaan harga
permintaan dan penawaran dalam pasar spot; dikenal juga sebagai spot
spread, selisih nilai (spread).
kredit yang diberikan oleh bank sentral kepada suatu bank dalam
rangka mengatasi kesulitan likuiditas yang disebabkan oleh
fasilitas diskonto
ketidaksesuaian (mismatch) pengelolaan dana yang bersifat sementara
(discount window).
fasilitas yang diberikan kepada nasabah untuk dapat menambah jumlah
kredit sampai dengan batas atau pagu kredit baru yang telah dihentikan
untuk sementara waktu atau dapat melunasi kredit yang telah
fasilitas kredit
dinikmatinya setiap saat tanpa dikenakan denda atau penalti, atau dapat
nirtenggat
mengangsur pembayaran kreditnya sampai beberapa kali; contoh kredit
jenis ini yang digunakan secara luas adalah kartu kredit dan kredit
cerukan (open-end credit).
janji sebuah bank untuk meminjamkan dana kepada seorang peminjam
fasilitas penarikan
sampai jumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu pada masa datang
kredit
serta dengan pensyaratan tertentu (line of credit).
dua belas (12) bank regional yang merupakan bagian dari federal
Federal Reserve Bank reserve system di Amerika Serikat yang berfungsi sebagai bank sentral
(Federal Reserve Bank).
sistem bank sentral Amerika Serikat yang beranggotakan dua belas (12)
federal reserve system reserve bank dan 24 kantor cabang, federal reserve board of governors,
federal open market committee, federal advisory council, dan bank
yang memiliki saham di Federal Reserve Bank (federal reserve system).
pengikatan barang bergerak sebagai jaminan kredit, barang jaminan
fidusia dikuasai oleh debitur, tetapi kepemilikannya diserahkan atas dasar
kepercayaan kepada kreditur (fiduciare eigendemsoverdracht/FEO).
Persekutuan dagang yang didirikan untuk menjalankan suatu
perusahaan dengan memakai satu nama bersama; dalam persekutuan
firma dagang ini tiap peserta secara sendiri atau bersama-sama bertanggung
jawab atas segala perikatan yang dibuat atas nama persekutuan dagang
tersebut (venootchap).
hal mengenai keuangan, terutama yang berkenaan dengan urusan pajak
fiskal
atau pendapatan negara (fiscal).
evaluasi terhadap integritas pemegang saham pengendali serta evaluasi
Fit and Proper terhadap integritas, kompetensi, dan independensi pengurus dalam
mengendalikan kegiatan operasional bank.
keadaan yang terjadi di luar kemampuan manusia sehingga kerugian
force majeure
tidak dapat dihindari, seperti banjir dan gempa bumi (force majeure).
formulir yang memuat persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon
formulir permohonan debitur dalam rangka mendapatkan kredit; dalam formulir tersebut
kredit diatur, antara lain, mengenai besarnya kredit, suku bunga, jangka
waktu, syarat pembayaran, dan agunan (credit application).
formulir yang memberikan keterangan secara lengkap mengenai
formulir permohonan
pemohon, termasuk contoh tanda tangan dan cara penggunaan rekening
pembukaan akun
tersebut (application form for a banking account).
syarat-syarat penyerahan barang dalam penentuan harga yang
franco menyatakan semua ongkos sampai di tempat yang disebut ditanggung
penjual (franco).
mekanisme yang mewajibkan peserta kliring menyediakan dana awal
Failure to settle (prefund) untuk mengantisipasi adanya potensi kewajiban yang
mungkin timbul pada akhir hari.
Fasilitas Simpanan
Fasilitas yang diberikan kepada bank untuk menempatkan dananya di
Bank Indonesia
Bank Indonesia dalam rupiah.
(FASBI)
Financing to deposit Rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga yang diterima oleh bank.
ratio (FDR) atau Loan FDR digunakan untuk bank syariah, sedangkan LDR untuk bank
to deposit ratio (LDR) umum.
Mekanisme lelang SBI yang peserta lelangnya menempatkan
Fixed rate tender
penawaran (bid) sejumlah yang diinginkan pada tingkat suku bunga
(FRT)
tertentu yang diumumkan terlebih dahulu oleh bank sentral.
Istilah yang menggambarkan perkembangan sektor keuangan pada
Financial Deepening
suatu Negara.
Financial Sector Program IMF dan Bank Dunia yang ditujukan untuk menilai ketahanan
Assessment Program sistem keuangan suatu negara termasuk kepatuhan terhadap standar-
(FSAP) standar internasional.
Transaksi dalam rangka Operasi Pasar Terbuka (OPT) yang dilakukan
Fine Tune Operation sewaktu-waktu oleh Bank Indonesia apabila diperlukan untuk
(FTO) mempengaruhi likuiditas perbankan secara jangka pendek pada waktu,
jumlah dan harga transaksi yang ditetapkan Bank Indonesia.
Fine Tune Ekspansi Kegiatan Operasi Pasar Terbuka (OPT) dalam rangka penambahan
(FTE) likuiditas perbankan secara jangka pendek.
Fine Tune Kontraksi Kegiatan Operasi Pasar Terbuka (OPT) dalam rangka penyerapan atau
(FTK) pengurangan likuiditas perbankan secara jangka pendek.
Metode lelang SBI dengan tingkat diskonto yang ditetapkan oleh Bank
Fixed Rate Tender Indonesia. Bank Indonesia menyediakan atau menarik likuiditas dari
(FRT) pasar berdasarkan penawaran yang diajukan peserta sesuai tingkat
diskonto yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.