Anda di halaman 1dari 4

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana

Sudah begitu banyak artikel di internet yang membahas tentang tata cara membuat pupuk organik

cair maupun pupuk organik padat dari berbagai macam bahan. Tekniknya semua hampir sama.

Yang membedakan adalah bahan-bahan pembuatnya.

Pada umumnya pembuatan pupuk organik cair dilakukan dengan memanfaatkan barang organik

bekas yang sudah tidak terpakai sebagai bahan bakunya, antara lain:

Bahan Pupuk Organik Cair

1. Kotoran ayam, limbah sayuran hijau dan jerami : pupuk organik cair yang didapatkan

dengan mengunakan bahan baku ini cocok diaplikasikan sebagai perangsang

pertumbuhan tunas dan daun, karena kaya akan unsur nitrogen.

2. Kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak : pupuk yang dihasilkan dengan

bahan baku jenis ini cocok diaplikasikan untuk pertumbuhan buah karena banyak

mengandung kalium dan fosfor.

3. Limbah buah seperti jambu biji busuk, pepaya busuk, dan lain sebagainya. Pupuk organik

yang dihasilkan ini hampir sama fungsinya dengan yang kedua.

4. Gedebog/batang pisang.

Nah, pada tulisan kali ini saya hanya akan membahas tentang cara membuat pupuk organik cair

sendiri menggunakan batang pisang. Untuk yang bahan-bahan lainnya silahkan jika anda tidak

jijik dipraktekkan sendiri. Untuk teknik dan tata caranya tidak terlalu berbeda. Kalau untuk saya

pribadi karena agak jijikan dengan yang namanya sampah limbah apalagi yang berbau busuk-

busuk gitu, lebih memilih memanfaatkan limbah batang pohon pisang yang sudah selesai dipanen.

Baiklah langsung saja kita ke inti permasalahannya, yaitu membuat pupuk organik cair sederhana

memanfaatkan batang pohon pisang.


Cara membuat Pupuk Cair Organik Sederhana dari Batang pohon pisang

Bahan-bahan :

- Batang pohon pisang: 1 kg, pilih batang yang bagian dalam berwarna putih.

- Gula merah: 200 gram

- Bioaktivator atau EM4 : 5 ml (jika tidak ada tidak apa-apa)

- Air tanah : 3 liter

- Tong atau ember yang mempunyai tutup

- Karung bekas

Catatan :

- untuk eksperimen pertama kali saya sarankan komposisinya sedikit dulu seperti yang saya

contohkan. Kalau memang berkeinginan membuatnya dalam skala yang agak banyak silahkan

anda kali lipatkan saja semuanya.

- fungsi bioaktivator / EM4 adalah sebagai starter atau pemicu awal terjadinya reaksi fermentasi.

Tanpa menggunakan EM4 ini sebenarnya tidak apa-apa, tapi kalau memang bisa

mengusahakannya saya rasa akan lebih bagus dan lebih cepat reaksi fermentasinya. Beli saja di

toko-toko pertanian, rata-rata menyediakan EM4.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair:

Campur gula dengan air ke dalam ember atau tong. Aduk sampai gula larut dalam air.

Potong batang pohon pisang menjadi potongan kecil-kecil. Masukkan dalam wadah karung bekas.

Masukkan karung berisi cacahan batang pohon pisang tersebut ke dalam ember atau tong berisi

campuran air dan gula. Usahakan karung berisi potongan batang pohon pisang terendam

seluruhnya di dalam air.


Tutup rapat tong atau ember tersebut. Letakkan di tempat yang tidak terkena matahari langsung.

Biarkan sekitar 8-10 hari. Pastikan membuka tongnya sekali sehari untuk mengeluarkan gas yang

terbentuk dari campuran bahan-bahan pupuk tersebut, dengan cara mengaduknya. Setelah itu tutup

kembali dengan rapat.

Untuk mengecek tingkat kematangan, cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape

berarti adonan sudah matang dan siap digunakan. Sebaliknya, jika yang tercium adalah bau busuk

seperti limbah/comberan berarti proses pembuatan pupuk cair organik gagal, dan cairan tersebut

harus dibuang.

Angkat karung yang berisi cacahan batang pohon pisang. Pisahkan dengan air yang ada di dalam

tong. Anda sekaligus mendapatkan dua jenis pupuk; cacahan batang pohon pisang di dalam karung

menjadi pupuk organik padat dan cairan di dalam tong menjadi pupuk organik cair.

Takaran Penggunaan Pupuk Organik Cair

Untuk menggunakan pupuk organik cair hasil pembuatan di atas, encerkan terlebih dahulu dengan

air bersih. Komposisinya: 1 bagian cairan pupuk organik cair diencerkan dengan 20 bagian air

bersih. Tetapi ada juga yang menyarankan jika penggunaan pupuk organik cair disemprotkan pada

daun, bunga atau batang maka kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh

lebih dari 2%. Ini berarti untuk setiap 1 liter pupuk organik cair harus diencerkan dengan

menggunakan minimal 50 liter air.

Pupuk organik cair dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan daun, menghasilkan buah,

biji atau umbi. Setiap penyemprotan disarankan dengan interval waktu satu minggu jika musim

kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun ukuran inipun tidak mutlak, menyesuaikan

jenis tanaman yang akan disemprot.


Tambahan informasi:

Suatu hari tanpa sengaja saya melihat gambar di internet tentang teknik menanam sayuran

alternatif menggunakan media batang pisang yang sudah ditebang dan dipanen buahnya.

Kelihatannya cukup menarik dan masuk akal. Gambar penampakannya seperti di bawah ini.

Batang pisang yang sudah bekas tebang dilubangi dan diisi dengan media tanam lalu ditaruh

benih/bibit sayuran di atasnya. Selain jaminan asupan air yang didapat dari batang pisang,

nampaknya banyak unsur hara / nutrisi tanaman yang bisa dihisap oleh akar tanaman dari batang

pisang tersebut.

Nah, jika batang pisang saja bisa menjadi media tanam yang bagus maka saya yakin ekstrak batang

pisang (pupuk organik cair dari batang pohon pisang) mempunyai kandungan nutrisi yang bagus

pula untuk tanaman