Anda di halaman 1dari 5

USIA, PEKERJAAN, DAN JENIS PERSALINAN TERHADAP

KEJADIAN PROLAP UTERI DI POLIKLINIK OBGIN


RSUD Dr. SOEKARDJO TASIKMALAYA

Neni Nuraeni
Dosen Keperawatan FIK UMTAS Tasikmalaya
aeni_taurs@yahoo.com

Abstrak.
Angka kejadian penyakit kandungan saat ini masih tinggi termasuk kejadian prolap uteri.
Banyak faktor yang menyebabkan kejadian ini antara lain usia, paritas, jenis persalinan,
pekerjaan, riwayat penyakit sebelumnya yang bila tidak ditangani akan mengakibatkan uterus
keluar di introitus vagina yang menyebabkan infeksi karena ulkus serviks, hemoroid akibat
konstipasi, dan obstruksi saluran urine.Tujuan penelitian mengetahui hubungan usia,
pekerjaan, dan jenis persalinan dengan kejadian prolap uteri. Penelitian ini menggunakan
penelitian deskripsi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada
penelitian ini seluruh pasien yang berkunjung ke poli klinik Obgin RSUD dr. Soekardjo Kota
Tasikmalaya dengan mengambilan sampel menggunakan tehnik sampel consecutive
sampling yang dilakukan selama 2 minggu sebanyak 44 orang. Analisis data menggunakan
uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor usia, pekerjaan dan jenis persalinan tidak
ada hubungan dengan kejadian prolap uteri di poli Obgin RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya
dengan ρ value > 0,05. Sebagai tenaga kesehatan harus memberikan informasi kepada
masyarakat untuk menghindari faktor resiko kejadian prolap seperti obesitas, pekerjaan
dengan mengangkat beban yang berat, ketika persalinan hindari mengedan yang berlebihan,
dan batuk kronis.

Kata kunci: Prolap uteri, usia, pekerjaan, jenis persalinan

Abcstract
Incidence of the current high prolap uteri.Many factors that causes this incident is age, parity,
the delivery, work, and previous disease history. if not addressed will result in the uterus out
in introitus vagina which led to infection as ulcer cervical, hemorrhoidal, and obstruction the
research relations urine. This research using research description of correlational with the
approach cross sectional. The population to research that all patients who visited clinics
Obgin hospital dr. Soekardjo Tasikmalaya. Sample technique use consecutive sampling
made during two weeks as many as 44 people. An analysis of data using the chi square. The
result showed all factors the age, work and the delivery there was no relating to the prolap
uteri, with ρ value> 0,05. As health workers should provide information to the public to avoid
risk factors for prolap events such as obesity, work by lifting heavy burdens, when labor avoid
excessive straining, and chronic cough.

Key words; Prolap Uteri, age, work, the delivey

PENDAHULUAN uteri sebanyak 65 kasus, sedangkan data


Angka kejadian prolap uteri di dari RS.M. Jamil padang selama lima
Indonesia, selama tahun 2010 di ruang tahun sebanyak 94 kasus. Data dari RS
rawat ginekologi RSUP dr. Hasan Sadikin M.H Palembang dari tahun 1999-2003
Bandung sebanyak 17 kasus. Data dari dilaporkan kasus prolapsus uteri dari
RS.Dr.Pingardi Medan dilaporkan bahwa rekam medis pasien periode tahun 1999 -
dari 5.371 kasus ginekologi, kasus prolap tahun 2003 sebanyak 43 kasus terjadi
pada usia 45-64 tahun (65%) dan usia TINJAUAN TEORI
termuda adalah pada usia 30 tahun Prolap uteri adalah penonjolan dari
(2,32%), grademultipara (47%) dan tubuh dan atau satu atau adanya
prolapsus uteri grade III (77%) (Anhar K, penyusupan uterus melewati serviks,
2004; Medrek RSUP dr.Hasan Bandung, vulva, dan Vagina (Bodner& Shrivastava,
2010; Widjarnarko, 2009). Di Negara Turki 2007; Mouritsen, 2005; dan Reeder, Martin
kejadian prolap uteri diperkirakan terjadi & Griffin , 2011). Prolap uteri terjadi bila
pada per 10.000-15.000 kelahiran otot dan ligamentum dasar panggul sangat
(Cingillioglu & Yildirim, 2010),sedangkan teregang terutama akibat persalinan lama
kejadian prolap uteri di Nepal sekitar 2063 atau usia tua (umumnya prolapsus terjadi
orang, 50% terjadi pada wanita usia 20-24 pada usia diatas 55 tahun anatara lain
tahun, 14% terjadi sebelum usia 20 tahun obesitas, keganasan uterus, diabetes
dan 44% pada wanita sebelum usia 30 mellitus, bronchitis chronis, asma,
tahun (Shah, 2010). pekerjaan mengangkat beban yang berat
Prolap uteri paling sering ditemukan terutama bila otot panggul sudah melemah
pada wanita multipara sebagai akibat atau uterus retroversio, dan tumor uterus
trauma pada otot- otot fasia pelvis ketika atau ovarium yang besar (Widjanarko,
persalinan. Penyebab potensial adalah 2009; Reeder, Martin & Griffin, 2011).
obesitas, asites dan tumor uterus atau Prolap uteri paling sering ditemukan
ovarium. Batuk kronis, konstipasi, tidak pada wanita multipara sebagai akibat
adanya esterogen setelah menopouse dan trauma pada otot- otot fasia pelvis ketika
kecenderungan genetik, lemahnya dasar persalinan. Penyebab potensial adalah
panggul akibat kerusakan dasar panggul obesitas, asites dan tumor uterus atau
karena partus atau usia lanjut dan tekanan ovarium. Batuk kronis, konstipasi, tidak
intra abdominal meninggi akibat asites, adanya esterogen setelah menopouse dan
tumor intra abdomen dan batuk kronis kecenderungan genetik juga menunjang
tetapi juga karena adanya retinakulum uteri timbulnya prolap uteri, lemahnya dasar
yang lemah akibat adanya asteni atau panggul akibat kerusakan dasar panggul
kelainan kongenital (Baradero & Dayrit karena partus atau usia lanjut dan tekanan
,2007; Mayer & Munder,2005). intra abdominal meninggi akibat asites,
Hasil studi pendahuluan didapatkan tumor intra abdomen dan batuk kronis
angka kunjungan pasien dengan prolap tetapi juga karena adanya retinakulum uteri
uteri di Poliklinik obgin RSUD dr. Soekardjo yang lemah akibat adanya asteni atau
Kota Tasikmalaya periode Januari- kelainan kongenital.
Nopember 2011 rata-rata perbulan 22 Lazarou, Scotti et al (2010) dan
orang. Usia pasien sekitar 60 lebih, paritas Onwude (2011), mengemukakan bahwa
rata-rata lebih dari 3 kali melahirkan perjalanan penyakit prolap uteri terdapat
dengan jenis persalinan kebanyakan dalam berbagai tingkat, dari yang paling
spontan. Pekerjaan rata-rata ibu rumah ringan sampai prolapsus uteri totalis. Hal
tangga.Dari hasil wawancara didapatkan ini diakibatkan karena persalinan,
bahwa mereka rata-rata mengerjakan khususnya persalinan pervaginam yang
pekerjaan rumah yang dikatakan tidak susah dan terdapatnya kelemahan-
ringan bahkan ketika hamilpun masih kelemahan ligament yang tergolong dalam
mengerjakan pekerjaan rumah yang berat fasia endopelviks dan otot-otot serta fasia-
seperti mengangkat beban yang terlalu fasia dasar panggul. Keadaan tekanan
berat. Oleh karena itu, peneliti ingin intraabdominal yang meningkat dan kronik
mencari hubungan usia, pekerjaan dan juga akan memudahkan penurunan uterus,
jenis persalinan terhadap kejadian prolap terutama apabila tonus otot-otot
uteri di Poli Obgyn RSUD Dr. Soekarjdo mengurang seperti pada penderita dalam
Tasikmalaya.
masa menopause. Serviks uteri yang berdiri karena merasa tidak nyaman
sudah keluar di vagina,akan tergeser oleh adanya benjolan yang mengganjal di
pakaian wanita sehingga lambat laun daerah kemaluan. Ravindran, Savitri dan
menimbulkan ulkus yang dinamakan ulkus Bhavani (2009) melaporkan bahwa wanita
serviks. di Tamil Nadu India merasakan adanya
Jika fasia di bagian depan dinding sesuatu yang keluar dari kemaluan, nyeri
vagina kendor biasanya trauma obstetric, pinggang, penurunan sensasi, nyeri
uterus akan terdorong oleh kandung abdominal, gangguan berkemih, frekuensi
kencing sehingga menyebabkan dan nyeri saat berkemih, stress
penonjolan dinding depan vagina inkontinentia, kesulitan defekasi, adanya
kebelakang yang dinamakan sistokel. perdarahan sedikit-sedikit dan adanya rasa
Sistokel yang pada mulanya hanya ringan mengganjal saat berjalan dan mengangkat
saja, dapat menjadi besar karena barang.
persalinan berikutnya yang kurang lancar,
atau yang diselesaikan dalam penurunan METODE PENELITIAN
dan menyebabkan urethrokel. Urethrokel Jenis penelitian yang digunakan
harus dibedakan dari divertikulum urethra. deskripsi korelasional dengan pendekatan
Pada divertikulum keadaan urethra dan cross sectional. Populasi pada penelitian
kandung kencing normal hanya dibelakang ini seluruh pasien yang berkunjung ke
urethra ada lubang yang membuat kantong poliklinik Obgin RSUD dr. Soekardjo Kota
antara urethra dan vagina.kekendoran Tasikmalaya sebanyak 212 orang dengan
fasia dibagian belakang dinding vagina mengambilan sampel menggunakan tehnik
oleh trauma obstetric atau sebab-sebab sampel consecutive sampling yang
lain dapat menyebabkan turunnya rectum dilakukan selama 2 minggu. Variabel
kedepan dan menyebabkan dinding penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu
belakang vagina menonjol kelumen vagina usia, pekerjaan, dan jenis persalinan
yang dinamakan retrokel. Enterokel adalah sebelumnya. Variabel terikat adalah
hernia dari kavum Douglasi. Dinding kejadian prolap uteri. Pengumpulan data
vagina bagian belakang turun dan dilakukan melalui kuesioner yang
menonjol ke depan. Kantong hernia ini sebelumnya dilakukan uji validitas dan
dapat berisi usus atau omentum. realibilitas. Proses pengolahan data
Reeder, Martin & Griffin (2011), melalui tahap-tahap Editing, Coding,
bahwa gejala prolaps uteri meliputi rasa tabulating, dan entry data, dengan uji
berat pada panggul, nyeri punggung satistik yang digunakan Uji Chi Square.
bawah, ketidaknyamanan abdomen
bawah, dispareunia, dan merasa ada HASIL PENELITIAN
sesuatu yang keluar. Pada kasus berat, Hasil penelitian sebagi berikut:
wanita dapat merasakan adanya massa
tepat di dalam vagina atau introitus. 1. Hubungan usia dengan kejadian
Kompresi dan distorsi kandung kemih prolap uteri di Poliklinik Obgin RSUD
menyebabkan residu urine yang disertai dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
inkontinentia atau infeksi saluran kemih.
Bodner & Shrivastava (2007) Pada tabel 1. menunjukkan bahwa
melaporkan dari hasil penelitiannya semua 39% kejadian prolap uteri pada usia
wanita yang mengalami prolap uteri di dewasa tua (41-65 tahun), namun secara
Nepal ditandai dengan adanya nyeri saat uji bivariat tidak ada hubungan antara usia
berhubungan, nyeri pada daerah abdomen, dengan kejadian prolap uteri.
nyeri pada pinggang, kesulitan defekasi,
keputihan, rasa terbakar saat berkemih
dan kesulitan saat berjalan, duduk dan
Tabel 1. Hubungan usia dengan Tabel 3. Jenis persalinan responden
kejadian prolap uteri 26% mempunyai riwayat persalinan
Kejadian Prolap spontan, vakum dan forcep, namun tidak
Usia Uteri Jumlah ada hubungan antara jenis persalinan yang
Dewasa
Ya Tidak pernah dilakukan dengan kejadian prolap
Muda 2 7 9 uteri.

Tengah 3 14 17
PEMBAHASAN
Tua 7 11 17 Penelitian ini didapatkan lebih banyak
Jumlah 12 32 44 pasien yang mengalami prolap uteri pada
 = 0,334 usia lebih dari 55 tahun, karena usia 55
tahun mengalami kelemahan otot abdomen
dan otot dasar panggul. Bila dilihat dari
2. Hubungan pekerjaan dengan kejadian
bekerja, hampir semua responden yang
prolap uteri di Poliklinik Obgin RSUD
mengalami prolap bekerja dimana
dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya
responden sebagai ibu rumah tangga
tetapi dalam pekerjaannya banyak
Tabel 2. Hubungan antara pekerjaan
mengangkat beban berat seperti
dengan kejadian prolap uteri
Kejadian Prolap
mengambil air dari sumur dengan tidak
Uteri memikirkan posisi tubuh dalam
Pekerjaan Jumlah
Ya Tidak
mengangkat barang. Demikian pula bila
dilihat dari jenis persalinan yang pernah
Bekerja 11 26 37
dialami kebanyakan respon spontan,
TIdak 1 6 7 vakum dan forcep. Dimana persalinan
Jumlah 12 32 44 spontan akan mengakibatkan turunnya
uterus karena mengedan yang kuat saat
 = 0,653
melahirkan.Walaupun demikian sebagian
responden tidak mengalami prolap uteri
Tabel 2 menunjukkan bahwa
sehingga tidak ditemukan hubungan antara
responden yang bekerja 30% mengalami
usia , pekerjaan, dan jenis persalinan yang
prolap uteri, namun secara uji bivariat tidak
sebelumnya dengan kejadian prolap uteri.
ada hubungan antara pekerjaan dengan
Widjanarko (2009) dan Reeder, Martin
kejadian prolap uteri.
& Griffin (2011) mengemukakan bahwa
prolap uteri terjadi bila otot dan ligamentum
3. Hubungan antara jenis persalinan
dasar panggul sangat teregang terutama
yang pernah dilakukan dengan
akibat persalinan lama atau usia tua
kejadian prolap uteri di Poliklinik
(umumnya prolapsus terjadi pada usia
Obgin RSU Kota Tasikmalaya
diatas 55 tahun anatara lain obesitas,
keganasan uterus, diabetes mellitus,
Tabel 3. Hubungan jenis persalinan
bronchitis chronis, asma, pekerjaan
dengan kejadian prolap uteri
mengangkat beban yang berat terutama
Kejadian Prolap
Jenis Uteri
bila otot panggul sudah melemah atau
Jumlah
persalinan uterus retroversio, dan tumor uterus atau
Ya Tidak
ovarium yang besar
Spontan,
11 31 42 Demikian pula yang dikemukan oleh
vakum, forcep
Mouritsen (2005), prolap uteri dihubungkan
Belum pernah 1 1 2
dengan pasien pernah mengalami
Jumlah 12 32 44 pembedahan organ prolap sebelumnya,
 = 0,476 sebelumnya pernah mengalami
colposuspensi, histerektomi, kegemukan, Lazaraou, Scotti, et al., (2010). Uterine
usia tua, konstipasi dan batuk kronik, prolapse. http://emedicine.
kelemahan pada otot dasar panggul, medscape.com/article/264231-
paritas terutama pada multipara dan overview. diperoleh tanggal 29 Maret
komplikasi kelahiran pervaginam, 2010.
pekerjaan mengangkat beban yang berat, Mayer, B.H., & Munder, J., (2005).
lebarnya diameter tulang pelvis dan Women’shealth: a guide to health
kemungkinan terjadi pada menopouse dan promotion and disorder management.
menurunnya hormon esterogen. Lippincott: Wllliam and Wilkins.
Mouritsen, L., (2005). Classification and
KESIMPULAN evaluation of prolapse best practice &
Hasil penelitian menunjukkan bahwa research clinic obstetric ang
faktor usia, pekerjaan, dan jenis persalinan gynecology. Best practice & research
sebelumnya tidak berhubungan dengan clinical obstetri and gynecology. Vol
kejadian prolap uteri di Poli Obgin RSUD 19 No 6. http://www.urmc.rochester.
Dr. Soekardjo Tasikmalaya edu/smd/gme/prospective/obgyn/docu
ments/wk301MouritsenPOP.pdf.
SARAN diperoleh bulan Agustus 2005.
Wanita yang mengalami prolap uteri Onwude, (2011). Genital prolapse in
biasanya terjadi pada Wanita dengan usia women. Journal of epidemiology and
lebih dari 50 tahun, bekerja dan jenis community health. http://
persalinan yang sebelumnya yaitu spontan. clinicalevidence.bmj.com/ceweb/condi
Yang perlu disarankan kepada Wanita tions/woh/0817/0817-Background jsp.
subur untuk menghindari faktor resiko diperoleh tanggal 30 November 2009.
kejadian prolap seperti obesitas, pekerjaan Ravindran S., Savitri, & Bhavani, (2009).
dengan mengangkat beban yang berat, Women’s experiences of utero-vaginal
ketika persalinan hindari mengedan yang prolapse: a qualitative study from
berlebihan, dan batuk kronis. Tamil Nadu India. http://www.ruwsec.
org/uploads/41.pdf. diperoleh tanggal
DAFTAR PUSTAKA 4 November 2009.
Anhar, K., (2004). Kasus prolap uteri di Reeder, Martin, & Griffin, (2011).
Rumah Sakit dr. M Hoesni Palembang Keperawatan maternitas; kesehatan
selama usia tahun 1999-2002. wanita, bayi dan keluarga. Alih
http://digilib.unsri.ac.id/download/Kasu bahasa; Afiyanti, Nur Rachmawati dkk
s Prolapsus Uteri di Rumah Sakit (2003/2011). Edisi 18. Volume 1.
Dr_Mohammad Hoesni.Pdf. Jakarta: EGC.
Bodner, & Shrivastava, (2007). Risk factor Shah, P. (2010). Uterine prolapse and
for uterine prolapse in Nepal. maternal mordibity in Nepal: a human
International Urogynecology Journal rights imprative. http://www.
18:1343-1346. springerlink.com/content/d10316t0266
http://www.springerlink.com/content/0 37340/fulltext.pdf. diperoleh tanggal
46m016356g62408/fulltext.pdf. di 21 Mei 2010.
peroleh tanggal 5 Februari 2007. Widjanarko, B. (2009). Prolap uteri.
Baradero, Dayrit, & Siswadi., (2007). Klien http://Obstetginekologi.com.
gangguan sistem reproduksi dan
seksualitas. Jakarta: EGC.