Anda di halaman 1dari 62

PANDUAN PRAKTIKUM

BUDIDAYA TANAMAN
HORTIKULTURA

OLEH:

TIM ASISTEN BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA


LABORATORIUM EKOLOGI DAN PRODUKSI TANAMAN

PRODI AGROEKOTEKNOLOGI
DEPARTEMEN PERTANIAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2018
DAFTAR ISI

Halaman
PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
MATERI PRAKTIKUM ......................................................................... 3
ACARA 1. BUDIDAYA TANAMAN CABAI DALAM POLYBAG 4
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 1 ...................................... 8
ACARA 2. BUDIDAYA TANAMAN OLERIKULTURA ................. 20
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 2 ...................................... 24
ACARA 3. PEMELIHARAAN TANAMAN JAMBU KRISTAL ....... 34
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 3 ...................................... 38
ACARA 4. GRADING BUAH .............................................................. 48
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 4 ...................................... 50
COVER LAPORAN ................................................................................ 57
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................... 58
LOGBOOK ............................................................................................... 59
KONTAK ASISTEN ................................................................................ 60
PENDAHULUAN

Hortikultura berasal dari bahasa latin, “hortus”, yang berarti


tanaman kebun dan “cultura” yang berarti budidaya. Hortikultura
secara luas dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Cabang
ilmu hortikultura dapat dibedakan berdasarkan jenis tanaman yang
dibudidayakan, yaitu:
1. Olerikultura, yaitu cabang ilmu hortikultura yang
berkaitan tentang budidaya tanaman sayur-sayuran.
2. Pomologi, yaitu cabang ilmu hortikultura yang berkaitan
tentang budidaya tanaman buah-buahan.
3. Florikultura, yaitu cabang ilmu hortikultura yang
berkaitan tentang budidaya tanaman hias.
4. Hortikultura Lanskap, yaitu cabang ilmu hortikultura
yang berkaitan dengan pemanfaatan tanaman hortikultura
dalam penataan lingkungan
5. Apikultura, yaitu cabang ilmu hortikultura yang
berkaitan tentang budidaya lebah madu (dengan
memanfaatkan tanaman hortikultura)
Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan,
kultur jaringan, produksi tanaman, pengamatan hama dan
penyakit tanaman, panen, pemasaran, pengemasan, dan
distribusi. Hortikultura merupakan perpaduan antara ilmu, teknologi,
seni, dan ekonomi. Praktik budidaya hortikultura modern berkembang
berdasarkan ilmu yang berkesinambungan dengan teknologi untuk
memproduksi dan menangani komoditas yang ditujukan untuk

1
mendapatkan keuntungan secara ekonomis, maupun kesenangan
secara pribadi.
Budidaya Tanaman Hortikultura merupakan mata kuliah wajib
yang perlu diambil di Semester VI dalam program studi S-1
Agroekoteknologi, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan
Pertanian, Universitas Diponegoro. Dalam kaidah pembelajarannya
mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teori dan
praktik seputar Budidaya Tanaman Hortikultura.
Tujuan dilaksanakannya praktik mengenai Budidaya Tanaman
Hortikultura adalah untuk mengetahui dan mendalami segala aspek
dalam Budidaya Tanaman Hortikultura dan dilaksanakan secara nyata
di lapangan. Manfaat dilaksanakannya praktik mengenai Budidaya
Tanaman Hortikultura adalah sebagai bahan pembelajaran maupun
pengalaman dalam mendalami Budidaya Tanaman Hortikultura secara
menyeluruh.

2
MATERI PRAKTIKUM

Materi praktikum Budidaya Tanaman Hortikultura terbagi


menjadi empat acara, yaitu:
1. Budidaya Tanaman Cabai dalam Polybag
2. Budidaya Tanaman Olerikultura
3. Pemeliharaan Jambu Kristal, dan
4. Grading Buah
Praktikum dilaksanakan pada dua kelas (A dan B) dengan total
masing-masing mahasiswa yaitu 44 dan 40 orang. Setiap kelompok
beranggotakan empat orang sehingga masing-masing kelas terdiri atas
11 dan 10 kelompok. Alur pelaksanaan praktikum adalah seluruh
kegiatan lapang dilakukan di awal, yang didukung dengan logbook
kegiatan masing-masing kelompok, kemudian dilanjutkan dengan
pembuatan laporan sementara, pembuatan laporan akhir, dan
pertanggungjawaban praktikum.
Praktikum dilaksanakan pada lokasi yang berbeda. Acara 1
dilaksanakan di Screenhouse FPP Undip, acara 2 dilaksanakan di
lahan belakang Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Undip, acara 3
dilaksanakan di taman jambu kristal FPP Undip, dan acara 4
dilaksanakan pada tempat yang opsional di FPP Undip.
Semua acara telah mewakili aspek-aspek budidaya tanaman
Hortikultura. Acara 1 dan 2 mewakili aspek budidaya hingga panen,
acara 3 mewakili aspek pemeliharaan dan perawatan tanaman, acara 4
mewakili aspek pasca panen tanaman hortikultura.

3
ACARA 1

BUDIDAYA TANAMAN CABAI DALAM POLYBAG

Tanaman cabai merupakan tanaman yang tidak asing bagi


masyarakat Indonesia. Eksistensi cabai terutama dalam perannya
sebagai bahan baku utama sambal menjadikan tanaman ini sebagai
salah satu komoditas hortikultura favorit bagi masyarakat. Cabai
memiliki keistimewaan yaitu dalam segi produksi, buah cabai dapat
dipanen selama beberapa kali dalam interval waktu yang cepat,
walaupun dari aspek budidaya awal dan pemeliharaan, tanaman cabai
memang membutuhkan keterampilan yang tinggi bagi penanamnya.
Cabai di Indonesia dikategorikan menjadi beberapa jenis
berdasarkan bentuk penampang buahnya, yaitu cabai rawit, cabai
besar (termasuk paprika), dan cabai keriting. Budidaya menggunakan
polybag memang cukup komersil, dikarenakan dari segi ekonomis,
cabai dapat ditanam sebagai tanaman pekarangan dan juga praktis bila
ditanam dalam polybag untuk sekedar petik / cabut dalam skala rumah
tangga.
Pada acara ini praktikan berkesempatan untuk menanam dua
jenis cabai yang berbeda yaitu cabai rawit (Capsicum frutescens) dan
cabai besar (Capsicum annuum). Tujuannya agar praktikan dapat
mempelajari maupun mengetahui aspek budidaya tanaman cabai
secara menyeluruh.

4
MATERI PRAKTIKUM

Alat: Bahan
- Polybag - Benih cabai rawit “F1 Bonita
- Sekop atau cangkul IPB” dan benih cabai besar “F1
- Ajir bambu Anies IPB”
- Tray - Media tanam (tanah)
- Pupuk kandang
- Pupuk NPK majemuk
“Mutiara” dengan perbandingan
16 : 16 : 16

METODE PRAKTIKUM

1. Semai benih kedua jenis cabai pada tray tanam (disiapkan


asisten). Benih terlebih dahulu direndam dalam air hangat.
2. Siapkan tanah berikut polybag (kapasitas polybag 10 kg).
3. Siapkan pupuk kandang / kompos sebagai pupuk dasar.

5
3. Benih yang telah disemai sebelumnya dipindah tanam ke
polybag setelah berusia yang cukup untuk dipindahkan.
4. Bibit yang telah sukses di rawat dipelihara dengan baik
hingga panen (jika waktu mencukupi). Setiap kelompok
berkesempatan untuk merawat masing-masing satu buah
cabai rawit dan cabai besar, sehingga total terdapat sejumlah
± 42 tanaman yang dipertanggungjawabkan. Tanaman
disusun dengan rapi di dalam screenhouse.
5. Penyiraman dilakukan sehari dua kali (jika memungkinkan)
yaitu pada pagi dan sore hari.
6. Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk NPK
Majemuk “Mutiara” 16:16:16. Perhitungan pupuk dan
rencana pemberian pupuk dilakukan secara bersamaan
dibantu oleh asisten.
7. Penyulaman dilakukan hanya dalam rentang waktu
seminggu setelah pindah tanam. Hal ini disesuaikan dengan
umur tanaman saat panen.
8. Pengamatan OPT bersifat observatif. Pengendalian
dilakukan ketika telah melebihi ambang batas.
9. Pengajiran dilakukan ketika tanaman cabai minimal telah
memasuki lima ruas cabang setelah cabang utama (cabang
ke-6).
10. Seluruh pelaksanaan praktikum didukung dengan data yang
bersifat dokumentatif (foto, ilustrasi, logbook). Foto
baiknya diambil dalam bentuk landscape berdasarkan luas
bidang yang akan diambil.

6
PARAMETER YANG DIAMATI

Parameter Pertumbuhan Parameter Produksi


Kualitatif: Kualitatif
- Bentuk daun - Warna buah dominan saat
- Posisi bunga panen
- Warna bunga Kuantitatif
- Warna buah muda - Panjang buah (cm)
- Warna buah masak - Keseragaman warna buah (%)
- Bentuk buah - Jumlah buah per panen (buah)
Kuantitatif - Jumlah buah total (buah)
- Jumlah daun (per cabang) - Bobot satu buah (g)
- Jumlah daun total (jika - Bobot buah per panen (g)
memungkinkan) - Bobot total panen (g)
- Jumlah cabang (buah) - Bobot panen layak pasar (g)
- Waktu berbunga (hari) - Perkiraan produktivitas (kg/ha)
- Waktu ketika 50% tanaman
berbunga (hari)
- Jumlah bunga per tanaman
(buah)

7
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 1

BAB I

PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan ditulis minimal tiga paragraf, dengan


susunan yang opsional namun ditulis secara bertahap dengan bentuk
deduktif. Paragraf 1 umumnya membahas tentang garis besar
budidaya tanaman cabai di Indonesia, kemudian detail mengenai
hal tersebut dijabarkan lebih lanjut pada paragraf 2. Paragraf 3
membahas tentang tujuan dan manfaat dari praktikum yang
dilaksanakan.

8
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Taksonomi dan Morfologi Tanaman Cabai

Pustaka pada bagian ini berkaitan dengan penjabaran


taksonomi tanaman cabai yang dibudidayakan beserta dengan
karakter morfologis yang terdapat di dalamnya. Penulisan taksa dalam
klasifikasi merujuk pada contoh berikut:
Kingdom :
Divisio :
Ordo :
Kelas :
Famili :
Genus :
Spesies : ............ (cabai besar)
............ (cabai rawit)
Penyusunan karakter morfologis didasari pada setiap karakter
akar, daun, batang, bunga, hingga buah. Setiap pustaka yang
melandasi karakter-karakter tersebut harus dilampirkan secara
lengkap, dengan ketentuan masing-masing paragraf berisi dua sitasi
yang relevan.

9
2.2. Budidaya Tanaman Cabai

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai budidaya tanaman cabai secara umum.

2.2.1. Persiapan

Persiapan dalam budidaya tanaman cabai yang perlu dikaji


pustakanya adalah persiapan media tanam (tanah) dan persiapan
tanam (benih, perlakuan sebelum penanaman benih). Tahapan
persemaian benih juga dimasukkan ke dalam bagian persiapan.

2.2.2. Pemeliharaan

Pustaka dalam bagian pemeliharaan mencakup keseluruhan


bagian yang meliputi penyulaman, penyiraman, pemupukan,
pengamatan HPT, dan pengajiran.

2.2.3. Panen

Pustaka yang berkaitan dengan panen adalah seluruh kegiatan


umum maupun khusus yang berkaitan dengan aspek produksi
budidaya tanaman cabai. Dikaji secara lengkap dan disusun dengan
skema paragraf yang teratur.

10
2.2.4. Pasca Panen

Pustaka dalam bagian pasca panen meliputi seluruh aktivitas


pasca panen berupa grading, seleksi buah, pengemasan,
penyimpanan, dan distribusi hasil panen cabai.

11
BAB III

MATERI DAN METODE

Paragraf ini menjelaskan tentang deskripsi waktu


pelaksanaan dan lokasi kerja acara ini secara detail.

3.1. Materi

Paragraf pembahasan materi disusun dengan bahan terlebih


dahulu, kemudian alat yang digunakan. Paragraf disusun dengan
kalimat pasif.

3.2. Metode

Pada bagian ini, baiknya sebelum masuk ke dalam sub-bab


dapat dicantumkan kalimat pengantar sub-sub bab yang ada. Sub
dalam metode antara lain:
3.2.1. Persiapan benih
3.2.2. Persemaian
3.2.3. Penanaman
3.3.4 Pemeliharaan
3.3.5. Panen
3.3.6. Pasca Panen
Setiap kalimat dalam sub dibahas secara rinci dan aktual.
Penulisan dengan kalimat pasif.

12
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Persiapan

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai persiapan apa saja yang telah dilakukan dalam
budidaya cabai yang telah dilakukan.

4.1.1 Persiapan Tanah

Pembahasan merujuk kepada persiapan media tanam berikut


dengan perbandingan komposisinya. Pembahasan ditulis
menggunakan kalimat pasif disertai dengan ilustrasi menggunakan
dokumentasi asli dari pelaksanaan praktikum.

4.1.2. Persiapan Tanam

Pembahasan merujuk kepada umur bibit setelah di semai dan


pengamatan keadaan fisik bibit. Pembahasan ditulis menggunakan
kalimat pasif disertai dengan ilustrasi menggunakan dokumentasi
asli dari pelaksanaan praktikum.

13
4.2. Pemeliharaan

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai pemeliharaan apa saja yang telah dilakukan
dalam budidaya cabai yang telah dilakukan. Sub bagian pembahasan
pemeliharaan terdiri atas:
4.2.1. Penyiraman
4.2.2. Pemupukan
4.2.3. Pengajiran
4.2.4. Pengamatan OPT
Seluruh sub pembahasan ditulis menggunakan kalimat pasif
disertai dengan ilustrasi menggunakan dokumentasi asli dari
pelaksanaan praktikum.

4.3. Identifikasi Tanaman

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai identifikasi bagian apa saja yang telah dilakukan.
4.3.1. Daun
4.3.2. Bunga
4.3.3. Buah
Pembahasan mengenai identifikasi tanaman merujuk pada
parameter pertumbuhan yang telah dicantumkan pada halaman 7.
Parameter kualitatif didukung dengan dokumentasi foto, parameter
kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel, atau grafik (jika
memungkinkan).

14
4.4. Panen dan Pasca Panen

Pembahasan mengenai panen dan pasca panen merujuk pada


parameter produksi yang telah dicantumkan pada halaman 7.
Parameter kualitatif didukung dengan dokumentasi foto, parameter
kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel, atau grafik (jika
memungkinkan).

15
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Paragraf simpulan terdiri dari satu paragraf saja. Membahas


tentang garis besar pelaksanaan budidaya tanaman cabai dalam
polybag dan apa saja data yang diperoleh. Data kuantitatif tidak perlu
dicantumkan pada simpulan dalam bentuk nominal / angka, namun
dikaji dalam bahasa.

5.2. Saran

Saran terdiri atas satu paragraf pendek. Berisi tentang saran


yang sifatnya membangun baik dalam pelaksanaan praktikum,
maupun dalam penyusunan laporan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Pustaka ditulis secara berurutan (ascending) berdasarkan


urutan huruf pertama dari nama pertama yang disitasi. Penulisan
pustaka merujuk pada model chicago style. Penulisan nama sitasi
dalam pembahasan jika terdiri dari lebih dari dua nama ditulis
menggunakan “dkk” dan ditulis cetak miring (revisi dari penggunaan
istilah “et al” sebelumnya). Penggunaan sitasi yang relevan sebaiknya
berdasarkan sepuluh tahun terakhir dari tahun pelaksanaan praktikum
(2008).

17
LAMPIRAN

Lampiran 1. Deskripsi Cabai F1 Anies IPB

Lampiran 2. Deskripsi Cabai F1 Bonita IPB

Foto tanaman

Tinggi tanaman :
Jumlah daun per cabang :
Bentuk daun :
Waktu berbunga :
Waktu 50% berbunga :
Jumlah bunga per tanaman :
Posisi bunga :
Warna bunga :
Warna buah muda :
Warna buah masak :
Warna buah dominan panen :

18
Bentuk buah :
Panjang buah :
Keseragaman warna buah :
Jumlah buah per panen :
Jumlah buah total :
Bobot satu buah :
Bobot buah per panen :
Bobot total panen :
Bobot panen layak pasar :
Perkiraan produktivitas :

Lampiran 3. Perhitungan Kebutuhan Pupuk

Lampiran 4. Dokumentasi Praktikum

Lampiran 5. Logbook

19
ACARA 2

BUDIDAYA TANAMAN OLERIKULTURA

Olerikultura merupakan cabang ilmu hortikultura yang


mempelajari budidaya tanaman sayur-sayuran. Kelompok tanaman
sayuran yang dipelajari dalam olekultura berdasarkan bentuk yang
dipanen adalah sayuran daun, bunga, dan buah. Banyak para penanam
tanaman olekultura yang berasal dari pegiat hobi, dikarenakan masa
hidup tanaman olerikultura yang singkat sehingga cepat untuk
dipanen.
Tanaman olekultura juga dapat dibedakan berdasarkan cara
tumbuhnya, ada yang cukup ditugal seperti mayoritas sayuran daun,
ada yang perlu dipindah tanamkan seperti mayoritas sayuran buah
(terong, tomat, cabai), dan ada pula yang perlu diberi ajir sebagai
media rambatan seperti mentimun, kacang panjang, buncis, gambas,
atau pare.
Pada acara ini praktikan berkesempatan untuk menanam
beberapa jenis tanaman dengan tipe atau cara budidaya yang berbeda-
beda. Tujuannya agar praktikan dapat mempelajari maupun
mengetahui aspek budidaya tanaman olerikultura secara menyeluruh.

20
MATERI PRAKTIKUM

Alat: Bahan
- Sekop atau cangkul - Benih yang tersedia antara lain
- Ajir bambu benih mentimun, terong, tomat,
- Tray gambas, pare, buncis, dan bayam
- Ember, botol, sprayer, atau alat merah cabut
bantu penyiraman lainnya - Bedengan tanam, berukuran 2 x
2m
- Pupuk kandang / kompos
- Pupuk NPK majemuk
“Mutiara” dengan perbandingan
16 : 16 : 16

METODE PRAKTIKUM

1. Siapkan bedengan lahan berukuran 2 x 2 m (disiapkan oleh


tim asisten)
2. Siapkan lahan untuk penanaman dengan pencampuran
pupuk kandang / kompos sesuai dengan perhitungan yang
telah dilakukan (perhitungan dibantu oleh asisten)
3. Siapkan benih yang akan ditanam. Benih pilihan
disesuaikan dengan cara tanamnya.
4. Tanaman yang telah tumbuh di rawat dipelihara dengan baik
hingga panen (jika waktu mencukupi). Setiap kelompok
berkesempatan untuk merawat masing-masing satu jenis

21
tanaman olerikultura, sehingga total terdapat sejumlah ± 21
bedengan tanam yang dipertanggungjawabkan. Susunan
jarak tanam diatur berdasarkan kriteria masing-masing
tanaman yang berbeda.
5. Penyiraman dilakukan sehari dua kali (jika memungkinkan)
yaitu pada pagi dan sore hari.
6. Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk NPK
Majemuk “Mutiara” 16:16:16. Perhitungan pupuk dan
rencana pemberian pupuk dilakukan secara bersamaan
dibantu oleh asisten.
7. Penyulaman dilakukan hanya dalam rentang waktu
seminggu setelah pindah tanam. Hal ini disesuaikan dengan
umur tanaman saat panen.
8. Pengamatan OPT bersifat observatif. Pengendalian
dilakukan ketika telah melebihi ambang batas.
9. Pengajiran dilakukan pada tanaman yang membutuhkan
media perambatan atau tegakan, pengajiran dilakukan
minimal telah memasuki lima ruas cabang setelah cabang
utama (cabang ke-6).
10. Seluruh pelaksanaan praktikum didukung dengan data yang
bersifat dokumentatif (foto, ilustrasi, logbook). Foto
baiknya diambil dalam bentuk landscape berdasarkan luas
bidang yang akan diambil.

22
PARAMETER YANG DIAMATI

Parameter Pertumbuhan Parameter Produksi


Kualitatif: Kualitatif
- Bentuk daun - Warna buah dominan saat
- Posisi bunga panen
- Warna bunga Kuantitatif
- Warna buah muda - Panjang buah (cm)
- Warna buah masak - Keseragaman warna buah (%)
- Bentuk buah - Jumlah buah per panen (buah)
Kuantitatif - Jumlah buah total (buah)
- Jumlah daun (per cabang) - Bobot satu buah (g)
- Jumlah daun total (jika - Bobot buah per panen (g)
memungkinkan) - Bobot total panen (g)
- Jumlah cabang (buah) - Bobot panen layak pasar (g)
- Waktu berbunga (hari) - Perkiraan produktivitas (kg/ha)
- Waktu ketika 50% tanaman
berbunga (hari)
- Jumlah bunga per tanaman
(buah)

23
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 2

BAB I

PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan ditulis minimal tiga paragraf, dengan


susunan yang opsional namun ditulis secara bertahap dengan bentuk
deduktif. Paragraf 1 umumnya membahas tentang garis besar
budidaya tanaman olerikultura yang terpilih, kemudian detail
mengenai hal tersebut dijabarkan lebih lanjut pada paragraf 2.
Paragraf 3 membahas tentang tujuan dan manfaat dari praktikum
yang dilaksanakan.

24
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Taksonomi dan Morfologi Tanaman Terpilih

Pustaka pada bagian ini berkaitan dengan penjabaran


taksonomi tanaman terpilih yang dibudidayakan beserta dengan
karakter morfologis yang terdapat di dalamnya. Penulisan taksa dalam
klasifikasi merujuk pada contoh berikut:
Kingdom :
Divisio :
Ordo :
Kelas :
Famili :
Genus :
Spesies :
Penyusunan karakter morfologis didasari pada setiap karakter
akar, daun, batang, bunga, hingga buah. Setiap pustaka yang
melandasi karakter-karakter tersebut harus dilampirkan secara
lengkap, dengan ketentuan masing-masing paragraf berisi dua sitasi
yang relevan.

25
2.2. Budidaya Tanaman Terpilih

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai budidaya tanaman cabai secara umum.

2.2.1. Persiapan

Persiapan dalam budidaya tanaman terpilih yang perlu dikaji


pustakanya adalah persiapan media tanam (tanah) dan persiapan
tanam (benih, perlakuan sebelum penanaman benih). Tahapan
persemaian benih juga dimasukkan ke dalam bagian persiapan.

2.2.2. Pemeliharaan

Pustaka dalam bagian pemeliharaan mencakup keseluruhan


bagian yang meliputi penyulaman, penyiraman, pemupukan,
pengamatan HPT, dan pengajiran.

2.2.3. Panen

Pustaka yang berkaitan dengan panen adalah seluruh kegiatan


umum maupun khusus yang berkaitan dengan aspek produksi
budidaya tanaman sesuai dengan kaidahnya masing-masing tanaman.
Dikaji secara lengkap dan disusun dengan skema paragraf yang
teratur.

26
2.2.4. Pasca Panen

Pustaka dalam bagian pasca panen meliputi seluruh aktivitas


pasca panen berupa grading, seleksi buah, pengemasan,
penyimpanan, dan distribusi hasil panen.

27
BAB III

MATERI DAN METODE

Paragraf ini menjelaskan tentang deskripsi waktu


pelaksanaan dan lokasi kerja acara ini secara detail.

3.1. Materi

Paragraf pembahasan materi disusun dengan bahan terlebih


dahulu, kemudian alat yang digunakan. Paragraf disusun dengan
kalimat pasif.

3.2. Metode

Pada bagian ini, baiknya sebelum masuk ke dalam sub-bab


dapat dicantumkan kalimat pengantar sub-sub bab yang ada. Sub
dalam metode antara lain:
3.2.1. Persiapan benih
3.2.2. Persemaian
3.2.3. Penanaman
3.3.4 Pemeliharaan
3.3.5. Panen
3.3.6. Pasca Panen
Setiap kalimat dalam sub dibahas secara rinci dan aktual.
Penulisan dengan kalimat pasif.

28
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Persiapan

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai persiapan apa saja yang telah dilakukan dalam
budidaya tanaman yang telah dilakukan.

4.1.1 Persiapan Tanah

Pembahasan merujuk kepada persiapan media tanam berikut


dengan perbandingan komposisinya. Pembahasan ditulis
menggunakan kalimat pasif disertai dengan ilustrasi menggunakan
dokumentasi asli dari pelaksanaan praktikum.

4.1.2. Persiapan Tanam

Pembahasan merujuk kepada umur bibit setelah di semai dan


pengamatan keadaan fisik bibit. Pembahasan ditulis menggunakan
kalimat pasif disertai dengan ilustrasi menggunakan dokumentasi
asli dari pelaksanaan praktikum.

29
4.2. Pemeliharaan

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai pemeliharaan apa saja yang telah dilakukan
dalam budidaya tanaman yang telah dilakukan. Sub bagian
pembahasan pemeliharaan terdiri atas:
4.2.1. Penyiraman
4.2.2. Pemupukan
4.2.3. Pengajiran
4.2.4. Pengamatan OPT
Seluruh sub pembahasan ditulis menggunakan kalimat pasif
disertai dengan ilustrasi menggunakan dokumentasi asli dari
pelaksanaan praktikum.

4.3. Produksi Tanaman Terpilih

Pembahasan mengenai produksi tanaman merujuk pada


parameter produksi yang telah dicantumkan pada halaman 23.
Parameter kualitatif didukung dengan dokumentasi foto, parameter
kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel, atau grafik (jika
memungkinkan).

30
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Paragraf simpulan terdiri dari satu paragraf saja. Membahas


tentang garis besar pelaksanaan budidaya tanaman terpilih dan apa
saja data yang diperoleh. Data kuantitatif tidak perlu dicantumkan
pada simpulan dalam bentuk nominal / angka, namun dikaji dalam
bahasa.

5.2. Saran

Saran terdiri atas satu paragraf pendek. Berisi tentang saran


yang sifatnya membangun baik dalam pelaksanaan praktikum,
maupun dalam penyusunan laporan.

31
DAFTAR PUSTAKA

Pustaka ditulis secara berurutan (ascending) berdasarkan


urutan huruf pertama dari nama pertama yang disitasi. Penulisan
pustaka merujuk pada model chicago style. Penulisan nama sitasi
dalam pembahasan jika terdiri dari lebih dari dua nama ditulis
menggunakan “dkk” dan ditulis cetak miring (revisi dari penggunaan
istilah “et al” sebelumnya). Penggunaan sitasi yang relevan sebaiknya
berdasarkan sepuluh tahun terakhir dari tahun pelaksanaan praktikum
(2008).

32
LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Pupuk

Lampiran 2. Perhitungan Perkiraan Produktivitas

Lampiran 3. Dokumentasi Praktikum

Lampiran 4. Logbook

33
ACARA 3

PEMELIHARAAN JAMBU KRISTAL

Tanaman jambu kristal (Psidium guajava L.) merupakan salah


satu tanaman dari famili Myrtaceae yang banyak terdapat di
Indonesia. Tanaman jambu kristal memiliki ciri-ciri batang berwarna
coklat yang terkelupas, jumlah benang sari yang banyak pada bunga,
serta buah dengan kulit berwarna hijau dan daging buah berwarna
putih. Buah jambu kristal yang terdapat di Indonesia memiliki potensi
sebagai salah satu komoditas ekspor yang dapat berkontribusi untuk
meningkatkan pendapatan negara.
Pembudidayaan secara intensif merupakan bentuk peningkatan
kualitas buah jambu kristal sehingga dapat bersaing di pasar dunia.
Pembudidayaan tanaman jambu biji meliputi pemupukan untuk
meningkatkan produktivitas tanaman. Pemupukan dapat dilakukan
menggunakan pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pengaruh dari
pemupukan dapat dilihat dari parameter-parameter berupa tinggi
tanaman, lebar batang, jumlah cabang, jumlah bunga, dan jumlah
buah.
Tujuan dari praktikum dengan materi Pemeliharaan Tanaman
Jambu Kristal adalah untuk meningkatkan produktivitas tanaman
jambu kristal. Manfaat dari praktikum adalah untuk menambah
wawasan tentang teknik pemeliharaan tanaman jambu kristal yang
tepat.

34
MATERI PRAKTIKUM

Alat: Bahan
- Gunting - Pupuk NPK majemuk
- Sekop atau cangkul “Mutiara” dengan perbandingan
- Plastik 16 : 16 : 16
- Label

METODE PRAKTIKUM

1. Setiap kelompok diberi tanggungjawab untuk memelihara


dan merawat satu pohon jambu kristal. Jumlah pohon jambu
kristal yang dapat dirawat adalah 22 pohon
2. Perawatan yang dilakukan meliputi obsevasi dan
pengendalian organisme pengganggu tanaman, pemupukan,
pemangkasan, pemeliharaan tunas dan buah.
3. Observasi OPT dilakukan dengan cara mengamati dan
mencatat organisme pengganggu tanaman yang ada
disekitar tanaman jambu kristal. Pengendalian yang dapat
dilakukan adalah pengendalian secara mekanik yaitu
membersihkan gulma yang ada di sekitar pertanaman,
mengusir hama yang ada disekitar tanaman, dan membuang
batang atau bagian tanaman yang terkena penyakit.

35
4. Tanaman jambu kristal dipupuk dengan pupuk NPK 250
gr/tanaman. Pemupukan dilakukan dengan cara membuat
lubang secara melingkar mengikuti tajuk pohon.
5. Pemangkasan dilakukan dengan memangkas bagian
tanaman yang terkena penyakit dan cabang tidak diinginkan.
6. Amati tunas baru yang tumbuh setelah pemangkasan.
7. Pemeliharaan buah jambu dilakukan dengan membungkus
buah dengan plastik, sedangkan buah yang sudah busuk di
petik dan dibuang.

36
PARAMETER YANG DIAMATI

Parameter Pertumbuhan Parameter Produksi


Kualitatif: Kualitatif
- Bentuk tajuk tanaman - Bentuk dan warna buah yang
- Jenis OPT yang observasi sehat
Kuantitatif - Bentuk dan warna buah yang
- Jumlah cabang awal (jika busuk
memungkinkan untuk dihitung) Kuantitatif
- Jumlah cabang setelah - Jumlah buah sehat (buah)
dipangkas (buah) - Jumlah buah busuk (buah)
- Jumlah tunas yang tumbuh - Jumlah buah total (buah)
setelah dipangkas (buah)
- Panjang tunas (cm)
- Jumlah bunga yang tumbuh
(buah)
- Jumlah bunga yang produktif
(buah)
- Jumlah OPT yang diobservasi

37
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 3

BAB I

PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan ditulis minimal tiga paragraf, dengan


susunan yang opsional namun ditulis secara bertahap dengan bentuk
deduktif. Paragraf 1 umumnya membahas tentang garis besar
pemeliharaan tanaman jambu kristal, kemudian detail mengenai
hal tersebut dijabarkan lebih lanjut pada paragraf 2. Paragraf 3
membahas tentang tujuan dan manfaat dari praktikum yang
dilaksanakan.

38
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Taksonomi dan Morfologi Tanaman Jambu Kristal

Pustaka pada bagian ini berkaitan dengan penjabaran


taksonomi tanaman jambu kristal yang dibudidayakan beserta dengan
karakter morfologis yang terdapat di dalamnya. Penulisan taksa dalam
klasifikasi merujuk pada contoh berikut:
Kingdom :
Divisio :
Ordo :
Kelas :
Famili :
Genus :
Spesies :
Penyusunan karakter morfologis didasari pada setiap karakter
akar, daun, batang, bunga, hingga buah. Setiap pustaka yang
melandasi karakter-karakter tersebut harus dilampirkan secara
lengkap, dengan ketentuan masing-masing paragraf berisi dua sitasi
yang relevan.

39
2.2. Pemeliharaan Tanaman Jambu Kristal

Sebelum masuk ke dalam sub-bab, baiknya diberi kalimat


pengantar mengenai budidaya tanaman cabai secara umum.

2.2.1. Pemangkasan

Pustaka yang dibahas dalam sub-bab pemangkasan berupa


teknik pemangkasan, pengaturan bentuk tajuk, atau
pembentukan tunas baru

2.2.2. Pemupukan

Pustaka dalam bagian pemupukan mencakup seluruh


rekomendasi pemupukan yang dilakukan untuk pemeliharaan
tanaman jambu kristal

2.2.3. Organisme Pengganggu Tanaman

Pustaka pada bagian ini membahas tentang seluruh OPT yang


terdapat pada tanaman jambu kristal beserta cara penanganannya.

40
2.2.4. Pemeliharaan Buah

Pustaka dalam bagian pemeliharaan buah mencakup tentang


teknik-teknik pemeliharaan buah jambu kristal secara lengkap dan
detail.

41
BAB III

MATERI DAN METODE

Paragraf ini menjelaskan tentang deskripsi waktu


pelaksanaan dan lokasi kerja acara ini secara detail.

3.1. Materi

Paragraf pembahasan materi disusun dengan bahan terlebih


dahulu, kemudian alat yang digunakan. Paragraf disusun dengan
kalimat pasif.

3.2. Metode

Pada bagian ini, baiknya sebelum masuk ke dalam sub-bab


dapat dicantumkan kalimat pengantar sub-sub bab yang ada. Sub
dalam metode antara lain:
3.2.1. Pembersihan
3.2.2. Pemangkasan
3.2.3. Pemupukan
3.3.4 Observasi OPT
3.3.5. Pengamatan Pertumbuhan Tunas
3.3.6. Pemeliharaan Buah
Setiap kalimat dalam sub dibahas secara rinci dan aktual.
Penulisan dengan kalimat pasif.

42
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pemangkasan

Pembahasan merujuk kepada teknik pemangkasan yang


dilakukan berikut alasannya. Pembahasan ditulis menggunakan
kalimat pasif disertai dengan ilustrasi menggunakan dokumentasi
asli dari pelaksanaan praktikum (dokumentasi dicantumkan dalam
format tabel dua kolom dan dibuat dalam bentuk before dan after).

4.2. Observasi OPT

Pembahasan merujuk kepada daftar OPT yang ditemukan


dalam pemeliharaan tanaman jambu kristal. Daftar disertakan dalam
bentuk tabel. Pembahasan ditulis menggunakan kalimat pasif disertai
dengan ilustrasi menggunakan dokumentasi asli dari pelaksanaan
praktikum.

4.3. Pengamatan Pertumbuhan Tunas

Pembahasan mengenai pengamatan pertumbuhan tunas


merujuk pada parameter pertumbuhan yang telah dicantumkan pada
halaman 37. Parameter kualitatif didukung dengan dokumentasi foto,

43
parameter kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel, atau grafik (jika
memungkinkan).

4.4. Pemeliharaan Buah

Pembahasan mengenai pemeliharaan buah merujuk pada


parameter produksi yang telah dicantumkan pada halaman 37.
Dokumentasi dicantumkan dalam format tabel dua kolom dan dibuat
dalam bentuk before dan after.

44
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Paragraf simpulan terdiri dari satu paragraf saja. Membahas


tentang garis besar pemeliharaan tanaman jambu kristal dan apa saja
data yang diperoleh. Data kuantitatif tidak perlu dicantumkan pada
simpulan dalam bentuk nominal / angka, namun dikaji dalam bahasa.

5.2. Saran

Saran terdiri atas satu paragraf pendek. Berisi tentang saran


yang sifatnya membangun baik dalam pelaksanaan praktikum,
maupun dalam penyusunan laporan.

45
DAFTAR PUSTAKA

Pustaka ditulis secara berurutan (ascending) berdasarkan


urutan huruf pertama dari nama pertama yang disitasi. Penulisan
pustaka merujuk pada model chicago style. Penulisan nama sitasi
dalam pembahasan jika terdiri dari lebih dari dua nama ditulis
menggunakan “dkk” dan ditulis cetak miring (revisi dari penggunaan
istilah “et al” sebelumnya). Penggunaan sitasi yang relevan sebaiknya
berdasarkan sepuluh tahun terakhir dari tahun pelaksanaan praktikum
(2008).

46
LAMPIRAN

Lampiran 1. Perhitungan Kebutuhan Pupuk

Lampiran 2. Dokumentasi Praktikum

Harus disertai dengan foto kelompok lengkap dengan pohon


yang dirawat.

Lampiran 3. Logbook

47
ACARA 4

GRADING BUAH

Grading adalah proses pemilihan buah/bahan berdasarkan


kualitas bahan tersebut. Grading bertujuan untuk memisahkan buah
yang baik dengan buah yang kurang baik ataupun rusak. Grading
dilakukan berdasarkan ukuran buah, kerusakan mekanis buah, tingkat
kematangan buah, bobot buah, dan tingkat keseragaman warna.
Grading dapat dilakukan dengan cara manual dan
menggunakan mesin penyortir. Grading secara manual dilakukan
menggunakan tangan dan ketelitian ketika memisahkan bahan menjadi
beberapa kelas. Grading menggunakan mesin penyortir dilakukan
apabila bahan berjumlah sangat besar.
Tujuan praktikum acara grading buah adalah untuk
mengetahui teknik pengelompokan pada buah hortikultura hasil
panen. Manfaatnya agar praktikan mengerti betul penerapan grading
dalam lapangan kedepannya.

MATERI PRAKTIKUM

Alat: Bahan
- Timbangan - Buah segar hasil panen
- Nampan (kemungkinan buah rambutan)
- Plastik

48
METODE PRAKTIKUM

1. Ambil buah yang telah disediakan


2. Timbang buah tersebut
3. Pisahkan buah dengan komponen lainnya
4. Timbang buah yang sudah dipisahkan dengan komponen
lainnya
5. Amati buat tersebut lalu kelompokkan kedalam Grade A,
Grade B, Grade C, dst.
6. Makanlah buah tersebut dan deskripsikan rasa dari setiap
kelompok yang telah dibuat
7. Pisahkan bijinya lalu kelompokkan biji sesuai kelasnya.
8. Setiap aktivitas didokumentasikan secara teratur dan rapi

PARAMETER YANG DIAMATI

- Jumlah buah per kelas / grade (buah)


- Warna buah
- Rasa buah
- Ciri morfologis lainnya
- Bobot buah per kelas / grade (g)

49
FORMAT PENULISAN LAPORAN ACARA 4

BAB I

PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan ditulis minimal tiga paragraf, dengan


susunan yang opsional namun ditulis secara bertahap dengan bentuk
deduktif. Paragraf 1 umumnya membahas tentang garis besar teknik
pengelompokan buah, kemudian detail mengenai hal tersebut
dijabarkan lebih lanjut pada paragraf 2. Paragraf 3 membahas tentang
tujuan dan manfaat dari praktikum yang dilaksanakan.

50
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Grading Buah

Pustaka yang dibahas dalam sub-bab grading buah berupa


teknik pengelompokan buah dan kriteria pengelompokannya

2.2. Kelas Pengelompokan Buah

Pustaka dalam bagian pemupukan mencakup kelas-kelas yang


umumnya dibuat dalam proses pengelompokkan buah hasil panen

51
BAB III

MATERI DAN METODE

Paragraf ini menjelaskan tentang deskripsi waktu


pelaksanaan dan lokasi kerja acara ini secara detail.

3.1. Materi

Paragraf pembahasan materi disusun dengan bahan terlebih


dahulu, kemudian alat yang digunakan. Paragraf disusun dengan
kalimat pasif.

3.2. Metode

Metode ditulis dalam satu paragraf sesuai dengan aktivitas


grading yang telah dilakukan. Setiap kalimat dalam sub dibahas
secara rinci dan aktual. Penulisan dengan kalimat pasif.

52
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan dibuat beberapa paragraf mengenai kegiatan


grading sesuai dengan parameter yang dicantumkan pada halaman 49
Pembahasan ditulis menggunakan kalimat pasif disertai dengan
ilustrasi menggunakan dokumentasi asli dari pelaksanaan praktikum
(dokumentasi dicantumkan dalam format tabel dua kolom dan dibuat
dalam bentuk before dan after).

53
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Paragraf simpulan terdiri dari satu paragraf saja. Membahas


tentang garis besar pengelompokkan atau grading buah yang telah
dilakukan dan apa saja data yang diperoleh. Data kuantitatif tidak
perlu dicantumkan pada simpulan dalam bentuk nominal / angka,
namun dikaji dalam bahasa.

5.2. Saran

Saran terdiri atas satu paragraf pendek. Berisi tentang saran


yang sifatnya membangun baik dalam pelaksanaan praktikum,
maupun dalam penyusunan laporan.

54
DAFTAR PUSTAKA

Pustaka ditulis secara berurutan (ascending) berdasarkan


urutan huruf pertama dari nama pertama yang disitasi. Penulisan
pustaka merujuk pada model chicago style. Penulisan nama sitasi
dalam pembahasan jika terdiri dari lebih dari dua nama ditulis
menggunakan “dkk” dan ditulis cetak miring (revisi dari penggunaan
istilah “et al” sebelumnya). Penggunaan sitasi yang relevan sebaiknya
berdasarkan sepuluh tahun terakhir dari tahun pelaksanaan praktikum
(2008).

55
LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi Praktikum

Lampiran 2. Logbook

56
COVER LAPORAN
LAPORAN PRAKTIKUM
BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA

Disusun oleh :

Kelompok XY

Nama NIM

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


DEPARTEMEN PERTANIAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018

57
LEMBAR PENGESAHAN

Judul : LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BUDIDAYA

TANAMAN HORTIKULTURA

Kelompok : XY (......)Y

Program Studi : S1-AGROEKOTEKNOLOGI

Tanggal Pengesahan : JUNI 2018

Mengetahui,

Koordinator Praktikum Asisten Pembimbing


Budidaya Tanaman Hortikultura

NAMA NAMA
NIP. NIM.

58
LOGBOOK PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Kelompok :
Judul Acara :
Tanggal Pelaksanaan :

No Tanggal Kegiatan TTD Asisten

59
KONTAK ASISTEN

Nama NIM Line No HP / WA


Pasuryan Dewi 23030113120013 dewiulyap 081327331159
Ulya
Devi Bintani 23030114130057 dba1011 085747825657
Afifah
Wita Friyanti 23030114190083 witaharianja 081327607629
Harianja
Danang 23030114190087 danangadrian 087889183897
Adriansyah

60