Anda di halaman 1dari 11

TUGAS EVIDENCE BASED MEDICINE (EBM)

“Critical Appraisal”

Zinc and Probiotic Vs Zinc with Acute Diarrhea

Disusun Oleh :
Tania Ramadhani Putri
1102013282

Pembimbing :
dr. Erlina Wijayanti, MPH, DiplDK
DR. Rifqatussa’adah, SKM, M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
OKTOBER 2018
Skenario
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun, dengan berat badan 30 kg, dibawa oleh Ibunya ke
Puskesmas Menteng karena mencret disertai muntah-muntah. Anak tampak rewel dan tampak
selalu ingin minum. Sebelumnya Ibunya sudah memberikan obat antidiare (zinc) tanpa resep
dokter yang dibelinya di apotek dekat rumah. Akan tetapi, gejala tidak berkurang. Menurut si
Ibu anak tersebut sudah BAB encer sejak 2 hari yang lalu lebih dari 10 kali. Setelah diperiksa
oleh dokter , kemudian dokter memberi resep obat antidiare zinc + probiotik dan menyarankan
untuk pasien di rawat inap. Lalu Ibu pasien menanyakan apakah ada perbedaan dari pemberian
terapi zinc + probiotik dan zinc tunggal terhadap kasus anak tersebut. Kemudian dokter
memberikan penjelasan mengenai hasil terapi dari kedua obat.

Pertanyaan (Foreground Question)


Apakah terapi kombinasi zinc + probiotik lebih cepat menurunkan frekuensi diare
dibandingkan terapi zinc tunggal pada kasus diare akut ?

PICO
• Patient/Population/Problem : Anak perempuan usia 7 tahun diare akut
• Intervention/Indicator : Zinc + probiotik
• Comparison/Control : Zinc
• Objective/Outcome : Terapi kombinasi zinc + probiotik lebih cepat
menurunkan frekuensi diare pada kasus diare akut

Type of Question
Therapy

Pencarian Bukti Ilmiah


Alamat website : http://paediatricaindonesiana.org/
Kata kunci : Acute diarrhea AND Zinc AND Probiotic
Limitasi : Academic Journal, Full Text, Januari 2011 – September 2018
Hasil Pencarian : 9 jurnal

1
Artikel yang dipilih :
Comparison of zinc-probiotic combination therapy to zinc therapy alone in reducing the
severity of acute diarrhea

2
REVIEW JURNAL
ABSTRACT
Abstract
Background Although the incidence of diarrhea in Indonesia has declined in the last five years,
the mortality rate in children under five years old is still high. Therefore, appropriate and
comprehensive management of diarrhea is essential. There have been many studies on the role
of zinc therapy and probiotic therapy in reducing the severity of acute diarrhea, but not many
studies have compared the use of a combination of the two therapies to zinc therapy alone.
Objective To compare the efficacy of zinc-probiotic combination therapy to zinc alone in
reducing the severity of acute diarrhea.
Methods We conducted a randomized, open-label, controlled trial from July 2009 to January
2010 in Adam Malik Hospital and Pirngadi Hospital, Medan. Children aged between 1 month
and 5 years who met the criteria were divided into two groups. Group I receive zinc sulphate
(aged < 6 months: 10 mg/day; aged > 6 months: 20 mg/day) combined with heat-killed
Lactobacillus acidophilus (3x1010 CFU/day) for 10 days. Group II received only zinc sulphate
at the same dosage as Group I: Measurement of disease severity was based on the frequency of
diarrhea (times/day) and the duration of diarrhea (hours) after initial drug consumption.
Result Eighty subjects were enrolled, randomised, and divided equally into two groups. 40
children received zinc-probiotic in combination (group I) and the reminder (group II) received
zinc alone. We observed significant in frequency of diarrhea (2.1 vs 3.1 times/day, P=0.001,
95%CI 1.62 to 0.49) and duration of diarrhea (52.1 vs 72.6 hours, P=0.001, 95%CI 30.91 to
10.18) in the two groups.
Conclusion Combination of zinc-probiotic therapy was more effective in reducing the severity
of acute diarrhea than zinc therapy alone in children under five years of age.

Keywords : acute diarrhea, zinc, probiotic, Lactobacillus acidophilus

3
I. APAKAH HASIL PENELITIAN INI VALID? (VALIDITY)
VALIDITY
1. Menentukan ada atau tidaknya randomisasi dalam kelompok dan teknik
randomisasi yang digunakan

Ya, terdapat randomisasi pada penelitian di jurnal tersebut.

2. Menentukan ada atau tidaknya pertimbangan dan penyertaan semua pasien


dalam pembuatan kesimpulan

a. Mengidentifikasi lengkap atau tidaknya follow up

Lengkap, karena kesimpulan dari penelitian tidak berubah maka jumlah lost to
follow up dari kelompok terapi tidak berlebihan.

b. Mengidentifikasi ada atau tidaknya analisis pasien pada kelompok


randomisasi semula

Ya, Ada analisis pada pasien dan terdapat pasien yang keluar dari randomisasi
semula.

4
5
3. Mengidentifikasi ada tidaknya blinding pada pasien, klinisi, dan peneliti

Tidak ada blinding pada pasien dan klinisi, hal ini menjadi keterbatasan pada penelitian.

4. Menentukan ada atau tidaknya persamaan pada kedua kelompok di awal


penelitian

Ya, Adanya persamaan pada kedua kelompok di awal penelitian, yaitu persamaan usia
antara 1 bulan - 5 tahun, persamaan keadaan dehidrasi (dehidrasi sedang), dan frekuensi
maupun durasi diare tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

6
5. Menentukan ada tidaknya persamaan perlakuan pada kedua kelompok selain
perlakuan eksperimen

Ya, Adanya persamaan perlakuan pada kedua kelompok pada jurnal tersebut

7
IMPORTANCE

1. Menentukan besarnya efek terapi

Pada hari ke dua frekuensi diare dengan terapi zinc + probiotik lebih kecil
dibandingkan zinc tunggal. Terlihat pada nilai P = 0.001 yang berarti bermakna.

2. Menentukan presisi estimasi efek terapi (95% CI)

Estimasi efek terapi 95% CI = - 3.40 to -1.19, nilai tersebut belum melewati angka 0
yang berarti efek terapi bermakna dan terapi dapat diterapkan pada pasien

8
APPLICABILITY
1. Menentukan kemungkinan penerapan pada pasien (spectrum pasien dan setting)

Pada kasus diare akut anak < 5 tahun pemberian terapi kombinasi zinc + probiotic dapat
menurunkan frekuensi diare lebih cepat dibandingkan dengan pemberian zinc tunggal.
Pada kasus ini terapi dapat diterapkan dikarenakan probiotik tersedia di Indonesia,
mudah didapatkan, dan kondisi pasien yang sesuai dengan penelitian pada jurnal.

2. Menentukan potensi keuntungan dan kerugian bagi pasien

Terdapat beberapa keuntungan dan kerugian dari zinc maupun probiotic tetapi kerugian
dapat diminimalisir dengan terapi kombinasi zinc + probiotic dibandingkan zinc
tunggal.

Kerugian zinc : Efek samping mual, muntah, nyeri perut, demam


Keuntungan probiotik : Murah dan dapat meningkatkan stimulasi imunitas
saluran pencernaan

9
10