Anda di halaman 1dari 6

PERATURAN DAERAH KOTA MANADO

NOMOR 47 TAHUN 2016

TENTANG

KEKERASAN SEKSUAL DI SEKOLAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MANADO,

Menimbang : a. bahwa semua orang berhak untuk mendapatkan perlindungan atas


pemenuhan Hak Asasi Manusia termasuk perlindungan terhadap hak anak;
b. bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan
berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan
b konsideran menimbang ini, maka perlu mengatur kekerasan seksual di
sekolah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perubahan atas Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 147 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4796);
3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana
Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5332);

Dengan Persetujuan Bersama


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
dan
WALIKOTA MANADO
MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI


SEKOLAH
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah yang dimaksud dengan:
1. Kota adalah Kota Manado
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Manado
3. Walikota adalah Walikota Manado
4. Kekerasan adalah setiap perbuatan yang berakibat timbulnya
kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau
penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan,
pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum.
5. Kekerasan Terhadap Anak adalah setiap bentuk pembatasan,
pembedaan, pengucilan dan seluruh bentuk perlakuan yang
dilakukan terhadap anak, yang akibatnya berupa dan tidak terbatas
pada kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi.
6. Kekerasan Fisik adalah setiap perbuatan yang mengakibatkan rasa
sakit, jatuh sakit, atau luka berat.
7. Kekerasan Psikologis atau kekerasan psikis adalah setiap perbuatan
yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri,
hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan/atau
penderitaan psikis berat pada seseorang.
8. Seksual adalah berkenaan dengan seks atau jenis kelamin
9. Kekerasan seksual adalah segala bentuk tindakan yang menyebabkan
orang merasa terintimidasi secara seksual, merasa terendahkan dan
terambil kehormatan dan harga dirinya, baik itu melibatkan kontak
fisik secara langsung maupun tidak (verbal, gerak tubuh, pandangan
mata, dsb).
10. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun
11. Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh,
berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat
dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
12. Murid adalah orang (anak) yang sedang bersekolah
13. Guru atau pendidik adalah orang yang pekerjaannya untuk mengajar
terutama di sekolah
14. Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan
diri dan diangkat untuk menunjang Penyelenggaraan Pendidikan
15. Sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar
serta tempat menerima dan memberi pelajaran
16. Orang Tua adalah ayah dan/atau ibu kandung, atau ayah dan/atau ibu
tiri, atau ayah dan/atau ibu angkat
17. Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya
menjalankan kekuasaan asuh sebagai Orang Tua terhadap Anak.
18. Setiap Orang adalah orang perseorangan atau korporasi.

BAB II
HAK, KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB
Bagian Pertama
Hak-hak Murid
Pasal 2
Setiap murid berhak:
a. dihormati harkat dan martabatnya sebagai manusia;
b. mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan
seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga
kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain;
c. mendapatkan perlindungan dari individu, kelompok atau pemerintah
daerah maupun lembaga swasta;
d. hak atas kerahasiaan identitasnya;
e. mendapatkan jaminan atas hak-haknya yang berkaitan dengan
statusnya sebagai murid di sekolah.

Bagian Kedua
Kewajiban dan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
Pasal 3
(1) Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. menghormati pemenuhan Hak Murid(anak) tanpa membedakan
suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa,
status hukum, urutan kelahiran, dan kondisi fisik dan/atau mental;
b. melaksanakan segala upaya pencegahan terjadinya kekerasan di
sekolah;
c. pemulihan dan rehabilitasi sosial.

(2) Untuk melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1),


Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan untuk :
a. menetapkan kebijakan;
b. melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak sekolah dalam
penyelenggaraan perlindungan kekerasan seksual.

BAB III
TUJUAN
Pasal 4

Tujuan perlindungan kekerasan seksual di sekolah adalah:


a. mencegah kekerasan terhadap anak di sekolah;
b. memberikan pelayanan kepada Korban; dan
c. melakukan pemberdayaan kepada korban kekerasan.
BAB IV
SANKSI
Pasal 5

(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman
kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau
dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima
belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak
Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp
60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah);

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi
setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian
kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya
atau dengan orang lain.

BAB V
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 6

(1) Pada saat berlakunya Peraturan Daerah ini semua Peraturan Daerah yang
berkaitan dengan perlindungan kekerasan seksual di sekolah, yang sudah
ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan
Daerah ini.

(3) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai
pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Walikota.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 7

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan


Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Manado
Ditetapkan di Manado
Pada tanggal 2 Mei 2016

WALIKOTA
MANADO

JAE NEPAL

Diundangkan di Manado
pada tanggal 2 Mei 2016
SEKRETARIS DAERAH KOTA MANADO,

RENASYA JOY
LEMBARAN DAERAH KOTA MANADO TAHUN 2016 NOMOR 47