Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN OJT BANDAR UDARA INTERNASIONAL

JENDERAL AHMAD YANI

SEMARANG

Disusun oleh :

Nama : Prido Muhammad Mustar

Program : Initial Basic Aviation Security

JOGJAFLIGHT

TRAININGCENTER

2018
Laporan OJT

Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan

Program Initial Basic Aviation Security

Pada

JOGJA FLIGHT TRAINING CENTER

Disusun oleh :

Nama : Prido Muhammad Mustar

Program : Initial Basic Aviation Security

JOGJAFLIGHT

TRAININGCENTER

2018
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah

memberikan rahmat dan nikmat yang tak terhingga, sehingga penulis dapat

menyelesaikan Laporan OJT di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani

Semarang.

Penyusunan Laporan ini merupakan syarat untuk menyelesaikan Diklat

Basic Avsec di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Terselesainya Laporan ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari

berbagai pihak. Atas tersusunnya Laporan ini penulis tidak lupa mengucapkan

terima kasih kepada :

1. Ibu Eka Ndari Endah Pratiwi Akademik Jogja Flight Training Center.

2. Pak Bambang T. Selaku Protection Team Leader Regu I.

3. Pak Rusmanto Selaku Protection Team Leader Regu II.

4. Pak Sumedi Selaku Protection Team Leader Regu III.

5. Seluruh Protection Squad Leader Regu I, II & III.

6. Pak Celly Z Lewerissa selaku Airport Security Protection Section Head.

7. Pak Sugeng selaku Airport Security Investigation Team Leader.

8. Seluruh Senior yang telah memberikan ilmunya dan arahan selama proses

Pelaksanaan OJT.

9. Kedua Orangtua yang telah memberikan semangat motivasi dan selalu

mendoakan sampai saat ini.


10. Temen-teman seperjuangan yang telah membantu dan memberi semangat

dalam menyelesaikan OJT.

11. Semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam penyusunan Laporan.

Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna dan masih ada

kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun.

Akhirnya penulis ucapkan terima kasih dan laporan ini dapat memberikan

manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan dan berkepentingan.

Semarang, 02 Oktober 2018

Penulis
PENGESAHAN

Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan OJT di Bandar
Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kurang lebih 2 bulan sebagai
Avsec PT. Angkasa Pura I.

Judul : Laporan OJT Bandar Udara


Internasional Jendral Ahmad Yani
Semarang

Nama : Prido Muhammad Mustar

Program : Initial Basic Aviation Security

Airport Security Performance & Standart Team Leader : Erik Primus Patriot
Airport Security Protection Section Head : Celly Z Lewerissa

Semarang, 02 Oktober 2018


Mengesahkan

Airport Security Performance & Standart Airport Security Protection


Team Leader Section Head

Erik Primus Patriot Celly Z Lewerissa


BAB I

PENDAHULUAN

Sistem transportasi udara di Indonesia semakin berperan dalam

pengembangan perekonomian dan merupakan kewenangan transportasi udara

untuk dapat melayani seluruh wilayah nusantara terutama dalam kaitannya dengan

percepatan arus informasi, barang, penumpang dan lain sebagainya.

Bandar Udara yang selanjutnya disingkat Bandara merupakan prasarana

pendukung transportasi udara yang sangat penting karena daerah-daerah yang

sebelumnya sulit di jangkau melalui jalur transportasi darat kini dapat diatasi

melalui jalur transportasi udara untuk berhubungan dalam bidang ekonomi,

pemerintahan, pariwisata dan lain-lain.

Untuk menunjang keamanan serta keselamatan penerbangan suatu bandara ada

beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengelola bandara. Pertama, sumber

daya manusia yang handal. Dalam hal ini semua personil keamanan penerbangan

Aviation Security (AVSEC) adalah Personil Keamanan Penerbangan yang telah

(wajib) memiliki lisensi atau surat tanda kecakapan petugas (STKP) yang diberi

tugas dan tanggung jawab di bidang keamanan penerbangan. (Peraturan Direktur

Jenderal Perhubungan Udara Nomor : SKEP/2765/XII/2010 Bab I butir 9).

AVSEC Di Indonesia sendiri pengamanan Bandar Udara (Aviation

Security) adalah sebuah unit kerja yang dibentuk oleh PT. Angkasa Pura dalam

memenuhi aturan-aturan internasional dan nasional sebagai pengelola dan

penyedia jasa keamanan bandara harus mempunyai lisensi yang dipersyaratkan


sesuai posisi. Kedua, peralatan keamanan yang memadai dan sesuai kebutuhan.

Artinya, selain memenuhi jumlah minimal yang harus dimiliki peralatan

keamanan tersebut juga harus dalam kondisi baik dan lulus uji test keamanan alat.

Ketiga, prosedur yang digunakan harus jelas dan dilaksanakan secara benar.

Prosedur tersebut juga harus mengacu pada regulasi keamanan penerbangan

nasional maupun internasional. Antara penerapan prosedur dilapangan dan yang

tercantum dalam aturan yang ada harus sesuai. Baik itu prosedur tentang

pemeriksaan keamanan maupun prosedur tentang pengoperasian alat keamanan.

ICAO (Internasional Civil Aviation Organization) yaitu organisasi dunia

yang menangani penerbanganan sipil. Badan ini mempunyai fungsi dan tugas

membuat peraturan-peraturan penerbangan dan melakukan pengawasan terhadap

implementasi peraturan-peraturan tersebut, yang wajib dipatuhi oleh seluruh

negara anggota ICAO, termasuk Indonesia. Semakin meningkatnya taraf

perekonomian masyarakat menyebabkan peningkatan gaya hidup masyarakat,

sehingga pemanfaatan transportasi udara sudah menjadi kebutuhan masyarakat

dalam bepergian antar daerah.

Peningkatan penumpang pesawat udara menuntut pihak pengelola bandara untuk

menjamin keamanan penerbangan. Pengelola bandara harus melakukan

pemeriksaan terhadap semua orang beserta barang bawaannya yang akan

memasuki area terbatas bandara tanpa terkecuali melalui X-Ray yang dilakukan

oleh petugas Avsec untuk memilah milah barang yang boleh dibawa dan tidak

atau dibagasikan.
Sejarah AVSEC (Aviation Security) telah dikenal sejak awal abad ke 20

ketika terjadi pembajakan pesawat udara di Peru tahun 1931. Kejadian ini

merupakan tindakan kejahatan (melawan hukum) di udara yang pertama terhadap

penerbangan sipil yang kemudian terjadi berulang- ulang menimpa berbagi

penerbangan sipil.

Setelah kejadian tersebut AVSEC diberikan tugas pokok untuk menjamin

keamanan dan keselamatan penerbangan sipil di Indonesia dari tindakan melawan

hukum dan juga memberikan perlindungan keamanan terhadap awak pesawat

udara, pesawat udara, penumpang, instalasi Bandar Udara, para petugas di darat,

masyarakat dan pengguna jasa penerbangan lainnya dari tindakan melawan

hukum.

Peran AVSEC dalam dunia penerbangan :

1. Tugas AVSEC (Aviation Security) yaitu

- Menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, keteraturan dan

efiensi penerbangan terhadap awak pesawat udara.

- Meberikan perlindunngan terhadap awak pesawat udara, penumpang, para

petugas darat, masyarakat dan instalasi di Bandar udara dari tindakan

melawan hukum.

- Memberikan perlindungan perusahaan angkutan udara dari tindakan

melawan hukum.

- Memenuhi standard rekomendasi internasional.


2. SKEP 2765 / XII / 2010

Tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara dan

barang bawaan yang diangkut dengan pesawat udara dan orang perseorangan.

3. PM 80 / 2017

Program Keamanan Penerbangan Nasional.

4. Daerah Keamanan terbagi menjadi 3 :

 Daerah Sisi Darat

Daerah di Bandar Udara yang harus dilakukan langkah-langkah keamanan

untuk mengurangi resiko dan mencegah terjadinya tindakan melawan

hukum. Daerah sisi darat sebagaimana antara lain:

a. pelayanan penerbangan / customer service.

b. area lobby/ex.hall terminal keberangkatan dan kedatangan.

c. area penurunan penumpang (drop zone).

d. area penjemputan penumpang (pick up zone).

e. fasilitas penghubung antarmoda.

f. area parkir kendaraan.

 Daerah Keamanan Terbatas

- orang yang mempunyai tiket sesuai dengan KTP, jam, dan tanggal

keberangkatan hari tersebut yang boleh masuk ruangan.

- orang yang mempunyai pas bandara sesuai dengan wilayahnya.

- orang yang mempunyai tanda inspector penerbangan, ID kru dan

visitor.
Daerah Keamanan Terbatas sebagaimana antara lain :

a. Check-in area

b. Ruang karantina

c. Ruang ADM

d. Scan Boarding Pass

e. Counter Security Airline

f. Stand Wrapping

g. Koja

 Daerah Steril

- Daerah Steril harus dilindungi, dikendalikan dan diawasi oleh personel

keamanan bandar udara.

- Daerah Steril yang berupa ruangan harus dilindungi dengan pembatas

fisik yang nyata untuk mencegah disusupkanya barang dilarang.

- Untuk masuk ke Daerah Steril, setiap orang harus memiliki izin masuk

yang sah dan dilakukan pemeriksaan keamanan.

- Daerah sisi darat sebagaimana antara lain:

a. BHS (Baggage Handling Sistem)

b. Waiting room

c. Centralize
STRUKTUR ORGANISASI AIRPORT SECURITY
BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI
SEMARANG

AIRPORT SECURITY AND SAFETY


DEPARTEMENT HEAD
DEDY SRI CAHYONO

AIRPORT SECURITY AIRPORT SECURITY


SCREENING SECTION HEAD PROTECTION SECTION HEAD
I WAYAN SUAJA CELLY Z LEWERISSA

AIRPORT SECURITY AIRPORT SECURITY PERFORM AIRPORT SECURITY PERFORM


INVESTIGATION TEAM LEADER TEAM LEADER TEAM LEADER
SUGENG ERIK PRIMUS PATRIOT AVI S

STAF PROTECTION
FEBRIYA ANGGI

AIRPORT AIRPORT AIRPORT AIRPORT AIRPORT AIRPORT


SECURITY SECURITY SECURITY SECURITY SECURITY SECURITY
SCREENING SCREENING SCREENING PROTECTION PROTECTION PROTECTION
TEAM LEADER TEAM LEADER TEAM LEADER TEAM LEADER TEAM LEADER TEAM LEADER
ARI BUDI W DALIMIN SUTARDI BAMBANG T SUMEDI RUSMANTO

SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER
ANSHORY SYUKRON ALI RINDA TRY ARY M NURROSYIDI TRIYANTO SUDIANTORO DEDY SYAFNEL
DEDDY

SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER SQUAD LEADER


SALEH SURYANA ABDUL MALIK ARIEF HERMAWAN
BOEDISANTOSO PANCA

AIRPORT AIRPORT AIRPORT AIRPORT AIRPORT AIRPORT


SECURITY SECURITY SECURITY SECURITY SECURITY SECURITY
OFFICER OFFICER OFFICER OFFICER OFFICER OFFICER
BAB II

MAKSUD & TUJUAN

Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah :

1. Untuk menambah ilmu keamanan dan keselamatan penerbangan.

2. Untuk mengetahui dan menganalisa barang yang tidak boleh dibawa ke

pesawat.

3. Untuk memberikan pengalaman tentang kerja lapangan di bandar udara.

4. Mengetahui tata cara pemeriksaan sesuai dengan standar SOP.


BAB III

ISI LAPORAN

1. Bidang Kerja

A. Bagian - Bagian POS Jaga Protection antara lain :

 Pree Screening

 Melakukan random check 20% terhadap barang bawaan penumpang.

 Melakukan Profiling atau mengawasi pergerakan orang yang masuk dan

keluar di area keamanan terbatas.

 Melakukan penyisiran di area ex.hall.

 Mengarahkan penumpang ke pintu keberangkatan/kedatangan.

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserah terimakan.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.

 Pengendalian Sisi Darat (Check-in Area)

 Memeriksa ticket/e-ticket penumpang yang akan masuk pintu check-in.

 Memastikan ticket/e-ticket sesuai dengan tanggal dan jadwal

keberangkatan.

 Memastikan pas karyawan yang masuk pintu check-in sesuai area yang

berlaku.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.

 Transit

 Melakukan pengawasan terhadap penumpang transit yang menggunakan

jalur transit.
 Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap petugas wheel chair

yang akan mengambil dan setelah mengantar penumpang.

 Melakukan pemeriksaan terhadap petugas atau karyawan yang

mempunyai area pas’’P’’guna keperluan tugas ke make up area maupun

flops area.

 Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap orang maupun barang

untuk keperluan rekonsilasi.

 Memastikan orang yang masuk melewati jalur transit tidak membawa tas

kecuali tas jinjing berisi laptop.

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserah terimakan.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.

 Arrival

 Melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penjemput.

 Melakukan pemeriksaan pas dan orang berserta barang bawaan terhadap

pegawai yang berada di kedatangan termasuk porter.

 Mengarahkan protokoler penjemput lewat akses pemeriksaan CIP.

 Memastikan orang dan barang bawaan yang masuk ke ruang kedatangan

dalam keadaan aman.

 Melakukan profilling terhadap orang di ruangan kedatangan (Domestic

dan Internasional).

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserahterimakan.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.


 Boarding Gate

 Melakukan pengawasan, pemantauan dan walking patrol di tiap-tiap

pintu boarding.

 Melakukan penguncian pintu boarding apabila tidak digunakan.

 Melakukan profiling terhadap orang dan barang bawaan di jalur

penumpang berangkat dan datang (Domestic dan Internasional).

 Memastikan semua pintu boarding dalam keadaan tertutup dan terkunci

apabila selesai penerbangan.

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserah terimakan.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.

 Loading Doc Timur (LDT)

 Melakukan pemeriksaan pas karyawan yang masuk melewati akses LDT.

 Melakukan pemeriksaan menggunakan HHMD apabila WTMD

berbunyi.

 Melakukan pemeriksaan barang bawaan menggunakan X-Ray terhadap

pegawai atau karyawan yang masuk melewati akses LDT.

 Melakukan pemeriksaan terhadap pegawai atau karyawan yang

mempunyai area pas’’P’’guna keperluan tugas ke make up area maupun

flops area.

 Memastikan orang dan barang bawaan yang masuk dalam keadaan aman.

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserah terimakan.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.


 Main Gate

 Melakukan pemeriksaan pas dan orang atau pegawai yang masuk melalui

akses maingate.

 Melakukan pemeriksaan barang dan kendaraan.

 Minta orang yang akan diperiksa untuk turun dari kendaraan.

 Melakukan pemeriksaan kendaraan cargo, pertamina dan catering.

 Melakukan pemeriksaan pas kendaraan dan segel label security tertempel

dengan baik.

 Melakukan kegiatan patroli dengan menggunakan mobil patroli, sepeda

dan walking patroli.

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserah terimakan.

 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader terminal protection.

B. Bagian – Bagian POS Jaga Screening / SCP antara lain :

 CIP

 Melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang yang akan

masuk ke lounge.

 Akses masuk protocol, tamu vip/vvip dan penumpang dengan

menggunakan whell chair.

 Memastikan orang dan barang bawaan yang masuk ke lounge dalam

keadaan aman.

 Melakukan pencatatan kegiatan-kegiatan tugas dalam logbook dan

diserah terimakan.
 Melaporkan setiap kejadian kepada squad leader screening.

 Centralize

 Melakukan peemeriksaan boarding pass sesuai kartu identitas.

 Mengarahkan penumpang ketempat pemeriksaan barang untuk

dimasukan ke mesin x-ray.

 Petugas memeriksa penumpang, apabila alarm gawang detektor logam

(Walk Through Metal Detector) berbunyi, dilakukan langkah langkah:

1. Meminta penumpang untuk mengulang kembali pemeriksaan melalui

gawang detektor logam (Walk Through Metal Detector) setelah

mengeluarkan dan meletakan sepatu dan benda yang mengandung

unsur logam yang masih terdapat pada yang bersangkutan kedalam

wadah (tray) yang disediakan dan diperiksa melalui mesin x-ray.

2. Apabila alarm gawang detektor logam (Walk Through Metal Detector)

masih berbunyi, dilakukan pemeriksaan manual atau dengan alat

keamanan lainnya secara menyeluruh dan/atau khusus. pemeriksaan

khusus dapat pula dilakukan dalam hal :

a. Penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan

berperilaku mencurigakan.

b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh penumpang, personel

pesawat udara dan orang perseorangan.

c. Melewati gawang detektor logam (Walk Through Metal Detector)

dengan menggunakan kursi roda atau kereta bayi. atau penumpang

yang menggunakan alat bantu medis tertentu.

 Melaporkan setiap kejadian kepada Squad Leader.


 HBS (Handling Bagagge Screening)

 Memeriksa bagasi penumpang menggunakan mesin X-Ray dari counter

check-in.

 Apabila bagasi tersebut dicurigai bagasi tersebut dihentikan dan di ambil

oleh petugas untuk dibawa ke ruang rekonsiliasi untuk ditindak lanjuti

dengan catatan penumpang yang membuka sendiri bagasinya.

 Segera melapor ke petugas check-in untuk memanggil pemilik barang

yang dicurigai.

 Mencatat nama penumpang, nomor bagasi, tujuan barang yang dicurigai,

dan tanda tangan jika barang ditinggalkan dengan melampirkan fotocopy

KTP.
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan praktek kerja lapangan yang telah dilakukan dapat


disimpulkan setiap penumpang, pegawai atau karyawan harus melewati jalur
pemeriksaan atau pengamanan seperti yang ada di Bandar Udara Jenderal Ahmad
Yani Semarang ini ada POS : Pree Screning, CIP, Gate Check-in, Centralize,
Gate Transit, BHS, Loading doc timur, Boarding Gate, Gate Arrival, Drop
zone/Pick-up zone dan Main Gate.

Kewajiban seorang petugas AVSEC memberikan pelayanan beserta


menjaga keamanan dan kenyamanan penerbangan. Di bandar udara petugas
AVSEC melakukan pemeriksaan penumpang dan barang bawaan, sebelum bagasi
masuk ke dalam peswat, bagasi penumpang di periksa terlebih dahulu melalui alat
pemeriksaan bagasi biasa disebut dengan mesin X-Ray agar tidak terangkutnya
barang berbahaya kedalam pesawat setelah itu penumpang diperiksa malalui
WTMD(Walk Through Metal Detector) jika berbunyi alaram penumpang wajib di
periksa menggunakan HHMD (Hand Held Metal Detector) atau secara manual
sesuai dengan gender.

Saran

Saran untuk area Gate Arrival di berikan tulisan peringatan untuk


orang/penjemput agar tidak masuk ke area steril yang ada di dalam garis
pembatas yang letakknya di depan Gate Arrival karena petugas avsec masih
sering menegur dan menjumpai penjemput masuk ke area depan Gate Arrival.

Lebih meningkatkan, menjaga keamanan dan pelayanan karena kepuasan


penumpang yang menjadi prioritas utama dalam jasa penerbangan.