Anda di halaman 1dari 8

FORMULA 75 ATAU FORMULA 75 MODIFIKASI

Dengan ciri-ciri setiap 100 ml berisi :


 Energi sebesar 75 Kal
 Protein sebesar 0,9 g
 KCl sebesar 0,2 g

Fase Stabilisasi
Makanan stabilisasi
• Peningkatan jumlah formula diberikan secara bertahap
• Tujuan terapi gizi pada fase stabilisasi adalah memberikan makanan awal (starter) supaya anak
dalam kondisi stabil.
• Hipo osmolar, rendah laktosa, porsi kecil dan sering
• Setiap 100 ml mengandung energi 75 kal, protein 0,9 gram dan KCl 0,2 g
• Dosis F-75 dapat dilihat dalam tabel pemberian F-75 , baik tanpa edema berat maupun dengan
edema berat sesuai BB anak Rehidrasi
• Bila diare / muntah / dehidrasi, anak diberikan resomal.
• 2 jam pertama, resomal diberikan setiap ½ jam , 10 jam berikutnya berselang seling setiap 1
jam dengan F-75

Terapi gizi pada fase stabilisasi & makanan formula yg diperlukan


ZAT GIZI STABILISASI (hari ke 1- 7)
Energy 80 –100 kkal/kgBB/hr
Protein 1 – 1,5 gram/kgBB/hr
Cairan 130 ml/kgBB/hr atau 100 ml/kgBB/hr bila ada edema berat
Fe Tidak diberikan pada tahap ini
Tablet besi / folat (sulfas ferosus
200 mg + 0,25 mg asam folat),
Sirup besi (sulfas ferosus 150 ml
berisi berisi 1 – 3 elemental Fe)
Vitamin A  1 kapsul > hari ke 1, 1 kapsul-> hari ke 2, bila ada
 Bayi umur < 6 bln xeropthalmia
 Bayi umur 6 – 11 bln  atau campak dlm 3 bulan terakhir
 Balita umur 12 –60 bln  ½ kapsul Vitamin A dosis 100.000 SI (warna Biru
 1 kapsul Vitamin A dosis 100.000 SI (warna Biru)
 1 kapsul Vitamin A dosis 200.000 SI (warna Merah)
Vitamin lain Diberikan pada tahap ini dlm bentuk multi vitamin
 Vitamin C Diberikan 5 mg hari ke 1, selanjutnya 1 mg/hr
 Vitamin B kompleks
 Asam folat
Mineral lain Zinc Diberikan dalam bentuk elektrolit/mineral, pemberiannya
 Kalium dicampur kedalam resomal, F 75, F 100 dan F 135.
 Natrium
 Magnesium
 Cuprum

Jadwal pemberian makanan pada fase stabilisasi


FASE WAKTU JENIS MAKANAN FREKUENSI
PEMBERIAN
Stabilisasi Hari 1 Hari 1 – 2  F75 / modifikasi 12 x
 ASI Bebas
Hari 3 – 7  F75 / modifikasi 6x– 8x
 ASI Bebas

CONTOH PEMBUATAN F 75 400 ml, SUSU DSM


JENIS BAHAN JUMLAH BAHAN KANDUNGAN KANDUNGAN
ENERGI PROTEIN
Susu bubuk 10 g 36,2 Kal 3,6 g
Gula pasir 40,2 g 146,5 Kal 0g
Minyak sawit 13 g 117,3 Kal 0g
Kcl 0,8 g 0 Kal 0g
Air Ditambahkan air 0g 0g
sampai volume 400 ml
Jumlah 400 ml 300 Kal 3,6 g
FORMULA 100 DAN FORMULA 100 MODIFIKASI

dengan ciri-ciri setiap 100 ml mengandung :


1. Energi sebesar 100 Kal
2. Protein sebesar 2,0-2,9 g
3. KCl sebesar 0,2 g

Kebutuhan gizi pada fase transisi

ZAT GIZI STABILISASI (hari ke 1- 7)


Energy 100-150 kkal/kgBB/hr
Protein 2 – 3 gram/kgBB/hr
Cairan 150 ml/kgBB/hr
Fe Tidak diberikan pada tahap ini
Tablet besi / folat (sulfas ferosus 200 mg +
0,25 mg asam folat), Sirup besi (sulfas ferosus
150 ml berisi berisi 1 – 3 elemental Fe)
Vitamin A
 Bayi umur < 6 bln
 Bayi umur 6 – 11 bln
 Balita umur 12 –60 bln
Vitamin lain Diberikan pada tahap ini dlm bentuk multi
 Vitamin C vitamin diberikan 5 mg hari ke 1, selanjutnya 1
 Vitamin B kompleks mg/hr
 Asam folat
Mineral lain Zinc Diberikan dalam bentuk elektrolit/mineral,
 Kalium pemberiannya dicampur kedalam resomal, F
 Natrium 75, F 100 dan F 135.
 Magnesium
 Cuprum
Jadwal pemberian makanan pada fase transisi

FASE WAKTU JENIS MAKANAN FREKUENSI


PEMBERIAN
Transisi Hari 8-14 F-100 / modifikasi 6 x Bebas

Fase transisi
 Tujuan terapi gizi pada fase transisi adalah pada taraf ini anak mulai stabil, dan untuk
memperbaiki jaringan tubuh yang rusak (catch up)
 Setiap 100 ml F100 mengandung energi 100 kal dan protein 2,7 - 2,9 gram

CONTOH PEMBUATAN F 100 400 ml, SUSU FC

JENIS BAHAN JUMLAH BAHAN KANDUNGAN KANDUNGAN


ENERGI PROTEIN
Susu bubuk 42,9 gr 212,4 Kal 10,8 gr
Gula pasir 33 gr 120 Kal 0 gr
Minyak sawit 7,5 gr 67,6 Kal 0 gr
Kcl 0,8 g 0 Kal 0 gr
Air Ditambahkan air sampai 0 gr 0 gr
volume 400 ml
Jumlah 400 ml 400 Kal 10,8 gr
FORMULA 135 DAN FORMULA 135 MODIFIKASI

dengan ciri-ciri setiap 135 ml mengandung :


1. Energi sebesar 150 Kal
2. Protein sebesar 3,0-3,9 g
3. KCl sebesar 0,2 g

Kebutuhan gizi pada fase rehabilitasi

ZAT GIZI STABILISASI (hari ke 1- 7)


Energy 100-200 kkal/kgBB/hr
Protein 3-4 gram/kgBB/hr
Cairan 150 -200 ml/kgBB/hr
Fe Diberikan setiap hari selama 4 minggu
Tablet besi / folat (sulfas ferosus 200 mg + 0,25 mg untuk balita umur 6 bulan sampai 5 tahun
asam folat), Sirup besi (sulfas ferosus 150 ml berisi
berisi 1 – 3 elemental Fe)
Vitamin A Diberikan 1 kapsul hari ke 15, bila ada
 Bayi umur < 6 bln xeropthalmia atau campak dalam 3 bulan
 Bayi umur 6 – 11 bln terakhir bulan terakhir
 Balita umur 12 –60 bln

Vitamin lain Diberikan sbg. Multivitamin


 Vitamin C 1 mg/hr
 Vitamin B kompleks
 Asam folat
Mineral lain Zinc Diberikan dalam bentuk elektrolit/
 Kalium mineral, pemberiannya dicampur
 Natrium kedalam resomal, F 75, F 100 dan F 135.
 Magnesium
 Cuprum
Jadwal pemberian makanan pada fase rehabilitasi

FASE WAKTU JENIS MAKANAN FREKUENSI


PEMBERIAN
Rehabilitasi Hari 8-14 F-135/ modifikasi 6 x Bebas

Formula 75, 100 dan 135

Bahan Makanan Per 1000 ml F75 F100 F135


Formula WHO
Susu skim bubuk gr 25 85 90
Gula pasir gr 100 50 65
Minyak sayur gr 30 60 75
Larutan elektrolit ml 20 20 27
Tambahan air s/d ml 1000 1000 1000
NILAI GIZI
Energy kkal 750 1000 1350
Protein gr 9 19 33
Laktosa gr 13 42 48
Kalium mmol 36 59 63
Natrium mmol 6 19 22
Magnesium mmol 4,3 7,3 8
Seng mg 20 23 30
Tembaga (Cu) mg 2,5 2,5 3,4
% Energi Protein - 2 12 10
% Energi lemak - 36 53 57
Osmolaritas mosm/l 413 419 508
CARA MEMBUAT FORMULA WHO F 75

A. Formula WHO 75
 Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit
 diencerkan dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan
volume menjadi 1000 ml.
 Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak selama 4 menit,
 bagi balita yang disentri atau diare persisten

B. Formula WHO 75 Modifikasi : *)


 Campurkan susu skim/full cream/susu segar, gula, tepung, minyak.
 Tambahkan air sehingga mencapai 1 liter dan didihkan
 sambil diaduk-aduk hingga larut selama 5 – 7 menit

Cara pembuatan formula WHO F 100

A. Formula F 100
 Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit
 diencerkan dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan
volume menjadi 1000 ml.
 Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak dulu selama 4 menit

B. Formula WHO 100 Modifikasi : *)


 Campurkan susu skim/full cream, gula, minyak.
 Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga homogen, sehingga
mencapai 1 liter
 Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak dulu selama 4 menit
Cara membuat formula WHO F 135
A. Formula WHO 135
 Campurkan susu skim, gula, minyak sayur, dan larutan elektrolit
 diencerkan dengan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen dan
volume menjadi 1000 ml.
 Larutan ini bisa langsung diminum atau dimasak dulu selama 4 menit.

B. Formula WHO 135 Modifikasi : *)


 Tempe dikukus hingga matang, kemudian dihaluskan dengan ulekan (blender, dengan
ditambah air).
 Selanjutnya tempe yang sudah halus disaring dengan air secukupnya
 Tambahkan susu, gula, tepung beras, minyak dan larutan elektrolit.
 Tambahkan air sampai 1000 ml, masak hingga mendidih selama 5 – 7 menit.