Anda di halaman 1dari 2

ASI EKSKLUSIF

No Dokumen ; No. Revisi : Halaman


445.1/0449/SPO/RSUD/2018 0 1/2
RSUD LAHAT

STANDAR Tanggal Terbit


PROSEDUR
OPERASIONAL 08 Juni 2018

PENGERTIAN Adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) sedini mungkin setelah persalinan,
diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun air putih,
sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan
makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur 2 tahun.
TUJUAN 1. Untuk bayi antara lain membantu memulai kehidupannya dengan baik,
mengandung antibodi, ASI mengandung komposisi yang tepat, mengurangi
kejadian karies dentis, memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi dan
adanya ikatan antara ibu dan bayi, terhindar dari alergi, ASI meningkatkan
kecerdasan bayi, membantu perkembangan rahang dan merangsang
pertumbuhan gigi karena gerakan menghisap mulut bayi pada payudara
sang ibu.
2. Untuk sang Ibu menyusui bisa sebagai kontrasepsi, meningkatkan aspek
kesehatan ibu, membantu dalam hal penurunan berat badan , aspek
psikologi yang akan memberikan dampak positif kepada para ibu yang
menyusui air susu ibu itu sendiri
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lahat nomor :
KEBIJAKAN
445.1/117/KEP/RSUD/2018 tentang Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan
Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam
Tata laksana menyusui
PROSEDUR
Posisi badan ibu dan badan bayi
 Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai
 Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala
 Putar seluruh badan bayi sehingga menghadap ke ibu
 Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu
 Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu
 Dengan posisi ini maka telinga bayi akan berada dalam satu garis
dengan leher dan lengan bayi
 Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi
dengan lengan ibu bagian dalam

Posisi mulut bayi dan puting susu ibu


 Keluarkan ASI sedikit oleskan pada puting susu dan areola
 Pegang payudara dengan pegangan seperti membentuk huruf C yaitu
payudara dipegang dengan ibu jari dibagian atas dan jari yang lain
menopang dibawah atau dengan pegangan seperti gunting (puting susu dan
areola dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah seperti gunting) dibelakang
ASI EKSKLUSIF

No Dokumen : No. Revisi : Halaman


445.1/0449/SPO/RSUD/2018 0 2/2
RSUD LAHAT
areola
PROSEDUR
 Sentuh pipi/bibir bayi untuk merangsang rooting refleks (refleks
menghisap)
 Tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar, dan lidah menjulur kebawah
 Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan menekan bahu
belakang bayi bukan belakang kepala
 Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadap-hadapan
dengan hidung bayi
 Kemudian arahkan puting susu keatas menyusuri langit-langit mulut
bayi
 Usahakan sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, sehingga puting
susu berada diantara pertemuan langit-langit yang keras (palatum durum)
dan langit-langit yang lunak (palatum molle)
 Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan
memerah sehingga ASI akan keluar
 Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik, payudara
tidak perlu dipegang atau disangga lagi
 Beberapa ibu sering meletakan jarinya pada payudara dengan hidung bayi
dengan maksud untuk memudahkan bayi bernafas. Hal ini tidak perlu
karena hidung bayi telah dijauhkan dari payudara dengan cara menekan
pantat bayi dengan lengan ibu
 Dianjurkan tangan ibu yang bebas untuk mengelus-elus bayi
UNIT TERKAIT  Ruang Bersalin
 NICU
 Ruang NIFAS
 Poli Kandungan

Anda mungkin juga menyukai