Anda di halaman 1dari 6

Jenis Pemberdayaan Masyarakat Pondok bersalin desa (Polindes) merupakan

salah satu peran serta masyarakat dalam


2.8.1 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menyediakan tempat pertolongan persalinan
pelayanan dan kesehatan ibu serta kesehatan
Posyandu merupakan jenis UKBM yang paling
anak lainnya. Kegiatan pondok bersalin desa
memasyarakatkan saat ini. Gerakan posyandu
antara lain melakukan pemeriksaan (ibu hamil,
ini telah berkembang dengan pesat secara
ibu nifas, ibu menyusui, bayi dan balita),
nasional sejak tahun 1982. Saat ini telah
memberikan imunisasi, penyuluhan kesehatan
populer di lingkungan desa dan RW diseluruh
masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak,
Indonesia. Posyandu meliputi lima program
serta pelatihan dan pembinaan kepada kader
prioritas yaitu: KB, KIA, imunisasi, dan
dan mayarakat.
pennaggulangan diare yang terbukti
mempunyai daya ungkit besar terhadap Polindes ini dimaksudkan untuk menutupi
penurunan angka kematian bayi. Sebagai salah empat kesenjangan dalam KIA, yaitu
satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat kesenjangan geografis, kesenjangan informasi,
yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kesenjangan ekonomi, dan kesenjangan sosial
level bawah, sebaiknya posyandu digiatkan budaya. Keberadaan bidan di tiap desa
kembali seperti pada masa orde baru karena diharapkan mampu mengatasi kesenjangan
terbukti ampuh mendeteksi permasalahan gizi geografis, sementara kontak setiap saat dengan
dan kesehatan di berbagai daerah. Permasalahn penduduk setempat diharapkan mampu
gizi buruk anak balita, kekurangan gizi, busung mengurangi kesenjangan informasi. Polindes
lapar dan masalah kesehatan lainnya dioperasionalkan melalui kerja sama antara
menyangkut kesehatan ibu dan anak akan bidan dengan dukun bayi, sehingga tidak
mudah dihindarkan jika posyandu kembali menimbulkan kesenjangan sosial budaya,
diprogramkan secara menyeluruh. sementara tarif pemeriksaan ibu, anak, dan
melahirkan yang ditentukan dalam musyawarah
Kegiatan posyandu lebih dikenal dengan sistem
LKMD diharapkan mamou mengurangi
lima meja yang meliputi:
kesenjangan ekonomi.
Meja 1 : pendaftaran
2.8.3. Pos Obat Desa (POD) atau Warung Obat
Meja 2 : penimbangan Desa (WOD)

Meja 3 : pengisian kartu menuju sehat Pos obat desa (POD) merupakan perwujudan
peran serta masyarakat dalam pengobatan
Meja 4 : penyuluhan kesehatan, pemberian sederhana terutama penyakit yang sering
oralit, vitamin A dan tablet besi terjadi pada masyarakat setempat (penyakit
rakyat/penyakit endemik)
Meja 5 : pelayanan kesehatan yang meliputi
imunisasi, pemeriksaan kesehatan dan
pengobatan serta pelayanan keluarga
berencana. Di lapangan POD dapat berdiri sendiri atau
menjadi salah satu kegiatan dari UKBM yang
Salah satu penyebab menurunnya jumlah ada. Gambaran situasi POD mirip dengan
posyandu adalah tidak sedikit jumlah posyandu posyandu dimana bentuk pelayanan
diberbagai daerah yang semula ada sudah tidak menyediakan obat bebas dan obat khusus
aktif lagi. untuk keperluan berbagai program kesehatan
yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi
2.8.2. Pondok Bersalin Desa (Polindes) setempat. Beberapa pengembangan POD
antara lain :
POD murni, tidak terkait dengan UKBM lainnya melestarikan kegiatan UKBM setempat. Oleh
karena itu, dana sehat harus dikembangkan
POD yang diintegrasikan dengan dana sehat keseluruh wilayah, kelompok sehingga semua
penduduk terliput oleh dana sehat atau bentuk
POD yang merupakan bentuk peningkatan
JPKM lainnya.
posyandu
2.8.5 Lembaga Swadaya Masyarakat
POD yang dikaitkan dengan pokdes/polindes
Di tanah air kita ini terdapat 2.950 lembaga
Pos Obat Pondok Pesantren (POP) yang
swadaya masyarakat (LSM), namun sampai
dikembangkan di beberapa pondok pesantren.
sekarang yang tercatat mempunyai kegiatan di
2.8.4. Dana Sehat bidang kesehatan hanya 105 organisasi LSM.
Ditinjau dari segi kesehatan, LSM ini dapat
Dana telah dikembangkan pada 32 provinsi digolongkan menjadi LSM yang aktivitasnya
meliputi 209 kabupaten/kota. Dalam seluruhnya kesehatan dan LSM khusus antara
implementasinya juga berkembang beberapa kain organisasi profesi kesehatan, organisasi
pola dana sehat, antara lain sebagai berikut : swadaya internasional.

Dana sehat pola usaha kesehatan sekolah (UKS),


dilaksanakan pada 34 kabupaten dan telah
mencakup 12.366 sekolah. Dalam hal ini kebijaksanaan yang ditempuh
adalah sebagai berikut
Dana sehat pola pembangunan kesehatan
masyarakat desa (PKMD) dilaksanakan pada 96 Meningkatkan peran serta masyarakat
kabupaten. termasuk swasta pada semua tingkatan.

Dana sehat pola pondok pesantren, Membina kepemimpinan yang berorientasi


dilaksanakan pada 39 kabupaten/kota kesehatan dalam setiap organisasi
kemasyarakatan.
Dana sehat pola koperasi unit desa (KUD),
dilaksanakan pada lebih dari 23 kabupaten, Memberi kemampuan, kekuatan dan
terutama pada KUD yang sudah tergolong kesempatan yang lebih besar kepada organisasi
mandiri. kemasyarakatan untuk berkiprah dalam
pembangunan kesehatan dengan kemampuan
Dana sehat yang dikembangkan lembaga sendiri.
swadaya masyarakat (LSM) dilaksanakan pada
11 kabupaten/kota. Meningkatkan kepedulian LSM terhadap upaya
pemerataan pelayanan kesehatan.
Dana sehat organisasi/kelompok lainnya
(seperti tukang becak, sopir angkutan kota dan Masih merupakan tugas berat untuk melibatkan
lain-lain), telah dilaksanakan pada 10 semua LSM untuk berkiprah dalam bidang
kabupaten/kota. kesehatan.

Seharusnya dana kesehatan merupakan bentuk 2.8.6. Upaya Kesehatan Tradisional


jaminan pemeliharaan kesehatan bagi anggota
Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah sebidang
masyarakat yang belum dijangkau oleh asuransi
tanah di halaman atau ladang yang
kesehatan seperti askes, jamsostek, dan
dimanfaatkan untuk menanam yang berkhasiat
asuransi kesehatan swasta lainnya. Dana sehat
sebagai obat. Dikaitkan dengan peran serta
berpotensi sebagai wahana memandirikan
masyarakat, TOGA merupakan wujud partisipasi
masyarakat, yang pada gilirannya mampu
mereka dalam bidnag peningkatan kesehatan
dan pengobatan sederhana dengan masyarakat disekitar pesantren yang seperti
memanfaatkan obat tradisional. Fungsi utama diketahui cukup menjamur di lingkungan
dari TOGA adalah menghasilkan tanaman yang perkotaan maupun pedesaan.
dapat dipergunakan antara lain untuk menjaga
meningkatkan kesehatan dan mengobati gejala
(keluhan) dari beberapa penyakit yang ringan.
Selain itu, TOGA juga berfungsi ganda
mengingat dapat dipergunakan untuk 2.8.10. Saka Bhakti Husada (SBH)
memperbaiki gizi masyarakat, upaya pelestarian
alam dan memperindah tanam dan SBH adalah wadah pengembangan minat,
pemandangan. pengetahuan dna keterampilan dibidnag
kesehatan bagi generasi muda khususnya
2.8.7. Pos Gizi (Pos Timbangan) anggota Gerakan Pramuka untuk membaktikan
dirinya kepada masyarakat di lingkungan
Salah satu akibat krisis ekonomi adalah
sekitarnya.
penurunan daya beli masyarakat termasuk
kebutuhan pangan. Hal ini menyebabkan Sasarannya adalah peserta didik antara lain :
penurunan kecukupan gizi masyarakat yang Pramuka penegak, penggalang berusia 14-15
selanjutnya dapat menurunkan status gizi. tahun dengan syarat khusus memiliki minat
Dengan sasaran kegiatan yakni bayi berumur 6- terhadap kesehatan. Dan anggota dewasa,
11 bulan terutama mereka dari keluarga miskin, yakni Pamong Saka, Instruktur Saka serta
anak umur 12-23 bulan terutama mereka dari Pemimpin Saka.
keluarga miskin, anak umur 24-59 bulan
terutama mereka dari keluarga miskin, dan 2.8.11. Pos Upaya Kesehatan Kerja (pos UKK)
seluruh ibu hamil dan ibu nifas terutama yang
menderita kurang gizi. Pos UKK adalah wadah dari serangkaian upaya
pemeliharaan kesehatan pekerja yang
Perlu ditekankan bahwa untuk kegiatan pada diselenggarakan oleh masyarakat pekerja yang
pos gizi ini apabila setelah diberikan PMT anak memiliki jenis kegiatan usaha yang sama dalam
masih menderita kekurangan energi protein meningkatkan produktivitas kerja. Kegiatannya
(KEP) maka, makanan tambahan terus antara lain memberikan pelayanan kesehatan
dilanjutkan sampai anak pulih dan segera dasar, serta menjalin kemitraan.
diperiksakan ke puskesmas (dirujuk)
2.8.12. Kelompok Masyarakat Pemakai Air
2.8.8. Pos KB Desa (RW) (Pokmair)

Sejak periode sebelum reformasi upaya Pokmair adalah sekelompok masyarakat yang
keluarga berencana telah berkembang secara peduli terhadap kesehatan lingkungan terutama
rasional hingga ketingkat pedesaan. Sejak itu dalam penggunaan air bersih serta pengelolaan
untuk menjamin kelancaran program berupa sampah dan limbah rumah tangga melalui
peningkatan jumlah akseptor baru dan akseptor pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan
aktif, ditingkat desa telah dikembangkan Pos KB melibatkan seluruh warga.
Desa (PKBD) yang biasanya dijalankan oleh
kader KB atau petugas KB ditingkat kecamatan. 2.8.13. Karang Taruna Husada

2.8.9. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Karang tarurna husada dalam wadah kegiatan
remaja dan pemuda di tingkat RW yang besar
Lingkup kegiatan oleh poskestren adalah tak perannya pada pembinaan remaja dan pemuda
jauh berbeda dengan Pos Obat Desa namun pos dalam menyalurkan aspirasi dan kreasinya.
ini khusus ditujukan bagi para santri dan atau Dimasyarakat karang taruna banyak perannya
pada kegiatan-kegiatan sosial yang mampu kemampuan, karena kemampuan merupakan hasil
mendorong dinamika masyarakat dalam proses belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu
pembangunan lingkungan dan masyarakatnya proses yang dimulai dengan adanya alih
termasuk pula dalam pembangunan kesehatan. pengetahuan dari sumber belajar kepada subyek
belajar. Oleh sebab itu masyarakat yang mampu
Pada pelaksanaan kegiatan posyandu, gerakan
memelihara dan meningkatkan kesehatan juga
kebersihan lingkungan, gotong-royong melalui proses belajar kesehatan yang dimulai
pembasmian sarang nyamuk dan lain-lainnya dengan diperolehnya informasi kesehatan. Dengan
potensi karang taruna ini snagat besar. informasi kesehatan menimbulkan kesadaran akan
kesehatan dan hasilnya adalah pengetahuan
2.8.14. Pelayanan Puskesmas dan Puskesmas kesehatan.
Pembantu 2. Timbulnya kemauan atau kehendak ialah sebagai
bentuk lanjutan dari kesadaran dan pemahaman
Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan terhadap obyek, dalam hal ini kesehatan. Kemauan
pemerintah terdepan yang memberikan atau kehendak merupakan kecenderungan untuk
pelayanan langsung kepada masyarakat. Sejalan melakukan suatu tindakan. Oleh sebab itu, teori lain
dengan upaya pemerataan pelayanan kondisi semacam ini disebut sikap atau niat sebagai
kesehatan di wilayah terpencil dan sukar indikasi akan timbulnya suatu tindakan. Kemauan ini
dijangkau telah dikembangkan pelayanan kemungkinan dapat dilanjutkan ke tindakan tetapi
puskesmas dna puskesmas pembantu dalam mungkin juga tidak atau berhenti pada kemauan
kaitan ini dipandang selaku tempat rujukan bagi saja. Berlanjut atau tidaknya kemauan menjadi
tindakan sangat tergantung dari berbagai faktor.
jenis pelayanan dibawahnya yakni berbagai
Faktor yang paling utama yang mendukung
jenis UKBM sebagaimana tertera di atas. berlanjutnya kemauan adalah sarana atau prasarana
untuk mendukung tindakan tersebut.
2.9. Peran Serta Masyarakat Tentang Upaya
3. Timbulnya kemampuan masyarakat di bidang
UKBM kesehatan berarti masyarakat, baik seara individu
maupun kelompok, telah mampu mewujudkan
2.9.1. Wujud peran serta masyarakat kemauan atau niat kesehatan mereka dalam bentuk
tindakan atau perilaku sehat.

Tujuan Pemberdayaan Masyarakat


 Suatu masyarakat dikatakan mandiri dalam bidang
kesehatan apabila :
Pemberdayaan masyarakat adalah upaya atau
proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, 1. Mereka mampu mengenali masalah kesehatan dan
dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, faktor-faktor yang mempengaruhi masalah
mengatasi, memelihara, melindungi, dan kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal
meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri mereka sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi
(Notoadmojdo, 2007). Batasan pemberdayaan dalam pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan,
bidang kesehatan meliputi upaya untuk perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok dan
menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehatan.
kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan 2. Mereka mampu mengatasi masalah kesehatan
kesehatan sehingga secara bertahap tujuan secara mandiri dengan mengenali potensi-potensi
pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk : masyarakat setempat.
3. Mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari
berbagai ancaman kesehatan dengan melakukan
1. Tumbuhnya kesadaran, pengetahuan dan
tindakan pencegahan.
pemahaman akan kesehatan bagi individu,
4. Mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis
kelompok atau masyarakat. Pengetahuan dan
dan terus-menerus melalui berbagai macam
kesadaran tentang cara – cara memelihra dan
kegiatan seperti kelompok kebugaran, olahraga,
meningkatkan kesehatan adalah awal dari
konsultasi dan sebagainya.
keberdayaan kesehatan. Kesadaran dan
pengetahuan merupakan tahap awal timbulnya
PRISIP PEMBERDAYAAN masyarakat dalam bentuk tenaga, pemikiran atau
ide, dana, bahan bangunan, dan fasilitas – fasilitas
Prinsipnya pemberdayaan masyarakat adalah lain untuk menunjang usaha kesehatan.
menumbuhkan kemampuan masyarakat dari dalam
masyarakat itu sendiri. Pemberdayaan masyarakat 4. Menjalin kemitraan
bukan sesuatu yang ditanamkan dari luar.
Pemberdayaan masyarakat adalah proses Jalinan kerja antara berbagai sektor pembangunan,
memanpukan masyarakat dari oleh dan untuk baik pemerintah, swasta dan lembaga swadaya
masyarakat itu sendiri, berdasarkan kemampuan masyarakat, serta individu dalam rangka untuk
sendiri. Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat mencapai tujuan bersama yang disepakati.
dibidang kesehatan Membangun kemandirian atau pemberdayaan
masyarakat, kemitraan adalah sangat penting
1. Menumbuh kembangkan potensi peranannya.
masyarakat.
5. Desentralisasi
Di dalam masyarakat terdapat berbagai potensi yang
dapat mendukung keberhasilan program – program Upaya dalam pemberdayaan masyarakatpada
kesehatan. Potensi dalam masyarakat dapat hakikatnya memberikan kesempatan kepada
dikelompokkan menjadi potensi sumber daya masyarakat lokal untuk mengembangkan potensi
manusia dan potensi dalam bentuk sumber daya daerah atau wilayahnya. Oleh sebab itu, segala
alam / kondisi geografis. bentuk pengambilan keputusan harus diserahkan
ketingkat operasional yakni masyarakat setempat
Tinggi rendahnya potensi sumber daya manusia sesuai dengan kultur masing-masing komunitas
disuatu komunitas lebih ditentukan oleh kualitas, dalam pemberdayaan masyarakat, peran sistem
bukan kuatitas sumber daya manusia. Sedangkan yang ada diatasnya adalah :
potensi sumber daya alam yang ada di suatu
masyarakat adalah given. Bagaimanapun 1. Memfasilitasi masyarakat dalam kegiatan-
melimpahnya potensi sumber daya alam, apabila kegiatan atau program-program
tidak didukung dengan potensi sumber daya pemberdayaan. Misalnya masyarakat ingin
manusia yang memadai, maka komunitas tersebut membangun atau pengadaan air bersih,
tetap akan tertinggal, karena tidak mampu maka peran petugas adalah memfasilitasi
mengelola sumber alam yang melimpah tersebut. pertemuan-pertemuan anggota
masyarakat, pengorganisasian masyarakat,
2. Mengembangkan gotong royong atau memfasilitasi pertemuan dengan
masyarakat. pemerintah daerah setempat, dan pihak
lain yang dapat membantu dalam
Potensi masyarakat yang ada tidak akan tumbuh dan mewujudkan pengadaan air bersih tersebut.
berkembang dengan baik tanpa adanya gotong 2. Memotivasi masyarakat untuk bekerjasama
royong dari masyarakat itu sendiri. Peran petugas atau bergotong-royong dalam
kesehatan atau provider dalam gotong royong melaksanakan kegiatan atau program
masyarakat adalah memotivasi dan bersama untuk kepentingan bersama dalam
memfasilitasinya, melalui pendekatan pada para masyarakat tersebut. Misalnya, masyarakat
tokoh masyarakat sebagai penggerak kesehatan ingin mengadakan fasilitas pelayanan
dalam masyarakatnya. kesehatan diwilayahnya. Agar rencana
tersebut dapat terwujud dalam bentuk
3. Menggali kontribusi masyarakat. kemandirian masyarakat, maka petugas
provider kesehatan berkewajiban untuk
Menggali dan mengembangkan potensi masing – memotivasi seluruh anggota masyarakat
masing anggota masyarakat agar dapat berkontribusi yang bersangkutan agar berpartisipasi dan
sesuai dengan kemampuan terhadap program atau berkontribusi terhadap program atau upaya
kegiatan yang direncanakan bersama. Kontribusi tersebut.
masyarakat merupakan bentuk partisipasi
Peran Serta Masyarakat Tentang Upaya 4.) Pos kesehatan di Pondok Pesantren
UKBM (poskestren)

2.9.1. Wujud peran serta masyarakat 5.) Pemberantasan penyakit menular


dengan pendekatan PKMD (P2M-PKMD)
Dari pengamatan pada masyarakat selama ini
beberapa wujud peran serta masyarakat dalam 6.) Penyehatan lingkungan pemungkitan
pembangunan kesehatan pada khususnya dan dengan pendekatan PKMD (PLp-PKMD) sering
pembangunan nasional pada umumnya. Bentuk- disebut dengan desa percontohan kesehatan
bentuk tersebut adalah sebagai berikut : lingkungan (DPKL)

1. Sumber daya manusia 7.) Suka Bakti Husada (SBH)

Setiap insan dapat berpartisipasi aktif dalam 8.) Tanaman obat keluarga (TOGA)
pembangunan masyarakat. Wujud insan yang
menunjukkan peran serta masyarakat dibidang 9.) Bina keluarga balita (BKB)
kesehatan antara lain sebagai berikut :
10.) Pondok bersalin desa (Polindes)
1. Pemimpin masyarakat yang berwawasan
kesehatan 11.) Pos pembinaan terpadu lanjut usia
2. Tokoh masyarakat yang berwawasan (Posbindu Lansia/Posyandu Lansia)
kesehatan, baik tokoh agama, politisi,
cendikiawan, artis/seniman, budayaan, 12.) Pemantau dan stimulasi perkembangan
pelawak, dan lain-lain balita (PSPB)
3. Kader kesehatan, yang sekarang banyak
sekali ragamnya misalnya: kader 13.) Keluarga mandiri
posyandu, kader lansia, kader kesehatan
lingkungan, kader kesehatan gigi, kader
14.) Upaya kesehatan masjid
KB, dokter kecil, saka bakti husada,
santri husada, taruna husada, dan lain-
lain. 1. Lembaga swadaya masyarakat (LSM)
4. Institusi/lembaga/organisasi masyarakat yang mempunyai kegiatan dibidang
kesehatan. Banyak sekali LSM yang
berkiprah dibidang kesehatan, aktifitas
Bentuk lain peran serta masyarakat adalah
mereka beragam sesuai dengan
semua jenis institusi, lembaga atau kelompok
peminatnya
kegiatan masyarakat yang mempunyai aktivitas
2. Organisasi swadaya yang bergerak
dibidang kesehatan. Beberapa contohnya adalah
dibidang palayanan kesehatan seperti
sebagai berikut :
rumah sakit, rumah bersalin, balai
kesehatan ibu dan anak, balai
1. Upaya kesehatan bersumber daya pengobatan, dokter praktik, klinik 24
masyarakat (UKBM) yaitu segala jam, dan sebagainya
bentuk kegiatan kesehatan yang bersifat
dari, oleh dan untuk masyarakat, yaitu :

1.) Pos pelayanan terpadu (posyandu)

2.) Pos obat desa (POD)

3.) Pos upaya kesehatan kerja (Pos UKK)