Anda di halaman 1dari 11

ICASH-A56

HUBUNGAN ANTARA PENURUNAN BERAT BADAN DENGAN


UPPER ARM CIRCUMFERENCE pada TRIMESTER KETIGA
WANITA HAMIL DI YOGYAKARTA, INDONESIA
Deby Kurnia Utami 1, * , Pratiwi Puji Lestari 2 , Ajeng Maharani Pratiwi 3
1 Universitas Respati Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia (55555)
2 Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia (55292)
3 STIKES Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Indonesia (54412)
* Email penulis yang sesuai: debykurnia87@yahoo.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Insiden ibu hamil Indonesia yang menderita Energi Kronis
Defisiensi (CED) mencapai 21,6%. Di Yogyakarta, presentasi CED mencapai
22,69%.
Kekurangan Energi Kronis (CES) terutama disebabkan oleh ketidakseimbangan
asupan gizi yang mempengaruhi
peningkatan berat badan pada wanita hamil.
Tujuan: Ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan di antara ibu
hamil trimester ketiga
dengan lingkar lengan atas mereka.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Ini
Penelitian menggunakan metode sampling kebetulan untuk memilih 40 kehamilan
trimester ketiga
perempuan yang mengunjungi Puskesmas di Yogyakarta. Data kemudian
dianalisis menggunakan Chi Square
uji.
Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara pertambahan berat badan dengan
lingkar lengan atas
di antara ibu hamil trimester ketiga (nilai p = 0,012). Sebagai catatan bahwa,
kenaikan berat badan
berpartisipasi wanita hamil dan ukuran lingkar lengan atas mereka berada di
kelompok reguler.
Kesimpulan: Hubungan signifikan antara berat badan dan lingkar lengan lebih
tinggi
di antara ibu hamil trimester ketiga mengingatkan kebutuhan untuk memberikan
saran untuk asupan nutrisi
keseimbangan selama kehamilan di Yogyakarta.
Kata kunci: Penurunan Berat Badan, lingkar lengan atas, Trimester Ketiga
Wanita hamil
PENGANTAR
Prevalensi wanita usia subur (WUS) menderita Energi Kronis
Defisiensi (CED) pada tahun 2012 di Indonesia adalah 17,6%. Provinsi Jawa
Tengah untuk tahun 2012 berdasarkan pada
laporan dari ibu hamil kabupaten atau kota CED yang telah mencapai
18,45%. Prevalensi
Kekurangan Energi Kronis di Yogyakarta mencapai 22,69%. Prevalensi CED di
Sleman
kabupaten mencapai 2,82% [1].
Masalah gizi memainkan peran penting dalam kehamilan karena periode
kehamilan akan
menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan karena perkembangan
anak adalah
ditentukan oleh kondisi saat ini kehidupan janin di dalam rahim. Di Indonesia, ada
berbagai macam
masalah gizi yang Kronis Defisiensi Energi (CED), gangguan kekurangan yodium
(IDD),
Kekurangan Vitamin A (VAD) dan Anemia Gizi Besi (AGB) [2].
Penyebab malnutrisi di beberapa komunitas di Indonesia disebabkan oleh dua hal:
langsung, melalui kualitas dan kuantitas asupan makanan dan penyakit infeksi serta

Halaman 2
Konferensi Internasional tentang Sains Terapan dan Kesehatan 2017
Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan untuk masyarakat yang lebih baik
323
objek tidak langsung melalui keluarga dalam memenuhi kebutuhan makanan
mereka, pengasuhan anak tidak benar, perawatan kesehatan dan
miskin sanitasi lingkungan, Faktor dominan yang menyebabkan meluasnya
keadaan tidak seimbang
nutrisi adalah penambahan berat badan yang tidak sehat di masyarakat [3].
Makanan pada ibu hamil sangat penting karena makanan merupakan sumber
nutrisi yang diperlukan untuk
perkembangan janin wanita hamil dan tubuh mereka. Tetapi makanan yang
dikonsumsi oleh a
wanita hamil bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi status gizi ibu
hamil. Itu
faktor yang dapat mempengaruhi gizi ibu hamil termasuk faktor sosial ekonomi,
faktor biologis, faktor pola konsumsi dan faktor perilaku ibu [4].
Komunitas LILA kecil di Indonesia dapat dilihat dari berbagai masalah gizi itu
timbul, seperti malnutrisi, anemia defisiensi besi, gangguan defisiensi yodium dan
kurangnya
vitamin A. Ini tentunya berdampak pada kualitas sumber daya manusia, karena
MUAC
pengaruh kecerdasan, ketahanan terhadap penyakit, kematian bayi, kematian ibu
dan bayi
produktifitas. Masalahnya adalah masalah yang sangat pelik, karena banyak faktor
yang bisa menyebabkan, seperti itu
sebagai tingkat konsumsi makanan, penyakit menular dan faktor-faktor lain yang
berhubungan dengan aspek-aspek tersebut
produksi dan pasokan makanan, ekonomi, pendidikan dan budaya [2].
Kehamilan menimbulkan beberapa perubahan pada wanita, salah satunya adalah
perubahan fisik
peningkatan berat badan. Perubahan ini sering terjadi hingga setelah
pengiriman. Untuk wanita yang langsing dan
sangat prihatin dengan bentuk tubuh, penambahan berat badan adalah masalah
besar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikiasi pertambahan berat badan dengan lingkar lengan atas pada ibu
hamil.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini membentuk penelitian analitik. Dalam penelitian ini, peneliti
menggambarkan lokasi penelitian
dan karakteristik responden dalam jangka waktu tertentu dan menganalisis
hubungan
antara berat badan dan lingkar lengan atas pada wanita hamil trimester ketiga. Ini
Penelitian kuantitatif dilakukan dengan memeriksa data yang dikumpulkan oleh
Statistik. Pendekatan yang digunakan adalah
pengukuran cross-sectional berarti di mana variabel independen adalah kenaikan
berat badan di ketiga
wanita hamil trimester dan tergantung adalah LILA pada ibu hamil trimester ketiga
lakukan di
waktu yang sama.
Penelitian ini dilakukan di Kesehatan Masyarakat Yogyakarta Indonesia dari 18
hingga 25 Juli
2013. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester ketiga yang
melakukan pemeriksaan di
Puskesmas Yogyakarta Indonesia berjumlah 58 orang. Sampel dalam penelitian ini
adalah ibu hamil
perempuan Trimester III pemeriksaan di Kesehatan Masyarakat Yogyakarta
Indonesia adalah sekitar 40 orang yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik sampling
kebetulan. Independen
variabel dalam penelitian ini adalah kenaikan berat badan pada ibu hamil di
trimester ketiga Kesehatan Masyarakat
Yogyakarta Indonesia. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah LILA
kehamilan trimester ketiga
perempuan di Kesehatan Masyarakat Yogyakarta Indonesia.
Jenis Data yang dikumpulkan termasuk data primer dan data sekunder. Data primer
dalam penelitian ini
menggunakan lembar observasi bahwa data tentang kenaikan berat badan pada ibu
hamil dan LILA Trimester III
diperoleh dari pengukuran langsung pada saat survei. Data sekunder dalam
penelitian ini
telah dicapai dari buku register kunjungan Antenatal Care di Kesehatan
Masyarakat Yogyakarta Indonesia.
Teknik pengumpulan data pertambahan berat badan dikumpulkan dengan teknik
dokumentasi untuk menentukan
buku pasien KIA mencatat berat badan prahamil responden, serta metode
menimbang untuk menentukan bobot akhir responden pada saat pengumpulan
data. Selanjutnya,
data yang dikumpulkan oleh teknik pengukuran lingkar lengan atas LILA
menggunakan MUAC
tape. Instrumen penelitian yang digunakan untuk menentukan bobot responden
adalah skala keberangkatan,

Halaman 3
Konferensi Internasional tentang Sains Terapan dan Kesehatan 2017
Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan untuk masyarakat yang lebih baik
324
sedangkan untuk mengetahui lingkar lengan atas responden menggunakan pita
MUAC. Pengukuran
hasilnya kemudian dimasukkan dalam lembar observasi.
Data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah: Mengedit data,
Coding, Entri Data,
Tabulasi. Analisis data dalam penelitian ini termasuk analisis univariat yang
digunakan untuk menjelaskan
atau menggambarkan karakteristik masing-masing variabel yang dipertimbangkan,
seperti distribusi frekuensi
dan persentase data pertambahan berat badan dan data LILA responden, dan
analisis bivariat
menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kesalahan ∝ = 0 05.
HASIL
Penelitian ini dilakukan di Kesehatan Masyarakat Yogyakarta Indonesia yang
berlokasi di Jl. P.
Diponegoro No. 9 Yogyakarta pada 18-25 Juli 2013. Wilayah kerja Kesehatan
Masyarakat
Daerah Yogyakarta seluas 156.000 hektar, dengan populasi 36.662 jiwa tersebar di
tiga
desa-desa yaitu wilayah Desa Bumijo, Desa Cokrodiningratan, dan Sub
Gowongan. Jenis
layanan kesehatan di Kesehatan Masyarakat Yogyakarta Indonesia terdiri dari
enam jenis layanan dasar,
yaitu pengobatan, Prokes, kesehatan lingkungan, nutrisi, pengendalian penyakit
menular dan KIA
yang meliputi perawatan antenatal, imunisasi dan keluarga berencana. Hasil
pengolahan data
dan analisis dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Meja. 1 Karakteristik Distribusi Frekuensi Responden dalam Kesehatan
Masyarakat Yogyakarta
Indonesia Juni 2013
Karakteristik Responden
Frekuensi
Persentase
Usia
Sebuah. <20 tahun
b. 20-35 tahun
c. 35 tahun
4
30
6
10,0
75,0
15,0
Keseimbangan
Sebuah. 1-3 orang
b. > 3 orang
37
3
92,5
7,5
Tabel.2 Distribusi Frekuensi Berat Badan di Kehamilan Trimester III di Kesehatan
Masyarakat
Yogyakarta Indonesia Juni 2013
Tidak
Variabel
Frekuensi
Persentase
1
Berat
Abnormal
Normal
Total
10
30
40
25,0
75,0
100,0
2
Lingkar lengan atas
Abnormal
Normal
Total
3
37
40
7,5
92,5
100,0

Halaman 4
Konferensi Internasional tentang Sains Terapan dan Kesehatan 2017
Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan untuk masyarakat yang lebih baik
325
Table.3 Hubungan dengan Ukuran Berat Badan Lingkar Lengan Atas Kehamilan
Trimester
III di Kesehatan Masyarakat Yogyakarta Indonesia Juni 2013
Berat
Lingkar lengan atas
Total
cc
p-
nilai
X2
Abnormal
Normal
F
%
F
%
f%
Abnormal
3
30,0
7
70,0
10 100
0,442 0,012
9,730
Normal
0
0,0
30
100
30 100
Jumlah
3
7,5
37
92,5
40 100
Hasil distribusi frekuensi diketahui bahwa mayoritas berat ibu
perubahan termasuk dalam kategori standar sebanyak 30 orang (75,0%), dan
dangkal aneh sepuluh
orang (25,0%). Seorang wanita hamil dengan berat badan rata-rata bertambah dari
12,5 hingga 17,5 kg selama
kehamilan
DISKUSI
Faktor yang mempengaruhi berat badan ibu termasuk status gizi ibu hamil,
perawatan pranatal, penyakit selama kehamilan dan sosioekonomi. Keempat faktor
ini adalah faktor-faktor itu
secara signifikan mempengaruhi berat badan ibu yang saling
berhubungan. Kecukupan gizi ibu hamil
perempuan dipengaruhi oleh status sosial ekonomi keluarga dalam pemenuhan
kebutuhan dasar,
dan tes kehamilan biasa dapat mendeteksi morbiditas selama kehamilan dan
program diet
sesuai untuk ibu hamil. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa berat
badan
Kenaikan pada wanita hamil adalah hal yang umum untuk janin yang sedang
tumbuh, tetapi lebih banyak berat badan atau
penurunan berat badan yang berlebihan bisa menjadi komplikasi kehamilan dan
bisa berbahaya bagi ibu dan
bayi.
Hasil distribusi frekuensi tidak diketahui ukuran LILA ibu hamil dalam standar
kategori sebanyak 37 orang (92,5%), dan aneh sebanyak 3 orang (7,5%). Ukuran
LILA tidak
rata-rata (7,5%) karena tidak mengalami kenaikan berat badan yang sehat pada
wanita hamil. MUAC
pengukuran pada sekelompok wanita usia subur (WUS) adalah salah satu cara awal
Deteksi mudah dan dapat dilakukan oleh orang biasa, untuk mengetahui kelompok
resiko Energi Kronis
Defisiensi (CED).
Lingkar lengan atas adalah indikator status gizi yang digunakan terutama untuk
deteksi malnutrisi energi protein pada anak-anak dan merupakan alat yang sangat
baik untuk mendeteksi wanita
usia subur dan wanita hamil berisiko memiliki bayi dengan berat lahir
rendah. MUAC
pengukuran pada sekelompok wanita usia reproduksi (WUS) dan wanita hamil
adalah salah satu dari
cara deteksi dini mudah dan dapat dilakukan oleh orang biasa, untuk mengetahui
kelompok risiko
kekurangan energi kronis (CED). Pengukuran MUAC tidak dapat digunakan untuk
memonitor perubahan pada
status gizi dalam jangka pendek. Pengukuran MUAC digunakan untuk analisis
sangat mudah dan cepat.
Pada wanita hamil, Lengan Atas digunakan untuk memprediksi kemungkinan bayi
lahir dengan rendah
Berat lahir. Wanita hamil diketahui menderita KEK dilihat dari pengukuran
MUAC, dengan a
ambang batas LILA WUS (ibu hamil) memiliki risiko KEK di Indonesia adalah
23,5 cm. Jika ukuran
MUAC kurang dari 23,5 cm atau sebagian LILA pita merah, bahwa wanita
berisiko KEK dan sedang
diharapkan melahirkan berat lahir rendah (BBLR). BBLR memiliki risiko
kematian, kekurangan gizi,
gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak. Berdasarkan uraian di
atas dapat
menyimpulkan bahwa pengukuran MUAC pada wanita hamil adalah salah satu
kelompok risiko deteksi dini
kekurangan energi kronis yang dapat dicegah dengan nutrisi yang tepat dan
kelahiran normal.

Halaman 5
Konferensi Internasional tentang Sains Terapan dan Kesehatan 2017
Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan untuk masyarakat yang lebih baik
326
Berdasarkan uji statistik menggunakan chi-square diketahui nilai X2 = 9730 dan p-
value =
0,012, dimana p-value <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
antara
pertambahan berat badan dan ukuran LILA ibu hamil trimester ketiga di
Puskesmas Yogyakarta
Indonesia dengan nilai cc = 0,442, yang artinya kenaikan berat badan diikuti
dengan perubahan
dalam ukuran lingkar lengan atas pada wanita hamil. Hasil tabulasi silang antara
berat badan menurut ukuran LILA diketahui bahwa sebanyak 10 wanita
mengalami kenaikan berat badan tidak normal
terdiri dari enam orang dengan berat badan kurang, dua orang mengalami
penurunan berat badan dan 2 kelebihan berat badan.
Penambahan berat badan yang berlebihan bisa berbahaya bagi wanita hamil
seperti: risiko bayi selama
kesulitan melahirkan, pada trimester ketiga kehamilan adalah kemungkinan tanda-
tanda bahaya
preeklampsia, bisa menjadi gejala diabetes mellitus. Sedangkan risiko penurunan
berat badan yang berlebihan bisa
berbahaya bagi janin tidak berkembang, kekurangan gizi, anemia sehingga
kesulitan dalam
persalinan.
Kenaikan berat badan pada trimester pertama relatif kecil, tidak naik atau bahkan
menurun karena
ketidaknyamanan fisiologis yang sering terjadi. Peningkatan berat badan cukup
pesat terjadi di
trimester kedua dan ketiga, pada periode ini pemantauan lain diperlukan untuk
penambahan berat badan. Berat
keuntungan pada ibu hamil trimester ketiga dianggap normal jika kisaran> 1 dan
<2 kg per
bulan.
Wanita dengan kategori kecil, meningkatkan berat badan ideal mereka saat hamil
adalah 12,5 hingga 18 kg,
sedangkan untuk wanita dengan BMI (Body Mass Index) normal, berat badan ideal
bertambah selama
kehamilan adalah 11,5 hingga 16 kg dan untuk wanita dengan BMI (Body Mass
Index), peningkatan berat badan
antara 7 hingga 11,5 kg. Berat badan ibu dianjurkan sekitar 1-2,5 kg pada trimester
pertama
dan kemudian rata-rata 0,5 kg per minggu. Sampai akhir kehamilan, berat badan
dianjurkan
tergantung pada status gizi awal ibu (kurang dari 14-20 kg Nyonya BB, BB biasa
ibu dan ibu dari 12,5 hingga 17,5 kg BB / obesitas dari 7,5 hingga 12,5 kg).
Hasil distribusi frekuensi diketahui bahwa sebagian besar ibu memiliki usia hidup
20-35 tahun. Usia 20-35 tahun adalah usia ideal bagi seorang wanita dalam sistem
reproduksi karena
pada usia itu organ reproduksi sudah dewasa bila dibandingkan dengan wanita
hamil dengan usia
<20 tahun atau> 35 tahun yang berisiko hamil. Umur seseorang akan mengalami
perubahan
aspek fisik dan psikologis (mental). Perubahan ini terjadi karena pematangan
fungsi organ. Dalam aspek moral atau spiritual, tingkat pemikiran semakin
meningkat
dewasa dan belum matang.
Berdasarkan paritas diketahui bahwa kebanyakan ibu memiliki 1-3 anak, yaitu
sebanyak 37 orang
(92,5%). Paritas (jumlah anak) adalah keadaan wanita yang berhubungan dengan
jumlah anak yang dilahirkan.
Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu
hamil. Paritas adalah a
faktor yang secara signifikan mempengaruhi hasil konsepsi. Perlu diwaspadai
karena ibunya
telah hamil atau melahirkan anak-anak empat kali atau lebih, maka kemungkinan
banyak kemauan
menghadapi keadaan seperti anemia, kekurangan gizi, kendur di dinding perut dan
rahim
dinding. Paritas juga dikaitkan dengan kemampuan ibu untuk menyiapkan asupan
makanan pertama selama
kehamilan yang dapat mempengaruhi kenaikan berat badan normal selama
kehamilan.
Penambahan berat badan yang berlebihan atau penurunan berat badan memberikan
pengaruh yang tidak proporsional pada perkembangan janin dan
proses pengiriman. Ketika wanita mengalami penurunan berat badan merupakan
indikator malnutrisi pada kehamilan
perempuan mempengaruhi ibu, kelahiran dan janin. Upaya untuk menentukan
malnutrisi pada ibu hamil
wanita dapat dideteksi dengan mengukur LILA. Hasilnya konsisten dengan
penelitian Yuliati
(2011) menyimpulkan bahwa ada hubungan status gizi ibu hamil
dengan pengukuran dan berat MUAC di Hasil konsisten dengan penelitian Yuliati
(2011)

Halaman 6
Konferensi Internasional tentang Sains Terapan dan Kesehatan 2017
Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan untuk masyarakat yang lebih baik
327
menyimpulkan bahwa ada hubungan status gizi hubungan ibu hamil dengan
Pengukuran dan berat MUAC di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berdasarkan hasil penelitian, para peneliti memberikan beberapa saran yaitu untuk
pusat kesehatan
staf terutama ahli gizi untuk memberikan konseling kepada ibu hamil tentang gizi
seimbang di
wanita hamil serta menjelaskan bahaya malnutrisi selama kehamilan di suatu
komunitas
program layanan. Kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut pada penelitian ini
dengan memeriksa hubungan
antara ekonomi, pendidikan, pekerjaan dengan kenaikan berat badan pada wanita
hamil.
Keterbatasan penelitian ini meliputi: (1) Penelitian ini hanya meneliti status gizi
tersebut
dihitung berdasarkan antropometri dilihat dari buku register kunjungan Antenatal
Care dan berat badan
pengukuran dan pengukuran lingkar lengan atas langsung pada saat penelitian,
ada beberapa teknik lain yang terkait dengan status gizi belum dianggap sebagai:
menghitung
BMI (Body Mass Index) untuk menentukan status gizi ibu hamil. (2) Penelitian
melibatkan sejumlah subjek penelitian terbatas, sebanyak 58 orang, sehingga
hasilnya tidak bisa
digeneralisasikan ke grup topik dengan jumlah yang signifikan.