Anda di halaman 1dari 16

SEJARAH BIG EIGHT, BIG SIX, BIG

FIVE,
BIG FOUR AUDITORS

KELOMPOK :
GILANG CITA PRADANA 11-08-
22203
WAHYU SUKOCO 11-08-22209
ADITYA NUGRAHA 11-08-
22263

STIE YKPN YOGYAKARTA


2010/2011
SEJARAH BIG EIGHT, BIG SIX, BIG FIVE,
BIG FOUR AUDITORS

Big 8 (sampai dengan tahun 1989)


Kantor-kantor akuntan yang disebut sebagai the Big 8 menggambarkan
dominasi delapan kantor akuntan terbesar pada abad ke-20, yaitu :

1. Arthur Andersen
Arthur Andersen adalah sebuah perusahaan jasa akuntansi yang
berpusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan
oleh Arthur Andersen pada tahun 1913. Perusahaan ini menyediakan
jasa professional, konsultasi, pajak. Sampai tahun 2002 perusahaan ini
mempekerjakan 85.000 karyawan di seluruh dunia dan memperoleh
pendapatan US$ 9.3 milyar pada tahun 2002. Pada tahun 2002 izin kantor
Akuntan Publik dicabut karena terlibat suatu skandal di Amerika serikat.

2. Arthur Young & Company


Arthur Young & Company didirikan pada tahun 1906 di Chicago oleh
Arthur Young. Perusahaan ini selanjutnya pada tahun tahun 1924
melakukan merger dengan perusahaan lain dan berganti nama.

3. Coopers & Lybrand


Coopers & Lybrand didirikan dalam abad ke 19. Pada tahun 1854
William Cooper mulai berpraktek di London dan tujuh tahun kemudian
berganti nama menjadi Cooper Brothers saat ketiga saudaranya
bergabung. Tahun 1898 di AS Robert H. Montgomery, William M.
Lybrand, Adam A. Ross Jr dan kakaknya T.Edward Ross mendirikan
Lybrand, Ross Brothers and Montgomery. Coopers & Lybrand
merupakan hasil penggabungan antara Cooper Brothers & Co;
Lybrand, Ross Bros & Montgomery dan sebuah kantor dari Kanada
McDonald, Currie and Co pada tahun 1957.

4. Ernst & Whinney


Perusahaan ini merupakan hasil dari serangkaian merger dari
perusahaan-perusahaan pendahulunya. Persekutuan tertua didirikan pada
tahun 1849 di Inggris dengan nama Harding & Pullein. Pada tahun itu
juga, Frederick Whinney bergabung. Dia kemudian menjadi partner
pada tahun 1859. Pada tahun 1894, seiring dengan bergabungnya anak-
anaknya, persekutuan tersebut berganti nama menjadi Whinney, Smith
& Whinney. Sedangkan Pada tahun 1903, perusahaan Ernst & Ernst
didirikan di Cleveland oleh Alwin dan Theodore Ernst. Selanjutnya Pada
1979 Ernst & Whinney terbentuk dan menjadi firma akuntansi keempat
terbesar di dunia.

5. Deloitte Haskins & Sells


Pada tahun 1845 William Welch Deloitte membuka kantor di Basinghall
Street di London. Deloitte adalah orang pertama yang akan ditunjuk
auditor independen perusahaan publik. Dia melanjutkan untuk membuka
kantor di New York pada tahun 1880. Pada tahun 1895 Charles Waldo
Haskins dan Eijah Watt Melakukan merger dan kemudian terbentuk
Haskins & Sells di New York. Selanjutnya pada tahun 1952 bergabung
dengan Deloitte Haskins & Sells untuk membentuk Deloitte,
Haskins & Sells dan bermarkas di US.

6. Peat Marwick Mitchell


Perusahaan ini bermarkas di London, UK. Firma Peat Marwick Mitchell
merupakan gabungan firma di US dan UK dan menggunakan nama yang
sama pada tahun 1925. Untuk lebih spesifik akan dijelaskan dalam KPMG.

7. Price Waterhouse
Samuel Price, seorang akuntan, mulai praktek di London pada tahun
1849. Dalam tahun 1865 Price membuat persekutuan dengan William
Holyland dan Edwin Waterhouse. Sejak tahun 1874 kantor ini
kemudian dikenal dengan nama Price, Waterhouse & Co. Holyland
akhirnya meninggalkan persekutuan itu dan kemudian huruf '& Co' dan
koma dihilangkan dari nama kantor tersebut. Di akhir tahun 1800-an,
Price Waterhouse mendapat pengakuan sebagai suatu kantor akuntan
publik tepercaya. Dengan berkembangnya perdagangan antara Britania
Raya dan Amerika Serikat, Price Waterhouse kemudian membuka
kantornya di New York dalam tahun 1890, yang kemudian kantor di
Amerika ini berkembang dengan sangat pesatnya. Kantor asalnya di
Inggris juga membuka banyak kantor di negara-negara Persemakmuran
Inggris. Setiap kali mendirikan persekutuan terpisah di setiap negara,
setiap sekutu yang diberikan insentif yang baik untuk meluaskan praktek
lokalnya. Jadi kegiatan Price Waterhouse di seluruh dunia merupakan
suatu gabungan kantor-kantor lokal yang berkembang secara alamiah
dibandingkan dengan merupakan hasil dari penggabungan usaha
internasional.

8. Touche Ross
Touche Ross didirikan pada tahun 1969. Perusahaan ini sebelumnya
bernama Touche, Ross, Bailey & Smart. Perusahaan ini bermula pada
tahun 1898, George Touche mendirikan sebuah kantor di London, dan
kemudian pada tahun 1900 Ia bergabung dengan Yohanes Ballantine
Niven dalam membangun perusahaan Touche Niven. Kemudian
George Bailey menyusul bergabung, kemudian selanjutnya menyusul
Ross yang berasal dari Kanada, yang pada akhirnya terbentuklah Tauch
Ross.

Big 6 (1989-1998)
Kompetisi diantara kantor akuntan semakin intensif dan the Big 8 menjadi
the Big 6 pada Juni 1989 ketika Ernst & Whinney merger dengan Arthur
Young mejadi Ernst & Young serta Deloitte, Haskins & Sells merger
dengan Touche Ross menjadi Deloitte & Touche pada Agustus 1989.
Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Arthur Andersen

Pada era ini Arthur Andersen tidak melakukan perubaan yang berarti
karena tidak melakukan merger dengan anggota big 8 lainnya.
2. Coopers & Lybrand

Pada era ini Coopers & Lybrand juga tidak melakukan perubaan yang
berarti karena tidak melakukan merger dengan anggota big 8 lainnya.

3. Ernst & Young

Pada Juni 1989 ketika Ernst & Whinney merger dengan Arthur Young
mejadi Ernst & Young. Merger ini dilakukan karena kompetisi diantara
kantor akuntan yang semakin intensif diantara the Big 8. Hal ini dilakukan
untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat diantara kantor-kantor
akuntan besar di dunia.

4. Deloitte & Touche

Kantor ini dikenal dengan nama Deloitte & Touche yang terbentuk
karena bergabungnya Touche Ross dan Deloitte Haskins & Sells (di
luar Kerajaan Inggris) pada tahun 1990. Dalam tahun 1993, kantor
internasional mengubah namanya menjadi Deloitte Touche Tohmatsu,
nama yang ketiga berasal dari kantor Tohmatsu & Co, yang bergabung
dengan Touche Ross dalam tahun 1975. Nama kantor ini merupakan
gabungan nama William Welch Deloitte, George Touche, dan
Panglima Nobuzo Tohmatsu. Hal ini dilakukan untuk menghadapi
persaingan yang semakin ketat diantara kantor-kantor akuntan besar di
dunia.

5. Peat Marwick Mitchell

Pada era ini Peat Marwick Mitchell tidak melakukan perubaan yang
berarti karena tidak melakukan merger dengan anggota big 8 lainnya.

6. Price Waterhouse
Pada era ini Price Waterhouse tidak melakukan perubaan yang berarti
karena tidak melakukan merger dengan anggota big 8 lainnya.

BIG 5 (1998 - 2002)


Pada Juli 1998 big six berubah menjadi big five karena Price Waterhouse
merger dengan Coopers & Lybrand menjadi
PricewaterhouseCoopers.

Arthur Andersen

Pada era ini Arthur Andersen tidak melakukan perubaan yang berarti
karena tidak melakukan merger dengan anggota big 6 lainnya.

1. Ernst & Young

Pada era ini Ernst & Young tidak melakukan perubaan yang berarti
karena tidak melakukan merger dengan anggota big 6 lainnya.

2. Deloitte & Touche

Pada era ini Deloitte & Touche tidak melakukan perubaan yang berarti
karena tidak melakukan merger dengan anggota big 6 lainnya.

3. Peat Marwick Mitchell

Pada era ini Peat Marwick Mitchell tidak melakukan perubaan yang
berarti karena tidak melakukan merger dengan anggota big 6 lainnya.

4. PricewaterhouseCoopers

Kantor ini dibentuk dengan adanya penggabungan usaha dari dua kantor
besar yaitu Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Dalam tahun 1998
Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand bergabung dan membentuk
PricewaterhouseCoopers. Tahun berikutnya, pembicaraan untuk
menggabungkan PricewaterhouseCoopers dengan Grant Thornton
gagal. Oleh karena berkurangnya jumlah kantor-kantor besar, sepertinya
otoritas pengatur kompetisi sulit meluluskan ijin penggabungan usaha.

Big 4 (2002 - sekarang)


Kasus kolapsnya Enron telah menyeret Arthur Andersen yang mengaudit
laporan keuangan Enron, ke dalam serangkaian penyelidikan oleh otoritas
bursa US. Hasil penyelidikan menyimpulkan Arthur Andersen terlibat
dalam skandal tersebut. Kantor akuntan Arthur Andersen didakwa
melawan hukum karena menghancurkan dokumen-dokumen yang berkaitan
dengan pengauditan Enron, dan menutup-nutupi kerugian jutaan dolar.
Hasil keputusan hukum secara efektif menyebabkan kebangkrutan global
dari bisnis Arthur Andersen. Kantor akuntan di seluruh dunia yang berada
di bawah bendera Arthur Andersen seluruhnya dijual dan kebanyakan
menjadi anggota kantor akuntan internasional lainnya. Di UK, para partner
Arthur Andersen setempat banyak yang bergabung dengan Ernst &
Young dan Deloitte Touche Tohmatsu. Di Indonesia, para partner Arthur
Andersen pada akhirnya bergabung dengan Ernst & Young.

Kasus Enron
Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth
(penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua
perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak
dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat
luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri
energi. Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction,
trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus Enron
mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding
pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global
yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai
bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia.
Enron, suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus
perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan
energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir
sebesar US $ 31.2 milyar.

Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya


manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar
AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan
disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor, kasus
memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk
wakil presiden Amerika Serikat. Kronologis, fakta, data dan informasi dari
berbagai sumber yang berkaitan dengan hancurnya Enron (debacle), dapat
penulis kemukakan sebagai berikut:

1. Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif dan direktur non


eksekutif) membiarkan kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur
konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi
berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak dalam
perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak
sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada publik.
2. Enron merupakan salah satu perusahaan besar pertama yang
melakukan out sourcing secara total atas fungsi internal audit
perusahaan.
a. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal audit) semula
adalah partner KAPAndersen yang di tunjuk sebagai akuntan publik
perusahaan
b. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen.
c. Sebagian besar Staf akunting Enron berasal dari KAP Andersen.

3 Pada awal tahun 2001 patner KAP Andersen melakukan evaluasi terhadap
kemungkinan mempertahankan atau melepaskan Enron sebagai klien
perusahaan, mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan dengan
praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil evaluasi di putuskan untuk
tetap mempertahankan Enron sebagai klien KAP Andersen.

4. Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan


praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat dan
mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO
dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. CEO Enron
menugaskan penasehat hukum perusahaan untuk melakukan investigasi
atas kekhawatiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat
hukum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi
akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh penasehat hukum
tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu
diperhatikan.
5. Pada tanggal 16 Oktober 2001, Enron menerbitkan laporan keuangan
triwulan ketiga. Dalam laporan itu disebutkan bahwa laba bersih Enron
telah meningkat menjadi $393 juta, naik $100 juta dibandingkan periode
sebelumnya. CEO Enron, Kenneth Lay, menyebutkan bahwa Enron secara
berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. Ia juga tidak
menjelaskan secara rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus
(special accounting charge/expense) sebesar $1 miliar yang
sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode tersebut menjadi
rugi $644 juta. Para analis dan reporter kemudian mencari tahu lebih jauh
mengenai beban $1 miliar tersebut, dan ternyata berasal dari transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh CFO
Enron.
6. Pada tanggal 2 Desember 2001 Enron mendaftarkan kebangkrutan
perusahaan ke pengadilan dan memecat 5000 pegawai. Pada saat itu
terungkap bahwa terdapat hutang perusahaan yang tidak di laporkan
senilai lebih dari satu milyar dolar. Dengan pengungkapan ini nilai
investasi dan laba yang di tahan (retained earning) berkurang dalam
jumlah yang sama.
7. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam
bentuk penghancuran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas
kebangkrutan Enron (penghambatan terhadap proses peradilan
8. Dana pensiun Enron sebagian besar diinvestasikan dalam bentuk
saham Enron. Sementara itu harga saham Enron terus menurun sampai
hampir tidak ada nilainya.
9. KAP Andersen diberhentikan sebagai auditor enron pada pertengahan
juni 2002. sementara KAP Andersen menyatakan bahwa penugasan Audit
oleh Enron telah berakhir pada saat Enron mengajukan proses
kebangkrutan pada 2 Desember 2001.
10. CEO Enron, Kenneth Lay mengundurkan diri pada tanggal 2 Januari
2002 akan tetapi masih dipertahankan posisinya di dewan direktur
perusahaan. Pada tanggal 4 Pebruari Mr. Lay mengundurkan diri dari
dewan direktur perusahaan.
11. Tanggal 28 Pebruari 2002 KAP Andersen menawarkan ganti rugi 750
Juta US dollar untuk menyelesaikan berbagai gugatan hukum yang
diajukan kepada KAP Andersen.
12. Pemerintahan Amerika (The US General Services Administration)
melarang Enron dan KAP Andersen untuk melakukan kontrak pekerjaan
dengan lembaga pemerintahan di Amerika.
13. Tanggal 14 Maret 2002 departemen kehakiman Amerika memvonis
KAP Andersen bersalah atas tuduhan melakukan penghambatan dalam
proses peradilan karena telah menghancurkan dokumen-dokumen yang
sedang di selidiki.
14. KAP Andersen terus menerima konsekwensi negatif dari kasus Enron
berupa kehilangan klien, pembelotan afiliasi yang bergabung dengan KAP
yang lain dan pengungkapan yang meningkat mengenai keterlibatan
pegawai KAP Andersen dalam kasus Enron.
15. Tanggal 22 Maret 2002 mantan ketua Federal Reserve, Paul Volkcer,
yang direkrut untuk melakukan revisi terhadap praktek audit dan
meningkatkan kembali citra KAP Andersen mengusulkan agar manajeman
KAP Andersen yang ada diberhentikan dan membentuk suatu komite yang
diketuai oleh Paul sendiri untuk menyusun manajemen baru.
16. Tanggal 26 Maret 2002 CEO Andersen Joseph Berandino
mengundurkan diri dari jabatannya.
17. Tanggal 8 April 2002 seorang partner KAP Andersen, David Duncan,
yang bertindak sebagai penanggungjawab audit Enron mengaku bersalah
atas tuduhan melakukan hambatan proses peradilan dan setuju untuk
menjadi saksi kunci dipengadilan bagi kasus KAP Andersen dan Enron .
18. Tanggal 9 April 2002 Jeffrey McMahon mengumumkan pengunduran
diri sebagai presiden dan Chief Opereting Officer Enron yang berlaku
efektif 1 Juni 2002.
19. Tanggal 15 Juni 2002 juri federal di Houston menyatakan KAP
Andersen bersalah telah melakukan hambatan terhadap proses peradilan.

Berikut ini adalah daftar Big Four kantor akuntan publik terbesar di dunia
yang bertahan hingga sekarang:

Jenis : Perusahaan anggota mempunyai bentuk legal yang


bervariasi, AS dan Britania:

Industry : Limited Liability Partnership Industri Jasa profesional

Didirikan : 1989 ; komponen individual dari 1849

Kantor pusat London, Inggris, Britania Raya

Tokoh penting James S. Turley, Direktur dan CEO

Produk : Audit, Perpajakan,Konsultasi

Pendapatan :24.523 juta Dolar AS (2008)

Karyawan 135.730 (Global)

Ernst & Young memiliki empat lini jasa utama:

• Assurance, yaitu audit keuangan (assurance pokok) yang


menyumbangkan 54% dari total pendapatan pada 2007.
• Tax, meliputi Business Tax Compliance, Human Capital, Indirect Tax,
International Tax Services, Tax Accounting & Risk Advisory Services,
dan Transaction Tax, dengan kontribusi pendapatan pada 2007
sebesar 22%.
• Transactions meliputi due diligence komersial, keuangan, real estat,
dan pajak, merger & akuisisi, penilaian & pemodelan bisnis,
restrukturisasi korporasi, dan jasa integrasi. Dikenal sebagai
Transaction Advisory Services (TAS).
• Advisory, meliputi Technology and Security Risk Services (TSRS), Fraud
Investigation and Dispute Services (FIDS), dan Business Risk Services
(BRS). Sebelumnya lini jasa ini disatukan dengan Assurance dalam
Assurance and Advisory Business Services (AABS). Lini jasa ini
menyumbangkan 12% pendapatan pada 2007.

Bisnis jasa konsultasi EY berkembang sangat pesat selama tahun 1980-an


dan 1990-an. Oleh karenanya U.S. Securities and Exchange Commission
(Bapepam Amerika Serikat) dan anggota komunitas investasi sangat
mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan antara jasa
konsultasi dan audit. Namun demikian, EY adalah yang pertama dari the Big
Four auditors yang kemudian secara resmi melakukan pemisahan secara
penuh atas kegiatan bisnis sistem integrasi dan praktek auditnya.

Klien
Ernst & Young adalah auditor dari banyak perusahaan utama di Fortune
1000 seperti AOL Time Warner, Wal-Mart, Amazon.com, 3M,
Oracle, McDonald’s, Google, Intel, Hewlett-Packard, Coca-Cola,
dan Verizon.

Struktur global

Setiap negara anggota EY dikelola sebagai bagian dari salah satu dari lima
wilayah:

• Eropa, Timur Tengah, India & Afrika (EMEIA)


• Amerika
• Timur Jauh
• Oseania
• Jepang

Setiap wilayah memiliki sebuah tim manajemen tunggal, dipimpin oleh


seorang Area Managing Partner yang duduk dalam Dewan Eksekutif Global
(Global Executive Board). Seluruh wilayah mengintegrasikan model bisnis
mereka.

Indonesia

Di Indonesia, EY berafiliasi dengan Kantor Akuntan Publik Purwantono,


Suherman & Surja (PSS). Klien utama Ernst & Young antara lain
Pertamina, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT
Krakatau Steel & Group, Coca Cola Bottling Indonesia & Indosat.

Jenis : Swasta Industri Jasa Profesional

Didirikan : London, Britania Raya (1895)

Kantor pusat : New York City, New York

Tokoh penting : William G. Parrett, Pimpinan; Pit Hoogendoorn,


Ketua

Produk : Audit,Perpajakan,Konsultansi,Jasa risiko korporasi, dan


Penasehat keuangan

Pendapatan : 18,2 miliar dollar Amerika Serikat (2005)

Karyawan : 121,283 (2005)

Deloitte Touche Tohmatsu (juga terkenal dengan merek Deloitte) adalah


urutan kedua terbesar di dunia dalam bidang jasa profesional setelah
PricewaterhouseCoopers dan merupakan anggota dari the Big Four auditors,
sebuah kelompok kantor akuntan internasional terbesar di dunia. Dalam
tahun 2004, dengan 16,4 miliar dolar Amerika Serikat, mereka merupakan
yang terbesar di antara the Big Four auditors dalam hal penghasilan.
Sebagai tambahan dari jasa akuntansi, Deloitte adalah satu dari kantor
penasehat bisnis yang terbesar di dunia yang menawarkan jasa manajemen
strategik dan operasional pada perusahaan-perusahaan dalam Fortune 500.

Deloitte Touche Tohmatsu berbentuk hukum Swiss Verein, suatu organisasi


keanggotaan berdasarkan Undang-undang Sipil Swiss (Swiss Civil Code)
dimana setiap anggotanya merupakan badan hukum tersendiri dan
independen. Kantor pusat globalnya berkedudukan di Manhattan, New York.

Menurut website-nya, sampai tahun 2004, Deloitte mempekerjakan 115.000


profesional pada hampir 150 negara, menawarkan jasa audit, perpajakan,
konsultansi dan penasehat keuangan kepada lebih dari separuh jumlah
perusahaan terbesar di dunia.

Deloitte di Indonesia di wakili oleh Osman Bing Satrio dan Rekan, juga
didukung oleh PT. Deloitte Konsultan Indonesia dan Deloitte Tax Service.

Jenis Swiss Verein Industri

Jasa profesional

Didirikan 1987; komponen individual sejak 1870

Kantor pusat : Amsterdam, Belanda

Produk: Audit, Pajak, Penasehat

Pendapatan : 15.7 miliar dolar AS (2005)

Karyawan : 104.000

Situs web: www.kpmg.com

KPMG adalah salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia.


KPMG mempekerjakan 104.000 orang dalam partnership global menyebar di
144 negara. Pendapatan komposit dari anggota KPMG pada 2005 adalah
US$15,7 milyar. KPMG memiliki tiga jalur layanan: audit, pajak, dan
penasehat. KPMG adalah salah satu anggota the Big Four auditors, bersama
dengan PricewaterhouseCoopers, Ernst & Young dan Deloitte.
Setiap perusahaan nasional KPMG adalah sebuah badan legal independen
dan merupakan anggota dari KPMG internasional. KPMG International
dipimpin oleh Michael D.V. Rake, Ketua, Mitra Senior KPMG di Britania Raya;
Michael P. Wareing, CEO, Mitra KPMG di Britania Raya; John B. Harrison,
Ketua-Wilayah Asia Pasifik, Mitra KPMG di RRT dan Hong Kong; Timothy P.
Flynn, Ketua-Wilayah Amerika, Ketua KPMG di Amerika Serikat; Ben van der
Veer, Ketua-Wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Ketua KPMG di
Belanda.

Di Indonesia, KPMG memiliki partner lokal di Indonesia yaitu KAP Siddharta


& Widjaja yang dipimpin oleh Tohana Widjaja.

Jenis : Partnership

Industri : Akuntansi, Jasa Professional, Perpajakan, Konsultansi

Didirikan : 1849 (nama yang sekarang digunakan sejak 1998)

Kantor pusat : Kantor pusat di New York City

Tokoh penting : Samuel A. DiPiazza Jr, Pimpinan

Produk : Jasa Profesional

Pendapatan : 20.3 miliar dolar AS (2005)

Karyawan : 130.000

Situs web : www.pwc.com

PricewaterhouseCoopers (PwC) adalah kantor jasa professional terbesar


di dunia saat ini. Kantor ini dibentuk pada tahun 1998 dari penggabungan
usaha antara Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Penghasilan
gabungan PricewaterhouseCoopers di seluruh dunia mencapai 20.3 miliar
dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2005, dan mempekerjakan lebih
dari 130.000 profesional di 148 negara. Di Amerika Serikat kantor ini
beroperasi dengan nama PricewaterhouseCoopers LLP yang merupakan
perusahaan swasta terbesar ke enam.
Struktur dan jenis
Jasa Bentuk hukum suatu persekutuan sangat berbeda dengan suatu
perusahaan dan sebenarnya secara global kantor ini merupakan
gabungan dari kantor-kantor anggota yang mempunyai otonomi sendiri
dalam masing-masing jurisdiksi negaranya masing-masing. Rekan
senior dari kantor-kantor anggota duduk dalam suatu jajaran direksi
yang merupakan payung organisasi yang dinamakan
PricewaterhouseCoopers International Limited, suatu perusahaan yang
di Britania Raya yang melakukan koordinasi. Saat ini, secara global
dipimpin oleh Samuel A. DiPiazza Jr, (52 tahun), seorang rekan ex-
Coopers & Lybrand.

PricewaterhouseCoopers memberikan bidang jasa di banyak negara di


antaranya:

• Audit dan Atestasi,


• Perpajakan, (perencanaan dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan)
• Konsultansi, termasuk pemantapan kinerja, transaksi dan penggabungan
usaha serta akuisisi, dan manajemen krisis dalam berbagai area spesialisasi
seperti jasa konsultansi akuntansi dan aktuarial

Daftar klien

Sekitar 82% dari penghasilan tahunan PwC disumbang oleh Eropa dan
Amerika Utara, Eropa sendiri mencatat sebesar 45%. Jasa yang paling
dominan adalah Audit dan Atestasi, yang menyumbang lebih dari 50%
pendapatan PwC.

Pada Maret 2005, klien audit PricewaterhouseCoopers termasuk empat dari


sepuluh perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat (ExxonMobil, Ford
Motor Company, ChevronTexaco dan IBM). PwC juga mengaudit empat dari
sepuluh perusahaan terbesar di Britania Raya (GlaxoSmithKline, Royal Dutch
Shell, Barclays dan Lloyds TSB).

Klien besar PwC lain di antaranya American International Group, Freddie


Mac, Bank of America, JP Morgan Chase, Tesco, Unilever, dan Academy of
Motion Picture Arts and Sciences, yang melakukan tabulasi pemungutan
suara untuk Academy Awards. KAP Haryanto Sahari adalah cabang PwC di
Indonesia.