Anda di halaman 1dari 1

Purpose : Untuk mengevaluasi secara prospektif kinerja diagnostik ultrasonografi (US)

untuk membedakan perforasi dari apendisitis pediatrik nonperforata dan untuk menyelidiki
hubungan antara temuan dan perforasi US yang spesifik.

Materials and Methods : Penelitian yang sesuai dengan HIPAA ini memiliki persetujuan
dewan peninjau institusional, dan kebutuhan akan informed consent diabaikan. Semua studi
perut AS dilakukan untuk dugaan apendisitis pediatrik di satu lembaga dari 1 Juli 2013, hingga
9 Juli 2014, diperiksa secara prospektif. Penelitian AS dilaporkan dengan menggunakan sistem
penilaian risiko bertingkat (di mana skor 1 menunjukkan appendiks normal; skor 2, appendiks
normal yang divisualisasikan sepenuhnya; skor 3, appendix yang tidak divisualisasikan; skor
4, samar-samar, skor 5a, appendicitis tidak perforasi, dan skor 5b, apendisitis perforata).
Kinerja diagnostik penelitian AS yang ditetapkan 5a dan 5b dihitung. Temuan AS berikut
berkorelasi dengan perforasi pada analisis multivariat: diameter appendix maksimum,
ketebalan dinding, hilangnya stratifikasi mural, hiperemia, periappendiceal peradangan lemak,
cairan periappendiceal, isi lumen, dan kehadiran appendicolith. Jumlah hari bergejala sebelum
presentasi dicatat. Diagnosis bedah dan follow-up klinis berfungsi sebagai standar rujukan.

Results : Sebanyak 577 pasien dengan diagnosis apendisitis di AS memenuhi kriteria


penelitian (468 dengan skor 5a; 109 dengan skor 5b). Apendisitis diidentifikasi dengan benar
pada 573 (99,3%) dari 577 pasien. Kinerja AS dalam mendeteksi apendisitis perforasi (5b)
adalah sebagai berikut: sensitivitas 44,0% (80 dari 182), spesifisitas 93,1% (364 dari 391), nilai
prediksi positif 74,8% (80 dari 107), dan nilai prediktif negatif 78,1% (364 dari 466). Asosiasi
yang secara statistik signifikan dengan apendisitis perforasi adalah durasi gejala yang lebih
lama (rasio odds [OR] = 1,46, P, .0001), peningkatan diameter maksimum (OR = 1,29, P,
.0001), cairan periappendiceal sederhana (OR = 2,08, P = 0,002), cairan periappendiceal
kompleks (OR = 18,5, P, .0001), lumen berisi cairan (OR = 0,34, P = 0,002), dan appendicolith
(OR = 1,67, P = 0,02).

Conclusions : US sangat spesifik tetapi tidak sensitif untuk apendisitis pediatrik perforata.
Beberapa temuan US secara signifikan dikaitkan dengan perforasi, terutama adanya cairan
periappendiceal yang kompleks.