Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : MenganalisisIsi dan aspek kebahasaan dua
teks laporan hasil observasi
Alokasi Waktu : 4 X 45 menit

A. Kompetensi Inti

KI 1 “Menghayatidanmengamalkan ajaranagamayang dianutnya”.

KI 2 “Menunjukkan
perilakujujur,disiplin,tanggungjawab,peduli(gotong royong,
kerjasama,toleran, damai), santun, responsif, dan pro-
aktifsebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalampergaulan dunia”.

KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah


abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


3.2 Menganalisis isi dan aspek 3.2.1 menemukan perbedaan dua teks
kebahasaan dari minimal dua laporan hasil observasi dari segi
teks laporan hasil observasi isi
3.2.2 menemukan perbedaan dua teks
laporan hasil percobaan dari segi
kebahasaan
3.2.3 Membandingkan dua teks
laporan hasil observasi dari segi
isi
3.2.4membandingkan dua teks laporan
hasil percobaan dari segi
kebahasaan

4.2 Mengonstruksi-kan teks laporan 4.2.1mengonstruksi teks laporan hasil


dengan memerhatikan isi dan aspek observasi
kebahasaan baik lisan maupun tulis

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pedagoge gendre,
saintifik, CLIL dengan model pembelajaran discovery, peserta didik dapat
menganalisis dan megonstruksi isi, dan aspek kebahasaan teks laporan hasil
memiliki rasa ingin tahu, gemar membaca,tanggung jawab, displin selama
proses pembelajaran bersikap jujur, percaya diri dan pantang menyerah.

D. Materi Pembelajaran

1. Teks laporan hasil observasi


2. Langkah-langkah menganalisis hasil teks observasi
3. Struktur teks hasil observasi
4. Ciri kebahasaan teks hasil observasi

E. Metode / Model
1. Pendekatan : Pedagogi Genre, Saintifik, CILL
2. Model : Discovery
3. Metode : Ceramah, diskusi, Tanya jawab, penugasan

F. Media / Alat, dan Bahan


 Laptop
 Media Elektronik ( internet )

G. Sumber Belajar
 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Siswa Bahasa Indonesia
Kelas X Tahun 2016
 https://hyoudou-dragon.blogspot.co.id diakses Rabu, 19 April 2017
pk.10.00 WIB

H. Langkah-langkah Pembelajaran
PERTEMUAN KE - 1
Tahap Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi
Waktu
PENDAHULUAN 1. Peserta didik merespon salam tanda mensyukuri 5 menit
anugerah Tuhan dan saling mendoakan.
2. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru
yang berhubungan dengan kondisi dan
pembelajaran teks laporan hasil belajar
3. Peserta didik merespon pertanyaan guru yang
berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
( isi pokok laporan hasil observasi)
4. Peserta didik menerima informasi tentang hal-
hal yang akan dipelajari, langkah pembelajaran
dan penilaian khususnya tentang pembelajaran
teks hasil observasi
INTI DISCOVERY 70 menit
1. Stimulation (pemberian rangsangan)
Peserta didik membaca teks laporan hasil
observasi

2. Problem Statement (identifikasi masalah)


a. Peserta didik dibimbing guru
berdiskusi,menemukan perbedaan dua teks
laporan hasil observasi dari segi isi
b. menemukan perbedaan dua teks laporan
hasil percobaan dari segi kebahasaan
c. Membandingkan dua teks laporan hasil
observasi dari segi isi
d.membandingkan dua teks laporan hasil
percobaan dari segi kebahasaan

3. Data Collection (Peengumpulan Data)


Peserta didik dalam kelompok berdiskusi
mengumpulkan data / informasi sebanyak
mungkin dari teks laporan hasil observasi
tentang :
a. Pernyataan umum;
b. Deskripsi bagian;
c. Deskripsi manfaat;
d. Kebahasaan (kalimat definisi dan kata
sifat)

2 dan 3 kreatif/kolaboratif/communication
Peserta didik berdiskusi mengumpulkan informasi
dari teks laporan hasil percobaan dalam kelompok

4. Data Processing (Pengolahan Data)


Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan
data yang didapat dari teks laporan hasil
observasi berupa :
a. menemukan perbedaan dua teks laporan hasil
observasi dari segi isi
b. menemukan perbedaan dua teks laporan hasil
percobaan dari segi kebahasaan
c. Membandingkan dua teks laporan hasil
observasi dari segi isi
d. membandingkan dua teks laporan hasil
percobaan dari segi kebahasaan

5. Verification (Pemeriksaan Data)


Peserta didik memeriksa dalam bentuk
diskusi hasil pengumpulan dan pengolahan
informasi tentang:
Isi pokok teks laporan hasil observasi
a. Pernyataan umum
b. Deskripsi bagian
c. Deskripsi manfaat
d. Kebahasaan (kalimat definisi, kata sifat)

6. Generalisation (Penarikan Kesimpulan)


Peserta didik berdiskus, yaitui menyimpulkan
materi pembelajaran:
Isi pokok teks laporan hasil observasi
a. Pernyataan umum
b. Deskripsi bagian
c. Deskripsi manfaat
d. Kebahasaan (kalimat definisi, kata sifat)

7. Mempresentasikan Hasil Pembelajaran


Mempresentasikanhasil analisis isi pokok teks
laporan hasil observasi tentang:
a. Pernyataan umum
b. Deskripsi bagian
c. Deskripsi manfaat
d. Kebahasaan (kalimat definisi, kata sifat)

PENUTUP Kegiatan guru bersama peserta didik, yaitu: 15 menit


a. Membuat simpulan analisis teks laporan hasil
observasi
b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan; dan
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dari
hasil pembelajaran dan kegiatan guru, yaitu:
a). melakukan penilaian
b).merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk pembelajaran remedial, program
pengayaan, layanan konseling dan/atau
memberikan tugas baik tugas individu
maupun kelompok sesuai dengan hasil
belejar peserta didik dan
c) menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya yaitu isi teks
Eksposisi

berpikir
kritis/kreatif/kolaboratif/communication
Peserta didik berdiskusi menarik kesimpulan hasil
pembelajaran tentang dari cerita rakyat, melakukan
refleksi, dan memberi umpan balik dalam kelompok

PERTEMUAN KE – 2
1.PENDAHULUAN 1. Peserta didik merespon salam tanda mensyukuri 5 menit
anugerah Tuhan dan saling mendoakan.
2. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru
yang berhubungan dengan pembelajaran
sebelumnya tentang
isi pokok teks laporan hasil observasi tentang:
a. Pernyataan umum
b. Deskripsi bagian
c. Deskripsi manfaat
d. Kebahasaan (kalimat definisi, kata )

3. Peserta didik mendiskusikan informasi dengan


proaktif tentang keterkaitan pembelajaran
sebelumnya berupa nilai-nilai, isi, dan
karakteristik dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan dalam bentuk mmenginterpretasi
dan menyampaikan kembali

4. Peserta didik menerima informasi tentang hal-hal


yang akan dipelajari dan dikuasai khususnya
tentang mengonstruksi teks hasil observasi
dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan
INTI Presentasi ( yang diawali dengan Peserta didik 70 menit
membaca) yang dipilih
1. Peserta didik dengan bimbingan pendidik
mengonstruksi teks laporan hasil observasi

2. Peserta didik secara mandirimengidentifikasi isi,


struktur, dan ciri kebahasaanmencermati
penggunaan kata, frasa, dan kalimat dalam
laporan hasil observasi.

3. Peserta didik menyusun kembali teks laporan


hasil observasi yang dibaca dengan
memerhatikan isi, struktur, dan ciri kebahasaan
4. Peserta didik mempersentasikan, menanggapi,
dan merevisi teks laporan hasil observasi yang
telah disusun

PENUTUP Kegiatan pendidik bersama peserta didik, yaitu: 15 menit


a. Membuat rangkuman/simpulan pelajaran
b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah
dilaksanakan dan
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran
Kegiatan pendidik yaitu:
a. Melakukan penilaian
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk pembelajaran remedy, program
pengayaan, layanan konseling dan / atau
memberikan tugas baik tugas individumaupun
kelompok sesuai hasil belajar peserta didikdan
c. Menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.

I. Penilaian
1. Penilaian Sikap
Teknik Bentuk Penilian Instrumen Penilaian
Penilaian
Observasi, sikap Lembar pengamatan Jurnal (terlampir)
religious dan
sikap social
Lisan Praktik lisan

2. Penilaian Pengetahuan
Bentuk
Jenis/Teknik Bentuk Tes Instrumen
Penilaian
Tertulis dan Uraian Isian Identifikasilah isi, struktur dan ciri
lisan kebahasaan dari dua teks laporan
Penugasan hasil observasi!

3. Keterampilan
Teknik / Benyuk Penilaian
1. Praktik
2. Fortopolio (instrumen terlampir)

Mengetahui, Bandung, 19 April 2017


Kepala SMA................. Guru Mata Pelajaran,

LAMPIRAN
Materi Pembelajaran

Wayang
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai
warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi
kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang
sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari
Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak
ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible
Heritage of Humanity). Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa
sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang
wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau
wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan
penggunaan bahan wayang.
Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit
kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang
ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang
yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya,
untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman
mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain
wayang suket dan wayang motekar. Wayang kulit dilihat dari umur,
dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis.
Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling
tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang
berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan
diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi
tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa
dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit. Wayang
wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu
pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang
orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan
yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng
dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut
dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan
wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam
acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat
menghibur. Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek
yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari
Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu
adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak
karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama
kali dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar
kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek.
Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi,
cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain
yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang
timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.
Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi
berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang
yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai
wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur
wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang
suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian
cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.
Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang
plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater
bayangbayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit
memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar
menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil
dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan
plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar
khusus. Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi
kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan
antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media
hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya
banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era
modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi.
Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi
informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana
(KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin
jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. (Sumber:
http://istiqomahalmaky.blogspot.co.id)

Sampah
Sampah merupakan barang sisa yang tidak memiliki nilai ekonomi.
Sampah dibagi menjadi dua jenis sampah organik dan sampah an
organik. Sungai merupakan aliran sungai yang mengalir dali hilir ke
hulu, sungai pada umumnya di gunakan sebagai beberapa kegiatan
yang membantu manusia. Namun, di desa Jantur Kecamatan Bumiaji
sungai di salahgunakan menjadi tempat pembuangan akhir sampah
sehingga sungai yang dulunya dialiri air sekarang menjadi kering dan
penuh dengan timbunan sampah. Sampah anorganik adalah sampah
yang sulit diuraikan,tidak bisa hancur dengan alami, biasanya terdiri
dari limbah bahan-bahan kimia yang tidak mudah
diuraikan,sedangkan jika sampah anorganik di daur ulang dapat
membuat barang yang bernilai guna. Contoh jenis sampah anorganik
adalah plastik, wadah detergen, plastik-plastik bungkus sisa makanan.
Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan lagi dan
mudah membusuk. Sampah ini biasanya berupa limbah rumah tangga
yang mudah membusuk, limbah ternak yang tidak dikelola terlebih
dulu tetapi langsung dibuang begitu saja, dan daun-daun atau batang
pohon yang sudah mati. Contohnya daun, sayur, sisa buah, limbah
kayu sisa dan limbah pembuangan kotoran sapi. Baik sampah organik
maupun anorganik sesungguhnya sangat bermanfaat bagi kehidupan
apabila manusi dapat mengolahnya dengan baik.

Materi Pelajaran

Sebuah teks laporan hasil observasi harus memiliki minimal terdiri atas
pernyataan umum (tentang hal atau objek yang dilaporkan), deskripsi bagian-
bagian dari objek yang dilaporkan, dan serta penjelasan atau deskripsi manfaat
dari objek tersebut. Ketika membaca sebuah teks laporan hasil observasi, kamu
mungkin saja menemukan bagian-bagian informasi yang tidak lengkap. Kamu
dapat mengetahuinya dengan cara menganalisis struktur teksnya.

Ciri kebahasaan laporan hasil observasi


a. Penggunaan verba
Verba atau kata kerja adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan,
keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Biasanya, verba
menjadi predikat dalam suatu kalimat. Sebagai salah satu kelas kata dalam
tuturan kebangsaan, verba mempunyai frekuensi yang tinggi pemakalannya
dalam suatu kalimat. Selain itu, verba mempunyai pengaruh yang besar terhadap
penyusunan kalimat. Perubahan struktur pada kalimat sebagian besar
ditentukan oleh perubahan bentuk verba.
Kata yang termasuk verba, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
berfungsi utama sebagai predikat atau ciri predikat dalam kalimat walaupun
dapat juga mempunyai fungsi lain,
verba mengandung dasar perbuatan (aksi proses atau keadaan yang bukan
bersifat kualitas), dan
verba khususnya yang bermakna keadaan, tidak dapat diberi prefikster, yang
berarti paling.
Berdasarkan objeknya, verba dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
Verba transitif, yaitu kata kerja yang membutuhkan objek.
Contoh:
Ani menanam bunga di taman.
Para petani memanen padi di sawah.
Verba intransitif, yaitu kata kerja yang tidak membutuhkan objek.
Contoh:
Mereka berjalan.
Kami bernyanyi bersama-sama.
b. Penggunaan Nomina
Kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua
benda dan segala yang dibendakan. Nomina biasanya dapat berfungsi sebagai
subjek atau objek dari klausa. Nomina memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:
menduduki posisi subjek, objek, atau pelengkap dalam kalimat yang predikatnya
verba;
tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak,
umumnya dapat diikuti oleh adjektiva, baik secara langsung maupun diantarai
oleh kata yang.
Kata benda dibedakan menjadi dua, yaitu kata benda konkret dan abstrak.
Kata benda konkret adalah kata benda yang dapat dikenal dengan pancaindra
(misalnya buku). Kata benda abstrak untuk benda yang menyatakan hal yang
hanya dapat dikenal dengan pikiran (misalnya cinta).
c. Penggunaan Konjungsi
Dalam teks laporan, proses yang dijelaskan merupakan runtutan yang
berkaitan satu sama lain sehingga untuk menghubungkan paragraf satu dan
lainnya dibutuhkan sebuah konjungsi yang menunjukkan keterangan waktu.
Konjungsi adalah kata atau ungkapan kata penghubung antarkata, antarfrasa,
antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi memiliki banyak jenis. Konjungsi
disebut juga dengan kata penghubung.
Adanya konjungsi dalam suatu kalimat dapat menyebabkan kalimat
tersebut menjadi kompleks atau luas. Berdasarkan kompleksitasnya, kalimat
dibedakan menjadi kalimat simpleks dan kompleks.
Kalimat simpleks disebut juga dengan kalimat tunggal. Kalimat simpleks adalah
kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur dengan satu verba utama atau
kalimat yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
Contoh:
Randika sedang melihat alam sekitar.
Rizal mengamati tumbuhan yang ada di sekitar rumahnya.
Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas dua struktur atau lebih dengan
dua verba atau lebih. Kalimat kompleks juga bisa diartikan sebagai kalimat yang
telah mengalami perluasan, baik itu berupa penambahan fungsi keterangan
ataupun dengan perluasan pada fungsi-fungslnya. Kalimat kompleks sering pula
disebut kalimat luas.
Contoh:
Alam indah jika dirawat dengan baik.
Apabila alam dirawat dengan baik maka hidup kita akan sehat.
Rawat dan siramilah pohon agar lingkungan di sekitar kita asri.

Lampiran Instrumen Penilaian

A. ISTRUMEN PENILAIAN SIKAP


INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA


Tahun pelajaran : 2016/2017
Kelas/Semester :X/1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia – Wajib

POS
KEJADIAN/ BUTIR TINDAK
NO WAKTU NAMA /
PERILAKU SIKAP LANJUT
NEG
1
2
3
4
5

B. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

Kisi-Kisi

Materi No
Kompetensi Indikator
IPK Pokok Stimulu soal
Dasar Soal
s
3.2 3.2.1 menemukan Isi pokok Teks Disajikan dua 1
Menganalisis perbedaan laporan laporan Teks laporan
isi dan aspek dua teks hasil hasil hasil
kebahasaan laporan hasil observasi observa observasipese
dari minimal observasi dari Pernyataa si rta didik
dua teks segi isi n umum dapat
laporan hasil menemukan
observasi si pokok
laporan hasil
observasi
Pernyataan
umum
3.2.2 menemukan Deskripsi Teks Disajikan dua 2
perbedaan bagian laporan Teks laporan
dua teks hasil hasil
laporan hasil observa observasi
percobaan si peserta didik
dari segi dapat
kebahasaan menemukan
segi
kebahasaan
teks laporan
hasil
observasi
3.2.3 Deskripsi Teks Disajikan dua 3
Membandingk manfaat laporan Teks laporan
an dua teks hasil hasil
laporan hasil observa observasi
observasi dari si peserta didik
segi isi dapat
membanding
kan isi teks
laporan hasil
observasi
Kebahasa Teks Disajikan dua 4
an laporan Teks laporan
3.2.4 (kalimat hasil hasil
membandingk definisi, observa observasi
an dua teks kata) si peserta didik
laporan hasil dapat
percobaan membanding
dari segi kan dari segi
kebahasaan kebahasaan
(kalimat
definisi,dan
kata)
4.2 4.2.1 Siswa dapat Mengonst Teks Disajikan dua 5
Mengonstruk mengonstruksi-kan ruksi teks laporan Teks laporan
si-kan teks laporan hasil laporan hasil hasil
laporan observasi dengan hasil observa observasi
dengan memerhatikan isi observasi si peserta didik
memerhatika dan aspek dapat
n isi dan kebahasaan mempersenta
aspek sikan teks
kebahasaan laporan hasil
baik lisan observasi.
maupun tulis

Tes Tertulis

Teks Laporan Hasil Observasi Singkat Tentang Lingkungan

Banjir Kali Ciliwung


Lingkungan merupakan sesuatu yang ada di sekitar manusia, menopang
kehidupannya, sekaligus mempengaruhi kehidupan manusia. Lingkungan hidup
adalah kesatuan yang terbentuk dari saling terhubungnya ruang, benda, dan
makhluk hidup di dalamnya. Termasuk manusia. Oleh karena itu lingkungan
harus dijaga agar keberlangsungan hidup manusia tetap berjalan sebagaimana
mestinya.

Dalam lingkungan hidup terdapat 2 ekosistem yaitu, ekosistem darat dan


ekosistem perairan. Di antara keduanya, ekosistem airlah yang paling
berpengaruh terhadap kehidupan manusia. 2/3 bumi adalah air. 60% – 70%
kandungan dalam tubuh manusia juga air.

Ciliwung adalah sungai yang kerap menimbulkan banjir setiap tahunnya.


Terutama di bagian hilir. Sungai ini melewati wilayah DKI Jakarta, Kabupaten
Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok. Sungai ini menjadi salah satu sungai
terpenting di Tatar Pasundan dengan panjang aliran utama 120 km.

(jelaskan tentang fakta-fakta sungai ciliwung; peningkatan debit air ketika curah
hujan, dll)

Hasil pengamatan kami, banjir kali ciliwung disebabkan oleh dua faktor:

1. Ulah Manusia

Ledakan penduduk di Jakarta, terutama di sekitar sungai ciliwung tidak


dibarengi dengan kesadaran tentang bahayanya membuang sampai di kali,
akhirnya terjadi penumpukan sampah di sungai ciliwung … (dijelaskan sesuai
fakta yang ada, ini hanya contoh).

2. Faktor Alam

Setelah diteliti lebih lanjut, ada faktor lain yang mempengaruhi banjir kali
ciliwung, yakni rusaknya ekosistem di sepanjang kali ciliwung. Normalisasi yang
dilaksanakan oleh PemProv DKI pun hanya menyasar beberapa wilayah saja,
akibatnya … (dijelaskan sesuai dengan pengamatan yang dilakukan).

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Hewan Singkat

Kelinci
Kelinci tergolong hewan mamalia dari family Leporidae. Kelinci dapat ditemui
dengan mudah di berbagai belahan bumi. Dahulu kelinci adalah hewan liar yang
hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Sampai sekarang, secara umum kelinci
dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu, kelinci bebas dan kelinci peliharaan.

Dilihat dari jenis bulu, kelinci dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu, berbulu
panjang dan berbulu pendek. Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa
jenis lagi, di antaranya Lyon, Angora, American Chinchilla, English Spot,
Himalayan, dan Dutch. Dan hasil dari observasi kami kelinci jenis Lyon adalah
hasil persilangan luar antara Angora dan jenis kelinci yang lainnya.

Kelinci selalu diidentikan dengan wortel sebagai pakannya, tetapi observasi kami
membuktikan bahwa kelinci dapat diberi pakan sayur-sayuran hijau, rumput
awetan, umbi-umbian, biji-bijian, dan pelet juga lahap dimakan kelinci.

Penelitian membuktikan bahwa daging kelinci dapat digunakan sebagai obat


yang mampu menyembuhkan penyakit asma. (sebutkan fakta-fakta dan hasil
observasi terhadap kelinci; umur maksimal kelinci, jadwal makan kelinci, dll.)

1. Di antara dua kutipan teks tersebut, manakah bagian pernyataan umum dan
pengklasifikasian yang lengkap? Jelaskan alasanmu!

No Teks 1 Teks 2 Alasan


Pernyataan
umum
Dekripsi bagian
Deskripsi
manfaat
Kebahasaan
(kalimat definisi,
kata nomina,
verba, frasa)
Kunci jawaban
no Aspek yang Teks 1 Teks 2 Alasan
dinilai
1 Pernyataan ...... .....
umum
2 Dekripsi
bagian
3 Deskripsi
manfaat
4 Kebahasaan
(kalimat
definisi, kata
nomina, verba,
frasa)

Penilaian Hasil

Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Instrumen


Kompetensi Penilaian Penilaian
1. 5. Mengungkapkan Tes tertulis Isian 1. Ungkapkan kembali
kembali langkah-langkah langkah-langkah dalam
membandingkan teks membandingkanteks
laporan hasil observasi laporan hasil observasi!
Tes tertulis Isian 3. Ungkapkan kembali
6.Mengungkapkan langkah-langkah
kembali langkah-langkah memproduksi teks laporan
memproduksi teks hasil observasi
laporan hasil observasi
Jawaban
5 Langkah-langkah membandingkan teks laporan hasil observasi:
Membaca/ mengamati dua teks secara saksama
Memahami kaidah struktur dan isi dua teks
Mengenali bahasa yang digunakan
Menganalisis perbedaan struktur isi dan bahasa
6. Langkah-langkah memproduksi teks laporan hasil observasi
Menetapkan tema teks
Menetapkan tujuan teks
Menuliskan isi teks secara urut sesuai struktur isi teks dan kaidah bahasa
Mengamati dan meneliti kesesuaian bahasa dan isi teks dengan kaidah bahasa
dan struktur isi
Memperbaiki bila ada ketidaksesuaian bahasa dan isi

Pedoman Penskoran
Soal nomor 1
No Aspek yang dinilai skor
1 Peserta didik 4
menganalisis dengan
sangat tepat
Peserta didik 3
menganalisis dengan
tepat
Peserta didik 2
menganalisis kurang
tepat
Peserta didik 1
menganalisis dengan
tidak tepat
2 Peserta didik 4
menjelaskan isi teks
laporan hasil observasi
sangat tepat
Peserta didik 3
menjelaskan isi teks
laporan hasil
observasitepat
Peserta didik 2
menjelaskan isi teks
laporan hasil observasi
kurang tepat
Peerta didik 1
menjelaskan isi teks
laporan hasil observasi
tidak tepat
3 Peserta didik 4
menjelaskan manfaat
isi teks dengan sangat
tepat
Peserta didik 3
menjelaskan manfaat
isi teks dengan tepat
Peserta didik 2
menjelaskan manfaat
isi teks dengan kurang
tepat
Peserta didik 1
menjelaskan manfaat
isi teks dengan tidak
tepat

4 Peserta didik 4
mennganalisis kata dan
frasa padateks laporan
hasil observasi dengan
sangat tepat
Peserta didik 3
mennganalisis kata dan
frasa padateks laporan
hasil observasi dengan
tepat
Peserta didik 2
mennganalisis kata dan
frasa padateks laporan
hasil observasi dengan
kurang tepat
Peserta didik 1
mennganalisis kata dan
frasa padateks laporan
hasil observasi dengan
tidak tepat

Soal nomor 5
Aspek Skor
Siswa menjawab benar 50
Siswa menjawab tidak lengkap 30
Siswa menjawab salah 5
Soal nomor 6
Aspek Skor
Siswa menjawab benar 50
Siswa menjawab tidak lengkap 30
Siswa menjawab salah 5

Kunci Jawaban

PEDOMAN PENSKORAN

NO Aspek yang Dinilai Soal


1 Peserta didik melengkapi tabel dengan sangat tepat 4
Peserta didik melengkapi tabel dengan tepat 3
Peserta didik melengkapi tabel dengan kurang 2
tepat
Peserta didik melengkapi tabel dengan tidak tepat 1

2 Peerta didik menjelaskan isi cerita rakyat sangat 4


tepat
Peerta didik menjelaskan isi cerita rakyat tepat 3
Peerta didik menjelaskan isi cerita rakyat kurang 2
tepat
Peerta didik menjelaskan isi cerita rakyat tidak 1
tepat
3 Peserta didik menjelaskan hubungan nilai-nilai 4
dengan kehidupan sehari-hari sangat tepat
Peserta didik menjelaskan hubungan nilai-nilai 3
dengan kehidupan sehari-hari tepat
Peserta didik menjelaskan hubungan nilai-nilai 2
dengan kehidupan sehari-hari kurang tepat
Peserta didik menjelaskan hubungan nilai-nilai 1
dengan kehidupan sehari-hari tidak tepat

4 Peserta didik menentukan karakteristik hikayat 4


sangat tepat
Peserta didik menentukan karakteristik hikayat 3
tepat
Peserta didik menentukan karakteristik hikayat 2
kurang tepat
Peserta didik menentukan karakteristik hikayat 1
tidak tepat

C. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

1. Praktik/Performance

Materi Pokok Indikator No


Kompetensi Dasar IPK
Soal Soal
4.2.1 Siswa Mengonstruks Peserta 1
dapat i teks laporan didik
4.2 Mengonstruksi-
mengonstruks hasil dapat
kan teks laporan
i-kan laporan observasi mengonstr
dengan memerhatikan
hasil observasi uksi teks
isi dan aspek
dengan laporan
kebahasaan baik lisan
memerhatikan hasil
maupun tulis
isi dan aspek observasi
4
kebahasaan

2. Portofolio
Semua hasil pekerjaan siswa mengonstruksi-kan laporan hasil observasi
dengan memerhatikanmemermemerhatikan isi dan aspek kebahasaan
memerhatikan isi dan aspek kebahasaan memerhatikan isi dan aspek
kebahasaan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan
Memerhatikan isi dan aspek kebahasaan
LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO

Jenis Tugas :
Kelas :
Semester/ Tahun Pelajaran : 1/ 2016 - 2017
Nama Deskripsi Tanda Tangan
Tugas
No Peserta Hari/tgl Nilai kemajuan
KD Peserta
didik siswa Guru
Didik